cover
Contact Name
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
Contact Email
jproteksi@upr.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jproteksi@upr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
ISSN : 24604305     EISSN : 24604410     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil), ISSN 2460-4305 (online), ISSN 2460-4410 (print), yang diterbitkan dua kali dalam satu Tahun (Bulan Januari dan Bulan Juli).
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016" : 13 Documents clear
KAJIAN TEKNIS CAMPURAN OPEN GRADED ASPHALT (OGA) DENGAN BAHAN TAMBAH GETAH KARET (LATEX) BERDASARKAN KADAR ASPAL DAN SUHU RENDAMAN YANG DITINGKATKAN Manalu, Pakar Gunawan; Supiyan, Supiyan; Desriantomy, Desriantomy
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Open Graded Asphalt merupakan generasi baru dalam perkerasan lentur yang menggunakan agregat bergradasi terbuka yang memiliki fraksi agregat kasar tidak kurang dari 85% dari berat total campuran aspal agar diperoleh rongga besar sehingga membolehkan air meresap ke dalam lapisan atas (wearing course) secara vertikal dan horizontal dan meneruskan air ke drainase jalan, kemampuan meredam kebisingan dan meningkatkan daya gesek (skid resistance) antara permukaan jalan dengan ban kendaraan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar nilai karateristik Marshall dan kecepatan rembesan air (indeks permeabilitas) campuran open graded asphalt menggunakan batu ex. Merak dengan bahan tambah getah karet (latex). Berdasarkan hasil pemeriksaan material yang digunakan diperoleh komposisi campuran dengan proporsi batu pecah 1-2 sebesar 36%, batu pecah 1-1 sebesar 51%, batu pecah ½-1 sebesar 13%. Dari pengujian Marshall 1 diperoleh nilai kadar aspal optimum (KAO) sebesar 5,25%. Penambahan getah karet 2%, 4%, 6% dan 8% menghasilkan nilai stabilitas 1284,85 kg, 1100,03 kg, 940,669kg dan 767,548 kg (memenuhi persyaratan). Penambahan getah karet mampu meningkatkan nilai stabilitas campuran open graded asphalt. Pengujian cantabro (abrasi) masing-masing adalah 24,4072%, 22,2547%, 18,4128% dan 16,2903%(memenuhi persyaratan ≤ 35%). Penambahan getah karet sangat mampu meningkatkan nilai kekuatan karena getah karet mempunyai daya rekat yang tinggi (viskositas). Penambahan bahan tambah getah karet yang optimal adalah pada kadar 2%  hal  ini dapat dilihat dari nilai stabilitas sebesar 1284,85 kg (memenuhi persyaratan) dan hasil uji cantabro 24,4072%.   Hasil pengujian permeabilitas tertinggi pada kadar penambahan getah karet 2% sebesar 0,1607 cm/dtk tetapi masih belum memenuhi persyaratan ≥ 0,3 cm/dtk. Kata kunci: Open Graded Asphalt, getah karet, latex, Marshall, Cantabro, Permeabilitas
DAMPAK KENAIKKAN TARIF ANGKUTAN UMUM KOTA PALANGKA RAYA PASCA KENAIKKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) Andani, Hersi; Supiyan, Supiyan; Aqli, Zainal
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Kemajuan suatu wilayah sangat tergantung dari kemajuan sarana dan prasarana transportasi. Seperti yang kita ketahui untuk beberapa tahun terakhir Kota Palangka Raya khususnya dan Kalimantan Tengah pada umumnya.Untuk ke depannya sangat  penting diketahui masyarakat bahwa kenaikan bahan bakar minyak sangat mempengaruhi tarif angkutan umum,hal ini dapat dilihat dari kenaikan harga di berbagai sektor barang dan jasa, baik itu bidang produksi hingga distribusi, pada akhirnya memicu kenaikan tarif angkutan umum.   Objek Penelitian ini adalah masyarakat Kota Palangka Raya yang menggunakan angkutan umum dan operator angkutan umum. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner dan wawancara kepada pengguna angkutan umum dan operator. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunkan Analisis Statistik sederhana. Tarif umum angkutan Kota Palangka Raya sebelum kenaikan tarif pasca kenaikan harga bahan bakar minyak adalah Rp 4.000,00/sekali perjalanan dan setelah kenaikan tarif dan kenaikan harga bahan bakar minyak adalah Rp 5.000,00 untuk umum, Mengacu pada hasil perhitungan Biaya Operasional Kendaraan dengan mengakomodir pengeluaran operator  maka didapakan tarif Angkutan Umum  Kota Palangka Raya sebesar Rp 4438,258 ≈ Rp 4.500,00 dan tarif di lapangan sebesar Rp 5.000,00 dari sebelumnya sebesar Rp 4.000,00. Dengan kenaikkan tarif  angkutan Umum Kota Palangka Raya yang disebabkan kenaikkan harga bahan bakar minyak akan memberikan dampak  bagi masyarakta (pengguna) , terlihat dari hasil survai di lapangan hasil kuisioner yaitu 74,17 % penumpang beralih menggunakan kendaraan pribadi (sepeda motor), terdiri dari: 7,67% Pelajar 60% Umum dan 6,5% PNS yang sebelumnya menggunakan angkutan umum, Dengan adanya kenaikkan tarif  angkutan Umum  Kota Palangka Raya pasca kenaikkan harga bahan bakar minyak akan memberikan dampak  bagi operator angkutan umum yaitu penurunan jumlah penumpang yang ditandai dengan Modal Split (penggantian moda) sehingga pendapatan operator mengalami penurunan pula, hasil wawancara terhadap operator, sebelum kenaikan tarif angkutan umum mereka memiliki pendapatan bersih rata-rata Rp 90.000 - Rp 100.000/hari namun setelah kenaikan tarif pendapatan bersih mereka hanya rata-rata Rp 65.000.-/hari. Perubahan rata-rata biaya perjalanan penumpang (PP) setelah kenaikkan tarif angkutan umum Kota Palangka Raya yaitu Rp 1.000,- per sekali perjalanan (PP).  Kata Kunci : Biaya Operasional Kendaraan, Kenaikan Tarif, Kenaikan Harga BBM, 2015
STUDI PERSEPSI INVESTOR DALAM PEMBELIAN RUMAH TOKO (RUKO) DI KOTA PALANGKA RAYA Eldanari, Dhevryana; Gawei, Apria Brita Pandohop; Aditama, Subrata
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Salah satu indikasi meningkatnya pertumbuhan ekonomi perkotaan yaitu banyaknya tempat usaha masyarakat yang dapat menarik perputaran uang atau investasi. Tempat usaha tersebut antara lain rumah toko (ruko). Fungsi rumah toko (ruko) tidak hanya sebagai tempat berlindung atau tempat tinggal  namun juga sebagai tempat usaha atau bisnis karena rumah toko (ruko) mempunyai bangunan yang multiguna. Perusahaan dan pengusaha (developer) berusaha untuk memuaskan selera investor (konsumen) dengan cara memenuhi kenyamanan dan kebutuhan sesuai dengan yang diharapkan, sebab semua itu menyangkut kelangsungan hidup investor (konsumen) dengan perusahaan dan pengusaha itu sendiri. Berdasarkan data dari Kantor Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan Kota Palangka Raya, pada tahun 2014 sampai bulan Desember jumlah rumah toko terdata 147 rumah toko dan ditahun 2015 sampai bulan Juli jumlah rumah toko yang terdata sebanyak 34 rumah toko. Berdasarkan data tersebut diketahui jumlah rumah toko yang terdata mengalami penurunan. Penurunan inilah yang menjadi dasar peneliti untuk melakukan peneliti an mengenai seberapa besar persepsi investor dalam pembelian rumah toko (ruko) di Kota Palangka Raya. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi investor (konsumen) dalam membeli rumah toko (ruko) serta mendapatkan faktor yang paling dominan terhadap persepsi investor (konsumen) dalam membeli rumah toko (ruko) di Kota Palangka Raya. Objek penelitian adalah para investor (konsumen) yang telah membeli rumah toko (ruko). Penelitian ini mempunyai proses dan dasar-dasar pengambilan faktor untuk faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi investor (konsumen) dalam membeli rumah toko (ruko) yaitu didapat dari studi literatur, kumpulan referensi-referensi penelitian sebelumnya, jurnal-jurnal ilmiah serta dari sumber-sumber lain yang menunjang, dan dari semuanya itu dikumpulkan yang ada hubungannya dengan persepsi investor (konsumen) dalam membeli rumah toko. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner ke para investor (konsumen) dengan menggunakan metode penelitian uji validitas, uji reliabilitas serta data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan indeks dan varian untuk mengetahui faktor dominan dalam bentuk peringkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi investor (konsumen) dalam membeli rumah toko (ruko) yaitu faktor harga, lokasi, konstruksi bangunan, kebudayaan dan kelas sosial, kebutuhan, fasilitas penunjang, lingkungan serta kepercayaan dan sikap terhadap perusahaan (developer). Faktor-faktor dominan yang mempengaruhi persepsi investor (konsumen) dalam membeli rumah toko (ruko) yaitu faktor tersedianya sambungan jaringan listrik dengan nilai indeks 4,679 dan varian 0,222, faktor tersedianya air bersih dengan nilai indeks 4,661 dan varian 0,228 dan faktor lingkungan yang aman dengan nilai indeks 4,554 dan varian 0,324. Kata Kunci: Persepsi Investor, Membeli, Rumah Toko, Indeks dan Varian
ANALISIS RESOURCE LEVELING PADA PROYEK KONSTRUKSI Patrico, Edwardo; Waluyo, Rudi; Aditama, Subrata
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Dalam penjadwalan pada proyek konstruksi harus diperhatikan  kebutuhan pada tenaga kerja, karena kadang terjadi penumpukan dan kurang meratanya penempatan tenaga kerja. Kurang meratanya penempatan tenaga kerja menyebabkan fluktuasi yang besar pada kebutuhan tenaga kerja sepanjang proyek berlangsung. Fluktuasi yang besar berpengaruh terhadap efektifitas tenaga kerja dan efesiensi biaya proyek, yaitu upah tenaga kerja. Terjadinya fluktuasi karena penempatan tenaga kerja berdasarkan pekerjaan yang berbeda kebutuhannya dan juga penjadwalan banyak yang terjadi tumpang tindih (―overlap‖) antara pekerjaan satu dengan pekerjaan yang lainnya. Untuk mengurangi masalah ini, dapat dilakukan perataan sumber daya atau ―resource leveling‖. Sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui penggunaan ―resources leveling‖ pada proyek konstruksi, yaitu pada perencanaan jumlah tenaga kerja dan menganalisis pengaruh ―resources leveling‖ pada biaya kontruksi.Penelitian ini dilakukan dalam lima tahap, yaitu tahap pendahuluan, ―review‖ literatur, pengumpulan data, analisis data, dan penutup. Penelitian dilakukan pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Jalan Haji Ikap milik Biro Aset Setda Provinsi Kalimantan Tengah. Data penelitian berupa Daftar Kuantitas dan Harga, dan ―Time Schedule‖ proyek. Data tersebut diolah dengan bantuan ―Software Microsoft Project‖ menjadi jadwal rencana, dan diberikan ―option resource leveling‖. Selanjutnya jadwal setelah dilakukan ―leveling‖ tersebut dianalisis efesiensi yang didapat dibandingkan jadwal rencana sebelum dilakukan ―leveling‖.  Penggunaan ―resource leveling‖ pada proyek konstruksi hasil dari penelitian ini telah menyesuaikan jadwal pekerjaan sepanjang proyek berlangsung, yaitu dengan menjadwal ulang pekerjaan nonkritis, sehingga kebutuhan tenaga kerja pada pada setiap periode minggu selama proyek berlangsung berkurang fluktuasinya. Selanjutnya pengaruh penggunaan ―resources leveling‖ pada biaya upah adalah berkurangnya fluktuasi pada rencana upah tenaga kerja, sehingga kontraktor dapat mempersiapkan keuangan perusahaan dalam membayar upah tenaga kerja lebih efisien selama proyek konstruksi berlangsung Kata Kunci: Proyek Konstuksi,
PENURUNAN PENUMPANG ANGKUTAN SUNGAI AKIBAT BEROPERASINYA ANGKUTAN DARAT (STUDI KASUS ANTARA LONG BOAT DAN MOBIL L-300 PADA RUTE KUALA KAPUAS-KECAMATAN MANTANGAI) Widodo, Dwi Candra; Salonten, Salonten; Amin, Muhamad
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Sejak dulu  masyarakat Kecamatan Mantangai yang ingin bepergian ke Kuala Kapuas atau sebaliknya yang menggunakan angkutan umum hanya bisa menggunakan transportasi sungai seperti Speed Boat,Long Boat, dan Kapal Motor, dengan jarak tempuh sekitar 92 KM.. Setelah bisa ditempuh dengan menggunakan transportasi darat maka beroperasilah angkutan umum transportasi darat jenis Mobil L-300 pada rute tersebut. Dengan beroperasinya angkutan darat maka mengakibatkan menurunnya penumpang angkutan sungai dan hanya Long Boat yang masih beroperasi dari angkutan sungai.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model pilihan angkutan antara Long Boat dan Mobil L-300 berdasarkan faktor utilitas, apa saja faktor/variabel utama yang mempengaruhi turunnya penumpang angkutan sungai, serta ingin mengetahui bagaimana gambaran keadaan angkutan umum pada rute Kuala Kapuas-Kecamatan Mantangai beberapa tahun ke depan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui variabel yang mempengaruhi pemilihan moda adalah jenis kelamin, umur, kenyamanan, waktu, dan aksesibilitas. Waktu dan aksesibilitas dari angkutan darat mengakibatkan menurunnya penumpang angkutan sungai. Pada beberapa tahun ke depan mungkin angkutan sungai tidak diminati lagi. Kata Kunci: Long Boat, Mobil L-300, Kepuasan, Pilihan Moda
EVALUASI HAMBATAN SAMPING YANG MEMPENGARUHI KELANCARAN LALU LINTAS DI KAWASAN PASAR BESAR KOTA PALANGKA RAYA (STUDI KASUS RUAS JALAN A. YANI PADA SEGMEN HOTEL LAMPANG–SEGMEN JL. DARMOSUGONDO) Saragi, Robson; Amin, Muhamad; Elvina, Ina
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Hambatan samping seringkali ditemui dibeberapa sisi ruas jalan terutama pada sisi ruas jalan antara lain aktivitas kendaraan masuk dan keluar segmen jalan, penyeberang jalan, parkir dan kendaraan berhenti, serta kendaraan tidak bermotor yang melintasi segmen jalan tersebut. Hambatan samping inilah yang seringkali menimbulkan kemacetan di ruas jalan. Oleh karena itu pada ruas jalan Ahmad Yani (Simpang Jl. Seram–Simpang Jl. Darmosugondo)  perlu dilakukan tinjauan analisis pengaruh hambatan samping terhadap arus lalu lintas. Tujuan penelitian kali ini adalah untuk mendapatkan pengaruh hambatan samping yang terjadi terhadap kapasitas jalan yang ada, serta untuk mengetahui bobot tingkat pelayanan jalan pada lokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menghitung volume lalu lintas dan juga frekuensi hambatan samping yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis maka didapat Arus lalu lintas terpadat berada pada hari jumat 06 Februari 2015,   pukul 12.00–13.00 WIB dengan jumlah arus lalu lintas 4007,4 smp/jam dan jumlah hambatan samping sebesar 817,6. Dengan kapasitas jalan A.Yani sebesar 5417,28 smp/jam maka terjadi penurunan kapasitas terhadap kondisi normal sebesar 5,941% pada waktu tersebut yang dipengaruhi karena waktu siang hari merupakan puncak kepadatan jalan tersebut yang dikarenakan pada waktu tersebut adalah waktu pulang anak sekolah serta jam istirahat karyawan perkantoran mengakibatkan hambatan samping serta volume yang tinggi mengakibatkan nilai derajat kejenuhan (DS) mencapai 0,717 yang termasuk dalam tingkat pelayanan jalan C dengan arus lalu lintas yang terkadang tidak stabil. Kata Kunci: Hambatan samping, Volume, Derajat kejenuhan, Tingkat Pelayanan
APLIKASI MODEL SEBAGAI ALAT UJI KEPADATAN RINGAN UNTUK TANAH DI LABORATORIUM Muda, Anwar
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul ―Aplikasi Model Sebagai Alat Uji Kepadatan Ringan Untuk Tanah di Laboratorium‖. Penelitian dilatarbelakangi dari penelitian awal yang berjudul ―Model Pendekatan Alat Uji Kepadatan Ringan Untuk Tanah di Laboratorium‖, di mana dalam penelitian awal dilatarbelakangi, bahwa selama ini pengujian pemadatan ringan untuk tanah di laboratorium dengan peralatan standar SNI 1742:2008. Namun peralatan ini belum pernah dilakukan sebagai pembanding atau model pendekatan yang memiliki standar yang sama dengan SNI 1742:2008 dengan margin error ≤ 5%.   Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kepadatan maksimum tanah lempung berdasarkan SNI 1742:2008 didapatkan berat isi kering maksimum (γdmaks) 1.51 gr/cm3 dan kadar air optimum (w22.78%. Tanah ini termasuk jenis lanau-lempung dengan perkiraan kinerja timbunan buruk sampai bagus atau lempung dengan perkiraan kinerja timbunan buruk sampai sedang.  Kemudian, kepadatan maksimum tanah lempung berdasarkan Model saat 33 tumbukan per lapis sebanyak 2 lapis didapatkan berat isi kering maksimum (γdoptimum (woptmaks) 1,51 gr/cm) 23,61%. Tanah ini termasuk jenis lanau-lempung dengan perkiraan kinerja timbunan buruk sampai bagus atau lempung dengan perkiraan kinerja timbunan buruk sampai sedang. Dari analisis ini didapatkan, bahwa kepadatan maksimum tanah lempung berdasarkan Model terdapat tingkat keyakinan 100,00% ≥ 95% dan margin error 0,00% ≤ 5% terhadap berat isi kering maksimum (γd(woptmaks3) dan 96,48% ≥ 95% dan margin error 3,52% ≤ 5% terhadap kadar air optimum ). Pemadatan berdasarkan Model saat 33 tumbukan per lapis sebanyak 2 lapis memiliki tingkat keyakinan ≥ 95% dan memiliki penilaian yang sama dengan SNI 1742:2008 terhadap kinerja timbunan, sehingga aplikasi Model memenuhi syarat sebagai alat uji kepadatan ringan untuk tanah di laboratorium yang memiliki standar yang sama dengan SNI 1742:2008. Model ini perlu disosialisasikan atau seminar-seminar-seminar di kalangan dosen, mahasiswa, instansi pemerintah, instansi swasta dan kalangan profesi sebagai bahan masukan dan koreksi terhadap alat ini. Model ini belum dapat dijadikan sebagai alat uji kepadatan ringan untuk tanah di laboratorium jika belum mendapatkan rekomendasi para ahli atau pakar terhadap alat ini. Kata kunci: aplikasi, model, kepadatan ringan, tanah
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN PERSIMPANGAN TIDAK BERSINYAL (STUDI KASUS PEREMPATAN JALAN YOS SUDARSO, JALAN YOS SUDARSO III DAN JALAN BUKIT KEMINTING, PALANGKA RAYA) Pasaribu, Eriko; Murniati, Murniati; Laufried, Laufried
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Persimpangan Jalan Yos Sudarso, Jalan Yos Sudarso III dan Jalan Bukit Keminting merupakan salah satu persimpangan yang berada di dalam Kota Palangka Raya. Disekitar persimpangan merupakan kawasan Permukiman, kawasan Pendidikan dan kawasan Komersial yang menimbulkan tarikan dan bangkitan perjalanan. Pada saat tertentu, persimpangan ini cukup padat karena banyaknya pergerakan kendaraan yang berasal dari wilayah sekitar persimpangan maupun dari luar wilayah tersebut karena adanya berbagai fasilitas umum. Dengan kondisi persimpangan tersebut sekarang perlu analisis yang matang sehingga konflik yang terjadi pada persimpangan tersebut dapat diminimalisir.Metode penelitian ini adalah Survai lapangan untuk mengetahui arus lalu lintas  yang melewati persimpangan tersebut selama 1 minggu (Tanggal 2 Juli–8 Juli 2015) untuk periode pagi (Pukul 06.00-08.00 WIB), siang (Pukul 12.00-14.00 WIB) dan sore (Pukul 16.00-18.00 WIB) dan diambil jam puncak untuk tiap lengan simpang. Data yang diperlukan dalam menganalisis yaitu data primer adalah hasil Survai lapangan, geometrik jalan, dan data sekunder adalah jumlah penduduk dan peta lokasi penelitian. Hasil Survai lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Raya Indonesia (MKJI) tahun 1997. Perhitungan analisis persimpangan tidak bersinyal yang dihitung berupa tingkat kinerja persimpangan yang didasarkan pada kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), tundaan (D) dan peluang antrian (QP) dengan memakai formulir USIG-I dan formulir USIG-II. Dari hasil perhitungan MKJI 1997 didapat volume arus lalu lintas total (QTot) jalan utama dan minor adalah 1957 smp/jam, nilai kapasitas (C) diperoleh  sebesar 3569 smp/jam, nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,548 < 0,75, peluang antrian sebesar 13%-28% dan tundaan simpang 10,03 det/smp. Dari hasil analisis Tingkat pelayanan simpang jalan Yos Sudarso, jalan Yos Sudarso III dan jalan Bukit Keminting, termasuk dalam tingkat pelayanan baik (B) di mana arus stabil dengan kecepatan sedikit terbatas oleh volume arus lalu lintas.  Kata kunci: Analisis, Kinerja, Tidak Bersinyal, MKJI 1997
SKENARIO INTEGRASI MODA PENGOPERASIAN FEEDER GUNA MENDUKUNG PENGEMBANGAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) DI KOTA PALANGKA RAYA Febriani, Eva; Silitonga, Sutan Parasian; Riani, Desi
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Masyarakat Kota Palangka Raya cenderung memilih kendaraan pribadi sehingga penggunaan angkutan umum rendah. Oleh sebab itu dipertimbangkan moda baru yang lebih menarik minat masyarakat agar lebih efisien. Moda baru tersebut yang aman dan nyaman, serta terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga mampu mengurangi pilihan masyarakat dalam menggunakan kendaraan pribadi. Adapun moda baru itu adalah Bus Rapid Transit (BRT), di mana dalam pelaksanaannya BRT harus didukung dengan pengoperasian angkutan pengumpan (feeder) sehingga tercipta intregrasi moda. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain skenario integrasi moda pengoperasian feeder guna mendukung pengembangan bus rapid transit (BRT) di Kota Palangka Raya, mengetahui analisis dampak penggunaan feeder dari segi efisiensi bahan bakar minyak (BBM) dan kapasitas jalan di Kota Palangka Raya. Yang menjadi dasar pertimbangan dalam pengembangan angkutan umum massal adalah analisis pola jaringan jalan, analisis jenis tata guna lahan dan analisis jenis pergerakan lalulintas.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah skenario 6 rute pengoperasian feeder di jalan Rajawali Kota Palangka Raya. Jumlah armada minimal untuk Kota Palangka Raya untuk 6 rute tersebut  adalah 10 unit. Jika Skenario perpindahan 25% memerlukan armada sebanyak 19 unit dan untuk skenario perpindahan 50 % memerlukan armada sebanyak 34 unit. Jika diskenariokan perpindahan 25% dari segi efisiensi bahan bakar biaya penggunaan feeder jauh lebih ekonomis daripada penggunaan kendaraan pribadi sebesar 1:355 sedangkan untuk skenario perpindahan 50% perbandingan biaya bahan bakar minyak penggunaan feeder dan kendaraan pribadi sebesar 1:397. Melihat hal tersebut maka dapat dioptimalkan penggunaan angkutan pengumpan feeder sehingga akan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak. Selain itu adanya pengembangan feeder dapat meningkatkan Level Of Service (LOS) pada ruas jalan di Kota Palangka Raya.
ANALISIS DAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KABUPATEN KATINGAN (STUDI KASUS JL. CILIK RIWUT KASONGAN–PERBATASAN KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR) Silalahi, Resdina; Robby, Robby; Supiyan, Supiyan
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Ruas jalan trans Kalimantan wilayah Katingan terutama ruas jalan   Kasongan–Kereng Pangi sepanjang kurang lebih 15 kilometer dinilai membahayakan pengguna jalan karena banyaknya lubang di tengah badan jalan dan  jalan yang tidak rata di tikungan. Sehingga banyak pengguna jalan khawatir akan mengalami kecelakaan saat melewati ruas jalan ini. Keadaan ini diperparah oleh banyaknya aspal rusak. Sehingga saat berpapasan dengan kendaraan lain para pengguna jalan harus ekstra hati-hati dan mengurangi kecepatan.Untuk mengatasi hal tersebut, maka studi analisis daerah rawan kecelakaan diruas jalan tersebut perlu dilakukan, kemudian dicari pemecahannya untuk mengurangi jumlah dan tingkat kecelakaan yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada dua metode  yaitu metode Z-Score untuk menganalisis daerah rawan kecelakaan dan metode Cumulative Summary (cusum) untuk menganalisis titik rawan kecelakaan. Metode Z-Score digunakan lebih dahulu untuk mengetahui daerah rawan kecelakaannya atau Black Site kemudian dianalisis titik rawan kecelakaannya atau Black Spot dengan menggunakan metode Cumulative Summary (cusum). Berdasarkan hasil analisis data didapat ruas jalan yang merupakan daerah rawan kecelakaan  (black site) adalah ruas jalan Cilik Riwut (Sta 12+000–Sta 16+000) dan stasioning yang teridentifikasi sebagai lokasi titik rawan kecelakaan atau black spot adalah pada  Sta 14+000–Sta 15+000 yang terletak di daerah sunyi dengan sedikit permukiman bukan daerah pasar  dengan nilai cusum terbesar adalah 2,75. Sebagai saran untuk mengurangi tingkat kecelakaan pada black spot tersebut, hal yang dapat dilakukan adalah dengan memasang rambu peringatan daerah berbahaya, bahwa pada ruas jalan tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang ditempatkan sekurang-kurangnya 50 meter atau pada jarak tertentu sebelum memasuki ruas jalan yang dianggap berbahaya dengan memperhatikan kondisi lalu lintas dan geometrik jalan yang ada. Kata Kunci: Angka Kecelakaan, Black Site, Black Spot

Page 1 of 2 | Total Record : 13