cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2017):" : 75 Documents clear
ANALISIS ABREVIASI DALAM IKLAN BARIS SISWA KELAS IX SMP NEGERI 7 SINGARAJA ., Ni Komang Mardani; ., Prof. Dr. I Nengah Martha, M.Pd.; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12409

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 7 Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis abreviasi yang terdapat dalam iklan baris siswa kelas IX SMP Negeri 7 Singaraja, (2) mendeskripsikan bentuk asal abreviasi yang terdapat dalam iklan baris siswa kelas IX SMP Negeri 7 Singaraja, dan (3) mendeskripsikan kesalahan abreviasi yang terdapat dalam iklan baris siswa kelas IX SMP Negeri 7 Singaraja Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu iklan baris siswa kelas IX SMP Negeri 7 Singaraja, sedangkan objek yang digunakan yakni abreviasai yang digunakan oleh siswa kelas IX SMP Negeri 7 Singaraja dalam membuat iklan baris. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa dokumentasi dan instrumen penelitian menggunakan kartu data. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tentik analisis data deskriptif kualitatif. Data diolah melalui beberapa tahap, yaitu koleksi data, reduksi data, analisis data, penyimpulan data dan penyajian data. Dari analisis data di atas, adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) ada empat jenis abreviasi yang digunakan oleh siswa, yaitu singkatan, penggalan, akronim, dan ambang huruf. (2) Bentuk asal abreviasi yang digunakan oleh siswa yaitu, bentuk asal abreviasi berupa nama diri, frasa, dan kata. Sementara itu, (3) ada beberapa kesalahan abreviasi yang dibuat oleh siswa. Jenis abreviasi yang salah yaitu kebanyakan pada penggunaan singkatan. Adapun saran terkait penelitian ini, siswa diharapkan lebih mencermati hal-hal terkait aturan penggunaan abreviasi dalam iklan baris. Kata Kunci : abreviasi, iklan baris, siswa SMP Abstract This study took place in SMP N 7 Singaraja. This study aimed 1) to describe kinds of abbreviation in advertisement of 9th grade students of SMP N 7 Singaraja, 2) to describe the first form of abbreviation in advertisement of 9th grade students of SMP N 7 Singaraja, 3) to describe the error of abbreviation in advertisement of 9th grade students of SMP N 7 Singaraja. This study was descriptive qualitative study. The subject of this study was the advertisement of 9th grade students of SMP N 7 Singaraja and the object of this study was the abbreviation used by the 9th grade students of SMP N 7 Singaraja in the advertisement. This study used documentation method and data card as the research instrument. In this study, researchers used descriptive qualitative data analiysis technique.The data analyzed by using data analysis such as data collection, data reduction, conclusion drawing, and data display. From data analysis result above(1) that 4 abbreviations were used by the students such as singkatan, penggalan, akronim and ambang huruf. (3)The first form of abbreviation which used by the students were name, phrase and word. Beside that, (3) the error was occurred in abbreviation and the error’s dominance was on singkatan. There is a suggestion related to this study in which students are expected to look carefully toward the rules of abbreviation usage in advertisement. keyword : abbreviation, advertisement, junior high school
PEMBINAAN DAN PENGGUNAAN BAHASA DALAM MENULIS KARYA ILMIAH PADA EKSTRAKURIKULER KARYA ILMIAH REMAJA (KIR) DI SMA LABORATORIUM UNDIKSHA ., Ni Nyoman Dewi Narayukti; ., Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14452

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) proses pembinaan menulis karya ilmiah dalam ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Laboratorium Undiksha, (2) penggunaan bahasa dalam karya ilmiah siswa pada ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Laboratorium Undiksha, dan (3) keterkaitan pembinaan menulis karya ilmiah dengan penggunaan bahasa dalam karya ilmiah siswa pada ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Laboratorium Undiksha. Penelitian ini menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi, kartu data, serta alat perekam suara, dan kamera. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) proses pembinaan menulis karya ilmiah pada ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Laboratorium Undiksha, yang meliputi (a) pemberian materi dasar karya ilmiah, (b) berlatih menulis karya ilmah, dan (c) berlatih presentasi. (2) Ditemukan kesalahan penggunaan bahasa dalam karya ilmiah siswa, yakni kesalahan (a) ejaan dan (b) tata kalimat. (3) Penggunaan bahasa karya ilmiah siswa berkaitan dengan pembinaan yang diberikan oleh pembina. Hal tersebut dikarenakan oleh pengetahuan siswa terhadap penggunaan bahasa yang telah diberikan dalam pembinaan diterapkan ketika menulis karya ilmiah. Simpulan penelitian ini (1) dalam proses pembinaan ekstrakurikuler KIR pembina juga memberikan pembinaan penggunaan bahasa, (2) masih ditemukannya kesalahan penggunaan bahasa walaupun telah diberikan pembinaan, (3) keterkaitan pembinaan dan penggunaan bahasa dapat dilihat dari lebih sedikitnya ditemukan kesalahan penggunaan bahasa. Adapun saran dalam penelitian ini, yaitu kegiatan pembinaan harus dilakukan lebih intensif dengan mengikuti forum-forum ilmiah.Kata Kunci : pembinaan, penggunaan bahasa, ekstrakulikuler, karya ilmiah remaja (KIR) This study aims to review (1) the process of writing scientific in extracurricular KIR at Undiksha Laboratory High School, (2) the use of language in students scientific work on extracurricular KIR at Undiksha Laboratory High School, and (3) the correlation of scientific writing with the use of language in students scientific work on extracurricular KIR at Undiksha Laboratory High School. This research was descriptive qualitative approach. The data were collected by observation, interview, and documentation.The instruments were used, namely interview guides, observation guides, data cards, as well as voice recorders, and cameras. The results of this study show (1) the process of writing scientific papers on extracurricular KIR at Undiksha High School Laboratory, which includes (a) giving KIR basic material, (b) practicing writing scientific papers, and (c) presentation exercise. (2) The use of language in students scientific works were found language errors include (a) spelling and (b) sentences. 3) The correlation of coaching relationship with the use of language in writing scientific papers. It because students knowledge of the use of language that has been given in coaching is applied when writing scientific papers. It can be concluded that (1) in the process of coaching extracurricular KIR the coach also provide guidance of the use of language, (2) it still found discovery errors in the use of language even though it has been given coaching, (3) the linkage of coaching and language usage can be seen from the fewer errors of language use. As for suggestion in this research, that the coaching should be done more intensively by following scientific forums.keyword : coaching, language use, extracurriculars, KIR
KISAH-KISAH TANTRI: NILAI, PERANAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER, DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN TEKS FABEL KELAS VII KURIKULUM 2013 ., KOMANG SUMANTINI; ., I Made Astika, S.Pd., M.A.; ., Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15150

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) nilai karakter dalam Kisah-Kisah Tantri, (2) peranan Kisah-Kisah Tantri dalam pendidikan karakter, dan (3) relevansi Kisah-Kisah Tantri terhadap pembelajaran teks fabel kelas VII kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi dengan teknik membaca, mungutip, dan mencatat. Instrumen menggunakan kartu data dan catatan-catatan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) nilai karakter dalam Kisah-Kisah Tantri meliputi: nilai peduli lingkungan, religius, mandiri, demokratis, jujur, disiplin, cinta damai, bersahabat/komunikatif, kerja keras, tanggung jawab, kreatif, rasa ingin tahu, dan peduli sosial. (2) Peranan Kisah-Kisah Tantri tampak dari segi Kisah-Kisah Tantri sebagai karya sastra lama dan dari segi muatan nilai. Kisah-Kisah Tantri sebagai karya sastra lama yaitu memiliki peran sebagai berikut: untuk mengembangkan aspek kepribadian dan mengembangkan karakter anak didik, sebagai sumber bacaan yang memperkaya khasanah bangsa, berperan untuk menyampaikan pesan tentang baik dan buruk dalam perilaku, berperan dalam pembelajaran sastra untuk menerapkan pendidikan karakter, dan berperan untuk mengenali berbagai karakter atau sifat manusia, sedangkan dari segi muatan nilainya berperan sebagai patokan atau kontrol perilaku sosial, berperan sebagai panutan atau contoh, dan dapat dijadikan sebagai bahan renungan tentang kehidupan. (3) relevansi Kisah-Kisah Tantri dalam pembelajaran teks fabel kelas VII kurikulum 2013 tampak pada ciri Kisah-Kisah Tantri sebagai teks fabel, kandungan nilai dalam Kisah-Kisah Tantri, dan struktur cerita (orientasi, koplikasi, resolusi, dan koda).Kata Kunci : Kisah-Kisah Tantri, pendidikan karakter, kurikulum 2013 This study aimed to review (1) the values of characters in Kisah-Kisah Tantri (2) the role of the Kisah-Kisah Tantri in character education, and (3) the relevance of Kisah-Kisah Tantri to the learning of fable text in class VII curriculum 2013. This research used descriptive qualitative approach. Data were collected by using documentation method with reading, quoting, and taking notes. The instruments used in data collection were data cards and field notes. The results of this study showed that (1) the character value in the Kisah-Kisah Tantri included: environmental awareness, religious, independent, democratic, honesty, discipline, tranquility, friendly/communicative, hard working, responsibility, creative, curiosity and social awareness. (2) The role of Kisah-Kisah Tantri appeared from the Kisah-Kisah Tantri can be seen as old literary works and from the value aspect. Kisah-Kisah Tantri as an old literary works had the following role such as: to develop personality aspect and develop the character of the students, as a source of reading that enriches the valuable object of the nation, as a role to convey the message of good and bad in terms of behavior, played a role in the study of literature to apply character education, and played as a role in recognizing various characters or human nature, while in terms of content value acted as a benchmark or control of social behavior, acted as role model or example, and can be used as a reflection into real life. (3) The relevance of the Kisah-Kisah Tantri in the fable text learning in class VII in curriculum 2013 appeared on the features of the Kisah-Kisah Tantri as fable texts, the content value in the Kisah-Kisah Tantri, and the generic structure of the story (orientation, complication, resolution, and the ending of the story)keyword : Kisah-Kisah Tantri, character education, curriculum 2013
Penggunaan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Menulis Teks Pidato di Kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara ., Made Rospita Pradnya Dewi; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis pidato di kelas X IPA 8 SMA Negari 1 Kuta Utara, (2) mendeskripsikan hasil penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis pidato di kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif-kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara dan siswa kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta. Objek penelitian ini adalah penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis pidato. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis pidato di kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara dilakukan dengan tiga tahap kegiatan pembelajaran, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan dibagi menjadi lima tahapan, yaitu guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menyanyikan lagu Indonesia Raya, guru mengecek kehadiran siswa, guru melakukan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti ini, guru menerapkan 5M (mengamati, menanya, mengekslorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan). Pada kegiatan penutup guru menanyakan kesulitan yang dihadapi siswa dalam memahami materi yang telah dipelajari, guru dan siswa menyimpulkan materi pelajaran. (2) Kemampuan siswa dalam mengikuti pelajaran menulis pidato yang dibantu dengan menggunaan media audio visual sangat tinggi. siswa mampu memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang telah ditentukan pihak sekolah, yaitu 85. Kata Kunci : penggunaan media audio visual, menulis pidato This research aimed at (1) describing the use of audio visual media in speech writing learning in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara, (2) describing the result of the use of audio visual media in speech writing learning in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara. This research used the descriptive qualitative-quantitative research design. The subject of this study were Indonesian language teacher who taught in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara and the students in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara. The object of this study was the use of audio visual media in speech writing learning. The data in this research was gathered by using observation and documentation method. The result of this study showed that (1) the use of audio visual media in speech writing learning in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara done within three steps of learning process which were introduction, core activity, and closing activity. The introduction activity was divided into five steps, they were teacher began the learning by greeting the students, sang the Indonesia Raya song, teacher checked the students’ attendance, teacher did the apperception, and told students the purpose of the learning. In this core activity, the teacher applied 5M (mengamati – observing, menanya – questioning, mengeksplorasi – exploring, mengasosiasi – associating, and mengkomunikasikan – communicating). The closing activity, teacher asked the difficulty that faced by students in understanding the material that had learnt, teacher and students concluded the material of learning. (2) Students ability to attend speech-assisted lessons by using audio-visual media is very high. Students could reach the KKM (KriteriaKetuntasan Minimum – The Criteria of Minimum Completeness) that has been determined by the school parties, that was 85.keyword : the use of audio visual media, speech writing
STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS BIOGRAFI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Kadek Dwi Cahyadiantari; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11622

Abstract

Abstrak Penelitian kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan: (1) strategi yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran membaca teks biografi; (2) pelaksanaan strategi yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran membaca teks biografi; dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menerapkan strategi yang digunakan dalam pembelajaran membaca teks biografi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja. Objek pada penelitian ini adalah strategi yang digunakan oleh guru, pelaksanaan strategi yang digunakan oleh guru, serta kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam pembelajaran membaca teks biografi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) guru Bahasa Indonesia yang mengajar membaca teks biografi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja menggunakan strategi yang sama, yaitu strategi pembelajaran yang berpusat pada guru, yang berpusat pada siswa, dan strategi pembelajaran yang berpusat pada materi pelajaran; (2) pelaksanaan strategi tersebut bervariasi, baik pada awal, inti, dan akhir pembelajaran; dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menerapkan strategi yang digunakan dalam pembelajaran membaca teks biografi disebabkan oleh faktor siswa dan kurangnya kamus. Kata Kunci : Kata kunci: strategi guru, membaca teks biografi Abstract This qualitative research aims to describe: (1) strategies used by teachers in learning to read biographical texts; (2) implementation of strategies used by teachers in learning to read biographical texts; And (3) the constraints faced by teachers when implementing the strategies used in reading biography text lessons in grade VIII students of SMP Negeri 2 Singaraja. Subjects in this study were Indonesian language teachers of class VIII SMP Negeri 2 Singaraja. The object of this research is the strategy used by the teacher, the implementation of the strategy used by the teacher, as well as the constraints faced by the teacher in learning biography text on the students of grade VIII SMP Negeri 2 Singaraja. Methods of data collection in this study using observation techniques, interviews, and documentation. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis model. The results of this study show: (1) Indonesian teachers who teach reading biographical texts on grade VIII students of SMP Negeri 2 Singaraja use the same strategy, ie teacher-centered, student-centered learning strategies, and lesson-centered learning strategies; (2) the implementation of the strategy varies, both at the beginning, core, and end of learning; And (3) the constraints faced by teachers when applying the strategies used in reading biographical learning are due to student factors and lack of dictionaries. keyword : Keywords: teacher strategy, reading biographical texts
Penerapan Metode Bermain Peran pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Fabel di Kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja ., LUH PANDE AYU S; ., Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran teks fabel siswa kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja dengan penerapan metode bermain peran yang meliputi aspek penerapan, respons, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Singaraja. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja. Objek penelitian ini adalah penerapan , respons, dan kendala-kendala penerapan metode bermain peran dalam pembelajaran teks fabel. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan beberapa metode yakni: (1) metode observasi untuk mengamati proses pembelajaran berdasarkan aktivitas guru dan siswa selama belajar dengan metode bermain peran, (2) metode dokumentasi untuk mengumpulkan data berkaitan dengan keterampilan siswa memerankan teks fabel berdasarkan metode bermain peran, (3) metode wawancara untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru saat pembelajaran teks fabel siswa kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja dengan penerapan metode bermain peran,dan (4) metode kuisioner untuk mengetahui respons siswa dalam menggunakan metode bermain peran. Data observasi dan wawancara dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif,sedangkan data hasil angket kuisioner dengan teknik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa (1) penerapan metode bermain peran pada pembelajaran bahasa indonesia materi fabel kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja berlangsung dengan baik, (2) respons siswa terhadap penerapan metode bermain peran di kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja sangat positif (27,73) dan, (3) kendala-kendala guru dalam penerapan metode bermain peran pada pembelajaran bahasa indonesia kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja ialah yang pertama kurangnya kesiapan siswa kurang, pembelajaran yang membosankan, kurangnya motivasi guru terhadap siswa.Kata Kunci : bermain peran, pembelajaran, teks fabel This research has purpose to investigate the fable text of the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja in applying the role play method which consists of some aspects such as the application, responses, and some problems which are faced by the Indonesian teacher at SMP Negeri 2 Singaraja. The research designs are descriptive-qualitative and quantitative. The subjects of the study are the Indonesian teacher and the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja. The objects of the study are the application, responses, and some problems in applying the role play in the fable text material. The data which are got were collected in some methods, such as: (1) observation method to observe the learning process based on the teacher activity and the students during the learning in the role play, (2) the documentation method to collect the data which are related to the students’ skill in playing the fable text based on the role play method, (3) the interview method to know some problems which are faced by the teacher in teaching the fable text of the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja in applying the role play method, and (4) the questionnaire method to know the responses of the students in using the role play method. The observation data and interview are analyzed in the descriptive-qualitative technique, while the result of the quetionnaire is analyzed in the descriptive-quantitative technique. Based on the data analysis, it was found that (1) in applying the role play method of the fable text in the Indonesian subject, it can be done well, (2) the responses of the students in applying the role play method of the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja is very positive (27,73), and (3) the problems of the teacher in applying the role play method in Indonesian subject at the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja are, the first is the low of readiness of the students, the second is the learning which is boring, and the last is the low motivation of the teacher to the students.keyword : role play, learning, the fable text
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MURDER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI KELAS X IPB DI MADRASAH ALIYAH NEGERI PATAS TAHUN AJARAN 2016-2017 ., Baiq Laily Septiana Anggraini; ., Drs. I Wayan Wendra, M.Pd.; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi (2)mendeskripsikan respon siswa kelas X IPB di Madrasah Aliyah Negeri Patas. Rancangan penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan dua siklus dan menggunakan lima tahap penelitian tindakan kelas. yakni (1) refleksi awal, (2) perencanaan, (3) pelaksanaan, (4) observasi, dan (5) refleksi. Subjek penelitian ini adalah Guru bahasa Indonesia dan peserta didik kelas X IPB dan Objek dari penelitian ini adalah Penggunaan Model pembelajaran Kooperatif Murder untuk Meningkatkan Hasil Belajar Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Kelas X IPB di Madrasah Aliyah Negeri Patas Tahun ajaran 2016-2017. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa tes, observasi, kuisioner dan wawancara. Berdasarkan kedua jenis data yang diperoleh, maka teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu pada pratindakan mencpai skor 65,7 terauk dala kategori cukup, siklus I mencapai skor 71,15 termasuk dalam kategori baik naun belum mencapai KKM dan pada siklus II mencapai skor 80,88 termasuk dalam kategori baik dan sekaligus penelitian pun dihentikan karena sudah mencapai target. Perolehan rata-rata respons siswa pada siklus I sebesar 27,11 dalam kategori kurang positif dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 37.46 dalam kategori positif. Dalam pembelajaran menulis, Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Murder dapat Meningkatkan Hasil Belajar Keterampilan Menulis Teks Eksposisi kelas X IPB di Madrasah Aliyah Negeri Patas. Kata Kunci : Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Murder, dan hasil belajar ABSTRACT This study aims to (1) describe the improvement of writing skills of exposition texts (2) to describe the response of students of class X IPB at Madrasah Aliyah Negeri Patas. The design of this study is a Classroom Action Research which is conducted with two cycles and uses five stages of classroom action research. namely (1) initial reflection, (2) planning, (3) implementation, (4) observation, and (5) reflection. The subjects of this study are Indonesian teachers and students of class X IPB and Object of this study is the use of Cooperative Learning Model Murder to Improve Learning Outcomes Writing Skills Text Writing Exposure Class X IPB in Madrasah Aliyah Negeri Patas Teaching Year 2016-2017.. This study uses data collection methods such as tests, observations, questionnaires and interviews. Based on the two types of data obtained, the data analysis techniques used in this study is a quantitative descriptive data analysis techniques and qualitative descriptive data analysis techniques. The result of this research is pratindakan mencpai score 65,7 terauk dala enough category, cycle I reach score 71,15 including in good category naun not reach KKM and in cycle II reach score 80,88 including in good category and also research stopped because it has reached the target. The average acquisition of student response in cycle I was 27.11 in the less positive category and in cycle II increased by 37.46 in positive category. In writing study, Based on these results can be concluded that with the Application of Cooperative Learning Model type Murder can Improve the Learning Outcomes Writing Skills Text Exposition class X IPB in Madrasah Aliyah Negeri Patas. keyword : Keywords: Cooperative Learning, Murder, and learning outcomes
PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN TELEVISI “PADA ZAMAN DAHULU” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI CERITA FABEL PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 3 MENGWI ., Ida Ayu Gede Pramiari; ., Drs. I Wayan Wendra, M.Pd.; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14356

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (2) hasil penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (3) respons siswa terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel. Subjek dalam peneliitian ini yaitu guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Mengwi. Objek dalam penelitian ini yaitu langkah-langkah penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu”, kemampuan hasil belajar siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel dan respons siswa terhadap pengunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu”. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunanakan metode (1) Observasi, (2) Tes, (3) Angket, dan (4) Wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tehnik diskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terdapat tiga langkah dalam pembelajaran menceritakan kembali isi cerita fabel yaitu pendahuluan, inti, dan penutup, (2) kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel meningkat dengan perolehan skor rata-rata refleksi awal yaitu 59,35 (kurang), menjadi 70,11 (cukup) pada siklus I dan menjadi 81,41 (baik) pada siklus II, dan (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel dengan skor rata-rata respons siswa 30,88 (positif) pada siklus I menjadi 32,41 (sangat positif) pada siklus II. Kata Kunci : Tayangan Televisi, Menceritakan Cerita Fabel This classroom action research (PTK) aimed for investigating 1) the steps to use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. 2) result of using television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. 3) student’s response towards the use of use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. The subject of this study is the teacher of Bahasa Indonesia and students of class VII B in SMP N 3 Mengwi. The objects of this study are the steps of using television program “Once Upon a Time”, the ability of student learning outcomes in retelling the contents of fable stories, and student’s response towards the use of use television program “Once Upon a Time”. Data collection in this research (1) observation, (2) Test, (3) Questionnaire, and (4) Interview. The data were analyzed by using descriptive- qualitative and descriptive-quantitative techniques. The result showed that: 1) There are three steps of re-telling the content of the story such as opening, whilst-activity, and closing. 2) the student’s skill in re-writing the story increased from 59.35 (low) in pre-reflection into 70,11 (satisfactory) in 1st cycle and 81.41 (good) in 2nd cycle. 3) the student’s response towards the use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill was positive with the average score 30.08 in 1st cycle into 32.41 in 2nd cycle. keyword : Television Impressions, Telling Fable Stories
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA SURAT DINAS DI KANTOR PERBEKEL DESA PENGLUMBARAN KABUPATEN BANGLI SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS SURAT DI SEKOLAH ., I KADEK DARMADI ADIYASA; ., Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kesalahan penggunaaan ejaan pada surat dinas yang disusun pegawai kantor Perbekel Desa Penglumbaran. (2) kesalahan penggunaan pilihan kata pada surat dinas yang disusun pegawai kantor Perbekel Desa Penglumbaran. (3) implikasi penggunaan bahasa Indonesia terhadap pembelajaran menulis surat di sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah surat dinas yang dikeluarkan pegawai kantor Perbekel Desa Penglumbaran. Objek penelitian ini adalah penggunaan bahasa Indonesia pada surat dinas yang meliputi penggunaan ejaan, pilihan kata dan penggunaan bahasa Indonesia pada pembelajaran menulis di sekolah. Data yang dikumpulkan berupa surat dinas dengan menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah (1) kesalahan penggunaan ejaan dalam surat dinas memiliki kesalahan sebanyak 95 kesalahan pemakaian huruf, 5 kesalahan penulisan kata, dan 379 kesalahan penggunaan tanda baca. (2) kesalahan penggunaan pilihan kata dalam surat dinas memiliki kesalahan (a) kesalahan kelangsungan pilihan kata/diksi berjumlah 33 kesalahan, (b) kesalahan penggunaan kata tidak baku 20 kata. (3) implikasi penggunaan bahasa Indonesia pada penelitian ini, yaitu implikasi teoritis yang memberikan penegasan teori yang berkaitan dengan penggunaan ejaan dan diksi. Kemudian implikasi praktis, dapat memberikan pengetahuan bagi pembaca mengenai penggunaan ejaan dan pemilihan kata/diksi. Simpulan penelitian ini adalah (1) kesalahan terbanyak ditemukan pada penggunaan ejaan 479 kesalahan. (2) kesalahan pemilihan kata sebanyak 53 kesalahan. (3) implikasi penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu implikasi teoretis dan implikasi praktis. Saran penelitian ini ialah, pegawai kantor Perbekel Desa Penglumbaran harus memiliki pedoman penggunaan EYD yang benar sebagai pedoman. Selain itu, untuk balai bahasa hendaknya melakukan penyuluhan bahasa ke desa-desa.Kata Kunci : penggunaan bahasa Indonesia, surat dinas, kantor This study aimed for describing 1) the use of spelling in formal letter organized by office of Perbekel Desa Penglumbaran. 2) the use of word choice in formal letter organized by office of Perbekel Desa Penglumbaran. 3) the implication of the use of Indonesian language to the lesson of letter’s writing in the school. This study used descriptive qualitative design. The subject of this study were the formal letter organized by the officer of Kantor Perbekel Desa Penglumbaran. The object of this study was the use of Indonesian language including the use of spelling, word choice and the use of Indonesian language in lesson writing in the school. The data was collected by using documentation. The result showed that: 1) the use of spelling in formal letter had error as many as 95 errors in terms of alphabet’s use, 5 errors in terms of word choice, and 379 errors in terms of symbol’s use. 2) the use of word choice in formal letter had errors such as: a) the choice of word directly/diction as many as 33 errors, b) the use of 20 non-formal words, 3) the implication of the use of Indonesian language in this study were: theoretical implication which provided the theory based on spelling and word choice. Then, practical implication which provided knowledge to the reader related to the use of spelling and word choice/diction. The conclusions of this study were: 1) the most error occurred in spelling which is 479 errors. 2) the errors of word choice occurred were 53 errors, 3) the implication of this study was divided into 2 such as theoretical and practical implication. This study suggested that, the officer of perbekel desa Penglumbaran must have the guideline of correct spelling. Besides that, balai bahasa must give socialization to the villages.keyword : the use of Indonesian language, formal letter, office
PENERAPAN PROGRAM GURU PEMBELAJAR MODA DARING KOMBINASI TERHADAP GURU BAHASA INDONESIA TINGKAT SMA DI KABUPATEN GIANYAR ., NI PUTU YUNA MARTIKA; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15108

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) penerapan program guru pembelajar moda daring kombinasi dan (2) kendala-kendala penerapan program guru pembelajar moda daring kombinasi. Penelitian ini menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru. Objek dalam penelitian ini adalah penerapan program guru pembelajar dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menerapkan moda daring kombinasi. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi berupa modul dan metode wawancara berupa pedoman wawancara. Instrumen menggunakan alat perekam dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini ialah (1) penerapan program guru pembelajar moda daring kombinasi memenuhi tahapan, yaitu kegiatan awal, guru mampu mengenal konsep dan sistem guru pembelajar moda daring kombinasi; pada inti pembelajaran, guru mampu menjawab modul; dan pada kegiatan akhir, guru mampu melaporkan hasil pembelajaran. (2) kendala-kendala guru adalah guru belum terbiasa menggunakan laptop karena faktor usia, server sulit tersambung ke aplikasi LMS, dan konten lembar kerja sering tumpang tindih. Simpulan penelitian ini adalah (1) penerapan program guru pembelajar moda daring kombinasi telah efektif dan sesuai dengan tahapan-tahapan, serta (2) kendala-kendala yang ditemui oleh mentor adalah dari guru pembelajar.Kata Kunci : program guru pembelajar moda daring kombinasi This study aims to examine (1) implementation of a combined mode learner online teacher program and (2) the obstacle implementation of combined mode learner online teacher program. This study uses descriptive qualitative approach. The subject of this study I the teacher. The objects this study are the implementation of a learner teacher program and the abstacles that the teacher faced in applying a combination mode online. Data was collected using dokmentation method and interview method in form of interview guide. The instruments used are recording device and interview guide.the result ofthis study are (1) the implementation of a combined online mode learner teacher program meets expectations, that is at initial activities teachers are able to recognize the concept and system of teacher learner in online combination mode, at the core learning, teacher are able to answer the module, and at the end of learning, teachers are able to report on learning outcomes. (2) the obstacles are teacher are not able to use laptop, server is difficult to connect to LMS apps, and work sheet content after overlaps. Conclusions of this study (1) the implementation of a combined online mode learner teacher program (2) the obstacles ebcountered by thr mentor are from the learner teacher.keyword : combined online mode learner teacher program