cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 112 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2017)" : 112 Documents clear
PENGEMBANGAN MODUL INDUSTRI PERHOTELAN KELAS XI KOPETENSI KEAHLIAN PERHOTELAN SMK NEGERI 1 SINGARAJA Kadek Pariandani .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12255

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan kelayakan Modul Industri Perhotelan berdasarkan tanggapan ahli materi pembelajaran, (2) untuk mendeskripsikan kelayakan Modul Industri Perhotelan berdasarkan tanggapan ahli media pembelajaran, (3) untuk mendeskripsikan kelayakan Modul Industri Perhotelan berdasarkan uji sasaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Model pengembangaan modul yang digunakan adalah Model Degeng. Untuk mengetahui validasi uji efektifitas penggunaan modul diperoleh dengan menggunakan metode test berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) hasil review ahli materi pembelajaran diperoleh hasil rata-rata sebesar 88.54% dengan kualifikasi baik, (2) hasil review dari ahli media pembelajaran diperoleh hasil rata-rata sebesar 90.00% dengan kualifikasi sangat baik. (3) nilai rata-rata pre-test adalah 20,194 dan rata-rata nilai post-test adalah 30,323. Probabilitas yang diperoleh (Sig. (2-tailed) = 0.00) lebih kecil dari 0.05. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan modul industri perhotelan. Kata Kunci : modul, Industri Perhotelan This development research aimed (1) to describe feasibility of Industri Pehotelan module base on response the expert judgment of teaching material, (2) to describe feasibility of Industri Perhotelan module base on response the expert on media, (3) to describe feasibility Industri Perhotelan module base on the student learning. The research implemented of Degeng’s model development. The effectiveness module would be obtained by pre-test and post-test method. The results of the research are, (1) the result of the expert judgment of teaching material shows average 88.54% qualified as good, (2) the result of the the expert on media shows average 90.00% qualified as very good, (3) average value of pre test is 20,194 and average value is 30,323. The probability is (sig. (2-tailed) = 0.00) smaller then 0.05. It is mean there are significant diffecence both before and after use the Industri Perhotelan modulekeyword : module, industri perhotelan
PEMANFAATAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK MENJADI PIE SUSU Ketut Suartini .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12298

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas pie susu tepung terigu dan pie susu tepung kulit pisang kepok ditinjau dari aspek aroma, rasa dan tekstur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Penelitian ini melibatkan panelis terlatih Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas pie susu tepung kulit pisang kepok dan pie susu tepung terigu dari aspek aroma menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara aroma pie susu tepung terigu dan aroma pie susu tepung kulit pisang kepok. Hasil uji t dari aspek rasa menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasa pie susu tepung terigu dan rasa pie susu tepung kulit pisang kepok. Hasil uji t dari aspek tekstur menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tekstur pie susu tepung terigu dan tekstur pie susu tepung kulit pisang kepok. Dari ketiga aspek yang diteliti tersebut maka hasil dari penelitian ini yaitu H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian maka kualitas dari pie susu tepung terigu tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan pie susu tepung kulit pisang kepok baik dari aspek aroma, rasa dan tekstur. Kata Kunci : Uji kualitas, pie susu, tepung kulit pisang kepok This experimental research aims to know the different quality between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from aroma, flavor and texture. This research is experimental research and the technique of data collection used in this research is observation method. The panelists in this research trained panelists. The result of this research shows that there is not any significant difference between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the aroma, t test results shows that there is not any significant difference between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the flavor, t test results shows that there is not any significant difference between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the texture. So, from three aspects the result of this research is H0 is accepted and H1 is rejected. Therefor , there is no significant difference of the quality of egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the aroma, flavor and texture. keyword : Quality test, egg tart, kepok banana peel
IDENTIFIKASI HIDANGAN TRADISIONAL KHAS KABUPATEN LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT Bestari Dwi Andrini .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Dra. Damiati, M.Kes .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makanan tradisional khas Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, meliputi makanan pokok, hidangan lauk pauk, hidangan sayuran, sambal, dan minuman yang disajikan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan di 3 Kecamatan yaitu Pujut, Praya Tengah dan Kopang dengan mengambil 6 desa sebagai tempat penelitian yaitu desa Rembitan, Kawo, Pengadang, Jurang Jaler, Darmaji dan Montong Gamang. Informan melibatkan, Camat masig-masing Kecamatan tempat diadakannya penelitian, Ibu-ibu rumah tangga, dan penjual makanan tradisional Teknik pengumpulan data dengan metode (1) observasi partisipan dan (2) wawancara mendalam, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu (1) lembar observasi dan (2) panduan wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hidangan tradisional khas Kabupaten Lombok Tengah yaitu (1) makanan pokok meliputi Pesor serbuk, pencok me dan pencok sagu, (2) hidangan lauk pauk meliputi samben goreng kenango, sisok kelaq kuning, lindung tunuk samben goreng, pindang kelaq sedak pakis, pelcing lindung tunuk, Beru kelaq santen, dan pes tain lale sedak kelor (3) hidangan sayuran meliputi tengkong kelaq bawang minyak sebie, gadok, tojang lomak kelaq terong aceh, ketujur kelaq manis, komak kelaq bagek, tolang komak siong sepuk, pangkles (4) sambal meliputi samben paok, samben bagek, lansuk dan beberok (5) minuman meliputi, aiq span, serbat dan es endes Kata Kunci : Hidangan, Khas, Kabupaten Lombok Tengah This study aimed to describe the traditional food Lombok Tengah district include main dish, side dish, vegetable dish, condiment and beverages are served daily. This research was conducted in 3 subdistricts that is Pujut, Praya Tengah, and Kopang, by taking 6 villages as research sites, namely the village is Rembitan, Kawo, Pengadang, Jurang Jaler, Darmaji, and Montong Gamang with informant sources head of sub district, housewife and traditional food vendors. Technique of collecting data with method (1) observation and (2) interview, while research instrument used 1) the observation sheet and (2) the interview guide. Data analysis using qualitative descriptive technique. These results indicate that the traditional food Lombok Tengah District, that is (1) main dish are Pesor Serbuk, Pencok Me, Pencok Nasi, (2) side dish are, samben goreng kenango, sisok kelaq kuning, lindung tunuk samben goreng, pindang kelaq sedak pakis, pelcing lindung tunuk, Beru kelaq santen, dan pes tain lale sedak kelor, (3) a vegetable dish are hidangan sayuran meliputi tengkong kelaq bawang minyak sebie, gadok, tojang lomak kelaq terong aceh, ketujur kelaq manis, komak kelaq bagek, tolang komak siong sepuk, pangkles, (4) condiment are samben paok, samben bagek, lansuk dan beberok (5) beverages are aiq span, serbat dan es endes keyword : Inventory, Traditional Food, Lombok Tengah District
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DASAR PENGERITINGAN RAMBUT PADA SISWA KELAS XI TATA KECANTIKAN RAMBUT SMK NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Kadek Devi Saras Patmawati .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12385

Abstract

Penelitian yang telah dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam 1) meningkatkan aktivitas siswa 2) meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Dasar pengeritingan rambut. Variabel bebas dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Kooperatif tipe NHT, sedangkan variabel terikat dari penelitian ini terdiri dari aktivitas dan hasil belajar siswa. Sumber data dari penelitian ini adalah siswa kelas XI Tata Kecantikan Rambut. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes untuk hasil belajar ranah kognitif, lembar observasi untuk aktivitas belajar siswa dan hasil belajar ranah afektif dan penilaian keterampilan untuk ranah psikomotor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Aktivitas belajar siswa ditunjukkan dengan rata-rata kelas sebesar 75,94 pada siklus I menjadi sebesar 91,88 pada siklus II. Peningkatan yang terjadi pada siklus I dan II aktivitas belajar siswa sebesar 6,25. 2) Ketuntasan klasikal untuk hasil belajar pada siklus I sebesar 93,75% menjadi sebesar 100% pada siklus II. Peningkatan yang terjadi pada siklus I dan II pada hasil belajar 6,25%.Kata Kunci : Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Pembelajaran Pengeritingan Rambut The research that has been conducted is Classroom Action Research. This study aims to implement cooperative learning model type NHT in 1) increase student activity 2) improve student learning outcomes in learning Basic hair curling. Independent variable of this research is Cooperative Learning Model of NHT type, while the dependent variable of this research consists of activity and student learning outcomes. Sources of data from this study are students of class XI Tata Beauty Hair. Data collection techniques used in the form of tests for cognitive domain learning results, observation sheets for student learning activities and affective learning and the assessment of skills for psychomotor domain. The results of this study indicate that 1) Student learning activity is shown by the average class of 75.94 in the first cycle to be 91.88 in cycle II. The increase that occurred in the first and second cycle of student learning activities amounted to 6.25. 2) Classical completeness for learning outcomes in the first cycle of 93.75% to 100% in cycle II. The increase in cycle I and II on the learning outcomes of 6.25%. keyword : Learning Activity, Learning outcomes, Learning Hair Curling
Pembuatan Modul Ajar Fusion Food untuk Mendukung Pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi Siswa Kelas XII SMK Negeri 2 Singaraja Ria Karlina .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kelayakan isi modul ajar fusion food di SMK Negeri 2 Singaraja melalui uji ahli. (2) Mengetahui kelayakan isi modul ajar fusion food di SMK Negeri 2 Singaraja melalui uji subjek sasaran atau siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan Research and Development (R & D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XII Jasa Boga 2 di SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Validasi kelayakan modul berdasarkan uji ahli isi dan uji subyek sasaran diperoleh dengan menggunakan metode angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji ahli isi memberikan penilaian dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 87,36% sehingga jika dikonversikan persentase tersebut berada dalam kualifikasi layak. Sedangkan uji subyek sasaran memberikan penilaian dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 89,07% sehingga jika dikonversikan persentase tersebut berada dalam kualifikasi layak.Kata Kunci : Modul Fusion Food, Kurikulum 2013, Kelayakan This research aims to (1) Know the feasibility of the contents of teaching fusion food module in SMK Negeri 2 Singaraja through expert test. (2) To know the feasibility of the contents of teaching fusion food module in SMK Negeri 2 Singaraja through test subjects or students. The type of research used in this study is Research and Development Research and Development (R & D) with the model of ADDIE development. The subjects of this study are students of class XII Culinary 2 at SMK Negeri 2 Singaraja academic year 2016/2017. Validation of the feasibility of module based on expert test of content and test of target subject is obtained by using questionnaire method. The result of the research shows that the expert test gives an average rating of 87.36%, so if it is converted the percentage is in qualified condition. While the target subject test provides an assessment with an average percentage of 89.07% overall so that if converted the percentage is in a qualified feasible.keyword : Fusion Food module, Curriculum 2013, eligibility
TENUN 3 DIMENSI PADA INDUSTRI TENUN PUTRI AYU KECAMATAN BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR PROVINSI BALI Kadek Megayanti .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tenun 3 dimensi (2) motif kain tenun 3 dimensi pada Industri Tenun Putri Ayu Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Industri Tenun Putri Ayu, yang menjadi informan kunci adalah pemilik Industri Tenun Putri Ayu dan informan lainnya adalah pegawai Industri Tenun Putri Ayu. Objek penelitian adalah proses pembuatan dan motif tenun 3 dimensi. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif yang mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) proses pembuatan tenun 3 dimensi pada Industri Tenun Putri Ayu menggunakan 3 proses kerja yaitu teknik songket, teknik ikat dan teknik air brush, dan menggunakan mesin ATM semi manual (sistem kartu). (2) tenun 3 dimensi memiliki beberapa motif diantaranya motif bunga pucuk rejuna, bunga jepun, bunga pucuk bang, bunga mawar dan Jakarta.Kata Kunci : Motif Tenun, Tenun 3 Dimensi, Tenun Inovasi The purpose of this research is to know (1) the process of making 3-dimensional weaving (2) 3 dimensional woven fabric motif at Putu Ayu Blahbatuh Subdistrict, Gianyar Regency, Bali Province. The research is descriptive research. The research was conducted in Putu Ayu Women's Weaving Industry, which became the key informant is the owner of Weaving Industry of Putri Ayu and other informants are employees of Weaving Industry of Princess Ayu. The object of research is the process of making and motif weaving 3 dimensions. Methods of data collection using observation and interview methods. Techniques of data analysis using descriptive analysis techniques to describe a state or phenomena-what is. Research instruments are interview and observation guidelines. The results of this study indicate that (1) in Putu Ayu weaving industry 3 dimension weaving process using 3 working process that is songket technique, connective technique and air brush technique, and using semi manual machine (card system). (2) 3 dimensional weaving has several motifs such as flower buds of rejuna, jepun flower, bud shoot bang, roses and Jakarta. keyword : Motif Weaving, 3 Dimensional Weaving, Weaving Innovation
TATA RIAS PENGANTIN KABUPATEN KLUNGKUNG Ni Putu Putri Astuti .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagian-bagian (2) makna dan fungsi dari tata rias pengantin Kabupaten Klungkung. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara kepada LKP Salon Rahayu, puri Klungkung dan pakar tata rias. Teknik analisis data adalah teknik deskriptif. Hasil Penelitian ini adalah: (1) Tata rias pengantin Kabupaten Klungkung dibagi menjadi 4 bagian yaitu (a) tata rias wajah yaitu serinata, alis-alis, hiasan mata, hidung, perona pipi, dan hiasan bibir, (b) tata rias rambut yaitu semi lilit/gulung¸ bunga sari konta, bunga mawar, cempaka putih kuning, sandat, bunga reog emas, bunga kompyong, cucuk emas, sanggul kletek mandel, (c) busana pengantin, busana wanita yaitu tapih prada/songket, wastra prada/songket, sabuk prada, selendang prada/songket, busana pria wastra lanang melelancingan, saput prada/songket, umpal, destar, (d) aksesoris, aksesoris wanita sabuk bebekeng, subeng, gelang, cincin, tapel pelengan, aksesoris pria keris, bunga pucuk emas. (2) makna dan fungsi tata rias pengantin Kabupaten Klungkung, serinata makna yaitu menandakan seseorang telah dewasa, fungsi serinata sebagai hiasan pada dahi, bunga mawar merah makna yaitu melambangkan kekuatan hati seorang wanita, fungsi bunga mawar merah sebagai hiasan, selendang songket makna sebagai simbol kegembiraan dan keanggunan, fungsi selendang menutupi bagian dada seorang wanita, umpal memiliki makna sebagai simbol Dewa Wisnu, fungsi umpal menguatkan iktan wastra, sabuk bebekeng makna mampu mengekang hawa nafsu, fungsi sabuk bebekeng sebagai hiasan pada pinggang, keris makna melambangkan purusa dan pradana, fungsi keris menambah kegagahan seorang pria.Kata Kunci : aksesoris, busana, tata rias, pengantin Kabupaten Klungkung. This study aims to determine (1) the parts (2) the meaning and function of bridal makeup Klungkung regency. The research is descriptive research. Methods of data collection by way of observation and interviews to LKP Salon Rahayu, Klungkung castle and makeup experts. Data analysis technique is descriptive technique. The results of this study are: (1) Bridal makeup Klungkung regency is divided into 4 parts, namely (a) makeup of the serinata, eyebrows, eye decoration, nose, blush, and lip makeup, (b) semi wound / flower buds, rose, white yellow cempaka, sandat, golden reog flowers, compound flowers, golden cucuk, mandarin kletek bun, (c) bridal dress, ladies prada / songket, wastra prada / songket , belt prada, prada / songket shawl, wastra lanang melelancingan clothing, prada / songket, pendal, destar, (d) accessories, women's accessories belt bebekeng, subeng, bracelet, ring, tapel pelengan, keris man accessories, golden shoots . (2) the meaning and function of bridal make-up of Klungkung Regency, serinata meaning that signifies someone has grown, serinata function as decoration on forehead, red rose meaning meaning symbolize woman's heart power, function of red rose as decoration, scarf songket meaning as symbol excitement and elegance, the function of the scarf covers the chest of a woman, eg has a meaning as a symbol of the god Vishnu, the function of basting the iktan wastra, the belt bebekeng meaning can curb lust, the function of belt bebekeng as decoration at the waist, kris meaning symbolizes purusa and pradana, kris adds to the valor of a man.keyword : accessories, clothing, cosmetology, bride Klungkung regency.
TENUN SONGKET NGALAM PADA INDUSTRI TENUN PELANGI KECAMATAN SIDEMEN KABUPATEN KARANGASEM Ni Wayan Widya Sami .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan kain songket ngalam pada Industri Tenun Pelangi Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik analisis deskriptif dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian berupa proses pembuatan kain tenun songket ngalam pada Industri Tenun Pelangi Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem yaitu: alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan songket ngalam antara lain alat: alat tenun bukan mesin, tundak, sorog, peciban, blida, bumbungan, serat/ suah, gilik, nengkrekan, baskom, panci besar, pengaduk, penjemuran, mangkok kecil, sendok makan, plastik pegemas dan gunting benang. Bahan yang diperlukan yaitu benang (benang katun, sutra, metris, emas dan perak), bahan pewarna dari alam (bahan pewarna yang berasal dari daun jati), pembangkit warna, serta tepung tapioka. Motif kain tenun songket yaitu: motif kangkungan, motif bulan kala rau dan burung, motif burung merak, motif bulan bintang, motif bulan karawais, motif batik, motif babi, motif padma bulan, motif don timbul, motif pucuk, motif kedis keker, motif pot, motif naga, dan motif bulan kurung. Kain songket yang sudah selesai ditenun kemudian di finishing dengan dicelup menggunakan bahan pewarna alam yaitu daun jati yang masih muda yang dikeringkan kemudian dihaluskan. Menggunakan pembangkit warna tawas dan soda abu serta kapur tohor sebagai pengikat warna. Pembuatan kain songket ngalam membutuhkan waktu 4 minggu sampai 5 minggu hingga kain songket siap untuk di pakai.Kata Kunci : Pencelupan Kain, Pewarna Alam, Songket Ngalam, Tenun Songket This study aims to find out the process of making songket ngalam fabric in the Weaving Industry Pelangi Sidemen District Karangasem regency. This research is descriptive research. Data collection using descriptive analysis technique by way of observation and interview. The result of the research is the process of making songket ngalam woven cloth in Pelabuhan Weaving Industry of Sidemen Sub-district of Karangasem Regency, namely: Tools and materials used in making songket ngalam among others tools: loom not machine, tundak, sorog, peciban, blida, bumbungan, fiber / suah , goblets, nengkrekan, basin, large pot, stirrer, drying, small bowl, tablespoon, plastic packaging and scissors yarn. The materials needed are yarn (cotton, silk, metris, gold and silver), natural dye (dye originating from teak leaves), color plant, and tapioca starch. Motives of woven cloth songket namely: the motive of kangkungan, the moon motif of kala rau and the bird, the peacock motif, the moon motif, the moon motif, potted motifs, dragon motifs, and moon brackets. Songket fabric that has been woven then finishing by dyed using natural dye materials that are young teak leaves are dried and then mashed. Using alum generation and soda ash and lime tohor as a color binder. Making songket ngalam need 4 weeks to 5 weeks until songket cloth ready for use.keyword : Fabric Dyeing, Natural Dye, Songket Ngalam, Songket Weaving
Pengembangan Jobsheet Berbasis Media Fragmen Dalam Pembelajaran Praktek Tehnik Tailoring Ni Kadek Emma Pratiwi .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengembangkan produk berupa jobsheet yang berbasis media fragmen sebagai media pembelajaran.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode observasi dan angket/kuisioner penilaian ahli media dan ahli isi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi dan lembar kusioner penilaian ahli media dan ahli isi berdasarkan dengan skala3 pernyataan baik, cukup, dan kurang yang diujikan pada 3 ahli media dan 1 ahli isi terdiri dari dosen Tata Busana. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian pengembangan jobsheet berbasis media fragmen dalam pembelajaran praktek Tekhnik Tailoring dapat disimpulkan bahwa jobsheet berbasis media fragmen dalam pembelajaran praktek Tekhnik Tailoring yang dirancang dapat membantu mahasiswa dalam pengerjaan tugas dan memudahkan mahasiswa dalam mengikuti instruksi yang ada pada jobsheet yang berikan. Berdasarkan rekapitulasi penilaian ahli isi memperlihatkan jika dikonversikan dengan kriteria hasil penilaian ahli isi maka dapat dipaparkan hasil penilaian ahli isi memperoleh hasil yang termasuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 43. Serta berdasarkan rekapitulasi penilaian ahli media memperlihatkan jika dikonversikan dengan kriteria hasil penilaian ahli media maka dapat dipaparkan hasil penilaian ahli media memperoleh hasil yang termasuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 34,67. Sehingga bisa dijadikan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : Fragmen, jobsheet, pengembangan This development reseach aims to know the results of product development in the form of jobsheet- based fragment nedia as a medium of learning. Data collection methods used in this study by using the method of observation and questionnaire assessment of media experts and content experts. The instruments used in this study are an observation sheet aand an expert media assessment sheet and a content expert based on a 3-point statement good, enough, and insufficient were tested on 3 media experts and 1 content expert.Then analyzed using technical descriptive analysis. Based on the result of research and discussion on research development of fragmented media- based jobsheet in the learning practice of Tailoring Techniquescan be concluded that the fragment- based jocbsheet in the learning practise tailings designed to assist students in work tasks and allows students to follow instructions on the jobsheets. Based on the recapitulation of expert opinion contents show if converted on the criteria of the result of expert assessment of the content it can be presented the result of the content expert’s evaluation abtained the result included in the category of good with an average score of 43. Based on the recapitulation of expert opinion media’s show if converted on the criteria of the result of experts assessment of the media it can be presented the result of the media expert’s evaluation abtained the result included in the category of good with an average score of 34,67. So it hopefully can be used as a tool in the learning process.keyword : Fragments, jobsheet, development
PERKEMBANGAN RAGAM HIAS KAIN TENUN SRI MENANTI DI DESA KEMBANG KERANG DAYA KECAMATAN AIKMEL KABUPATEN LOMBOK TIMUR Sohriah .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12568

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perkembangan ragam hias kain tenun Sri Menanti; (2) komposisi ragam hias kain tenun Sri Menanti. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek penelitian perkembangan ragam hias kain tenun Sri Menanti di Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Perkembangan ragam hias kain tenun Sri Menanti yaitu; (a) Ragam hias lumbung (rumah adat); (b) Ragam hias belah ketupat; (c) Ragam hias kembang nyiur (bunga kelapa); (d) Ragam hias kembang kerang (Bunga Kelapa) (e) Ragam hias burung; (f) Ragam hias gunung rinjani (2) Komposisi ragam hias kain tenun Sri Menanti di Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur meliputi: (a) prinsip komposisi ragam hias kain tenun Sri Menanti berupa repetisi, harmoni, unity dan balance. Kata Kunci : Kata Kunci: Kain tenun, Ragam Hias, Sri Menanti Abstract This research aims to describe: (1) the development of decorative woven fabric of Sri Menanti; (2) the composition of decorative woven fabric of Sri Menanti. This research is descriptive research with object of development research of decorative woven fabric of Sri Menanti in Kembang Kerang Daya Village, Aikmel Sub-district, East Lombok Regency. Methods of data collection is done by using the method of observation and interviews. The research instrument uses an observation sheet and an interview sheet. Methods of data analysis is done by using descriptive analysis. The results showed that, (1) The development of decorative woven fabric Sri Menanti namely; (a) lumbung decoration (traditional houses); (b) belah ketupat decoration; (c) kembang nyiur decorative (coconut flowers); (d) kembang Decorative (Coconut Flower) (e) burung Decorative; (f) gunung rinjani decorative (2) The composition of Sri Menanti's woven decoration in Kembang Kerang Daya Village, Aikmel sub-district, East Lombok regency includes: (a) Principles of Sri Menanti's woven ornament composition in the form of repetition, harmony, unity and balance in the Kembang Kerang Daya Village Aikmel Sub-district, East Lombok Regency. keyword : Keywords: Woven fabric, Decorative Variety, Sri Menanti.

Page 3 of 12 | Total Record : 112