cover
Contact Name
Arif Try Cahyadi
Contact Email
arif3cahyadi@email.unikom.ac.id
Phone
+6281998522354
Journal Mail Official
jurnalvisualita@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Universitas Komputer Indonesia, Fakultas Desain, Desain Komunikasi Visual Jl. Dipatiukur No. 112-116, Kota Bandung, Smart Building Unikom, 6th Floor, Room 6027
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visualita : Jurnal Online Desain Komunikasi Visual
ISSN : 26552140     EISSN : 23015144     DOI : https://doi.org/10.34010/visualita
Core Subject : Humanities, Art,
The Online Visual Communication Design Visualita Journal is dedicated to disseminating findings or research and original ideas about design, applied arts, and visual culture, which is published in 2 (two) episodes a year, namely in April and October. The scope of the Visualita Journal covers an unlimited variety of visual culture starting from visual, contemporary, and traditional arts, visual communication design, and graphic and technical design with other sciences such as communication, culture, sociology, marketing, psychology, language, etc.
Articles 154 Documents
DESAIN VERNAKULER PADA MEDIA KEMASAN TEH SEDUH Hardoyo, Adityo B
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 1 (2013): August
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.213 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v5i1.1100

Abstract

Teh adalah salah satu minuman yang banyak digemari di dunia, dihasilkan dari seduhan daun teh yang dikeringkan dengan menggunakan air mendidih. Tanaman teh pertama kali datang ke Indonesia tahun 1684, dibawa dari Jepang oleh Andreas Cleyer. Tanaman teh tumbuh baik bada ketinggian sekitar 2.000 meter, di Indonesia perkebunan teh terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Adanya peniruan budaya asing yang digabungkan dengan budaya lokal oleh kelompok atau individu menghasilkan desain vernakular pada kemasan teh. Riset ini dibagi menjadi tiga kelompok ilustrasi atau ikon pada kemasan teh berdasarkan pendekatan visual, kelompok satu berdasarkan benda keseharian, kelompok dua berdasarkan manusia, dan kelompok tiga adalah ikon heraldik. Dari ilustrasi kemasan dapat menjelaskan gaya berbusana, gaya arsitektur, dan keadaan sosial ekonomi pada saat itu. Kebanyakan desain kemasan teh menggunakan warna merah dan hijau, warna tersebut dianggap menarik, bermakna harapan dan keberuntungan, juga warna dari daun teh itu sendiri. Huruf bergaya San Serif banyak digunakan karena karakteristiknya yang kuat dan bersih.
BONEKA 'BARBIE' BERKERUDUNG SEBAGAI BENTUK DESAIN DAN KEBUDAYAAN Albar, Deni
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 3 No 2 (2011): Agustus
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.447 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v3i2.1121

Abstract

Mainan sebagai hasil budaya, merupakan objek desain yang didalamnyaterkandung nilai-nilai yang dapat dimaknai berlainan tergantung audiensnya. Fenomena boneka bergaya Barbie yang erat dengan budaya barat, kini hadir dengan tradisi berkerudung budaya timur tengah atau negara-negara mayoritas muslim merupakan suatu hal yang menarik untuk dibahas. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan relasi budaya interculturalism dan multiculturalism dengan objek desain yang hadir dalam budaya tersebut. Sebagai contoh objek desain dalam relasi antar desain dan kebudayaan, maka keberadaan mainan boneka bergaya Barbie yang erat dengan budaya barat, hadir dengan tradisi berkerudung budaya timur tengah dan negara-negara mayoritas muslim menjadicontoh relasi yang tepat dari desain dan kebudayaan. Hasil dari penelitian ini maka dapat disimpulkan pemahaman terhadap desain dan kebudayaan merupakan hal yang penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses komunikasi. Desain memiliki peranan penting dalam budaya dan begitu pun sebaliknya, budaya juga memiliki perananan yang tidak kalah penting dalam desain. Keduanya dapat saling mempengaruhi satu sama lain, berasimilasi dan mampu menciptakan perubahan makna dalam suatu keadaan sosial. Aspek interculturalism dan multiculturalism, terkait objek „Barbie muslim‟ , merupakan aspek yang secara sosial dipahami berbeda-beda oleh audiensnya. Pada saat „Barbie muslim‟ ini berinteraksi dengan budaya yang berbeda dengan budaya dimana „Barbie muslim‟ hadir, tentunya dapat terjadi  kesalahpahaman persepsi dalam memaknai. Barbie sendiri hadir sebagai media multi-cultur dimana atribut-atribut asli Barbie barat mampu diterima budaya timur dan menyatu dengan atribut cara berpakaian budaya setempat.Kata Kunci: barbie, muslim, desain, budaya
KAJIAN PRINSIP POKOK TIPOGRAFI (LEGIBILITY, READBILITY, VISIBILITY, DAN CLARITY) PADA POSTER FILM BERANAK DALAM KUBUR THE MOVIE DAN JELANGKUNG Ekawardhani, Yully Ambarsih; Natagracia, Ganeshya
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 1 (2012): February
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.884 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v4i1.1112

Abstract

Film merupakan suatu media komunikasi massa dan digunakan sebagaisarana hiburan. Film horor adalah salah satu genre dalam film, yangmenampilkanketegangan, kerisauan, kejijikan, dan berbagai kejadian tidak masuk akal. Pembahasan utama dalam penelitian ini adalah mengenai tinjauan visual tipografi judul film khususnya film horor Indonesia dalam media poster. Poster film memiliki elemen-elemen visual dimana tipografi film adalah salah satunya. Disini yang menarik perhatian adalah upaya menunjukkan kesan horor melalui tipografi. Pembahasan dalam penelitian ini adalah prinsip penggunaan tipografijudul film horor Indonesia pada poster. Dalam penelitian ini, untuk menjawab permasalahan yang diangkat tersebut dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu metode atau cara menguraikan pemecahan masalah berdasarkan faktafakta yang terjadi pada waktu sekarang.Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan Bahwa, tipografi judul film horor Indonesia pada dua poster film horor, yaitu Beranak Dalam Kubur The Movie dan Jelangkung, menggunakan jenis font yang sudah ada, dan kemudian dimodifikasikan dengan visual effect untuk menambah kesan horor secara visual. Berdasarkan teori prinsip pokok tipografi, penggunaan huruf pada poster film Beranak dalam Kubur The Movie telah memenuhi kaidah tipografi, sementara untuk film berjudul Jelangkung, belum memenuhi kaidah tipografi. Baik itu dari kualitas pada huruf yang membuat huruf tersebut dapat terbaca (legibility), kualitas pada teks yang membuat teks tersebut mudah dibaca (readibility), kemampuan huruf dan teks yang dapat terbaca dalam jarak tertentu (visibility), serta kualitas pada huruf dan teks untuk dapat dimengerti dengan jelas (clarity).Kata kunci : Film, Horor, Poster, Tipografi
PENYATUAN MANUSIA & TEKNOLOGI APLIKASI 3D (KATALOG VIRTUAL 3D) Albar, Deni
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 2 No 2 (2010): Agustus
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.47 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v2i2.1113

Abstract

Interaksi antara manusia dan katalog komoditas merupakan suatu halyang sangat berperan dalam mempengaruhi tingkah laku manusia dalammengkonsumsi komoditas. Dengan adanya kebutuhan yang menentukan tingkah laku untuk membeli suatu komoditas, maka dibutuhkan suatu katalog yang mampu membuat manusia seperti seolah-olah merasa ada di tempat perbelanjaan sehingga kebutuhan ‘sense’ akan suatu komoditas benar-benar terwakili kehadirannya. Adanya tuntutan emosi yang harus terpenuhi dalam suatu katalog, memunculkan isu bahwa katalog konvensional tidak lagi efektif dalam merepresentasikan suatu komoditas. Wacana dalam memenuhi kepuasan hidupnya, manusia berusaha menciptakansuat u kondisi ideal dalam berbagai hal, salah satunya dalam mendapatkan kepuasan informasi komoditas dari suatu katalog. Munculnya wacana / diskursus mengenai katalog masa depan (3D) menjadikan suatu wacana yang berkembang dalam dunia desain. Aplikasi interaktif virtual 3D mampu menghadirkan komoditas pada konsumen dengan lebih baik, secara intuitif konsumen mampu memantau, belajar dan mengumpulkan data komoditas seperti berjalan di pusat perbelanjaan. Adanya dukungan perkembangan teknologi baik material, energi, alat dan teknik mendorong realisasi katalog yang mampu memenuhi kebutuhan manusia.Kata kunci: manusia, teknologi, katalog, 3D.
KAJIAN ANALISIS IDENTIFIKASI IKLAN LUAR RUANG WALL PAINTING Ariprahara, Gema
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 1 (2012): February
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.763 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v4i1.1108

Abstract

Iklan luar ruang merupakan alat komunikasi komersial konvensional yang digunakan oleh kebanyakan produsen untuk memberikan informasi dan menancapkan identitas produk pada benak konsumennya. Media yang digunakan umumnya menggunakan papan reklame atau billboard, neon sign, neon box, spanduk, baligo, poster, pamplet dan media luar ruang lainnya. Kepadatan iklan dalam sebuah kota senantiasa dipantau oleh dinas pendapatan dan pertamanan daerah karena dalam penempatannya harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Perkembangan iklan luar ruang semakin marak dengan hadirnya iklan wall painting yang terletak pada beberapa bangunan kota yang memiliki dinding yang kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai objek media iklan. Ruang tersebut umumnya dibiarkan kosong dan hanya berisi warna plain dengan adanya kreativitas pekerja media dinding tersebut dijadikan media iklan. Meski ukurannya besar dan dapat digolongkan sebagai media luar ruang sejenis billboard namun dalam visualisasinya memiliki perbedaan. Visualisasi pada wall painting memiliki keterbatasan karena faktor teknis dan tingkat keterlihatan objek. Penelitian ini lebih melihat mengenai analisa deskripsi iklan wall painting yang terdapat pada ruang publik kota. Fokus analisa terhadap identifikasi pada visualisasi iklan wall painting yang di dominasi oleh produk dari operator telekomunikasi. Diantaranya; Telkomsel, XL, Indosat dan Axis. Karakter visual yang berbeda yang lebih sederhana dan hanya mengutamakan merek menunjukkan identifikasi visual yang jelas pada iklan tersebut.Kata Kunci: Billboard, Media, Wall painting.
PERILAKU KOMUNITAS RAT BIKE DAN NILAI ESTETIK PADA DESAIN KENDARAAN RODA DUA Kurniawan, Ivan
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 2 No 2 (2010): Agustus
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.865 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v2i2.1114

Abstract

Kemacetan lalu lintas, pelayanan angkutan massa yang belum dianggap baik dan memadai, serta aktifitas yang padat, telah mendorong sebagian besar masyarakat perkotaan untuk memiliki sepeda motor. Jenis alat transportasi ini dinilai mampu memberi solusi terhadap mobilitas yang tinggi di perkotaan. Kondisi tersebut membuat populasi kendaraan jenis sepeda motor mengalami peningkatan yang cukup tajam. Namun hal ini tidak semata didasari oleh aktifitas di perkotaan. Desain yang menarik, harga, dan berbagai promosi yang dilakukan oleh pihak produsen juga turut memberi pengaruh yang besar. Keberadaaan sepeda motor yang begitu banyak juga telah mempengaruhi gaya hidup bagi masyarakat. Jalanan telah menjadi ranah baru bagi gaya hidup para pengguna sepeda motor. Maraknya komunitas atau perkumpulan pengendara motor dapat menjadi indikasi akan adanya hal tersebut. Komunitas-komunitas tersebut umumnya menuangkan identitasnya melalui berbagai macam atribut, pengubahan desain motor, hingga pada kegiatan bersama di jalanan. Namun terdapat fenomena yang menarik terkait identitas yang ditunjukkan oleh komunitas motor tersebut. Diantara pengubahan desain yang menghabiskan dana yang banyak agar terlihat mewah atau apik, terdapat sebuah gaya yang justru bertolak belakang. Aliran klub tersebut bernama komunitas rat bike. Secara khusus artikel ini akan membahas mengenai komunitas rat bike dan gaya hidup, dikaitkan dengan nilai-nilai estetika desain motor yang berlaku umum.
CITRAAN GAYA HARAJUKU PADA GAYA GRAFIS GRAFIS PRODUK DISTRO Ekawardhani, Yully Ambarsih; Yanti, Ari
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 1 (2012): February
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.497 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v4i1.1109

Abstract

Gaya Harajuku adalah sebuah fenomena yang sedang marak diadopsipada gaya grafis. Nama Harajuku merujuk pada sebuah tempat di Jepang, yang di dalamnya terdapat aktivitas fashion jalanan (street fashion), yang sangat dominan sehingga mempopulerkan tempat tersebut. Dominasinya tidak hanya mempengaruhi pencitraan tempat, tetapi menempatkan nama Harajuku menjadi sebuah gaya (style) berbusana. Menariknya, gaya tersebut kemudian diadopsi lagi menjadi gaya grafis pada produk-produk distro. Gaya grafis yang muncul membuat pencitraan yang mengesankan gaya Harajuku. Penelitian ini mengamati pengadopsian gaya Harajuku yang diterapkan pada gaya grafis produk distro. Asumsi dasarnya adalah pada gaya grafis tersebut terdapat ciri-ciri gaya Harajuku. Selain ciri juga terdapat penambahan karakter yang sesuai dengan jenis-jenis gaya Harajuku. Secara khusus, hal ini terjadi pada beberapa distro di kota Bandung. Sampel distro yang digunakan sebagai bahan penelitiannya adalah Screamous, Airplane System, dan Cosmic Clothing Company.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat distro tersebut, tidakseluruhnya gaya grafis distro-distro tersebut mengadopsi citraan gaya Harajuku. Masih ada kecenderungan untuk tidak mengadopsi seluruh jenis gaya Harajuku. Terdapat lima gaya Harajuku yang lebih banyak menjadi pilihan, yaitu Gothic Lolita/Lolita, Cosplay, Vintage, Teenage Romance No Future dan Unformal Blazer.Kata Kunci: Gaya, Harajuku, Grafis, Distro
JAMAAH TABLIGH DAN HOMOLOGI Kasmana, Kankan
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 2 No 2 (2010): Agustus
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.764 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v2i2.1115

Abstract

Indonesia dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan terbuka dalammenerima sesuatu yang datang dari bangsa lain, apapun bentuknya, konsep, ideologi, ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, ataupun gaya hidup. Tidak peduli positif atau negatif, sedikit banyak menimbulkan perubahan sosial dan masyarakat. Jamaah Tabligh sebagai sebuah komunitas dalam menjalankan praktek agama, dapat dijumpai ciri, keunikan serta kekhasan yang membuatnya berbeda dari masyarakat pada umumnya. Ada sebuah pola yang memunculkan gaya hidup yang cukup menarik untuk diteliti. Pada penelitian ini akan dibahas Jamah Tabligh dan homologi, dengan pendekatan analisis deskriptif. Dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan, dalam melaksanakan aktivitasnya,anggota jamaah memiliki banyak kesamaan disebabkan konsep yang diterima sebagai materi/ilmu tanpa boleh dikritisi, atau pun mengambil referensi sumber lain (taqlid). Kesamaan tersebut membentuk sebuah homologi dalam fisik (body) berupa jenggot, dalam pakaian (fashion) afghani clothes, dalam penggunaan ruang dan waktu (bayan, huruj, ijtima), serta penggunaan objek (kayu Siwak. Fenomena tersebut terjadi membentuk sebuah pola, dan menciptakan sebuah gaya hidup. Cara mereka menentukan dan memilih objek dipengaruhi oleh konsep ajaran yang dianut berdasar pada kitab Fadhail Amal. Keyakinan menjadi sebagai suatu perlambang adanya kebutuhan diri terhadap nilai-nilaispiritualitas. Nilai spiritualitas didapat dengan menciptakan/bergabung kedalam komunitas dengan visi misi yang sama yang memunculkan kesamaan-kesamaan dalam berbagai hal.Kata Kunci: homologi, spiritualitas, jamaah, gaya hidup
RELASI ENVIROMENTAL TYPOGRAPHY, PUBLIC SPACE DAN GAYA HIDUP Nursaiman, Dodi
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 1 (2012): February
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.15 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v4i1.1110

Abstract

Ruang umum (public space) di perkotaan merupakan sebuah ruang yang dapat digunakan sebagai aktifitas oleh masyarakat umum, ruang public dapat berupa taman (park), kebun (garden), jalur hijau (greenways), pedestrian, jalan, trotoar, lapangan olah raga, plaza, dan semua ruang yang berada di luar bangunan. Ruang publik pada dasaranya dapt dibuat dengan terencana dan disadari dan didesain untuk kebutuhan masyarakat dan tidak terlepas dari dukungan pemerintah dalam upaya penyediaan fasilitas publik dalam sudut pandang tata kelola wilayah. Ruang publik perkotaan merupakan bagian dari produk arsitektur kota. Aktifitas padaruang publik menjadi bagian dari perkembangan dalam proses penciptaangaya hidup.Kata Kunci : Environmental, Typography
KONSTRUKSI SOSIAL DAN KESALAHPAHAMAN KONSTRUKSI DALAM IKLAN FREN SOBAT VERSI "NELPON PAKE FREN BAYARNYA PAKE DAUN" Tarmawan, Irwan
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 3 No 2 (2011): Agustus
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.058 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v3i2.1078

Abstract

Pesan merupakan suatu kontruksi tanda yang melalui interaksinya dengan penerima menghasilkan makna, dan membaca adalah proses menemukan makna yang terjadi ketika pembaca berinteraksi atau bernegoisasi dengan teks. Pesan dalam iklan Fren versi "Nelpon Pake Fren Bayarnya Pake Daun", ini dirancang dengan memuat teks menjadi tanda yang dibaca dan dipersepsi Oleh orang berdasarkan pengetahuan dan pengalaman dalam lingkup sosialnya, yang terkonstruksi selama hidup pengguna berdasarkan proses hubungan sosial dengan beragam budaya yang berkembang terhadap sesuatu yang disepakati. Periklanan menciptakan struktur makna, menghadirkan realitas dalam kehidupan manusia. Pengetahuan ini memberikan kekuasaan, kekuasaan untuk membuat pelbagai pilihan tentang apa yang dapat diartikan, kekuasaan untuk menerima atau menolak apa yang diinformasikan. Membentuk pengetahuan tidak saja berdasarkan fakta, akan tetapi kemampuan dalam menganalisa dan interpretasi. Ketika pengetahuan dan pengalaman kita kurang dalam memahami sesuatu, tentunya dapat mengakibatkan terjadi kesalahpahaman dalam memahami sesuatu yang dimaksud. Konstruksi sosial terjadi karena proses pengetahuan yang terhimpun dari setiap individu dan berkembang menjadi pengalaman da/am memahami sesuatu. Manusia dapat merubah atau memperbaiki konstruksi berdasarkan pengalaman yang dimiliki yang disepakati bersama. Iklan Tidak saja harus dipandang dan dipahami sebagai bentuk komunikasi yang menawarkan sesuatu saja, iklan seharusnya bukan hanya iklan jujur, bukan hanya artistik, namun lebih dari itu iklan yang baik memiliki nilai-nilai sosial, edukasi, dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.

Page 5 of 16 | Total Record : 154