cover
Contact Name
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
Contact Email
jproteksi@upr.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jproteksi@upr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
ISSN : 24604305     EISSN : 24604410     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil), ISSN 2460-4305 (online), ISSN 2460-4410 (print), yang diterbitkan dua kali dalam satu Tahun (Bulan Januari dan Bulan Juli).
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017" : 15 Documents clear
STUDI PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) DI KOTA KUALA KAPUAS KABUPATEN KAPUAS Hasanah, Ainun; Nindito, Dwi Anung; Kamiana, I Made
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Seiring berkembangnya suatu daerah dan diikuti oleh lajunya pertumbuhan penduduk, mengakibatkan meningkatnya volume bahan buangan manusia ke lingkungan. Kuala Kapuas memiliki jumlah penduduk yang cukup besar yaitu 56.902 jiwa (BPS, 2010), sehingga diperlukan perencanaan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) yang dapat digunakan untuk mengolah bahan buangan manusia sebelum dibuang ke lingkungan, agar lebih aman. Perencanaan ini mengacu kepada beberapa peraturan atau standar yang berlaku di Indonesia, antara lain: Tata Cara Perencanaan IPLT Sistem Kolam Tahun 1999, Dasar-dasar Teknik Pengelolaan Air Limbah, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton pada SK SNI 03-2847-2002 serta Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Cipta Karya Tahun 2013.Hasil perhitungan dan perencanaan diperoleh dimensi hidrolis masing-masing kolam: (a) Tangki imhoff memiliki panjang 7 m, lebar 4,7 m, dan kedalaman total 7 m; (b) Kolam Anaerobik memiliki panjang 7,8 m, lebar 2,6 m, dan kedalaman 3 m; (c) Kolam Fakultatif memiliki panjang 18 m, lebar 6 m, dan kedalaman 2,5 m; (d) Kolam Maturasi memiliki panjang 6,6 m, lebar 3,3 m, dan kedalaman 2 m; serta (e) Unit Pengering Lumpur memiliki panjang 15 m, lebar 5 m, dan kedalaman 1 m. Hasil perhitungan dan perencanaan diperoleh dimensi struktur kolam anaerobik, fakultatif dan maturasi dengan menggunakan mutu beton fc’ 25 MPa, mutu baja fy 300 MPa, ketebalan pelat rencana 250 mm, diperoleh beton dengan tulangan tunggal, tulangan pokok berdiameter 16 mm dan tulangan bagi berdiameter 12 mm, jarak antar tulangan pokok bervariasi (90-200 mm), sedangkan untuk jarak antar tulangan bagi adalah 220 mm. Hasil perhitungan RAB untuk pembangunan IPLT di Kuala Kapuas adalah sebesar Rp1.916.753.000 (Satu Milyar Sembilan Ratus Enam Belas Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Rupiah).Kata Kunci: Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja, RAB, Dimensi Hidrolis, Dimensi Struktur
KAJIAN TEKNIS PERENCANAAN GEOMETRIK PADA RUAS JALAN KERENG PANGI–PUNDU (STA 24+150 s/d STA 25+450) KABUPATEN KATINGAN–KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR Ariandy, Pebry; Supiyan, Supiyan; Laufried, Laufried
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Perencanaan geometrik jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang dititik beratkan pada perencanaan bentuk fisik sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan yaitu memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu lintas dan sebagai akses ke rumah-rumah. Dasar dari perencanaan geometrik adalah sifat gerakan, dan ukuran kendaraan, dan karakteristik lalu lintas. Hal-hal tersebut haruslah menjadi bahan pertimbangan perencanaan sehingga dihasilkan bentuk dan ukuran jalan, serta ruang gerak kendaraan yang memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan geometrik jalan masih banyak yang tidak memenuhi standar perencanaan seperti halnya Jalan Kereng Pangi STA 24+150 s.d. STA 25+450 Kabupaten Katingan– Kabupaten Kotawaringin Timur, masih sering terjadi kecelakaan. Karena itulah perlu dilakukan peninjauan jika terdapat kesalahan dalam geometrik jalan pada ruas jalan tersebut, untuk memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan sesuai dengan spesifikasi jalan luar kota.Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kelayakan Jalan Kereng Pangi-Pundu STA 24+150 s.d. 25+450 Kabupaten Katingan–Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan cara mengetahui kondisi eksisting jalan, mengkaji serta menangani apa yang dapat dilakukan pada ruas jalan tersebut, dengan cara menganalisis data lalu lintas, perhitungan waktu tempuh kendaraan serta  mengetahui jenis tikungan yang ada dilokasi penelitian dan parameter-parameter yang digunakan.Dari hasil perhitungan ruas jalan yang dikaji, diketahui bahwa kecepatan pengguna jalan masih sesuai dengan tuntutan kelas jalan, sehingga ruas jalan sudah sesuai dengan standar geometrik alinyemen horizontal jalan. Namun tetap menyebabkan kecelakaan pada ruas jalan tersebut. Sehingga Perlu penanganan lebih lanjut baik dari segi perencanaan horizontal dan rambu pengatur kecepatan.Kata kunci: Geometrik, Tikungan
PERENCANAAN TEKNIS BANGUNAN KRIB PADA SUNGAI KATINGAN Siburian, Hendrik Faisal; Suyanto, Hendro; Jaya, Allan Restu
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Krib adalah bangunan yang dibuat mulai dari tebing sungai sampai kearah tengah yang berfungsi untuk mengatur arah arus sungai, mengurangi kecepatan arus sungai sepanjang tebing sungai, mempercepat sedimentasi, menjaga keamanan tanggul terhadap gerusan dan mempertahankan lebar dan kedalaman air pada alur sungai. Pada perencanaan ini menjelaskan tentang kajian perencanaan  bangunan krib berdasarkan hasil survai dan pengamatan yang telah dilakukan di Sungai Katingan. Adapun yang menjadi tujuan dalam perencanaan ini adalah terjadinya penggerusan tanah secara terus-menerus di sekitar abutmen jembatan Katingan arah kota Palangkaraya, penggerusan terjadi diakibatkan karena bangunan penahan arus sungai atau krib pada sekitar jembatan itu tidak berfungsi dengan baik, untuk itu perlu dibuatkan kembali konstruksi krib yang sesuai untuk aliran Sungai Katingan. Dari hasil perhitungan yang direncanakan tentang konstruksi bangunan krib ini didapat kesimpulan bahwa konstruksi krib tiang pancang merupakan konstruksi yang memungkinkan untuk digunakan pada aliran Sungai Katingan selain lebih tahan lama, dari segi kekuatan konstruksi tiang pancang lebih kuat dari pada konstruksi lainnya karena konstruksi tiang pancang yang direncanakan ini terbuat dari bahan dasar beton bertulang.Kata kunci: sungai, debit, krib
ANALISIS PENGARUH SUHU PERENDAMAN TERHADAP KEKUATAN PERKERASAN LATASTON LAPIS PERMUKAAN (HRS-WC) Sihombing, Oktavianus; Robby, Robby; Desriantomy, Desriantomy
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Suhu perendaman merupakan faktor yang sangat penting bagi mutu kekuatan perkerasan Lataston Lapis Permukaan (HRS–WC), karena sangat menentukan nilai stabilitas dan kepadatan dari campuran tersebut. Banyak parameter yang mempengaruhi kualitas bahan perkerasan di lapangan, salah satu diantaranya adalah tingginya temperatur lapis permukaan pada siang hari yang bisa mencapai 700C atau bahkan dapat melebihi hal ini disebabkan karena penyinaran matahari yang terakumulasi sampai puncak pada siang hari, karena itulah maka penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana perilaku kekuatan perkerasan Lataston Lapis Permukaan (HRS-WC) pada suhu yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang dampak variasi suhu perendaman terhadap kualitas bahan perkerasan, maka dilakukan pengujian di laboratorium di mana suhu perendaman divariasikan mulai dari 550C sampai 750C, dengan selang 50C. Manfaat dari penelitian ini untuk mengetahui suhu perendaman sampai mana batas suhu yang bisa masih masuk standar Bina Marga.Pembuatan dan pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Jalan Raya Fakultas Teknik dan sebagian dilakukan di Laboratorium Konstruksi Beton Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya. Penelitian ini dimulai dari pemeriksaan sifat-sifat fisik agregat, spesifikasi Bina Marga dan proporsi total agregat dicari dengan cara grafis menggunakan Metode Diagonal dan didapat agregat kasar (CA) 39%, agregat halus (FA) 25%, pasir (sand) 36% dan aspal penetrasi 60/70. Campuran dibuat berdasarkan kadar aspal optimum 7%, pembuatan briket sampai pengujian briket dengan Marshall Test.Hasil pengujian di laboratorium memperlihatkan bahwa bahan yang dipakai untuk membuat briket pada penelitian ini baik digunakan, karena telah memenuhi spesifikasi diijinkan. Dari hasil perbandingan yang sudah didapatkan di laboratorium, maka suhu perendaman yang masih memenuhi spesifikasi adalah lebih kecil atau sama dengan 690C, karena pada suhu tersebut nilai parameter campuran yang berupa kepadatan, stabilitas, kelelehan, Quotient Marshall, VIM, dan VFB memenuhi spesifikasi yang diijinkan.Kata Kunci: Lataston Lapis Permukaan HRS-WC, Suhu Perendaman, Marshall,  Kadar Aspal Optimum
KAJIAN TEKNIS PERENCANAAN GEOMETRIK PADA RUAS JALAN PUNDU-PELANTARAN (STA 44+500 S.D STA 45+800) Hidayat, Taufik; Aqli, Zainal; Robby, Robby
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Perencanaan geometrik jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang dititik beratkan pada perencanaan bentuk fisik sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan yaitu memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu lintas dan sebagai akses kerumah-rumah. Dasar dari perencanaan geometrik adalah sifat gerakan, dan ukuran kendaraan, dan karakteristik lalu lintas. Hal-hal tersebut haruslah menjadi bahan pertimbangan perencanaan sehingga dihasilkan bentuk dan ukuran jalan, serta ruang gerak kendaraan yang memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan geometrik jalan masih ada beberapa segmen ruas yang tidak memenuhi standar perencanaan seperti halnya jalan pada ruas Pundu–Pelantaran  STA 44+500 s.d. STA 45+800 Kabupaten Kotawaringin Timur, masih sering terjadi kecelakaan. Karena itulah perlu dilakukan peninjauan jika terdapat kesalahan dalam geometrik jalan pada ruas jalan tersebut, untuk memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan sesuai dengan spesifikasi jalan luar kota.Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kelayakan jalan pada Ruas Pundu–Pelantaran STA 44+500 s.d. STA 45+800 Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan cara mengetahui kondisi eksisting jalan, mengkaji serta menangani apa yang dapat dilakukan pada ruas jalan tersebut, dengan cara menganalisis data lalu lintas, perhitungan waktu tempuh kendaraan serta  mengetahui jenis tikungan yang ada dilokasi penelitian dan parameter-parameter yang digunakan.Dari hasil perhitungan ruas jalan yang dikaji, diketahui bahwa kecepatan pengguna jalan tidak di sesuaikan dengan tuntutan kelas jalan, sehingga ruas jalan tidak sesuai dengan standar geometrik alinyemen horizontal jalan. Hal inilah yang menyebabkan kecelakaan pada ruas jalan tersebut.Kata kunci: Geometrik, Tikungan
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PEKERJAAN STRUKTUR PELAT LANTAI (STUDI KASUS GEDUNG ARSIP DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN TENGAH KM. 3,5 PALANGKA RAYA Albert, Albert; Waluyo, Rudi; Gawei, Apria Brita Pandohop
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Value Engineering adalah suatu cara pendekatan yang kreatif dan terencana dengan tujuan untuk mengoptimalkan dan mengefisienkan biaya-biaya yang tidak perlu. Value Engineering digunakan untuk mencari suatu alternatif-alternatif atau ide-ide yang bertujuan untuk menghasilkan biaya yang optimal atau lebih efisien dari harga yang telah direncanakan sebelumnya dengan batasan fungsional dan mutu pekerjaan. Penerapan Value engineering dilakukan pada pekerjaan struktur Pelat Lantai yaitu pada Bangunan Gedung Arsip Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah KM. 3,5 Palangka Raya. Permasalahan yang ditinjau adalah bagaimana penerapan dan pengaruh Value Engineering terhadap biaya Bangunan Gedung Bertingkat. Penelitian dimulai dengan melakukan survai mengumpulkan data untuk kemudian dianalisis menggunakan Value Engineering. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari gambar bangunan gedung, RAB Perencanaan Bangunan Gedung Tahap I, dokumen kontrak, brosur material, buku-buku literatur, dan referensi yang berkaitan dengan Value Engineering. Dalam melakukan proses Analisis Value Engineering terdiri dari 5 tahapan, yaitu tahap Informasi, Kreatif, Analisis, Pengembangan dan Presentasi.Hasil menunjukan bahwa Biaya pekerjaan Struktur Pelat lantai Exsisting adalah sebesar Rp985.627.991,13 dan setelah di lakukan Velue Engineering biaya pekerjaan Struktur Pelat Lantai menjadi sebesar Rp643.722.052 yaitu pada Alternatif 6 (Pelat Lantai komposit Floor Deck tipe W dengan penambahan Balok dan Tulangan Wiremash) dan memberikan efisiensi biaya Pekerjaan Struktur Pelat Lantai sebesar Rp 321.241.763 atau 32,59% dan 9,00%  terhadap biaya keseluruhan Bangunan Gedung Bertingkat.Kata kunci: Analisis Fungsi, Value Engineering , Penghematan biaya, efisiensi biaya
ANALISIS PARAMETER DAYA DUKUNG TANAH BERDASARKAN KORELASI NILAI STANDARD PENETRATION TEST (SPT) DAN CONE PENETRATION TEST (CPT) Bernanton, Bernanton; Yani, Muhammad Ikhwan; Gandi, Suradji
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Tanah mempunyai karakteristik dan bentuk yang berbeda-beda, dari yang mempunyai daya dukung rendah sampai yang mempunyai daya dukung tinggi. Untuk mengetahui sifat dan karakter tanah dapat dilakukan secara langsung dengan pengujian SPT dan CPT di lapangan serta pengujian tanah di laboratorium.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui klasifikasi tanah dan korelasi antara pengujian CPT atau sondir dengan SPT serta mendapatkan nilai daya dukung tanah berdasarkan Teori Meyerhof, Terzaghi dan Peck.Pemeriksaan sifat fisik tanah dari dua lokasi yang berbeda berdasarkan AASHTO menunjukkan, di Kota Ketapang termasuk kelompok A-7-5 yaitu jenis tanah lempung dan Desa Tewang Menyangen termasuk kelompok A-4 yaitu dengan jenis tanah lanau. Sedangkan berdasarkan sistem klasifikasi Unified keduanya tergolong dalam kelompok OH dan OL yaitu tanah lempung dan lanau. Untuk nilai daya dukung, Ketapang Kalimantan Barat pada kedalaman 20 meter berdasarkan besar qc-CPT= 60 kg/cm2 diperoleh nilai daya dukung sebesar 54,976 ton dan berdasarkan nilai N-SPT= 12 Pukulan diperoleh nilai daya dukung sebesar 52,8 ton. Sedangkan Desa Tewang Menyangen pada kedalaman 16 meter berdasarkan besar qc-CPT= 200 kg/cm2 diperoleh nilai daya dukung sebesar 126,698 ton dan berdasarkan nilai N-SPT= 43 Pukulan diperoleh nilai daya dukung sebesar 236,8 ton. Dan hasil penelitian di Kota Ketapang pada kedalaman 20 meter S1-BH1 diperoleh nilai perlawanan konus (qc) sebesar 60 kg/cm2 dan N-SPT sebanyak 12 pukulan didapat angka korelasi qc= 4,7996 N +5,983, S2-BH2 diperoleh nilai perlawanan konus (qc) sebesar 55 kg/cm2 dan N-SPT sebanyak 12 pukulan didapat angka korelasi qc= 4,6221 N+1,2841, Desa Tewang Menyangen pada kedalaman 16 meter S1-BH1 diperoleh nilai perlawanan konus (qc) sebesar 200 kg/cm2 dan N-SPT sebanyak 43 pukulan didapat angka korelasi qc= 4,0148 N-21,094, S2-BH2 diperoleh nilai perlawanan konus (qc) sebesar 130 kg/cm2 dan N-SPT sebanyak 31 pukulan didapat angka korelasi qc= 3,3587 N+9,9383. Dan berdasarkan hasil penelitian apabila dibandingkan dengan hasil penelitian oleh Terzaghi dan Peck diperoleh perbedaan angka korelasi, di mana penelitian oleh Terzaghi dan Peck dengan angka korelasi yang diperoleh hanya qc= 4 N.Kata Kunci: Klasifikasi tanah, daya dukung tanah, korelasi
ANALISIS PEMILIHAN MODA PERJALANAN ANTARA KENDARAAN PRIBADI DAN ANGKUTAN UMUM (STUDI KASUS: RUTE PERJALANAN PALANGKA RAYA–BANJARMASIN) Satu, Fontry Vonda P; Silitonga, Sutan Parasian; Aqli, Zainal
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Dengan semakin banyaknya alternatif yang ditawarkan oleh masing-masing moda transportasi untuk melakukan pergerakan antar kota, khususnya untuk pergerakan dari Palangka Raya menuju Banjarmasin moda yang yang dipergunakan yaitu kendaraan pribadi (mobil) dan angkutan umum (travel). Dengan adanya alternatif moda yang digunakan tersebut penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mungkin nantinya mempengaruhi pelaku perjalanan dalam menentukan jenis moda dan mengetahui peluang pilihan moda antara kendaraan pribadi (mobil) dan angkutan umum (travel).Metode penelitan dimulai dari tahap kajian literatur, variabel yang dipilih, pengumpulan data, identifikasi variabel, analisis data dengan Software SPSS menggunakan Model Logit Biner. Model Logit Biner merupakan model pilihan, pilihan yang dihadapi oleh konsumen dalam model ini yaitu hanya 2 pilihan moda kendaraan. Survai yang dilakukan menggunakan cara survai setengah acak (purposive sampling) yaitu tempat survai dikondisikan mencakup tempat perhentian, terminal travel, dan perumahan.Berdasarkan hasil penelitian dari 270 responden, didapatkan bahwa 185 responden cenderung lebih berminat memilih kendaraan pribadi dan 85 responden memilih angkutan umum (travel) untuk melakukan perjalanan dari Palangka Raya–Banjarmasin. Variabel yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih moda transportasi antara kendaraan pribadi (mobil) dan angkutan umum (travel) yaitu umur, jenis pekerjaan, karakteristik perjalanan, jenis perjalanan, waktu dan biaya.Kata Kunci: Pilihan Moda, Mobil, Travel
KAJIAN TEKNIS GEOMETRIK PADA RUAS JALAN TANGKILING-KASONGAN (STA 66+500 s.d. STA 67+600) KABUPATEN KATINGAN Pradana, Hengki; Riani, Desi; Murniati, Murniati
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Perencanaan geometrik jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang dititik beratkan pada perencanaan bentuk fisik sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan yaitu memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu lintas dan sebagai akses kerumah-rumah. Dasar dari perencanaan geometrik adalah sifat gerakan, dan ukuran kendaraan, dan karakteristik lalu lintas. Hal-hal tersebut haruslah menjadi bahan pertimbangan perencanaan sehingga dihasilkan bentuk dan ukuran jalan, serta ruang gerak kendaraan yang memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan geometrik jalan ada beberapa segmen yang tidak memenuhi standar perencanaan seperti halnya ruas jalan Tangkiling–Kasongan STA 66+500 s.d. STA 67+600  Kabupaten Katingan, masih sering terjadi kecelakaan. Karena itulah perlu dilakukan peninjauan jika terdapat kesalahan dalam geometrik jalan pada ruas jalan tersebut, untuk memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan sesuai dengan spesifikasi jalan luar kota.Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kelayakan ruas jalan Tangkiling–Kasongan STA 66+500 s.d. 67+600 Kabupaten Katingan, dengan cara mengetahui kondisi eksisting jalan, mengkaji serta menangani apa yang dapat dilakukan pada ruas jalan tersebut, dengan cara menganalisis data lalu lintas, perhitungan waktu tempuh kendaraan serta  mengetahui jenis tikungan yang ada dilokasi penelitian dan parameter-parameter yang digunakan.Dari hasil perhitungan ruas jalan yang dikaji secara umum pada kondisi eksisting ada beberapa tikungan yang telah memenuhi syarat, diketahui bahwa berdasarkan standar bina marga 5 radius tikungan memenuhi syarat terhadap kecepatan eksisting, Kecepatan eksisting pengguna jalan masih di bawah kecepatan klasifikasi fungsi dan medan, ditinjau dari syarat tikungan gabungan I-II, dan IV-V tidak memenuhi syarat sebagai tikungan gabungan sehingga ruas jalan tidak sesuai dengan standar geometrik alinyemen horizontal jalan. Hal inilah yang menyebabkan kecelakaan pada ruas jalan tersebut.Kata kunci: Geometrik, Tikungan
PERENCANAAN TEKNIS SALURAN DRAINASE TERTUTUP PADA CENTRE LINE JALAN (STUDI KASUS KAWASAN PERMUKIMAN AMACO JALAN TAURUS KOTA PALANGKA RAYA) Saputra, Borneo; Ariati, Ariati; Kamiana, I Made
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Banjir adalah peristiwa atau keadaan di mana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Faktor utama penyebab banjir adalah hujan deras yang berkepanjangan atau hujan dengan debit yang besar. Banjir yang terjadi secara tiba-tiba dapat disebabkan kurang cepatnya air meresap atau kurang maksimalnya saluran drainase yang dibuat sehingga mengakibatkan banjir pada suatu daerah. Pada perencanaan ini lokasi yang dipilih berada di Kota Palangka Raya yaitu di Jalan Taurus. Pemilihan lokasi penelitian tersebut diambil dikarenakan kondisi drainase yang tidak berfungsi dengan baik pada musim penghujan, limbah perumahan grey water serta penyalahgunaan bahu jalan. Maka perlu solusi untuk mengatasi hal tersebut. Dalam hal ini perencana mencoba melakukan perencanaan teknis saluran drainase tertutup pada center line jalan pada kawasan permukiman padat penduduk yang ada di Jalan Taurus guna mengatasi permasalahan banjir yang ada di kawasan tersebut.Secara umum perencanaan drainase dilakukan secara bertahap, yaitu pengumpulan data meliputi: (a) data primer (b) data sekunder, analisis data meliputi: (a) penggambaran eksisting, (b) menganalisis data hidrologi, (c) menganalisis saluran eksisting, evaluasi kapasitas pengaliran drainase (qs) meliputi: (a) melakukan perbandingan nilai dari besar beban drainase (qr) dan kapasitas pengaliran drainase (qs); (b) jika nilai perbandingan qr > qs, akan dilakukan perencanaan ulang kembali terhadap sistem dan dimensi saluran, Perencanaan teknis meliputi: (a) analisis tata jaringan drainase, (b) perhitungan dimensi saluran dan bangunan pelengkap, (c) perhitungan struktur saluran drainase tertutup (desain dimensi tulangan), (d) perhitungan rencana anggaran biaya (RAB), (e) penggambaran lay out jaringan saluran drainase, dimensi saluran, dan inlet, dan penyusunan laporanPada perencanaan teknis saluran drainase tertutup pada center line jalan pada kawasan permukiman padat penduduk yang ada di Jalan Taurus Kota Palangka Raya diperoleh hasil yaitu debit saluran drainase eksisting memiliki nilai lebih kecil daripada debit kumulatif rencana maka dilakukan perencanaan teknis; ukuran dimensi drainase tertutup yaitu lebar 0,6 m dan kedalaman 0,78 m; bangunan pelengkap  ada 3 yaitu inlet grill dengan ukuran 0,25m x 0,25 m, Pipa buangan limbah domestik ø3”, dan manhole dengan ukuran lebar 0,9 m, panjang 0,5 m, dan tebal 0,15 m; dimensi penulangan dengan tulangan pokok ø10-125 tulangan bagi ø8-140; total rencana anggaran baya sebesar Rp999.874.475,37,-.Kata kunci : Drainase Tertutup, Inlet, Rencana Anggaran Biaya

Page 1 of 2 | Total Record : 15