cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 313 Documents clear
PENGARUH MODEL SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Ni Kadek Ari Wariani; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan Media Gambar dengan siswa yang tidak dibelajarkan melalui model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan Media Gambar di kelas V SD di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng yang banyaknya 202 orang siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD N 5 Banyuning dan SD N 2 Banyuning yang berjumlah 77 orang siswa. Data tentang hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes obyektif bentuk pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan Media Gambar dengan siswa yang tidak dibelajarkan melalui model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan Media Gambar (thitung lebih besar dari ttabel) dengan db = 75 dan taraf signifikansi 5%. Hal ini berarti, terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing berbantuan media gambar terhadap hasil belajar IPA yang signifikan pada siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : snowball throwing, gambar dan hasil belajar This research aims to know the difference that significant of the result in science learning between the students who are taught through the Snowball Throwing learning model using media picture with the students are not taught through the Snowball Throwing learning model using media picture. In Elementary School of grade V (five), group I, Buleleng Subdistrict. The population of this research is students in Elementary School of grade V (five), group I, Buleleng Subdistrict are 202 students. The sample of the research is the students of grade V SD N 5 Banyuning and SD N 2 Banyuning which amounted to 77 students. Data on science learning outcomes were collected by instruments in the form of regular multiple choice test. The data of the results of science learning are collected with the instrument of multiple choice test. The data are analyzed using the t-test. The result of the research shows that there are the significant difference of sciene learning between the students that are taught through the Snowball Throwing learning model using media picture with the students are not taught through the snowball throwing learning model using media picture (tcount is greater than ttable) with db = 75 and the standard significant = 5%. This means that there is an influence of cooperative learning model of Snowball Throwing learning model using media picture on significant learning outcomes of IPA in grade V of elementary school in Gugus I Buleleng Subdistrict, Buleleng Regency.keyword : snowball throwing, picture, and the result of the study
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH BERBANTUAN PETA PIKIRAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ., Meida Dwi Sana Tiballa; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa kelas V yang mendapat perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan peta pikiran dan siswa kelas V yang tidak mendapat perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan peta pikiran. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng. Sebanyak 32 orang siswa kelas kelas V SDN 3 Kaliuntu dilibatkan sebagai kelompok eksperimen dan 28 orang siswa kelas V SDN 1 Kaliuntu dilibatkan sebagai kelompok kontrol. Kedua kelompok memiliki kesetaraan hasil belajar IPA sebelum diberikan perlakuan. Kesetaraan ini diuji dengan Uji Anava Satu Jalur terhadap hasil ujian akhir semester sebelum perlakuan dilaksanakan. Sementara kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Berbantuan Peta Pikiran, akan tetapi mendapatkan pembelajaran yang biasanya dilaksanakan oleh guru. Setelah perlakuan kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dites hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alamnya dengan menggunakan tes hasil belajar buatan peneliti. Data hasil tes dianalisis dengan Uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Berbantuan Peta Pikiran dan siswa yang tidak mendapat Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Berbantuan Peta Pikiran. Kata Kunci : Model make a match, hasil belajar, IPA This study aims to determine the difference of science learning outcomes between grade V students who received treatment with cooperative learning model type of make a match aided mind map and grade V students who are not treated with cooperative learning model type make a match assisted mind map. This research type is quasi experiment research with non-equivalent design posttest only control group design. Samples were taken by random sampling technique. The population of this research is all students of grade V SD in Gugus X Buleleng District. A total of 32 students of class V SDN 3 Kaliuntu were involved as experimental group and 28 students of grade V SDN 1 Kaliuntu were involved as control group. Both groups had equality of science learning outcomes before treatment was administered. This equality is tested by Anava Path Test against the final exam result before the treatment is done. While the control group did not get the Cooperative Learning Model Type Make A Match Mind Map Therapy, but get the learning that is usually carried out by the teacher. After the experimental group treatment and control group tested the result of study of Natural Sciences by using the result of research test made by the researcher. The test result data was analyzed by t-Test. The result of the analysis shows that there are significant differences of science learning outcomes between students who received treatment model of Cooperative Learning Type Make A Match Assisted Mind Maps and students who did not get Cooperative Learning Model Type Make A Match Assisted Mind Map.keyword : make a match, learning outcomes, sains
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERFASILITAS MEDIA SEDERHANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Ketut Depi Jayanti; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11043

Abstract

Permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah siswa kurang antusias dalam menerima pembelajaran karena didominasi hanya kegiatan ceramah, diskusi dan penugasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa kelas V yang belajar mengikuti model pembelajaran snowball throwing berfasilitas media sederhana dan siswa kelas V yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional SD Gugus I Kecamatan Kubutambahan Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V tahun pelajaran 2016/2017 di SD Gugus I Kecamatan Kubutambahan. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA. Dari hasil analisis uji-t dengan thitung lebih besar dari ttabel yaitu 8,15 > 2,00 dan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa kelas V yang belajar mengikuti model pembelajaran snowball throwing berfasilitas media sederhana adalah 24,28 (kategori sangat tinggi) dan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa kelas V yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional adalah 14 (kategori sedang). Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa kelas V yang belajar mengikuti model pembelajaran snowball throwing berfasilitas media sederhana dan siswa kelas V yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional SD Gugus I Kecamatan Kubutambahan Tahun Pelajaran 2016/2017. Dengan demikian, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran snowball throwing berfasilitas media sederhana berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Kubutambahan Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Hasil belajar, media, snowball throwing Problems found in this study are students are less enthusiastic in accepting learning because it is dominated only lecture activities, discussions and assignments. This study aims to determine the significant difference of science learning outcomes among fifth graders who learn to follow the learning model of snowball throwing with simple media facilities and fifth graders learning to follow the conventional learning model of academic year 2016/2017 in elementary school cluster I kubutambahan subdistrict. This research is a quasi experiment research with research design used post-test only control group design. The population of this research is fifth graders of academic year 2016/2017 in elementary school cluster I kubutambahan subdistrict. The data collected is the result of science learning. From the results of t-test analysis with thitung greater than ttabel is 8.15> 2.00 and the average score of science learning outcomes of fifth graders who learn to follow the learning model of snowball throwing with simple media facilities was 24.28 (category of very high) and the average score of science learning outcomes of fifth graders who learn to follow the conventional learning model was 14 (category of being). So, it can be concluded that there is a significant difference of science learning outcomes between fifth graders who learn to follow the learning model of snowball throwing with simple media facilities and fifth graders learning to follow the conventional learning model of academic year 2016/2017 in elementary school cluster I kubutambahan subdistrict. Thus, the learning by using the model of snowball throwing learning with simple media facilities has a positive effect on the learning outcomes of science students of academic year 2016/2017 in elementary school cluster I kubutambahan subdistrict.keyword : learning outcomes, media, snowball throwing
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRC BERBANTUAN MEDIA CERITA DONGENG TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS III SD ., I Md Agus Yogi m; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10888

Abstract

Masih rendahnya hasil belajar bahasa Indonesia siswa SD kelas III di gugus XIII kecamatan Buleleng menjadi permasalahan yang perlu dicari faktor penyebab dan pemecahannya. Temuan awal bahwa dari 120 siswa kelas III SD yang ada di gugus XIII Kecamatan Buleleng, terdapat 85 siswa yang masih di bawah KKM. Rendahnya hasil belajar ini diduga karena model pembelajaran yang diterapkan guru cenderung kurang mengaktifkan peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengeksperimenkan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) berbantuan media cerita dongeng yang bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas III SD di Gugus XIII Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas III SD di Gugus XIII Kecamatan Buleleng, yang berjumlah 120 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas III SD Negeri 1 dan 3 Banjar Tegal dengan jumlah siswa masing-masing 24 dan 21 orang, yang ditentukan dengan teknik random sampling. Instrumen pada penelitian ini yaitu tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2.14 dan ttab sebesar 2,00. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CIRC berbantuan media cerita dongeng dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran bukan CIRC berbantuan media cerita dongeng.Kata Kunci : model, circ, media,dongeg, hasil belajar bahasa indoesia The low learning outcomes of Indonesian students of elementary school class III in cluster XIII Buleleng district become a problem that need to look for factors causing and solving it. Preliminary findings that of 120 students of third grade elementary school in Buleleng District XIII, there are 85 students who are still under KKM. The low learning outcomes are suspected because the instructional model applied by the teacher tends to be less activate the learners. Therefore, this research tries to experiment the CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) learning model with fairy tale media which aims to know its effect on the result of learning Indonesian in third grade students in Buleleng District XIII. This type of research is quasi experimental research with post test design only control group design. The population of this research is class III SD in Buleleng District XIII District, which amounts to 120 people. The sample of this study is class III SD Negeri 1 and 3 Banjar Tegal with the number of students each 24 and 21 people, determined by random sampling technique. Instrument in this research that is result of learning test. The data obtained were analyzed by descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The results showed that the value of t count of 2.14 and ttab of 2.00. That is, there is a significant effect of learning outcomes of Indonesian between groups of students who were taught by CIRC-aided learning model of fairy tale media and groups of students who were taught by learning models instead of CIRC-assisted media stories fairy tales.keyword : Model, circ, media, fairy tale, learning result indonesian language
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS PANGERAN DIPONEGORO DANPASAR BARAT TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Gusti Ayu Lestari; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10731

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Word Square berbantuan media lingkungan dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017. Pada penelitian ini, unit eksperimennya berupa kelas sehingga rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan menggunakan desain penelitian non-equivalen control group desain. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas IV (empat) SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017. Pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling, uji kesetaraan dengan memberikan Pre-Test menggunakan teknik Matching. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IVB SD Negeri 11 Pemecutan sebagai kelompok eksperimen dan kelas IVB SD Negeri 1 Pemecutan sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 33 orang. Data kompetensi pengetahuan IPA dikumpulkan menggunakan tes kompetensi pengetahuan berupa tes objektif bentuk pilihan ganda biasa, kemudian data dianalisis dengan uji-t.Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA siswa pada kelas eksperimen yaitu X ̅ = 78,39 dan pada kelas kontrol yaitu X ̅ = 71,67. Serta setelah dilakukan uji hipotesis diperoleh thitung = 2.676 dan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 33+33-2=64, maka diperoleh harga ttabel = 2,000. Sehingga dapat dikatakan bahwa thitung = 2,676 > ttabel(α=0,05:64) = 2,000, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Word Square berbantuan media lingkungan dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD. Kata Kunci : Kata kunci: model pembelajaran word square berbantuan media lingkungan, pembelajaran konvensional, penguasaan kompetensi pengetahuan IPA. Abstract This research’s aims to know the difference of student’s mastery of science competence taught by word square learning model with assistance of environment media and students taught by conventional learning model for students grade four of SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat in academic year 2016/2017. In this research’s experiment unit is in form of class, then the research design use quasi experimental and non-equivalent control group design. Population of this research are students grade four of SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat in academic year 2016/2017. This research’s sampling use random sampling and equality test which use matching technique. This research’s sample is class IVB of SD Negeri 11 Pemecutan as experimental group and IVB of SD Negeri 1 Pemecutan as control group with thirty three students in each group. Data of mastery of science competence are collected by objective test in a form of conventional multiple choice, and then the data are analyzed by t-test. Based on the result of this research, the average score of students in experimental group is X = 78,39 and X = 71, 67 for students in control group. After conduct hypothesis test the result is tcount=2,676 and 5% on level of significance with dk= 33+33-2=64, then obtained ttable=2,000. So it can be said tcount=2,676 > ttable(a=0,05:64)= 2,000, so H0 is rejected and Ha is accepted. It means the result of this research shows the difference between students taught by word square learning model with assistance of environment media and students taught by conventional learning model on students grade four SD. keyword : Keywords: word square learning model with assistance of environment media, conventional learning model, mastery of science competence.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SEKOLAH DASAR KELAS V ., Ni Made Diantari; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan peta konsep dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional siswa sekolah dasar kelas V di Gugus V Kecamatan Melaya tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design dan sampel sebanyak 51 orang yang diambil secara simple random sampling. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan melalui instrument tes hasil belajar dengan bentuk tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan peta konsep dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS siswa Sekolah Dasar kelas V di Gugus V Kecamatan Melaya (thitung = 2,791 dan ttabel = 2,010 sehingga thitung > ttabel). Adanya perbedaan tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan Peta Konsep berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa Sekolah Dasar kelas V di Gugus V Kecamatan Melaya tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : kooperatif, student teams achievement divisions, peta konsep, hasil belajar. This study aimed to determine the difference of social science learning outcomes between students who were taught by cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions (STAD) assisted concept maps and students taught by conventional learning model of V grade elementary school students in Cluster V District Melaya academic year 2016/2017. This research is classified as quasi experiment with non-equivalent design of posttest only control group design and 51 samples taken by simple random sampling. Social science students' learning outcomes students were collected through test result learning instrument with objective test form. The students obtained were analyzed using descriptive analysis technique and inferential statistic (t-test). The results showed that there were significant differences in social science learning outcomes between students who were taught by cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions (STAD) assisted with concept maps and students who were taught by conventional learning model on social science subjects of elementary school class V in Cluster V District Melaya (thitung = 2,791 and ttable = 2.010 so thitung> ttable). The existence of the difference shows that the cooperative learning model of Student Teams Achievement Divisions (STAD) assisted Concept Map influences the learning outcomes of social science of Elementary School Grade V in Cluster V District Melaya in academic year 2016/2017.keyword : cooperative, student teams achievement divisions, concept maps, learning outcomes.
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS III KECAMATAN TABANAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Gst Ag Md Chandra m; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10809

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media visual dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional di SD Gugus III Kecamatan Tabanan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen (eksperimen semu) dengan desain Nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Tabanan Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 142 orang. Cara menentukan sampel yaitu dengan sampling purposive. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar IPA siswa. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan uji prasyarat analisis. Analisis statistik deskriptif yaitu menghitung mean, standar deviasi dan varians. Sedangkan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas sebaran data dan homogenitas varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media visual memiliki mean =81.1 termasuk dalam kategori baik, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional memiliki mean = 66.1 termasuk dalam kategori cukup, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media visual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (thitung = 115.77 > ttabel = 2,000). Siswa yang belajar menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual bebantuan media visual menunjukkan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Sehingga pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media visual memberikan pengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V.Kata Kunci : Pendekatan kontekstual,media visual, hasil belajar ABSTRACT This study aims to determine the difference of science learning result of students who were taught using contextual teaching approaches assisted visual media with students who were taught using conventional learning in SD Gugus III Kecamatan Tabanan. This research type is quasi experiment (quasi experiment) with design of Nonequivalent control group design. Population in this research is all student of class V in SD Gugus III Sub District Tabanan Lesson Year 2016/2017 which amounted to 142 people. How to determine the sample is by purposive sampling. Data collection in this research is done by test method. The test method is used to collect data of students' science learning outcomes. Data analysis methods used are descriptive statistical analysis and prerequisite analysis test. Descriptive statistical analysis ie calculate mean, standard deviation and variance. While the prerequisite analysis test is the normality test of data distribution and homogeneity of variance. The result of the research shows that (1) the learning result of science students who follow the contextual visual assisted learning approach have mean = 81.1 included in the good category, (2) the learning result of students who follow the conventional learning have mean = 66.1 included in enough category, (3 ) There is a significant difference of science learning result between students who follow contextual teaching-assisted teaching approach with students who follow conventional learning (t count = 115.77> t table = 2,000). Students who learn to use contextual learning approaches with visual media show higher learning result than students learning to use conventional learning. So that contextual teaching approaches assisted visual media give influence to science learning result of class V student. keyword : Contextual approach, visual media, learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) BERBANTUAN MULTIMEDIA TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS V SD GUGUS LETDA MADE PUTRA ., Ni Luh Putu Yuni Antari; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe TSTS berbantuan multimedia terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen kuasi dengan rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Tonja sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 5 Tonja sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 36 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, yakni tes pilihan ganda biasa yang berjumlah 30 butir soal yang telah di validasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung=3,58 dengan taraf signifikansi 5% dan dk=70 diperoleh nilai ttabel=2,000 sehingga thitung=3,58 > ttabel=2,000 maka Ho ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif tipe TSTS berbantuan multimedia dan siswa yang tidak dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif tipe TSTS berbantuan multimedia pada siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra. Rerata nilai kompetensi pengetahuan IPS yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif tipe TSTS berbantuan multimedia, yaitu 83,78 dengan predikat Baik (B) dan siswa yang tidak dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif tipe TSTS berbantuan multimedia yaitu, 74,25 dengan predikat Cukup (C). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif tipe TSTS berbantuan multimedia berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : kompetensi pengetahuan IPS, TSTS, multimedia This study aims to determine the effect of cooperative learning model type TSTS multimedia assisted to the knowledge competence of IPS students of grade V SD Gugus Letda Made Putra. This research is an experimental research with experimental design used is a quasi experimental design with non-equivalent group design. Population in this research is all student of class V SD Gugus Letda Made Putra Year Ajisi 2016/2017. The sample of this research is students of class V SDN 2 Tonja as experiment group and class V student of SDN 5 Tonja as control group with total of each group as many as 36 students. The data collection method used is the test method, namely the usual double choice test amounting to 30 items that have been validated. The data analysis technique used is t-test. Result of data analysis obtained tcount=3.58 with significance level 5% and dk=70 obtained tcount value=2,000 so tcount= 3.58> ttable=2.000 then Ho rejected. This means that there are significant differences in the competence of IPS knowledge of students who are taught through cooperative learning model TSTS type multimedia and students who are not learned through cooperative learning model TSTS type multimedia assisted in grade V SD Gugus Letda Made Putra. The mean of IPS knowledge competency competency which is learned through cooperative learning model of TSTS type multimedia assisted, that is 83,78 with good predicate (B) and student which is not learned through cooperative learning model of TSTS type multimedia assisted that is, 74,25 with predicate Enough (C) . Thus, it can be concluded that the model of cooperative learning type TSTS multimedia assisted on the competence of knowledge IPS class V SD Gugus Letda Made Putra Year Teaching Year 2016/2017.keyword : IPS knowledge competence, TSTS, multimedia
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SD KELAS II ., Ketut Yuning Jayasri Pucangan; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar SD kelas II.di Desa Banjar Ambengan Tahun Pelajara 2016/1017. Penelitian ini termasuk penelitian Expost-Facto. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas II SD di Desa Banjar Ambengan dengan jumlah 57 dengan teknik sampling jenuh, data diambil dengan menggunakan kuesioner. Data penelitian dianalisis dengan teknik statistik yaitu regresi sederhana dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara konsep diri dan hasil belajar diperoleh Fhitung= 8,83 > Ftabel 3,15. Hubungan antara pola asuh orang tua dan hasil belajar diperoleh Fhitung = 6,65 > Ftabel 3,15. Hubungan secara bersama-sama antara konsep diri dan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar dengan Fhitung = 8,02 > Ftabel 3,15, yang berarti memiliki hubungan yang signifikan. konsep diri, pola asuh orang tua berhubungan secara siginifikan terhadap hasil belajar siswa kelas II SD di Desa Banjar Ambengan Kecamatan Banjar.Kata Kunci : Konsep Diri, Pola Asuh Orang Tua, Hasil Belajar This research aimed to determine the relationship betwaan self concept and learning outcomes, the relationship between parenting parents and learning outcomes, and the relationship between self concept and parenting parents toward learning outcomes elementary school grade II in the Banjar Ambengan village. This research is Expost-facto, the population of this study was a grade II elemetary scholl in the Banjar Ambengan Village, with total sample was 57. Sampling Jenuh technique was used in this study. The data was taken using a questionnaire. The data were analysed by using a statistical technique that was simple regression and multiple regressions. The result showed a relationship between self concept and learning outcomes Fcount = 8,83 > Ftable = 3,15. Relationship between parenting parents and learning outcomes Fcount =6,65 > Ftable = 3,15. Relations jointly between self concept and parenting parents toward learning outcomes Fcount = 8,02 > Ftable = 3,15, which means it has a significant relationship. That self concept and parenting parents significantly the relationship toward learning outcomes grade II elementary school in the village of Banjar Sub-district Banjar Ambengan.keyword : self concept, parenting parents, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIK SETTING KOOPERATIF (RESIK) DIPADUKAN DENGAN ICE BREAKING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Ni Luh Fitriani Dewi; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Realistik Setting Kooperatif (RESIK) dipadukan dengan ice breaking terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Gugus II Kediri Tabanan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus II Kediri Tabanan dengan jumlah 116 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik random. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV SD No 1 Abiantuwung sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 33 siswa dan siswa kelas IV SD No 2 Abiantuwung sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes berbentuk tes uraian.Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung = 4,69 pada taraf signifiknasi 5% dengan derajat kebebasan =61, diperoleh ttabel = 2,000, karena thitung = 4,69 > ttabel = 2,000 maka Ho ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran RESIK dipadukan dengan ice breaking dan siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran RESIK dipadukan dengan ice breaking pada siswa kelas IV SD Gugus II Kediri Tabanan. Rerata nilai hasil belajar matematika yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran RESIK dipadukan dengan ice breaking, yaitu 82,30 dengan predikat Baik (B) dan siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran RESIK dipadukan dengan ice breaking yaitu, 73,30 dengan predikat Cukup (C). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran RESIK dipadukan dengan ice breaking berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Gugus II Kediri Tabanan Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : RESIK, ice breaking, matematika This study aims to determine the effect of Realistic Cooperative Setting (RESIK) learning model combined with the ice breaking to the results of learning mathematics fourth grade students SD Gugus II Kediri Tabanan. This research is an experimental research with non-equivalent group design. The population of this study is all students of grade IV SD Gugus II Kediri Tabanan with the number of 116 students. Samples were taken using a random technique. The sample of this research is the fourth grader of SD No 1 Abiantuwung as experiment group with 33 students and fourth graders of SD No 2 Abiantuwung as control group with 30 students. Data collection method used is test method in the form of test description. The data analysis technique used is t-test. The result of data analysis is tcount = 4,69 at 5% significance level with degrees of freedom = 61, obtained ttable = 2,000, because tcount = 4.69 > ttable = 2,000 then Ho is rejected. This means that there are significant differences in the results of learning mathematics students who are taught using RESIK learning model combined with ice breaking and students who are not dibelajarkan using RESIK learning model combined with ice breaking in fourth grade students SD Gugus II Kediri Tabanan. The average value of mathematics learning result that is learned by using RESIK learning model is combined with ice breaking, that is 82,30 with good predicate (B) and the students who are taught do not use RESIK learning model combined with ice breaking that is, 73,30 with predicate Enough (C). Thus, it can be concluded that the RESIK learning model combined with the ice breaking effect on the learning outcomes of math students grade IV SD Gugus II Kediri Tabanan Lesson 2016/2017.keyword : RESIK, ice breaking, mathematics

Page 7 of 32 | Total Record : 313


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue