cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016)" : 55 Documents clear
PENERAPAN MODEL CLIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Trisna Kurniasih; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN 2 Yehsumbul setelah penerapan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 2 Yehsumbul tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 28 orang. Objek penelitian adalah hasil belajar IPA. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis untuk memperoleh nilai rata-rata kelas dan ketuntasan belajar secara klasikal Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan terhadap hasil belajar IPA siswa. Sebelum tindakan, nilai rata-rata kelas sebesar 68 dan ketuntasan belajar sebesar 32,14%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan menjadi 71 dan ketuntasan belajar sebesar 57,14%. Pada siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 83,21 dan ketuntasan belajar 100% Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 2 Yehsumbul.Kata Kunci : Kata kunci: children learning in science (CLIS), hasil belajar IPA The aim of this study is to know the improvement of students’ science achievements of fifth grade students in SDN 2 Yeh Sumbul after applying Children Learning In Science model. This classroom action research was conducted in two cycles. The subjects were 28 fifth grade students in academic year 2015/2016. The object of this study was students’ science achievements. Multiple choices tests were conducted for collecting data. The data obtained are analyzed to obtain the value of the average grade and mastery learning classical. The results showed an increase of the IPA student learning outcomes. Before the action, the average value of 68 and a grade of 32.14% completeness study. After the action on the first cycle, the value of the average grade has increased to 71 and complete learn by 57.14%. In the second cycle, an increase in the value of the average grade of 83.21 and 100% completeness study Based on these results, it can be concluded that the application of learning models Children Learning In Science (CLIS) can improve learning outcomes fifth grade science students at SDN 2 Yehsumbul. study shows that there are significant improvements toward the students’ science achievements. Before the actions were conducted, the average percentage of students’ science achievements was 68%. It increased after conducting the first cycle becoming 71% and increased up to 82.2% in the second cycle. Based on these result, it can be concluded that the application of Children Learning In Science improved significantly the students’ science achievements of fifth grade students in SDN 2 Yeh Sumbul.keyword : Keywords: children learning in science (CLIS), students’ science achievements
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR DI GUGUS VI KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Kadek Nila Ambarwati; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CLIS dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain post test only control group design. Data pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan menggunakan metode tes pemahaman konsep dengan instrumen tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik infransial yaitu uji-t pada tarif signifikasi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 3,86 > ttabel = 2,021). Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CLIS berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas IV SD di Gugus VI Kecamatan Buleleng Tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : model CLIS, pemahaman konsep This study was aimed to determine the understanding differences of the Science’s concept between groups of students who followed the CLIS teaching- learning model and groups of students who followed the learning with conventional learning models at the fourth grade students of elementary schools in Cluster VI Buleleng district in the academic year 2015/2016. The samples of this study were 40 students. This research is a quasi-experimental with post-test only controls group design. The data of science understanding concepts were collected by using the concept comprehension test with multiple-choice test instruments. The data were analyzed by using descriptive and statistical inferential analysis with t-test at 5% significance rates. The results of this study indicated that there are significant differences of science understanding concepts among the group of students who followed the Children Learning In Science (CLIS) learning model with students who followed the learning with conventional learning model (t = 3.86> t table = 2.021). From the results, it can be concluded that the CLIS learning model affected students' understanding of science concepts at fourth grade students of elementary school in Cluster VI Buleleng district in academic year 2015/2016.keyword : CLIS model, concept understanding
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TEMA TEMPAT TINGGALKU SISWA KELAS IVA SD NEGERI 6 KESIMAN ., Ni Made Indah Kemala Yanti; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar pada kompetensi sikap dalam belajar IPA, (2) meningkatkan hasil belajar pada kompetensi pengetahuan IPA, dan (3) mendeskripsikan hasil belajar pada kompetensi keterampilan dalam belajar IPA siswa kelas IVA SD Negeri 6 Kesiman melalui penerapan model pembelajaran discovery berbasis karakter. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas IVA SD Negeri 6 Kesiman berjumlah 31 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA meliputi kompetensi sikap dalam belajar IPA, kompetensi pengetahuan IPA, dan kompetensi keterampilan dalam belajar IPA. Metode penggumpulan data yang digunakan adalah metode observasi untuk menggumpulkan data kompetensi sikap dan keterampilan dalam belajar IPA dan metode tes untuk menggumpulkan data kompetensi pengetahuan IPA. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) melalui penerapan model pembelajaran discovery berbasis karakter dapat menumbuhkan sikap dalam belajar IPA, hal ini teramati dan bertambahnya kuantitas siswa dari siklus I dan siklus II yang mencapai indikator kompetensi sikap yang telah ditetapkan. (2) Pada kompetensi pengetahuan IPA siswa pada siklus I sebanyak 77,83% dan meningkat pada silus II menjadi 87,09% dengan predikat sangat baik. (3) Terjadi perubahan kuantitas siswa yang memenuhi indikator kompetensi keterampilan dalam belajar IPA dari siklus I dan siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran discovery berbasis karakter dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IVA SD Negeri 6 Kesiman Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : discovery, karakter, hasil belajar IPA This research aims to (1) describe the results of a study on the competency of the attitude in learning science, (2) enhance the results of the study on the competency of knowledge science, and (3) describes the results of a study on the competency of skills in learning science fourth graders students of Public Elementary School 6 Kesiman through the application of character-based discovery learning.This research is a classroom action research with the subjects in this study were fourth graders students of Public Elementary School 6 Kesiman totaling 31 people. This research is implemented in 2 cycles. The object in this research is the results of learning science covers competency of the attitude in learning science, competency of knowledge science, and competency of skills in learning science. The method of collecting data used are observation methods for collecting data on attitudes and skills competency in learning science and test methods to collecting data for competence of knowledge science. The data were analized use analysis statistics descriptive, analysis descriptive quantitative, analysis descriptive qualitative. The results of research showed (1) through the application of character-based discovery learning can foster an attitude in learning science, it is observed and the increase of the quantity of students from cycle I and cycle II who reached the indicator of competence defined attitude. (2) On competency of knowledge science in cycle I as much as 77,83% and increased in cycles II to 87,16% with predicate wery good. (3) There is a change in the quantity of students who meet the competency indicators skills in learning science from cycle I and cycles II. Thus it can be concluded that through the application of character-based discovery learning may improve the results of the study of science of fourth graders students of Public Elementary School 6 Kesiman academic year 2015/2016.keyword : discovery, character, results study of science.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR ., Ni Luh Hery Hapryantini; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Matematika siswa kelas IV tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 1 Kubutambahan dengan menerapkan model pembelajaran make a match. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri atas empat kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 1 Kubutambahan, yang berjumlah 32 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan motivasi dan hasil belajar matematika. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode angket dan tes. Data dianalisis untuk menentukan mean dan persentase mean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase skor rata-rata motivasi dan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV di SD Negeri 1 Kubutambahan. Pada siklus I, persentase skor rata-rata motivasi belajar siswa sebesar 73,31% (kategori sedang) dan persentase hasil belajar siswa sebesar 68,8% (kategori sedang). Pada siklus II, persentase skor rata-rata motivasi belajar siswa meningkat sebesar 7,04% menjadi 80,35% (kategori tinggi). Persentase skor rata-rata hasil belajar siswa juga meningkat sebesar 14,88% menjadi 83,68% (kategori tinggi). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 1 Kubutambahan. Kata Kunci : model make a match, motivasi belajar, hasil belajar matematika This research aims to increase the motivation and the results of learning mathematics students of class IV year lesson 2015/2016 in SD Negeri 1 Kubutambahan with applying models of learning make a match This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of four sessions. The subjects were fourth grade students in the academic year 2015/2016 in SD Negeri 1 Kubutambahan, which amounted to 32 people. The object of this study is to increase motivation and learning outcomes in mathematics. Collecting data in this research was done by the method angket and test. Data analyzed to determine the mean and the percentage mean. The results showed that an increase in the average percentage score of motivation and learning outcomes of mathematics at the fourth grade students at SD Negeri 1 Kubutambahan. In the first cycle, the percentage of the average score of students motivation by 73,31% (medium category) and the percentage of student learning outcomes of 68,8% (medium category). In the second cycle, the percentage of the average score of students motivation increased by 7,04% to 80,35% (high category) and the percentage of the average score of student learning outcomes increased by 14,88% to 83,68% (high category). Based on these results it can be concluded that the application of learning models make a match can increase motivation and learning outcomes fourth grade mathematics SD Negeri 1 Kubutambahan.keyword : model make a match, motivation, results of learning mathematics
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TOMPKINS DENGAN MEDIA GAMBAR SERI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS III ., I Gusti Ngurah Teja Laksana; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.8266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, Untuk mengetahui perbadaan keterampilan menulis antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Tompkins dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas III semester 2 SD Gugus IV Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah quasi exsperimen dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III semester 2 SD gugus IV Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Sebanyak 42 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling, yaitu data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan menulis karangan deskripsi antara siswa yang mengikuti pembelajara menggunakan metode Pembelajaran Tompkins cenderung tinggi dengan Mo > Me > M (87,5 > 85 > 80,72), dan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional cenderung rendah dengan Mo < Me < M ( 71,26 < 71,95 < 74,50). Terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan menulis karangan deskripsi antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Tompkins dan siswa yang mengikuti pembelajaran secara kompensional. Hal ini dapat dilihat hasil uji hipotesi menggunakan uji-t, dengan thitung lebih besar dari ttabel (thitung = 3,436 > ttabel = 2,021). Dengan demikian, metode Pembelajaran Tompkins berpengaruh terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas III semester 2 SD gugus IV Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : Pembelajaran Tompkins, media gambar seri, keterampilan menulis karangan deskripsi This study aims to, To know perbadaan writing skills among students who use learning models Tompkins with students who use conventional learning in class III semesters 2 SD Cluster IV District of Tejakula Buleleng in the academic year 2015/2016. This research is a quasi exsperimen to draft a post-test only control group design. The study population was all students of class III semesters 2 SD group IV District of Tejakula Buleleng in the academic year 2015/2016. A total of 42 students have been selected as the sample is determined by random sampling technique, ie the data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The results showed that there are significant differences in the skill description essay writing among students who take pembelajara using Tompkins Learning methods tend to be high with Mo> Me> M (87.5> 85> 80.72), and students following the conventional learning tends low by Mo
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES DAN PRESTASI BELAJAR IPA KELAS V ., Made Partha Kesuma; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan (1) keterampilan proses dan (2) prestasi belajar IPA siswa kelas V di SD N 3 Banjar Tegal melalui penerapan model pembelajaran Penemuan Terbimbing. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V di SD N 3 Banjar Tegal yang berjumlah 7 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri atas 4 kali pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dan tes, dengan instrumen berupa lembar observasi keterampilan proses dan tes prestasi belajar. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pada siklus I, tingkat skor rata-rata keterampilan proses siswa adalah 7,05 dengan kategori “sedang” dan tingkat persentase rata-rata prestasi belajar siswa adalah 63,81% pada kriteria sedang. Berdasarkan hasil ini, menunjukkan bahwa indikator keberhasilan yang ditetapkan belum terpenuhi. Pada siklus II, skor rata-rata keterampilan proses siswa adalah 9,57 dengan kategori “tinggi” dan persentase rata-rata prestasi belajar siswa adalah 78,1% pada kriteria ”tinggi”. Hal ini berarti, indikator keberhasilan yang ditetapkan sudah terpenuhi pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Penemuan Terbimbing dapat meningkatkan (1) keterampilan proses dan (2) prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 3 Banjar Tegal.Kata Kunci : keterampilan proses, penemuan terbimbing, prestasi belajar This study aims to increase (1) processing skills and (2) learning achievement of science in fifth grade at SD N 3 Banjar Tegal through applicating the guided discovery learning model. This research is a classroom action research, with the subjects are students of grade V in SD N 3 Banjar Tegal that has 7 student. This study was conducted in two cycles, consisting of 4 meetings. The data in this case collected by using the method of observation and tests, with the form of sheets of observation skills instrument and tests of learning achievement. the data Analysed by quantitative descriptive analysis. Based on the research results, in the first cycle, the average score of students' processing skills is 7,05 with the category of "moderate" and the percentage average of student achievement is 63.81% on the category of "moderate" too. Based on these results, showed that the indicators of success in case have not been get. In the second cycle, the average score was 9.57 processing skills of students with the category of "high" and the average percentage of student achievement is 78.1% on the criteria of "high". This means that the indicators of success set are get in the second cycle. Based on the results, it can be concluded that the application of Guided discovery learning model can improve (1) processing skills and (2) the learning achievement of science grade V students at SD Negeri 3 Banjar Tegalkeyword : guided discovery learning, learning achievement, processing skills
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Made Wisnu Puthra; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7650

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar IPA setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe word square. (2) mengetahui peningkatan hasil belajar setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe word square. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 2 Tukadmungga yang berjumlah 16 siswa. Untuk pengumpulan data menggunakan lembaran observasi keaktifan belajar dan soal pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) terjadi peningkatan nilai rata-rata keaktifan belajar IPA siswa dari prasiklus sebesar 60,78 kategori kurang aktif menjadi 68,77 dengan kategori cukup aktif pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 80,24 dengan kategori aktif. (2) terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa dari prasiklus sebesar 54,37 dengan kategori sangat rendah, terjadi peningkatan pada siklus I sebesar 68,43 dengan kategori sedang dan dilanjutkan pada siklus II menjadi 82,5 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe word square dikatakan berhasil karena penelitian ini sudah mencapai kriteria keberhasilan yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu 80 dengan kategori baik. Kata Kunci : Word square, Keaktifan Belajar, Hasil Belajar, IPA The aims of this research (1) to determine the increase in activity of learning science after the implementation of cooperative learning model word square. (2) to increase learning outcomes after the implementation of cooperative learning model word square. This research is a classroom action research was conducted in two cycles consist of planning, action, evaluation and reflection. The subjects were students of class V SDN 2 Tukadmungga totaling 16 students. For data collection using observation sheet activity of learning and multiple choice questions. Data were analyzed using descriptive quantitative techniques. The results showed (1) an increase in the average value of the students' learning activeness IPA prasiklus of 60.78 into 68.77 is less active categories with category quite active in the first cycle and the second cycle increased to 80.24 with the active category. (2) an increase in the average value of student learning science outcomes pracycle at 54.37 with very low category, there was an increase in the first cycle of 68.43 with category and continued in the second cycle becomes 82.5 with the high category. Based on the results of research conducted with the implementation of cooperative learning model word square is successful because this research has reached the success criteria is predetermined that 80 good category. keyword : Word square, activeness Learning, Learning Outcomes, Science
ANALISIS TES FORMATIF BAHASA INDONESIA KELAS IV DITINJAU DARI TAKSONOMI BLOOM REVISI DI GUGUS XIII KECAMATAN BULELENG TAHUN AJARAN 2015/2016 ., Ni Luh Septiani Ari Pertiwi; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui deskripsi tes formatif Bahasa Indonesia kelas IV ditinjau dari Taksonomi Bloom Revisi, 2) mengetahui analisis butir tes formatif, dan 3) mengetahui kendala- kendala yang dihadapi guru dalam penyusunan tes formatif ditinjau dari Taksonomi Bloom Revisi di SD Gugus XIII Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitan ini adalah empat guru bahasa Indonesia kelas IV di Gugus XIII Kecamatan Buleleng sedangkan obyek penelitan ini adalah tes formatif Bahasa Indonesia kelas IV di Gugus XIII Kecamatan Buleleng pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016. Metode pengumpulan data adalah metode dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes formatif bahasa Indonesia kelas IV sudah menunjukkan penyebaran soal pada aspek kognitif dan pengetahuan walaupun masih didominasi tingkat kognitif mengingat. Setelah melakukan analisis butir soal diketahui kualitas soal termasuk masih kurang baik. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala, baik dari siswa maupun guru.Kata Kunci : tes formatif, taksonomi This study aims to know: 1) the description of Indonesian formative tests of IV class in terms of Bloom's Taxonomy Revised, 2) the analysis of formative test items, and 3) the difficulties when the teachers prepared the formative tests items in terms of Bloom's Taxonomy Revised in SD Gugus XIII Buleleng District in academic year 2015 / 2016. This research is descriptive qualitative study. The subjects of this research are four Indonesian teachers in the fourth grade in Gugus XIII Buleleng District whereas the object of this research is the Indonesian formative test grade IV in Gugus XIII Buleleng District of the first semester in academic year 2015/2016. The method used is the documentation and interviews method. The results showed that the Indonesian formative tests have shown the deployment of fourth grade about the cognitive aspects and knowledge although it is still dominated by the improvement level of cognitive. After analyzing the items, it is known that the quality of items is still not good enough. This is due happened in both of student's or teachers itself.keyword : formative tests, taxonomy
