cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015):" : 93 Documents clear
PENGGUNAAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERMEDIA VIDEO GANESHA PUBLIC SPEAKING SCHOOL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (PIDATO) SISWA KELAS XII IPS 1 SMA SARASWATI SERIRIT ., Putu Agus Sanjaya; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4877

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang efektif dalam penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school guna meningkatkan keterampilan berbicara (pidato), (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa pada kemampuan berbicara (pidato) melalui penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school, dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school dalam keterampilan berbicara (pidato). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 1 SMA Saraswati Seririt yang berjumlah 33 orang dan objeknya adalah langkah-langkah pembelajaran, hasil belajar, dan respons siswa dalam mengikuti pembelajaran berbicara (pidato) melalui penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school. Data langkah-langkah yang efektif dalam penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school guna meningkatkan keterampilan berbicara (pidato) dikumpulkan dengan metode observasi yang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif, data hasil belajar siswa dalam pembelajaran berbicara (pidato) dikumpulkan dengan metode tes yang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dan data respons siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner yang dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) pembelajaran berbicara (pidato) dengan penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school dilaksanakan dalam beberapa langkah pembelajaran, (2) kemampuan berbicara (pidato) siswa meningkat, yakni dari 73,72 pada siklus I menjadi 78,03 pada siklus II, dan (3) menciptakan respons siswa yang positif dalam pembelajaran berbicara (pidato). Dengan demikian, dapat ditarik simpulan bahwa (1) dengan penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school, hasil pembelajaran berbicara (pidato) siswa dapat ditingkatkan; (2) pembelajaran berbicara (pidato) dapat dilakukan dengan penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school; dan (3) belajar dalam suasana menyenangkan membawa keberhasilan yang signifikan. Oleh karena itu, guru bahasa Indonesia dapat menggunakan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan berbicara (pidato) siswa.Kata Kunci : saintifik, video ganesha public speaking school, berbicara, pidato This research aims (1) to describe some efective steps to use scientific approach with media video ganesha public speaking school to improve the ability of speaking (speech), (2) describe the learning outcomes of students in speaking (speech) through the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school, and (3) describe the response of the students against the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school in speaking ability (speech). This study designed using classroom action research (CAR) that concluded in two cycles. The subject of this research are the students of the class XII IPS 1 SMA Saraswati Seririt that consist of 33 people and the object are the steps of the learning process, result of the study, and the response of the students in participating in learning speaking (speech) through the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school. The data of effective steps in the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school to improve the speaking ability (speech) collected with the observation method and analyzed by descriptive qualitative method, students outcome data in learning speaking (speech) collected by test method that analyzed with descriptive qualitative and quantitative method, and students’ response data collected by questionnaire method that analyzed with descriptive quantitative method. The result of this research method are (1) learning speaking (speech) with the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school carried out in several steps of learning, (2) students’ speaking ability (speech) increased, starts from 73,72 in cycle I and become 78,03 at cycle II, and (3) creating a positive student response in learning speaking (speech). Thus it can be concluded that (1) by using scientific approach with media video ganesha public speaking school, students’ outcome of learning speaking (speech) can be increased; (2) learning to speak (speech) can be done by using a scientific approach with media video ganesha public speaking school; and (3) learning in a pleasant atmosphere brings a significant success. Therefore, Indonesian language teacher can use a scientific approach with media video ganesha public speaking school as the alternate way to improve students’ the ability to speak (speech).keyword : scientific, ganesha public speaking school video, speaking, speech
BILINGUALISME DAN DIGLOSIA PADA TUTURAN SISWA DI SMP N 6 NEGARA ., Firlisa Era Setiawati; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5296

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan (1) memaparkan fungsi penggunaan ragam bahasa pada peristiwa diglosia tuturan siswa, dan (2) memaparkan hubungan bilingualisme dan diglosia pada tuturan siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP N 6 Negara. Dengan objek, tuturan siswa dalam situasi nonformal. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi untuk mencari fungsi diglosia dan wawancara untuk mencari hubungan bilingualisme dan diglosia, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini ditemukan (1) fungsi penggunaan ragam bahasa pada tuturan siswa. Siswa melakukan peristiwa diglosia (79%). Diglosia bocor (16%) yang tidak sesuai dengan fungsi. (2) Hubungan bilingualisme dengan diglosia, siswa yang mengalami peristiwa kebahasaan bilingualisme dan diglosia (2%), mengalami peristiwa bilingualisme tanpa diglosia (3%). Simpulan dari penelitian ini, pertama, siswa di SMP N 6 Negara mengalami peristiwa fungsi diglosia yaitu diglosia secara umum dan diglosia bocor. Kedua, adanya hubungan yang erat terjadi antara bilingualisme dan diglosia pada tuturan siswa di SMP N 6 Negara. Tuturan siswa SMP N 6 Negara mengalami dua peristiwa yaitu, bilingualisme dan diglosia, serta bilingualisme tanpa diglosia. Peristiwa yang lebih dominan lagi dialami siswa adalah peristiwa bilingualisme tanpa diglosia. Kenyataan ini dapat membuktikan bahwa teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli, memang kebenarannya tidak perlu diragukan lagi. Bahasa memang hal yang dinamis, namun ternayata perkembangan bahasa itu sendiri sangatlah lama. Kata kunci: bilingualisme, diglosia, tuturan Kata Kunci : bilingualisme, diglosia, tuturan The descriptive study aims to (1) describe the use of a variety of language functions in the diglossia speech student events, and (2) describes the relationship of bilingualism and diglossia in speech students. Subjects in this study were students of SMP N 6 Negara. While the object is the speech of students in informal situations. Data was collected through observation and interviews, and analyzed descriptively qualitative. Results of the study found (1) functions use different languages on student speech. Students do diglossia events (79%). Diglossia leak (16%) were not in accordanc e with the function. (2) The relationship of bilingualism with diglossia, students who experience language bilingualism and diglossia events (2%), experienced the events of bilingualism without diglossia (3%). The conclusions of this study, firstly, the students in SMP N 6 Negara had experience events function of diglossia, namely diglossia in general and diglossia leak. Secondly, the close relationship between bilingualism and diglossia occurred in the speech of students in SMPN 6 Negara. The students in SMP N 6 Negara had experience in two events, namely, bilingualism with diglossia, and bilingualism without diglossia. Furthermore, the events mostly dominant were experienced by students was bilingualism without diglossia. This fact showed that the theories put forward by the experts the truth is not in doubt. Language is a dynamic thing, but the development of language itself is very old. Key word: bilingualism, diglossia, speech keyword : bilingualism, diglossia, speech
Pandangan Dunia dalam Novel Tempurung Karya Oka Rusmini dan Manfaatnya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks di Sekolah Menengah Atas ., Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6787

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan pandangan dunia dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini dan manfaatnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks di sekolah menengah atas. Subjek penelitian adalah novel Tempurung karya Oka Rusmini. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Data yang diperoleh melalui beberapa tahap, yaitu (1) deskripsi data, (2)identifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) penyajian data, dan (5) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa pertama, pandangan dunia patriarki terdapat dalam novel Tempurung secara implisit melalui permasalahan yang dihadapi tokoh perempuan. Terdapat delapan persoalan yang menjadi topik perlawanan terhadap pandangan dunia patriarki. Kedua, novel Tempurung dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran berbasis teks di sekolah menengah atas sebagai teks model untuk materi teks cerita ulang, teks anekdot, teks drama, dan teks cerita pendek. Kata Kunci : pandangan dunia, novel Tempurung, pembelajaran berbasis teks This descriptive research aimed to depict the world view in Oka Rusmini’s Novel entitled Tempurung and its usefulness in Learning Indonesian language which text-based in Senior High School. The subject of this research is a novel entitled Tempurung which is written by Oka Rusmini. The data was collected using documentation mehod. Several steps in collecting the data were 1) data description, (2) data identification, (3) data classification, (4) data presentation, and (5) conclusion making. Generally, the result of this research proved that first, patriarchal world view is existed in novel entitled Tempurung implicitly through problem that is faced by the woman character. There are eight problem which are being the oppositive topic toward patriarchal world view. Second, novel entitiled Tempurung can be used in text-based learning in serior high school as exemplary text to teach repeated text material, anecdote text, drama text, and short story text. keyword : world view, novel entitled Tempurung, text-based learning
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM KURIKULUM 2013 DI KELAS X.A AKUNTANSI SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., Dewi Rahmayanti; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan guru bahasa Indonesia di kelas X.A Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja terkait dengan pembelajaran menulis teks anekdot, (2) mendes-kripsikan pelaksanaan pembelaja¬ran menulis teks anekdot yang dilakukan oleh guru bahasa Indo-nesia di kelas X.A Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja, (3) mendeskripsikan evaluasi yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia terkait dengan pembelajaran menulis teks anekdot di kelas X.A Akun¬tansi SMK Negeri 1 Singaraja, dan (4) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pembelaja¬ran menulis teks anek¬dot. Penelitian ini dirancang dalam bentuk peneli¬tian deskriptif-kualitatif. Sub¬jek dalam peneli¬tian ini adalah guru dan siswa kelas X.A Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja. Objek peneli¬tian ini adalah pembela¬jaran menulis teks anek¬dot pada mata pelaja-ran bahasa Indonesia dalam kuri¬kulum 2013. Metode pe¬ngum¬¬pulan data yang digunakan adalah me-tode dokumentasi, observasi, dan wa¬wancara. Analisis data dalam penelitian ini mencakup empat ta-hap, yaitu: tabulasi data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian ini me-nunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran masih memiliki beberapa ke¬le¬mahan, seperti: tujuan pem¬belajaran belum seluruhnya sesuai dengan indikator, materi pe¬lajaran perlu diperinci, metode yang digunakan harus disesuaikan dengan kurikulum 2013, pada bagian pendahuluan guru perlu me-ru¬¬mus¬kan kegia¬tan yang dilakukan oleh peserta didik, pada ke¬giatan inti guru perlu merumuskan lang-kah-langkah pembelajaran sesuai dengan tahapan-tahapan pendekatan sain¬tifik, pada kegiatan pe-nutup pembelajaran guru tidak mencantumkan kegiatan penga¬ya¬an atau remidi, dan pada rubrik “penilaian hasil” contoh instrumen yang diguna¬kan belum seluruhnya sesuai dengan indikator. Dalam pe¬laksanaan pembe¬lajaran ada beberapa hal yang kurang sesuai dengan RPP, yaitu rencana kegiat¬an pembelajaran tidak dicantumkan di dalam RPP, pada kegiatan inti yang dirancang oleh guru be¬lum memuat kegiatan pembelajaran sesuai dengan tahapan pendeka¬tan saintifik, akan tetapi dalam pe-laksanaannya guru sudah melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan pendekatan saintifik. Pa-da kegiatan penutup, tes lisan yang diberikan oleh guru belum bisa memberikan gambaran yang aku-rat terhadap kemampuan peserta didik, serta kegiatan pengayaan dan remidi yang diberikan oleh gu-ru tidak dicantumkan di dalam RPP. Pelaksanaan evaluasi yang dilakukan oleh guru juga memiliki kekurangan, antara lain: rubrik penilaian untuk tes lisan dan tulis belum disediakan oleh guru, daftar pertanyaan untuk tes tulis juga belum disediakan. Kata Kunci : pembelajaran menulis, teks anekdot, mata pelajaran bahasa Indone¬sia, kurikulum 2013 This study aimed at (1) describing Indonesian teacher planning in class X.A Accounting at SMK Ne-geri 1 Singaraja in writing anecdote text, (2) describing the implementation of writing anecdotes text conducted by Indonesian teacher in class X.A Accounting at SMK Negeri 1 Singaraja, (3) describing the evaluation conducted by the Indonesian teacher in writing anecdotes in class X.A Acounting at SMK Negeri 1 Singaraja, (4) describing the problems faced by teacher and students in writing anec-dote text. This study was descriptive qualitative research. The subject in this study were teacher and stu¬dents in class X.A Acounting at SMK Negeri 1 Singaraja. The object in this study was writing anec-dotes text on Indonesian subjects in the curriculum 2013. Data collection methods used was docu-men¬tation, observation, and interviews. Analysis of the data in this study includes four stages, name-ly: tabulation of data, data reduction, data presentation, and data conclusion. The results of this study indicate that the learning plan still has some weaknesses, such as: learning objectives are not entirely in accordance with the indicators, the subject matter needs to be specified, the method used should be adjusted to curriculum in 2013. In pre-activity, the teacher needs to formulate the activity under¬taken by learners. In the core activity, teacher needs to formulate learning steps based scientific app¬roach. In the post-activity, the teacher didn’t provide remedial activity. In the rubric of assessment, the example of instruments that are used are not entirely in accordance with the indicators. In the imple¬men¬tation of learning there were several things wich were not appropriate with the lesson plan such as, there was no learning activity stated in the lesson plan, In core activity, there was no learning acti¬vity based on scientific approach, however in the aplication learning activity based on scientific app¬roach was done by the teacher itself. In post activity, the oral test given by the teacher couldn’t pro¬vide an accurate picture of students’ abilities, and remedial activities assigned by the teacher were not included in the lesson plan. The implementation of the evaluation conducted by the teacher also had weaknesses, such as: the teacher didn’t provide an assessment rubric for oral and written test, and a list of questions for written tests. keyword : writing, anecdote text, Indonesian subject, curriculum 2013
PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM TEKS ANEKDOT PADA KELAS X DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA: TINJAUAN DARI SEGI VALIDITAS ISI DAN PEMANFAATAN HASIL EVALUASI ., Ni Putu Ayu Novi Arini; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tes buatan guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran teks anekdot pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Singaraja (2) validitas isi tes dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran teks anekdot pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Singaraja (3) pemanfaatkan hasil evaluasi oleh guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran teks anekdot pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Singaraja (4) pemanfaatkan hasil evaluasi oleh siswa dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran teks anekdot pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Singaraja. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah (1) guru bahasa Indonesia kelas X SMA Negeri 1 Singaraja dan (2) siswa kelas X SMA Negeri 1 Singaraja. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, kuesioner/angket, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur sebagai berikut (1) identifikasi data, (2) rediksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Tes buatan guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran teks anekdot sudah sesuai dengan isi silabus dan setiap butir soal sudah menunjukkan secara jelas kompetensi dasar yang akan diukur, (2) Setiap butir soal yang digunakan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran teks anekdot sudah valid dari segi validitas isi dan tergolong memiliki tingkat validitas yang tinggi, (3) Guru telah memanfaatkan hasil evaluasi untuk berbagai kepentingan pembelanjaran, dan (4) Pemanfaatan hasil evaluasi bagi siswa tidak hanya untuk kepentingan evaluasi pembelajaran. Adapun manfaat yang diperoleh siswa dari hasil evaluasi, yaitu untuk kepentingan evaluasi proses belajar pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas. Kata Kunci : Evaluasi, teks anekdot, validitas isi, pemanfaatan hasil This research aimed to describe of (1) teacher-made tests in the evaluation of learning anecdotal text for student in X class SMA Negeri 1 Singaraja (2) content validity test in the evaluation of learning anecdotes text for student in X class SMA Negeri 1 Singaraja (3) utilizing the results of the evaluation by the teacher in the evaluation of learning anecdotes text for student in X class SMA Negeri 1 Singaraja (4) utilizing the results of the evaluation by the students in the evaluation of learning anecdotes text for student in X class SMA Negeri 1 Singaraja. To achieve these objectives, the researchers used a qualitative descriptive design. The subjects were is (1) Bahasa Indonesia teacher of X class SMA Negeri 1 Singaraja and (2) students in X class SMA Negeri 1 Singaraja. Collecting data in this research using the methods of documentation, questionnaires / questionnaire, and interviews. Data were analyzed using descriptive techniques using the following procedure (1) identification of data, (2) data reduction, (3) presentation of data, and (4) conclusions. These reserch results indicate that (1) teacher-made tests in the evaluation of learning anecdotes text is in conformity with the contents of the syllabus and each item has been clearly demonstrated basic competence to be measured, (2) Every tests item that is used in the evaluation of learning anecdotes text is valid in terms of content validity and classified as having a high degree of validity, (3) Teachers have made use of evaluation results for various learning needs, and (4) Utilization of evaluation results for students not only for the sake of learning evaluation. The benefits derived from the results of the evaluation of students, namely for the purpose of evaluation and learning process in the classroom and outside the classroom. keyword : Evaluation, anecdotal text, content validity, the utilization of
DESKRIPSI PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA DENGAN TEKNIK PEMODELAN PADA SISWA KELAS VIII SMPLB B SLB NEGERI GIANYAR ., Ni Made Susilaningsih; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks berita dengan teknik pemodelan pada siswa kelas VIII SMPLB B SLB Negeri Gianyar yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam pembelajaran menulis teks berita. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VIII dan siswa kelas VIII SMPLB B SLB N Gianyar. Objek penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menulis teks berita dengan teknik pemodelan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) perencanaan pembelajaran menulis teks berita yang dibuat guru sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, namun masih memiliki beberapa kelemahan, (2) pelaksanaan pembelajaran melewati empat fase pemodelan, yaitu fase atensi, retensi, reproduksi, dan motivasi, (3) guru menggunakan dua jenis evaluasi, yaitu penilaian hasil dan penilaian proses, (4) kendala guru dalam pembelajaran menulis teks berita dengan teknik pemodelan, yaitu kesulitan dalam mencari pedoman penulisan RPP; tidak ada sarana penunjang buku teks khusus untuk SLB; kesulitan dalam pemanfaatan waktu dan komunikasi dengan siswa; serta kendala dalam mengevaluasi, (5) kendala siswa dalam pembelajaran menulis teks berita dengan teknik pemodelan, yaitu kesulitan dalam menentukan judul berita dan penggunaan diksi (kata), ejaan, dan tanda baca yang tepat; tidak mengerti penjelasan materi tentang menulis teks berita dari guru; kesulitan dalam menggunakan contoh; dan terganggu dengan lingkungan sekitar kelas. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan refleksi pembelajaran menulis teks berita oleh guru.Kata Kunci : pembelajaran menulis, teks berita, teknik pemodelan This research aimed to describe the teaching of writing a news item with modeling techniques in eight grade student in SMPLB B SLB Negeri Gianyar consisting of: planning, implementation, evaluation, and constraints faced by teachers and students in learning to write a news item. The subjects were teachers who teach Indonesian in eight class and eight grade students in SMPLB B SLB N Gianyar. The object of this research was the planning, implementation, and evaluation of learning to write a news item with modeling techniques. The method of data collected in this research using observation, interviews, questionnaire, and documentation. The collected data was analyzed with descriptive qualitative and quantitative techniques. The results of this study showed that: (1) planning of learning to write a news item that made the teacher is in conformity with the applicable curriculum, but it still has some weaknesses, (2) the implementation of learning modeling through four phases, namely phase attention, retention, reproduction, and motivation, (3) the teacher used two types of evaluation, the assessment results and assessment processes, (4) the constraints of teachers in the teaching of writing a news item with modeling techniques, namely the difficulty in finding a writing RPP guidelines; no means of supporting special text books for SLB; difficulties in the use of time and communication with students; as well as constraints in evaluating, (5) the constraints of students in learning to write a news item with modeling techniques, namely the difficulty in determining the headlines and the use of diction (word), spelling, and proper punctuation; do not understand the explanation materials about writing a news item from the teacher; difficulties in using the example; and disturbed by the environment around the classroom. The results could be used as a reflection of learning to write news item by the teacher.keyword : learning to write, news item, modeling techniques
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH SISWA KELAS XII IPA 1 SMA LAB UNDIKSHA ., Ni Ketut Cahya Mahayuni; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5743

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang ditempuh untuk mengimplentasikan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing untuk meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas XII IPA 1 SMA Lab Undiksha, (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas XII IPA 1 SMA Lab Undiksha dalam menulis karya ilmiah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap pembelajaran tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Lab Undiksha yang berjumlah 40 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat beberapa langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas XII IPA 1 SMA Lab Undiksha dalam menulis karya ilmiah. Langkah-langkah tersebut menekankan pada pembelajaran menulis karya ilmiah yang sebelumnya siswa diajak untuk memahami kaidah-kaidah karya ilmiah, membat secara langsung, dan diskusi mendalam dengan kelompok-kelompok kecil, (2) hasil kedua adalah peningkatan skor siswa yang sebelumnya yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 67, siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 71, sedangkan pada siklus II skor rata-sata secara klasikal menjadi 80, dan (3) siswa memberikan tanggapan sangat positif terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dalam pembelajaran menulis karya ilmiah.Kata Kunci : kooperatif, Snowball Throwing, Karya Ilmiah This classroom action research aimed (1) describing the steps taken to implement the cooperative learning model Snowball Throwing to improve the writing skills of the scientific papers of students class XII IPA 1 SMA Lab Undiksha (2) describing enhancements to student learning outcomes XII IPA 1 SMA Lab Undiksha in writing scientific papers by applying cooperative learning model Throwing Snowball. (3) describing the students response toward this type of learning. Subjects in this study were students of class XII IPA 1 SMA Lab Undiksha totaling 40 people. Data collection method used in this research is the method of observation, testing, and interviews. Data were analyzed using quantitative descriptive technique. The results of this study are (1) there are several steps the implementation of cooperative learning model Snowball Throwing to improve the ability of students of class XII IPA 1 SMA Lab Undiksha in writing scientific papers. Such steps emphasize on learning to write scientific papers before students are encouraged to understand the rules of scientific papers, make directly, and in-depth discussions with small groups. (2) The second is the increase in student scores on the pre-action before the average score of classical 67, the cycle I gained an average score of classical 71, while in the second cycle the average score in the classical to 80, and (3) students gave responded very positive to the cooperative learning model Snowball Throwing in learning to write scientific papers.keyword : cooperative , Snowball Throwing , scientific papers
ANALISIS KALIMAT EFEKTIF CERPEN SISWA KELAS IX SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING ., S. A. Pt. S. Indrayani; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6248

Abstract

Penelitian yang menggunakan rancangan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan kalimat efektif yang ada dalam cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tampaksiring, (2) kendala-kendala penyusunan kalimat yang dihadapi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tampaksiring dalam menulis cerpen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tampaksiring dan objek penelitian ini adalah penggunaan kalimat efektif dalam cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tampaksiring ditinjau dari segi syarat kalimat efektif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dan metode wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penggunaan kalimat dalam cerpen sudah sesuai dengan ciri-ciri kalimat efektif, yaitu keutuhan (kesatuan), keterpaduan, keringkasan, dan keterpusatan perhatian berhubungan dengan struktur atau interelasi (penekanan) sehingga cerpen siswa menarik untuk dibaca. (2) Kendala-kendala yang dihadapi oleh siswa dalam penyusunan kalimat efektif, yaitu siswa kurang memahami unsur-unsur kalimat, siswa kurang percaya diri dengan hasil/kalimat yang ditulis, siswa kurang bisa memanfaatkan kata-kata dalam menyusun kalimat, siswa sulit dalam menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lainnya, dan siswa sulit membedakan antara awalan dengan kata depan. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kalimat yang dibuat oleh siswa sudah sesuai dengan ciri dan syarat kalimat efektif, serta kendala siswa lebih banyak ada pada pemahaman tentang unsur-unsur kalimat karena kondisi kelas kurang kondusif saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu, disarankan kepada guru agar lebih mengondisikan kelas sehingga siswa dapat belajar dengan baik, terutama terhadap siswa yang kurang memahami pemakaian unsur-unsur kalimat yang baik.Kata Kunci : Analisis Kalimat Efektif, Cerpen. This research is a descriptive qualitative, aimed at describing (1) the use of sentences in short story made by second grade students of SMA Negeri 1 Tampaksiring, (2) the obstacles of second grade students of SMA Negeri 1 Tampaksiring in arranging the effective sentence towrite a short story. The subjects of this research are second grade students of SMA Negeri 1 Tampaksiring andthe objects are the short story made by students of SMA Negeri 1 Tampaksiring. The data collectingmethods are documentation and interview method. After the data have been collected, they are analyzed further by descriptive qualitative research. The result show that (1) the use of sentences in short story are correspond with characteristics of effective sentence, namely integrality, integration, brevity, and centering of attention related with structure or interrelation (accentuation) so that the students’ short story are interested to be read. (2) the obstacles of the students in arranging the effective sentences, such as the students less understand the unsure of the sentences, studentslessconfidence with the result of the sentences that they write, students less in exploiting the words in arranging the sentences, students hard to correlate the sentence with the others, and students hard to distinguish between prefix and preposition. Base on the result and discussion, can be concluded that the sentences which are made by the students are correspond with characteristics of effective sentence, and the students’ obstacles is more on comprehension about the unsure of sentence because of classroom condition is less conducive when the learning process is held. Therefore, is recommended for the teacher to more condition the class in order to make the students be able to study well, especially for the students with less comprehension in using the appropriate sentences unsure. keyword : The Analysis of Effective Sentence, Short Story.
ANALISIS FAKTA DAN SARANA CERITA DALAM TEKS NILAI MORAL FABEL SISWA KELAS VIII A1 DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Widiya Aprianti; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6602

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan (1) fakta cerita yang digunakan dalam teks nilai moral fabel dan (2) sarana cerita yang digunakan dalam teks nilai moral fabel. Subjek penelitian ini adalah teks nilai moral fabel siswa kelas VIII A1 di SMP Negeri 1 Singaraja. Objek penelitian ini adalah fakta dan sarana cerita dalam teks nilai moral. Dalam penelitian ini yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri, karena penelitian ini tergolong penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang bersumber padatulisan seperti buku, majalah, dokumen, dan peraturan-peraturan. Data yang diperoleh dari hasil dokumentasi akan dianalisis melalui langkah-langkah, sebagai berikut (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penyimpulan. Pada bagian ini dimuat hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Pada bagian ini hasil penelitian diuraikan (1) fakta cerita yang digunakan dalam teks nilai moral fabel siswa kelas VIII A1 di SMP Negeri 1 Singaraja, dan (2) sarana cerita yang digunakan dalam teks nilai moral fabel siswa kelas VIII A1 di SMP Negeri 1 Singaraja. Temuan yang pertama adalah fakta cerita yang digunakan siswa pada teks nila moral (fabel) yang meliputi tokoh, alur, dan latar. Temuan yang kedua adalah sarana cerita pada teks nilai moral yang meliputi judull, sudut pandang, gaya bahasa, dan tema.Kata Kunci : fakta, sarana, nilai, moral, fabel This descriptive study aims to describe (1) the fact that the story is used in the text moral fable and (2) the means used in the story text moral fable. The subjects were text moral fable A1 class VIII SMP Negeri 1 Singaraja. The object of this study are the facts and means of stories in the text moral values. In this study, the main instrument is the researchers themselves, because these studies classified as descriptive research. Data collection method in this research is the method of documentation. Documentation methods used to obtain data sourced padatulisan such as books, magazines, documents, and regulations. Data obtained from the documentation will be analyzed through the steps, as follows: (1) data reduction, (2) presentation of data, and (3) inference. In this section, published the results of research and discussion of research results. In this section the results of the study are described (1) the fact the story used in the text moral fable eighth grade A1 in SMP Negeri 1 Singaraja, and (2) means the story used in the text moral fable eighth grade A1 in SMP Negeri 1 Singaraja, The findings of the first, is the fact that students use the story in text moral tilapia (fables) that include characters, plot, and setting. The findings of the second, is a means of narrative text that includes judull moral values, perspective, style, and themes.keyword : fact, means, values, moral, fable
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI SISWA KELAS X MIA 1 SMAN 1 MENDOYO ., Komang Krisna Kumarawati; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4780

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang ditempuh dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran menulis teks Laporan Hasil Observasi, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa hingga tercapainya tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada kegiatan menulis teks Laporan Hasil Observasi dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan model kooperatif tipe STAD. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan dan siswa kelas X Mia 1 SMAN 1 Singaraja yang berjumlah 20 orang. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah pembelajaran, peningkatan hasil menulis teks laporan hasil observasi dengan penerapan model pembelaaran kooperatif tipe STAD, dan respons siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran menulis teks Laporan Hasil Observasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, metode observasi, dan metode kuesioner, serta metode wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat sembilan belas langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar menulis teks Laporan Hasil Observasi, (2) tercapainya ketuntasan hasil belajar menulis teks Laporan Hasil Observasi siswa berkat diterapkannya model pembelajaran ini, yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 65.7, siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 74.3, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 85.75,(3) siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran menulis teks Laporan Hasil Observasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk menerapkan model pembelajaran ini, sebagai model pembelajaran inovatif, pada mata pelajaran bahasa yang lain pada umumnya dan pada pelajaran Bahasa Indonesia pada khususnya.Kata Kunci : kooperatif, STAD, teks laporan hasil observasi Classroom Action Research is aimed at ( 1 ) describe the steps taken to implement cooperative learning model STAD in learning to write text Observation Reports , ( 2 ) describe the learning outcome of students to achieve mastery level student learning outcomes in writing activities text Reports observations with the implementation of cooperative learning model STAD ( 3 ) describe the student's response to the application of STAD cooperative models . Subjects in this study were teachers and students of class X and Mia 1 SMAN 1 Singaraja , amounting to 20 people . The object of this research is learning steps , increased yield write a text report of observations with the implementation of cooperative learning model STAD , and student responses to STAD cooperative learning in teaching writing text Observation Reports . Data collection methods used in this research is the method of testing , observation methods , and methods of questionnaire and interview methods . Data were analyzed using descriptive techniques of quantitative and qualitative descriptive The results of this research are ( 1 ) there is a nineteen- step implementation of STAD cooperative learning model to improve the completeness of the results of learning to write text Observation Reports , ( 2 ) the achievement of mastery learning outcomes writing text report Observations of students thanks to the implementation of this model , namely the pre measures the average score classical 65.7 , cycle I gained an average score classical 74.3 , while in the second cycle the average value becomes 85.75 classical students , ( 3 ) students responded very positively to the implementation of cooperative learning model STAD in learning to write text Reports observations . Based on these results , other researchers are advised to apply this learning model , as the innovative learning model , in subjects other languages in general and the Indonesian lessonsin particular.keyword : cooperative , STAD , text reports observations

Page 3 of 10 | Total Record : 93