cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): Juli" : 315 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING BERBASIS ASESSMENT PORTOFOLIO TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS V GUGUS KOMPYANG SUJANA KECAMATAN DENPASAR BARAT TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Ni Putu Yuni Mahendri; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS siswa yang membelajarkan pembelajaran quantum learning berbasis assessment portofolio dan siswa yang membelajarkan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Desain penelitian ini menggunakan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana dengan jumlah populasi 604 siswa. Sampel diambil dengan teknik Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VB SDN 9 Padangsambian sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VB SDN 10 Padangsambian sebagai kelas kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 40 siswa pada kelompok ekperimen dan 40 orang siswa pada kelompok kontrol. Data tentang kompetensi pengetahuan IPS di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Tes kompetensi pengetahuan IPS diberikan pada saat post test secara tertulis. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis uji-t dapat diketahui terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS siswa yang membelajarkan pembelajaran quantum learning berbasis assessment portofolio dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional (thit = 2,106> ttabel = 2,000) dengan dk = 78 dan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran quantum learning berbasis assessment portofolio berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Ajaran 2016/2017. Kata Kunci : model pembelajaran quantum learning , assessment portofolio, kompetensi pengetahuan IPS This study aims to determine the significant differences in the competence of knwoledge IPS of students who teach the learning of quantum learning based on portofolio assassment and students who teach the conventional learning model on the five grade student SD Gugus Kompyang Sujana academic year 2016/2017. This type of research is all students of class five SD cluster Kompyang Sujana with population of 604 students. Samples were taken by Random Sampling technique. The sample in this research is VB students of SDN 9 Padangsambian as exsperiment class and V grade students of B SDN 10 Padangsambian as control class with the number of each group of 40 student in the experimental group and 40 students in the control group. Data on IPS knowledge competence in the experimental class as well as in the control group. Data on IPS knowledge competence in the experimental class as well as in the control class were collected with instruments of multiple choise test. IPS knowledge competency test is given at the time of post test in writing. Furthermore the data in the analysis using the –t test. The results showed that based on t-test analyisis can be seen there are significant differences in the competence of IPS knowledge of students who teach the learning of quantum learning based assessment portofolio with students who get the conventional learning model (tcount= 2,106>t tabel 2,000) with dk = 78 and 5% significant level %. Thus it can be concluded that the learning model of quantum learning based on the assessment of the postofolio has a significant effect on the competence of IPS konwledge of the students of grade V SD of Kompyang Sujana academic year 2016/2017.keyword : quantum learning model, assessment portofolio, IPS learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., I Made Yudha Pranata; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan media gambar dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 183 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu simple random sampling dengan cara undian. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (t hitung 4,69 > t tabel 2,021) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan media gambar dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan media gambar berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Model CRH, hasil belajar IPA This research aims to determine the significant differences of science learning outcomes among the group of students that learned with cooperative learning model Course Review Horay aided drawing media and group of students that learned with conventional learning models to students V grade in cluster III Abang district Karangasem regency in the academic year 2016/2017. This research is a quasi-experimental with non-equivalent posttest only control group design. The population was all students in fourth grade in cluster III Abang district Karangasem regency in the school year 2016/2017, amounting to 183 students. Sampling using random sampling technique is simple random sampling by lottery. Science learning outcome data were collected using an objective test of multiple choice form. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The result of this research shows that the result of t-test analysis obtained tcount is bigger than ttable (tcount=4,69 > ttable=2,021) this means that there are significant differences of science learning outcomes among yhe group of students that learned with cooperative learning model Course Review Horay aided drawing media and group of students that learned with conventional learning models, so it can be concluded cooperative learning model Course Review Horay aided drawing media has a positive effect on science learning outcomes students V grade in cluster III Abang district Karangasem regency in the school year 2016/2017.keyword : CRH model, science learn outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA QUESTION CARD TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS IV GUGUS LETKOL WISNU DENPASAR TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Putu Indah Novianti; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) bebantuan media question card dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di kelas IV Gugus Letkol Wisnu Denpasar Tahun Ajaran 2016/1017. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan desain Nonequivalent control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Gugus letkol Wisnu Denpasar dengan jumlah 345 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 6 Peguyangan berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen, dan siswa kelas IV SD Negeri 12 Peguyangan berjumlah 32 siswa sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa, dikumpulkan dengan metode tes, dan selanjutnya dianalisis dengan uji-t. Dari hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung = 4,411, sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan dk = (36+32) – 2 = 66 adalah 2,000 sehingga thitung > ttabel yang berarti H0 ditolak (gagal diterima) dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perpedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media question card dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Rerata gain skor penguasaan kompetensi pengetahuan IPS kelompok eksperimen yaitu 0,39 dan 0,24 untuk kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media question card berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV Gugus Letkol Wisnu Denpasar Tahun Ajaran 2016/1017.Kata Kunci : Kooperatif, TGT,konvensional, kompetensi pengetahuan. This study aimed to determineing the significant differences in the mastery of IPS competencies between students who were taught by cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT) assisted by media question card with students who were taught by conventional learning in class IV gugus letkol wisnu denpasar academic year 2016/1017. This type of research was quasy experiment with Nonequivalent control group design. The population of this study was all students of class IV gugus letkol wisnu denpasar with a total of 345 students. The sample in this research was the fourth grade students of SD Negeri 6 Peguyangan amounted to 36 students as experiment class, and fourth grade students of SD Negeri 12 Peguyangan amounted to 32 students as control class. Research data in the form of mastery of knowledge competence of students' IPS, collected by test method, and then analyzed by t-test. From t-calculation results obtain tcount = 4.411, while table at 5% significance level with dk = (36 + 32) - 2 = 66 is 2.000 so thitung> ttable which means H0 reject (fail acceptable) and Ha be accept. The result showed that there is a significant difference in the mastery of the competence of IPS knowledge between students who were taught by cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT) assisted media question card with students who are taught by conventional learning. The average gain score of knowledge competence of experimental group IPS was 0,39 and 0,24 for the control group. So it can be concluded that the cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT) media assisted question card influence on the mastery of the competence of knowledge of social studies IPS class IV Cluster Lieutenant Colonel Wisnu Denpasar Academic Year 2016.keyword : Cooperative, TGT,conventional, knowledge competence.
PENGARUH MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION BERMEDIAKAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., I Wayan Juliarsa; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization bermediakan peta konsep dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 130 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu simple random sampling dengan cara undian. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 5,95 > ttabel 2,021). Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization bermediakan peta konsep dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization bermediakan peta konsep berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Team Assisted Individualization, hasil belajar This research aims to determine the significant differences of science learning outcomes among the group of students that learned with cooperative learning model Team Assisted Individualization provides concept map and group of students that learned with conventional learning models to students fourth grade in cluster I Abang district Karangasem regency in the academic year 2016/2017. This research is a quasi-experimental with non-equivalent posttest only control group design. The population was all students in fourth grade in cluster I Abang district Karangasem regency in the school year 2016/2017, amounting to 130 students. Sampling using random sampling technique is simple random sampling by lottery. Science learning outcome data were collected using an objective test of multiple choice form. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The result of this research shows that the result of t-test analysis obtained tcount is bigger than ttable (tcount=5,95 > ttable=2,021). This means that there are significant differences of science learning outcomes among yhe group of students that learned with cooperative learning model Team Assisted Individualization provides concept map and group of students that learned with conventional learning models. So it can be concluded cooperative learning model Team Assisted Individualization provides concept map has a positive effect on science learning outcomes students in fourth grade in cluster I Abang district Karangasem regency in the school year 2016/2017.keyword : learning outcomes, Team Assisted Individualization
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS III KECAMATAN TABANAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Gst Ag Md Chandra m; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10809

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media visual dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional di SD Gugus III Kecamatan Tabanan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen (eksperimen semu) dengan desain Nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Tabanan Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 142 orang. Cara menentukan sampel yaitu dengan sampling purposive. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar IPA siswa. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan uji prasyarat analisis. Analisis statistik deskriptif yaitu menghitung mean, standar deviasi dan varians. Sedangkan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas sebaran data dan homogenitas varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media visual memiliki mean =81.1 termasuk dalam kategori baik, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional memiliki mean = 66.1 termasuk dalam kategori cukup, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media visual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (thitung = 115.77 > ttabel = 2,000). Siswa yang belajar menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual bebantuan media visual menunjukkan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Sehingga pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media visual memberikan pengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V.Kata Kunci : Pendekatan kontekstual,media visual, hasil belajar ABSTRACT This study aims to determine the difference of science learning result of students who were taught using contextual teaching approaches assisted visual media with students who were taught using conventional learning in SD Gugus III Kecamatan Tabanan. This research type is quasi experiment (quasi experiment) with design of Nonequivalent control group design. Population in this research is all student of class V in SD Gugus III Sub District Tabanan Lesson Year 2016/2017 which amounted to 142 people. How to determine the sample is by purposive sampling. Data collection in this research is done by test method. The test method is used to collect data of students' science learning outcomes. Data analysis methods used are descriptive statistical analysis and prerequisite analysis test. Descriptive statistical analysis ie calculate mean, standard deviation and variance. While the prerequisite analysis test is the normality test of data distribution and homogeneity of variance. The result of the research shows that (1) the learning result of science students who follow the contextual visual assisted learning approach have mean = 81.1 included in the good category, (2) the learning result of students who follow the conventional learning have mean = 66.1 included in enough category, (3 ) There is a significant difference of science learning result between students who follow contextual teaching-assisted teaching approach with students who follow conventional learning (t count = 115.77> t table = 2,000). Students who learn to use contextual learning approaches with visual media show higher learning result than students learning to use conventional learning. So that contextual teaching approaches assisted visual media give influence to science learning result of class V student. keyword : Contextual approach, visual media, learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TSTS BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V ., Trishna Ayudya Pratiwi; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative type Two Stay Two Stray berbantuan peta konsep terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Jendral Sudirman Tahun Pelajaran 2016/2017. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan kelompok Non-Ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Jendral Sudirman Tahun Pelajaran 2016/2017 Denpasar Selatan yang berjumlah 342 orang. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB SD Negeri 6 Sesetan dengan jumlah 48 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 13 Sesetan jumlah 43 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t. Hasil analisis data diperoleh thitung= 8,32 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk = 98 diperoleh nilai ttabel = 1,980, jadi thitung = 8,32 > ttabel = 1,980. Berdasarkan kriteria pengujian, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Adapun nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA pada kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran cooperative type Two Stay Two Stray berbantuan peta konsep adalah adalah 79,71 sedangkan pada kelompok yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran cooperative type Two Stay Two Stray berbantuan peta konsep adalah 60,49. Rata-rata kompetensi pengetahuan IPA siswa kelompok eskperimen lebih dari rata-rata kompetensi pengetahuan IPA siswa kelompok kontrol ( ekperimen = 79,71 > kontrol = 60,49). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran cooperative type Two Stay Two Stray berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Jendral Sudirman Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : TSTS, peta konsep, pengetahuan IPA This study aims to determine the effect of cooperative learning model type Two Stay Two Stray assisted concept map of science knowledge competence of grade V students of SD Gugus Jendral Sudirman Lesson Year 20016/2017. The design of this study was a quasi-experimental study with a Non-Equivalent group design. The population of this study is all students of grade V SD Gugus Jendral Sudirman Lesson Year 2016/2017 South Denpasar, amounting to 324 people. Sampels were taken by random sampling technique. The sample in this study is the students of grade VB SD Negeri 6 Sesetan with amount of 48 students as the experimental group and the students of grade V SD 13 Sesetan with amount of 43 students as the control group. The data were collected using the test method in the form of a standard multiple-choice objective test. The data obtained were analyzed using the t-test. The result of data analysis obtained thitung = 8,32 while at 5% significance level and dk = 98 obtained ttabel value = 1,980 so thitung = 8,32> ttabel = 1,980. Based on the test criteria, Ho is rejected and Ha accepted. The average value of science knowledge competence in the group that is taught by cooperative learning model type Two Stay Two Stray assisted concept map is 79,71 while in the group that is not studied by cooperative learning model type Two Stay Two Stray assisted concept map is 60,49. The average science knowledge competence of experimental group students is more than the average science knowledge competence of control group (experimental = 79,71> control = 60,49). Based on the result, it can be concluded that the cooperative type learning model Two Stay Two Stray assisted concept map has an effect on knowledge competence of science student of grade fifth SD Gugus Jendral Sudirman Lesson Year 2016/2017. keyword : TSTS, concept map, science knowledge
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRC BERNUANSA ACTIVE LEARNING TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV ., Ni Made Desi Kristiana; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) bernuansa active learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas IV SDN Gugus Budi Utomo Denpasar Timur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah None Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN Gugus Budi Utomo Denpasar Timur yang berjumlah 341 siswa. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang siswa kelas IV SD N 8 Kesiman sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IV SD N 5 Kesiman sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 49 orang siswa. Data yang dikumpulkan adalah penguasaan kompetensi pengetahuan bahasa Indonesia dengan menggunakan metode tes jenis objektif pilihan ganda biasa. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji-t didapat thitung = 3,46, dan ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 88, ini berarti thitung = 3,46 > ttabel = 2,000. Rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan bahasa Indonesia yang diperoleh antara kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelompok kontrol (69,41> 60,82).Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) bernuansa active learning berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Gugus Budi Utomo Denpasar Timur Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : cooperative integrated reading and composition (CIRC), active learning, kompetensi bahasa indonesia. This study aims to find out the significant differences in the comprehension of the competence of Indonesian knowledge among the groups of students who are taught through Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) learning model of active learning and group of students who are taught through conventional learning in fourth grade of SDN Gugus Budi Utomo East Denpasar. This research is a quasi experimental research with the research design used is None Equivalent Control Group Design. The population of this study is all students of grade IV at SDN Gugus Budi Utomo East Denpasar, amounting to 341 students. Determination of the sample in this study was done by random sampling technique. The sample in this study amounted to 41 students of fourth grade of SD N 8 Kesiman as experimental class and fourth grade students of SD N 5 Kesiman as a control group of 49 students. The data collected is the mastery of the competence of knowledge of Indonesian language by using ordinary double choice objective type test method. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics using t-test. Based on the result of t-test analysis obtained tcount = 3.46, and ttable = 2,000 at 5% significance level and dk = 88, this means tcount = 3.46> ttable = 2,000. The average mastery of Indonesian knowledge competence obtained between the experimental group is higher than control group students (69,41> 60,82). Thus it can be concluded that the learning model of Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) nuanced active learning influence on the competence of knowledge of Indonesian graders fourth grade SDN Gugus Budi Utomo East Denpasar Lesson Year 2016/2017.keyword : cooperative integrated reading and composition (CIRC), active learning, indonesian knowledge competency.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL BERBANTUAN MEDIA LKS TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN ABANG ., I Wayan Adi Gunawan; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah Matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media LKS dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD N 2 Datah yang berjumlah 31 orang dan siswa kelas V SD N 5 Datah yang berjumlah 24 orang. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V semester II di Gugus V Kecamatan Abang yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media LKS dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung > ttabel, thitung = 22,4 dan ttabel = 2,021). Berdasarkan temuan di atas, disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media LKS berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model PBL, kemampuan pemecahan masalah This research aims to determine the significant differences in problem solving skills of Mathematics between groups of students who follow the learning with the model of Problem Based Learning (PBL) assisted by LKS media and group of students who follow the learning by using conventional learning model in grade V students. The sample of this research is students of class V SD N 2 Datah which amounted to 31 people and students of class V SD N 5 Datah which amounted to 24 people. Data of students' mathematical problem solving skills was collected using an essay test. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistic analysis, t-test. The results of this study indicate that there are differences in the ability of problem solving mathematics problems of five grade students of semester II in Buleleng District V cluster significantly between groups of students who follow the learning model Problem Based Learning (PBL) assisted by LKS media with groups of students following the conventional learning model (thitung> ttabel, thitung = 22,4 and ttable = 2.021). Based on the above findings, it is concluded that Problem Based Learning (PBL) assisted by LKS media has a positive effect on mathematical problem solving ability compared with conventional learning model.keyword : PBL teaching method, problem solving
