Articles
5,428 Documents
EVALUASI PROGRAM KEWIRAUSAHAAN DI SDK21 PENABUR
Gendis Woro Pawestri;
Muhammad Syarif Sumantri;
Erry Utomo
Jurnal Basicedu Vol 3, No 3 (2019): July Pages 850 - 993
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.172
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik di SDK Penabur dalam pelaksanaan program kewirausahaan terutama dalam penguasaan ketrampilan (skills) dan karakter serta perolehan nilai dalam ujian nasional. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Design model dalam penelitian ini menggunakan model CIPP. Penelitian ini dilaksakan di SDK Penabur wilayah Jabodetabek. Hasil menunjukkan tiga aspek yang dievaluasi yakni hasil belajar siswa, respon orang tua, dan respon siswa. Pada aspek hasil belajar, semua kriteria dinyatakan telah terpenuhi. Adapun aspek respon orang tua dan siswa terdapat beberapa kriteria yang belum sesuai yakni kriteria orang tua dan siswa yang memahami hakekat, maksud dan manfaat dari penyelenggaraan program entrepreneurship. Implikasi dalam penelitian ini, diharapkan program entrepreneurship berdampak pada motivasi belajar siswa dan membudayakan kecakapan life skill siswa sekolah dasar
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PETA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR
Nanda Novitasari;
Yalvema Miaz
Jurnal Basicedu Vol 3, No 3 (2019): July Pages 850 - 993
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i3.196
Penelitian ini dilakukan untuk mengamati pengaruh penggunaan media peta berbasis multimedia interaktif terhadap minat belajar dan hasil belajar peserta didik SD dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan subjek siswa kelas IV dan di laksanakan di SD Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang Air Tawar Barat Kota Padang. Instrumen penelitian adalah angket motivasi belajar dan tes tertulis.Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t dan ANAVA dua arah untuk interaksi. Hasil belajar yang diperoleh dengan menggunakan multimedia interaktif lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional. multimedia interaktif membuat minat siswa menjadi lebih tinggi terhadap pembelajaran .multimedia interaktif menciptakan pengalaman baru bagi siswa , membuat siswa aktif , membuat belajar lebih menyenangkan dibandingkan dengan metode konvensional yang membuat beberapa siswa menjadi pasif.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA 8 PADA MUATAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI DIRECTED READING THINKING ACTIVITY (DRTA) DI SD NEGERI BANYUBIRU 05
Devi Setyarini;
Nyoto Hardjono
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (281.604 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.69
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar muatan Bahasa Indonesia dapat diupayakan melalui strategi pembelajaran Directed Reading Thinking Activity (DRTA). Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Prosedur penelitian terdiri dari kondisi awal sebelum diberikan tindakan, siklus I, dan siklus II, tiap siklus I dan siklus II terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi. Teknik penelitian adalah teknik observasi berupa instrumen lembar observasi dilengkapi dengan rubrik ketrampilan menulis. Hasil menunjukan peningkatan ketuntasan hasil belajar dari kondisi awal sebelum diberikan tindakan yakni 3 siswa yang tuntas dengan persentase sebesar 9%, siklus 1 ke siklus 2, sebanyak 15 siswa (44% dari jumlah 34 siswa) dengan klasifikasi ketuntasan hasil belajar di siklus I dan meningkat sebanyak 27 siswa yang tuntas (79% dari jumlah 34 siswa) di siklus II
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SD MUHAMADIYAH KOTA BANGKINANG
Nany Librianty
Jurnal Basicedu Vol 2, No 2 (2018): October Pages 1-74
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.261 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v2i2.136
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru di SD Muhamadiyah Kota Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menujukanbahwapelaksanaan strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru pada SD Muhammadiyah Kota Bangkinang belum terlaksana dengan baik, hal ini terlihat dari faktor hambatan pengawasan dari kepala sekolah dan juga kurangnya dukungan dari komite sekolah, sehingga strategi yang digunakan pada sekolah ini belum terlaksana secara maksimal.
Lingkungan Belajar Efektif Bagi Siswa Sekolah Dasar
Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi
Jurnal Basicedu Vol 1, No 2 (2017): October Pages 1-84
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.991 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v1i2.155
Sekolah mempunyai peran sebagai lembaga pendidikan yang mengembangkan potensi-potensi siswa, agar mampu menjalani tugas-tugas dalam kehidupan, baik secara individual maupun sosial. Sekolah merupakan salah satu lingkungan siswa. Lingkungan dalam pengertian umum, berarti situasi yang ada di sekitar manusia. Manusia tidak bisa lepas dari lingkungan tempat tinggal, baik itu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, maupun lingkungan sekolah. Lingkungan tersebut dapat menimbulkan Perubahan tingkah laku manusia. Karena lingkungan dapt merubah tingkah laku, maka sekolah hendaknya menciptakan lingkungan belajar efektif bagi siswa sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA
Lise Wardinal;
Yalvema Miaz;
Farida Mayar;
Irdamurni Irdamurni
Jurnal Basicedu Vol 3, No 3 (2019): July Pages 850 - 993
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1374.211 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i3.184
This type of research is a type of quasi-experimental research in the form of Random Research Group Control.The sample technique is Simple Random Sampling.The sample in this study was the experimental group class IV A using the Science Technology Community Learning Model (STM). Based on the results of the study showed that the model of Community Science Technology Learning (STM) affects the activities and learning outcomes in elementary schools that are tested and processed using t test.The results of the learning activity questionnaire before learning were obtained tcount = and the questionnaire test after learning were obtained tcount =. In addition, data showing pretest learning outcomes obtained tcount = with ttable = 2.024 and posttest learning outcomes tcount = with ttable = 2.024 at a significance level ɑ = 0.05. So it can be concluded that there is an influence of the Community Science and Technology Learning Model (STM) on the activities and learning outcomes of fifth grade students of SD 12 Padang Koto Gadang.
PENGARUH MODEL EVERYONE IS A TEACHER HERE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SD
Akhmad Badrul Lubis;
Yalvema Miaz;
Taufina Taufina;
Desyandri Desyandri
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.533 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.61
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan model Everyone Is A Teacher Here terhadap aktivitas dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas V Sekolah Dasar. metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 20 Kurao Pagang Kota Padang, dengan Sampel pada penelitian adalah kelas VA sebagai kelas kontrol dan kelas VB sebagai kelas eksperimen. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah lembaran hasil observasi aktivitas siswa dan skor hasil belajar siswa pada tes akhir IPS, dari lembaran aktivitas siswa diperoleh dengan mengunakan model Everyone Is A Teacher Here berpengaruh baik terhdap aktivitas siswa. pada tes akhir diperoleh rata-rata eksperimen sebesar 88,57 dan kelas kontrol sebesar 79,92. Data menunjukan berdisribusi normal dan homogen, dan Hasil perhitungan uji-t tersebut diperoleh harga dan pada taraf nyata 0,05 didapat harga . Dengan demikian H1 diterima, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas dan hasil belajar antara kelas eksperimen dengan menggunakan model Everyone Is A Teacher Here dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional
PERBEDAAN EFEKTIVITAS GROUP INVESTIGATION DENGAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KERJASAMA SISWA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS 5 SD GUGUS JOKO TINGKIR
Dimas Anjar Kisworo;
Wasitohadi Wasitohadi;
Theresia Sri Rahayu
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (643.51 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.80
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran GI dan PBL dalam meningkatkan kerjasama IPA kelas 5 SD Gugus Joko Tingkir Salatiga. Jenis penelitian adalah eksperimen. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Negeri Tingkir Lor 02 yang berjumlah 31 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas 5 SD Negeri Tingkir Tengah 02 yang berjumlah 27 siswa sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dengan menggunakan non test berupa angket untuk mengetahui hasil kerjasama siswa. Teknik analisis data dengan analisis deskriptif, uji prasyarat parametrik dan statistik inferensial yang menggunakan bantuan aplikasi SPSS 22 for OS Windows. Berdasarkan hasil uji t diperoleh data dengan signifikansi 0,003 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan rata-rata hasil kerjasama siswa antara penerapan model pembelajaran GI dan PBL. Perbedaan hasil kerjasama IPA yang signifikan didukung oleh perbedaan rerata dua sampel penelitian, dimana rerata hasil kerjasama pada penerapan model pembelajaran GI sebesar 100,65 sedangkan rerata hasil kerjasama pada penerapan model pembelajaran PBL sebesar 93,81 yang berarti bahwa perlakuan pembelajaran dengan model GI memberikan dampak pada hasil kerjasama yang berbeda dan lebih tinggi daripada model pembelajaran PBL. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas hasil kerjasama IPA siswa dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation dan Problem Based Learning SD Gugus Joko Tingkir
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS V SD
Miftichatun Chanifah;
Stefanus Christian Relmasira;
Agustina Tyas Asri Hardini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (411.979 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.96
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada pembelajaran Matematika menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada kelas V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif . Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, tes, dan non tes. Penelitian ini dilakukan dalam siklus 1 dan siklus 2 masing-masing terdiri dari 3 pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD. Desain penelitian disusun berdasarkan perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa pada pra siklus yang tuntas diatas KKM hanya 24% kemudian meningkat pada siklus 1 menjadi 49% dan siklus 2 menjadi 67%. Sedangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pra siklus 15% siswa yang tuntas kemudian meningkat pada siklus 1 menjadi 38% dan siklus 2 menjadi 56%. Hal itu terjadi karena kelebihan dari model Problem Based Learning yaitu siswa di dorong untuk memecahkan masalah pada sebuah soal dalam kelompok atau individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan urut dan sistematis dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada pembelajaran Matematika kelas V SD
UPAYA PENINGKATAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PBL SISWA KELAS IV
Fitrianing Arrizalah MQ;
Naniek Sulistya Wardani
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (342.737 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.114
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah berpikir kritis siswa kelas IV SDN Sidorejo Lor 03 dapat ditingkatkan melalui PBLpada muatan matematika dan bagaimankah langkah PBL dapat meningkatkan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Sidorejo Lor 03. Jenis penelitian ini adalah PTK yang dilakukan dalam dua siklus yang meliputi kegitan perencanaan, tindakan, observsi, dan refleksi pada tahun pelajaran 2018/2019 dengan 37 siswa sebagai responden. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu teknik tes dan non tes (observasi). Instrumen penilaian yang digunakan berupa butir soal dan lembar observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini berupa deskriptif komparatif dengan mambandingkan persentase hasil pengukuran berpikir kritis siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan dari siklus I ke siklus II dengan perbandingan hasil persentase yaitu 68% : 86%. Langkah pembelajaran melalui pendekatan Problem Based Learning adalah (1) orientasi masalah dalam bentuk soal bab statistika, (2) pengorganisasian belajar melalui pembentukan kelompok, (3) investigasi berupa kegiatan mengumpulkan informasi untuk menyelesaikan masalah bab statistika, (4) analisis informasi yang dibutuhkan dalam penyelesaian masalah, (5) evaluasi dengan membuat kesimpulan berupa jawaban. Penelitian ini guru diharapkan dapat mendesain pembelajaran menggunakan pendekatan Problem Based Learning untuk dapat meningkatkan berpikir kritis siswa.