cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 582 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014):" : 582 Documents clear
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NO. 1 TUKADSUMAGA ., I Putu Mahendrawan; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mata pelajaran matematika siswa kelas V Sekolah Dasar No. 1 Tukadsumaga Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan penerapan pendekatan kontekstual. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD No. 1 Tukadsumaga yang berjumlah 24 orang. Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan metode tes. Data dianalisis menggunakan analisis data statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SD No. 1 Tukadsumaga. Pada siklus I diperoleh persentase hasil belajar sebesar 72,91% berada pada kategori sedang. Selanjutnya pada siklus II, persentase hasil belajar matematika sebesar 81,25% berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : pendekatan kontekstual, hasil belajar matematika The purpose of this study was to determine the increase the learning outcomes of mathematics for fifth grade students of SD No. 1 Tukadsumaga in the academic year 2013/2014 applying contextual teaching learning. The design of this study is Classroom Action Research (CAR) consisted of two cycles. The subjects of this research were the fifth grade students of SD No. 1 Tukadsumaga amounted to 24 students. The data of learning outcomes were collected by using test. The data were analyzed using quantitative descriptive analysis method. The result of this research showed that the contextual teaching learning can enchane the learning outcomes of mathematics at the fifth grade students of SD No. 1 Tukadsumaga. In the first cycle the percentage of student’s learning outcomes is 72.91% and it was classified at moderate. Next, in the second cycle percentage of student‟s learning outcomes is of 81.25% and it was classified at high. keyword : : contextual teaching learning, learning outcomes of mathematics.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Kadek Mahendra; ., Drs. Made Sumantri; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain post test only control group desain. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD di gugus XV Kecamatan Buleleng pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh SD N 2 Anturan sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 30 orang siswa dan SD N 1 Anturan sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 32 orang siswa. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan mengenai hasil belajar IPA antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Jadi, model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD di gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014Kata Kunci : Problem Based Learning, hasil belajar This study aims to determine significant differences between students science learning outcomes are taught using problem based learning model and students taught with conventional teaching. This study is a quasi-experimental study ( Quasi- Experimental ) , the design of post-test only control group design . The study population was a fifth grade elementary school students in District XV gugus Buleleng in the second semester of academic year 2013/2014 . Samples was determined by random sampling technique and SD N 2 Anturan obtained as the experimental group were 30 elementary students and SD N 1 Anturan as a control group numbering 32 students . IPA student learning outcomes data collected using test methods. The data analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistical t-test. Our research found that there are significant differences regarding science learning outcomes between students who are taught using problem based learning model and students who were taught using conventional. Problem based learning model influents the result in studying science on students in grade V elementary school in gugus XV Buleleng regency of academic year 2013/2014keyword : Problem Based Learning, learning outcomes
MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) BERBANTUAN MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Kadek Winda Pratiwi; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. I Made Suara, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) berbantuan media visual dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional berbantuan media visual pada kelas V Sekolah Dasar Gugus I Dalung Kuta Utara Tahun Pelajaran 2013/2014. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus I Dalung Kuta Utara Tahun Pelajaran 2013/2014 sebanyak 490 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA dengan menggunakan tes objektif berbentuk pilihan ganda biasa. Data dianalisis dengan uji-t.Berdasarkan hasil uji-t didapat thitung = 3,74 dan ttabel dengan dk = 78 pada taraf signifikansi 5% = 1,99. Dari kriteria pengujian thitung > ttabel = 3,74 > 1,99 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) berbantuan media visual dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional berbantuan media visual. Rerata hasil belajar IPA kelas eksperimen lebih besar dari siswa kelas kontrol = 76,71 > 70,97. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) berbantuan media visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus I Dalung Kuta Utara Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM), pembelajaran konvensional, media visual, hasil belajar IPA The aimed of this study was to determine whether there was a significant differences in sains learning outcomes between students who followed Sains Teknologi Masyarakat (STM) model assisted visual media with students who took conventional learning assisted visual media in fifth grade of Sekolah Dasar Gugus I Dalung North Kuta academic year 2013/2014. This study was a quasi experimental research with Nonequivalent Control Group Design. The population of this study were the fifth grade students of Sekolah Dasar Gugus I Dalung North Kuta academic year 2013/2014 which consisted of 490 students. The samples of this study were determined by means of random sampling technique.The data taken from the result of the sains learning process were collected by multiple choice. The data were analyzed by using t-test. Based on the result of the t-test was found tobs = 3,74 and ttab with degrees of freedom 78 with significance level of 5% = 1,99. From the criteria of examination was tobs > ttab = 3,74 > 1,99 so that Ho was rejected and Ha was accepted.The result of study showed that the significant differences in sains learning outcomes between students who followed Sains Teknologi Masyarakat (STM) model assisted visual media with students who took conventional learning assisted visual media.The average scores of sains learning in experiment class more than control class = 76,71 > 70,97. Based on these results it can be concluded that the Sains Teknologi Masyarakat (STM) model assisted visual media influenced the sains learning outcomes of the fifth grade students of Sekolah Dasar Gugus I Dalung North Kuta Academic Year 2013/2014.keyword : Sains Teknologi Masyarakat Model, Contextual teaching and learning, visual media, sains learning outcomes
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair share (TPS) terhadap Motivasi Belajar PKn Siswa Kelas V Semester Genap SD Gugus III Kecamatan Kubu Tahun Pelajaran 2014/2015 ., I Gede Putu Ekadani Apriana; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester genap SD di Gugus III Kecamatan Kubu tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Kubu tahun pelajaran 2014/2015 yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah keseluruhan 167 orang. Ini ditentukan setelah dilakukan uji kesetaraan menggunakan ANAVA satu jalur. Sampel penelitian ini, yaitu siswa kelas V SDN 1 Tianyar dengan jumlah 25 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 6 Tianyar dengan jumlah 29 orang sebagai kelompok kontrol. Data tentang prestasi belajar ranah kognitif dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar siswa kelas V semester genap antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata yang diperoleh siswa yang dibelajarkan menggunakan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), yaitu 121,94 yang berada pada kategori tinggi dan model pembelajaran konvensional, yaitu 108,64 yang berada pada kategori sedang dan hasil dari uji t, yaitu thitung = 7,868 dan ttabel = 1,671 jadi t hitung > ttabel. Nilai uji-t tersebut menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran PKn.Kata Kunci : TPS, motivasi belajar The research’s goal is to know the diffrence of learning Motivation between the students group that learned by using cooperatif learning model think pair share type and the students group that learned by conventional learning model to Students class V Even Semester SD at Gugus III Kubu district learning periode 2014/2015. The types of research is quasi experimental research. The populations of the research are all the students class V SD at Gugus III Kubu district learning periode 2014/2015 that consist of 7 classess with the totals account 167 persons. The considered after doing equality test using one track Anava.The samples of the reserach are the students class V SDN 1 Tianyar with the totals account 25 persons as experiments group and the students class V SDN 1 Tianyarwith the totals account 29 persons as controls group. The data about learning achievment kognitif way gathered by learning motivation quistioner. The result of the date analysed by using using descriftif statistic analysis technique and infrential statistic, those are test-t. The reserach’s result indicate there is any difference significant of the student’s learning motivation class V even semester between the students group that learned by cooperatif learning model Think Pair Share (TPS) type and students group that learned by conventional learning methode. This is indicated by an average score obtained by the students that learn by using cooperatif model Think Pair Share (TPS) type, those are 121,94 go to high category and conventional learning methode , those are 108,64 go to midle category, and the result of test-t, those are t-account =7,868 and t-table=1,671 so t-account>t-table.The value of test-t indicate that the using of cooperatif learning model Think Pair Share (TPS) type react positif with the students learning motivation to PKn lesson.keyword : TPS, learning motivation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TEENIQUE (VCT) TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V ., I Dewa Made Arta Putra; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Value Clarification Teenique dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus XV Kecamatan Buleleng yang berjumlah 231 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Anturan yang berjumlah 39 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 3 Kalibukbuk yang berjumlah 34 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t polled varians). Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh rata–rata hasil belajar PKn kelompok eksperimen adalah 23,95, sedangkan dari rata–rata hasil belajar PKn kelompok kontrol yaitu 14,26. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 9,06 lebih besar daripada ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Teenique dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Value Clarification Teenique, hasil belajar This research aimed at knowing the differences of result in studying Pkn (civic) between students who were taught by using conventional technique and students who were taught by using value clarification technique. This was a quasi- experimental research. The design of this research was non-equivalent posy-test only control group design. The population of this research were all of students at the fifth grade in first semester of SD Cluster XV in Buleleng subdistrict in academic year 2013/2014 and were amounted 231 students. The sample of this research were 39 students of the fifth grade of SDN 1 Anturan as experimental group and 34 students of the fifth grade of SDN 3 Kalibukbuk as control group. Data of the result in studying civic were collected by using test instrument in form of subjective test. The collected data were analyzed by using descriptive statistic analysis and inferential statistic (t-test polled varians). Based on the result, it was gotten the mean of the result in studying civic for experimental group was 23.95, whereas the mean of control group was 14.26. from the result, it was gotten result of th = 9.06. it was bigger than tt (in significant level 5%) = 2.00, in conclusion, this result showed that there was significant difference on the result of studying civic between students who were taught by using value clarification technique and students who were taught by using conventional technique.keyword : Result of Study, Value Clarification Technique
Pengaruh Pendekatan Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V ., I Dewa Gede Satria Juniarta; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pendekatan Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI) dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di SD Gugus 5 Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan semester genap tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah enam kelas dengan jumlah siswa 101 siswa. Sampel penelitian ditetapkan sebanyak 2 kelas dengan jumlah 42 siswa, yang ditentukan dengan cara simple random sampling. Data kemampuan hasil belajar dikumpulkan dengan tes hasil belajar berbentuk uraian. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji-t dengan bantuan program Microsoft Excel 2007 for Windows. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pendekatan Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI) berada pada kualifikasi baik (M=33,45; SD=4,76), sedangkan hasil belajar kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi cukup (M=27,5; SD=6,477). Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pendekatan Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI) dan hasil belajar kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung=3,42> ttabel=2,021; db=40). Hal ini berarti bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan SAVI lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional.Kata Kunci : Pendekatan SAVI, konvensional, dan hasil belajar This research is to know difference between study result of the student who study using Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI) approach and students who study using conventional study in sains subject. The research is false experiment with post test only control group design plan. This research population is all of 5tn grader student in SD gugus 5 Kediri, Tabanan, academic year 2013/2014 which has 6 classes and 101 students. The sampel is 2 classes with 42 students, which be gotten by simple random sampling. The data was collected by essay. Data is analyzed by descriptive statistic and t-test by Microsoft Excel 2007 for Windows. All test was done in 5% significancy level. The result shows that students who study using Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI) is in good qualification (M=33,45; SD=4,76), meanwhile students who study by conventional sytem are in enough qualification (M=27,5; SD=6,477). T-test result shows that there is a difference between studying using Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI) system and conventional system (tcount=3,42> ttable=2,021; db=40). It means that SAVI is better then conditional usay.keyword : SAVI system, conventional, studying result
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SD ., Si Ngurah Putu Suta Prawira; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus III Mengwi, Badung Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang menggunakan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V semester 1 SD Gugus III Mengwi Tahun Pelajaran 2013/2014. Dengan sampel penelitian yang ditentukan secara random sampling. Sampel penelitian yaitu SD N 2 Sempidi sebagai kelompok eksperimen berjumlah 34 orang dan SD N 4 Sading sebagai kelompok kontrol berjumlah siswa 35 orang. Data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan teknik tes berupa tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Selanjutnya data dianalisis dengan uji-t. Hasil uji hipotesis dengan uji-t menunjukkan t hitung = 2.708, sedangkan t tabel dengan dk = 67 dan taraf signifikan 5% didapat angka batas penolakan hipotesis 2.00. Berdasarkan kriteria pengujian, thit > ttabel (2.708 > 2.00), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar melalui strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V Gugus III Mengwi, Badung Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Index Card Match dan Hasil Belajar IPS This study aims to determine significant differences in learning outcomes between students who are learning social studies with the active learning strategy types Index Card Match with students learning with conventional learning in the fifth grade elementary school students Force III Mengwi, Badung Academic Year 2013/2014. The study was a quasi-experimental research design that uses Nonequivalent Control Group Design. The study population was all students of class V Semester 1 SD Force III Mengwi Academic Year 2013/2014. With the sample is determined by random sampling. The research sample is SD N 2 Sempidi as the experimental group numbered 34 and SD N 4 Sading as the control group numbered 35 students. Learning outcomes data collected by the IPS test techniques such as multiple choice objective test usual. Furthermore, the data were analyzed by t-test. The results of hypothesis testing with the t-test showed tcount = 2,708, while the ttable with dk = 67 and a significance level of 5% figure obtained hypothesis rejection limit 2.00. Based on testing criteria, tcount > ttable (2.708 > 2.00), so that Ha is accepted and H0 is rejected. This means that there are significant differences between the results of social studies students learn through active learning strategy types Index Card Match with students who learn through conventional learning. Based on these results it can be concluded that the type of active learning strategies Index Card Match IPS effect on learning outcomes of students in grade V Force III Mengwi, Badung Academic Year 2013/2014.keyword : Active Learning Strategies Index Card Match Type and Learning Outcomes IPS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD No. 2 TUBAN ., I Ketut Catur Adiguna; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3482

Abstract

Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran accelerated learning mind mapping dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD No. 2 Tuban. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu atau Quasi Eksperimen dengan menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD No. 2 Tuban yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VA yang jumlah siswanya 35 dan kelas VB yang jumlah siswanya 33. Analisis data yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian adalah uji –t. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran accelerated learning mind mapping dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional siswa kelas V SD No. 2 Tuban. Hal tersebut terbukti dengan hasil thitung lebih dari pada ttabel yaitu 2,13 > 2,000 dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar IPA kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas Kontrol yaitu sebesar 79,33 > 72,71 Dengan demikian model pembelajaran accelerated learning mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD No. 2 Tuban tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model pembelajaran accelerated learning mind mapping, pembelajaran Konvensional, hasil belajar IPA This study was aimed to determine significant differences science learning outcomes of students who take accelerated learning mind mapping learning with students who take conventional learning in class V SD No.2 Tuban. This research is a quasi experimental research or Quasi-Experiment with using design Nonequivalent Control Group Design. The samples in this study were all students of class V SD No.. 2 Tuban which consists of two classes, namely the number of students VA class 35 and class 33 VB that number of students. Analysis of the data used to analyze the results of the study are the t-test. Based on the results of the data analysis of this study concluded that there are significant differences in science learning outcomes of students who take accelerated learning mind mapping learning with students who take conventional teaching fifth grade elementary school student No. 2 Tuban. This is proved by the results of t over the ttable ie 2.13> 2.000 with an average acquisition value of learning science class experiment results higher than the control class that is equal to 79.33> 72.71 Thus the accelerated learning model of learning mind mapping gives significant effect on the results of the fifth grade students learn science elementary No. 2 Tuban academicyear2013/2014. keyword : accelerated learning model learning mind mapping, Conventional learning, learning outcomes IPA
MODEL TWO STAY TWO STRAY BERBANTUAN PETA KONSEP BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V ., Ni Luh Putu Yaspita Dewi; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray berbantuan peta konsep dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring Tahun Ajaran 2013/2014. Desain penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu yaitu “Nonequivalent Control Group Design” dengan memberikan pre test sebelum pemberian treatment dan post test sesudah pemberian treatment. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring Tahun Ajaran 2013/2014 yang berjumlah 180 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling sehingga diperoleh sampel. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 1 Tampaksiring sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD N 6 Tampaksiring sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes objektif dengan bentuk pilihan ganda biasa. Data dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thitung > ttabel yaitu 4,14 > 2,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai rata-rata kelas eksperimen yang menggunakan model kooperatif Two Stay Two Stray berbantuan peta konsep adalah 81,54 sedangkan nilai rata-rata pada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional adalah 77,04 Setelah memenuhi tahap uji prasyarat dan hipotesis, data hasil pre test kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan normalisasi gain score dengan post test kelompok eksperimen dan kontrol, berdasarkan analisis normalisasi gain score kelompok eksperimen termasuk dalam kategori sedang sebesar 0,51 sedangkan kelompok kontrol juga termasuk dalam kategori sedang yaitu sebesar 0,41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring Tahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : model pembelajaran Two Stay Two Stray, peta konsep, hasil belajar IPA This research was perpused knowing the significantly deferences a result of science learning between student that learned by Cooperatif Learning Model Two Stay Two Stray helping map concept with student which used convensional learning at elementary school student at 2th cluster Tampaksiring subdistrict 2013/2014 academic year. Using design of research was appearance experiment design”Nonequivalent Control Group Design at this pre test before giving the treatment and post test after giving the treatment. The population of that research were of all the elementary school student 2th cluster Tampaksiring subdistrict 2013/2014 academic year with 180 students. Taking the sample using random sampling technique. In this research take the sample from elementary school student grade V N 1 Tampaksiring as a experiment class and elementary school student from grade V N 6 Tampaksiring as a control class. Collecting the data was using objectif test. The data analyse used uji-t based on the analyse result uji-t is getting thitung > ttabel that 4,14 > 2,00 was Ho refused and Ha was received. The level point experiment the class that used cooperatif Two Stay Two Stray model helped by map concept was 81,54 while the level point at a control class who was using convensional learning was 77,04 after done test step of prerequisite and hypothesis. The data result of pre-test from group experiment class and control class done a normality gain score with post test on the group of experiment and control class, based on the normality analysis gain score the group of experiment class going in medium category was 0,51 that the control class was the same going in medium category this was 0,41. So the conclusion was that the model cooperatif Two Stay Two Stray learning helped by concept map influenced to the study result science for elementary school student 2th cluster Tampaksiring subdistrict 2013/2014 academic year.keyword : learning Two Stay Two Stray model, map concept, science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS III SD No. 2 KUTA KABUPATEN BADUNG ., I Kadek Adnya Yasa; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2424

Abstract

Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran ARIAS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas III SD No. 2 Kuta. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu atau Quasi Eksperimen dengan menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD No. 2 Kuta yang terdiri dari 2 kelas. Analisis data yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian adalah uji –t. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran ARIAS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional siswa kelas III SD No. 2 Kuta. Hal tersebut terbukti dengan hasil thitung lebih besar dari pada ttabel yaitu 2,13 > 2,000 dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar IPS kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas Kontrol yaitu sebesar 79,33 > 72,71 Dengan demikian model pembelajaran ARIAS memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPS. Kata Kunci : Model pembelajaran ARIAS (assuare, relevansi, inters, assement, satisfaction), pembelajaran Konvensional, hasil belajar IPS This study was aimed to determine the differences in the results of social studies students who take ARIAS learning with students who take conventional teaching third grade elementary student No.2 Kuta . This research is a quasi experimental research or Quasi- Experiment with using design Nonequivalent Control Group Design . The samples in this study were all students of class III SD No. 2 Kuta consisting of 2 classes . Analysis of the data used to analyze the results of the study are the t-test . Based on the results of the data analysis of this study concluded that there are significant differences in learning outcomes IPS ARIAS students who take lessons with students who take conventional teaching third grade elementary student No.2 Kuta . This is proved by the results of t greater than t table is 2.13 > 2.000 with an average value of the acquisition of learning outcomes IPS experimental class higher than class control the amount of 79.33 > 72.71 Thus learning model ARIAS had a positive influence the learning out comesof IPS .keyword : Learning model ARIAS ( assuare, relevance, inters, assement, satisfaction), Conventional learning, learning outcomes IPS.

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue