cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 99 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015)" : 99 Documents clear
ANALISIS KESESUAIAN ANTARA TEMA, TUJUAN, DAN MATERI AJAR BUKU TEKS BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA KELAS XI SEMESTER 1 SMA DENGAN SILABUS KURIKULUM 2013 Ni Luh Sovianita Natalia .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .; I Nyoman Yasa, S.Pd., M.A. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5950

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kesesuaian antara tema buku teks bahasa Indonesia untuk siswa Kelas XI semester 1 SMA dengan Silabus Kurikulum 2013, (2) kesesuaian antara tujuan buku teks bahasa Indonesia untuk siswa Kelas XI semester 1 SMA dengan Silabus Kurikulum 2013, (3) kesesuaian antara materi ajar buku teks bahasa Indonesia untuk siswa Kelas XI semester 1 SMA dengan Silabus Kurikulum 2013. Subjek penelitian ini adalah buku teks siswa kelas XI semester 1 SMA. Objek penelitian ini adalah tema, tujuan, dan materi ajar yang ada pada buku teks. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tema buku teks bahasa Indonesia untuk kelas XI semester 1 kurikulum 2013 SMA sudah sesuai dengan materi yang ada pada silabus, (2) tujuan buku teks bahasa Indonesia untuk Kelas XI semester 1 SMA dengan Silabus Kurikulum 2013 sudah sesuai dengan materi yang akan dipelajari pada masing-masing bab, (3) materi ajar buku teks bahasa Indonesia untuk Kelas XI semester 1 SMA dengan Silabus Kurikulum 2013 ada ketidaksesuaian materi ajar. Ada beberapa materi ajar yang mencerminkan kompetensi inti 1 dan 2 seharusnya termuat pada silabus semester 2, tetapi muncul pada silabus semeter 1. Selain itu, pada bab 2 ada ketidaksesuaian mengenai struktur teks pantun. Kata Kunci : Kata kunci: Buku teks, silabus, kurikulum 2013 This qualitative descriptive research is aimed at describing (1) the conformity between themes used in Indonesian textbook for first semester of Grade 11 and syllabus of Curricullum year 2013, (2) conformity between the aims of Indonesian textbook for first semester of Grade 11 and syllabus Curricullum year 2013, (3) the conformity between teaching materials in Indonesia textbooks for first semester of Grade 11 and syllabus Curriculum Year 2013. The subject of this research was Indonesian textbooks used by of High School students at first semester of Grade 11. Data collection method used in this research was documenting and interviewing. Collected data then was analyzed with qualitative descriptive design. Findings of this research demonstrates (1) the themes in the Indonesian textbook for first semester of Grade 11 of Curriculum year 2013 was conformed to the learning material on syllabus, (2) the aims of Indonesian textbooks for first semester of Grade 11 has conformed to syllabus curriculum Year 2013, (3) there were conformity between learning materials used in Indonesian textbooks for first semester of Grade 11 and syllabus curriculum year 2013, but some seemed unsuitability. There were some of learning materials that demonstrated core competency area 1 and 2 supposed to be included in syllabus for second semester, yet it was appeared in syllabus of first semester. Besides, there were unsuitability of the traditional verse poetry text structuresappeared in chapter 2.keyword : Keywords: Textbooks, syllabuses, curriculum 2013
Penerapan Metode Pelatihan Terbimbing dengan Media Video Klip Lagu Pop untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas X.E SMA Negeri 1 Kubutambahan Ni Luh Putu Eka Widiantari .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5970

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran menulis cerpen yang tepat dalam menerapkan metode pelatihan terbimbing dengan media video klip lagu pop di kelas X.E SMA Negeri 1 Kubutambahan; (2) kemampuan menulis cerpen siswa dalam menerapkan metode pelatihan terbimbing dengan media video klip lagu pop di kelas X.E SMA Negeri 1 Kubutambahan; dan (3) respons siswa terhadap penerapan metode pelatihan terbimbing dengan media video klip lagu pop untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen di kelas X.E SMA Negeri 1 Kubutambahan. Penelitian ini terdiri atas dua siklus. Subjek adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X.E SMA Negeri 1 Kubutambahan yang berjumlah 35 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, dan angket. Data yang diperoleh dari metode tes dan metode kuesioner dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode pelatihan terbimbing dengan media video klip lagu pop dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa. Peningkatan skor rata-rata keterampilan menulis cerpen sebesar 3,36, yaitu dari rata-rata 76,25 menjadi 79,61. Respons siswa sangat positif, hal ini dapat dilihat dari 31 siswa yang mengisi kuesioner, 20 atau 64,52% siswa memberikan respons sangat positif, 11 siswa atau 34,48% memberikan respons positif, dan tidak ada siswa yang memberikan respons cukup positif, kurang positif, dan sangat kurang positif terhadap penerapan metode pelatihan terbimbing dengan media video klip lagu pop dalam pembelajaran menulis cerpen. Kata Kunci : mmetode pelatihan, media video klip, lagu pop This study aims to describe (1) the steps of learning to write short stories appropriate to apply the method of guided training with video media clips pop songs in XE class SMA Negeri 1 Kubutambahan; (2) the ability of students to write a short story by applying the method of guided training with video media clips pop songs in XE class SMA Negeri 1 Kubutambahan; and (3) the student's response to the application of training methods guided by media video clips of pop songs to enhance the students' ability to write short stories in class SMA Negeri 1 Kubutambahan XE. This study consisted of two cycles. The subjects were teachers and students Indonesian XE class SMA Negeri 1 Kubutambahan which amounts to 35 people. Data collection method used in this research is the method of observation, tests, and questionnaires. The data obtained from the test method and the method of questionnaires were analyzed with descriptive qualitative techniques. The results showed that the application of training methods guided by media video clips of pop songs can improve students' ability to write short stories. An increase in the average score of 3.36 short story writing skills, ie an average of 76.25 into 79.61. Thus, learning can be said to be successful because students who earn a score above KKM reached 87.1%. Student response was very positive, this can be seen from the 31 students who filled out a questionnaire, 20 or 64.52% of students responded very positively, 11 students or 34.48% gave a positive response, and no student who responded positively enough, less positive, and very less positive towards the implementation of training methods guided by media video clips of pop songs in learning to write short stories.keyword : methods, media video clips, pop song
Penggunaan Bahasa Indonesia Masyarakat Buleleng pada Acara Suara Buleleng di Radio Singaraja FM: Tinjauan Aspek Struktur dan Diksi Putu Wiwin Meliana Dewi .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6240

Abstract

Penelitian yang menggunakan rancangan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan bahasa Indonesia masyarakat Buleleng ditinjau dari aspek struktur pada acara Suara Buleleng di radio Singaraja FM, (2) penggunaan bahasa Indonesia masyarakat Buleleng ditinjau dari aspek diksi pada acara Suara Buleleng di radio Singaraja FM. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Buleleng yang menyampaikan opini dalam acara Suara Buleleng. Objek penelitian ini adalah penggunaan bahasa Indonesia masyarakat Buleleng ditinjau dari aspek struktur dan diksi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kesalahan bidang struktur berjumlah 84 buah yang meliputi kesalahan bentukan kata berjumlah 17 buah (20%), kepaduan kalimat 24 buah (28%), keringkasan kalimat 19 buah (24%), kesatuan kalimat 15 buah (17%), dan keterpusatan kalimat 9 buah (11%) (2) sedangkan kesalahan bidang diksi berjumlah 178 buah yang meliputi penggunaan unsur bahasa sehari-hari 63 buah (35%), penggunaan kata yang tidak perlu 60 buah (34%), penggunaan ungkapan penghubung 25 buah (15%), penggunaan kata depan 22 buah (12%), penggunaan kata bersinonim 6 buah (3%), dan penggunaan idiom 2 buah (1%). Kata Kunci : acara Suara Buleleng, struktur, diksi This study used descriptive qualitative design. It aimed at describing (1) the use of Indonesian language used by Buleleng’s society reviewed from structural aspect of Suara Buleleng interactive show aired on Radio Singaraja FM, (2) the use of Indonesian language reviewed from the dictional aspect on Suara Buleleng interactive show aired on Radio Singaraja FM. The subject of this study was Buleleng’s society who delivered opinions on Suara Buleleng. The objects of the study were the Indonesian language used by Buleleng’s society reviewed from its structure and diction. The method of data collection was documentation. The obtained data was then analyzed descriptively and qualitatively. The result of this study showed that (1) the errors on structure were 84 items, which consists of 17 errors on word formation (20%), 24 on sentence’s cohesion (28%), 19 on sentence’s brevity (24%), 15 on sentence’s unity (17%), and 9 on sentence’s centrality. Meanwhile, (2) the errors on diction were 178 items, which consists of 63 errors on the daily use of the language (35%), 60 on the use of unnecessary words (34%), 25 on the use of linking expression (15%), 22 on the use of preposition (12%), 6 on the use of synonymous word (3%) and 2 errors on the use of idioms (1%). keyword : Suara Buleleng Interaktif, structure, diction
Struktur Kalimat Bahasa Indonesia pada Karya-karya Tulis Siswa Tunarungu dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMALB-B Negeri Singaraja Putu Rima Ruspitayanti .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6241

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur kalimat dasar bahasa Indonesia yang muncul pada karya-karya tulis siswa tunarungu di SMALB-B Negeri Singaraja, (2) kemungkinan pengembangan pola dasar kalimat bahasa Indonesia yang muncul dalam karya-karya tulis siswa tunarungu di SMALB-B Negeri Singaraja. Data tentang struktur kalimat dasar dan pengembangan pola kalimat bahasa Indonesia diperoleh melalui metode dokumentasi. Kedua data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Struktur kalimat dasar bahasa Indonesia yang muncul pada karya-karya tulis siswa tunarungu terdiri atas struktur kalimat dasar KB+KK (kata benda+kata kerja) sebanyak 87 kalimat, struktur kalimat dasar KB+KS (kata benda+kata sifat) sebanyak 18 kalimat, dan struktur kalimat dasar KB+KB (kata benda+kata benda) sebanyak 2 kalimat. Pengembangan pola dasar kalimat bahasa Indonesia hanya sebatas perluasan predikat inti kalimat, di antaranya 1) perluasan dengan keterangan tempat berjumlah 57 kalimat, 2) perluasan dengan objek penderita (Open) berjumlah 49 kalimat, 3) perluasan dengan keterangan waktu berjumlah 12 kalimat, 4) perluasan dengan keterangan alat berjumlah 5 kalimat, 5) perluasan dengan keterangan tujuan berjumlah 4 kalimat, 6) perluasan dengan objek berkata depan (Odep) berjumlah 2 kalimat, dan 7) perluasan dengan keterangan sebab berjumlah 2 kalimat. Kata Kunci : struktur kalimat, karya tulis, tunarungu This descriptive qualitative study have to purpose (1) the basic structure of Indonesian sentence in deaf student’s article, (2) the possibility of basic sentence structure development of the deaf student’s article at SMALB-B Negeri Singaraja. The data of the basic structure and the development of Indonesian sentence was obtained by documentation method. Both of the data were analyzed by descriptive qualitative analyzed method. The basic structure of Indonesian sentence in deaf student’s article was consisting of the basic sentence structure noun + verb as much as 87 sentences, the basic sentence structure noun + adjective as many as 18 sentences, and the basic sentence structure noun + noun as many as 2 sentences. The basic sentence structure development of the deaf student’s article was only limited expansion of the core predicate sentence, among others 1) the expansion of the adverbs of place totally 57 sentences, 2) the expansion with the object of patients totally 49 sentences, 3) the expansion of the adverbs of time totally 12 sentences, 4) the expansion of the adverbs of appliance totally 12 sentences, 5) the expansion of the adverbs of purpose totally 4 sentences, 6) the expansion whit the object of preposition totally 2 sentences, and 7) the expansion of the adverbs of manner totally 2 sentences.keyword : sentence structure, article, deaf
PENGGUNAAN METODE SHOW AND TELL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VII.C DI SMP NEGERI 1 SERIRIT TAHUN AJARAN 2014/2015 L. Eka Trislijayanti .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6242

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) kemampuan berbicara siswa kelas VII.C di SMP Negeri 1 Seririt dengan penggunaan metode show and tell, (2) langkah-langkah pembelajaran berbicara dengan menggunakan metode show and tell siswa kelas VII.C di SMP Negeri 1 Seririt, dan (3) respons siswa terhadap kemampuan berbicara dengan menggunakan metode show and tell siswa kelas VII.C di SMP Negeri 1 Seririt. Penelitian ini terdiri atas dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan seluruh siswa kelas VII.C SMP Negeri 1 Seririt yang berjumlah 32 orang. Objek dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas VII.C di SMP Negeri 1 Seririt. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, dan kuesioner/angket. Data yang diperoleh dari metode tes dan metode kuesioner/angket dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode show and tell dengan media gambar dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Pada refleksi awal kemampuan berbicara siswa menunjukkan skor siswa sebesar 64. Setelah dilaksanakan siklus I skor siswa meningkat sebesar 12,25 sehingga dengan rata-rata 76,25%. Kemudian pada siklus II skor siswa meningkat sebesar 5,96 sehingga dengan rata-rata 82,21%. Langkah-langkah pembelajaran berbicara dengan metode show and tell dengan media gambar diterapkan guru dengan baik sesuai rencana pembelajaran. Siswa merespons sangat positif dengan rata-rata 46,21%. Kata Kunci : metode show and tell, media gambar, keterampilan berbicara. This study aims to describe (1) the ability to speak graders VII.C in SMP Negeri 1 Seririt with the use of methods of show and tell, (2) measures of learning to speak by using show and tell graders VII.C in SMP Negeri 1 Seririt and (3) a student's response to the speech by using show and tell graders VII.C in SMP Negeri 1 Seririt. This study consisted of two cycles, the first cycle and the second cycle. The subjects were teachers and the entire Indonesian VII.C grade students of SMP Negeri 1 Seririt totaling 32 people. The object of this research is to improve the ability to speak graders VII.C in SMP Negeri 1 Seririt. Data collection method used in this research is the method of observation, tests and questionnaires / questionnaire. The data obtained from the test methods and questionnaires / questionnaire were analyzed with descriptive qualitative techniques. The results showed that the application of the method of show and tell the media images can improve students' speaking skills. In the early reflections demonstrate their speaking ability of students score at 64. After the implementation of the first cycle students' scores increased by 12.25 so with an average of 76.25%. Then in the second cycle students' scores increased by 5.96 so with an average of 82.21%. Step-by-step method of learning to speak with the show and tell the media images properly applied the appropriate teacher lesson plans. Students respond very positively with an average of 46.21%.keyword : method of show and tell, media images, conversational skills.
ANALISIS FONOTAKTIK POLA PENYUKUAN KATA TUTURAN GURU BAHASA INDONESIA DAN SISWA KELAS XI IPB DALAM DISKUSI ANTARKELOMPOK DI SMA NEGERI 1 NUSA PENIDA Ni Putu Gita Mertasih .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kelompok kata yang mengalami perubahan pelafalan dan pola suku kata dari segi fonotaktik pada tuturan guru dan siswa kelas XI IPB, (2) jenis fonem dan pola suku kata bahasa Indonesia yang paling banyak mengalami perubahan pola secara fonotaktik, (3) penyebab terjadinya perubahan pola suku kata secara fonotaktik dalam diskusi antar kelompok pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI IPB di SMA N 1 Nusa Penida. Untuk mencapai tujuan itu, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah (1) guru bahasa bahasa Indonesia, dan (2) siswa kelas XI IPB. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi dan metode wawancara. Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan model analisis deskriptif kualitatif melalui (1) identifikasi data, (2) klasifikasi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan simpulan. Hasil penelitian ini 1. kata yang mengalami perubahan pelafalan adalah kata murit, mongomentari, gak, kalok, males, dan denger, dan perubahan pola suku kata yaitu kata drama, praktek, trampil, strategi, struktur, dan stres. 2. jenis fonem dan pola suku kata bahasa Indonesia yang paling banyak mengalami perubahan pola secara fonotaktik adalah fonem vokal /a/ dan pola suku kata serapan. 3. Penyebab terjadinya perubahan pola suku kata secara fonotaktik adalah terjadi proses morfologi yaitu adanya pemunculan fonem. Selain itu, penyebab lain yang terjadi adanya karena kurangnya antusias guru dan siswa dalam berbahasa lisan yang baik dan benar. Disarankan hasil penelitian ini dapat bermakna dalam pembelajaran berbahasa, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia.Kata Kunci : lafal, suku kata, fonotaktik This study aimed to describe (1) a group of words which change the pronunciation and the pattern of syllables in terms fonotaktik the speech of teachers and students of class XI IPB, (2) types of phonemes and patterns of syllables Indonesian most widely changing patterns in fonotaktik, (3) the cause of the change in the pattern of syllables in fonotaktik in discussions between groups at study Indonesian IPB XI classes in SMA N 1 Nusa Penida. To achieve that goal, this study used a qualitative descriptive study design. Subjects of this study were (1) Indonesian language teacher, and (2) a class XI student of IPB. The method used in data collection is a method of observation and interview methods. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis model through (1) the identification of the data, (2) classification of data, (3) presentation of data, and (4) drawing conclusions. 1. The results of this study were to change the pronunciation of the word is the word murit, mongomentari, gak, Kalok, lazy, and heard, and changes in the pattern of syllables that words play, practice, skilful, strategy, structure, and stress. 2. The types of phonemes and syllables Indonesian pattern most experienced changes in fonotaktik pattern is phoneme vowel / a /, and the pattern of syllables uptake. 3. The cause of the changing patterns of syllables in fonotaktik is a process that is the morphological appearance of phonemes. In addition, other causes that occur are because of the lack of enthusiasm of teachers and students in the language spoken is good and right. Suggested results of this study can be meaningful in language learning, especially in learning Indonesian.keyword : pronunciation, syllable, phonotactics
PEMBELAJARAN MENULIS OPINI BERBASIS MEDIA VIDEO BERITA DI TELEVISI PADA SISWA KELAS X.2 SMA NEGERI 1 SAWAN Ni Made Dwijayanti Rahayu .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6245

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan pembelajaran menulis opini berbasis media video berita di televisi, (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis opini berbasis media video berita di televisi, dan (3) mendeskripsikan respons siswa dalam pembelajaran menulis opini berbasis media video berita di televisi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Sawan yang berjumlah 23 orang. Objek penelitian ini adalah proses pembelajaran, hasil belajar opini, dan respons siswa dalam pembelajaran menulis opini berbasis media video berita di televisi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, dan angket/kuesioner. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) pembelajaran berbasis media video berita di televisi yang telah dilaksanakan oleh Ibu Darmayani Bukian, S.Pd. melalui tiga tahapan, yakni kegiatan awal yang terdiri dari melakukan apersepsi, menyampaikan KD, indikator, dan langkah-langkah pembelajaran, kegiatan inti dilakukan dengan menjelaskan materi, pemutaran video, dan penugasan menulis opini, dan pada kegiatan akhir guru mengomentari proses pembelajaran, merangkum pembelajaran, dan memberikan refleksi, (2) hasil tes unjuk kerja menunjukkan nilai rata-rata siswa dalam menulis opini berbasis video berita di televisi adalah 63,35 (cukup), (3) respons siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menulis opini berbasis media video berita di televisi positif dengan skor rata-rata 23,53 (positif). Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan agar penggunaan media dalam pembelajaran menulis opini harus disertai pendekatan yang tepat pula. Kata Kunci : pembelajaran menulis opini, video berita, televisi This research aimed to (1) describe writing opinion learning based on news video in television, (2) describe students’ learning results of opinion writing learning based on news video in television, and (3) describe students’ responses forward opinion writing learning based on news in television. The subject of this study was the teacher and the students of X.2 of SMA Negeri 1 Sawan consisted of 23 students. The objects of this study were learning process, the result of learning opinion, and students’ responses in writing opinion learning using media-based video news in television. Data collection method used were observation method, test, and questionnaire. Data analysis used were descriptive qualitative technique and descriptive quantitative. The result of this study showed that (1) the learning using media-based video news in television had been conducted by Mrs. Darmayani Bukian, S.Pd. trough there steps, namely pre-activity consisted of conducting apperception, delivering basic competences, indicators and learning steps, core activity conducted by explaining material, playing video, and given writing opinion task, and at the end of the learning teacher commented the process of learning, concluded the learning and gave reflection, (2) the result of performance test showed that the mean score of the students in writing opinion based on news video in television was 63,35 (enough), (3) the students’ responses in conducting writing opinion based on news video in television was positive with mean score 23,53 (positive). Based on the reseach result of this study, the researcher suggests the use of media in writing opinion learning should be accpmpanied by appropriate approach.keyword : opinion writing learning, news video, television
PEMBELAJARAN MENULIS OPINI BERBASIS MEDIA VIDEO BERITA DI TELEVISI PADA SISWA KELAS X.2 SMA NEGERI 1 SAWAN Ni Made Dwijayanti Rahayu .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6246

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan pembelajaran menulis opini berbasis media video berita di televisi, (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis opini berbasis media video berita di televisi, dan (3) mendeskripsikan respons siswa dalam pembelajaran menulis opini berbasis media video berita di televisi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Sawan yang berjumlah 23 orang. Objek penelitian ini adalah proses pembelajaran, hasil belajar opini, dan respons siswa dalam pembelajaran menulis opini berbasis media video berita di televisi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, dan angket/kuesioner. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) pembelajaran berbasis media video berita di televisi yang telah dilaksanakan oleh Ibu Darmayani Bukian, S.Pd. melalui tiga tahapan, yakni kegiatan awal yang terdiri dari melakukan apersepsi, menyampaikan KD, indikator, dan langkah-langkah pembelajaran, kegiatan inti dilakukan dengan menjelaskan materi, pemutaran video, dan penugasan menulis opini, dan pada kegiatan akhir guru mengomentari proses pembelajaran, merangkum pembelajaran, dan memberikan refleksi, (2) hasil tes unjuk kerja menunjukkan nilai rata-rata siswa dalam menulis opini berbasis video berita di televisi adalah 63,35 (cukup), (3) respons siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menulis opini berbasis media video berita di televisi positif dengan skor rata-rata 23,53 (positif). Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan agar penggunaan media dalam pembelajaran menulis opini harus disertai pendekatan yang tepat pula. Kata Kunci : pembelajaran menulis opini, video berita, televisi This research aimed to (1) describe writing opinion learning based on news video in television, (2) describe students’ learning results of opinion writing learning based on news video in television, and (3) describe students’ responses forward opinion writing learning based on news in television. The subject of this study was the teacher and the students of X.2 of SMA Negeri 1 Sawan consisted of 23 students. The objects of this study were learning process, the result of learning opinion, and students’ responses in writing opinion learning using media-based video news in television. Data collection method used were observation method, test, and questionnaire. Data analysis used were descriptive qualitative technique and descriptive quantitative. The result of this study showed that (1) the learning using media-based video news in television had been conducted by Mrs. Darmayani Bukian, S.Pd. trough there steps, namely pre-activity consisted of conducting apperception, delivering basic competences, indicators and learning steps, core activity conducted by explaining material, playing video, and given writing opinion task, and at the end of the learning teacher commented the process of learning, concluded the learning and gave reflection, (2) the result of performance test showed that the mean score of the students in writing opinion based on news video in television was 63,35 (enough), (3) the students’ responses in conducting writing opinion based on news video in television was positive with mean score 23,53 (positive). Based on the reseach result of this study, the researcher suggests the use of media in writing opinion learning should be accpmpanied by appropriate approach.keyword : opinion writing learning, news video, television
ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN PERSETERUAN ANTARA POLRI DENGAN KPK PADA HARIAN BALI POST DAN KOMPAS Ida Bagus Herry Yudha Prawira .; Drs. I Wayan Rasna,M.Pd .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6247

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) kosakata pada media Bali Post dan Kompas dalam mengonstruksi pemberitaan perseteruan anatara Polri dengan KPK dan (2) tata bahasa pada media Bali Post dan Kompas dalam mengonstruksi pemberitaan perseteruan antara Polri dengan KPK ditinjau dari analisis wacana krtitis Roger Fowler, dkk. Subjek dalam penelitian ini adalah media cetak Bali Post dan Kompas. Sementara itu, objek penelitian ini adalah pemberitaan perseteruan antara Polri dengan KPK. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi yang digunakan untuk mencari data yang berupa pustaka. Data pustaka tersebut berupa harian Bali Post dan Kompas edisi bulan Januari-Februari 2015, berita yang terdapat di dalam harian Bali Post dan Kompas tersebut adalah Pemberitaan Perseteruan Polri dengan KPK. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kartu data. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis wacana kritis Roger Fowler, dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bali Post lebih banyak menggunakan kosakata membuat klasifikasi dalam mengontruksi pemberitaanya,sedangkan Kompas lebih menonjolkan kosakata marjinalisasi dalam mengonstruksi pemberitaan perseteruan antara Polri dan KPK (2) Bali Post dan Kompas lebih banyak menggunakan tata bahasa pemasifan: penghilangan pelaku dalam mengonstruksi pemberitaan perseteruan antara Polri dengan KPK. Berdasarkan simpulan penelitian tersebut, disampaikan beberapa saran sebagai berikut. Mengingat semakin sengitnya persaingan media massa, disarankan kepada pembaca agar dapat memilah informasi secara kritis dan cermat, tidak hanya menelan informasi tersebut secara mentah-mentah. Pengelola media juga hendaknya selalu berusaha bersikap sesuai kode etik jurnalistik sehingga tidak dapat menimbulkan ambiguitas maupun kesimpangsiuran dari suatu peristiwa yang dapat membingungkan khalayakKata Kunci : analisis wacana kritis Roger Fowler, dkk. This reasearch is about descriptive qualitative research that purpose (1)to describe and analyze the vocabulary in Bali Post and Kompas media to contrruct the report of hostility between the Polri and KPK (2)to describe and analyze the grammatical in the Bali Post and Kompas media when contruct the report of hostylity between the Polri and KPK according the Roger Fowler teory . The subject of this research is Bali Post and Kompas media .The Object of this research the report of hostility between the Polri and KPK.The gathering of the data done by documentation method such as literature. The instrument in the gathering of the data in this research is card of data . Then the data analyzed by the critis reading of Roger Fowler.The result of this research explain about (1) The Bali Post use more vocabulary that make the clasification in contruct it news , whereas Kompas shown about marginalisation vocabulary in contruct the news of hostility between the Polri and KPK (2) Bali Post and Kompas use more passive grammatical: to lose the character in contruct the report of hostylity between the Polri and KPK. Based on the inference of the research, told some some suggestion such as. To remember the more stinging insect of the competition in the media, told the sugetion to the reader in other to get the information criticality. Seriously and accurate, not to consume the information that. The mediator should be stand at attention. Like the code of ethnic of the journalism. So cannot cause the ambiguity and phenomenon that make the people confused. keyword : Roger Fowler critical discourse analysis.
ANALISIS KALIMAT EFEKTIF CERPEN SISWA KELAS IX SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING S. A. Pt. S. Indrayani .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6248

Abstract

Penelitian yang menggunakan rancangan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan kalimat efektif yang ada dalam cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tampaksiring, (2) kendala-kendala penyusunan kalimat yang dihadapi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tampaksiring dalam menulis cerpen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tampaksiring dan objek penelitian ini adalah penggunaan kalimat efektif dalam cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tampaksiring ditinjau dari segi syarat kalimat efektif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dan metode wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penggunaan kalimat dalam cerpen sudah sesuai dengan ciri-ciri kalimat efektif, yaitu keutuhan (kesatuan), keterpaduan, keringkasan, dan keterpusatan perhatian berhubungan dengan struktur atau interelasi (penekanan) sehingga cerpen siswa menarik untuk dibaca. (2) Kendala-kendala yang dihadapi oleh siswa dalam penyusunan kalimat efektif, yaitu siswa kurang memahami unsur-unsur kalimat, siswa kurang percaya diri dengan hasil/kalimat yang ditulis, siswa kurang bisa memanfaatkan kata-kata dalam menyusun kalimat, siswa sulit dalam menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lainnya, dan siswa sulit membedakan antara awalan dengan kata depan. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kalimat yang dibuat oleh siswa sudah sesuai dengan ciri dan syarat kalimat efektif, serta kendala siswa lebih banyak ada pada pemahaman tentang unsur-unsur kalimat karena kondisi kelas kurang kondusif saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu, disarankan kepada guru agar lebih mengondisikan kelas sehingga siswa dapat belajar dengan baik, terutama terhadap siswa yang kurang memahami pemakaian unsur-unsur kalimat yang baik.Kata Kunci : Analisis Kalimat Efektif, Cerpen. This research is a descriptive qualitative, aimed at describing (1) the use of sentences in short story made by second grade students of SMA Negeri 1 Tampaksiring, (2) the obstacles of second grade students of SMA Negeri 1 Tampaksiring in arranging the effective sentence towrite a short story. The subjects of this research are second grade students of SMA Negeri 1 Tampaksiring andthe objects are the short story made by students of SMA Negeri 1 Tampaksiring. The data collectingmethods are documentation and interview method. After the data have been collected, they are analyzed further by descriptive qualitative research. The result show that (1) the use of sentences in short story are correspond with characteristics of effective sentence, namely integrality, integration, brevity, and centering of attention related with structure or interrelation (accentuation) so that the students’ short story are interested to be read. (2) the obstacles of the students in arranging the effective sentences, such as the students less understand the unsure of the sentences, studentslessconfidence with the result of the sentences that they write, students less in exploiting the words in arranging the sentences, students hard to correlate the sentence with the others, and students hard to distinguish between prefix and preposition. Base on the result and discussion, can be concluded that the sentences which are made by the students are correspond with characteristics of effective sentence, and the students’ obstacles is more on comprehension about the unsure of sentence because of classroom condition is less conducive when the learning process is held. Therefore, is recommended for the teacher to more condition the class in order to make the students be able to study well, especially for the students with less comprehension in using the appropriate sentences unsure. keyword : The Analysis of Effective Sentence, Short Story.

Page 7 of 10 | Total Record : 99