cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 313 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING - PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V Sekolah Dasar ., Ketut Agus Artawan; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran Probing-Prompting dengan kelompok siswa yang tidak mendapat perlakuan model pembelajran Probing-Prompting pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SDN di Gugus V Kecamatan banjar. Sampel penelitian adalah SDN 1 dan SDN 3 Pedawa. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dengan instrument tes hasil belajar IPA.Analisis data menggunakan SPSS 16.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajaran menggunakan model pembelajaran Probing-prompting deangan kelompok siswa yang dibelajarkan tanpa menggunakan model pembelajaran Probing-prompting. Hal ini diketahui dari hasil analisis hipotesis dengan SPSS 16, nilai signifikansi < 0,05 dan skor rata-rata siswa yang belajar dengan model pembelajaran Probing-promptinglebih tinggi yaitu 24,14 sedangkan skor rata-rata kelompok siswa yang dibelajarkan tanpa menggunakan model pembelajaran Probing-prompting yaitu 17,95. Jadi, model pembelajaran pembelajaran Probing-prompting berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V di Gugus V Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Probing-prompting , hasil belajar, IPA This research aims to know the difference between a group of learning outcomes of students who got the treatment model of learning Probing-Prompting with the kelompoksiswa who got no treatment model pembelajran Probing-Prompting on the subjects of natural science. This research includes research of artificial experiments that use of non-equivalent design post test only control group design. The population of this research is the entire class V Schools located in banjar Sub-district V Force. Sample research is the Primary Country 1 Cempaga and State primary school Pedawa 3. Data collection methods method using test results test instrument with studied natural sciences. Data analysis using SPSS 16. The results showed that there is a difference between the IPA learning outcomes students use learning models dibelajaran Probing-Prompting by groups of students are dibelajarkan learning model without using the Probing-prompting. It is known from the results of the analysis with SPSS 16 hypotheses, significance and value of 0.05 < an average score of students who learn by learning Probing-promptinglebih high i.e. 24.14 whereas the average score of the Group of students who are learning model without using the dibelajarkan Probing-prompting i.e. 17.95. So, learning learning model Probing-prompting effect on the results of studying natural sciences at grade V in V Force Sub Banjar Regency of Buleleng Years Lessons 2016/2017keyword : Probing-prompting, learning result, Science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI GUGUS UNTUNG SURAPATI DENPASAR TIMUR ., Ni Wayan Cindhi Meilani; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10774

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Think Pair Square dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Negeri SD Gugus Untung Surapati Denpasar Timur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalen control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Untung Surapati yang terdiri dari 229 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 71 siswa , 37 siswa kelas IV SDN 7 Sumerta sebagai kelompok eksperimen dan sebanyak 34 siswa kelas IV SDN 14 Dangin Puri sebagai kelas kontrol. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dilakukan dengan metode tes dan instrument yang digunakan adalah berupa tes objektif pilihan ganda biasa. Data dianalisis menggunakan uji-t. Rata-rata hasil kompetensi pengetahuan IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Square lebih tinggi dengan rata-rata 82,27 dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional dengan rata-rata 72,11.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Think Pair Square dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional dengan t hitung = 5,22 ; sedangkan pada taraf 5% dan dk= 69 diperoleh nilai t tabel = 2,00. Hal ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Think Pair Square berpengaruh signifikan terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS pada siswa kelas IV SD Negeri Gugus Untung Surapati Denpasar Timur.Kata Kunci : pembelajaran think pair square, kompetensi pengetahuan IPS. The purpose of this research is to know the significant difference of mastering the competence of IPS knowledge between the groups of students who are taught by the Think Pair Square Learning Model with the students who are taught through conventional learning in grade 4 students of SD Negeri Gugus Untung Surapati, East Denpasar. This research is a quasi-experimental research with non-equivalent design group design. The population of this research is all the fourth grade students of State Elementary School in Untung Surapati Cluster consisting of 229 students. The sample in this research are 71 students, 37 students of grade IV SDN 7 Sumerta as experiment group and as many as 34 students of grade IV SDN 14 Dangin Puri as control class. The determination of experimental group and control group using random sampling technique. The collection of competency knowledge knowledge of IPS data is done by the test method and the instrument used is in the form of ordinary double choice objective test. Data were analyzed using t-test. The average result of IPS knowledge competence of students who learned using Think Pair Square Learning Model is higher with an average of 82.27 compared to students who were taught by conventional learning with an average of 72.11. The results showed that there were significant differences in competency Knowledge of IPS between groups of students who were taught by Think Pair Square Learning Model with students who were taught through conventional learning with t count = 5.22; While at level 5% and dk = 69 obtained t value table = 2,00. This means H0 is rejected and Ha accepted. Thus it can be concluded that the Learning Model Think Pair Square significantly influence the mastery of IPS knowledge competence in fourth grade students of State Elementary School Untung Surapati East Denpasar.keyword : learning think pair square,IPS knowledge competence.
PENGARUH METODE SAS BERBANTUAN MEDIA PRESENTASI TERHADAP HASIL BELAJAR MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SD ., Gus Nyoman Widhi Arsa Nugraha; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., I Kadek Suartama, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedan hasil belajar membaca permulan mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas I antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) berbantuan Media Presentasi Pembelajaran dengan kelompok siswa yang dibelajarkan metode Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian post-test only control design. Populasi ini adalah seluruh siswa kelas I SD di Gugus V Kecamatan Sukasada tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 245 orang. Sampel penelitian adalah SD Negeri 2 Panji dengan jumlah 30 siswa dan SD Negeri 4 Panji dengan jumalah 31 siswa. data yang dikumpulkan adalah hasil belajar membaca permulaan mata pelajaran bahasa indonesia. Teknik pengambilan dilakukan menggunakan teknik random sampling. Bentuk tes hasil membaca permulaan bahasa indonesia menggunakan tes lisan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini menemukan bahwa hasil belajar membaca permulaan mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelompok eksperimen tergolong sangat baik dengan rata-rata (M) 16,43. Hasil belajar membaca permulaan mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelompok kontrol tergolong cukup dengan rata-rata (M) 11,37. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) berbantuan Media Presentasi Pembelajaran dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode konvensional. (thitung > ttabel, thitung = 7,13 dan ttabel = 2,00). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) berbantuan Media Presentasi Pembelajaran berpengaruh positif terhadap hasil belajar Bahasa indonesia.Kata Kunci : metode sas, hasil belajar, media presentasi This research aims to know the diference learning outcomes reading the beginning of the first grade student of Indonesian language between groups of students, who were thought by the method Structural Analytic Syntetic (SAS) media assisted presentation of learning with groups of students who were tought by Conventional methods. The type of research design post-test only control design. This population is all the first grade students of elementary school cluster V the district of Sukasada, academic year 2016/2017 which amounted to 245 people . the research sample is public elementary school 2 Panji with a total of 30 students and public elementary school 4 Panji 31 students. The data collected is the result of learning to read the beginning of Indonesian language subjects. The retrieval technique is done using random sampling technique. Form of test results read the beginning of Indonesian language using oral test. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The result of this study found that learning out comes reading the beginning of Indonesian student experimental group is very good with average (M) 16,43 the learning of Indonesian subject of control were quite average (M) 11,37. This mean there is a significant defferences in learning out comes a many students who are tought by Structural Analytic Sintetic (SAS) with the media of instructional presentation with students tought by conventional methods . (tcount > ttablel, tcount = 7,13 dan ttable = 2,00). This it can concluded that Structural Analytic Sintetic (SAS) method media aided presentation learning positive effect on learning out comes Indonesian language.keyword : method sas, the outcomes, media presentation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V ., Ni Made Dani Kusuma; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Share berbantuan media gambar dengan kelompok siswa yang dibelajarkan tanpa menggunakan model pembelajaran Think Pair Share berbantuan media gambar pada siswa kelas V Gugus XIV Kecamatan Buleleng, Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dan menggunkan desain non-equivalent post-test only control group design. Sampel penelitian yaitu kelas V SDN 1 Tukadmungga dan SDN 1 Pemaron berjumlah 66 orang. Data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan instrument berbentuk tes pilihan ganda. Analisis data menggunkan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Share berbantuan media gambar dan siswa yang dibelajarkan tanpa menggunakan model pembelajaran Think Pair Share berbantuan media gambar. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata skor hasil belajar IPS kelompok eksperimen adalah 19,44 lebih besar dari rata-rata skor hasil belajar IPS kelompok kontrol sebesar 14,09. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata skor berdasarkan hasil perhitungan uji-t, diperoleh thit adalah t = 4,48 dengan taraf signifikan 5% diperoleh ttab = 2,000. dapat ditarik kesimpulan bahwa, thit > ttab, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Adanya pengaruh yang signifikansi menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran Think Pair Share berbantuan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran tanpa menggunakan model pembelajaran Think Pair Share berbantuan media gambarKata Kunci : Think Pair Share, Media Gambar, hasil belajar, IPS This study aims to determine the significant effect of IPS learning outcomes between groups of students who were taught by the model of learning Think Pair Share assisted media images with groups of students who were taught without using the model of learning Think Pair Share assisted media images on class V students Xug District Buleleng, Year Lesson 2016/2017. This type of research is quasi experimental and uses non-equivalent post-test designs only control group designs. The research sample is class V SDN 1 Tukadmungga and SDN 1 Pemaron 66 people. IPS learning result data with instrument. Data analysis used descriptive and inferential statistical analysis (t-test). The results of this study indicate the effect of learning results IPS significant between students with learning models Think Pair Share assisted image media and students who are taught without using the model of learning Think Pair Share assisted media images. The experimental results of experimental group IPS were 19.44 more than the average score of learning outcomes of IPS control group of 14.09. Results t arithmetic = 2,000. Ttab = 2,000. Can be drawn back, then tsb, so that H0 is rejected and H1 accepted. The existence of a significant influence shows the learning using learning model Think Pair Share assisted media images of learning outcomes together with learning without using learning model Think Pair Share assisted image media.keyword : Think Pair Share, Media Image, learning result, IPS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE BERBASIS BUDAYA MASYARAKAT LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR PKn Siswa ., Luh Leni Andriani; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Luh Putu Sri Lestari, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar PKn siswa yang diajarkan dengan model Think Pair Share (TPS) berbsasis budaya masyarakat lokal dan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran ekspositori pada siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Susut. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Susut yang berjumlah 92 orang. Sampel penelitian ini, yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Sulahan yang berjumlah 22 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 5 Sulahan sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar PKn dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil analisis data yang diperoleh, yaitu (1) hasil belajar PKn siswa kelompok eksperimen dengan M = 25,54 tergolong kriteria sangat tinggi, (2) hasil belajar PKn siswa kelompok kontrol dengan M = 22,45 tergolong kriteria tinggi, dan (3) hasil dari uji t menunjukkan bahwa thitung= 2,915 dan ttabel= 2,021 (thitung > ttabel). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasi belajar PKn antara kelompok siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran TPS dan kelompok siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran ekspositori pada siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Susut Kabupaten Bangli tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : TPS, budaya, hasil belajar PKn This study was aimed at determining the significant differences between the learning outcomes of the students who are taught with Think Pair Share (TPS) model based on local culture and of students taught by ekspositori learning model in grade V students in Elementary School of Gugus III in Susut District. This research is a quasi-experimental research using non-equivalent post-test only control group design. The population of this research is all students of class V in Elementary School of Gugus III in Susut District, amounting to 92 individuals. The sample of this research is students of class V SD Negeri 1 Sulahan which amounted to 22 people as experiment group and class V students of SD Negeri 5 Sulahan as control group. Civics learning outcomes are collected using multiple choice tests. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistical analysis, t-test. The result of the data analysis are (1) the result of Civics learning of experimental group with M = 25, 54 is very high criterion, (2) result of Civics learning of students from control group with M = 22, 45 belong to high criterion, and (3) Result of t test show that tcount= 2,915 and ttable = 2,021 (tcount>ttable). Thus, it can be concluded that there are significant differences between the learning of Civics between the groups of students who were taught by the model of TPS learning and group of students who were taught by the ekspositori learning model on the students of class V in Elementary School of Gugus III in Susut District of Bangli Regency year 2016/2017.keyword : TPS, culture, civics learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Kadek Sri Wahyuni; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Drs. Wayan Tirka,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10990

Abstract

Terdapat beberapa permasalahan dalam pembelajaran IPA pada kelas V SD di Desa Kalibukbuk yaitu (1) guru tidak menerapakan model pembelajaran yang inovatif, (2) guru tidak mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, dan (3) pembelajaran yang berlangsung didominasi dengan ceramah, tanya jawab, dan penugasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan metode make a match dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa sekolah dasar (SD) kelas V di Desa Kalibukbuk yang berjumlah 125 siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes dan instrumen berupa lembar soal pilihan ganda yang berjumlah 30 butir soal. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan metode make a match dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional, dengan nilai thitung sebesar 6,41 dan ttabel sebesar 2,000. Artinya, thitung lebih besar dari ttabel. Sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran kooperatif dengan metode make a match berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : make a match, hasil belajar IPA. There are some problems in learning science in class V SD in Kalibukbuk village that is (1) the teacher does not apply innovative learning model, (2) the teacher is not able to create a pleasant learning atmosphere, and (3) the learning that takes place is dominated by lecture, and assignments. The aim of this research is to know the difference of science learning achievement which is significant between the students group that is taught using cooperative learning model with make a match method and the group of students who are taught using conventional learning model in grade V of elementary school in Kalibukbuk village, Buleleng subdistrict, Buleleng regency 2016/2017. This type of research is a quasi-experimental study with non-equivalent design of post-test only control group design. The population in this study is all students of elementary school (SD) class V in Kalibukbuk Village, amounting to 125 students. The sample selection was done by random sampling technique. Student learning outcomes data collected by the test method and the instrument in the form of multiple choice questions about 30 items. The data obtained were then analyzed using descriptive and inferential statistical analysis techniques (t-test). The results showed that there were significant differences in the science learning outcomes between the groups of students who were taught using cooperative learning model with make a match method and the group of students who were taught using conventional learning model, with the tcount of 6.41 and the ttable of 2,000. That is, t count is bigger than ttable. So it can be said that cooperative learning model with make a match method influence on science learning outcomes of grade V SD students in Kalibukbuk Village, Buleleng District, Buleleng District Lesson Year 2016/2017.keyword : make a match , science learning outcomes.
PENGARUH MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION BERMEDIAKAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., I Wayan Juliarsa; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization bermediakan peta konsep dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 130 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu simple random sampling dengan cara undian. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 5,95 > ttabel 2,021). Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization bermediakan peta konsep dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization bermediakan peta konsep berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Team Assisted Individualization, hasil belajar This research aims to determine the significant differences of science learning outcomes among the group of students that learned with cooperative learning model Team Assisted Individualization provides concept map and group of students that learned with conventional learning models to students fourth grade in cluster I Abang district Karangasem regency in the academic year 2016/2017. This research is a quasi-experimental with non-equivalent posttest only control group design. The population was all students in fourth grade in cluster I Abang district Karangasem regency in the school year 2016/2017, amounting to 130 students. Sampling using random sampling technique is simple random sampling by lottery. Science learning outcome data were collected using an objective test of multiple choice form. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The result of this research shows that the result of t-test analysis obtained tcount is bigger than ttable (tcount=5,95 > ttable=2,021). This means that there are significant differences of science learning outcomes among yhe group of students that learned with cooperative learning model Team Assisted Individualization provides concept map and group of students that learned with conventional learning models. So it can be concluded cooperative learning model Team Assisted Individualization provides concept map has a positive effect on science learning outcomes students in fourth grade in cluster I Abang district Karangasem regency in the school year 2016/2017.keyword : learning outcomes, Team Assisted Individualization
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD GUGUS LETKOL WISNU TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Ni Kadek Dwi Mega Yanthi; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning berbantuan media audio visual terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan matematika siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Desain penelitian ini menggunakan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu. Sampel diambil dengan teknik Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN 11 Peguyangan sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IVB SDN 5 Peguyangan sebagai kelompok kontrol. Data penguasaan kompetensi pengetahuan Matematika dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan Matematika yang diperoleh kelompok eksperimen, yaitu X ̅=80,62 dan rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan Matematika yang diperoleh kelompok kontrol, yaitu X ̅=71,35. Setelah diuji menggunakan uji-t , didapat thitung=4,157 dan pada taraf signifikansi 5% (α=0,05) dengan dk=34+31–2 diperoleh ttabel(α=0,05)=2,000. Berdasarkan kriteria pengujian thitung =4,157 > ttabel(α=0,05) =2,000, maka Ho ditolak. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model problem based learning dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu tahun ajaran 2016/2017. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model problem based learning terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan Matematika pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : problem based learning, media audio visual, kompetensi pengetahuan matematika The aim of the research is to determine the influence of model problem based learning audio visual aids on the mastery of the competence of knowledge mathematics in the 4th grade students of sd gugus letkol wisnu academic year 2016/2017 this type of research is a trick exsperiment. the design of this research was using "nonequivalent control group design". The population of this study were all fourth grade students of sd Gugus Letkol Wisnu. The sample was taken by Random Sampling technique. Samples in this research were the students of grade 4th SDN 11 Peguyangan as experimental group and students of grade 4thB SDN 5 Peguyangan as control group. The mastery of knowledge competence Mathematics was collected with instruments in the form of multiple choice test. The data were analyzed by t-test. The results showed that the average of mathematical knowledge competence acquired by the experimental group X = 80,62 and the average mastery of mathematical knowledge competence obtained by the control group that is X = 71,35. After tested using the t-test, gained tarithmetic= 4,157 and at a significant level of 5% with dk = 34 + 31-2 obtained ttable (α =0,05) = 2,000. Based on the test criteria tarithmetic = 4,157 > ttable = 2,000. Then Ho was rejected. This, there were significant differences in the mastery of knowledge competence of Mathematics between groups of students who were taught through the model of problem based learning with groups of students who were taught through conventional learning in grade IV students SD Letkol Wisnu academic year 2016/2017. It can be concluded that there was influence of problem based learning model on the mastery of knowledge competence of Mathematics in fourth grade students SD Letkol Wisnu academic year 2016/2017.keyword : problem based learning model, audio visual media, mathematical knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS IV SD ., Dewa Ayu Mega Cahyani; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas IV semester II tahun pelajaran 2016/2017 di SD gugus V Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment). Populasi penelitian ini adalah kelas IV di SD Gugus V Kecamatan Banjarangkan yang berjumlah 65 orang siswa. Sebanyak 44 siswa terpilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan melalui metode tes berbentuk pilihan ganda. Data tersebut dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung sebesar sebesar 6,398, dan ttabel dengan db = 24 dan 18 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,08. Hal ini berarti nilai thitung lebih besar dari ttabel (6,398 > 2,08), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata hasil belajar PKn kelompok eksperimen adalah 16,02 lebih besar daripada rata-rata hasil belajar PKn kelompok kontrol adalah 8,94, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV semester II tahun pelajaran 2016/2017 di SD gugus V Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung.Kata Kunci : STAD, Hasil belajar PKn. This study aims to determine the difference of learning outcomes of Civics between groups of students who were taught by STAD type cooperative learning model and group of students who were taught not to use STAD type cooperative learning model in class IV second semester of academic year 2016/2017 in SD group V District Banjarangkan Klungkung Regency . This type of research is quasi experiment (quasi experiment). The population of this research is class IV in SD Gugus V Kecamatan Banjarangkan which amounts to 65 students. A total of 44 students were selected as samples determined by random sampling technique. Data collected through multiple choice shaped test method. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The result showed that t count equal to 6,398, and ttable with db = 24 and 18 at significance level 5% was 2.08. This means the tcount is greater than the ttable (6.398> 2.08), so H0 is rejected and H1 is accepted. So it can be interpreted that there are significant differences in learning outcomes of Civics between groups of students who were taught by STAD type cooperative learning model and group of students who were taught not using STAD type cooperative learning model. Judging from the average calculation of learning outcomes of PKN, the experimental group is 16.02 greater than the average of PKN learning outcomes of the control group is 8.94, so it can be concluded that the application of STAD type cooperative learning model positively influences the students' learning outcomes IV second semester of academic year 2016/2017 at SD group V District of Banjarangkan Klungkung Regency.keyword : STAD, learning outcomes Civics.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS V SD GUGUS KOMPYANG SUJANA KECAMATAN DENPASAR UTARA ., Made Ayu Kusumadewi; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10804

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray berbantuan media audio visual dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Kecamatan Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini termasuk Quasi Eksperiment Design dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Grup Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Kecamatan Denpasar Utara yang berjumlah 343 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling didapatkan SDN 2 Peguyangan sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 40 siswa dan SDN 3 Tonja sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 36 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk pilihan ganda biasa yang berjumlah 30 soal yang telah divaliditas. Data dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil uji-t didapat thitung = 4,95 dan ttabel pada taraf signifikan 5% dengan dk = 74 adalah 2,00. Berdasarkan kriteria pengujian thitung > ttabel (4,95 > 2,00) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Rerata kompetensi pengetahuan IPS yang diperoleh siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Two Stay Two Stray berbantuan media audio visual lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional (81,00 > 70,00). Berdasarkan pengujian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Kecamatan Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : two stay two stray, audio visual, kompetensi pengetahuan IPS Abstract This research has purpose to find out the significant difference of social science knowledge competence student groups which using the Two Stay Two Stray learning model assisted by audio visual media and the student groups that were taught by using conventional learning to 5th grade students of Gugus Kompyang Sujana Elementary School of North Denpasar Sub-district Academic Year 2016/2017. It is a Quasi Experiment Design with Non equivalent Control Grup Design. This research population are the whole students Gugus Kompyang Sujana Elementary School with total of 343 students. Sample using random sampling technique and SDN 2 Peguyangan is as experiment group with total of 40 students and SDN 3 Tonja as control group with total of 36 students. Data was analyzed by t-test. Based on the t-test it is obtained tcount = 4.95 and ttable in significant level 5% and dk 74 = 2.00. Based on the testing criteria the tcount > ttable (4.95 > 2.00) so H0 is rejected and Ha is accepted. The average of social science knowledge competence obtained by the students taught through Two Stay Two Stray learning model assisted by audio visual media is higher than the students taught through the conventional learning (81.00 > 70.00). Based on the testing it can be concluded that the Two Stay Two Stray learning model assisted by audio visual media has influence to the social science knowledge competence the students of 5th grade of Gugus Kompyang Sujana Elementary School of Nort Denpasar Sub-district of Academic Year 2016/2017.keyword : two stay two stray, audio visual, social science knowledge competence

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue