cover
Contact Name
Fitriani
Contact Email
fitriani@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7160993
Journal Mail Official
jurnal.ame@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Soleh Iskandar KM.2 Kedung Badak, Kec.Tanah Sareal. Kota Bogor. Kode Pos 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 24603988     EISSN : 25810979     DOI : https://doi.org/10.32832/ame.v8i2
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi):Jurnal Ilmiah Teknik Mesin merupakan jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian, kajian lapangan, pemikiran atau gagasan yang berkaitan dengan ilmu Teknik Mesin yang tidak terbatas pada Energi, Mekanika Stuktur, Material& Manufaktur, dan Mekatronika.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2021)" : 8 Documents clear
KONSEP DESAIN MINI UNMANNED AERIAL VEHICLE DENGAN METODE COMPUTER AIDED ENGINEERING DAN ANALISIS PERFORMA AERODINAMIS Anwar, Fikri Khairul
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v7i2.4079

Abstract

Pesawat tanpa awak atau UAV ( Unmanned Aerial Vehicle ) saat ini semakin banyak digunakan untuk berbagai macam kepentingan. Dalam paper ini UAV akan didesain dengan optimasi berdasar nilai Maximum Take Off Weight (berat saat melakukan Takeoff) berdasarkan dari konfigurasi fuselage dasar, konfigurasi sayap, konfigurasi ekor, dan posisi baling - baling.  hasil perancangan pesawat tanpa awak ini kemudian dianalisis secara  aerodinamik dengan menggunakan metode CFD dengan variasi angle of attack. Pada hasil analisis aerodinamis menghasilkan CL= 3099,09 dan CD = 1310,86 pada angle of attack 15o.
PEMANFATAAN BUAH PINUS DENGAN SERBUK GERGAJI KAYU JATI MENJADI BRIKET SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Wibowo, Joko Setiyo
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v7i2.4977

Abstract

Briket merupakan energi alternatif yang terbuat dari arang serta ditambahkan perekat sehingga menyatu dengan bentuk dan ukuran tertentu. Bahan baku pembuatan briket yaitu buah pinus dan serbuk gergaji kayu jati dengan variasi komposisi yaitu briket A 10% arang buah pinus dan 90% arang serbuk gergaji kayu jati, briket B 30% dan 70%, briket C 50% dan 50%, briket D 70% dan 30%, briket E 90% dan 10%. Sedangkan komposisi perekat yaitu tepung tapioca dan air dengan perbandingan 1:10 untuk masing-masing variasi komposisi. Berdasarkan hasil pengujian rata-rata nilai kalor briket diperoleh briket A= 5515 kal/g, briket B= 5571 kal/g, briket C= 5604 kal/g, briket D= 5651 kal/g, briket E= 5642 kal/g. Rata-rata nilai kalor yang terendah dan tertinggi adalah briket A memiliki rata-rata nilai kalor terendah sebesar 5515 kal/g dan Briket D memiliki rata-rata nilai kalor tertinggi sebesar 5651 kal/g. Rata-rata nilai kalor briket secara keseluruhan dikategorikan memenuhi syarat mutu briket mengacu SNI Briket Arang Kayu 01-6235-2000. Perbandingan nilai kalor briket dengan batubara mengacu SNI Klarifikasi Sumber Daya dan Cadangan Batubara 13-6011-1999 bahwa briket dari perpaduan buah pinus dengan serbuk gergaji kayu jati dapat dikatergorikan kelas batubara energi rendah.
RANCANG BANGUN SISTEM PENDETEKSI KEBAKARAN BERBASIS IOT MENGGUNAKAN ARDUINO Siregar, Tika Hafzara; Sutisna, Setya Permana; Pramono, gatot Eka; Ibrahim, Maulana Malik
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v7i2.5063

Abstract

Sistem pendeteksi kebakaran jarak jauh merupakan perangkat penting yang dibutuhkan untuk menjaga keamanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang, membuat dan menguji sistem pendeteksi kebakaran berbasis IoT menggunakan arduino yang mampu menginformasikan kebakaran secara dini yang dapat dipantau dari jarak jauh. Sistem pendeteksi menggunakan sensor api/Flame Sensor, Sensor Asap/MQ-7, Sensor suhu/LM35, buzzer dan pompa air. Sistem peringatan menggunakan panggilan telepon dan pengiriman sms melalui modul SIM900 dan pengiriman peringatan bahaya ke aplikasi android menggunakan koneksi internet melalui modul Nodemcu ESP8266.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, sistem yang dirancang telah berjalan dengan baik dan dapat mendeteksi adanya indikasi kebakaran. Aplikasi android yang digunakan sebagai interface untuk memonitoring telah berjalan dengan baik dengan indikasi memberikan notifikasi pada aplikasi android yang telah dibuat.
ANALISIS BEBAN PENDINGINAN RUANG GARDU TRAKSI STASIUN LEBAK BULUS BERDASARKAN STANDAR SNI 6389-2011 DAN ASHRAE GUNAWAN, JEFRI; BIANTORO, AGUNG WAHYUDI
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v7i2.4936

Abstract

Gardu traksi Stasiun Lebak Bulus dijaga suhu ruangan dan kebersihannya untuk mempertahankan umur pakai peralatannya. Baterai untuk suplai daya sistem 110 VDC idealnya beroperasi pada suhu 20℃ untuk umur pakai 20 tahun karena setiap kenaikan 8℃ umurnya menjadi separuhnya. Suhu ruangan pada tahun 2019-2020 berkisar antara 29.3- 34.6℃ sehingga umur operasinya hanya 38% dari desainnya. Selain itu, terjadi beberapa kali kerusakan pada rectifier, pengisi daya baterai dan RTU (remote terminal unit) sepanjang 2019-2020 yang disebabkan oleh suhu ruangan yang tidak ideal dan berdebu. Untuk menjaga umur peralatan, diperlukan mesin pendingin udara dengan kapasitas sesuai dengan beban pendingin yang diperlukan untuk suhu ruangan 20℃. Sehingga perlu dilakukan analisis beban pendingin meliputi perhitungan beban pendingin dari luar melewati selubung bangunan dan perhitungan beban pendingin total. Metode analisis deskriptif digunakan dengan menghitung nilai OTTV (Overall Thermal Transfer Value) dan beban pendingin berdasarkan Standar SNI 6389-2011 dan ASHRAE. Peralatan yang digunakan antara lain portable thermo-hygrometer dan digital laser distance. Hasilnya, nilai OTTV dari ruang gardu traksi sebesar 8,7 W/m2, sesuai dengan standar SNI 6389-2011 OTTV yaitu  35 W/m2. Kemudian total beban pendingin sebesar 269.318,22 BTU/h, sehingga dibutuhkan mesin pendingin udara dengan kapasitas 22,44 TR = 29,92 PK untuk mendinginkan ruang gardu traksi pada suhu 20℃.
Karakteristik Bioreaktor Dengan Sistem Kontrol Suhu Sebagai Instrumen Feremetnasi Pembuatan Produk Masin Bebahan Baku Udang Rebbon (Mysis relicta) Rohman, Sopyan Ali; Amrullah, Shafwan; Maulana, Diana Rahayu; -, Nurkholis
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v7i2.4135

Abstract

Saaat ini pengolahan hsail laut dilakukan dengan metode sederhana, sehingga perlu adanya teknologi otomatis yang dapat menanggulangi masalah tersebut, terutama pengontrolan suhu, sebab merupakan faktor utama keberhasilan fermentasi masin. Tujan penelitian ini adalah perencangan serta karakterisasi bioreaktor proses pembuatan masin dengan control suhu otomatis. Penelitian ini dilakukan dengan cara perancangan bioreactor berbentuk kotak dengan ukuran 10cm x 5cmx800 cm. Tahap krakterisrik dilakukan pengujian kestabilan suhu reaktor (37oC) sebagai suhu optimal proses fermentasi. Selain itu dilakukan pengujian kimia dan biologi produk masin dengan melihat kadar air produk, kadar proten dan kadar lemaknya serta jumlah mikroba. Percobaan dilakukan pada hari ke-3 dan 7 fermentasi. Hasil memperlihatkan kontrol suhu bekerja dengan maksimal, baik hari ke-3 maupun ke-7. Hasil memperlihatkan nilai rata-rata persentase error pengujian kontrol suhu hari ke-3 untuk tiga kali pengulangan adalah sebesar 1,52%, 0,30% dan 0,39% dengan suhu rata-rata adalah 37,24oC. Sedangakan pada hari ke-7 suhu rata-rata bioreaktor sebesar 37,1°C dengan nilai rata-rata persentase error untuk tiga kali ulangan adalah sebesar 0,37%, 0,45% dan 0,38%. Kadar air terbaik didapatkan pada penggunaan bioreaktor hari ke-7. Kadar protein pada hari ke-3 menggunakan bioreaktor yaitu 12,32%. Kadar lemak terbaik pada hari ke-7 dengan bioreaktor. Sedangkan kadar mikroba terbaik hari ke-3 tanpa reaktor yaitu 18x104.
PENENTUAN PARAMETER PARAMETER INPUT PROSES PEMESINAN MILLING DAN GURDI UNTUK PEMBUATAN PENCEKAM SPESIMEN ALAT UJI LELAH DENGAN KEKUATAN MAKSIMUM 370 MPa Syukur, Muhammad Abdul
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v7i2.3416

Abstract

Penggunaan baja banyak dijumpai pada berbagai bidang teknik, terutama untuk keperluan industri, bidang konstruksi, pembuatan alat-alat perkakas, poros mesin-mesin dan lain-lain. Pada alat uji lelah (Fatigue Test) dibutuhkan adanya suatu benda yang dapat memegang benda uji yang kokoh agar benda uji tersebut dapat menerima beban gaya aksial dengan sempurna sehingga mendapatkan hasil pengujian yang maksimal. Maka kekuatan lelahnya (fatigue strenght) perlu diperhitungkan agar komponen-komponen pada suatu kontruksi atau mesin tidak mengalami kegagalan akibat kesalahan desain. Untuk mencapai tujuan itu, penulis mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan agar mendapatkan hasil perhitungan yang tepat dalam proses pemesinan milling dengan menggunakan metoda eksperimen. Dengan menentukan parameter feedrate dan RPM mesin CNC milling yang tepat untuk penginputan melalui software MasterCAM sehingga dapat disimulasikan sebelum dilakukan fabrikasi di mesin CNC dan diharapkan benda uji mendapatkan hasil alat pencekam yang efektif, efisien, sesuai bentuk yang telah ditentukan desain. Hasil perbandingan parameter antara perhitungan dengan aktual RPM di dapat bahwa actual RPM pada mesin lebih tinggi dibandingkan perhitungan parameter karena faktor lain seperti suhu dan coolant juga berpengaruh.
Analisa kinerja boiler industry setelah beroperasi 24 tahun Sumadi, Sumadi
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v7i2.4257

Abstract

ABSTRAK Boiler merupakan mesin konversi energy yang sangat penting didunia industry terutama yang menggunakan uap sebagai pemanas ataupun pengering, seperti terutama industry garmen, industry kertas, industry semen dan lain-lain. Oleh karena itu pengoperasian secara efisien dan optimal mesin tersebut akan menghindari pemborosan pemakaian energi dan berarti akan dapat mengurangi biaya produksi. Mengingat  perannya yang sangat penting dari suatu boiler maka pemahaman yang baik dari karakteristik kerja boiler akan banyak membantu didalam mengatur pengoperasian dan  perawatannya.Pada saat ini banyak boiler dibeberapa industry yang beroperasi dengan tingkat kinerja yang rendah, meskipun kini boiler yang mutakhir mampu beroperasi dengan kinerjanya yang baik   sesuai kapasitas designnya. Kinerja sebuah boiler bisanya ditandai dengan indikator tingkat penurunan energi panas yang dihasilkan, indikator ini disebut dengan istilah efisiensi, penurunan energi panas sebuah boiler industry dari kapasitas designnya maka dikatakan boiler tersebut mengalami penurunan effisiensi, penurunan effisiensi akan sangat berpengaruh terhadap kualitas produk,disamping itu juga akan meningkatkan biaya produsksi sebagai akibat tingginya bahan bakar. Penurunan effisiensi boiler ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah disebabkan oleh kualitas air pengisi boiler, dan rendahnya  kualitas bahan bakar dan kinerja equipment pendukung boiler, seperti fan, feed water pump dan lain-lainTulisan ini membahas kinerja  boiler  setelah  beroperasi 201480 jam, dari hasil analisis didapat hasil kinerja boiler mengalami penurunan sebesar 9,85 %.
PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR Suhartoyo, Suhartoyo
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v7i2.4872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui potensi sampah plastik jenis polypropilena diolah menjadi bahan bakar minyak dengan cara pirolisis pada temperatur diatas temperatur leleh plastik jenis PP yaitu temperatur reakor 300 oC, 350oC dan 400oC. Reaktor berbentuk fixed bed reaktor. Tabung reaktor berdiameter 40 cm tinggi 60 cm, dilengkapi dengan saluran keluar gas yang juga digunakan untuk merubah fase gas menjadi fase cair. Pendinginan menggunakan air secara sirkulasi, prinsip kerjanya seperti kondensor. Pemanasan diluar menggunakan api dari LPG. Hasil yang dicapai ternyata temperatur rendah (300oC) menghasilkan sedikit minyak dan arang yang dihasilkan lebih banyak, jumlah minyak, gas, dan padatan  yang dihasilkan berturut-turut sebesar 30%, 10%, dan 60 %. Temperatur reaktor 400oC menghasilkan jumlah minyak lebih banyak, dibandingkan dengan gas, dan padatan  yang dihasilkan berturut-turut sebesar 52%,  15% dan 33 %.  Minyak hasil pyrolysis pada temperature reaktor 300OC memiliki nilai kalor 46,47 mJ/kg. Densitas minyak plastik jenis PP adalah 0.72 gr/m3 dan memiliki viskositas 0,615.

Page 1 of 1 | Total Record : 8