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN HASIL BELAJAR IPA ., Luh Putu Sri Widnyani; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Quantum terhadap sikap ilmiah dan hasil belajar IPA dengan menggunakan rancangan penelitian non equivalent post-test only control group design. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V di SD N 5 Belimbing dan SD N 1 Sanda dengan jumlah sampel sebesar 42 siswa, dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen. Data sikap ilmiah siswa dikumpulkan menggunakan metode kuesioner dan data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan menggunakan metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan sikap ilmiah dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum dengan model pembelajaran konvensional (F=11,237; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBI DAN PENILAIAN PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V ., Nur Muhammad; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran PBI dengan penilaian proyek dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan penialain konvensional pada siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Abang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus II Kecamatan Abang yang berjumlah 82 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V di SDN 2 Abang yang berjumlah 22 orang, SDN 1 Abang yang berjumlah 24 orang, SDN 1 Tiyingtali yang berjumlah 22 orang dan SDN 4 Ababi yang berjumlah 16 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk esay dengan jumlah soal sebanyak 10 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan anava dua jalur dilanjutkan dengan uji scheffe. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran menggunakan PBI dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (FA = 134,30 > Ftabel = 3,96); (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran (PBI dan konvensional) dan penilaian kerja terhadap kemampuan berpikir kritis IPA (FAB = 5,31 > Ftabel = 3,96); (3) pada kelompok siswa yang menggunakan penilaian proyek terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis IPA anatara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBI dan kelompok siswa yang dibeljarkan dengan model pembelajaran konvensional (Qhitung = 8,22 > Qtabel = 3,711); (4) pada kelompok siswa yang menggunakan penilaian konvensional, terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBI dan kelompok siswa yang dibeljarkan dengan model pembelajaran konvensional (Qhitung = 3,94 > Qtabel = 3,711). Hasil tersebut menunjukkkan bahwa penerapan model pembelajaran PBI dan penilaian proyek, berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Abang. Kata Kunci : Model PBI, Kemampuan Berpikir Kritis, Penilaian proyek This study aims to determine the critical thinking skills IPA difference between groups of students learn by using model PBI with the project assessment and the group of students who are taught using conventional learning models with conventional Penialain in class V SD Cluster II Abang District. This research is a quasi-experimental research design with non equivalent post test only control group design. The study population was a class V in Cluster II Abang District, totaling 82 people. Samples of this research is class V SDN 2 Abang, amounting to 22 people, SDN 1 Abang numbering 24 people, SDN 1 Tiyingtali amounting to 22 people and SDN 4 Ababi totaling 16 people. Data collected by the test instrument shaped essays by the amount of matter as much as 10 questions. Data collected were analyzed using descriptive statistics and ANOVA analysis of two paths followed by Scheffe test. Based on the analysis of data, obtained: (1) there is a difference between the IPA critical thinking skills of students that learned learning model using PBI and that learned with conventional learning (FA = 134.30> Ftabel = 3.96); (2) there is a significant interaction effect between learning model (PBI and conventional) and work evaluation of the ability of critical thinking IPA (FAB = 5.31> F table = 3.96); (3) on a group of students who use the assessment of the project there are significant differences in the ability to think critically IPA anatara group of students that learned with PBI learning model and student groups who dibeljarkan with conventional learning models (Qhitung = 8.22> Qtabel = 3.711); (4) on a group of students who use the conventional assessment, there are significant differences in the ability to think critically IPA between groups of students that learned with PBI learning model and student groups who dibeljarkan with conventional learning models (Qhitung = 3.94> Qtabel = 3.711). The results indicating that the application of learning models PBI and project appraisal, positive influence on the ability to think critically fifth grade science students SD Cluster II Abang District. keyword : Model PBI, Critical Thinking Skills, Assessment project

Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue