Articles
55 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2 (2016)"
:
55 Documents
clear
PENERAPAN METODE SIMAK ULANG-UCAP BERBANTUAN MEDIA AUDIO UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS II
., Ni Ketut Windu Ratnasari;
., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd;
., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7585
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan metode simak ulang-ucap berbantuan media audio pada siswa kelas II tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 2 Penarukan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 2 Penarukan, yang berjumlah 21 orang terdiri dari 9 orang putra dan 12 orang putri. Objek penelitian ini adalah peningkatan keterampilan berbicara siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode simak ulang-ucap berbantuan media audio dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas II SD negeri 2 Penarukan tahun pelajaran 2015/2016. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan keterampilan berbicara Bahasa Indonesia yang terjadi pada masing-masing siklus. Pada siklus I ketuntasan belajar klasikal yang diperoleh 66,67% yang tergolong sedang. Pada siklus II ketuntasan belajar klasikal keterampilan berbicara yang diperoleh meningkat menjadi 85,71% yang tergolong tinggi.Kata Kunci : Metode Simak Ulang-Ucap, Media Audio, Keterampilan Berbicara This study aims to improve the skills of speaking on subjects Indonesian by applying the method of re-consider the said audio media aided in the second grade students in academic year 2015/2016 in SD Negeri 2 Penarukan. This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation and evaluation, and reflection. The subjects were second grade students in the academic year 2015/2016 in SD Negeri 2 Penarukan, totaling 21 persons, consisting of nine sons and 12 daughters. The object of this study is to increase students' speaking skills. Collecting data in this study conducted by the method of observation. Data were analyzed with descriptive quantitative techniques. The results showed that the application of said methods refer to re-aided audio media can improve students' speaking skills of public school classes II 2 Penarukan the academic year 2015/2016. It can be seen from the increase in Indonesian speaking skills that occur in each cycle. In the first cycle of mastery learning classical obtained 66.67% were classified as moderate. In the second cycle of classical learning completeness speaking skills acquired increased to 85.71% which is highkeyword : Listen method Re-Said, Media Audio, Speech Skills
ANALISIS GAYA BELAJAR BAHASA INDONESIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SD GUGUS VI KECAMATAN BULELENG
., Kadek Ayu Partiwi;
., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd;
., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7675
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui: (1) gaya belajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan (2) dampak gaya belajar terhadap hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas IV di SD Gugus VI Kecamatan Buleleng Tahun 2015/2016. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV pada SD Gugus VI kecamatan Buleleng dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV semester genap di SD Negeri 2 Kampung Baru, SD Negeri 3 Kampung Baru, dan SD Negeri 7 Kampung Baru. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian kecenderungan gaya belajar ini menunjukkan bahwa (1) Deskripsi kecenderungan gaya belajar visual dengan jumlah responden 41 dengan persentase 63,07%, kecenderungan gaya belajar auditorial dengan jumlah responden 11 dengan persentase 16,93%, dan kecenderungan gaya belajar kinestetik dengan jumlah responden 13 dengan persentase 20,00 %. Hasil penelitian dampak gaya belajar terhadap hasil belajar menunjukkan bahwa (2) Deskripsi hasil belajar dengan gaya belajar visual masuk ke dalam kategori sangat baik dengan rata-rata 77 (skor maksimal 100), gaya belajar auditorial masuk ke dalam kategori baik dengan rata-rata 74 (skor maksimal 100), dan gaya belajar kinestetik masuk ke dalam kategori baik dengan rata-rata 75 (skor maksimal 100). Dengan demikian gaya belajar yang di terapkan di kelas IV lebih cenderung ke dalam gaya belajar visual dengan jumlah responden sebanyak 41 dan memperoleh hasil belajar dengan kategori sangat tinggi yaitu dengan rata-rata 77 Kata Kunci : Gaya Belajar, Hasil Belajar Bahasa Indonesia. This research is a descriptive study that aims to identify: 1 learning styles in learning Indonesian and (2) the impact of learning styles on learning outcomes Indonesian in the fourth grade students in elementary Cluster VI District of Buleleng Year 2015/2016. The study population was the fourth grade students in elementary Cluster VI Buleleng districts and sample of this research is the fourth grade students in the second semester of SD Negeri 2 Kampung Baru, Kampung Baru SD Negeri 3, and SD Negeri 7 Kampung Baru. The method used to collect data for this study were questionnaires and documentation. Data analysis techniques used in this research is descriptive analysis technique that is performed to test the low score of the questionnaire that was disis respondents. Descriptive analyzes conducted on the average value of the mean, median and mode. the tendency of visual learning style with the number of respondents 41 with the percentage 63.07%, the tendency of auditory learning styles with the number of respondents 11 and the percentage of 16.93%, and the tendency of kinesthetic learning style with the number of respondents 13 with the percentage 20.00%. The results of the impact study learning styles on learning results show that (2) Description of learning outcomes with a visual learning style into the excellent category with an average of 77 (the maximum score of 100), learning styles auditory fit into either category with an average of 74 (maximum score of 100), and kinesthetic learning style fit into either category with an average of 75 (the maximum score of 100). Thus style of learning is applied in the fourth grade are more likely into the visual learning style by the number of respondents was 41 and obtained the learning outcomes by category is as high as the average of 77. keyword : Learning Styles, Learning Outcomes Indonesian.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IV
., I Ketut Sudha;
., Dr. I Ketut Gading,M.Psi;
., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7584
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPS. Populasi penelitian siswa kelas IV SD Gugus XIV Pemaron tahun pelajaran 2015 – 2016, Sampel penelitian berjumlah 80 orang dipilih menggunakan teknik Random Sampling. Rancangan eksperimen dilakukan dengan Post Test Only Control Group Design.Data dikumpulkan dengan instrumen kuesioner untuk variabel motivasi berprestsai dan tes untuk variabel hasil belajar IPS.Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian dua jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan siswa yang tidak mendapat perlakuan pembelajaran dengan model pembelajaran TGT, (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPS, (3) pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa antara siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan siswa yang tidak mendapat perlakuan model TGT, dan (4) pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa antara siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan siswa yang tidak mendapat perlakuan model TGT.Kata Kunci : hasil belajar IPS, model TGT, motivasi berprestasi. This This research aims to investigate and analyze the effect of TGT cooperative learning model and learning motivation toward social sciences learning achievement. Population in this research was the entire four grade fourteen students in Pemaron cluster academic year 2015-2016. Sample consisted of eighty students was selected using random sampling technique. This research used the Post test Only Control Group design. Data were collected using learning motivation questionnaire and IPS learning achievement test. Data gathered were analyzed using Two-Way ANOVA. The results show that: ( 1 ) there is a difference between the results of social studies teaching students treated with cooperative learning model TGT with students who did not receive treatment study with TGT learning model, there is an interaction effect between models of learning and achievement motivation on learning outcomes social sciences, ( 3 ) the students who have high achievement motivation , there are differences between the students' learning outcomes social sciences students who receive treatment TGT cooperative learning model with students who did not receive treatment TGT model ,and ( 4 ) the students who have low achievement motivation, there are differences between the students' learning outcomessocial sciencesstudents who receive treatment TGT cooperative learning model with students who did not receive treatment TGT model .keyword : TGT model,and learning social result, achievement motivation
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD
., Km Arik Indrawan;
., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.;
., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7673
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SD 2 Penarukan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui dua siklus, setiap siklus terdiri dari 5 kali pertemuan yaitu 4 kali pembelajaran dan 1 kali tes. Subjek pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD 2 Penarukan yang berjumlah 20 siswa. Subjek belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran IPA. Objek pada penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa pada ranah kognitif dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan melalui tes tertulis berbentuk objektif yang terdiri dari 20 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase hasil belajar IPA siswa pada siklus I yaitu 72% yang berada pada kriteria sedang. Sedangkan pada siklus II rata-rata persentase hasil belajar siswa meningkat mencapai 85% yang berada pada kategori tinggi dalam pedoman konversi PAP skala lima tentang tingkatan hasil belajar. Berdasarkan hasi penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar IPA siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas IV SD 2 Penarukan Kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : STAD, hasil belajar IPA This research was aimed to find out the average of student’s result in science learning at fourth grade of SD 2 Penarukan by the implementation of cooperative learning model type STAD. This research was the classroom action research with two cycles, each cycles consist with five meeting, four for learning and once for doing test. The subject of this research was all students at fourth grade of SD 2 Penarukan that consist of 20 students. The objects of this research were student’s result in science learning at cognitive and cooperative learning model type STAD. Data of student’s learning in science was collected by using test method that was objective test consisting with 20 questions. The results of this research indicate that the average percentage of student’s result in science learning at first cycle is 72% which is in medium criteria. At second cycle the average percentage of student’s result in science learning increases to 85% which is in high category based on PAP five scales. According to the results of this research, concluded that there is average of student’s result in science learning by the implementation of cooperative learning model type STAD at fourth grade of SD 2 Penarukan Buleleng district Buleleng regency in academic year 2015/2016.keyword : STAD, the result in science learning
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS III
., Ni Luh Wika Sukmawati;
., I Kadek Suartama, M.Pd.;
., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7700
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca siswa setelah diterapkan model kooperatif tipe jigsaw berbantuan media gambar pada siswa kelas III di SD N 3 Tukadmungga tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas III semester genap SD N 3 Tukadmungga tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 20 orang dan objek penelitian ini yaitu keterampilan membaca. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil keterampilan membaca pada siklus I sebesar 60% (kategori rendah) dan keterampilan membaca pada siklus II sebesar 80% (kategori tinggi). Terjadi peningkatan keterampilan membaca sebesar 20%. Ini berarti penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media gambar dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas III di SD N 3 Tukadmungga tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, media gambar, keterampilan membaca This study aims to determine students' reading skills improvement after application of pictures cooperative jigsaw pictures in third-grade students in SD N 3 Tukadmungga the school year 2015/2016. This research is a classroom action research subjects second semester of third grade students of SD N 3 Tukadmungga the school year 2015/2016 of 20 people and the object of research is the skill of reading. This study was conducted in two cycles and each cycle consisted of three meetings. Data collection methods used in this research is the method of observation. The collected data was analyzed by quantitative descriptive analysis. The results showed that the results of the reading skills at the first cycle of 60% (low category) and reading skills at the second cycle by 80% (high category). An increase their reading skills by 20%. This means that the implementation of cooperative learning model jigsaw aided drawing pictures can improve students' reading skills of third grade in elementary school N 3 Tukadmungga the school year 2015/2016.keyword : cooperative jigsaw, pictures, reading skills
Penerapan Model Pembelajaran Paired Storytelling untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Semester II SD Negeri 4 Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016
., Gede Yoga Hermawan;
., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.;
., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7641
Permasalahan yang terdapat pada kelas V semester II di SD Negeri 4 Tejakula yaitu masih kurangnya keterampilan berbicara siswa. Oleh karena itu dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V semester II SD Negeri 4 Tejakula Kabupaten Buleleng setelah penerapan model pembelajaran paired storytelling tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 4 Tejakula sebanyak 17 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa rata-rata klasikal keterampilan berbicara siswa mencapai 78,5 serta ketuntasan klasikal mencapai 64,7%. Pada siklus II rata-rata klasikal keterampilan berbicara mencapai 87,2 serta ketuntasan klasikal mencapai 82,4%. Data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas V di SD Negeri 4 Tejakula setelah diterapkan model pembelajaran paired storytelling. Berdasarkan data hasil observasi dalam penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran paired storytelling dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V semester II SD Negeri 4 Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini disarankan kepada siswa, guru, sekolah serta peneliti lain.Kata Kunci : paired storytelling, keterampilan berbicara In the application of the second semester in class V SD Negeri 4 Tejakula is still a lack of students' speaking skills. Therefore conducted research that aims to improve speaking skills on the subjects of Indonesian students second semester class V SD Negeri 4 Tejakula Buleleng after application of learning models paired storytelling in the academic year 2015/2016. This research is a classroom action research. The subjects were all students in grade V in SD Negeri 4 Tejakula many as 17 people. Data collection techniques using observation. This study was conducted over two cycles. The results of the study in the first cycle showed that the average classical students' speaking skills reached 78.5 and reached 64.7% classical completeness. In the second cycle the average reached 87.2 classically speaking skills as well as classical completeness reached 82.4%. Data have been obtained showing that an increase in students' speaking skills in primary school class V 4 Tejakula after learning model paired applied storytelling. Based on data from observations in studies that have been conducted, it can be concluded that the application of learning models paired storytelling can improve speaking skills on the subjects of Indonesian students second semester class V SD Negeri 4 Tejakula Buleleng in the academic year 2015/2016. This study is recommended to students, teachers, schools and other researchers.keyword : paired storytelling, speaking skills
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
., I Gede Parwata Setiawan;
., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd;
., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7690
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk membuat disain pengembangan pembelajaran berbasis otak, meengetahui validitas dan efektivitas dari model pembelajaran berbasis otak (brain-based learning) dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas IV SD N 8 Banyuning. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE yang terdiri dari analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji validitas, rata-rata skor dari ahli pengembangan pembelajaran dan ahli isi adalah 4,5 dan 3,75 yang menunjukan model yang dikembangkan memiliki kriteria layak atau valid. Analisis hasil tes kemampuan pemecahan masalah siswa menunjukan 89,2 % siswa memperoleh hasil di atas KKM yang menunjukan model yang dikembangkan efektif sebagai model pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan dapat diterima sebagai model pembelajaran dan diharapkan bisa diterapkan dalam pembelajaran di sekolah oleh guru.Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, model pembelajaran berbasis otak, This development research was aimed to make the design of the development of brain-based learning, to know validity and effectiveness of the brain based learning model in mathematics teaching to improve critical thinking skills in the second semester of the students in claas IV SD N 8 Banyuning. The development model used is a model ADDIE comprising analyze, design, development, implementation, and evaluation. Data analysis technique used is descriptive qualitative data analysis techniques and quantitative. Based on the validity of the test results, the average scores of instructional development experts and expert contents are 4.5 and 3.75 that show the models developed have proper or valid criteria. Analysis of the test results of students' problem solving ability showed 89,2% of students obtaining the above results that show KKM effective model developed as a learning model. Based on these results it can be concluded that the learning model developed can be accepted as a model of learning and expected to be applied in teaching in schools by teachers.keyword : brain-based learning models, critical thinking skills.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
., Sang Gede Angga Wiguna;
., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd;
., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7777
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa siswa kelas V SD N 8 Banyuning setelah diterapkan pembelajaran berbasis otak. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di SD N 8 Banyuning yang berjumlah 26 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan instrumen tes pemecahan masalah sebanyak 5 butir. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis statistik diskriptif. Hasil penelitian dengan penerapan pembelajaran berbasis otak dalam pelajaran matematika kelas V SD N 8 Banyuning menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang ditunjukan dari nilai rata-rata sebesar 81,34 dan ketuntasan klasikal sebesar 84,6%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis otak dalam pembelajaran matematika di kelas V SD N 8 Banyuning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Kata Kunci : pembelajaran berbasis otak, kemampuan pemecahan masalah matematika The purpose of this study is to determine the increase in mathematics problem solving ability of students in class V SD N 8 Banyuning after application of brain-based learning. This research is a classroom action research. The subjects were students in class V SD N 8 Banyuning, totaling 26 people. Learning outcomes data collected by the problem-solving test instruments as much as 5 grains. Collected data were analyzed using descriptive statistical analysis. The results of the study with the application of brain-based learning in math class V SD N 8 Banyuning showed that an increase in student mathematics problem solving ability is shown from the average value of 81.34 and classical completeness of 84.6%. Based on these results we can conclude that the application of brain-based learning in mathematics learning in class V SD N 8 Banyuning can enhance problem solving abilitieskeyword : brain-based learning, mathematical problem solving abilities
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRODUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR INDONESIA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
., Eva Paramita;
., Drs. Nyoman Wirya;
., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7642
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia (keterampilan membaca) yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Introduction dan konvensional pada siswa kelas V di Gugus IX Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung..Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 3 Darmasaba yang berjumlah 27 orang dan siswa kelas V SDN 6 Darmasaba yang berjumlah 22 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data test yaitu tes objektif berjual 40 butir.. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis tatistic deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan hasil keterampilan berbicara yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran Problem Based Introduction dan siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran konvensional (ttabel = 2,03 > thitung = 4,31). Perbandingan hasil perhitungan rata-rata hasil keterampilan membaca Bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Introduction adalah 22,22 lebih besar dari rata-rata hasil keterampilan membaca Bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 20,59. Hal ini berarti penerapan model pembelajaran Problem Based Introduction berpengaruh terhadap keterampilan membaca Bahasa Indonesia siswa kelas V semester genap di Gugus IX Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Problem Based Introduction, keterampilan membaca This research aims to know the difference between the results of learning Bahasa Indonesia (reading) dibelajarkan skills with Problem-Based learning model Introduction and conventional on the students of class V in Cluster IX Sub-districts Abiansemal Badung district..types of this research is a research experiment pseudo . A sample of this research are the students in grade 5 at SDN 3 Darmasaba which numbered 27 people and students in grade 5 at SDN 6 Darmasaba which numbered 22 people. Data Collection in this research using the methods of data collection test is the test the objective of selling and 40 bullet.. The data collected were analyzed using descriptive tatistic analysis and inferential statistics (test-t). The results of this study found that there was a difference in the skills of speaking that significant between groups of children who follow the teaching Problem Based Introduction and students who follow the teaching of conventional learning model (ttable = 2.03 > tvalue = 4,31). Comparison of the results of the calculation of the average results of the Indonesian language reading skills students who follow the teaching learning model Problem Based Introduction is 22,22 is greater than the average results of the Indonesian language reading skills students who follow the conventional teaching models is 20,59. This means that the implementation of Problem-Based learning model Introduction affect reading skills Bahasa Indonesia students in grade 5 semesters fulfilled in Cluster IX Sub-districts Abiansemal Badung district years 2015/2016 lessonskeyword : Problem Based Introduction, reading skills
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER GENAP DI SD NEGERI 1TISTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016
., Aa Ngr Agung Swapranata;
., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.;
., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7783
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA setelah menerapkan model pembelajaran word square pada kelas V semester genap SD Negeri 1 Tista tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Tista tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 28 orang, terdiri dari 13 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Pengumpulan data hasil belajar IPA menggunakan metode tes, dengan instrumen soal essay. Data hasil belajar IPA siswa yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif kuantitatif untuk menentukan mean dan persentase mean. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar IPA siswa dari siklus I sampai siklus II. Persentase hasil belajar IPA siswa pada siklus I adalah 75,3% (kategori sedang) dan meningkat menjadi 89,2% (kategori tinggi) pada siklus II. Jadi, penerapan model pembelajaran word square dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V semester Genap di SD Negeri 1 Tista tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : Word Square, Hasil Belajar IPA This research is aimed to improve the IPA learning outcome after implementing learning model of word square at fifth grade Number 1 Tista Primary school for academic years 2015/2016. The subyek of this research is students at fifth grade Number 1 Tista primary school for academic years 2015/2016 which has 28 students, consist of 13 males and 15 females. This research is classroom action research that is conducted on two cycles. Each cycles consist of four steps namely: planing, implementing, observation/ evaluating, and reflecting. To collect the IPA learning outcome by using test method such as intrument of wriiten test. The data of IPA learning outcome are collected to analized to consider mean and precentage mean.This research shows the improvement of IPA learning outcome for student from first cycle until second cycle. The precentage of IPA learning outcome for students in firs cycle is 75,3% ( average category) and the improvement becomes 89,2% ( high category) in second cycle. Therefore, the implementation on learning model of word square have to improve IPA learning outcome for students at fifth grade Number 1 Tista Primary school for academic years 2015/2016. keyword : Word Square, Learning outcomes IPA.