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., I Gede Wisnu Antara; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Pada kelas V SD di Gugus III Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi terdiri dari kelas V SD di Gugus III Kecamatan Banjar yang berjumlah 113 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas V SD Negeri 4 Banjar dan SD N 3 Banjar Tegeha berjumlah 35 siswa. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes obyektif. Data dinalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pebelajaran inkuiri terbimbing, dengan perhitungan thitung = 3,60 > ttabel = 2,042 dengan signifikansi < 0,05. Rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah 23,33 lebih tinggi dari kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu 18. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA kelas V SD di Gugus III Kecamatan Banjar.Kata Kunci : hasil belajar IPA, inkuiri terbimbing This study aims to determine the difference of science learning outcomes between groups of students who are taught with guided inquiry learning model and group of students who are not learned by guided inquiry learning model. In grade V of elementary school in Gugus III Banjar Sub District year 2016/2017 lesson. This type of research is a quasi experiment. The population consists of Grade V Elementary School in Gugus III of Banjar Subdistrict, which is 113 students. The sample of this research is class V SD Negeri 4 Banjar and SD N 3 Banjar Tegeha amount to 35 students. Data collection techniques use objective tests. Data were analyzed using t-test. The results showed that there were differences of science learning outcomes between groups of students who were taught by using guided inquiry learning model and group of students who were not learned by using guided inquiry learning model, with tcount = 3,60> ttable = 2,042 with significance < 0,05. The average score of science learning outcomes of the group of students who were studied with guided inquiry learning model was 23.33 higher than the group of students who were not studied with guided inquiry learning model that is 18. This proves that the guided inquiry learning model has significant effect on the learning outcomes of IPA Class V SD in Gugus III Banjar District.keyword : guided inquiry, learning outcomes of science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V ., Ni Made Diyantini; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing bebantuan media Audio-visual dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di kelas V Gugus Kompyang Sujana Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/1017. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan desain Nonequivalent control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Gugus Kompyang Sujana Denpasar Barat dengan jumlah 638 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 8 Padangsambian berjumlah 44 siswa sebagai kelas eksperimen, dan siswa kelas V SD Negeri 2 Padangsambian berjumlah 37 siswa sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa, dikumpulkan dengan metode tes, dan selanjutnya dianalisis dengan uji-t. Dari hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung = 4,77, sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan dk = (44+37) – 2 = 79 adalah 2,00 sehingga thitung > ttabel yang berarti H0 ditolak (gagal diterima) dan Ha diterima. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perpedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing bebantuan media Audio-visual dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran Inkuiri Terbimbing bebantuan media Audio-visual berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V Gugus Kompyang Sujana Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Audio-visual, kompetensi pengetahuan IPA This study aims to determine the significant differences in the mastery of IPA competence between students who were taught by Inquiry learning model Guided by Audio-visual media with students who were taught by conventional learning in Grade V Gugus Kompyang Sujana Denpasar Barat Teaching Year 2016/1017. This type of research is quasy experiment with the design of Nonequivalent control group design. The population of this study is all students of grade V SD Negeri Gugus Kompyang Sujana Denpasar Barat with a total of 638 students. The sample in this research is the students of class V SD Negeri 8 Padangsambian amounted to 44 students as experimental class, and students of grade V SD Negeri 2 Padangsambian amounted to 37 students as control class. Research data in the form of mastery of IPA knowledge competence of students, collected by test method, and then analyzed by t-test. From t-calculation results obtained tcount = 4,77, while ttable at 5% significance level with dk = (44 + 37) - 2 = 79 is 2.00 so thitung> ttabel meaning H0 rejected (failed acceptable) and Ha be accepted. With these results it can be concluded that there is a significant difference in the mastery of IPA knowledge competence between students who are taught by Inquiry learning model Guided by Audio-visual media with students who are taught by conventional learning. Thus, the instructional model of Inquiry is Guided by Audio-visual media influence on the mastery of IPA knowledge competence of Grade students V Gugus Kompyang Sujana Denpasar Barat academic Year 2016/2017.keyword : Guided inquiry learning, Audio-visual, knowledge competence IPA

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue