cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 582 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014):" : 582 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CLIS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS VII KECAMATAN SAWAN ., I Gusti Ayu Apsari Dewi; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS), (2) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CLIS dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus VII Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 6 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple group random sampling. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan metode tes dengan instrumen 10 butir tes pemahaman konsep yang berbentuk uraian. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CLIS diperoleh mean (M)=38,55 termasuk dalam kategori sangat tinggi, (2) pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional diperoleh mean (M)=33,78 termasuk dalam kategori tinggi, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA siswa antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran CLIS dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung=3,4;ttabel=2,02 sehingga thitung>ttabel). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran CLIS berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa.Kata Kunci : CLIS, pemahaman konsep IPA This study aims to (1) describe the science of understanding the concept of the experimental group who followed the model of learning with instructional Children Learning In Science (CLIS), (2) describe the science of understanding the concept of a control group that followed the model of learning with conventional learning, and (3) know the difference significant in the understanding of science concepts among the group of students who take the learning and teaching model CLIS group of students who take the learning with conventional learning models. This research is a quasi experimental study to design a post-test only control group design. The population was fifth grade elementary school students in the District of Sawan Cluster VII Academic Year 2013/2014 which consists of 6 classes. Sampling was done by using simple random sampling group. Data collected by understanding the concept of the test method with 10 grain test instrument shaped understanding of the concept description. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics, namely t-test. All statistical tests performed at a significance level of 5%. The results showed that (1) students' understanding of science concepts that follow the experimental group learning learning model CLIS with the mean (M)=38,55 is included in the category of very high, (2) understanding of the concept of science students who followed the control group learning with the learning model conventional obtained the mean (M)=33,78 in the high category, and (3) there are significant differences in the students' understanding of science concepts among groups of students who take the learning model CLIS and groups of students who take conventional learning models (tcount=3,4;ttable=2,02 it’s mean tcount>ttable). Based on these results it can be concluded that the use of learning model CLIS effect on students' understanding of science concepts.keyword : CLIS, the understanding of science concepts
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) BERBANTUAN GAMBAR BERSERI BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS ., Ni Kadek Veri Yanti; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPS antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) berbantuan gambar berseri dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus IV Kedonganan Kuta. Penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan rancangan penelitian “Nonequivalent Control Group Desain”. Populasi pada penelitian ini adalah Kelas V SD Gugus IV Kedonganan Kuta yang terdiri dari 229 orang siswa. Sampel penelitiannya adalah SDN 2 Kedonganan sebagai kelompok eksperimen sebanyak 39 orang siswa dan SDN 4 Kedonganan sebagai kelompok kontrol sebanyak 40 orang siswa yang diperoleh melalui teknik random sampling. Data prestasi belajar IPS diperoleh menggunakan instrumen tes yaitu tes objektif berbentuk pilihan ganda biasa. Data dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan taraf signifikan 5% dan dk=77, diperoleh thitung = 3,82 dan ttabel =2,000 sehingga (thitung > ttabel) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi, terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPS antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) berbantuan gambar berseri dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus IV Kedonganan Kuta. Dapat disimpulkan, model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) berbantuan gambar berseri berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas V SD Gugus IV Kedonganan Kuta.Kata Kunci : group investigation, gambar berseri, prestasi belajar IPS. A research is conducted to know the significant differences between learning achievement social sciences of student’s which used cooperative learning type group investigation (GI) assisted radiant image with student’s used convencional teaching of the fifth grade students cluster IV Kedonganan Kuta. A research is quasi experimental with designed as non equivalent group control. Population of research is fifth grade cluster IV Kedonganan Utara with 229 student’s. The sample of research is SDN 2 Kedonganan as an experimental class a total of 39 student’s and SDN 4 Kedonganan as an control class a total of 40 student’s obtained through random sampling technique. Learning achievement data using a test instrument is an objective test with multiple choice. The data analized with t-test. Based significant 5% and dk=77, obtained thitung = 3,82 and ttabel =2,000 so that (thitung > ttabel) then H0 disapproved dan Ha received. So, there are significant differences between learning achievement social sciences of student’s which used cooperative learning type group investigation (GI) assisted radiant image with student’s used convencional teaching of the fifth grade students cluster IV Kedonganan Kuta. It can be concluded cooperative learning type group investigation (GI) assisted radiant image effect on learning achievement social sciences of the fifth grade students cluster IV Kedonganan Kuta.keyword : group investigation, radiant image, achievement social sciences
PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) BERBANTUAN BAHAN MANIPULATIF BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS LETDA KAJENG ., Ni Putu Lisa Andreyani Patricasari; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3005

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran PBI berbantuan bahan manipulatif dengan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus Letda Kajeng Kecamatan Denpasar Utara tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD gugus Letda Kajeng Denpasar Utara tahun pelajaran 2013/2014 yang banyaknya 359 orang. Sampel ditentukan dengan random sampling dengan mengacak kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V SD Negeri 14 Pemecutan sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SD Negeri 4 Pemecutan sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 32 orang. Data hasil belajar Matematika dikumpulkan dengan instrumen berupa tes essay berjumlah 10 butir tes yang telah divalidasi. Data hasil belajar matematika dianalisis dengan t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran PBI berbantuan bahan manipulatif dengan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus Letda Kajeng Denpasar Utara tahun pelajaran 2013/2014. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil thitung= 4,079 > ttabel (α = 0,05, 62) = 2,000. Demikian pula nilai Rerata hasil belajar matematika siswa kelompok eskperimen = 85,625 > = 74,92 rerata hasil belajar matematika siswa kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) berbantuan bahan manipulatif berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus Letda Kajeng Denpasar Utara tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Problem Based Instruction (PBI), Bahan Manipulatif, Hasil belajar matematika The purpose of this study was to find out the significant differences in the outcomes of learning mathematics between students who was studied by using problem based learning Instruction (PBI) assisted manipulative materials with students who was studied by using the conventional learning in class V SD Gugus Letda Kajeng north Denpasar district academic year 2013/2014. This type of research was a quasi-experimental research using non equivalent control group design. The population in this research were all students in the fifth grade of elementary school of SD Gugus Letda Kajeng north Denpasar district academic year 2013/2014, which is the total of students are 359 person. The samples were taken with a random sampling technique to randomize the class. The sample in this study is the class V of SD Negeri 14 Pemecutan as the experimental group and class V of SD Negeri 4 Pemecutan as a control group, which is the total of each group of 32 person. Therefore, The data of Mathematics learning outcomes were collected by instruments in the form of an essay test , which each test consist of 10 items in valid and reliable. The data of Mathematics learning outcomes were analyzed by t - test. The analysis stated that there were the significant differences in the outcomes of learning mathematics between students who was studied by using problem based learning Instruction (PBI) assisted manipulative materials with students who was studied by using the conventional learning in class V SD Gugus Letda Kajeng north Denpasar district academic year 2013/2014. This study was evidenced by the results tcount= 4,079 > ttable (α = 0,05, 62) = 2,000, the average value obtained in experimental group learning outcomes ( 85.62 ) is greater than the control class ( 74.92 ). Similarly, average value the outcomes of experimental group learning mathematics = 85.625> = 74.92 average value the outcomes of the control group learning mathematics. However, Based on the result above it can be concluded that the application of problem based learning Instruction (PBI) assisted manipulative materials had an effect in learning mathematics outcomes in class V SD Gugus Letda Kajeng north Denpasar district academic year 2013/2014.keyword : Problem Based Instruction ( PBI ), Manipulative materials, Mathematics learning outcomes
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PETA KONSEP BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER GANJIL DI DESA PANJI KECAMATAN SUKASADA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Ni Putu Sri Artini; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar ipa siswa yang mengikuti pembelajaran denganstrategi pembelajaran peta konsep, (2) mendeskripsikan hasil belajar ipa siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional, (3) mengetahui perbedaan yang singnifikan pada hasil belajar ipa antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran peta konsep dan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan Post-test only control group non equivalen design. Populasi penelitian ini adalah kelas V semester ganjil di desa Panji, kecamatan Sukasada, kabupaten Buleleng. Sebanyak 51 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA dengan bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) data hasil belajar ipa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi peta konsep cenderung tinggi dengan Mo > Me > M (24,07 > 23,98 > 23,26), (2) data hasil belajar ipa siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional cenderung rendah dengan Mo < Me < M (14,6 < 17 < 18,24), (3) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran Peta Konsep berbantuan media gambar dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dilihat dari hasil rerata kelompok eksperimen lebih tinggi disbanding rerata kelompok kontrol (eksperimen= 23,26 > control = 18,24) dan hasil uji hipotesi dengan menggunakan uji-t dengan thitung lebih besar dari ttabel yaitu 1,95146 > 1,67109. Dengan demikian, kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran Peta Konsep berbantuan media gambar menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Peta Konsep , hasil belajar This research aims to (1) described students competency in scientic who were retreated by concept mapping strategy, (2) describe students competency in scientic who were taught with conventionally technique, (3) knowed the significant difference between students who were treated by concept mapping strategy those who were thaught with conventional method. This research was kind of a quasi experiment. Post-test only control group design non equivalen was used as a research design.This study used all student in the grade V elementary school in Sukasada subdistrict,Buleleng regency as a population. There were 51 student were chosen by randomly as a samples of study. The data was analyzed cognitively by using multiple choice test. The result of study showed that, (1) students score who were treated by using concept mapping strategy got higher point than those who were taught by using conventional method which Mo > Me > M (24,07 > 23,98 > 23,26), (2) students score who were treated by using conventional method got lower point than those who were taught by using concept mapping strategy which Mo < Me < M (14,60 > 17 > 18,24), (3) there was a significant difference between student who were taught by using concept mapping strategy than students who were taught by using conventional method.This fact can be viewed from the group’s means score which explained the experimental group got higher means score than control group (exsperimental group = 23,26 > control group = 18,24) and the t-test was used to test hypothesis. It showed that thitung higher than ttabel (1,95146 > 1,67109 ). It can be concluded that the concept mapping strategy gave a significant effect toward studen’s competency in scientic for students in the grade V elementary school in first semester in Panji village, Sukasada subdistrict in the academic yaer 2013/2014.keyword : concept mapping, scientic study result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERBANTUAN TEKNIK KANCING GEMERINCING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Made Hendra Putrawan; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA di gugus III Kecamatan Banjar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kuantum berbantuan teknik kancing gemerincing dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan quasi experiment. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD yang terdapat di gugus III Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 180 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD NO 1 Tampekan yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD NO 3 Dencarik yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kuantum dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Nilai (thitung > ttabel, thitung = 4,5 dan ttabel = 2,000 (α = 0,05 ; db = 58). Rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih besar daripada nilai kelompok kontrol ( ). Hal ini menggambarkan bahwa kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kuantum menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Ini berarti model pembelajaran kuantum berbantuan teknik kancing gemerincing berpengaruh lebih baik terhadap hasil belajar IPAKata Kunci : model pembelajaran kuantum, kancing gemerincing dan hasil belajar This study aimed to determine the differences in science learning outcomes in gugus III of Banjar sub district between students who learned with quantum learning model assisted by kancing gemerincing techniques with students who used conventional learning models in fifth grade students in academic year 2014/2015. The populationof this study was all of the students in the fifth grade of elementary school located in gugus III Banajar sub district in academic year 2014/2015, with the population of 180 students. The samples of this study were the fifth grade of elementary school students NO 1 Tampekan which amounted to 30 students as the experimental group and fifth grade of elementary school students NO 3 Dencarik, amounting to 30 students as the control group. The data of science learning outcomes were collected by objective test. The data were analyzed using descriptive statistical analysis techniquis and inferential statistics namely t-test.The results of this study indicated that there were differences in science learning outcomes significantly between groups of students who used quantum learning model, with a group of students who learned with the conventional model.Value (t count > t table, t count = 4.5 and t table = 2.000 ( = 0.05; db = 58). Average value of the experimental group is higher than the value of the control group ( ). It was illustrated that the group of students who learned with quantum model showed better results that the group of students who learned with the conventional model. It means that quantum learning model assisted by kancing gemerincing techniquis had better effect on science learning outcomeskeyword : quantum learning model, kancing gemerincing and learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ECIRR BERBANTUAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR SAINS SISWA KELAS IV SD GUGUS MAYOR METRA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., Ni Putu Werdhi Jayanti; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2043

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar sains antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran ECIRR berbantuan LCD dengan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berbantuan gambar pada siswa kelas IV SD Gugus Mayor Metra Denpasar Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD gugus mayor metra Denpasar Tahun Pelajaran 2012/2013 berjumlah 15 kelas terdiri dari 511 siswa dengan sampel penelitian SD Negeri Tulang Ampiang sebagai kelompok eksperimen berjumlah 35 siswa dan SD Negeri 18 Pemecutan yang berjumlah 36 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik group random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Selanjutnya data dianalisis dengan uji t statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukkan rerata hasil belajar Sains kelompok eksperimen lebih besar daripada hasil kelompok kontrol (78,05>66,91). Hasil uji hipotesis dengan uji t menunjukkan thit = 3,24. Berdasarkan taraf signifikansi 5%, dk = 69 dan t tabel adalah 2,00, maka thit> t tabel berarti H0 ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Sains antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran ECIRR berbantuan alat peraga dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional berbantuan gambar, dapat disimpulkan model pembelajaran ECIRR berbantuan alat peraga berpengaruh terhadap hasil belajar Sains siswa kelas IV SD Gugus Mayor Metra Denpasar tahun pelajaran 2012/2013.Kata Kunci : ECIRR, alat peraga, hasil belajar dan sains. The objective of this study is to explain the significant differences on students’ achievement in learning science using two differences models, that are the learning model ECIRR assisted by LCD and the conventional learning model assisted by drawings in Forth Grade students of Gugus Mayor Metra Elementary School Denpasar Academic Year 2012/2013. This study is a quasi-experimental research conducted with the post-test only nonequivalent control group design. The population of the study is the Fourth Grade students of Gugus Mayor Metra Denpasar Academic Year 2012/2013 consisting of 15 classes with a total of 511 students. The sample of the research is chosen based on group random sampling method. The experiment group is Tulang Ampiang Elementary School with total 35 students. Data collection is done by test method, and then analysed using by parametric statistical test. The research shows that the average result of the experiment group is higher than the control group (78,05 > 66,91). The result of hypothesis test using t test show thit = 3,24. Based on the significance level 5%, dk=69 and ttable is 2,00, the research result thit > ttabel. It means that H0 is rejected and Ha is accepted. Thus, it can be concluded that there are significant differences in students’ achievement in learning sciences using the ECIRR model assisted by LCD and the conventional model assisted by drawings the Forth Grade Students of Gugus Mayor Metra Elementary School academic year 2012/2013.keyword : ECIRR, props aided, learning achievment and science.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD NO. 1 SEMBIRAN KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., I Putu Bayu Juliantara; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3508

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA setelah diterapkan pendekatan sains teknologi masyarakat pada siswa kelas IV di Sekolah Dasar No. 1 Sembiran kecamatan Tejakula kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian ini adalah 28 orang siswa kelas IV Sekolah Dasar Nomor 1 Sembiran yang terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 16 orang siswa perempuan. Penelitian Tindakan Kelas ini dirancang dalam dua siklus yang terdiri dari siklus I dan siklus II, setiap siklus dari rancangan ini terdiri dari lima tahapan yaitu : 1) Tahap refleksi awal, 2) tahap perencanaan tindakan (planning), 3) tahap pelaksanaan tindakan (acting), 4) tahap observasi (observing) dan evaluasi (evaluating), dan 5) tahap refleksi (reflecting). Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Kemudian data dianalisis dengan tekhnik deskriptif kuantitatif Hasil penelitian ini adalah : 1) pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa 66,94 dan ketuntasan belajar 46,42%, 2) Pada siklus II dengan peningkatan hasil belajar siswa menjadi 74,83 dan ketuntasan belajar 89,29%., 3) peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II : 46,42 % siklus I dan 89,29 % siklus II. Dalam siklus II ternyata ada peningkatan 42,87 %. Kata Kunci : sains teknologi masyarakat, hasil belajar. He purpose of this study were: Knowing the increase in the learning outcomes of students in learning science as applied method of Science Technology Society in class IV semester academic year 2013/2014 on the basis of the number 1 Sembiran elementary school Districts Tejakula Buleleng Regency This research is Classroom Action Research ( CAR ) with the subject of this study is 28 Elementary School fourth grade students of Sembiran elementary school consisting of 12 boys and 16 girls . Classroom Action Research is designed in two cycles consisting of the first cycle and second cycle , each cycle of this design consists of five stages , namely : 1 ) first reflection, 2) the action planning stage ( planning) , 3 ) the implementation phase of the action ( acting ) , 4 ) observation phase ( observing ) and evaluation ( evaluating ) , and 5 ) the stage of reflection ( reflecting ) . Data was collected through observation and testing methods . Then the data were analyzed with descriptive quantitative techniques The results of this study are : 1 ) in the first cycle of student learning average of 66,94 and a mastery of learning outcomes study 46,42 % , 2 ) In the second cycle of which is also coupled with improved learning outcomes be 74,.83 and 89,29 % mastery learning . , 3 ) an increase learning outcomes from cycle I to cycle II : 46,42 % and 89,29 % first cycle second cycle . In the second cycle turns out there is an increase of 42,87%. keyword : science technology society, learning outcomes
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT (AQ) DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD DI KELURAHAN PEDUNGAN ., I Putu Arya Wardiana; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dan minat belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD di Kelurahan Pedungan, pada Tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto, korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang ada di Kelurahan Pedungan pada Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 384 orang. Sampel diambil dari populasi menggunakan teknik proporsional random sampling dan jumlah sampel dari populasi ini adalah 182 orang. Data yang dikumpulkan adalah hasil dari pengisian angket tentang adversity quotient (AQ) dan minat belajar oleh responden, sedangkan data tentang prestasi belajar matematika didapat melalui pemeriksaan dokumen (document analyze). Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini sebagai uji prasyarat adalah uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, dan uji autokorelasi. Setelah seluruh uji prasyarat terpenuhi, berikutnya adalah uji hipotesis menggunakan anareg sederhana, korelasi product moment, anareg ganda, dan korelasi ganda. Hasil yang didapat menunjukkan: (1) Terdapat hubungan yang positif signifikan antara AQ dan prestasi belajar matematika dengan rx1= 0,525 dan koefisien determinasi sebesar 27,56%, (2) Terdapat hubungan yang positif signifikan antara minat belajar dan prestasi belajar matematika dengan rx2 = 0,575 dan koefisien determinasi sebesar 33,06%, (3) Terdapat hubungan yang positif signifikan secara bersama – sama antara AQ dan minat belajar dengan prestasi belajar matematika dengan rx1x2y = 0,639 dan koefisien determinasinya sebesar 40,83%. Maka disimpulkan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi terdapat hubungan yang signifikan secara bersama – sama antara Adversity Quotient (AQ) dan minat belajar dengan prestasi belajar matematika pada siswa kelas V SD di kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014 diterima.Kata Kunci : Adversity Quotient (AQ), minat belajar, prestasi belajar matematika This study aims to determine the correlation between adversity quotient and interest in learning the learning achievement of students in the fifth grade elementary Pedungan Village, the school year 2013/2014. This research is ex post facto research, correlational. The population of this study were all students of class V's in the Village Pedungan the academic year 2013/2014, amounting to 384 people. Samples were taken from the population using proportionate random sampling technique and sample size of this population is 182 people. The data collected is the result of filling the questionnaire on adversity quotient (AQ) and interest in learning by respondents, while data on learning achievement obtained through examination of documents. Hypothesis testing is done using a simple regression analysis, product moment correlation, regression analysis double, and double correlation, but must first meet the prerequisite test is a test of normality, linearity, multicollinearity, and autocorrelation test. Once all the test requirements are met. The results showed: (1) There is a significant correlation between AQ and math achievement. With x1 r = 0.525 and determination coefficient of 27.56% (2) There is a significant correlation between interest in learning the mathematics learning achievement. With r x2 = 0.575 and determination coefficient of 33.06% (3) There is a significant correlation between AQ and interest in learning the mathematics learning achievement. With x1x2y r = 0.639 and determination coefficient of 40.83%.It was concluded that the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha), which reads a significant link together - collaboration between Adversity Quotient (AQ) and interest in the learning of mathematics achievement in fifth grade elementary school students in urban Pedungan, South Denpasar Academic Year 2013/2014 be accepted.keyword : Adversity Quotient (AQ), interest in learning, learning achievement
PENGARUH PENDEKATAN CTL BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SD GUGUS IV KECAMATAN BULELENG ., I Made Wiraguna; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan CTL berbasis kearifan lokal (2) hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvesional (3) perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan CTL berbasis kearifan lokal dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian non-equivalent post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng. Sampel diambil dengan teknik random sampling dan diperoleh siswa kelas V SD Negeri 1 Penglatan sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 3 Penglatan sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA. Bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial mengguanakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) data hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan CTL berbasis kearifan lokal cenderung tinggi dengan Mo>Md>M (24,30>23,83>22,98) (2) data hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvesional cenderung rendah dengan Mo 23,83 > 22,98) (2) science learning outcomes data on students who learned with conventional approach tend to be low with Mo < Md < M (19,50 < 19,75 < 20,00) (3) there are significant differences between the groups of science learning outcomes of students who learned with the CTL approach based on local wisdom and group students who learned with the conventional approach. It can be seen from the average value of the experimental group was higher than the average value of the control group, and the results of hypothesis testing with 4,080 tcount > ttable 2,000. Thus, it can be concluded that the CTL approach based on local wisdom positive effect on science learning outcomes and CTL approach is better than conventional approach. keyword : Contextual Teaching and Learning, local wisdom, science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TSTS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI DESA KALIASEM KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG ., I Komang Adi Wijana; ., Drs. Gede Raga, M.Si; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4406

Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TSTS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI DESA KALIASEM KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG I Komang Adi Wijana1, Gede Raga2, I Wayan Suwatra3 1,2,3Jurusan PGSD, FIP Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia e-mail: adi.wijana@yahoo.co.id1 , Ragapaud@gmail.com2, suwatra-pgsd@yahoo.co.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran Kooperatif Teknik Two Stay Two Stray (TSTS) dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Desa Kaliasem Kecamatan Banjar. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian ”non-equivalent posttest only control group design”. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas V SD di desa Kaliasem kecamatan Banjar yang berjumlah 119 orang, dengan sampel penelitian 66 orang siswa kelas V di desa Kaliasem yang terdiri dari 35 orang siswa kelas V di SD N 2 Kaliasem sebagai kelas eksperimen dan 31 orang siswa kelas V di SD N 4 Kaliasem sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan dari metode tes. Tes yang digunakan yaitu tes uraian. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian pada tes hasil belajar IPA siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TSTS sebesar 32,54. Sedangkan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional sebesar 18,94. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > t tabel, dengan nilai thitung sebesar 14,17 dan nilai ttabel sebesar 2,00. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TSTS dan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : two stay two stray, hasil belajar. Abstract The purpose of this research was to know the difference between IPA learning outcomes of the students that learned using cooperative learning model TSTS and students that learned using the conventional teaching fifth grade elementary school students in the village of Kaliasem . The study was a quasi-experimental study ( quasi experiment ) with the design of the study of "non - equivalent posttest only control group design" . The study population was all fifth grade students in the village of Banjar Kaliasem districts totaling 119 people , with a sample of 66 students of class V in Kaliasem village consisting of 35 fifth grade students in elementary N 2 Kaliasem as an experimental class and 31 students of class V The SD N 4 Kaliasem as the control class . Collecting data in this study is obtained from the test method . The data obtained from the test method analyzed by descriptive and t-test. The results of research on IPA tests learning outcomes of students showed that the average score of learning outcomes of students who take IPA learning by using learning models TSTS at 32,54 . While the average score of IPA learning outcomes students who take learning with conventional learning of 18,94 . Hypothesis testing using t-test showed t count > t table , with a value of t at 14,17 and 2.00 ttable value . Based on these results we can conclude that there are significant differences between IPA learning outcomes of students who take lessons with TSTS learning model with the learning outcomes of students who take social studies learning with conventional learning methods. keyword : two stay two stray, learning outcomes

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue