cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
DESKRIPSI KEMAMPUAN SISWA MENULIS KARANGAN DESKRIPSI KELAS IV SD N 1 PENARUKAN ., Ni Kadek Diana Sari; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7458

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas IV SD N 1 Penarukan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes unjuk kerja, observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi sebesar 56% (kurang). Persentase masing-masing kriteria yaitu kesesuaian judul dengan isi yaitu 90,52% (sangat baik), penggunaan dan penulisan ejaan yaitu 68,97% (cukup), pilihan kata/diksi yaitu 73,28% (cukup), struktur kalimat yaitu 65,52% (cukup), keterpaduan antar kalimat yaitu 41,38% (sangat kurang), isi keseluruhan yaitu 50% (sangat kurang), kerapian yaitu 61,21% (kurang). Kendala yang dihadapi siswa dalam menulis karangan deskripsi yaitu siswa merasa sulit dalam menuangkan ide yang dimilikinya menjadi bentuk kata/kalimat. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat siswa untuk membaca. Upaya yang pernah dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi yaitu membimbing dan menuntun siswa sampai mampu menghasilkan suatu karya yang baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV termasuk kategori kurang karena masih ada kendala yang dihadapi siswa dalam menulis karangan deskripsi. Guru lebih berusaha selalu membimbing dan menuntun siswa agar mampu menghasilkan suatu karya berupa karangan deskripsi.Kata Kunci : Karangan Deskripsi, Kendala, Upaya yang dilakukan This descriptive study aimed to determine the ability of essay writing descriptions in the fourth grade students of SD N 1 Penarukan. Data collection methods used in this research is the method of performance tests, observation, interviews and documentation. Data method techniques in this study using quantitative descriptive analysis. The results showed that the average ability to write essays description by 56% (approximately). The percentage of each criterion, namely conformity with the title of the content that is 90.52% (excellent), usage and spelling is 68.97% (enough), the choice of words / diction is 73.28% (enough), sentence structure at 65 , 52% (enough), integration between the sentence that is 41.38% (very poor), the overall content of 50% (very poor), neatness is 61.21% (less). Constraints faced by students in essay writing descriptions that students find it difficult to put the idea into the following forms of words / sentences. This is caused by the lack of interest of the students to read. Teacher effort ever undertaken to improve the ability to write essay description is to guide and lead the students to be able to produce a good work. It can be concluded that the ability to write the essay description of grade IV category is less because there are still obstacles facing students in writing essays description. Teachers were trying always to guide and lead the students to be able to produce a work in the form of essay description.keyword : Authorship description, Constraints, efforts made
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT- OBSERVE- EXPLAIN (POE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA ., Kadek Metta Udayani; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7459

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA dengan diterapkannya model Predict –Observe-Explain (POE) dalam mata pelajaran IPA kelas V semester II SD N 7 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian adalah siswa kelas V semester II SD N 7 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 sebanyak 20 orang siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hasil belajar IPA siswa kelas V pada siklus I mencapai 62,5% dengan kriteria kurang. Pada siklus II, persentase hasil belajar IPA siswa kelas V meningkat hingga mencapai 82,3% dengan kriteria baik. Hasil belajar dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 19,8%. Ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 65%, pada siklus II sebesar 90% sehingga diketahui ketuntasan belajar pada siklus I ke siklus II meningkat sebesar 25%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Predict–Observe-Explain (POE) dapat meningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V semester II SD N 7 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Predict-Observe-Explain (POE), hasil belajar, dan IPA This research is a classroom action research conducted in two cycles. The purpose of this study to Determine the increase of science learning outcomes by implementing a model of of Predict-explain is observed in the subjects of science at V class the second semester of SD N 7 Banyuning in the academic year 2015/2016. Subject of research is the second half of the five-grade elementary SD N 7 Banyuning the 2015/2016 school year as many as 20 students. Methods of data collection in this study is the test method. Data were Analyzed with descriptive quantitative techniques. The results showed that the percentage of students learning science class V in the first cycle Reaches 62.5% with the criteria of "Less Appropriate". In the second cycle, the percentage of students' science learning class V increase to 82.3% with the criteria of "Good". Learning outcomes of the first cycle to the second cycle Increased by 19.8%. Mastery learning in the first cycle of 65%, in the second cycle of 90% so known mastery learning in the first cycle to the second cycle Increased by 25%. Based on Reviews These results it can be concluded that the models of Predict–Observe-Explain (POE) can improve learning outcomes of science students in the second semester of class V SD N 7 Banyuning in the academic year 2015/2016.keyword : Predict –Observe-Explain (POE), learning outcomes, and Science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TPS BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD ., Ni Luh Made Rai Tarini; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, (2) menganalisis perbedaan interaksi antara model pembelajaran TPS berbantuan media konkret dan intelegensi siswa terhadap pestasi belajar IPA, (3) menganalisis perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan intelegensi tinggi, (4) menganalisis perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan intelegensi rendah. Penelitian ini tergolong quasi experimental research dengan rancangan penelitian non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SDN Gugus 5 Puhu, Kecamatan Payangan, kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 95 orang. Sampel dipilih dengan teknik random sampling.Instrumen penelitian adalah tes intelegensi (SPM) dan tes prestasi belajar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dan ANAVA AB. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Fhitung = 11,45) dengan (Ftabel = 4,25), (2) terdapat interaksi antara model TPS berbantuan media konkret dan intelegensi terhadap prestasi belajar IPA (Fhitung = 41,56) dengan (Ftabel = 4,15), (3) terdapat perbedaan prestasi belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan intelegensi tinggi (thitung = 7,48) dengan ttabel (2,048), (4) terdapat perbedaan prestasi belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan intelegensi rendah (thitung = 2,31) dengan (ttabel 2,048)Kata Kunci : Model TPS, media konkret, intelegensi, prestasi belajar IPA This research aims to (1) know the differences in learning achievement in science between the experimental group and the control group, (2) know the differences in the interaction between the learning model TPS-aided media concrete and students intelligence in science learning achievement, (3) to know the differences in science leaning achievement between groups experimental and control groups with high intelligence, (4) know the differences in science learning achievement between the experimental group and the control group with low intelligence. This research is classified as quasi-experimental research design research with post-test only control group design. The study population was the fourth grade students of SDN Cluster 5 Puhu, District Payangan, Gianyar regency 2015/2016 school year totaling 95 people. The sample was selected by random technique sampling.Instrument research is intelligence test (SPM) and science learning achievement test. The data were analyzed using descriptive statistics and ANAVA AB. The results showed (1) there are differences in learning achievement IPA between the experimental group and the control group (F test = 25,50) with (FTabel = 4,25), (2) there is interaction between the model TPS-aided concrete media and intelligence to the student achievement IPA (Fhitung = 4,57) with (Ftabel = 4,15), (3) there are differences in learning achievement between the experimental group and the control group with high intelligence (t = 5,14) with a table (2,048), (4) there is a difference learning achievement between the experimental group and the control group with low intelligence (t = 2,088) with (ttable 2,048). So, the learning model Think Pair Share (TPS) aided concrete media influence on science learning achievement at the fourth grade students in elementary N Cluster 5 Puhu District of PayanganGianyar regency in the academic year 2015/2016.keyword : model TPS, concrete media, intelligence, academic achievement IPA
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TEMA EKOSISTEM ., Asri Anggrayanthi; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Made Suara, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model discovery learning berbantuan media lingkungan siswa kelas VB SDN 12 Padangsambian tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VB SDN 12 Padangsambian yang berjumlah 39 siswa, terdiri dari 17 siswa perempuan dan 22 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes untuk mengukur kompetensi pengetahuan dan metode observasi untuk kompetensi keterampilan IPA dan kompetensi sikap dalam belajar IPA. Data hasil belajar IPA dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan ketuntasan klaksikal kompetensi pengetahuan IPA dari 43,58% pada siklus I menjadi 84,61% pada siklus II dengan kata lain terjadi peningkatan 41,03%. Hasil penelitian kompetensi keterampilan menunjukkan adanya peningkatan kuantitas siswa yang memenuhi indikator kompetensi keterampilan IPA. Kemudian, secara umum data hasil belajar kompetensi sikap dalam belajar IPA menunjukkan seluruh siswa memiliki sikap yang baik dan bertambahnya kuantitas siswa yang memenuhi indikator kompetensi sikap dalam belajar IPA. Peningkatan hasil belajar IPA terjadi dari pra siklus ke siklus I maupun dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model discovery learning berbantuan media lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VB SDN 12 Padangsambian.Kata Kunci : Hasil belajar IPA, media lingkungan, model discovery learning This research aims to improve the learning outcomes of natural science through the application of the discovery learning, media-assisted environment model, on students of VB grade of Padangsambian primary school 12 of the academic school year 2015/2016. This research is done in the whole classroom and is conducted in two cycles.Each cyle consists out of four stages;planning, implementation, observation, and reflection. The student of grade VB of Padangsambian primary school 12 are the research subjects, and totals a sum of 39 students. The students can be devided into 17 students which are female and 22 student who are male. Data collection in done with a test method to measure the competence of knowledge of the students and an observation method for natural science competency skills and attitude in competencies in learning natural science. The data results of learning natural science were analyzed using descriptive qualitative methods. The results showed an increase in naturals science knowledge competency of the whole class from 43,58% in the first cycle, to 84,61% in the second cycle. In other words san increase of 41,03%. Research results shows that the skliis competencies of the students increase and that more students meet the indocator if natural science skill competency indicator. Then, the general data results of learning natural science competencies shows that all the students have the good attitude, and that there is an increase in numbers of students who meet the competency indicator in learning natural science. Increase in outcomes learning natural science occurs from the pre-cycle to cycle I, and from the first cycle to the second cycle. Based on the results of data analysis it can be concluded that trough the application of the discovery learning, media assisted environment model can improve the learning outcome in natural science of VB grade students of Padangsambian primary school 12.keyword : Learning outcomes natural science, Media environment, Discovery learning model
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS IV ., Ni Kadek Sri Lestari; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar IPA dengan penerapkan model pembelajaran Scramble pada siswa kelas IV semester genap SDN 6 Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 11 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Data yang diperoleh dianalisis untuk menghitung mean dan persentase mean. Pada siklus I, persentase rata-rata keaktifan belajar siswa pertemuan I adalah 68,61% dan persentase keaktifan belajar siswa pertemuan II adalah 71,91% berada pada kategori cukup. Persentase rata-rata hasil belajar IPA yang diperoleh siswa pada siklus I sebesar 76,6% berada pada kategori cukup. Pada siklus II, keaktifan dan hasil belajar siswa mengalamai peningkatan. Persentase rata-rata keaktifan belajar siswa pertemuan I adalah 80,30%, dan persentase keaktifan belajar siswa pada pertemuan II adalah 87,07% berada pada kategori baik. Persentase rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II sebesar 87,90% berada pada kategori baik. Hasil penelitian siklus I dan II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase keaktifan dan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV semester genap SDN 6 Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : scramble, keaktifan belajar, hasil Belajar This study is aims to improve the students activeness and learning outcome of science subject with the implementation of Scramble learning model on the 4th grade students on even semester in SDN 6 Tiga Susut district, Bangli regency in the academic year of 2015/2016. The type of this study is classroom action research that was conducted in two cycles. The subjects of the study were 11 eighth grade students. The data collection of this study was conducted through observation and testing method. The data were analyzed to calculate the mean and the mean percentage. In the first cycle, the average percentage of students learning activeness first meeting is 68.61% and the percentage of students learning activeness meeting II was 71.91% in the category enough. The average percentage results obtained students learn science in the first cycle of 76.60% in the category enough. In the second cycle, activity and learning outcomes of students experiencing an increase. The average percentage of students learning activeness first meeting is 80.30%, and the percentage of students' learning activeness in meeting II was 87.07% in the good category. The average percentage of student learning outcomes in the second cycle of 87.90% in the good category.The result of the study from cycle I and cycle II showed that there was an increase of percentage in students activeness and learning outcome in Science learning in 4th grade students in even semester in SDN 6 Tiga Susut district, Bangli regency in the academic year of 2015/2016.keyword : scramble, activeness learning, learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PKn PADA SISWA KELAS IV SD ., Ni Kadek Dwi Sariani; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Value Clarification Technique (VCT) terhadap sikap sosial dan hasil belajar mata pelajaran PKn. Rancangan penelitian yang digunakan adalah non equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Gugus III Tambora Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2015/2016. Sampel diambil dengan teknik grup random sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan uji MANOVA (Multivariate Analysis of Varians). Sebanyak 42 siswa kelas IV SD Negeri Gugus III Tambora Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana dipilih sebagai sampel. Pengumpulan data sikap sosial dalam bentuk koesioner dan hasil belajar PKn dalam bentuk tes pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan sikap sosial yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F=21,79;p
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar IPA ., I Komang Cahya Trianandika; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar IPA sebelum mengontrol motivasi berprestasi, dan (2) pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar IPA setelah mengontrol motivasi berprestasi. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Rendang tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 133 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Menanga yang berjumlah 36 orang dan siswa kelas V SD Negeri 3 Menanga yang berjumlah 34 orang. Data Motivasi berprestasi dikumpulkan dengan instrumen berupa kuesioner dan data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Teknik analisis yang digunakan adalah Anakova satu jalur. Hasil analisis data menunjukkan (1) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar IPA sebelum mengontrol motivasi berprestasi, dan (2) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar IPA setelah mengontrol motivasi berprestasi. Jadi, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : hasil belajar IPA, motivasi berprestasi, pembelajaran berbasis masalah The aims this research was to know (1) a significant effect of problem based learning model to science learning outcomes prior the achievement motivation was controlled, and (2) a significant effect of problem based learning model to science learning outcomes after the achievement motivation was controlled. This research is quasi-experimental designs with non equivalent post-test only control group design. The study population was the fifth grade of elementary school students in Cluster III Rendang District in 2015/2016 Academic Year which amounted to 133 students. The sample in this study are students of grade fifth SD Negeri 1 Rendang which consist of 36 students and 34 fifth grade students of SD Negeri 3 Menanga. The data of achievement motivation were gathered by the science instruments in the form of questionnaires and results of data were collected by the instruments to learn science in the form of a multiple choice test. The data obtained were analyzed using one way Anakova technique. The data results of analysis can be summarized as follows (1) there was a significant difference of problem based learning model to science learning outcomes prior the achievement motivation was controlled, and (2) there was a significant effect of problem based learning model to science learning outcomes after the achievement motivation was controlled. So, there was a significant effect of problem based learning model and achievement motivation to science learning outcomeskeyword : achievement motivation, problem-based learning, science learning outcomes
HUBUNGAN ANTARA PRESTASI BELAJAR DAN PERANAN ORANG TUA SERTA INTERAKSI TEMAN SEBAYA MATA PELAJARAN PKn ., Ni Putu Suryanita SP.; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan antara peranan orang tua dan prestasi belajar PKn, (2) hubungan interaksi teman sebaya dan prestasi belajar PKn, dan (3) hubungan antara prestasi belajar dan peranan orang tua serta interaksi teman sebaya pada mata pelajaran PKn siswa kelas IV, V, dan VI SDN 3 Banyuasri Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini termasuk penelitian ex post facto, karena dalam pelaksanaannya tidak ada perlakuan terhadap variabel yang diteliti. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI di SDN 3 Banyuasri, yang berjumlah 56 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur peranan orang tua dan interaksi teman sebaya dan dokumentasi untuk mencatat prestasi belajar siswa. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data penelitian adalah teknik analisis korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara peranan orang tua dan prestasi belajar PKn, dengan Fhitung = 4,83 > Ftabel = 4,02, (2) terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi teman sebaya dan prestasi belajar PKn, dengan Fhitung = 9,55 > Ftabel = 4,02, (3) terdapat hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara prestasi belajar PKn dan peranan orang tua serta interaksi teman sebaya, dengan Fhitung = 5,55 > Ftabel = 3,17. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa peranan orang tua dan interaksi teman sebaya memengaruhi prestasi belajar siswa.Kata Kunci : peranan orang tua, interaksi teman sebaya, prestasi belajar This research aims to know: (1) the relation between the role of parents and achievement learn of Civics, (2) the relation peer interaction and achievement learn of Civics, and (3) the relation between achievement learn and the role of parents and peer interaction on subjects Civics students of grade IV, V, and VI SDN 3 Banyuasri school year 2015/2016. This research type is ex post facto, because in practice there is no treatment of the symptoms of the studied variables Samples were students of class IV, V, and VI in SDN 3 Banyuasri, amount to 56 students. Used techniques data collecting is a questionnaire to measure the role of parents and peer interaction and documentation to record student achievement. Number of questionnaires statement of the role of parents and peer interaction each as much as 20 grains. The technique used to analyze the research data is correlational analysis technique. The results showed that: (1) there is a significant relation between the role of parents and achievement learn of Civics, with F test = 4.83 > F table = 4.02, (2) there is a significant relation between peer interaction and achievement learn of Civics, the F test = 9.55 > F table = 4.02, (3) there is a significant relation together between Civics learning achievement and the role of parents and peer interaction, with F test = 5.55 > F table = 3.17. Based on the findings, it was concluded that the role of parents and peer interaction affects student achievement.keyword : the role of parents, peer interaction, learning achievement
Pengaruh Model Pembelajaran Predict-Discuss-Explain-Obsereve-Discuss-Explain Berorientasi Masalah Terbuka Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dalam Mata Pelajaran IPA ., Luh Suartini; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7466

Abstract

Penelitian ini mengangkat tentang rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi keterampilan berpikir kritis pembelajaran IPA siswa dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, 2) deskripsi keterampilan berpikir kritis pembelajaran IPA siswa dibelajarkan dengan model pembelajaran PDEODE berorientasi masalah terbuka, 3) pengaruh yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model model pembelajaran PDEODE berorientasi masalah terbuka yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Tahun Pelajaran 2015/2016 di SD di gugus VI Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/203 yang berjumlah 130 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berpikir kritis berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) deskripsi keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada siswa kelompok kontrol dengan model pembelajaran konvensional tergolong rendah, dengan mean 14,82. (2) deskripsi keterampilan berpikir kritis pada siswa kelompok eksperimen dengan model PDEODE berorientasi Masalah terbuka tergolong tinggi, dengan mean 26. (3) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran IPA yang signifikan antara kelompok dengan model PDEODE berorientasi Masalah terbuka dan kelompok dengan model konvensional, diketahui bahwa thit > ttab (thit = 43 > ttab = 1,671 ).Kata Kunci : PDEODE, masalah terbuka, berpikir kritis This study raised about the lack of critical thinking skills of students. This study also aims to determine: 1) description of critical thinking skills science teaching students who learned with conventional learning, 2) description of critical thinking skills science teaching students who learned with PDEODE leraning oriented Open-Ended Problem, 3) significant influence in the skill critical thinking in science learning among groups of students who learned with PDEODE leraning oriented Open-Ended Problem with who learned with conventional learning the fourth grade students in the academic year 2015/2016 in primary schools in the cluster VI of Buleleng district. This research is a quasi-experimental research design and using non-equivalent post-test only control group design . The subjects were all fourth grade students in elementary group Buleleng District VI Academic Year 2015/2016 which amounts to 130 people. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). Results of this study found that: 1) critical thinking skills scores science teaching on students who take lessons with conventional learning tend to be low, with a mean of 14,82, 2) score of critical thinking skills in science teaching on students who take learning to the PDEODE leraning oriented Open-Ended Problem tend to be high, with a mean of 26, 3) there are significant influence in critical thinking skills among the group of students who learned with the PDEODE leraning oriented Open-Ended Problem with a group of students who learned with conventional learning, with tarithematic > ttable (tarithematict = 43> ttable = 1,671).keyword : PDEODE, Open-Ended, critical thinking
PENGARUH MODEL COURSE REVIEW HORAY BERBANTUAN MULTIMEDIA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Kadek Era Kariadnyani; ., I Kadek Suartama, M.Pd.; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7467

Abstract

Masalah utama penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V di SD gugus II Kecamatan Seririt yang dibuktikan oleh nilai rata-rata kelas dibawah KKM dan guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui deskripsi hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan multimedia, (2) mengetahui deskripsi hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan multimedia dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di SD Gugus Genap Dharma Tula Kecamatan Seririt. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan post test only control group design. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 127 siswa dan jumlah sampel sebanyak 72 orang siswa. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan metode tes, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan: (1) rata-rata hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen sebesar 23,325 berada pada kategori sangat tinggi, (2) rata-rata hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol sebesar 16,379 berada pada kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan multimedia terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016 di SD Gugus II Kecamatan Seririt (thitung = 7,002 > ttabel = 1,994). Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay, multimedia, hasil belajar. The main problem of this research was student’s low result in science learning based on the class’s average value that under the KKM and teachers still used conventional learning model. Based on that explanation, this research was aimed to: (1) find out the description of student’s result in science learning who taught with cooperative learning model type course review horay using multimedia, (2) find out the description of student’s result in science learning who taught with conventional learning model, (3) find out the significant difference between the students who taught with cooperative learning model type course review horay using multimedia and who taught with conventional learning model at fifth grade of 2nd semester in academic year 2015/2016 in Gugus Dharma Tula of seririt district. This research was a quasi experiment research with post-test only control group design. The population of this research was 127 students and the samples were 72 students. The result of student’s learning in science was collected by using test method, and it was analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The results of this research indicate: (1) the average of student’s result in science learning at experiment group is 23,325 which is in the very high category, (2) the average of student’s result in science learning at control group is 16,379 which is in the medium category, and (3) there is a significant difference of cooperative learning type Course Review Horay using multimedia on student’s result in science learning at fifth grade of 2nd semester in academic year 2015/2016 in Gugus Dharma Tula of Seririt district (thitung = 7,002 > ttabel = 1,994).keyword : cooperative learning model type Corse Review Horay, multimedia, learning result.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue