cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2017):" : 75 Documents clear
KISAH-KISAH TANTRI: NILAI, PERANAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER, DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN TEKS FABEL KELAS VII KURIKULUM 2013 ., KOMANG SUMANTINI; ., I Made Astika, S.Pd., M.A.; ., Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15156

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) nilai karakter dalam Kisah-Kisah Tantri, (2) peranan Kisah-Kisah Tantri dalam pendidikan karakter, dan (3) relevansi Kisah-Kisah Tantri terhadap pembelajaran teks fabel kelas VII kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi dengan teknik membaca, mungutip, dan mencatat. Instrumen menggunakan kartu data dan catatan-catatan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) nilai karakter dalam Kisah-Kisah Tantri meliputi: nilai peduli lingkungan, religius, mandiri, demokratis, jujur, disiplin, cinta damai, bersahabat/komunikatif, kerja keras, tanggung jawab, kreatif, rasa ingin tahu, dan peduli sosial. (2) Peranan Kisah-Kisah Tantri tampak dari segi Kisah-Kisah Tantri sebagai karya sastra lama dan dari segi muatan nilai. Kisah-Kisah Tantri sebagai karya sastra lama yaitu memiliki peran sebagai berikut: untuk mengembangkan aspek kepribadian dan mengembangkan karakter anak didik, sebagai sumber bacaan yang memperkaya khasanah bangsa, berperan untuk menyampaikan pesan tentang baik dan buruk dalam perilaku, berperan dalam pembelajaran sastra untuk menerapkan pendidikan karakter, dan berperan untuk mengenali berbagai karakter atau sifat manusia, sedangkan dari segi muatan nilainya berperan sebagai patokan atau kontrol perilaku sosial, berperan sebagai panutan atau contoh, dan dapat dijadikan sebagai bahan renungan tentang kehidupan. (3) relevansi Kisah-Kisah Tantri dalam pembelajaran teks fabel kelas VII kurikulum 2013 tampak pada ciri Kisah-Kisah Tantri sebagai teks fabel, kandungan nilai dalam Kisah-Kisah Tantri, dan struktur cerita (orientasi, koplikasi, resolusi, dan koda).Kata Kunci : Kisah-Kisah Tantri, pendidikan karakter, kurikulum 2013 This study aimed to review (1) the values of characters in Kisah-Kisah Tantri (2) the role of the Kisah-Kisah Tantri in character education, and (3) the relevance of Kisah-Kisah Tantri to the learning of fable text in class VII curriculum 2013. This research used descriptive qualitative approach. Data were collected by using documentation method with reading, quoting, and taking notes. The instruments used in data collection were data cards and field notes. The results of this study showed that (1) the character value in the Kisah-Kisah Tantri included: environmental awareness, religious, independent, democratic, honesty, discipline, tranquility, friendly/communicative, hard working, responsibility, creative, curiosity and social awareness. (2) The role of Kisah-Kisah Tantri appeared from the Kisah-Kisah Tantri can be seen as old literary works and from the value aspect. Kisah-Kisah Tantri as an old literary works had the following role such as: to develop personality aspect and develop the character of the students, as a source of reading that enriches the valuable object of the nation, as a role to convey the message of good and bad in terms of behavior, played a role in the study of literature to apply character education, and played as a role in recognizing various characters or human nature, while in terms of content value acted as a benchmark or control of social behavior, acted as role model or example, and can be used as a reflection into real life. (3) The relevance of the Kisah-Kisah Tantri in the fable text learning in class VII in curriculum 2013 appeared on the features of the Kisah-Kisah Tantri as fable texts, the content value in the Kisah-Kisah Tantri, and the generic structure of the story (orientation, complication, resolution, and the ending of the story)keyword : Kisah-Kisah Tantri, character education, curriculum 2013
Pengintegrasian Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dalam Pembelajaran Teks Ulasan Film/Drama dalam Pembelajaran Teks Ulasan Film/Drama di Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja ., Holifatul Hasanah; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd; ., I Made Astika, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11579

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis (1) pengintegrasian sikap spiritual dan sosial dalam perencanaan pembelajaran, (2) pengintegrasian sikap spiritual dan sosial dalam pelaksanaan pembelajaran, dan (3) hambatan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan sikap spiritual dan sosial dalam pembelajaran teks ulasan film/drama. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia di kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur, (1) identifikasi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengintegrasian sikap spiritual dan sosial dalam perencanaan pembelajaran terletak pada komponen tujuan, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian hasil belajar, (2) pengintegrasian sikap spiritual dan sosial dalam pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan cara interaksi guru dengan siswa, dan interaksi siswa dengan siswa, (3) hambatan yang dihadapi oleh guru dalam mengintegrasikan sikap spiritual dan sosial, yaitu (a) kesulitan menentukan indikator sikap spiritual dan sosial, (b) kesulitan mengatur waktu, dan (c) kesulitan menghadapi karakter siswa yang berbeda-beda.Kata Kunci : pengintegrasian, sikap, spiritual, sosial, pembelajaran The aim of this study is to analyze (1) the integration of spiritual and social attitudes in learning plan, (2) integration of spiritual and social attitudes in the implementation of learning, and (3) teacher’ obstacles in the implementation of spiritual and social attitudes in learning of film / drama review text. This research used descriptive qualitative design. The subject of the research was Indonesian teacher in class XI MIPA at SMA Negeri 3 Singaraja. The data was collected by using documentation, observation, and interview method. The data analyzed using descriptive technique which used several procedures, namely (1) identification, (2) presentation, and (3) conclusion. The results of the research show that (1) the integration of spiritual and social attitudes in learning plan focuses on the objective component, learning procedures, and evaluation of the learning outcomes, (2) the integration of spiritual and social attitudes in the implementation of learning through the interaction between teacher-students and among the students.(3) the obstacles facing by the teacher in the implementation of spiritual and social attitudes are (a) difficulty in determining indicators of spiritual and social attitudes, (b) difficulty in managing time, and (c) difficulty in dealing with students diversity.keyword : integration, attitude, spiritual, social, learning
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI SATU ATAP TEJAKULA TAHUN PELAJARAN 2016-2017 ., Ni Made Supantini; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd.; ., I Made Astika, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11623

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas X SMA Negeri Satu Atap Tejakula Tahun Pelajaran 2016/2017, dan (2) mendeskripsikan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas X SMA Negeri Satu Atap Tejakula Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri Satu Atap Tejakula dengan jumlah siswa 33 siswa yaitu 16 siswa putra dan 17 siswa putri. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah menghitung skor total dari masing-masing siswa yang kemudian dibandingkan dengan kategori keterampilan yang dibuat. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas X SMA Satu Atap Tejakula melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila persentase siswa yang mempunyai keterampilan menulis karangan deskripsi dengan kategori cukup ≥ 80%. Dengan demikian, apabila indikator keberhasilan tersebut telah tercapai maka siklus dihentikan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi. Peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi pada Siklus I sebesar 5,76 kondisi awal 60,91 meningkat menjadi 66,67. Sedangkan persentase KKM yang dicapai siswa meningkat sebesar 21,21% dari 51,52% menjadi 72,73%. Peningkatan keterampilan pada siklus II sebesar 4,09 kondisi awal 66,67 meningkat menjadi 70,76. Persentase KKM pada siklus II meningkat sebesar 12,12% dari 72,73% menjadi 84,85%; dan (2) Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi adalah: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) menyajikan informasi, 3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok kooperatif, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, 5) evaluasi, dan 6) memberikan penghargaan. Jadi kesimpulannya keterampilan menulis karangan deskritif dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.Kata Kunci : Kooperatif tipe STAD, keterampilan menulis karangan deskritif This study aims to (1) to find out whether STAD type cooperative learning model can improve the writing skill of description description in grade X students of SMA Negeri Satu AtapTejakula Lesson Year 2016/2017, and (2) To describe STAD cooperative learning model step type in Improve the skill of writing essay description on the students of grade X SMA Negeri Satu AtapTejakula Lesson 2016/2017. This study uses a classroom action research design. Subjects in this study were the students of grade X SMA Satu AtapTejakula with 33 students, 16 boys and 17 female students. Methods of data collection using test methods, observation and documentation. Data analysis is done to calculate the total score of each student which is then compared with the skill category created. . The indicator of success in this research is the increasing of writing skill description on the students of grade X SMA Satu AtapTejakula through the use of STAD type cooperative learning model. This research is said to succeed if the percentage of students who have the skills to write the essay description with enough category ≥ 80%. Thus, if the indicator of success has been achieved then the cycle is stopped. The results showed: (1) the use of STAD type cooperative learning model can improve writing skill description. The improvement of writing skill description in Cycle I of 5.76 of initial condition 60,91 increased to 66,67. While the percentage of KKM achieved by students increased by 21.21% from 51.52% to 72.73%. Skill improvement in cycle II amounted to 4.09 initial conditions 66.67 increased to 70.76. The percentage of KKM in cycle II increased by 12.12% from 72.73% to 84.85%; And (2) The steps of STAD type cooperative learning model in improving writing skill description are: 1) convey the purpose and motivate students, 2) Present information, 3) Organize students in cooperative group, 4) guide group work and study, 5 ) Evaluation, and 6) Awarded. So the conclusion of descriptive writing skill can be improved by using STAD type cooperative learning model.keyword : cooperative type STAD, descriptive writing skill
PEMBERIAN PENGUATAN (REINFORCEMENT) VERBAL DAN NONVERBAL GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VIII MTSN SERIRIT ., Hurul Aini; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum.; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk penguatan verbal dan nonverbal guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di MTsN Seririt, (2) mendeskripsikan dan menganalisis fungsi masing-masing bentuk penguatan verbal dan nonverbal guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di MTsN Seririt, dan (3) mendeskripsikan dan menganalisis dampak penguatan verbal dan nonverbal guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di MTsN Seririt. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di MTsN Seririt. Objek penelitian ini adalah perilaku verbal dan nonverbal guru ketika memberikan penguatan, yang meliputi: bentuk perilaku verbal dan nonverbal, fungsi masing-masing perilaku verbal dan nonverbal, dan dampak pemberian perilaku verbal dan nonverbal terhadap siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Metode observasi digunakan untuk mencari secara langsung data penguatan verbal dan nonverbal guru dalam pembelajaran. Metode wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari guru bahasa Indonesia di MTsN Seririt terkait fungsi penguatan verbal dan nonverbal yang dipergunakannya dalam pembelajaran. Metode kuesioner digunakan untuk mengetahui dampak penguata verbal dan nonverbal guru ketika memberikan penguatan terhadap siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk perilaku verbal guru ketika memberikan penguatan adalah bentuk tuturan deklaratif, imperatif, dan interogatif, sedangkan perilaku nonverbalnya adalah gestural, fasial, dan postural; (2) fungsi perilaku verbal guru ketika memberikan penguatan adalah fungsi ekspresif, direktif, representatif, komisif, dan deklarasi, sedangkan fungsi perilaku nonverbalnya adalah melengkapi dan menekankan; dan (3) dampak perilaku verbal dan nonverbal guru ketika memberikan penguatan adalah siswa merasa senang dan termotivasi untuk belajar. Kata Kunci : penguatan verbal dan penguatan nonverbal dalam pembelajaran bahasa Indonesia This study aims to (1) describe and analyze the forms of verbal and nonverbal strengthening of teachers in Indonesian language learning at MTsN Seririt, (2) to describe and analyze the function of each form of verbal and nonverbal strengthening of teachers in Indonesian language learning at MTsN Seririt, and (3) to describe and analyze the impact of verbal and nonverbal strengthening of teachers in Indonesian language learning at MTsN Seririt. This research uses descriptive qualitative research design. The subject of this research is Indonesian teacher at MTsN Seririt. The object of this study is the verbal and nonverbal behavior of teachers when providing reinforcement, which includes: verbal and nonverbal forms of behavior, the function of each verbal and nonverbal behavior, and the impact of verbal and nonverbal behavior on the students. Data collection methods used were observation, interview, and questionnaire method. Observational methods are used to observe directly the verbal and nonverbal reinforcement of teachers in learning. Interview method is used to get information directly from Indonesian teacher in MTsN Seririt related to the verbal and nonverbal reinforcement function that is used in learning. The questionnaire method is used to determine the effect of verbal and nonverbal teacher when giving reinforcement to students. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis technique. The results of this study indicate that (1) the teacher's verbal behavior when giving reinforcement is a form of declarative, imperative, and interrogative speech, while his nonverbal behavior is gestural, facial, and postural; (2) the teacher's verbal behavioral function while providing reinforcement is an expressive, directive, representative, commissive, and declarative function, while his nonverbal functionality is complementary and stressed; and (3) the impact of verbal and nonverbal behavior of teachers when providing reinforcement is that students feel excited and motivated to learn.keyword : verbal reinforcement and nonverbal reinforcement in Indonesian language learning
PENERAPAN PENDEKATAN READER RESPONS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA NOVEL SISWA SMP MUTIARA SINGARAJA ., Ngurah Harsana; ., I Made Astika, S.Pd., M.A.; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14454

Abstract

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Mutiara Singaraja ini bertujuan (1) mengidentifikasi langkah-langkah penerapan pendekatan reader respons dalam meningkatkan kemampuan membaca novel siswa SMP Mutiara Singaraja, (2) mengetahui peningkatan kemampuan membaca novel siswa dengan menggunakan pendekatan reader respons di SMP Mutiara Singaraja, dan (3) mengetahui respons siswa terhadap penerapan pendekatan reader respons dalam pembelajaran memahami buku novel. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus dan menggunakan lima tahap penelitian tindakan kelas, yakni (1) refleksi awal, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan, (4) observasi dan evaluasi, dan (5) refleksi. Data dikumpulkan dengan metode observasi, tes, angket/kuisioner, serta wawancara dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Dalam menerapkan pendekatan reader respons untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dalam memahami novel remaja, terdapat beberapa langkah pembelajaran efektif yang digunakan. Langkah tersebut dimulai dari memberi umpan balik, menyampaikan materi dengan jelas, hingga memberikan pembelajaran kepada siswa dengan menerapakan pendekatan reader respons. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata siklus I adalah 69,05 atau mengalami peningkatan 8,35% dari nilai sebelumnya 60,70. Nilai rata-rata siklus II adalah 79,85 atau meningkat sebesar 10,8% dari siklus I dan meningkat 19,15% dari nilai rata-rata prasiklus. Perolehan rata-rata respons siswa pada siklus I sebesar 43,05 dalam kategori positif dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 1,6%, sehingga menjadi 44,65 dalam kategori positif.Kata Kunci : reader respons, membaca, novel. The classroom action research conducted at SMP Mutiara Singaraja aimed to (1) identify the steps of applying reader response approach in improving students 'novel reading ability at SMP Mutiara Singaraja, (2) know the improvement of students' novel reading skill by using response reader approach at SMP Mutiara Singaraja , and (3) know the students’ response toward the applied reader response approach in learning to understand novel. The study was conducted in two cycles and used five stages of classroom action research, namely (1) first reflection, (2) action planning, (3) implementation, (4) observation and evaluation, and (5) reflection. Data was collected by using observation method, test, questionnaire / questionnaire, and interview then analyzed descriptive quantitatively and qualitatively. In applying a response reader approach to improving students' reading comprehension in adolescent novels, there are several effective learning steps to be used. The steps start from giving feedback, delivering the material clearly, to provide learning to students by applying the to reader response approach. The results showed the average value of cycle I was 69.05 or increased by 8.35% from the previous value 60.70. The average value of cycle II was 79.85 or increased by 10.8% from cycle I and increased 19.15% from the average value of pre-cycle. The average of the achievement of student response in the first cycle is 43.05 in positive category and in cycle II had increased by 1.6%, thus increased by 44.65 in the positive category.keyword : reader response, reading, novel.
PEMBELAJARAN TEKS FABEL BERDASARKAN KURIKULUM 2013 PADA SISWA KELAS VII.A1 SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Putu Dianty Dewi; ., Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) kendala-kendala yang dialami guru dalam pembelajaran teks fabel berdasarkan Kurikulum 2013 di SMP Negeri 4 Singaraja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa bahasa Indonesia kelas VII.A1. Objek penelitian yaitu (1) rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, dan (3) kendala-kendala yang dialami guru. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan motode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) alokasi waktu pada rencana pembelajaran 2 x 40 menit tidak sesuai dengan silabus, (2) guru menerapkan langkah-langkah yang tidak sesuai dengan pendekatan berbasis teks, (3) pelaksanaan pembelajaran tidak sesuai dengan rencana pembelajaran, guru meminta siswa berdiskusi di luar kelas, (4) kendala yang dialami, guru belum memahami pendekatan pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini meliputi, (1) rencana pelaksanaan pembelajaran belum sesuai dengan silabus, (2) pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan pendekatan yang diterapkan, meskipun pada perencanaan tidak sesuai, (3) kendala yang dialami guru adalah keterbatasan pengetahuan mengenai pendekatan pembelajaran. Peneliti penyarankan (1) guru perlu menyusun RPP sesuai dengan pedoman penulisan, langkah-langkah pembelajaran harus sesuai dengan pendekatan pembelajaran, dan pelaksanaan sesuai dengan RPP, (2) kepala sekolah perlu memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan, (3) peneliti lain hendaknya melakukan penelitian dengan kajian yang lebih luas.Kata Kunci : pembelajaran, teks, fabel, kurikulum 2013 This research has purposes to describe (1) the lesson plan, (2) learning activity, (3) the obstacles which happen to the teacher in learning fable text based on the Curriculum 2013 at SMP Negeri 4 Singaraja. The research design which is used is descriptive qualitative design. The subjects of the research are the teacher and the Indonesian students of VII A1. The objects of the research are (1) the lesson plan, (2) learning activity, (3) the obstacles which happen to the teacher. The research data are collected through documentation method, observation, and interview. The technique of data analysis in this research are data reduction, data display, and conclusion. The results of the research show that (1) the time allotment on the lesson plan (2 x 40) is not appropriate to the syllabus, (2) the steps which are applied by the teacher are not appropriate to the text-based approach, (3) the learning activity is not appropriate to the lesson plan, the teacher asks the students to discuss outside the classroom, (4) the obstables which happen to the teacher, the teacher cannot understand the learning approach. The results of this research are, (1) the lesson plan is not appropriate to the syllabus yet, (2) the learning activity which is done has been appropriate to the approach which is already applied, although on the planning is not appropriate, (3) the obstacles which happen to the teacher is the knowledge limitation of the learning approach. The researcher suggests (1) the teacher needs to arrange the lesson plan based on the writing guideline, the learning steps should appropriate to the learning approach, and the implementation should appropriate to the lesson plan, (2) the headmaster should give a chance to the teacher to join the training, (3) the other researchers should do a research with a broaden study.keyword : learning, text, fable, Curriculum 2013
KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEKS ULASAN DI KELAS VIII 10 SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., I Komang Gede Wahyu Gunawan; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11278

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) pola komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa (2) mendeskripsikan kecakapan komunikasi interpersonal guru dan siswa (3) kendala-kendala yang terjadi dalam komunikasi interpersonal guru dan siswa dalam pembelajaran teks ulasan di kelas VIII 10 SMP Negeri 2 singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa serta objeknya adalah komunikasi interpersonal. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi dan wawancara. Data dianaliis secara deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan, yakni reduksi, penyajian, serta simpulan/verifikasi data. Hasil penelitian ini (1) pola komunikasi guru dan siswa adalah komunikasi banyak arah. (2) Kecakapan komunikasi interpersonal guru meliputi, berbicara, bertanya, membuka pintu komunikasi, menjaga sopan santun, cepat (tanggap, bertanggung jawab), perhatian dan kepedulian, memiliki empati, memberikan layanan, menyampaikan informasi, mendengarkan, dan sebagai konselor. Kecakapan komunikasi interpersonal siswa meliputi, berbicara, bertanya, membuka pintu komunikasi, menjaga sopan santun, meminta maaf, cepat (tanggap, bertanggung jawab), menyampaikan informasi, dan mendengarkan. (3) Kendala-kendala yang terjadi dalam komunikasi interpersonal guru meliputi, faktor komunikan rendah, tidak digunakan media yang tepat, perbedaan persepsi, komunikasi satu arah, waktu, dan suasana hati komunikan. Sementara itu, kendala yang dihadapi siswa meliputi, karakteristik komunikan, perbedaan persepsi, dan tidak ada respon. Kata Kunci : komunikasi interpersonal, guru, siswa, teks ulasan In this research purposes to describe (1) communication patterns that occur between teachers and students (2) describe interpersonal communication skills of teachers and students and (3) constraints that occur in interpersonal communication of teachers and students in text review study in class VIII 10 SMP Negeri 2 singaraja. This research subject is teacher and student and the object is interpersonal communication. This research uses qualitative descriptive design. Data were collected using observation and interview methods. Data is analyzed descriptive qualitative through three stages, namely reduction, presentation, and conclusion / verification of data.The result of this research (1) communication pattern of teacher and student is the pattern of communication of many direction. (2) Interpersonal communication skills of teachers include speaking, asking, communication skills, keeping good manners, being quick (responsive, responsible), caring and caring, having empathy, providing services, conveying information, listening, and counseling. Interpersonal communication skills of students include, speaking, asking, opening communication doors, maintaining courtesy, apologizing, fast (responsive, responsible), conveying information, and listening. (3) Constraints that occur in teacher interpersonal communication include, low communicant factors, not used appropriate media, differences in perception, one-way communication, time, and mood communicant. Meanwhile, the constraints faced by students include, the characteristics of communicants, differences in perception, and no response.keyword : interpersonal communication, teacher, student, review text
PELAKSANAAN PEMBBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRAKTIK LANGSUNG UNTUK SISWA BIPA BEGINNER CLASS DI YAYASAN CINTA BAHASA INDONESIAN LANGUAGE SCHOOL ., I Made Artayasa; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11611

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menggunakan metode praktik langsung BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran pembelajaran menggunakan metode praktik langsung BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School, dan (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran menggunakan metode praktik langsung BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengajar BIPA pada jenjang kelas Beginner dan siswa BIPA pada jenjang kelas Beginner di Yayasan Cinta Bahasa Indonesian Language School dan objek penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menggunakan metode praktik langsung untuk siswa BIPA Beginner Class di Yayasan Cinta Bahasa Indonesian Language School. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran BIPA menggunakan metode praktik langsung perlu dimaksimalkan lagi, karena terdapat komponen-komponen pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang belum sesuai. (2) pelaksanaan pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar sudah berlangsung baik dan sesuai RPP sehingga dapat membantu pebelajar berkomunikasi secara langsung dengan penutur asli bahasa Indonesia. (3) evaluasi pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar belum sepenuhnya memenuhi sasaran dalam kegiatan evaluasi, karena pengajar hanya menggunakan teknik evaluasi nontes saja.. Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, menggunakan metode praktik langsung, bahasa Indonesia, BIPA ABSTRACT This study aims to (1) describe learning planning using BIPA's hand’s on learning method at Cinta Bahasa Indonesian Language School, (2) to describe the implementation of learning learning using BIPA's hand’s on learning method at Cinta Bahasa Indonesian Language School, and (3) to describe learning evaluation using BIPA's hand’s on learning method at Cinta Bahasa Indonesian Language School. This research uses descriptive qualitative research design. Subjects of this study were BIPA teachers in beginner class and BIPA students at beginner class at Yayasan Cinta Bahasa Indonesia Language School and the object of research is planning, implementation, and evaluation of learning using hand’s on learning method for BIPA Beginner Class students at Yayasan Cinta Bahasa Indonesian Language School. The method used to collect data is the method of observation, documentation, and interview. The results of this study indicate that (1) BIPA learning plan using hand’s on learning method needs to be maximized again, because there are components in the lesson plan of learning implementation (RPP) that is not yet appropriate. (2) the implementation of BIPA learning conducted by the teachers has been going well and according to the RPP so that it can help the learners communicate directly with native speakers of the Indonesian language. (3) BIPA learning evaluation conducted by teachers has not fully met the objectives in the evaluation activities, it is because the lecturer only uses non nontes evaluation techniques. keyword : implementation of learning, using hand’s on learning method, Indonesian language, BIPA
APRESIASI SASTRA SECARA RESEPTIF TERHADAP TEKS PUISI SISWA KELAS X MIPA 9 DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA ., Ni Luh Putu Yumi Kusuma; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.; ., Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12036

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur teks puisi siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja, (2) mendeskripsikan apresiasi sastra reseptif terhadap teks puisi siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja, sedangkan objeknya adalah apresiasi sastra reseptif terhadap teks puisi siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa dokumentasi teks puisi siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kartu data. Metode analisis data yang dilakukan ada tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teks puisi siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja sudah cukup baik dalam memenuhi struktur fisik dan struktur batin puisi. Teks puisi siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja sudah menggunakan struktur fisik berupa diksi (makna kias, simbol, dan rima), pengimajian, dan kata konkret. Teks puisi siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja juga sudah menggunakan struktur batin berupa tema, nada dan suasana, serta amanat. Hasil apresiasi sastra secara reseptif terhadap teks puisi siswa ini adalah secara keseluruhan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.Kata Kunci : apresiasi sastra reseptif, teks puisi This study took place in SMA Negeri 1 Singaraja. This study aimed to 1) describe text structure of poetry text of 10th grade MIPA 9 Students in SMA Negeri 1 Singaraja, 2) describe receptive literacy appreciation to poetry text of 10th grade MIPA 9 Students in SMA Negeri 1 Singaraja. This study was descriptive qualitative study. The subject was 10th grade MIPA 9 Students of SMA Negeri 1 Singaraja and the object was receptive literacy appreciation to poetry text of 10th grade MIPA 9 Students in SMA Negeri 1 Singaraja. This study used data collection method namely documentation. The instrument which used to obtain the data was data card. There were 3 steps of data analysis such as data reduction, data display and conclusion drawing. The result showed that poetry text of grade MIPA 9 Students in SMA Negeri 1 Singaraja was good enough in terms of physical (diction, symbol, rhyme) and internal (theme, tone, mental situation and moral value) aspect. The result of receptive literacy appreciation to poetry text of these students has strength and weaknesskeyword : receptive literacy apreciation, poetry
ANALISIS NASKAH DRAMA KARYA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 7 SINGARAJA DIKAJI DARI SEGI STRUKTUR DRAMATIK DAN PANDANGAN PARA TOKOH ., NI KADEK TRISNA W; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14355

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) struktur dramatik dalam naskah drama karya siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja, dan (2) pandangan para tokoh dalam naskah drama karya siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah naskah drama karya siswa kelas VIIIA SMP Negeri 7 Singaraja. Objek dalam penelitian ini adalah struktur dramatik dan pandangan para tokoh. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode dokumentasi. Data yang dikumpulkan berupa struktur dramatik dan pandangan para tokoh. Hasil penelitian ini adalah (1) sebagian besar siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja sudah mampu membuat naskah drama dengan struktur dramatik yang lengkap dimulai dari bagian awal (eksposisi), komplikasi (konflik), bagian tengah (klimaks/krisis), bagian akhir (resolusi), dan simpulan (konklusi). Selain itu, terdapat siswa yang membuat naskah drama hanya terdiri atas empat bagian, tiga bagian, dan dua bagian struktur dramatik. (2) Naskah drama yang ditulis oleh siswa sebagian besar sudah menunjukkan pandangan tokoh yang terdapat pada dialog para tokoh. Siswa sudah mampu membuat pandangan para tokoh dengan baik. Siswa mengemas pandangan tersebut sesuai dengan yang mereka alami, lihat, ataupun dengar. Pandangan-pandangan yang ada pada naskah drama siswa meliputi: pandangan mengenai arti persahabatan, anak yang durhaka, pertengkaran, tolong menolong (sosial), kesehatan, dan tidak menyakiti makhluk hidup lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pengetahuan, dijadikan masukan mengenai pembelajaran menulis naskah drama di sekolah, dan memudahkan siswa dalam belajar menulis naskah drama yang memiliki struktur drama yang jelas dan pandangan pada tokoh.Kata Kunci : struktur dramatik, pandangan para tokoh, naskah drama This study was aimed at describing (1) dramatic structure of drama scenario of VIIIA class students in SMP Negeri 7 Singaraja and (2) views of characters in drama scenario which created by VIIIA class students in SMP Negeri 7 Singaraja. This study was descriptive qualitative research. The subject of this study was the drama scenario created by the students of class VIIIA SMP Negeri 7 Singaraja. The object of this study was dramatic structure and views of the characters. The method of data collection was conducted through documentation method. The data was collected in the form of dramatic structure and views of the characters. The results of this study are (1) most of the students of VIII A class in SMP Negeri 7 Singaraja have been able to make drama scenario with complete dramatic structure which is started from the beginning (exposition), the compilation (conflict), the middle (climatic/crisis), the end (resolution), and the conclusions (conclusions). In additional, there are students create drama scenario which only consist of four parts, three parts and two parts of dramatic structure. (2) Drama scenario that is created by the students mostly had showed characters' view on the characters' dialogue. Students are able to create characters' view well. Students wrap that characters' view based on what they have experienced, seen or listened. The views on the students' drama scenario cover: view about the meaning of friendship, the rebellious child, the quarrel, helping each other (social), health, and not to harm other creatures. This research findings are hoped could give knowledge contribution, could be a suggestion in learning about drama scenario writing at school and the students could be easy in learning about drama scenario writing with a clear structure and characters' views.keyword : dramatic structure, views of characters, drama scenario