cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 112 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2017)" : 112 Documents clear
UJI KUALITAS MANISAN KULIT PISANG KEPOK Putu Dedo Hendrawan .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13599

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas manisan kulit pisang kepok dilihat dari, (1) aspek bentuk,(2) aroma (3) tekstur dan (4) rasa.Penelitian ini menggunakan panelis terlatih yang terdiri dari 20 orang panelis. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrument berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, dan kurang. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) kualitas manisan kulit pisang kepok tanpa jeruk lemon dan dengan jeruk lemon dilihat dari aspek bentuk berada dalam kategori baik, dengan skor 2.9 dan 2.9 sesuai tolok ukur yaitu manis, bentuk rapi dan menarik, (2) kualitas manisan kulit pisang kepok dilihat dari aspek aroma berada dalam kategori baik dengan skor 2.45 dan 2.8 sesuai tolok ukur yaitu dominan memiliki aroma kulit pisang kepok, (3) kualitas manisan kulit pisang kepok dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik dengan skor 2.8 dan 2.9 sesuai tolok ukur yaitu kering dan kenyal, (4) kualitas manisan kulit pisang kepok dilihat dari aspek rasa berada pada kategori baik dengan skor 2.75 dan 2.85. Sesuai dengan tolok ukur yaitu manis dan sedikit sepat. Kata Kunci : manisan, kulit pisang kepok, aroma, tekstur dan rasa. Abstract This experimental research to know the quality of candied banana peel skin seen from, (1) form, (2) aroma (3) texture and (4) taste. research using panelist consisting of 20 panelist. Data settlement method used in this research is observation method by using instrument. With 3 levels of good, enough, and less. Data were analyzed by using quantitative descriptive technique. The results of this study show (1) the quality of candied banana peel kepok without lemon and with lemon in terms of shape in good category, with the score 2.9 and 2.9 according to benchmarks that is sweet, neat and attractive form, (2) the quality of banana peel kepok seen from the aspect of the scent is in good category with score 2.45 and 2.8 according to the dominant benchmarks have banana peel scent, (3) the quality of candied banana peel skin seen from the texture side is in good category with score 2.8 and 2.9 according to the benchmark that is dry and chewy, (4) the quality of candied banana skin kepok seen from the sense aspect is in good category with a score of 2.75 and 2.85. In accordance with the benchmark it is sweet and slightly sour keyword : *sweets, banana peel, aroma, texture and taste.*
Pengolahan Kulit Pisang Kepok Menjadi Abon Gede Hendra Kusuma .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13613

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan abon kulit pisang kepok dan kualitas abon kulit pisang kepok dilihat dari aspek, warna, tekstur, dan rasa. Panelis dalam penelitian ini menggunakan panelis terlatih yang terdiri dari 15 orang panelis yaitu 5 guru SMKN 1 Seririt, 5 guru SMK Triatmajaya Singaraja dan 5 mahasiswa PKK Undiksha Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan kulit pisang kepok diolah menjadi abon melalui proses penyortiran, perebusan, penumbukan, dan penggorengan. kualitas abon kulit pisang kepok dilihat dari aspek warna, tekstur, dan rasa berada pada kategori baik. Uji kualitas aspek warna berada pada kategori baik dengan skor (2.73) sesuai tolok ukur yaitu coklat. Uji kualitas aspek tekstur berada pada kategori baik dengan skor (2.63) sesuai tolok ukur yaitu kering. Uji kualitas dari aspek rasa berada pada kategori baik dengan skor (2.73) sesuai tolok ukur yaitu manis gurih.Kata Kunci : abon kulit pisang kepok, kualitas, proses This experimental research aimed at knowing the process of making abon from kepok banana peels and its quality from aspects of color, texture, and taste. This study used trained palists wich consisted of 15 panelist wich were divide into 5 teacher of SMKN 1 Seririt, 5 teacher SMK Triatmajaya Singaraja and 5 college student of PKK of Ganesha University of Education. Method of data collection used in this study was observation method by using instrument namely organoleptic test sheet with 3 categories such as good, enough, and less. The data were analyzed by using descriptive quantitative technique. The result of the study showed that kepok banana peels were processing through sorting process, boiling process, mashing process, and frying process. The quality of abon made from kepok banana peels from aspects of color, texture, and taste was belonged into good category. Quality test from the aspect of color was belonged into good category with score (2,73) based on benchmark that was brown. Quality test from the aspect of texture was belonged into good category with score (2,63) based on benchmark wich as dry. The quality test from the aspect of taste wasbelonged into good category with score (2,73) based on benchmark which was sweet and tasteful. Abon from kepok banana peels, process, qualitykeyword : Keywoords: Abon from kepok banana peels, process, quality
