cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2021)" : 5 Documents clear
Identifikasi Pengembangan Desa Wisata Sambangan Ditinjau Dari Unsur Attraction Trisna Dewi Komang; Cokorda Istri Raka Marsiti; Luh Masdarini
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v11i2.27309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan aktivitas masyarakat Desa Sambangan untuk menunjang pengembangan Desa Wisata dari unsur attraction ditinjau dari daya tarik wisata alam, daya tarik wisata budaya dan daya tarik minat khusus, (2) mendeskripsikan pengembangan Desa Wisata Sambangan dari unsur attraction ditinjau dari daya tarik wisata alam, daya tarik wisata budaya dan daya tarik minat khusus, (3)medeskripsikan kendala dalam pengembangan Desa Wisata Sambangan dari unsur attraction ditinjau dari daya tarik wisata alam, daya tarik wisata budaya dan daya tarik minat khusus. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pedoman wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini, antara lain (1) aktivitas masyarakat Desa Sambangan yang sudah berkembang antara lain : adanya pemandu wisata (guide), penyediaan fasilitas untuk sliding jumping, swimming dan camping¸ upacara pitra yadnya dan dewa yadnya, kerajinan tangan dari kayu jati dan cempaka serta menjaga kebersihan lingkungan di air terjun, sawah dan hutan. Sedangkan aktivitas masyarakat yang akan dikembangkan antara lain : menyediakan fasilitas untuk rocklimbing dan mini rafting di air terjun, mengelola kembali sawah menjadi kegiatan bertani yang tradisional, mengelola hutan menjadi wisata petik buah, membuka wisata seni dan paket budaya, membuka daya tarik minat khusus cycling dan canyoning, (2) pengembangan Desa Wisata Sambangan dari unsur attraction berkembang dengan pesat dan baik terbukti dengan meningkatnya kesejahteraan ekonomi dan masyarakat Desa Sambangan, akses jalan menuju desa sudah cukup baik, masyarakat semakin sadar terhadap kebersihan lingkungan dan banyak yang mengetahui Desa Sambangan, (3) kendala dalam pengembangan Desa Wisata Sambangan antara lain : letak geografis lebih ke pegunungan, sumber daya manusia yang kurang memadai, teknologi kurang canggih, kebudayaan yang berbeda, pemodalan dalam pengembangan wisata baru dan promosi wisata Kata-kata kunci : desa wisata sambangan, aktivitas masyarakat, unsur attraction This study aims at (1) describing the activities of the Sambangan Village community to support the development of the Tourism Village from the attraction element in terms of natural tourist attraction, cultural tourist appeal and special interest attraction, (2) describing the development of the Sambangan Tourist Village from the attraction element in terms of natural attraction, cultural attraction and special interest attraction, (3) describing the constraints in the development of the Sambangan Tourism Village from the element of attraction in terms of natural attraction, cultural attraction and special interest attraction. The type of research used is descriptive qualitative. The instruments used is this study were interview guidelines, observation sheets and documentations. The results of this study, include (1) the activities of Sambangan Village society that have developed include : the existence of a tour guide, the provision of facilities for sliding jumping, swimming and camping, the ceremony of Pitra Yadnya and Dewa Yadnya, handicraft made of teak wood and cempaka and maintain the cleanliness of the environment in waterfalls, rice fields and forest. While community activities that will be developed include : providing facilities for rockclimbing and mini rafting at waterfalls, re-managing rice fields into traditional farming activities, managing forest into fruit tours, opening art tours and cultural packages, opening up special attractions for cycling and canyoning, (2) the development of the Sambangan Tourism Village from the attraction element to develop rapidly and well as evidenced welfare of Sambangan Village, the access road to the village is good enough, the community is increasingly aware of environmental cleanliness and many people know about Sambangan Village, (3) obstacles in the development of Sambangan Tourism Village include : more geographical location to the mountains, inadequate human resources, less sophisticated technology, different cultures, the capital in the development of new tourism and tourism promotion. Key words : Sambangan tourism village, community activities, attraction elementsDAFTAR RUJUKANDinas Komunikasi,Informatika dan Persandian. 2018. Pesona Wisata Desa Sambangan. Dalam http://bulelengkab.go.id/detail/artikel/pesona-wisata-desa-sambangan-55. Diakses Senin, 13 Mei 2019 Pukul 14.43 WITA)Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertahanan. 2018. Kabupaten Buleleng. Dalam http://bulelengkab.go.id/detail/artikel/kabupaten-buleleng-69. Diakses Senin, 13 Mei 2019 Pukul 14.00 WITAGunawan, Imam. 2015. Metode Penelitian Kualitatif Teori&Praktik. Cetakan ketiga. PT Bumi AksaraPrastowo, Andi. 2016. Memahami Metode-Metode Penelitian: Suatu Tinjauan Teoritid dan Praktis. Jogjakarta: Ar-Ruzz MediaSudirtha, Gede, Ketut Widiartini, dan Made Suriani. 2019. Program Evaluation: Implementation of Tourism Village Development. International Journal of Social Sciences and Humanities, Vol. 3 No. 3, December 2019, pages: 99~108. Diakses Jum’at, 8 Mei 2020 pukul 19:21 WITASugiyono, 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&B. Bandung:AlfabetaSugiyono. 2017. METODE PENELITIAN KUALITATIF. Cetakan kesatu. AlfabetaSupariarta, I Nyoman. 2012. Wisata Alam Desa Sambangan. Dalam http://supriarta.blogspot.com/2012/05/wisata-alam-desa-sambangan.html. Diakses Kamis, 20 Juni 2019 pukul 09:14 WITASuwena, I Ketut, dan I Gst Ngr Widyatmaja. 2017. Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata. Cetakan Edisi Revisi. Pustaka Larasan 
Perkembangan Tata Rias Pengantin Bali Madya Gaya Badung Cok Istri Sri Pradnya Dewi; Made Diah Angendari; Ni Ketut Widiartini
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v11i3.32289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan tata rias pengantin Bali Madya gaya Badung di tinjau dari (1) tata rias wajah, (2) penataan rambut, (3 )busana, dan (4) aksesoris. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Hasil ini menunjukkan (1) bahwa telah terjadi perkembangan pada tata rias pengantin Bali Madya gaya Badung terkait, tata rias wajah, (2) penataan rambut, (3) busana, dan (4) aksesoris. Perubahan terjadi dikarenakan ketersediaan bahan yang terbatas dan penyesuaian hiasan kepala dengan busana. Pada penataan rambutnya yaitu semi tidak dibentuk menggunakan malem karena sulitnya mencari bahan tersebut. Busana pengantin Bali Madya tidak mengalami perubahan yang signifikan hanya terdapat perkembangan pada motif dan warna. Pada hiasan kepala pria dahulu menggunakan songket dan sekarang menggunakan prada disesuaikan dengan busana yang digunakan tanpa mengubah teknik melipat agar tidak menghilangkan makna yang terkandung di dalamnya.
Identifikasi Accessibillity Pada Objek Wisata Di Desa Sambangan Sebagai Desa Wisata Putu Dewinta Arystiana
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v11i3.32301

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan accessibility pada objek wisata di desa sambangan, (2) mendeskripsikan kendala dalam penyediaan accessibility pada objek wisata di desa sambangan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pedoman wawancara dan lembar observasi. Adapun hasil dari penelitian ini, antara lain: (1) accessibility pada objek wisata di desa sambangan dibagi menjadi dua yakni, pada objek wisata alam dan pada objek wisata buatan. Akses jalan pada objek wisata alam dapat diakses dengan berjalan kaki menelusuri jalan semi permanen agar lebih mudah dilalui yang berada di tengah hutan Desa Sambangan. Sedangkan akses jalan pada objek wisata buatan dapat diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan kondisi jalan beraspal. Untuk akses informasi pihak pengelola objek wisata bersama dengan Kelompok Darwis Tunjung Mekar Desa Sambangan melakukan beberapa upaya dalam melakukan promosi dan publikasi antara lain : pembuatan pamflet, pemasangan baliho, dan dibagikan lewat media sosial facebook, instragram, dan website. Pada setiap objek wisata sudah disediakan area parkir untuk para wisatawan yang cukup digunakan menampung kendaraan para wisatawan. (2) kendala dalam penyediaan accessibility pada objek wisata di Desa Sambangan antara lain : letak geografis lebih ke pegunungan, pemodalan dalam menyediakan aksesibilitas tidak dapat direalisasikan untuk seluruh objek wisata, jalan menuju objek wisata terbilang sempit, kurangnya lampu penerangan jalan pada malam hari, dan pelepasan lahan. Kata Kunci : accessibility, objek wisata, Desa Sambangan AbstractThis study aims to (1) describe accessibility in tourist attractions in sambangan village, (2) describe the constraints in providing accessibility to tourist attractions in sambangan village. The type of research used is descriptive qualitative. Data collection is done through observation method, interview method and documentation. The instruments used in this study are interview guidelines and observation sheets. The results of this study, among others: (1) accessibility on tourist attractions in the village sambangan divided into two, namely, on natural attractions and on artificial attractions. Road access to natural attractions can be accessed by walking along a semi-permanent road to make it easier to walk in the middle of the forest of Sambangan Village. While road access at artificial attractions can be accessed by using two-wheeled or four-wheeled vehicles with paved road conditions. For access to information, the management of tourist attractions together with the Group Darwis Tunjung Mekar Sambangan Village made several efforts in conducting promotions and publications, among others: making pamphlets, installing billboards, and shared through social media facebook, instragram, and website. In each tourist attraction has been provided a parking area for tourists that is sufficiently used to accommodate the vehicles of tourists. (2) constraints in the provision of accessibility to tourist attractions in Sambangan Village include: geographical location more to the mountains, desecration in providing accessibility can not be realized for all tourist attractions, the road to tourist attractions is fairly narrow, lack of street lighting at night, and land release. Key Word :  accessibility, tourist attractions, Sambangan villageDAFTAR RUJUKAN Blog Teknik Planologi. 2015. Desa Wisata Dalam Konteks Industri Pariwisata. Dalam http://www.radarplanologi.com/2015/10/desa-wisata-dalam-konteks-industri-pariwisata.html.Dewi Martha Erli H, Ketut. 2015. Penentuan Prioritas Pengembangan Infrastruktur Kawasan Wisata Bahari di Desa Sumberejo, Desa Lojejer dan Desa Puger Kulon, Kabupaten Jember berdasarkan Preferensi Pengunjung dan Masyarakat. Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik dan Sipil Perencanaan, Institut Teknologi Sepulus Nopember (ITS). Jurnal TEKNIK ITS Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015.  Irnawati, Ade. 13 April 2016. Industri Pariwisata. Dalam http://industri123.blogspot.com/2016/04/industri-pariwisata.html.Maryaningsih, Novi. Pengaruh Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Volume 17, Nomor 1, Tahun 2014.Patisa, Roni Dian. 2018. Definisi Pengembangan Pariwisata Bagian 1. Dalam https://formasiberita.blogspot.com/2018/01/definisi-pengembanganpariwisata-bagian.html.Redaksi Haloedukasi. 2013. Pengertian Aksesibilitas Menurut Para Ahli. Dalam https://haloedukasi.com/aksesibilitas Suwantoro. 2000. Syarat-syarat aksesibilitas dan pengukuran aksesibilitas yang ideal. Dalam https://textid.123dok.com/document/nzw9g9gye-konsep-aksesibilitas-aksesibilitas-1-pengertian aksesibilitas.html.Taurus Cahayadi, I Gusti Nyoman. 2015. Kajian Potensi Ekowisata Di Desa Sudaji Sebagai Desa Wisata. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal Bosaparis Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Volume 3, Nomor 1, Tahun 2015. Taya, LA. 2012. Potensi dan Kendala Pengembangan Pariwisata. Dalam http://komunikasipembangunan.blogspot.com/2012/06/potensi-dan-kendala-pengembangan.html.Tourism Soldier. 3 Juni 2013. Teori 4A (Attraction, Amenity, Accessibility, Ancilliary). Dalam http://www.jejakwisata.com/studies/kajian-pariwisata/43-4a-yang-wajib-untuk-destinasi-wisata.
PENGEMBANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN BUMBU DAN REMPAH BERBASIS AUGMENTED REALITY BERNAMA “WORLD OF HERBS AND SPICES” Amirah Zulfa Hermawan Putri; Setya Chendra Wibawa; Amalia Ruhana
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v12i2.36016

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat validitas berdasarkan kepraktisan aplikasi pembelajaran tentang bumbu dan rempah berbasis augmented reality jika digunakan dalam sebuah proses pembelajaran melalui uji coba dari responden. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dan mengadaptasi model ADDIE. Tahapan model ADDIE ini adalah 1) Analyze, 2) Design, 3) Develop, 4) Implement, 5) Evaluate. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner atau lembar penilaian berupa Skala Likert yang diberikan kepada responden masyarakat umum. Hasil penelitian mengenai validitas untuk aplikasi pembelajaran ini mencapai persentase 88.55% dengan kriteria Sangat Valid berdasarkan kepraktisan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi pembelajaran bumbu dan rempah berbasis augmented reality yang bernama “World of Herbs and Spices” ini sangat valid berdasarkan kepraktisan sehingga baik jika digunakan dalam sebuah proses pembelajaran.
DESIGN OF OCCUPATIONAL SAFETY TRAINING FOR SINGLE PARENTS OF WEDORO SIDOARJO SHOE WORKERS Raiza Aulia
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v12i2.37118

Abstract

Work safety for workers is very important to be fulfilled in terms of complete personal protective equipment such as boots, and at least with the use of masks. This is important because the effects that arise when the use of personal protective equipment is not used properly can interfere with health. One of them is the shoe craftsman Wedoro Sidoarjo. This made the researchers make a training plan for single parents of shoe craftsmen in Wedoro Sidoarjo to pay more attention to work safety if not done with the right standards it will affect the children at home. The implementation of this training was made based on the results of interviews with the sole parent of shoe craftsman Wedoro Sidoarjo. This training can be done in groups. Implementation carried out in groups will look like real social life. The number of participants from group training should be no more than 16 people because the number of groups that are too large will result in the ineffectiveness of the training (Kelly, 1982; Michelson, et al. 1985; Ramdhani, 2015). This training was conducted at the Nur Rahma Sidoarjo Foundation by 16 single parents. Participants will be given knowledge about good parenting styles for children, knowing the principles of child development, and occupational health and safety. Each material provided will include games, roleplay, and watching movies.

Page 1 of 1 | Total Record : 5