cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015):" : 240 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., I Made Ariestika; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5791

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar Matematika setelah penerapan model kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dengan berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) terstruktur pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tajun Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dengan mencermati kegiatan proses pembelajaran, dan menemukan permasalahan yang terdapat. Baik dari perencanaan, proses dan hasil pembelajaran. Dari permasalahan tersebut, kemudian diberikan suatu tindakan sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Tajun, Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada tahun pelajaran 2014/2015. Subjek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa Kelas V SD Negeri 1 Tajun, Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 27 orang, terdiri dari laki 8 orang dan perempuan 19 orang.Objek dalam penelitian ini adalah lembar Kerja Siswa(LKS) terstruktur, hasil belajar. Dalam penelitian tindakan kelas ini, digunakan model Kurt Lewin (1935), yang terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Aksi / Tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil-hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas V SD Negeri 1 Tajun. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata kelas, daya serap, dan ketuntasan belajar klasikal. Sebelum tindakan, rata-rata ketuntasan hasil belajar belum memenuhi kreteria yang telah ditetapkan. Pada skor awal, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 61 pada siklus I mencapai 69 berarti mengalami peningkatan sebesar 8 poin pada siklus I, dan rata-rata hasil belajar siswa mencapai 76 pada siklus II berarti terjadi peningkatan sebesar 7 poin dari siklus I ke siklus II. Ketuntasan belajar siswa terhadap materi pelajaran pada skor awal mencapai 52%, pada siklus I mencapai 85% terjadi peningkatan sebesar 33% pada siklus I, dan ketuntasan belajar siswa terhadap materi pelajaran pada siklus II mencapai 100% sehingga terjadi peningkatan sebesar 15% dari siklus I ke siklus II.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization, lks terstruktur, hasil belajar. The purpose of this study was to determine the learning outcomes Mathematics increase after the implementation of cooperative models of Team Assisted Individualization (TAI) with aided Student Worksheet (LKS) is structured in Class V SD Negeri 1 Tajun Buleleng academic year 2014/2015. This research is a classroom action research (PTK). This research was conducted by examining the activities of learning process, and find that there are problems. Neither of planning, process and learning outcomes. Of these problems, then given an action as an effort to improve and enhance the quality of learning. This study was conducted in SD Negeri 1 Tajun, District Kubutambahan Buleleng. Implementation of the research conducted in the academic year 2014/2015. Subjects in this Class Action Research is a Class V student of SD Negeri 1 Tajun, Academic Year 2014/2015, amounting to 27 people, consisting of 8 men and 19 women in this study were orang.Objek Student Work sheet (LKS) structured, learning outcomes, In this classroom action research, used a model of Kurt Lewin (1935), which consists of four steps: (1) planning, (2) Action / Action, (3) observation, and (4) Reflection. Based on the data analysis and discussion of the results of the research, it can be concluded as follows. The use of cooperative learning methods Team Assisted Individualization (TAI) aided Student Worksheet (LKS) is structured to improve learning outcomes Mathematics fifth grade students of SD Negeri 1 Tajun. It can be seen from the average grade, absorption, and completeness of classical study. Before the action, the average mastery learning outcomes not meet the criteria that have been set. At the initial score, the average student learning outcomes reached 61 in the first cycle reaches 69 had increased by 8 points in the first cycle, and the average student learning outcomes at 76 in the second cycle means an increase of 7 points from the first cycle to cycle II. Mastery learning students to the subject matter at the beginning of the score reached 52%, in the first cycle reaches 85% an increase of 33% in the first cycle, and the students' mastery of subject matter in the second cycle reaches 100%, so an increase of 15% from the first cycle to the second cycle.keyword : cooperative learning model team assisted individualization, lks structured, learning outcomes.
Pengaruh Pendekatan Saintifik Terhadap Hasil Belajar Pengetahuan IPA Tema Tempat Tinggalku Ditinjau Dari Cara Bertanya Guru Pada Siswa Kelas IV Di SD Gugus Dewi Sartika ., Kadek Dedi Lesmana; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan menguji, siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan memotivasi, dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Randomized Control-Group Pretes-Posttes Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Dewi Sartika. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian adalah random sampling. Data berupa hasil belajar pengetahuan IPA tema Tempat Tinggalku dikumpulkan dengan metode tes dalam bentuk pilihan ganda yang kemudian dianalisis menggunakan ANAVA satu jalur. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan ANAVA satu jalur diperoleh Fhitung = 3,29 dan Ftabel pada taraf signifikansi 5% = 3,07. Dengan kriteria pengujian Fhitung>Ftabel (3,29>3,07) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan, hal tersebut terlihat dari rata-rata hasil belajar pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan memotivasi lebih tinggi dari hasil belajar pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan menguji (78,18>73,93) dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik konvensional (78,18>72,27). Sedangkan rata-rata hasil belajar pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan menguji lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik konvensional (73,93>72,27). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik ditinjau dari cara bertanya guru berpengaruh terhadap hasil belajar pengetahuan IPA tema Tempat Tinggalku pada siswa kelas IV SD Gugus Dewi Sartika Kecamatan Denpasar Timur.Kata Kunci : pendekatan saintifik, cara bertanya guru, hasil belajar pengetahuan IPA This study aimed at determine significant differences of science knowledge’s learning outcomes between student learned scientific approach using examine questions, student learned scientific approach using motivating question, and student learned conventional scientific approach. This study was a quasi experimental research with Randomized Control-Group Pretes-Posttes Design. The population of this study was the 4th grade students of SD Gugus Dewi Sartika. Techniques used in the study sampling is random sampling. Data in the form of science knowledge’s learning outcomes of theme Tempat Tinggalku collected by test method in the form of multiple choice and then analyzed using one way ANOVA. Based on the hypothesis test using one way ANOVA obtained Fcount = 3.29 and Ftable at 5% significance level = 3.07. With the testing criteria of Fcount>Ftable (3,29>3,07) then H0 is rejected and Ha accepted. The results showed that there are significant differences, it is seen from the mean of science knowledge’s learning outcomes student learned scientific approach using motivating questions higher then science knowledge’s learning outcomes student learned scientific approach using examine questions (78,18>73,93) and student learned conventional scientific approach (78,18>72,27). While the mean of science knowledge’s learning outcomes student learned scientific approach using examine questions higher then student learned conventional scientific approach (73,93>72,27). It can be concluded that the scientific approach based how the teacher asks had a effect to science knowledge’s learning outcomes theme Tempat Tinggalku student 4th grade in SD Gugus Dewi Sartika.keyword : scientific approach, how the teacher ask, science knowledge’s learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF REGULATED LEARNING (SRL)TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V SEMESTER GENAP ., Nyoman Sudiastana; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas V semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus VII Kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 131 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 1 Banjar Bali yang berjumlah 23 orang dan kelas V SD No. 2 Banjar Bali yang berjumlah 31 orang. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PKn yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas V semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus VII Kecamatan Buleleng. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata hasil belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) adalah 22,52 lebih besar dari rata-rata hasil belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 18,39.Kata Kunci : model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL), hasil belajar PKn This research did to know the difference of the learning result of PKn between students who learn with Self Regulated Learning system and student who learn with conventional learning system in the 5th level on period of the year 2014/2015 in Gugus VII of elementary school in District of Buleleng in Buleleng Regency. System of this research is quasi experiment. Populationthis research are the students of 5th level in Gugus VII of elementary school in Buleleng District on period of the year 2014/2015 which consisted of 131 students. Sample of this research such as student of 5th at SD No. 1 Banjar Bali which consisted of 23 students and student of 5th level at SD No. 2 Banjar Bali which consisted of 31 students. Output of the learning result PKn collected from student by the instrument discription test. The collecting output to be analyze by descriptive statistic analysis and inferential statistic (t-test). This research result found that there is any significant differentation learning result of PKn between student who learn with Self Regulated Learning system and student who learn with conventional system in 5th level of Gugus VII elementary school in District Buleleng on period of the year 2014/2015. The mean comparison of the learning result of PKn in between students who learn with Self Regulated Learning system and student who learn with conventional learning system (22,52 vs 18,39).keyword : self regulated learning (SRL) models, learning result of PKn
STUDI EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI CIPP PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI WILAYAH PEDESAAN KABUPATEN BADUNG ., Komang Manik Riptiani; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang tingkat efektivitas komponen konteks, input, proses, dan produk dalam mendukung implementasi kurikulum 2013 pada sekolah dasar negeri di wilayah pedesaan Kabupaten Badung. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif, yang menunjukkan prosedur dan proses pelaksanaan program. Dalam penelitian ini dianalisis efektivitas masing-masing faktor sesuai dengan model CIPP (konteks, input, proses dan produk). Studi evaluasi ini dilakukan terhadap 45 orang, yakni 15 orang kepala sekolah, 15 orang guru kelas I dan 15 orang guru kelas IV. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama. Untuk menentukan efektivitas program, skor mentah ditransformasikan ke dalam T-skor kemudian diverifikasi ke dalam prototype Glickman. Hasil penelitian menunjukkan (1) implementasi kurikulum 2013 efektif (53,33%) ditinjau dari aspek konteks, (2) implementasi kurikulum 2013 kurang efektif (57,78%) ditinjau dari aspek input, (3) implementasi kurikulum 2013 efektif (51,11%) ditinjau dari aspek proses, dan (4) implementasi kurikulum 2013 kurang efektif (51,11%) ditinjau dari aspek produk. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa sekolah dasar negeri di wilayah pedesaan Kabupaten Badung kurang efektif mengimplementasikan kurikulum 2013.Kata Kunci : studi evaluasi, model CIPP, implementasi kurikulum 2013 This research was purposed in other to figure out a description of the effectiveness of several components, like context, input, process, and product to support the implementation of curriculum 2013 based on CIPP at goverment elementary schools in the rural areas in Badung Regency. It was an evaluative study which examined the procedures and process of program implementation. In this research analysised about effectiveness each factors based on model of CIPP. This study evaluation involving a total numbers of 45 respondents consisting of 15 headmasters, 15 first class teachers, and 15 fourth class teachers. The effectiveness of every related factor would be analyzed based on CIPP model. The data were collected by using questionnaire as the main instrument. To determine the program effectiveness, the raw scores would be transferred into T-score, then verified into Glickman prototype. The result shows (1) the implementation of curriculum 2013 is effective (53,33%) observed from the context, (2) the implementation of curriculum 2013 is ineffective (57,78%) observed from the input, (3) the implementation of curriculum 2013 is effective (51,11%) observed from the process, (4) the implementation of curriculum 2013 is ineffective (51,11%) observed from the product. Base on the result of data analysis, it can be concluded that the elementary schools in the rural areas in Badung regency is found ineffective to implement curriculum 2013.keyword : evaluative study, CIPP model, implementation of the curriculum 2013
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MATA PELAJARAN IPS TERHADAP SIKAP SOSIAL SISWA DENGAN KOVARIABEL INTENSITAS HUBUNGAN DALAM POLA ASUH KELUARGA PADA SISWA KELAS IV SD DI PEDESAAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., Luh Made Sariasih; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik terhadap sikap sosial, setelah diadakan pengendalian terhadap variabel intensitas hubungan dalam pola asuh keluarga pada siswa kelas IV SD di Pedesaan. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Desain yang digunakan yakni single factor independent groups design with use of covariate. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV SD di Pedesaan, gugus III Kecamatan Dawan dengan jumlah sampel 51 siswa yang dipilih dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner. Analisis hipotesis menggunakan anava, anakova, dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan (1) Fhitung > Ftabel (165,128 > 3,23) sehingga Ho ditolak, artinya terdapat perbedaan sikap sosial antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional. (2) Fhitung > Ftabel (77,67 > 5,32) sehingga Ho ditolak artinya setelah diadakan pengendalian terhadap intensitas hubungan dalam pola asuh keluarga, terdapat perbedaan sikap sosial siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional. (3) Fhitung > Ftabel (3,894 > 2,021) sehingga Ho ditolak, artinya terdapat kontribusi intensitas hubungan dalam pola asuh keluarga terhadap sikap sosial siswa. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif pendekatan saintifik terhadap sikap sosial, setelah diadakan pengendalian terhadap intensitas hubungan dalam pola asuh keluarga pada siswa kelas IV SD di PedesaanKata Kunci : saintifik, sikap sosial, pola asuh, pedesaan This research aims to determine the influence of scientific approaches to social attitude, having held control of variable intensity of relationships within the family on a parenting in fourth grade students in the countryside. This kind of research including research experiments. The design used the single factor independent groups design with use of covariate. The population in this research the entire of fourth grade students in the countryside, the cluster of fourth grade students at Gugus III Dawan with total sample 51 students who were selected by random sampling techniques. Data collected by questionnaire method. Analysis of hypothesis uses anava, anakova, and the product moment correlation. The results showed (1) Fhitung > Ftabel (165,128 > 3.23) so Ho is rejected, meaning that there is a difference between social attitudes of students who follow a scientific approach to learning, and students who follow the conventional approach to learning. (2) Fhitung > Ftabel (77,67 > 5.32) so Ho denied that once held control of intensity of relationships in family, parenting, there is a difference of the social attitudes of students who follow a scientific approach to learning, and students who follow the conventional approach to learning. (3) Fhitung > Ftabel (3,894 > 2,021) so that there is a meaning denied, Ho's contributions to the intensity of the relationships within the family parenting social attitude towards students. Based on the results of the study, it was concluded that there is a positive influence social attitudes towards scientific approaches, After having held control of the intensity of the relationships within the family on a parenting of fourth grade students in the countrysidekeyword : scientific, social attitude, parenting, countryside
Penerapan Pendekatan Saintifik dengan Penilaian Proyek untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pengetahuan Bahasa Indonesia (Keterampilan Berbicara) dan Sikap Sosial Tema Cita-citaku Siswa Kelas IV SDN 2 Tonja ., Ni Putu Suastini; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5002

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk meningkatkan hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia (keterampilan berbicara) dan (2) untuk meningkatkan sikap sosial siswa tema cita-citaku melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 2 Tonja tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 48 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes (lisan) dan metode kuesioner (angket). Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah terjadi peningkatan hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia (keterampilan berbicara) dan sikap sosial siswa tema cita-citaku melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek pada siswa kelas IV SDN 2 Tonja. Nilai ketuntasan klasikal hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia (keterampilan berbicara) pada siklus I sebesar 64,58% dan pada siklus II sebesar 85,42% sedangkan nilai ketuntasan klasikal sikap sosial pada siklus I sebesar 79,17% dan pada siklus II sebesar 89,58%. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia (keterampilan berbicara) dan sikap sosial tema cita-citaku siswa kelas IV SDN 2 Tonja tahun ajaran 2014/2015.Kata Kunci : pendekatan saintifik, penilaian proyek, keterampilan berbicara, sikap sosial This study aimed at (1) improving the result of the study of Indonesian knowledge (speaking skill) and (2) improving student’s social attitude in theme cita – citaku through the application of scientific approach with project assessment. The kind of this research is class action research with two cycles. The subject of this research was the fourth grade student of SDN 2 Tonja in academic year 2014/2015 with the subject was 48 students. Method of data collection which used was oral test method and questionnaire method. The data was analyzed by using method of descriptive quantitative analysis. The result of this research show that there was an improvement of the result of the study of Indonesian knowledge (speaking skill) and student’s social attitude in theme cita – citaku through the application of scientific approach with project assessment to the fourth grade student of SDN 2 Tonja. The completeness of classical score of the result of Indonesian knowledge (speaking skill) in cycle I was 64,58% and for the cycle II was 85,42% while the completeness of classical score in social attitude in cycle I was 79,17% and in cycle II was 89,58%. Based on this research can be concluded that the application of scientific approach with project assessment can improve the result of the study of Indonesian knowledge (speaking skill) and student’s social attitude in theme cita – citaku of fourth grade student of SDN 2 Tonja in academic year 2014/2015.keyword : scientific approach, project assessment, speaking skill, social behavior
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MANDIRI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS IV KECAMATAN SUKASADA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., I Ketut Ari Darma Putra; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5723

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dalam perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran mandiri dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Sukasada tahun ajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas IV di Gugus IV Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 188 orang. Sebanyak 59 siswa yang dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa, yang dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan instrumen pengumpulan datanya menggunakan tes pilihan ganda (objektif) dengan satu jawaban benar. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa t-hitung sebesar 11,14, sedangkan t tabel dengan db = 59 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Hal ini berarti, t-hitung lebih besar dari t-tabel (t-hitung > t-tabel) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran mandiri dan siswa yang belajar dengan penbelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2014/2015.Kata Kunci : model pembelajaran mandiri, hasil belajar IPA ABSTRACT This reserach aimed at finding out the problems on differences between the science learning result of students who learnt through independent learning model and the conventional one, of which on the fourth grade on elementary school in Gugus IV, Sukasada in academic year 2014/2015. This reserach was semi experimental. The population was 188 students of fourth grade students in Gugus IV, Sukasada. 59 students were chosen as the sample through random sampling technique. The data analysed was the science learning result, which was collected through testing method by multiple choices (objective) test instrument. The data was analysed by using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The result of this research shows that the t-distributions was 11,14 while the t-table with db- 59 on significance level 5% was 2,000. This means t-distributions was higher than t-table (t-distributions > t-table), thus H0is rejected and H1is accepted. It canbe concluded that there is a significant difference between the learning result of the studets who learn through independent learnng model and conventional learning model, espciall those in the fourth grade of Gugus IV, Sukasada, Buleleng in academic year 2014/2015. keyword : independent learning model, science learning result
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN PENILAIAN PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPA TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IVA SDN 22 DAUH PURI ., I Wayan Sukadana; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan pemecahan masalah (2) meningkatkan hasil belajar pengetahuan IPA tema Cita-citaku siswa kelas IVA SDN 22 Dauh Puri melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVA SDN 22 Dauh Puri sebanyak 32 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan tes hasil belajar dan tes kemampuan pemecahan masalah. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa kelas IVA SDN 22 Dauh Puri mencapai 76,35 (berada pada predikat B+) pada siklus I dan 80,73 (berada pada predikat A-) pada siklus II. Nilai rata-rata hasil belajar pengetahuan IPA untuk pra siklus diperoleh sebesar 65,94(berada pada predikat B-) dan ketuntasan klasikalnya 62,5%. Setelah penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek, rata-rata hasil belajar mencapai 75,83 (berada pada predikat B+) ketuntasan klasikal yaitu 75% pada siklus I dan 81,25 (berada pada predikat A-) ketuntasan klasikal 84,38%pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan, penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan IPA tema Cita-cita dan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas IVA SDN 22 Dauh Puri. Disarankan kepada guru kelas IVA SDN 22 Dauh Puri untuk menerapkan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar pengetahuan IPA tema Cita-citaku. Kata Kunci : pendekatan saintifik dengan penilaian proyek, hasil belajar pengetahuan IPA, kemampuan pemecahan masalah. The goal of this research are (1) improve the ability of solving problem (2) to gain more knowledge on our study of physics, by theme ?Cita-citaku? students in class IV A SDN 22 Dauh Puri through the application of scientific approach to the project assessment. This research is a class act that is done in two cycles. The Subject were students in class IVA SDN 22 Dauh Puri as many as 32 students. Data results of studying physics and problem solving skills are collected by using the test results of learning and problem solving ability test. Then the data were analyzed using quantitative descriptive analysis method. The average ability of solving problems in class IVA SDN 22 Dauh Puri reaches 76.35 (currently on predicate B+) in the first cycle, 80.73 (currently on predicate A-) in the second cycles. The average value of learning outcomes for pre-cycle physics obtained at 65.94 (currently on predicate B-) and the Classical completeness is 62.5%. After the application of a scientific approach to the assessment of the project, the average learning outcomes reached 75.83 (currently on predicate B +) the classical completeness is 75% in the first and the second cycle the average value of outcomes reached 81,25 (currently on predicate A-) and the classical completeness is 84,38%. Based on the results of this study can be concluded, the application of the scientific approach to the assessment of the project to improve learning outcomes physics and problem solving skills in Class IVA SDN 22 Dauh Puri. Suggested that the teacher of Class IVA SDN 22 Dauh Puri to apply scientific project assessment to improve learning outcomes physics by theme ?Cita-citaku? and problem solving skills. keyword : scientific approach to the project assessment, learning outcomes physics, problem solving skills.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN PENILAIAN PROYEK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN BAHASA INDONESIA (KETERAMPILAN MENULIS) TEMA CITA-CITAKU DAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI SISWA KELAS IVB SDN 2 DANGIN PURI ., Ni Wayan Novi Arsani; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia (keterampilan menulis) tema cita-citaku siswa kelas IVB SDN 2 Dangin Puri tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek; dan (2) meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa kelas IVB SDN 2 Dangin Puri tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IVB SDN 2 Dangin puri yang berjumlah 31 orang siswa yang terdiri dari 17 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. Data tentang hasil belajar siswa dan kemampuan berkomunikasi siswa dikumpulkan menggunakan metode tes dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terjadi peningkatan hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia (keterampilan menulis) dari rata-rata persentase hasil belajar siswa sebesar 69,16% yang tergolong sedang dengan ketuntasan belajar 54,84% pada siklus I, menjadi 79,68% yang tergolong tinggi dengan ketuntasan belajar 83,87% pada siklus II; dan (2) terjadi peningkatan kemampuan berkomunikasi siswa yaitu dari nilai rata-rata kelas sebesar 66,65 dengan kategori sedang pada siklus I, meningkat menjadi 81,06 dengan kategori tinggi pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia (keterampilan menulis) tema cita-citaku dan kemampuan berkomunikasi siswa kelas IVB SDN 2 Dangin Puri tahun ajaran 2014/2015. Kata Kunci : Pendekatan saintifik, penilaian proyek, hasil belajar, keterampilan menulis, berkomunikasi The purpose of the research are: (1) to improve learning outcomes knowledge indonesian language (skill writing) themes cita-citaku for the IVB grade students of SDN 2 Dangin Puri in the academic year 2014/2015 based on the scientific approach of assessment project; and (2) to improve communication skills for IVB grade students of SDN 2 Dangin Puri in the academic year 2014/2015 after the application of learning scientific approach of assessment project. The research is classroom action research performed in 2 cycles. Research subject are the students of grade IVB SDN 2 Dangin Puri school year 2013/2014 in total 31 persons consisting of 17 male students and 14 female students. Data learning outcomes of knowledge indonesian language and communication skills of students were collection in this research performed with (1) test and (2) observation The data were analyzed with descriptive quantitative technique.The result of the research show that :(1) an increase the presentage of the learning outcomes knowledge indonesian language (skill writing) from the presentage of the study result 69,16% with medium categories of learning outcomes to 54,84% in first cycle becames 79,68% with high categories of learning outcomes to 83,87% in second cycle and (2) an increase in the ability to communicate of class average of 66,65 with medium categories in the first cycle and increased to 81,06 with high categories in the second cycle. Based on the research it can be concluded that the application of a scientific approach to the assessment project to improve learning outcomes of knowledge indonesian language (skill writing) themes cita-citaku and communication skills IVB grade students of SDN 2 Dangin Puri academic year 2014/2015. keyword : Scientific approach, assessment project, learning outcomes, writing skill, communication
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK (BRAIN-BASED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF SISWA KELAS IV SD ., Komang Agus Sutrisna; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca intensif antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis otak (brain-based learning) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SD Gugus I Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain non equivalent post test only with control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 31 orang siswa kelas IV SD Negeri 3 Tenganan sebagai kelompok eksperimen dan 30 orang siswa kelas IV SD Negeri 2 Tenganan sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan sistem random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes berbentuk esai. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik infrensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca intensif antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis otak (brain-based learning) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SD Gugus I Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : pembelajaran berbasis otak, membaca intensif The purposes of this research were to know the significant differences between students’ ability in intensive reading who learnt by brain-based learning model and students’ who learnt using conventional learning of class IV in elementary school cluster I Manggis districts, Karangasem regency in academic year 2014/2015. The type of this research was a quasi experiment by using non equivalent post test only with control group design. The sample of this study was grade fourth of SD Negeri 3 Tenganan consisted of 31 students as an experimental group and 30 students grade fourth of SD Negeri 2 Tenganan as a control group selected through random sampling method. Data collected by using essay test. Then, data analysis used was descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The result of this research found that there is a significant difference in intensive reading between students’ who learnt by brain-based learning model and students’ who learnt using conventional learning in class IV in elementary school cluster I Manggis districts, Karangasem regency in academic year 2014/2015.keyword : brain-based learning, intensive reading

Page 11 of 24 | Total Record : 240


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue