Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha is an open access peer-reviewed scientific journal published by Jurusan Pendidikan Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. The journal publishes different kinds of scientific articles based on the field research and program in the area of early childhood education. We received only articles relating to early childhood education fields, and can be written using quantitative or qualitative approaches. Articles can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2012, and from 2016 we published articles three times a year (April, August, and December).
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 3 (2017)"
:
12 Documents
clear
PENGARUH METODE DISCOVERY DENGAN SETING MANIPULATIF TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN SAINS PADA ANAK KELOMPOK B DI TK GUGUS SANDAT KECAMATAN DENPASAR UTARA TAHUN AJARAN 2016/2017
., Ni Luh Yuni Sulaningsih;
., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd;
., Luh Ayu Tirtayani,S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v5i1.11559
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan kemampuan sains pada anak kelompok B di TK Gugus Sandat Kecamatan Denpasar Utara Tahun Ajaran 2016/2017 yang dibelajarkan menggunakan metode discovery dengan seting manipulatif dan yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok B TK Gugus Sandat Kecamatan Denpasar Utara yang berjumlah 341 orang anak. Sampel ditentukan dengan teknik random, penentuan kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan dengan mengundi seluruh populasi, data hasil pre test dianalisi untuk menguji kesetaraan kelompok sehingga di dapat dua kelas yakni TK Budi Cakra Kumara Denpasar sebagai kelompok eksperimen dan TK Permata Kasih sebagai kelompok kontrol. Rata-rata perkembangan kemampuan sains yang diperoleh antara kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan anak kelompok kontrol (4,30 > 2,021). Data hasil post test dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji-t didapat thitung = 4,30 dan ttabel = 2,021 (pada taraf signifikansi 5% dengan dk=37). Oleh karena thitung 4,30 > ttabel 2,021 maka terdapat perbedaan yang signifikan perkembangan kemampuan sains antara kelompok anak yang dibelajarkan melalui metode discovery dengan seting manipulatif dan kelompok anak yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Maka dapat disimpulkan bahwa metode discovery dengan seting manipulatif berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan sains pada anak kelompok B TK Gugus Sandat Kecamatan Denpasar Utara Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : metode discovery, seting manipulatif, perkembangan kemampuan sains This research aims to knowing differences in the development of science skills in children group B in TK Gugus Sandat of Denpasar Utara Academic Year 2016/2017 which was taught using discovery method with manipulative settings and which was taught using conventional learning. This type of research is a quasi experiment with nonequivalent control group design. The population in this research is group B TK Gugus Sandat of Denpasar Utara, amounting to 341 children. The sample is determined by random technique, the determination of experimental and control group is done by drawing the entire population, the pre test result data is analyzed to test the equality of the group so that the two classes are TK Budi Cakra Kumara Denpasar as experiment group and TK Permata Kasih as the control group. The average development of science ability gained between experimental groups was higher than control group children (4.30 > 2.021). Post test result data were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis using t-test. Based on the result of t-test analysis tvalue = 4.30 and ttable = 2.021 (at 5% significance level with dk = 37). Therefore tvalue 4.30 > ttable 2.021 then there is a significant difference in the development of science skills between groups of children who are taught through discovery method with manipulative settings and groups of children are taught through conventional learning. So it can be concluded that the discovery method with manipulative settings affect the development of science skills in children group B TK Gugus Sandat of Denpasar Utara Academic Year 2016/2017.keyword : discovery method, manipulative setting, development of science ability
PENGARUH METODE BERMAIN PERAN TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK GUGUS VII KECAMATAN BULELENG
., Kadek Novia Dewi;
., Drs. Nyoman Wirya;
., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (613.612 KB)
|
DOI: 10.23887/paud.v5i1.11515
Berdasrkan rumusan masalah yang di paparkan diatas, maka tujuan dilakukannya penelitian ini adalah. Untuk mengetahui perbedaan antara metode bermain peran dengan metode konvensional terhadap perkembangan sosial emosional dalam perilaku prososial pada anak di gugus VII Kecamatan Buleleng semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelompok B Taman Kanak-kanak Gugus VII Kecamatan Buleleng pada tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini di ambil dengan teknik random sampling yang dilibatkan 2 kelompok B TK Bina Putra dan TK Weda Purana. Data hasil penelitian dikumpulkan dengan metode observasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan metode analisis deskriptif dan hipotesis penelitian diuji dengan statistik t-test. Analisis data menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional anak kelompok eksperimen dengan rata-rata (M) = 83,63%, tergolong pada kriteria tinggi, sedangkan perkembangan sosial emosional anak kelompok kontrol dengan rata-rata (M) = 74,13% , yang tergolong pada kriteria sedang. Pengujian hipotesis dengan analisis t-test menunjukkan nilai t sebesar 3.348 dengan sig. ? 0,002. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan metode bermain peran terhadap perkembangan sosia emosional anak dalam periaku prososial di TK Bina Putra Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017 (sig= 0,002> 0,05). Kata Kunci : Kata kunci : Metode Bermain Peran, Perkembangan Sosial Emosional, Perilaku Prososial Based on the formulation of the problems described above, then the purpose of this research is. To know the difference between role playing method with conventional method toward emotional social development in prosocial behavior in children in cluster VII Buleleng District even semester of academic year 2016/2017. This research is a kind of quasi experiment research (quasi experiment) with post-test design only control group design. The population in this research is all students of group B Kindergarten Class VII Buleleng District in academic year 2016/2017. The sample of this research was taken by random sampling technique which involved 2 groups B TK Bina Putra and TK Veda Purana. Data of research result collected by observation method. The collected data then analyzed by descriptive analysis method and research hypothesis tested with t-test statistic. The data analysis showed that the emotional social development of children in the experimental group with average (M) = 83.63%, belonged to high criterion, while the emotional social development of children control group with average (M) = 74.13% On the medium criterion. Hypothesis testing with t-test analysis shows t value of 3.348 with sig. ? 0.002. The result of the research shows that there is a significant influence of role playing method toward the development of emotional social sosia in prosocial acts in kindergarten Bina Putra Singaraja Lesson Year 2016/2017 (sig = 0,002> 0,05).keyword : Keywords: Role Playing Method, Emotional Social Development, Prosocial Behavior
PENGARUH METODE BERCERITA BERMEDIAKAN AUDIO VISUAL PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK GUGUS III KECAMATAN BULELENG
., Luh Wiwin Ernayanti;
., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd;
., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (777.378 KB)
|
DOI: 10.23887/paud.v5i1.11534
Penelitian ini berlandaskan masalah mengenai kemampuan menyimak yang terjadi di gugus III. Dimana kemampuan menyimak anak pada gugus III masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan menyimak antara anak yang mendapat pembelajaran dengan metode bercerita bermediakan audio visual pembelajaran dan anak yang mendapat pembelajaran dengan metode konvensional (ceramah dan tanya jawab) pada anak kelompok B di Gugus III Kecamatan Buleleng Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan menggunakan Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B Gugus III Kecamatan Buleleng Tahun Ajaran 2016/2017 yang berjumlah 244. Teknik sampel yang digunakan adalah cluster random sampling dan hasilnya adalah kelompok B2 di TK Dana Punia yang berjumlah 17 orang anak sebagai kelompok eksperimen sedangkan lompok B2 di TK Widya Kumara yang berjumlah 15 orang anak sebagai kelompk kontrol. Data hasil kemampuan menyimak anak dikumpulkan dengan teknik observasi dan tes lisan, analisis data menggunakan teknik anava satu jalur. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung adalah 10,185 dan ttabel dengan taraf signifikan 5% dan derajat kebebasan (db) 30 adalah 2,042. Data menunjukkan bahwa thitung>ttabel yang berarti H1 diterima yaitu terdapat perbedaan kemampuan menyimak antara anak yang diberikan pembelajaran dengan metode bercerita bermediakan audio visual pembelajaran dan anak yang diberikan pembelajaran dengan metode konvensional (ceramah dan tanya jawab). Dengan demikian metode bercerita bermediakan audio visual pembelajaran berpengaruh terhadap kemampuan menyimak pada anak kelompok B di TK Gugs III Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2016/2017. Kata Kunci : Kemampuan menyimak, media audio visual, metode bercerita This research is based on the problem of listening ability that happened in group III. The ability to listen to children in group III is still very low.This research was aimed to know whether there was a significant difference of listening skill between the students who were treated storytelling method by using audio visual media and those who were treated conventional teaching method (lecturing and questioning-answering) in the B group at Gugus III Buleleng District in academic year 2016/2017. This research was a quasi experiment research with Post-test Only Control Group Design. This research type is quasi experimental research with design using Post-test Only Control Group Design. The population of this research is all group B district Buleleng School Year 2016/2017 which amounted to 244. The sampling technique used was cluster random sampling and the result was B2 group in Kindergarten Fund which amounted to 17 children as experimental group while B2 group TK Widya Kumara, which has 15 children as control group. The data of students’ listening skill were collected through observation and spoken test which were analyzed by using One-Way Anova technique. Based on the result,it was gained that tobs was 10.185 and tcv with significant level was 5% and degree of freedom (df =30) was 2.042. Data showed that in which tobs > tcv the alternative hypothesis was accepted in which there was a significant f listening skills between the students who were treated storytelling method by using audio visual media and those who were treated conventional teaching method (lecturing and questioning-answering). Therefore the storytelling method by using audio visual media affected on listening skill in the B group at Gugus III Buleleng District in the academic year 2016/2017.keyword : Audio visual media, listening skill, storytelling method
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK B
., Ni Made Sri Laksmi;
., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd;
., Dr. Putu Aditya Antara, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v5i1.11499
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan konsep bilangan pada anak yang dibelajarkan dengan model pembelajaran make a match dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok B di TK Gugus VI Singaraja. Penelitian ini tergolong quasi experiment dengan rancangan post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah TK Gugus VI Singaraja dengan jumlah 385 orang. Sampel penelitian ini adalah TK Negeri Pembina Singaraja dengan jumlah 15 orang sebagai kelas eksperimen dan TK Aisyiyah Singaraja dengan jumlah 25 orang sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil uji-t diperoleh thitung = 3,28 dan ttabel = 2,024 pada taraf signifikansi 5% dengan db = 38, dengan membandingkan hasil thitung dengan ttabel dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan konsep bilangan pada anak yang dibelajarkan dengan model pembelajaran make a match dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok B di Taman Kanak-Kanak Gugus VI Singaraja.Kata Kunci : Konsep bilangan, make a match, model pembelajaran. The purpose of this research is to know the difference of the ability of the concept of the number of children that is taught by the model of make a match learning and which is taught by the conventional learning model in group B in Kindergarten Gugus VI Singaraja. This research is classified as quasi experiment with post-test only control group design. The population in this research is Kindergarten Gugus VI Singaraja with 385 people. The sample of this research is Kindergarten Negeri Pembina Singaraja with 15 people as experimental class and Kindergarten Aisyiyah Singaraja with 25 people as control class. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis method and t-test. The result of t-test is obtained tcount = 3.28 and ttable = 2.024 at the 5% significance level with db = 38, by comparing tcount results with ttable it can be concluded that tcount > ttable, then H0 is rejected and H1 accepted, so the results showed that there are differences in the ability of the concept of the number of children who were taught by the model of make a match and that was taught by the conventional learning model in group B in Kindergarten Gugus VI Class Singaraja.keyword : The concept of numbers, make a match, conventional learning model.
Pengaruh Metode Bermain Melalui Permainan Ular Naga Terhadap Kemampuan Motorik Kasar
., Made Sutera Cahhya p;
., Dr. Desak Putu Parmiti,MS;
., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v5i1.11505
Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui perbedaan kemampuan koordinasi gerak kepala-tangan-kaki anak, yang mendapatkan perlakuan berupa metode pembelajaran aktif melalui permaianan ular naga pada kelompok B taman kanak-kanak Gugus VIII Kecamatan Buleleng Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini adalah penelitian kuasi ekperimen dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di Gugus VIII Kecamatan Buleleng. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil setelah diberikan perlakuan pada kelompok ekperimen adalah sebesar 20,36 dan kelompok kontrol sebesar 13,6. Data kemampuan koordinasi gerak kelompok ekperimen dan kontrol berdistribusi normal dan homogen.Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis uji-t maka diperoleh nilai thitung sebesar 12,5 dan ttabel sebesar 0,11. Hal ini berati thitung lebih besar dari ttabel. Dengan demikian metode bermain melalui permainan ular naga berpengaruh terhadap kemampuan koordinasi gerak kepala-tangan-kaki anak kelompok B Taman Kanak-kanak Wisata Kumara Timur.Kata Kunci : Kemampuan koordinasi gerak, Metode bermain The aim of this research is to know the difference of hand-foot head movement coordination capability of the child, who get treatment in the form of active learning method through dragon serpent in group B kindergarten Cluster VIII Buleleng District Semester Even Semester 2016 / 2017. This research is quasi experimental research with sampling technique using random sampling technique. The population of this research is all the children of group B in Cluster VIII Buleleng District. The method used in data collection is observation. The results showed that the mean score after treatment was given in the experimental group was 20.36 and the control group was 13.6. The data movement capability of the experimental and control groups is normal and homogeneous distributed. The data that have been collected is analyzed using t-test analysis then obtained tcount value of 12.5 and t-table of 0.11. This means thitung is bigger than t-table. Thus the method of playing through the game or dragon effect on the ability to coordinate movement of the head-hand-foot children in group B kindergarten Cluster VIII Buleleng District Semester Even Semester 2016 / 2017keyword : Motion coordination ability, Play method
Pengaruh penerapan model pembelajaran quantum menggunakan media film animasi terhadap perkembangan kemampuan kosakata pada anak kelompok B di TK Gugus Jempiring kecamatan denpasar barat tahun pelajaran 2016/2017
., Trisnawaty BR Ginting;
., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd;
., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v5i1.11558
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan kosakata setelah diterapkannya model pembelajaran quantum menggunakan media film animasi dan kelompok anak yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan dengan rancangan penelitian adalah rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK Gugus Jempiring Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Data hasil pre-test dianalisis untuk menguji kesetaraan kelompok sehingga di dapat dua kelas yakni PAUD Kusuma 2 Denpasar sebagai kelompok eksperimen dan TK Buana kumara asih sebagai kelompok kontrol. Pada akhir penelitian kelompok eksperimen dan kontrol diberikan post-test perkembangan kemampuan kosakata menggunakan instrumen penelitian observasi. data hasil post-test dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil yang didapat thitung = 4,820 dan ttabel= 2,021(pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 38). Oleh karena thitung 4,820 > ttabel 2,021 maka terdapat perbedaan yang signifikan perkembangan kemampuan kosakata antara kelompok anak yang dibelajarkan melalui model pembelajaran quantum menggunakan media film animasi dengan kelompok anak yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Rata-rata perkembangan kemampuan kosakata yang diperoleh antara kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (85,59 > 76,81). Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran quantum menggunakan media film animasi berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan kosakata pada anak kelompok B TK Gugus Jempiring Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Kata kunci: pembelajaran quantum, film animasi, kosakata This research aims to determine the development of vocabulary skills after the application of quantum learning models using animated film media and groups of children who learned through conventional learning model. This type of research is a quasi experiment with research design is non-equivalent group design. Population in this research is all children group B TK Gugus Jempiring Denpasar Barat Lesson Year 2016/2017. Sampling was done by random samplinga. The pre-test result data was analyzed to improve the equality of the above groups into two classes of PAUD Kusuma 2 Denpasar as experimental group and TK Buana kumara asih as control group. At the end of the experimental group study and control were given post-test of vocabulary development using observational research instruments. Post-test results were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics using the t-test. Based on the results obtained tcount = 4.820 and ttable = 2.021 (at 5% significance level with dk = 38). Therefore tcount 4,820> ttable 2.021 then there is a significant difference in the development of vocabulary skills between groups of children who are taught through quantum learning models using animated film media with groups of children that are learned through conventional learning model. The average development of vocabulary skills generated between the experimental group was higher in the control group (85,59> 76,81). So it can be concluded quantum learning model using animated film media for the development of vocabulary skills in children group B TK Gugus Jempiring West Denpasar Lesson Year 2016/2017.keyword : Keywords: quantum learning, animated film, vocabulary
PENGARUH RAGAM HIAS GEOMETRI TERHADAP KECERDASAN VISUAL-SPASIAL PADA ANAK GUGUS V KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN
., Ni Luh Gede Nita Pradnyawati;
., Dr. Putu Aditya Antara, S.Pd.,M.Pd;
., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v5i1.11511
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kecerdasan visual-spasial antara anak yang mendapat pembelajaran ragam hias geometri dengan anak yang mendapat pembelajaran konvensional (exspositori) kelompok B di gugus V Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan menggunakan non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B gugus V Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan yang berjumlah 148 orang. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling. Sampel penelitian ini adalah anak-anak kelompok B1 di Taman Kanak-Kanak Sartika Nyitdah yang berjumlah 15 orang anak sebagai kelompok eksperimen yang diberikan pembelajaran ragam hias geometri dan anak kelompok B2 di Taman Kanak-Kanak Cipta Karya II Pejaten yang berjumlah 14 orang anak sebagai kelompok kontrol yang diberikan pembelajaran konvensional (exspositori). Data hasil kecerdasan visual-spasial anak dikumpulkan dengan teknik observasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis anava satu jalur (one way anava). Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung adalah 7,770 dan ttabel dengan taraf siginifikan 5% dan derajat kebebasan (db) 27 adalah 2,052 dengan demikian thitung>ttabel. Berdasarkan kriteria pengujian, maka HA diterima yaitu terdapat perbedaan yang signifikan kecerdasan visual-spasial antara anak yang mendapat pembelajaran ragam hias geometri dengan anak yang mendapat pembelajaran konvensional (exspositori). Adapun nilai rata-rata anak kelompok yang diberikan pembelajaran ragam hias geometri yaitu 56,33 lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan pembelajaran konvensional (exspositori) yaitu 29,30. Dari penelitian ini dapat disarankan agar sekolah membuat program pengembangan kecerdasan visual-spasial dengan treatment yang terbukti unggul yakni pembelajaran ragam hias.Kata Kunci : ragam hias, kecerdasan visual-spasial The aimed of this study is to find out the significant different of visual-spatial intelligence between the students who were treated by geometric ornamental learning and those who were treated by conventional learning (expository) in group B cluster V in Kediri District, Tabanan Regency in academic year 2016/2017. It was a quasi-experimental research which used non-equivalent control group design. The population of this study was 148 students from group B in cluster V in Kediri District, Tabanan Regency. In addition, the samples of this study were selected by administering cluster random sampling. From that population, the samples of this study were 15 students of group B1 in Kartika Sartika Nyitdah Kindergarten as experimental group treated by geometric ornamental learning and 14 students of group B2 in Cipta Karya II Pejaten Kindergarten as control group treated by conventional learning (expository). The data of visual-spatial intelligence were obtained by observation technique and analyzed quantitatively by using one way anava. It was found that tobs is 7.770 and ttable is 2.025 (α=0.05) in the degree of freedom (df) 27. Therefore, in terms of hypothesis testing, it showed that Ha is accepted. It means that there is a significant different of visual-spatial intelligence between the students who were treated by geometric ornamental learning and those who were treated by conventional learning (expository). Besides, it could be proven by the result of the mean score of both groups in which the mean score of experimental group (56.33) is higher than the mean score of control group (29.30). As a suggestion, the researcher propose geometric ornamental learning as media which was proven to develop visual-spatial intelligence of the students.keyword : geometric ornamental, visual-spatial intelligence
EFEKTIVITAS METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA WAYANG TERHADAP KEMAMPUAN BERCAKAP-CAKAP ANAK KELOMPOK B DI TK WIDYA SESANA SANGSIT TAHUN PELAJARAN 2016/2017
., Pebri Damaryanti Ni Putu;
., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.;
., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v5i1.11557
Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikemampuanbercakap-cakapanak yang dibelajarkandenganmetodeberceritadengan media bonekawayanglebihbaikdaripadakemampuanbercakap-cakap yang dibelajarkandenganmetodekonvensional. Jenispenelitianiniadalaheksperimensemudengandesainpenelitianpost test only control group design. Subjekpenelitianiniadalahseluruhanakkelompok B yang berada di TK WidyaSesanaSangsitTahun Pelajaran 2016/2017. Data kemampuanbercakap-cakapanakdiperolehmenggunakanlembarobservasi. Data dianalisismenggunakanUji-t satuekorpadatarafsignifikan 5%. Hasilujihipotesismenunjukkanbahwa lebihdari sehingga ditolak, dengan rata-rata skorkemampuanbercakap-cakapanak yang dibelajarkandengandenganmetodeberceritadengan media bonekawayangsebesar 81,11 lebihdari rata-rata skorkemampuanbercakap-cakapanak yang dibelajarkandenganpembelajarankonvensionalyakni 70,28. Dengandemikiandapatdisimpulkanbahwakemampuanbercakap-cakapanakantarakelompokanak yang dibelajarkanmetodeberceritadengan media bonekawayanglebihbaikdaripadakelompokanak yang menggunakan model pembelajarankonvensional.Kata Kunci : metodebercerita, media bonekawayang, kemampuanbercakap-cakap This study aim at find conversational child ability who teached by telling story method with puppets is better than teached by conventional method. This study is quasi experiment using post test only control group design. Subject study is children in B group at TK WidyaSesanaSangsit2016/2017. The data of children’ conversation ability was obtained by using observation instrument. The Data analyse using one tail sample t-test at significancy level 5%. Hypothetic test result show that more than , so is rejected, with children’s conversation ability mean who teached by telling story method with puppets is better is 81,11higher than teached by conventional method is 70,28. According the result, can be concluded that conversational child ability who teached by telling story method with puppets is better than teached by conventional method.keyword : telling story method, puppets, conversational children ability
PENGARUH METODE SOSIODRAMA BERMUATAN CERITA RAKYAT TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK
., Gusti Ayu Kade Hepi Widiawati;
., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS;
., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v5i1.11432
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berbicara yang signifikan antara kelompok anak yang dibelajarkan menggunakan metode sosiodrama bermuatan cerita rakyat dan kelompok anak yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian semu (quasi eksperimen),dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelompok B1 di TK Gugus II Kecamatan Buleleng. Sampel penelitian ini adalah kelompok B1 TK Kemala Bhayangkari 2 Singaraja dan Kelompok B TK Widya Kumarasthana . Sampel ditentukan menggunakan teknik random sampling. Data kemampuan berbicara dikumpulkan menggunakan instrumen kemampuan berbicara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berbicara antara kelompok anak yang dibelajarkan menggunakan metode sosiodrama bermuatan cerita rakyat dan kelompok anak yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional pada anak Kelompok B di TK Gugus II Kecamatan Buleleng. Hal ini ditunjukkan oleh thitung (9,413) > ttabel (2,000). Selanjutnya, rata-rata (mean) kelompok eksperimen (31,56) lebih besar daripada rata-rata (mean) kelompok kontrol(20). Dengan demikian, metode sosiodrama bermuatan cerita rakyat berpengaruh positif terhadap kemampuan berbicara pada anak Kelompok B di TK Gugus II Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Metode Sosiodrama, Cerita Rakyat, Kemampuan Berbicara This study aims to identify the difference in the significance of speech capability between group of children who were taught by using socio-drama method with folklore as the basis and group of children who were taught by using conventional learning method. This research is a quasi-experiment with the design of non-equivalent post-test only control group. The population of this study were all groups of B1 in kindergarten of cluster II in Buleleng Sub-district. The sample of this study was group B1 of ?TK KemalaBhayangkari 2 Singaraja? and Group B of TK Widya Kumarasthana. The sample was determined by using random sampling technique. Speech capability data was collected by using speaking skill instrument. The data obtained were analyzed by using statistical analysis technique and inferential statistical analysis (t-test). The results showed that there were differences in the speech capability between group of children who were taught by using socio-drama method with folklore as the basis and group of children who were taught by using conventional learning method on the children of Group B in kindergarten of cluster II in Buleleng Sub-district. This is shown by tarithmetic (9,413) > ttable (2,000). Furthermore, the mean of experimental group (31.56) is greater than the mean of control group (20). Thus, the socio-drama method with folklore as the basis has a positive effect on the speech capability to the children of Group B in kindergarten of cluster II in Buleleng Sub-district in the academic year of 2016/2017.keyword : socio-drama method, folklore, speech capability
PENGARUH METODE DEMONSTRASI MELALUI MEDIA E-FLASHCARD BILINGUAL TERHADAP KEMAMPUAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA ANAK
., Ristauli Pintubatu;
., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.;
., Luh Ayu Tirtayani,S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v5i1.11563
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi melalui media E-Flashcard Bilingual terhadap kemampuan kosakata Bahasa Inggris pada anak kelompok B4 di TK Indra Prasta kuta Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan penelitian Pre-experimental Designs. Desain eksperimen yang digunakan yaitu “one-group pretest-posttest design†Subjek penelitian adalah anak kelompok B4 di TK Indra Prasta Kuta, Objek penelitian adalah kemampuan kosakata Bahasa Inggris. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi yang dilengkapi rubrik penilaian. Data observasi didapatkan dari pre-test dan post-test kelompok sampel sebelum dan sesudah diterapkannya media E-Flashcard Bilingual. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kosakata Bahasa Inggris anak. Berdasarkan hasil analisis dapat diperoleh thitung = 17,82 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 44, sedangkan nilai ttabel = 2,074, sehingga thitung = 17,82 > ttabel = 2,074. Berdasarkan kriteria penghitungan, maka thitung adalah signifikan. Dengan demikian Ho ditolak. Adapun nilai rata-rata kemampuan kosakata Bahasa Inggris anak pada kelompok B4 yang dibelajarkan dengan media E-Flashcard Bilingual adalah 80,8, sedangkan pada kelompok yang dibelajarkan dengan media pembelajaran konvensional adalah 64,4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode demonstrasi melaui media E-Flashcard Bilingual terhadap kemampuan kosakata Bahasa Inggris pada anak kelompok B4 di TK Indra Prasta kuta Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : demonstrasi, e-flashcard bilingual, kosakata bahasa inggris This study aims to determine the effect of demonstration methods through E-Flashcard Bilingual media on the ability of English vocabulary in children group B4 in Indra Prasta Kindergarten Kuta Lesson 2016/2017. This research is a research of Pre-experimental Designs. The experimental design used is "one-group pretest-posttest design" The subject of research is the child of group B4 in Indra Prasta Kindergarten Kuta, The object of research is the ability of English vocabulary. The data collection in this research is done by observation method with the assessment rubric. Observational data were obtained from the pre-test and post-test sample groups before and after the application of E-Flashcard Bilingual media. The results of data analysis in this study showed that there is an increase in the English language vocabulary skills of children. Based on the results of the analysis can be obtained tcount = 17.82 at 5% significance level with dk = 44, while the value ttabel = 2.074, so thitung = 17.82> table = 2.074. Based on the calculation criteria, thitung is significant. Thus Ho is rejected. The average value of English children's vocabulary abilities in the B4 group that were taught by E-Flashcard Bilingual media was 80.8, while in the group taught by conventional learning media was 64.4. Thus it can be concluded that there is influence of E-Flashcard Bilingual media on the ability of English vocabulary in children group B4 in Indra Prasta Kindergarten Kuta Lesson 2016/2017.keyword : demonstrasi, bilingual e-flashcard, English vocabulary