cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): Juli" : 315 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS III DI SD GUGUS VIII KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Komang Hendrawan; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarakan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas III di SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan desain Nonequivalent Control Grop Design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas III di SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng yang berjumlah 100 orang, dengan sampel penelitian berjumlah 79 orang siswa kelas III di SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng yang terdiri dari 41 orang siswa kelas III di SD Negeri 2 Paket Agung sebagai kelas eksperimen dan 38 orang siswa kelas III di SD Negeri 1 Paket Agung sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes. Tes yang digunakan berupa tes objektif. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian pada tes hasil belajar IPA siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TSTS sebesar 21,24. Sedangkan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional sebesar 14,28. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > ttabel dengan nilai thitung¬ sebesar 8,28 dan nilai ttabel sebesar 2,000. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TSTS dan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Hasil belajar IPA siswa dengan menggunakan model pembelajaran TSTS lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : two stay two stray, konvensional, hasil belajar The objective of this research is to determine the differences between the science learning achievement between students who were studied with Two Stay Two Stray (TSTS) learning model with students who were taught by conventional learning modelon third class of elementary school in Gugus VIII Buleleng Districts in the academic year of 2016/2017. The type of this research is quasi experiment by using the Nonequivalent Control Group Design. The population of this research is all the third grade elementary school students in Gugus VIII Buleleng District which amounts to 100 people, with a sample of 79 students of third grade elementary school students at Gugus VIII Buleleng subdistrict consisting of 41 third graders in SD Negeri 2 Paket Agung as experimental class and 38 students of third grade in SD Negeri 1 Paket Agung as control class. Data collection in this research is using a test.The test used is an objective test.Data obtained from the test were analyzed by descriptive analysis technique and t-test.The result of the research on the science learning achievement of showed that the average score of science learning achievement of students learning by using the TSTS learning model is 21.24.While the average score of science learning achievement of students who using conventional learning model is 14.28.Hypothesis testing using t-test shows tcalculate> ttable with tcalculate value equal to 8,28 and ttable value equal to 2,000.Based on the results of this research can be concluded that there is a significant difference between the science learningachievement of students learning by using the TSTS learning model and science learning achievement of students learning with conventional learning model.The result of science learning achievementof students learning by using TSTS learning model is better than learning using conventional learning model.keyword : two stay two stray, conventional, learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., Ni Nyoman Desi Wijayanti; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11015

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan media audio visual dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Non-equivalen Post test Only Group Control Design. Populasi dari penelitan ini adalah seluruh kelas V di SD Gugus I Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 5 sekolah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas SD Negeri 1 Tegallalang dan SD Negeri 5 Tegallalang yang diambil menggunakan teknik random sampling. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan melalui instrument tes hasil belajar dengan bentuk tes objektif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deksriptif dan statistik inferensial (uji-t) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan media audio visual dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS siswa Sekolah Dasar kelas V di Gugus I Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar (thitung = 9,424 sedangkan ttabel = 1,980 sehingga thitung > ttabel). Adanya perbedaan terseut menunjukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa Sekolah Dasar kelas V di Gugus I Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : talking stick, audio visual, IPS The purpose of this research is to know the difference of IPS learning outcomes between groups of students who are taught with cooperative learning model Talking Stick type assisted by audio visual media and students who are taught by conventional learning. This type of research is a quasi-experimental research with Non-equivalen Post test design of Only Group Control Design. The population of this research is the entire class V in SD Gugus I District Tegallalang, Gianyar Regency Year 2016/2017 Lessons as many as 5 schools. The sample in this research is the students of SD Negeri 1 Tegallalang and SD Negeri 5 Tegallalang which is taken using random sampling technique. Student learning outcomes data were collected through the learning result test instrument with objective test form. The data obtained were then analyzed using descriptive and inferential statistical techniques (t-test) with a significance level of 5%. The results showed that there were significant differences in IPS learning outcomes between students who were taught by cooperative learning model of talking stick type supported by audio visual media with students who were taught by conventional learning on IPS subjects of V grade Elementary School in Gugus I, Tegallalang Sub-district, Gianyar Regency Thitung = 9,424 while ttable = 1,980 so thitung> ttabel). The existence of the difference shows that cooperative learning model Talking Stick type assisted audio visual media have an effect on the learning result of IPS of elementary school students of class V in Gugus I of Tegallalang District of Gianyar Regency in academic yearkeyword : talking stick, audio visual, IPS
PENGARUH PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) BERBANTUAN MEDIA KARTU TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA ., Kadek Ayu Herlin Mudarini; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan signitifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan pembelajaran SFAE berbantuan media kartu dengan siswa yang belajar secara konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN Gugus V Kecamatan Sukasada yang berjumlah 206 siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 3 Sambangan berjumlah 28 orang sebagai kelompok kontrol dan siswa kelasV SDN 1 Panji berjumlah 30 orang sebagai kelompok kontrol. Bentuk tes hasil belajar IPA siswa adalah tes objektif pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran SFAE berbantuan media kartu dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini dilihat berdasarkan thitung lebih besar daripada ttabel (thitung = 4,256 > ttabel = 2,003 ) dan rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol yaitu 20,17>15,13. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran SFAE berbantuan media kartu berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Gugus V kecamatan Sukasada Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : pembelajaran, SFAE, hasil belajar IPA This study aims to determine the signi fi cant difference of science learning outcomes between students learning with SFAE learning assisted media card with students who study conventionally. This type of research is quasi experimental research using non equivalent post-test only control group design. The population of this research is all students of class V in SDN Gugus V Kecamatan Sukasada which amounted to 206 students. The sample of this research is the students of class V SDN 3 Sambangan amounted to 28 people as the control group and the students of class V SDN 1 Panji amounted to 30 people as the control group. The form of student science learning outcome test is a multiple-choice objective test. The results showed that there were significant differences in the learning outcomes of students who followed SFAE learning assisted card media with students following the conventional learning. This is seen based on tcount is bigger than ttable (titung = 4,256> ttabel = 2,003) and the mean of student's learning result in experiment group is higher than control group that is 20,17> 15,13. It shows that the learning of gifted card-assisted SFAE influenced the learning outcomes of science students of grade V SDN Gugus V Sukasada sub-district in the lesson year 2016/2017.keyword : learning, SFAE, results learning IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED, READING AND COMPOSITION (CIRC) BERBASIS TULISAN EKSPOSISI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF SISWA KELAS IV ., Ni Putu Yuni Setiawati; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11017

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca intensif antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Cooperative Integrated, Reading And Composition (CIRC berbasis Tulisan Eksposisi dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian semu dengan desain Post-test Only Group Control Design. Populasi dari penelitan ini adalah seluruh kelas IV di SD Gugus III Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 5 sekolah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas SD Negeri 2 Tusan dan SD Negeri 3 Tusan yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan membaca intensif yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan membaca intensif siswa yang dibelajarkan dengan model Cooperative Integrated, Reading And Composition (CIRC) berbasis tulisan eksposisi adalah 90,20%, sedangkan rata-rata nilai kemampuan membaca intensif siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 80%. Dari hasil analisis data, diperoleh dan 2,016. Jadi nilai > , sehingga H0 ditolak. Itu berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca intensif antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Cooperative Integrated, Reading and Composition (CIRC) berbasis Tulisan Eksposisi dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model CIRC berbasis tulisan eksposisi, pembelajaran konvensional, membaca intensif The purpose of this research is to know the difference of intensive reading ability between group of students which is learned by Cooperative Integrated learning model, Reading And Composition (CIRC based on Exposition Writing and group of students which is taught by conventional learning.This research type is quasi research with Post-test Only Group Control Design The population of this research is the entire class IV at SD Gugus III Banjarangkan Sub-district, Klungkung District Lesson Year 2016/2017 as many as 5 schools.The sample in this study is the students of SD Negeri 2 Tusan and SD Negeri 3 Tusan Cluster random sampling Data collected through intensive reading intensive tests were given to the students in the form of the test description The data obtained were then analyzed using a t-test analysis with a significance level of 5% The post-test results showed that the average score of students intensive reading ability Which is defended With the model of Cooperative Integrated, Reading And Composition (CIRC) based on exposition writing is 90.20%, while the average intensive reading ability of students who are taught by conventional model is 80%. From the results of data analysis, obtained and 2.016. So value>, so H0 is rejected. That means that there is a significant difference in intensive reading ability between groups of students who are taught by Cooperative Integrated, Reading and Composition (CIRC) learning models based on Exposition Writing and student groups that are taught by conventional learning.keyword : CIRC-based exposition writing model, conventional learning, intensive reading
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN BERBASIS TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS VIII KECAMATAN GIANYAR TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Ni Kadek Kisri Ani; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar pengetahuan IPS kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Time Token berbasis Tri Hita Karana dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di SD Gugus VIII Kecamatan Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode Quasi Experimental Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V di SD Gugus VIII Kecamatan Gianyar yang berjumlah 166 orang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 69 siswa yang terdiri dari 35 siswa kelas V SD N 1 Suwat sebagai kelompok eksperimen dan 34 siswa kelas V SD N 2 Sumita. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Purpusive sampling. Data hasil belajar pengetahuan IPS diperoleh dengan menggunakan teknik tes, bentuk tes adalah tes pilihan ganda biasa kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung= 4.636 > ttabel = 2.000 pada taraf signifikansi 5%, sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Time Token berbasis Tri Hita Karana dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Rerata penguasaan kompetensi IPS pada kelompok eksperimen yaitu 81.78 dan kelompok control yaitu 71.23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Time Token berbasis Tri Hita Karana berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV SD Gugus VIII Kecamatan Gianyar tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Time Token, Tri Hita Karana, hasil belajar IPS This study aims to determine the difference outcomes of social studies learning groups of students who were taught by Time Token learning model based Tri Hita Karana and students groups who were taught by conventional learning in Gianyar VIII Cluster. This research is an experimental research by using quasy experiment desaign. The population in this study were all fifth grade of SD Gugus VIII Gianyar year 2016/2017, amounting to 166 people. The sample in this study amounted to 35 students consisting of fifth grade of SDN 1 Suwat as experiment group and 34 fifth grade of SDN 2 Sumita. Samples were taken using purpusive sampling technique. Data on outcomes of social studies learning is obtained by using the test technique, the test form is the usual multiple choice test then analyzed by using t-test statistic. Based on the results of analysis obtained t = 4.636 > ttable = 2,000 at 5% significance level, so H0 rejected, which means there is a significant difference in the outcomes of social studies learning of students who are taught by using Time Token learning model based Tri Hita Karana with students who are taught by conventional learning . The average outcomes of Social learning in experimental group is 81.78 and control group is 71.23. Thus it can be concluded that the Time Token learning model based Tri Hita Karana influence on the outcomes of social studies learning of fifth grade students of SD Gugus VIII Gianyar Sub-district of the academic year 2016/2017.keyword : Time Token, Tri Hita Karan, outcomes of social studies learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V SD ., Ida Ayu Kade Novia Puspita Dewi; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Pkn antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dan kelompok siswa yang dibelajarkan bukan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelompok siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Bangli yang terdiri dari 136 siswa. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelompok siswa kelas V SD Negeri 1 Cempaga yang berjumlah 33 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelompok siswa kelas V SD Negeri 2 Cempaga yang berjumlah 37 siswa sebagai kelompok kontrol yang ditentukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar PKn dilakukan dengan metode tes dan instrumen yang digunakan berupa tes objektif pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa thit(3,92) > ttab(1,99), sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Rerata hasil belajar PKn pada kelompok eksperimen yaitu 14,45 dan kelompok kontrol yaitu 10,46. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Bangli tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : hasil belajar, PKn, Teams GamesTournament (TGT) TThe purpose of this research is to know the significant differences of PKn learning result among the students that use cooperative learning type Teams Games Tournament (TGT) in learning process and the students that do not use cooperative learning type Teams Games Tournament (TGT) in the learning process on fifth grade students in cluster III elementary school at Bangli region. This research is pseudo experimental research with nonequivalent-post-test-only-control-group design. The populations of this research are the group of fifth grade students in cluster III elementary school at Bangli region that consists of 136 students. The samples on this research are the group of fifth grade students of SD Negeri 1 Cempaga that consists of 33 students as experimental group and the group of fifth grade students of SD Negeri 2 Cempaga that consists of 37 students as controlling group that are chosen using random sampling technique. The data collection of PKn learning result is done using test method and instrument in form of objective test. The data that have been collected are analyzed using descriptive statistical analysis and inferential analysis (uji-t). Based on the result of the analysis, obtained that thit(3,92) > ttab(1,99), so H0 is rejected which means there is a significant influence. The average learning result of PKn in the experimental group is 14,45 and in the controlling group is 10,46. So, we can conclude that the implementation of cooperative learning type Teams Games Tournament (TGT) has positive influence on the PKn study result of the fifth grade students in cluster III elementary school at Bangli region school year 2016/2017.keyword : learning result, PKn, Teams Games Tournament (TGT)
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPS Siswa Kelas IV SD Gugus 1 Dalung Tahun Ajaran 2016/2017. ., Luh Pt Dian Krisna Anggreni; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media audio visual dan siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus 1 Dalung Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Desain penelitian ini menggunakan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus 1 Dalung dengan jumlah populasi 463 siswa. Sampel diambil dengan teknik Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN 1 Dalung sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IV SDN 2 Dalung sebagai kelas kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 32 siswa pada kelompok ekperimen dan 32 orang siswa pada kelompok kontrol. Data tentang penguasaan kompetensi pengetahuan IPS di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Tes penguasaan kompetensi pengetahuan IPS diberikan pada saat post test secara tertulis. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t.hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis uji-t dapat diketahui terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media audio visual dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional (thit = 4,91 > ttabel = 2,00) dengan dk = 62 dan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw bebantuan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV SD Gugus 1 Dalung Tahun Ajaran 2016/2017. Kata Kunci : kooperatif tipe jigsaw , audio visual, kompetensi pengetahuan IPS This study aims to determine the significant diffey ences in the competence of know ledge of students who learned through cooperative learning model of jigsaw type that assisted with audio visual media and the students who learned through conventional learning model of fourth grade students of SDN Gugus 1 Dalung in Academic Year 2016/2017. This type of this research is quasi experiment. The design of this study is using “Nonequivalent Control Group Design”. The populations of this study were all students of fourth grade of SDN Gugus 1 Dalung with the total populations was 436 students. The samples was taken by random sampling technique. The samples in this study were fourth grade students of SDN 1 Dalung as experimental class and the fourth grade student of SDN 2 Dalung as control class with the total of each group was 32 students in experiment group and 32 students in control group. The data about mastering the competence of IPS knowledge in the experimental as well as in the control class were collected by instruments in the form of multiple choice test. IPS knowledge competency mastering test is given in the post test in writing. Then the data were analyzed by using t-test. The result showed that based on t-test analysis can be seen there are significant differences in the competence of IPS knowledge of students who are taught by by cooperative learning model of jigsaw type that assisted with audio visual media with students who get conventional learning model (thit = 4,91 > ttabel = 2,00) with dk = 62 and 5% significance level. So it can be conclude that the model of cooperative learning of Jigsaw type that assisted with audio visual media that has significant in fluence on the competence of IPS knowledge of fourth grade students of SDN Gugus 1 Dalung in Academis Year 2016/2017.keyword : Model of Jigsaw Type, Audio Visual , IPS Knowledge Competence.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA DIORAMA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN NEGARA KABUPATEN JEMBRANA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Putu Ika Krishna Novelinda; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Talking Stick berbantuan media diorama terhadap hasil belajar IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan non equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus I Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 106 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Sampel penelitian yaitu kelompok siswa kelas V SDN 4 Baler Bale Agung yang terpilih sebagai kelompok eksperimen dan kelompok siswa kelas V SDN 5 Baler Bale Agung sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial menggunakan uji-t polled varians. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Talking Stick dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Temuan yang diperoleh yaitu pembelajaran menggunakan model Talking Stick membuat siswa terlibat aktif, antusias mengikuti pembelajaran, lebih siap dan berani tampil mengemukakan pendapat di depan kelas.Kata Kunci : Talking Stick, Media Diorama, hasil belajar IPA This research aims to determine the effect of learning model Talking Stick assisted diorama media to the results of science learning. This research type is quasi experiment research, with non equivalent posttest only control group design. The population of this research is all of class V SD in Gugus I District of Jembrana District of Lessons Year 2016/2017 totaling 106 people. Sampling using random sampling technique. The sample of the research is the group of students of grade V SDN 4 Baler Bale Agung selected as the experimental group and the group of students of grade 5 SDN 5 Baler Bale Agung as the control group. IPA learning outcomes were collected using multiple choice tests. The data obtained were analyzed using descriptive analysis and inferential analysis using the t-test polled variance. The result of hypothesis testing shows that there are differences of science learning outcomes between groups of students who follow the learning using Talking Stick model and group of students who follow conventional learning. The findings obtained are learning using Talking Stick model to make students actively involved, enthusiastic to follow learning, more ready and dare to show opinion in front of class.keyword : Talking Stick, Media Diorama, science learning outcomes.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Berbasis Permainan Tradisional Petak Umpet Terhadap Sikap Kerja Keras ., Sayu Putu Astriningsih; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan sikap kerja keras dalam belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Scramble berbasis permainan tradisional “petak umpet” dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional siswa kelas IV SD Gugus I Kuta Utara Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan rancangan kelompok intact-group comperision. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus I Kuta Utara Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 339 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 71 orang yang ditentukan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode non tes menggunakan kuisioner dengan empat pilihan jawaban. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh thitung = 5,56 > ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan (dk) = 69, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan sikap kerja keras dalam belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Scramble berbasis permainan tradisional “petak umpet” dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Scramble berbasis permainan tradisional “petak umpet” terhadap sikap kerja keras dalam belajar IPS siswa kelas IV SD Gugus I Kuta Utara Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : : model pembelajaran kooperatif tipe Scramble, petak umpet, sikap kerja keras This study aimed to determine the significant differences in hard work attitude in IPS learning between groups of students who are taught by cooperative learning model of Scramble type based on traditional game "hide and seek" with groups of students that are taught through conventional learning of fourth graders in SD Gugus I Kuta Utara Lesson Year 2016/2017. This study was a pre-experimental study with intact-group comperition group design. The population of this research were all of fourth graders in SD Gugus I Kuta Utara Lesson Year 2016/2017 which amounted to 339 people. The samples in this study were 71 people who were determined using random sampling technique. Data collection was done by non test method using questionnaire with four answer choices. The data obtained were analyzed using t-test analysis. Based on the result of data analysis obtained tct = 5,56> ttable = 2,000 at significance level 5% and degree of freedom (dk) = 69, so Ha accepted and H0 rejected which mean there is significant difference hard work attitude in learning IPS between student group Learned through a type of Scramble-based cooperative learning model based on traditional game "hide and seek" with groups of students who are *taught through conventional learning. So, the conclusion of this researc is there is influence of cooperative learning model type Scramble-based traditional game "hide and seek" to the attitude of hard work in learning IPS of fourth graders Elementary School I North Kuta Year Lesson 2016/2017. keyword : cooperative learning model of Scramble type, hide and seek,hard work attitude
PENGARUH MODEL TGT BERBASIS CONCEPT MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DENGAN KOVARIABEL MINAT OUTDOOR ., Luh Yeci Sasnitha; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Games Turnament Berbasis Concept Mapping terhadap hasil belajar IPA dengan kovariabel Minat Outdoor pada siswa SD di Gugus VII Kecamatan Banjar. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperiment dengan desain Non Equivalent Posttes Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 117 siswa. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar dan kusioner minat outdoor. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan ANAKOVA Satu Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Teams Games Turnament Berbasis Concept Mapping dan siswa yang mengikuti pembelajaran Konvensional (diperoleh Fhitung = 28,975 dan α

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue