cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 582 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014):" : 582 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EVIDENCE BASED LEARNING DALAM SETTING OUTDOOR ACTIVITIES TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Gst Agung Teguh Mahardika; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2161

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui deskripsi hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas IV SD gugus IV kecamatan tejakula kabupaten buleleng tahun ajaran 2013/2014, 2) Untuk mengetahui deskripsi hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model evidence based learning dalam setting outdoor activities pada siswa kelas IV SD gugus IV kecamatan tejakula kabupaten buleleng tahun ajaran 2013/2014, 3) Untuk mengetahui perbedaan hasil pembelajaran IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Evidence Based Learning dalam Setting Outdoor Activities dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu dengan design Posttest Only Control Group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Tejakula, yang berjumlah 185 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 55 orang, yang berasal dari SD N 5 Bondalem Kecamatan Tejakula sebagai kelompok eksperimen dan SD N 8 Bondalem Kecamatan Tejakula sebagai kelompok kontrol. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang Evidence Based Learning dalam Setting Outdoor Activities adalah metode tes dengan instrumen tes objektif, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara Evidence Based Learning dalam Setting Outdoor Activities sebagai kelompok eksperimen dan konvensional sebagai kelompok kontrol, hal ini dilihat dari perbedaan rata-rata skor siswa antara kelompok eksperimen (20,67) dan kelompok kontrol (12,54). Bedasarkan analisis data thitung > ttabel dengan db 53 dan taraf signifikansi 5%, ini berarti Ha dalam penelitian ini diterima. Dengan demikian model pembelajaran Evidence Based Learning dalam Setting Outdoor Activities terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD semester Ganjil di Gugus IV Kecamatan Tejakula. Kata Kunci : Kata kunci: Evidence Based Learning, Setting Outdoor Activities, hasil belajar IPA. Abstract The aimed of this research is: 1) description the result of the math students who join conventional in IV grade of elementary school in group IV Tejakula subdistrict Buleleng regency School Year 2013/2014, 2) description the result of the math students who join with Evidence Based Learning Model in Setting Outdoor Activities in IV grade of elementary school in group IV Tejakula subdistrict Buleleng regency School Year 2013/2014, 3) to know the difference of science learning achievement between students that have learned Evidence Based Learning model by Setting Outdoor Activities and conventional learning model. The kind of this research is quasi-experiment research by design of Posttest Only Control Group design. The population of this research is all of students of fourth grade of Elementary School in cluster IV of Tejakula District, with 185 students. The research sample was 55 students, coming from elementary school number 5 of Bondalem village of Tejakula District as a group experiment and elementary school number 8 of Bondalem village of Tejakula District as a group control. The collected data in Setting Outdoor Activities is used method of test by multiple choices instrument, and it is analyzed by using uji-t. The result of the research indicates that there are the difference between Evidence Based Learning model by Setting Outdoor Activities as a group experiment and conventional learning as a group control, this matter is shown from different of student score mean between experiment group ( 20,67) and control group ( 12,54). Based on data analyzed of tcount > ttable by db 53 and 5% of significant level, this means Ha in this research is accepted. Thereby Evidence Based Learning model by Setting Outdoor Activities to science learning achievement student of fourth grade of elementary school of odd semester in cluster IV of Tejakula District.keyword : Keyword: Evidence Based Learning, Setting Outdoor Activities, science learning achievement
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD DI DESA BONTIHING ., Luh Suartini; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Kadek Suranata, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3766

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui perbedaan sikap sosial antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V; (2) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V; dan (3)untuk mengetahui perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan strategi pembelajaran PQ4R dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V. Penelitian ini berjenis kuasi eksperimen, dengan populasinya yaitu siswa kelas V sekolah dasar di desa Bontihing tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V di SD No. 1, 2, 3 dan 4 Bontihing. Data yang digunakan adalah data post-test sikap sosial yang diteliti dengan kuesioner dan data hasil belajar IPS yang diteliti dengan tes pilihan ganda. Analisis statisik yang digunakan adalah uji-t independent dan multivariat analysis of variant (manova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan sikap sosial yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional; dan (3) terdapat perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kata Kunci : strategi pembelajaran PQ4R, pembelajaran konvensional, sikap sosial, hasil belajar IPS This study aims (1) to determine the differences in social attitudes between groups of students who take the learning and application of learning strategies PQ4R group of students who take the learning with the application of conventional learning in class fifth grade; (2) to determine the differences in social studies outcomes between groups of students who take the learning and application of learning strategies PQ4R group of students who take the learning with the application of conventional learning in class fifth grade; and (3) to determine the differences in social attitudes and social studies outcomes between groups of students who take the learning and application of learning strategies PQ4R group of students who take the learning with the application of conventional learning in class fifth grade. This research was quasi-experimental, with a population that fifth grade elementary school students in the village Bontihing academic year 2013/2014 . The sample was in the fifth grade students of SD No. 1, 2, 3 and 4 Bontihing. The data used is the social attitude of the post-test questionnaire and studied the data of social studies examined by multiple choice tests . Statistical analysis used is the independent t-test and multivariat analysis of variant (manova). The results showed that : (1) there are significant differences in social attitudes between students who learn to use learning strategies and student learning PQ4R using conventional learning; (2) there are differences in outcomes between the significant social studies students learn to use learning strategies and student learning PQ4R using conventional learning; and (3) there are differences in social attitudes and social studies significant results between the experimental class students and classroom control.keyword : PQ4R learning strategy , learning conventional , social attitudes , social studies results
MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS LINGKUNGAN SEKOLAH BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS I ABIANSEMAL ., Ni Luh Indah Purwita Sari; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Generatif berbasis lingkungan sekolah dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus I Abiansemal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yaitu nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V di Gugus I Abiansemal berjumlah 185 siswa. Sampel penelitian dilakukan dengan teknik random sampling. Siswa kelas V SD No. 2 Sangeh yang berjumlah 36 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD 1 Blahkiuh yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa tes hasil belajar IPA. Hasil test selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pengujian statistik yaitu uji-t. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan uji-t, didapat thit = 3,67 sedangkan ttab = 2,00 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 66, jadi thit = 3,67 > ttab = 2,00. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Generatif berbasis lingkungan sekolah dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus I Abiansemal. Nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran Generatif berbasis lingkungan sekolah lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu 82,78 > 69,34. Hal ini berarti terdapat pengaruh model pembelajaran Generatif berbasis lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD gugus I Abiansemal siswa kelas V SD Gugus I Abiansemal.Kata Kunci : Pembelajaran generatif, hasil belajar IPA This research aimed to determine the significant differences of students’ science learning output by the students who are learning science through generative learning model based school environment to the students who are learned using conventional learning of the fifth grade student of elementary school cluster 1 Abiansemal. This research was a quasi experimental research design with nonequivalent control group design. The populations in this study were all fifth grade students in cluster 1 Abiansemal totaled 185 students. The research sample was collected by random sampling technique. The fifth grade students of SD No 2 Sangeh that totaled 36 students were collected as the experimental group and the fifth grade students of SD no 1 Blahkiuh that totaled 32 students were collected as the control group. The data in this study were collected using an instrument such a science achievement test. Test results were then analyzed using the t-test statistical test. After the hypothesis were done with t-test the result showed that t count = 3, 67 and t table = 2,00 at the significant level 5% with dk = 66 so t count = 3,67 > t table = 2,00. This meant that there were significant differences of students’ science achievement between the students who learned using generative learning model based school environment with students who learned using conventional learning model by the fifth grade students cluster 1 Abiansemal. The averages students’ science achievement who are learned using generative learning model based school environment was higher than the students who are learned using conventional learning model that was 82,78 > 69,34. It’s meant that there was influenced of generative learning model based school environment to the students’ science achievement by the fifth grade students cluster 1 Abiansemal. keyword : Generative learning, students’ science achievement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS X KECAMATAN BULELENG ., I Gede Arya Wiradnyana; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi kemampuan memecahkan masalah matematika kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi kemampuan memecahkan masalah matematika kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif berorientasi pemecahan masalah, dan (3) perbedaan yang signifikan kemampuan memecahkan masalah matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model metakognitif berorientasi pemecahan masalah dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional.Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan desain non equivalent post test only with control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 33 orang siswa kelas V SD 4 Kaliuntu sebagai kelompok eksperimen dan 28 orang siswa SD 2 Kaliuntu sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan sistem random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) kemampuan memecahkan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional cenderung rendah (67,00%). (2) kemampuan memecahkan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model metakognitif berorientasi pemecahan masalah cenderung tinggi (95,48%). (3) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan memecahkan masalah matematika siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model metakognitif berorientasi pemecahan masalah dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional (thitung = 5,37 > ttabel = 2,00). Hal ini berarti model pembelajaran metakognitif berorientasi pemecahan masalah lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam memecahkan masalah matematika di kelas V SD.Kata Kunci : metakognitif, metakognitif berorientasi pemecahan masalah, kemampuan memecahkan masalah matematika The purposes of this research were to know: (1) the description of students’ ability in solving mathematics problem by using conventional learning model, (2) the description of students’ ability in solving mathematics problem by using metacognitive based on problem solving model (3) the significant differences between students’ ability in solving mathematics problem who learnt by metacognitive based on problem solving and students’ who learnt using conventional learning model. The type of this research was a quasi experiment by using non equivalent post test only with control group design. The sample of this study was grade five of SD 4 Kaliuntu consisted of 33 students as an experimental group and 28 students grade five of SD 2 Kaliuntu as an control group selected through random sampling method. Data collected by using essay test. Then, data analysis used was descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The result of this research can be seen as follows: (1) the lower score of students’ ability in solving mathematics problem who were learn by using using conventional learning model (67,00%), (2) the high score of students’ ability in solving mathematics problem who were learn by using metacognitive based on problem solving model (95,48%), (3) there is a significant difference in solving mathematics problem between students’ ability in solving mathematics problem who learnt by metacognitive based on problem solving and students’ who learnt using conventional learning model in grade five students academic year of 2013/2014 in Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng (tarithmetic = 5,37> ttable= 2,00). The result showed that metacognitive based on problem solving model better than conventional learning model in solving mathematics problem. keyword : metacognitive, metacognitive based on problem solving, ability in solving mathematics problem
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Portofolio terhadap hasil Belajar PKn Pada Materi Pemerintahan Pusat siswa kelas IV Gugus VI Denpasar Utara ., Ni Wayan Sri Oktarini; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2488

Abstract

The purpose of this study was to determine differences in learning outcomes between students who take the Civics cooperative learning-based portfolio. students who take conventional learning in fourth grade student at North Denpasar cluster VI. This research is an experimental study with a research design that used non-equivalent control group design. Population is involved throughout the fourth grade students in Cluster VI north of Denpasar and samples from this study were all fourth grade students in elementary N 4 Peguyangan kangin as much as the control group and SD 47 N 7 Peguyangan kangin as many as 38 experimental groups. The instrument used to collect data Civics learning outcomes in the control group and the experimental group is an objective test with multiple choice type. Then the data were analyzed using t-test. Based on tests of normality and homogeneity of data from two groups of data obtained both the normal group. Hypothesis testing is done by t-test. The analysis showed, tcount = 3.19, with degrees of freedom (df) 83 and 5% significance level. Retrieved ttabel = 2.000 Accordingly, thitung > ttabel (3.19> 2.000) so that H0 is rejected and Ha accepted. It can be concluded that there are differences in learning outcomes between students who take the Civics cooperative learning-based portfolios with students who take conventional learning in fourth grade student at North Denpasar cluster VI. keyword : Portfolio-based models of cooperative learning, conventional learning models, learning outcomes.
PERANGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT BERBANTUAN MEDIA GRAFIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS KETUT JELANTIK DENPASAR UTARA ., I Wayan Dian Marta; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran Koperatif tipe TGT berbantuan media grafis dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yaitu nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus Ketut Jelantik Denpasar Utara. Melalui teknik random sampling didapat sampel siswa yaitu kelas V SD No 17 Dangin Puri yang berjumlah 32 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD No 28 Dangin Puri berjumlah 32 orang sebagai kelompok kontrol. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar IPS. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan statistik yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran Koperatif tipe TGT berbantuan media grafis dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Ini dapat dilihat dari hasil uji-t, yakni thit = 3,89 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 58 diperoleh ttab = 2,000, sehingga thit > ttab. Rata-rata hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran Koperatif tipe TGT berbantuan media grafis lebih dari rata-rata hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu X ̅= 60,5 > X ̅= 45,75. Jadi dapat disimpulkan penerapan pembelajaran Koperatif tipe TGT berbantuan media grafis berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus Ketut Jelantik Denpasar Utara. Kata Kunci : Pembelajaran Koperatif tipe TGT berbantuan media grafis, hasil belajar IPS This study aims to know significant differences of IPS result among group students who learnt by using the TGT Cooperative learning method with Graphic Media aid with students that followed Conventional learning method. This research is a quasi experimental study (quasi experimental) with research design namely nonequivalent control group design. The population in this research was whole of the fifth grade in elementary school clusser Ketut Jelantik North Denpasar Regent. Through random sample technique was found students sample namely the fifth grade elementary school 17 Dangin Puri which amount 32 students as an experiment group and the fifth grade elementary school 28 Dangin Puri which amount 32 students as a control group. Data research were collected by using IPS test. Furthermore, the data were analyzed using statistical method namely the t-test. Result study showed that was found significant difference IPS results between students who followed Cooperative Learning TGT method bya aid Graphic Media with students who learnt by using conventional learning method. This could be seen from the results of the t-test, namely thit = 3,89 contraryt 5% the level significant with dk = 58 was obtained ttab = 2,000, so that thit > ttab. Average score of student’s results that followed Cooperative Learning TGT method with Graphic Media aid higher than average score of student’s results that used conventional learning method such us X ̅= 60,5 > X ̅= 45,75. So we could conclude that applying Cooperative Learning TGT Method through Graphic Media aid affects for student’s results of the fifth grade in elementary school clusser Ketut Jelantik North Denpasar. keyword : Cooperative Learning TGT method , Graphic media aid, IPS results
PENGARUH MEDIA KARTU BERSERI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE WEBBED TERHADAP HASIL BELAJAR MEMBACA PERMULAAN ., Ni Made Suwaryantini; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar membaca permulaan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan media kartu berseri melalui model pembelajaran terpadu tipe webbed dan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa media kartu berseri pada kelas II Gugus X Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas II Gugus X Kecamatan Buleleng, Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 164 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas II SDN 4 Kaliuntu yang berjumlah 31 orang dan kelas II SDN 1 Kaliuntu yang berjumlah 28 orang. Pengumpulan data hasil belajar membaca permulaan dilakukan menggunakan metode tes dan instrumen berbentuk tes objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar membaca permulaan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media kartu berseri melalui model pembelajaran terpadu tipe webbed dan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan media kartu berseri pada siswa kelas II Gugus X Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal ini dibuktikan dari hasil uji-t, diperoleh thitung sebesar 5,089 dan ttabel sebasar 1,672 (thitung > ttabel). Rata-rata hasil belajar membaca permulaan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan media kartu berseri melalui model pembelajaran terpadu tipe webbed, 16,50, lebih besar dari rata-rata hasil belajar membaca permulaan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa media kartu berseri, yaitu 13,14. Hal ini menunjukkan penggunaan media kartu berseri melalui model pembelajaran terpadu tipe webbed berpengaruh terhadap hasil belajar membaca permulaan siswa kelas II Gugus X Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : kartu berseri, hasil belajar membaca permulaan, pembelajaran terpadu tipe webbed The aim of this research is to find out the difference of early reading stage learning result between students treated with flash card media through webbed guided learning model and students treated without flash card media in grade II of Gugus X Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014. This study is a quasi experiment. The population is 164 students in grade II of Gugus X Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014. The samples are grade II of SDN 4 Kaliuntu, which is 31 students, and grade II of SDN 1 Kaliuntu which is 28 students. The collection of early reading stage learning result was done by test method and objective test instrument. The data collected analyzed using descriptive and inferential statistic (t-test). The result of this research found that there is a difference of early reading stage learning result between students treated with flash card media through webbed guided learning model and students treated without flash card media in grade II of Gugus X Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014. This case was attested from t-test resut, the thitung was 5,089 and ttabel was 1,672 (thitung > ttabel). The average of early reading stage learning result of students treated flash card media through webbed guided learning model is 16.50, which is bigger than the average of early reading stage learning result of students treated without flash card media, which is only 13.14. This means that the using of flash card affects the students’ early reading stage learning result of grade II Gugus X Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014.keyword : flash card, early reading stage learning result, webbed guided learning model
MODEL PEMBELAJARAN CLIS BERBANTUAN MEDIA GRAFIS BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS SRIKANDI DENPASAR TIMUR ., Ni Luh Desi Susanti; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berbantuan media grafis dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini semua siswa kelas V di SD Gugus Srikandi Denpasar Timur. Sampel diambil dengan cara teknik random sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu SD Negeri 2 Sumerta dan SD Negeri 13 Kesiman. Data yang dikumpulkan merupakan nilai hasil belajar IPA dengan tes objektif yang berjumlah 30 butir. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang belajar melalui model pembelajaran CLIS berbantuan media grafis 76,9 sedangkan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional 56,9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berbantuan media grafis dengan siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Berdasarkan analisis diperoleh thitung = 5,4 dan dengan dk = 5 serta taraf signifikansi 5% diperoleh ttabel = 2,00. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : CLIS, Media Grafis, Hasil Belajar IPA The present study was conducted with the aim of finding out the difference of the result of the implementation of Children Learning in Science (CLIS) with the aid of graphic media and conventional learning model towards learning achievement in natural science. This study was conducted at Cluster Srikandi Elementary School East Denpasar in the school year 2013/2014. This study was a quasi-experimental research with non-equivalent control group design. The population was all of the fifth grade students of Cluster Srikandi Elementary School. Meanwhile, the samples used in this study were SDN 2 Sumerta and SDN 13 Kesiman. The determination of samples were selected through random sampling technique. The data was collected by using multiple choice test consisting of thirty questions. The data were analysed by using t-test. The analysis revealed the mean score of the students who learnt through CLIS learning model aided with the aid of graphic media gained 76.9, while those who learnt through the conventional learning model only gained 56.9. Based on the t-test analysis, it could be figured out that to was 5.4, while tcv was 2.00 at level of significance 5% (α = 0.05) with df = 5. The finding showed that there was a significant difference on the learning achievement between the students who learnt through CLIS with the aid of graphic media and conventional learning model. Thus, it can be drawn a conclusion that CLIS learning model with the aid of graphic media gives a significant impact on the learning achievement natural science of the fifth grade student of Cluster Srikandi Elementary School East Denpasar.keyword : CLIS, graphic media, learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT BERBASIS ENTREPRENEUR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Ni Wayan Wiwin Sapitri; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan model pembelajaran sains teknologi masyarakat berbasis entrepreneur (wirausaha) dengan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus 4 Samplangan Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi exsperimental) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus 4 Samplangan Gianyar yaitu sebanyak 179 siswa. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik Purposive sampling. Sehingga diperoleh sample penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Samplangan dan SD Negeri 3 Beng. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen berbentuk tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan uji-t. Dari hasil perhitungan diperoleh t hitung sebesar 8,34. Sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5 % dan dk = 63, adalah 2,00. Oleh karena nilai thitung>ttabel, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran sains teknologi masyarakat berbasis entrepreneur dengan pembelajaran konvensional. Selain itu perbedaan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan di kelas kontrol dan kelas eksperimen terlihat dari nilai rata-rata siswa. Di kelas eksperimen nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 81,8 sedangkan di kelas kontrol nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 63,03. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran sains teknologi masyarakat berbasis entrepreneur (wirausaha) dengan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus 4 Samplangan GianyarKata Kunci : Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Berbasis Entrepreneur, Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar IPA The purpose of this research was to knowing about significant differences about the outcomes of math between students who taught by Sains Technology Society based of entrepreneur with the students who taught by conventional learning in grade five of Goverment Elementary School Cluster 4 Samplangan Gianyar. This research was a quasi-experimental study (quasi experiment) with the design of the study was Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all students in grade five of Goverment Elementary School Cluster 4 Samplangan Gianyar which consist of 179 students. The sample used a purposive sampling technique. And then got the research sample were student in grade five at Goverment Elementary School of 1st Samplangan and Goverment Elementary School of 3rd Beng.The data were collected was sains outcome of experiment class and control class. The data of outcome sains were collected by instrument with the multiple choice items. Data were analyzed by t-test. Based on analysis of outcome got tcalculate= 8,34> ttable with significancy level 5% and degree of freedom (df=63) is 2,00. Because the value of tcalculate>ttable, so there were significant differences between sains technology society based of entrepreneur with conventional learning. Beside that,differences the sains outcome students who taught in control class and experiment class were looked from the value of mean student. At experiment class, the outcome mean the student was 81,8, excatly at control class the outcome mean the student was 63,03. Thus, can concluded that there were significant differences sains technology society model based of entrepeneur with conventional learning to sains outcome the student in grade five of Goverment Elementary School Cluster 4 Samplangan Gianyar.keyword : Problem Sains Technology Society based of Entrepreneur, Conventional learning , Sains outcomes.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PETA KONSEP TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS V SD TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI GUGUS II KECAMATAN BULELENG ., Ketut Joliarta; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan menulis cerpen antara siswa yang belajar dengan menggunakan media peta konsep pohon jaringan dengan siswa yang belajar tanpa menggunakan media peta konsep pohon jaringan di SD yang terdapat pada gugus II kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan The Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD yang terdapat pada gugus II Kecamatan Buleleng semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan cara random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada skor post-test menulis cerpen siswa yang belajar dengan menggunakan bantuan media peta konsep pohon jaringan dengan siswa yang belajar tanpa menggunakan media peta konsep pohon jaringan (thitung > ttabel, thitung = 4,8 dan ttabel = 2,000)Kata Kunci : Peta Konsep , Cerpen, Hasil Belajar This research was aimed to determine the differences of short story’s writing skills of students who were taught by using the media of network tree concept map with students who learnt without using media network tree concept map in Elementary school in the group II in Buleleng district academic year 2013/2014. This research is a quasi-experiment with The Posttest - Only Control Group Design. The study population was the fifth grade elementary school students who are in second semester of group II Buleleng of academic year 2013/2014.Samples were taken by random sampling. Data collection in this study was conducted by using a test. Data analysis methods that used were descriptive statistics analysis and t test. The results showed a significant difference in post-test scores of students who learnt to write a short story with the help of a network tree concept map media with students who are learning without using network tree concept map media (tcalculated> ttable, tcalculated = 4,8 and ttable = 2.000)keyword : Concept Map, Short Story , Learning Outcomes

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue