cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2016)" : 15 Documents clear
Kajian Semiotika Fotografi Selfie ., Nurul Iman; ., Drs.Hardiman, M.Si.; ., Drs.Mursal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.739 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk fotografi selfie di lingkungan teman facebook penulis, (2) makna fotografi selfie di lingkungan teman facebook penulis dikaji melalui teori semiotika Roland Barthes. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik observasi, teknik studi kepustakaan, teknik wawancara dan teknik life history. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bentuk Fotografi Selfie ditinjau dari teori potret diri terdiri dari tujuh bagian pokok: (a) Potret Diri sebagai Tanda Tangan, (b) Potret Diri sebagai Proyeksi Diri, (c) Potret Diri sebagai Studi Diri, (d) Potret Diri sebagai Fantasi (e) Potret Diri sebagai Narasi, (f) Potret Diri sebagai Kiasan, dan (g) Potret Diri sebagai Masalah Kemanusiaan. (2) Makna Fotografi Selfie dikaji dari teori semiotika Roland Barthes terdiri dari enam elemen penting: (a) Efek Tiruan, (b) Pose atau Sikap, (c) Objek, (d) Fotogenia, (e) Estetisisme, dan (f) Sintaksis.Kata Kunci : bentuk, makna, selfie This research is aimed to describe (1) the form of selfie photography in the friend circle of the writer’s facebook, (2) the meaning of selfie photography in the friend circle of the writer’s facebook which is observed using the theory of semiotics proposed by Roland Barthes. Kind of study used is descriptive qualitative research. The method of data collection is using observasion method, library study, interview and life history.The result of the current study shows that (1) the form of selfie photography observed using self-photograph theory which consists of seven major categories: (a) self-potrait as a signature, (b) self-potrait as a self-projection, (c) self-potrait as a self-study, (d) self-portrait as a fantasy, (e) self-potrait as a narration (f) self-potrait as metaphorical, and (g) self-potrait as a reflection of human issue. (2) the meaning of photography selfie observed using the theory of Roland Barthes covers six important elements: (a) Forgey effect, (b) Pose or behaviour, (c) The object, (d) Photogenic, (e) Aesthetic, dan (f) Syntactic.keyword : form, meaning, selfie
KOMPOSISI FOTOGRAFI PEMANDANGAN KARYA NUSANTARA PHOTO CLUB INDONESIA ., Putu Andika Panendra; ., Drs.Hardiman, M.Si.; ., Drs.Mursal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1537.494 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8094

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan tema pemandangan yang dibuat oleh fotografer Nusantara Photo Club Indonesia (NPCI). (2) Untuk mendeskripsikan dan menginterpretasi komposisi yang terdapat pada karya fotografi pemandangan karya fotografer NPCI. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Jenis-jenis tema pemandangan yang digunakan fotografer Nusantara Photo Club Indonesia dapat dikategorikan sesuai dengan tema pemandangan masing-masing adalah sebagai berikut : A. Foto Landscape atau foto pemandangan daratan, B. Foto Seascape atau foto pemandangan lautan, C. Foto Skyscape atau Foto pemandangan langit, D. Foto Cityscape atau Foto pemandangan perkotaan. (2) Jenis-jenis komposisi fotografi pemandangan karya fotografer NPCI yang dikategorikan sesuai dengan tema pemandangan masing-masing yaitu : A. Komposisi Aturan Sepertiga atau Rule of Third, B. Komposisi Arah Gerak atau Pandang, C. Komposisi Perspektif, D. Komposisi Framing, E. Komposisi Point of Interest (POI), dan F. Komposisi Garis dan Kurva. Kata Kunci : Fotografi, Komposisi, Tema. This research aimed (1) to describe the theme of scenery created by the photographer Nusantara Photo Club Indonesia (NPCI). (2) To describe and interpret the composition contained in the scenery / view photography works of photographer’s NPCI. This research is qualitative descriptive. The data collection technique used is the technique of documentation and literature. The results showed that: (1) The types of theme scenery used photographer’s Nusantara Photo Club Indonesia can be categorized according to theme a scenery / view of each are as follows: A. Landscape Photo or photo of mainland scenery, B. Seascape Photo or photo of ocean scenery, C. Skyscape Photo or photo of sky scenery, D. Cityscape Photo or photo of cityscape urban landscape. (2) The types of scenery photography composition by photographer NPCI sights are categorized in accordance with the views of each theme are: A. Composition Rule of Third, B. Composition Directions Motion or Look, C. Composition Perspectives, D. Composition Framing, E. Composition Point of Interest (POI), and F. The Composition of Lines and Curves. keyword : Photography, Composition, Theme.
PROFIL PELUKIS BULELENG SETELAH MASA KEMERDEKAAN SAMPAI SEKARANG ., I Made Suastika Yasa; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.499 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8049

Abstract

Abstrak Penelitian survei ini bertujuan (1) mencatat profil pelukis Buleleng setelah masa kemerdekaan sampai sekarang, (2) mendeskripsikan tema dan gaya karya pelukis Buleleng setelah masa kemerdekaan sampai sekarang. Sumber data berasal dari katalog pameran, museum Buleleng, wawancara langsung kepada pelukis Buleleng dan praktisi seni. Penulis menyusun data berupa data tertulis (teks). Data disusun dari usia yang paling tua hingga usia yang paling muda. Masing-masing pelukis ditulis profilnya, dideskripsikan pemikiran kepelukisan dan kekaryaannya (tema dan gaya). Profil pelukis Buleleng yang berhasil dikumpulkan berdasarkan kriteria yang dibuat berjumlah 23 pelukis meliputi Jro Dalang Diah, Made Githa, Wayan Putu Rugeg, Gede Mangku, Made Hardika, Nyoman Suma Argawa, Tini Wahyuni, Ari Sudarma, Made Saputra, Wayan Arnawa, Ketut Santosa, Karmawedha, Made Rakyana, Made Ariana, I Komang Suaka, I Ketut Adi Santiasa, I Ketut Samuderawan, Nyoman Nuyasa, I Nyoman Rediasa, Kadek Suwismaya, Kadek Suradi, I Ketut Kendy Paradika dan I Gede Kenak Eriada. Deskripsi pelukis tersebut, dalam pendidikan terdapat 2(dua) kategori yaitu pelukis akademis dan non akademis. Dalam keprofesian ada kategori pelukis yang melakoni aktivitas melukis sebagai profesi dan sampingan. Ada keseimbangan antara jumlah pelukis akademis dengan jumlah pelukis non akademis. Jumlah pelukis Buleleng yang yang melakoni aktivitas melukis sebagai sampingan lebih banyak daripada pelukis yang melakoninya sebagai sebuah profesi. Tema-tema yang diusung oleh pelukis Buleleng setelah masa kemerdekaan sampai sekarang meliputi pewayangan, sosial budaya, alam, spiritual, dan potret. Gaya yang diusung pelukis Buleleng meliputi gaya dekoratif, kubistis, naif, naturalis, realis, abstrak, ekspresif dan surealis. Kata Kunci : Pelukis Buleleng, Masa Kemerdekaa,, Tema dan Gaya Abstract This survey research is purposed to (1) make a note data of Buleleng artists profiles since the independence day of Indonesia until now, (2) describe theme and style of the creations of Buleleng artists since independence day until now. Resources of the data are taken from exhibition catalogs, Buleleng’s museum, direct interview with the Buleleng’s artists and art practitioners. Writer make the data as a written data (text). The Data was described from the oldest to the youngest. Each of artist’s profiles was written, the artist’s thoughts and creations (theme and style) are described. Profiles of Buleleng’s artists which gathered by the criteria are 23 artists : Jro Dalang Diah, Made Githa, Wayan Putu Rugeg, Gede Mangku, Made Hardika, Nyoman Suma Argawa, Tini Wahyuni, Ari Sudarma, Made Saputra, Wayan Arnawa, Ketut Santosa, Karmawedha, Made Rakyana, Made Ariana, I Komang Suaka, I Ketut Adi Santiasa, I Ketut Samuderawan, Nyoman Nuyasa, I Nyoman Rediasa, Kadek Suwismaya, Kadek Suradi, I Ketut Kendy Paradika and I Gede Kenak Eriada. The described artists was described in 2 (two) categories by their education record which is academic artists and non-academic artists. In professionalism there are artists who do art activity as a profession and as a side-activity. There are a balance within the number of the profession and the side-activity artists. The number of Buleleng’s side-activity artists are more than the profession artists. The themes that used by the Buleleng’s artists after the independence day is pewayangan, social-culture, nature, spiritual, and portrait. The styles that used by Buleleng’s artists is decorative, cubistic, naïve, naturalist, realist, abstract, expressive, and surrealist. keyword : Buleleng’s artists, independence, theme and style
"COL-OCOLAN" DI DESA PERANTE, ASEMBAGUS-SITUBONDO ., Herman Susanto; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.405 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses permainan Col-Ocolan Desa Perante, Asembagus, Situbondo, meliputi peserta, aturan main dan cara bermain, (2) bentuk dan rupa mainan Col-Ocolan Desa Perante, Asembagus, Situbondo. Meliputi proses terwujudnya bentuk Col-Ocolan serta mendeskripsikan rupa Col-Ocolan yang dibuat untuk dimainkan, dan yang dibuat untuk hiasan, (3) proses pembuatan mainan Col-Ocolan Desa Perante, Asembagus, Situbondo yang dibuat untuk dimainkan dan untuk hiasan dinding. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan rekonstruksi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) peserta permainan Col-Ocolan di Desa Perante, Asembagus-Situbondo terdiri dari anak-anak berusia 4 sampai 15 tahun. Aturan main permainan Col-Ocolan di Desa Perante, Asembagus-Situbondo terdiri dari tiga aturan yaitu ghindhungan atau gendongan, kala nyambhi atau kalah bawa, dan kala push-up atau kalah push-up; (2) proses terwujudnya bentuk Col-Ocolan mengalami beberapa tahapan perkembangan bentuk dari phappana gheddeng atau pelepah pisang, bhungkana tebbhu atau batang tebu, dan bentuk akhir Col-Ocolan yang terbuat dari kayu. Bentuk Col-Ocolan, baik yang dibuat sebagai mainan maupun yang dibuat sebagai hiasan memiliki persamaan corak hias yaitu motif kartun dan motif bangun. Sedangkan pada bentuk Col-Ocolan tidak terlalu berbeda, perbedaan hanya terletak pada bagian ekor dan tebal badan, Col-Ocolan sebagai hiasanya dibuat lebih tipis dari Col-Ocolan yang dibuat sebagai mainan.; (3) Proses pembuatan Col-Ocolan sebagai mainanterdiri dari pemotongan kayu, pembentukan badan Col-Ocolan, penanaman besi, penghalusan, pembuatan ekor dan pengeleman, serta pewarnaan atau finishing. Sedangkan proses pembuatan Col-Ocolan sebagai hiasan terdiri dari pemotongan kayu, pembentukan badan Col-Ocolan, pembuatan ekor dan pengeleman, pengeboran, penghalusan, dan pewarnaan atau finishing. Kata Kunci : Col-Ocolan, bentuk, rupa, rekonstruksi This study aimed to describe (1) Describing the process a game of Col-Ocolan in Perante Village, Asembagus, Situbondo, including the player, rules of the game and how to play, (2) describing the forms and shapes of toys Col-Ocolan Perante Village, Asembagus, Situbondo. Covering the realization process of Col-Ocolan form and to describe such a Col-Ocolan are made for games, and that also made for decoration, (3) Describeing the process of making toys Col-Ocolan Perante Village, Asembagus, Situbondo are made for game and for wall decoration. This study was descriptive qualitative research. Data collection techniques used in this study is observation, interviews, and reconstruction. The results of this study showed (1) the player in the game of Col-Ocolan Perante Village, Asembagus-Situbondo consists of children aged 4 to 15 years. Rules of the game in the village of Col-Ocolan Perante, Asembagus-Situbondo consists of three rules that Ghindhungan or sling, Kala Nyambhi or lose bring, and Kala Push-ups or push-ups lose; (2) the realization of forms of Col-Ocolan experienced some form of developmental stages phappana gheddeng or banana skins, bhungkana tebbhu or sugarcane, and the final form Col-Ocolan made of wood. Col-Ocolan shape, well made as toys or created as decoration has similarities decorative patterns and motifs cartoon motifs wake. While the shape of Col-Ocolan not different, the only difference lies in the tail and thick body, Col-Ocolan as decoration made thinner than Col-Ocolan made as toys .; (3) The process of making Col-Ocolan such us from sawmill, Col-Ocolan entity formation, planting iron, refining, manufacture tail and gluing, and dyeing or finishing. While the process of making the Col-Ocolan as a decoration consisting of a cutting wood, entity shape of Col-Ocolan, manufacture tail and gluing, drilling, refining, and dyeing or finishing. keyword : Col-Ocolan, shape, appearance, reconstruction
WAYANG KULIT SASAK DI DESA KAWO KECAMATAN PUJUT LOMBOK TENGAH ., Kusyoman Widiat Permana; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.542 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8112

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Sejarah dan keberadaan wayang kulit Sasak, (2) Tokoh-tokoh dan rupa wayang kulit Sasak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah wayang kulit Sasak diperkirakan masuk bersamaan dengan penyebaran agama Islam. Islam masuk ke Lombok pada abad ke-16 tahuan 1477, namun belum ada data yang pasti kapan wayang kulit Sasak dipergelarkan. Keberadaan wayang kulit Sasak menyangkut beberapa aspek seperti : (a) Makna filosofi wayang kulit Sasak, (b) Nilai-nilai yang terkandung dalam wayang kulit Sasak, (c) Cerita wayang kulit Sasak, (d) Fungsi wayang kulit Sasak. (2) Tokoh-tokoh dan rupa wayang kulit Sasak. Secara garis besar tokoh wayang dikenal adanya dua pemeran yaitu tokoh baik dan tokoh jahat. Tokoh baik berada di bagian kanan seperti: Jayengrana, Munigarim, Selandir, Umar Maya, Maktal, Taptanus Saptanus. Sedangkan tokoh jahat berada di bagian kiri seperti: Bandar Kale, Ganda Rini, Yama Geni, Randen Kindiri, Nursiwan, Wayang Sekar. Sebagai tinjauan tokoh-tokoh dan rupa wayang kulit Sasak, dilakukan pengkajian berupa: tokoh-tokoh wayang Sasak, wayang kulit Sasak ditinjau dari segi visual, menyangkut bentuk, ukuran, warna dan motif hias. Kata Kunci : Sejarah, tokoh-tokoh, wayang kulit Sasak, ABSTRACT This research aimed to describe (1) the history and existence of wayang kulit Sasak, (2) figures and appearance of wayang kulit Sasak. This study is a qualitative descriptive study. Methods of data collection is done by using the method of observation, interviews, documentation and literature. The results showed that (1) the history of wayang kulit sasak estimated came together with the spread of Islam. Islam came to Lombok in the 16th century in 1477, but no definitive data when wayang kulit Sasak staged. the existence of wayang kulit sasak related to various aspects such as: (a) the meaning of the philosophy of wayang kulit Sasak, (b) the values contained in wayang kulit Sasak, (c) the story of wayag kulit Sasak, (d) the function of wayang kulit Sasak. (2) figures and appearance of wayang kulit sasak. In general there are two figures in wayang that is good guy and bad guy. good guy are in the right side such as: Jayengrana, Munigarim, Selandir, Umar Maya, Maktal, taptunus saptanus. while the bad guy are on the left side such as: Bandar Kale, Ganda Rini, Yama Geni, Raden Kindiri, Nursiwan, wayang Sekar as a review of figures and appearance of Wayang kulit Sasak, conducted the assessment form: the figures of Wayang kulit Sasak, Wayang kulit Sasak review from terms of the visual, regarding the shape, size, color and decorative motifs. keyword : history, figures, Wayang kulit Sasak.
TEKNIK OKSIDASI DI GAYA CERAMIC AND DESIGN, DESA SAYAN KUTUH, UBUD, GIANYAR ., Ni Wayan Septiari; ., Dra. Luh Suartini; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.579 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8051

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) alat dan bahan apa saja yang digunakan dalam proses pengerjaan teknik Oksidasi di Gaya Ceramic and Design . (2)Proses Oksidasi itu di Gaya Ceramic and Design. (3) Rupa yang dihasilkan dari teknik Oksidasi di Gaya Ceramic and Design. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah industri produksi dari Marcello Massoni. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam penerapa teknik Oksidasi di Gaya Ceramic and Design, alat: mesin pengolahan tanah, mesin penyaringan tanah, mesin pencampur tanah, timbangan tanah, ember, triplek, ember drim, putaran mesin, rak penyimpanan, putaran tangan (hand whell), timbangan glasir, tungku, sudip, butsir, pisau pemotong, senar pemotong, pahat, kuas, pulpen bekas, spon, alat penjepit, sendok sayur dan sutil, saringan glasir. Bahan: tanah liat, glasir, gas elpiji, lem, kulit padi (sekam) dan pasir. (2) proses pembuatan keramik dengan teknik Oksidasi di Gaya Ceramic and Design yang meliputi antara lain: Proses penyiapan bentuk keramik, proses pembentukan keramik, proses pengeringan pertama, proses pengeleman, proses pendekorasian, proses pengeringan tahap ke dua, proses pembakaran pertama, proses pengglasiran, proses pembakaran kedua dengan teknik Oksidasi. (3) Produk yang dihasilkan dari penerapan teknik oksidasi kulit padi (sekam) meliputi: teko, gelas minuman, mangkuk kecil, mangkuk besar, gelas sup, mangkuk minuman, tempat minuman. Produk yang dihasilkan dari penerapat teknik oksidasi pasir meliputi: teko, tempat pemerasan jeruk, tempat minum, tempat penyimpanan garam, tempat susu dan cream, tempat kopi, tempat alas makan, tempat lilin, tempat minuman teh, tempat sup, tempat nasi, tempat air minuman. Kata Kunci : teknik Oksidasi, alat dan bahan, bentuk produk Abstract This research was aimed at describing: (1) tools and materials used in the process of oxidation technique at cheramic style and design. (2) The process of oxidation technique at cheramic style and design. (3) The product that was resulted from the process of oxidation technique at cheramic style and design. This study was a kind of descriptive research with qualitative approach. The subject in this study was production industry from Marcello Massoni. The process of data collection is done using several techniques, such as (1) observation, (2) interview, (3) dokumentation, and (4) literature. The findings of this research are: (1) Tools and material used in the oxidation process at cheramic style and design; tools: soil processing machine, soil filter machine, soil mixing machine, bucket, plywood, drum, wheel machine, shelf storage, fireplace, knife mower, strings mower, chisel, small brush, pen, sponge, brace, and spatula; Materials: clay, glazing, gas, glue, husk, and sand. (2) The process of making cheramic by using oxidation technique at cheramic style and design including: the preparation process of shaping the cheramic, the cheramic shaping process, first drying process, the process of giving glue, decoration process, second drying step, first burning step, the process of penglasiran, second burning step by oxidation technique. (3) The products that was resulted from the implementation of oxidation technique using husk were: teapot, glass, small bowl, big bowl, soup bowl, drinking bowl, and place for drinking. The producst that is resulted from the implementation of oxidation technique using sand were: teapot, orange distilation, place of drinking, salt storage, milk and cream storage, place for coffe, pedestial, candelabrum, place for tea, soup, rice, and water for drink. keyword : oxidation technique, tools and materials, form of product
KERAJINAN ROTAN DI DIANA HANDICRAFT DESA GANTI KECAMATAN PRAYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH ., IGA Nona Karniati; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Drs.Mursal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.245 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Keberadaan kerajinan rotan di Desa Ganti. (2) Alat dan bahan yang dipergunakan dalam pembuatan kerajinan rotan. (3) Proses pembuatan kerajinan rotan. (4) Bentuk kerajinan rotan di Diana Handycraft (5) cara penanaman kerajinan rotan. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif, keseluruhan populasi yang ada ditempat penelitian menjadi subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keberadaan kerajinan anyaman rotan di Desa Ganti. (2) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan anyaman rotan meliputi alat antara lain maje, pusut, meteran, potongan kuku, penjepit, sikat, palu, dan baskom. Sedangkan bahan meliputi rotan, kulit rotan dan lem rajawali. (3) Proses pembuatan kerajinan rotan yaitu yang pertama memilih rotan yang masih bagus kemudian dianyam. Bentuk rotan ada dua macam yaitu bentuk bulat dan oval. Proses menganyam ada dua cara yaitu anyaman rapat dan silang dan yang terakhir finishing. Proses finishing ada tiga bagian yaitu proses pencelupan, penirisan dan penjemuran. (4) Kerajian rotan yang dihasilkan adalah aneka keranjang, wadah kue, wadah buah, guci, nampan, piring, toples tiruan dan wadah set. (5) Cara penanaman keterampilan menganyam rotan ini dilakukan dengan cara melihat langsung ketempat Ibu Diana dan memperaktikkan langsung proses menganyam tersebut. Kata Kunci : Kata Kunci: Kerajinan, anyaman rotan, penanaman keterampilan This research aims to find out about (1) The Existence of rattan handicraft in Ganti village (2) tools and materials used in the manufacture of rattan (3) the process of making rattan (4) form of rattan in Diana Handicraft (5) planting rattan craft skills. This research is a qualitative descriptive study, entired population in the study is the subject of research. Data collection techniques used were observation, interview and documentation. The result showed that (1) The Existence of rattan handicraft in Ganti village (2) equipment and materials in the manufacture of rattan is knife, awl, meters, pieces of nails, clamps, hammers and basin. (3) rattan handicraft making process that is the first pick rattan still good then plaited.forms of rattan there are two kinds of roun and oval. There are two ways of weaving process that is tightly woven and cross.finishing process there are three parts namely, draining and drying. (4) rattan handicrafts produced were various baskets, containers cake, fruit containers, jars, trays, plates, jars imitation, and container sets. (5) rattan planting is done by looking directly into the miss Diana and direct practice of the weaving process. keyword : Keywords : craft, wicker, planting skills
PROSES PEMBUATAN GITAR UKIR I WAYAN TUGES DI DESA GUWANG, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN TINGKAT II GIANYAR ., I Made Winarta; ., Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.07 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan gitar ukir I Wayan Tuges di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, kabupaten Tingkat II Gianyar; (2) proses pembuatan gitar ukir I Wayan Tuges di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, kabupaten Tingkat II Gianyar; (3) bentuk dan motif yang digunakan pada gitar ukir I Wayan Tuges di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, kabupaten Tingkat II Gianyar. Subjek dalam penelitian ini adalah I Wayan Tuges. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahan yang digunakan dalam gitar ukir I Wayan Tuges ini adalah kayu, lem kayu, tru-oil, cat acrylic, strings (senar gitar), tuning keys/tuning machines, nut gitar. Adapun alat yang digunakan dalam pembuatan gitar ukir I Wayan Tuges adalah refrigerated dehumidifier, mesin gergaji pemotong, mesen gergaji pembelah, mesin serut (planner), mesin ketam perata/jointer, mesin router, pahat ukir kayu, pengotok (martil kayu), press neck gitar, dan gergaji besi mini. (2) Proses pembuatan gitar ukir karya I Wayan Tuges yaitu mulai dari pemilihan bahan baku kayu, pemotongan bahan baku kayu, pembelahan bahan baku kayu, penghalusan bahan baku kayu, perataan (mengetam) bahan baku kayu, proses router, penyimpanan balok kayu, pembuatan design bentuk dan motif gitar ukir, proses pengeringan pola dasar badan gitar, merekatkan rangka pada badan gitar, press body side gitar, menyusun body side gitar, pembuatan body top dan back gitar, pelapisan body gitar, pengukiran body gitar, pembuatan neck (leher) gitar, pemasangan bagian neck gitar, finishing. (3) Bentuk dan Motif yang Digunakan pada Gitar Ukir I Wayan Tuges yaitu bentuk Double Neck, Bentuk Gitar Lubang Resonansi Atas, Bentuk Gitar Standar, sedangkan motif yang digunakan yaitu motif pepatran, motif flora, motif fauna, motif pewayangan. Kata Kunci : Gitar Ukir I Wayan Tuges ABSTRACT This study aims to determine: (1) materials and tools used in the manufacture of the I Wayan Tuges guitar carving in Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Tingkat II Gianyar; (2) the process of making the I Wayan Tuges guitar carving in Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Tingkat II Gianyar; (3) forms and motifs used on the I Wayan Tuges guitar carving in Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Tingkat II Gianyar. The subject of this study was I Wayan Tuges. Data collection methods used in this research was the method of observation, interviews, documentation and literature. The data were analyzed by using descriptive qualitative approach. The results of this study showed that: (1) the materials used in the I Wayan Tuges guitar carving is wood, wood glue, tru-oil, acrylic paint, strings (guitar strings), tuning keys / tuning machines, guitar nut. The tools used in the manufacture of the I Wayan Tuges guitar carving are refrigerated dehumidifier, chainsaw cutting, saws splitting machine, shaved machine (planner), planers grading / jointer machine, router machine, chisel wood carving, pengotok (wooden hammer), press neck guitar, and mini hacksaw. (2) The process of making the guitar carving by I Wayan Tuges started from selecting raw materials of wood, cutting the wood raw materials, splitting the wood raw materials, refining the wood raw materials, smoothing (harvest) of wood raw materials, routers process, storage timber beams, manufacturing design of forms and motifs guitar carving, drying processes archetypal guitar body, gumming the frame of the guitar body, pressing the guitar body side, composing the guitar body side, manufacturing the guitar body top and back, coating the guitar body, sculpting the guitar body, manufacturing the guitar neck, attaching the guitar neck parts, finishing. (3) The forms and motifs used on the I Wayan Tuges guitar carving are Double Neck form, upper resonance hole guitar form, standard guitar form, while the motif used is pepatran motifs, flora motifs, fauna motifs, puppet motifs. keyword : I Wayan Tuges guitar carving
KERAJINAN ANYAMAN BERBAHAN RUMPUT VETIVER DI DUSUN CEGI DESA BAN KECAMATAN KUBU KABUPATEN KARANGASEM ., I Wayan Lias; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg; ., Drs.Mursal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.302 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.7790

Abstract

ABSTRAK Pengolahan rumput vetiver menjadi berbagai jenis kerajinan anyaman merupakan fokus pembahasan penelitian ini. Tujuan yang ingin dicapai adalah (1) Untuk mendeskripsikan pengolahan rumput vetiver menjadi anyaman, (2) Untuk mengetahui bentuk anyaman rumput vetiver, (3) Untuk mengetahui motif anyaman yang dapat dibentuk menggunakan rumput vetiver, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Beberapa teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, dan teknik tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses pengolahan rumput vetiver menjadi anyaman dilakukan dengan berbagai tahapan yaitu (a) panen rumput, (b) membersihkan rumput dari gulma, (c) mengklasifikasikan rumput berdasarkan ukurannya, (d) merebus rumput dengan air yang telah dicampur dengan pewarna, dan (e) pengeringan rumput yang telah direbus, (2) Bentuk anyaman yang dapat dibuat dengan menggunakan rumput vetiver adalah anyaman berbentuk dua dimensi dan anyaman tiga dimensi, (3) Motif anyaman yang digunakan adalah motif kombinasi dasar, motif gerigi, motif variasi miring, motif sekruf, dan motif gergaji. Kata Kunci : Kerajinan Anyaman dan Rumput Vetiver ABSTRACT Manufacturing vetiver grass to becomes many kinds of weaving product is the main focused in this research. The aims are; (1) to describe manufacturing of vetiver grass to becomes a product, (2) to know the shape of vertiver grass weaving, (3) to know the design of a woven product by using vetiver grass. This research is a descrivtive research by using qualitative approach. There are some techniques used in collecting the data, they are; observation technique, interview, documentation, and a book view technique. The result of this research showed that; (1) the process of manufacturing vetiver grass becomes a woven have been done through many steps; (a) harvesting the grass, (b) cleaning the grass from the weeds, (c) classified the grass based on its shapes, (d) boiled the grass in a water mixed by colour pigments, and (e) dried the boiling grass, (2) the shape of a woven which made from vetiver grass is a woven with two dimensions and a woven with three dimentions, (3) the design used is a basic design, toothed edge design, variated angle design, a screw design, and a saw design. keyword : woven handicrafts and vetiver grass
BENDA SENI DENGAN MENGGUNAKAN BAGIAN-BAGIAN SEPEDA BEKAS DI LOUD GALLERY BANJAR BATANANCAK, DESA MAS, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR ., I Wayan Gede Adiartha; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.605 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8170

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai karya seni tiga dimensi yang berbahan bagian-bagian sepeda bekas di “Loud Gallery”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) dasar pemikiran serta metode mengenali potensi visual dan kontruktif bagian-bagian sepeda bekas menjadi bahan dalam pembuatan karya seni tiga dimensi; (2) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni tiga dimensi; (3) proses pembuatan karya seni tiga dimensi; dan (4) jenis-jenis karya seni tiga dimensi berbahan dasar bagian-bagian sepeda bekas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Proses Pembuatan karya seni tiga dimensi berbahan dasar bagian-bagian sepeda bekas. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) seniman berkarya dengan dasar pemikiran atau konsep dengan melihat lingkungan sekitar tempat tinggalnya. (2) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni tiga dimensi antara lain: Gerinda, gunting plat, gunting besi, las listrik (elektroda), las asetilen (karbit), tang, palu, kuas, spait, meteran, ember dan mesin kompresor. Sedangkan bahan yang digunakan antara lain: Sepeda bekas (rangka sepeda, garpu depan sepeda, velg, stang, gir), besi, plat, cat besi merek aclouse super dan merek top color, cat pewarna antik merek poinner, thinner, bensin, cairan anti karat dan cat finising merek impra dan merek aqua lacquer; (3) Adapun proses pembuatan karya yaitu: Pertama proses pemilihan bahan. Kedua proses pembuatan desain. Ketiga proses pembentukan: pembentukan badan, pembentukan kepala dan leher, pembentukan kaki, dan perakitan. Keempat proses finising, proses finising ada dua tahapan yaitu proses pengecatan dan pemberian clear; dan (4) jenis-jenis hasil karya seni tiga dimensi berbahan dasar bagian-bagian sepeda bekas berbentuk binatang kuda. karya seni tiga dimensi berbentuk kuda memiliki gerak dan ukuran yang berbeda-beda, kuda vegasus (kuda yang memiliki tanduk dan sayap) dan binatang gajah Kata Kunci : Karya seni tiga dimensi, sepeda bekas, kuda dan gajah This study discusses the three-dimensional sculpture made from old bicycle parts in "Loud Gallery". This study aims to determine; (1) rationale and methods is to identify potential visual and constructive parts used bicycle becomes an ingredient in the manufacture of three-dimensional sculpture; (2) the tools and materials used in the manufacture of three-dimensional works of art; (3) the process of making three-dimensional sculpture; and (4) the kinds of three-dimensional sculpture made of used bicycle parts. This type of research is qualitative descriptive study. The subjects were making process of three-dimensional works of art made from old bicycle parts. Methods of data collection is done using observation and interviews. The results showed that; (1) The artist works with the basic ideas or concepts to see the neighborhood where he lived. (2) the tools and materials used in the manufacture of three-dimensional sculpture, among others: burrs, scissors plate, scissors iron, electric welding (electrodes), welding acetylene (carbide), pliers, hammer, brush, spait, meter, bucket and machinery compressor. While the materials used, among others: Bike former (bike frame, front forks bicycle, wheels, handlebars, gears), iron, plate, metal paint brand aclouse super and brand top color, paint dye antique brand poinner, thinner, gasoline, liquid anti rust and paint finishing Impra brand and brand aqua lacquer; (3) The manufacturing process works as follows: First, selecting materials. Second, the designing process. The third process is formating: the formating the body, the formating the head and neck, the formating the foot, and assembly. Fourth finishing process, there are two steps, namely the process of painting and giving clear; and (4) the kinds of three-dimensional works of art made from old bicycle parts are animal-shaped horse. three-dimensional sculpture has a horse-shaped motion and different sizes, Vegasus horse (a horse with a horn and wings) and some elephants keyword : three-dimensional art work, old bicycle, horse and elephant

Page 1 of 2 | Total Record : 15