IDENTIFIKASI HIDANGAN KHAS USABA SAMBAH DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN Ni Luh Sri Lestari .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hidangan khas prosesi usaba sambah dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan penutup dilihat dari teknik persiapan, pengolahan, dan penyajian dalam pengolahan hidangan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu metode observasi dan wawancara, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan panduan wawancara yang kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hidangan khas di Desa Tenganan Pegringsingan dapat dilihat dari teknik persiapan, pengolahan, penyajian. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Tenganan Pegringsingan, Kepala Dusun Desa Tenganan Pegringsingan, Juru Patus, dan penduduk asli Desa Tenganan Pegringsingan. Hasil penelitian dari hidangan khas disini dapat dibagi menjadi 3 tahap dilihat dari teknik persiapan, pengolahan, dan penyajiannya yaitu (1) hidangan khas pada tahap persiapan usaba sambah dimana hidangan pokoknya meliputi pengepunjung, jajanan meliputi patulaya dan uduan (2) hidangan khas pada tahap pelaksanaan usaba sambah hidangan pokoknya meliputi ketambat, hidangan lauk pauk meliputi cacah, marus, pesan les, be mejakan, petis, hidangan sayuran meliputi ononan dan pademare, jajanan meliputi kembung merah, kembung putih, plegantung, abug, jambal angina, (3) hidangan khas pada tahap penutup usaba sambah hidangan sayuran meliputi kuah barak, hidangan lauk pauk meliputi madam, lawar penyu, lawar tuung, sayur blimbing, jejeruk, jajanan meliputi kukus merah, kukus putih, dan kembung merah.Kata Kunci : Hidangan Khas, Usaba Sambah, Tenganan Pegringsingan This study aims to identify typical dishes of the procession of frying from the preparation, execution and closing stages seen from the preparation, processing, and serving techniques in the processing of dishes. Data collection method used in the research is observation and interview method, while the research instrument used is observation sheet and interview guide which then analyzed by using descriptive technique. In this study shows that typical dishes in the village of Tenganan Pegringsingan can be seen from the preparation techniques, processing, presentation. Subjects in this study were Village Head of Tenganan Pegringsingan, Head of Dusun Desa Tenganan Pegringsingan, Patronman, and native of Tenganan Pegringsingan Village. The results of the research of typical dishes here can be divided into 3 stages seen from the preparation, processing, and presentation techniques that are (1) typical dishes in the preparation stage of usaba sambah where the main dishes include pengepunjung, snacks include patulaya and uduan (2) usaba sambah main dishes include ketambat, dish side dishes include cacah, marus, messages les, be mejakan, petis, vegetable dishes include ononan and pademare, snacks include red bloating, white bloating, plegantung, abug, jambal angina, (3) at the closing stage usaba sambah vegetables include barrack sauce, dish dishes include madam, lawar turtle, lawar tuung, vegetables blimbing, jejeruk, snacks include steamed red, white steamed, and red bloated.keyword : Typical Dish, Usaba Sambah, Tenganan Pegringsingan
STUDI EKSPERIMEN BUAH BELIMBING WULUH MENJADI SORBET Ni Putu Mas Yudayani .; Dra. Damiati, M.Kes .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13649

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) formulasi resep baku sorbet buah belimbing wuluh (2) kualitas sorbet dari aspek tekstur dan aspek rasa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi. Sorbet buah belimbing wuluh dari aspek tekstur dan aspek rasa diuji oleh 25 panelis terlatih dengan menggunakan intrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, buruk. Kemudian dianalisi melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan (1) formulasi resep baku sorbet buah belimbing wuluh dengan bahan utama belimbing wuluh 500 gr, gula pasir 300 gr dan air 100 ml. kualitas sorbet buah belimbing wuluh dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik dengan skor (2,64) yaitu memiliki tekstur kasar dan berserat (2) kualitas sorbet buah belimbing wuluh dilihat dari aspek rasa berada dalam kategori baik dengan skor (2,60) yaitu memiliki rasa manis, keasaman. Kata Kunci : buah belimbing wuluh, sorbet, tekstur, rasa This experimental research is aimed to find out (1) the recipe formulation of raw sorbet of star fruit (2) sorbet quality from texture aspect and taste aspect. This research is experimental research. The method used to obtain data is the method of observation. Sorbet of starfruit from texture aspect and taste aspect tested by 25 panel of trained by using instrument in the form of organoleptic test sheet with 3 levels that is good, enough, bad. Then it is analyzed through quantitative descriptive analysis. The results showed (1) prescription formulation of raw sorbet star fruit starfruit with main ingredient starfruit wuluh 500 gr, 300 gr sugar and water 100 ml. the quality of star fruit sorbet wuluh seen from the texture aspect is in good category with score (2,64) that has coarse texture and fibrous (2) quality sorbet of star fruit wuluh seen from flavor aspect are in good category with score (2,60) that is has a sweet taste, acidity. keyword : star fruit, sorbet, texture, flavor
TRADISI NYACAHIN DI DESA WISATA TARO, KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR Ni Kadek Ayu Handayani .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui makna dari tradisi Nyacahin, (2) mengetahui hidangan yang diolah pada tradisi Nyacahin ditinjau dari jenis hidangan, teknik pengolahan, dan teknik penyajian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengambil lokasi di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Teknik penentuan sample menggunakan Snowball Sampling yaitu Suardika selaku informan kunci. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Lembar observasi dan pedoman wawancara digunakan sebagai instrumen penelitian, dan studi dokumen digunakan untuk melengkapi data berupa foto, sedangkan analisis data dilakukan secara deksriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) makna tradisi nyacahin terdiri dari nilai sosial dan nilai religius, (2) jenis-jenis hidangan yang diolah pada saat nyacahin ialah tipat sebagai hidangan pokok. Lauk-pauk berupa sate. Sayuran berupa pesan lawar, lawar putih, dan tum kacang hijau. Jajan berupa rengginang, kiping, penyon, dan bantal. Proses pengolahan hidangan bali pada saat nyacahin menggunakan teknik direbus, dikukus, dan digoreng. Teknik penyajiannya menggunakan wanci. Kata Kunci : Hidangan Bali, Nyacahin, Pengolahan dan Penyajian This study aims to (1) know the meaning of the traditions Nyacahin, (2) to know the dishes processed in the tradition Nyacahin in terms of the types of hydration, processing techniques, and serving techniques. This research is a qualitative descriptive research that takes place in Taro Village, Tegallalang District, Gianyar Regency. The technique of determining sample using Snowball Sampling is Suardika as the key informant. The method used to collect data is the method of observation, interview, and document study. The observation sheets and interview guides were used as research instruments, and document studies were used to complement the data in the form of photographs, while the data analysis was done qualitative descriptive. The results of this study indicate that (1) the meaning of traditions Nyacahin filled with social values,and religious values, (2) the types of dishes that are processed at Nyacahin is tipat as the main dish. Side dish of sate. Vegetable in the form of lawar message, white lawar, and green bean tum. Snacks such as rengginang, kiping, penyon, and pillow. Processing of Balinese dishes at the time of hiscin using boiling technique, steamed, and fried. Techniques serving using wanci. keyword : Balinese Dish, Nyacahin, Processing and Serving
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN LAYANAN PORTER SISWA KELAS XI AKOMODASI PERHOTELAN 1 SMK PARIWISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA Kadek Meli Anggarsari .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran layanan porter siswa kelas XI AP1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja; (2) mendeskripsikan respon siswa kelas XI AP1 terhadap metode pembelajaran role playing dalam pembelajaran layanan porter. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk hasil belajar pada ranah kognitif menggunakan tes tulis, ranah afektif menggunakan lembar observasi, dan ranah psikomotor menggunakan tes kinerja. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk respon siswa adalah angket tertutup. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terjadi peningkatan hasil belajar dilihat dari analisis data pada siklus I yaitu rata-rata hasil belajar 83,6 dan ketuntasan hasil belajar 62,5%. Pada siklus II yaitu rata-rata hasil belajar 87,0 dan ketuntasan hasil belajar 87,5%. (2) respon siswa terhadap pembelajaran layanan porter dengan metode role playing pada siklus I sebesar 58,03 dan siklus II sebesar 64,18 yang terkategori positif. Kata Kunci : hasil belajar, layanan porter, role playing This research ams to (1) Describe the application of learning method role playing to improve learning on the subject student porter service XI AP1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. (2) Describe student responses class XI Ap1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja to method study role playing in learning service porter. Test was used in assessing cognitive domain, observation sheet was used in assessing affective domain, and psychomotor domain was assessed through practicing. Test the data collection tool used to respond student is aclosed questionnaire. Study was classroom action research. The result of this study shows that (1) there is an increase in learning outcomes seen from the analysis of the data on the cycle I was 83,6 and completeness of learning outcomes was 62,5% and in Cycle II average of learning outcomes was 87,0 and completeness of learning outcomes was 87,5%. (2) Student response to porter service learning by method role playing in cycle I amount 58,03 and in cycle II was 64,18 which is category positive keyword : learning outcome, porter service, role playing
PENGOLAHAN PIESUSUBERBAHAN DASAR TEPUNG GAYAM(INOCARPUS FAGIFERUS) Juliandanu H.a .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.14641

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas pie tepung buah gayam dengan menggunakan substitusi 40% tepung terigu dengan 60% tepung buah gayam dilihat dari aspek warna, rasa, dan tekstur. Metode pengumpulan data yang menggunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa uji lembar organoleptik dengan 3 tingkat yaitu baik, cukup, dan buruk. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 23 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan kualitas pietepung buah gayam dengan menggunakan subtitusi 40% tepung terigu dengan 60% tepung buah gayam dilihat dari aspek (1) warna dengan skor rata-rata 2,8 berada pada kategori baik sesuai dengan tolak ukur warna coklat muda, (2) aspek rasa dengan skor rata-rata 2,88 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki rasa gurih dan khas tepung buah gayam, (3) aspek tekstur dengan skor rata-rata 2,68 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki tekstur renyah.Kata Kunci : Kualitas , Pie, Tepung Buah Gayam. This experimental research is aimed to find out (1) the quality of pepper fruits by using 40% substitution of wheat flour with 60% of gayam fruit flour seen from the aspect of color, taste, and texture. Data collection method that use in this research that is observation method by using instrument in the form of organoleptik sheet test with 3 level that is good, enough and bad. Panelists in this study are trained panelists consisting of 23 panelists. Data analysis technique used quantitative descriptive technique. The results of this study showed the quality of pie tepung gayam fruit by using substitution 40% wheat flour with 60% fruit flour gayam seen from aspect (1) color with average score 2.8 is in good category according to yellow color gauge, (2 ) flavor aspect with an average score of 2.88 is in good category with a benchmark having a savory taste and typical of gayam fruit flour, (3) texture aspect with an average score of 2.68 is in good category with the benchmark has a crunchy texture. keyword : Quality, Pie, Gayam Fruit Flour
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MATA PELAJARAN SANITASI, HYGIENE DAN KESELAMATAN KERJA SISWA KELAS X AKOMODASI PERHOTELAN DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Kadek Diah Dharmiasih .; Dra. Damiati, M.Kes .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.14642

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) kelayakan modul berdasarkan uji coba ahli isi materi pembelajaran; (2) kelayakan modul berdasarkan uji coba ahli media pembelajaran; (3) kelayakan modul berdasarkan uji sasaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) atau penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Subjek penlitian ini yaitu kelas X AP 1 yang dipilih berdasarkan teknik Simple Random. Instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) hasil analisis ahli isi materi pembelajaran diperoleh sebesar 89,2% dengan kategori sangat baik dan tidak perlu direvisi; (2) hasil analisis ahli media pembelajaran diperoleh sebesar 96,8% dengan kategori sangat baik dan tidak perlu direvisi; (3) hasil analisis uji sasaran berupa respon siswa diperoleh sebesar 91,1% dengan kategori sangat baik.Kata Kunci : hygiene, keselamatan kerja, modul, sanitasi This research is aimed to find out: (1) the feasibility module base on the expert judgment of teaching material; (2) the feasibility module base on the expert on media; (3) the feasibility module base on the student learning. The design of this research was R&D (research and development) research design accompanied with the development model of ADDIE. The subject of the research is students X AP 1 was selected based on Simple Random technique. The research instrument is quitionnaire. The results of the research are: (1) the result of the expert judgment of teaching material shows average 89,2% qualified as very good and no need revision; (2) the result of the expert on media shows average 96,8% qualified as very good and no need revision; (3) the result of the student learning as student responses shows average 91,1% qualified as very goodkeyword : hygiene, module, sanitation, work safety
POTENSI OBJEK WISATA EDUKASI DI KABUPATEN GIANYAR Ida Ayu Sinta Devi .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15037

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Gianyar dengan tujuan untuk mendeskripsikan potensi wisata edukasi pada objek wisata di Kabupaten Gianyar agar masyarakat sekitar mengetahui bahwa terdapat banyak obyek wisata edukasi di Kabupaten Gianyar yang bisa dikunjungi. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling sebesar 4 sampel. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan penyebaran angket. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa daftar pertanyaan /pernyataan atau angket langsung tertutup dengan menggunakan skala Guttman yang diolah menggunakan metode kuantitatif melalui analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan dari keempat objek wisata edukasi yang ada di Gianyar diantaranya, Elephant Safari Park, Keramas Park, Taman Nusa, dan Butterfly Park. Memperoleh rata-rata 76%, ini menunjukkan bahwa potensi wisata edukasi di Kabupaten Gianyar tergolong tinggi, hal tersebut dikarenakan keempat objek wisata yang telah diobservasi sebagian besar memenuhi kriteria yang diberikan oleh peneliti sebagai syarat untuk objek wisata edukasi yaitu Atraksi, Sumber Daya Manusia, Perencana Perjalanan dan Tour Operator. Kata Kunci : Objek Wisata, Potensi Wisata, Wisata Edukasi This research was conducted in Gianyar Regency with the aim to describe educational tourism potency in tourism object in Gianyar regency so that the surrounding community know that there are many educational attractions in Gianyar regency which can be visited. The sampling technique using cluster sampling is 4 samples. In this research, data collection technique is done by observation and questionnaire method. While the instruments used in the collection of data in the form of a list of questions / statements or questionnaires directly closed using Guttman scale is processed using quantitative methods through descriptive analysis percentage. The results of the study show four of the educational attractions in Gianyar include, Elephant Safari Park, Keramas Parik, Taman Nusa, and Butterfly Park. Obtained an average of 76%, this indicates that the potential of education tourism in Gianyar regency is high, it is because the four tourism objects that have been observed most meet the criteria provided by researchers as a requirement for educational attractions of Attractions, Human Resources, Planners Travel and Tour Operatorkeyword : Tourism Object, Tourism Potential, Educational Tour.
PEMANFAATAN TEPUNG BIJI NANGKA MENJADI BROWNIES KUKUS Ni Made Ritasari .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15082

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas brownies kukus dengan substitusi tepung biji nangka dari aspek mutu simpan, simetris, rasa dan tekstur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu, baik, cukup, kurang. Panelis dalam penelitian ini panelis terbatas terdiri dari 3 orang panelis terlatih terdiri dari 25 orang. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) kualitas brownies kukus tepung biji nangka dari aspek mutu simpan hari ke 1 dalam kategori baik (3,00), (2) hari ke 2 kategori baik (3,00), (3) hari ke 3 kategori baik (3,00), (4) hari ke 4 kategori baik (3,00), (5) hari ke 5 kategori cukup (2,00), (6) hari ke 6 kategori kurang (1,00), (7) aspek simetris kategori baik (3,00), (8) aspek rasa kategori baik (3,00), (9) aspek tekstur kategori baik (3,00). Kata Kunci : brownies kukus, kualitas, tepung biji nangka This experimental study aims to determine (1) the quality of brownies steamed by substitution of jackfruit seed flour from the aspect of the quality of save, symmetry, taste and texture. Data collection method used in this research method of observation by using instrument in form of organoleptik test sheet with 3 level that is, well, enough, less. Panelists in this study are limited panelists consisting of 3 trained panelists consisting of 25 people. Data analysis technique used quantitative descriptive technique. The results showed (1) the quality of brownies steamed jackfruit seed flour from quality aspect save day 1 in good category (3,00), (2) second day good category (3,00), (3) third day good category (2.00 days), (5) days to 5 categories (2.00), (6) days to 6 categories less (1.00), (7) ) good category symmetrical aspects (3.00), (8) good category flavor aspects (3.00), (9) aspects of good category texture (3.00). keyword : steamed brownies, quality, jackfruit seed flour

Page 5 of 12 | Total Record : 112