cover
Contact Name
irfan habibie
Contact Email
irfanhabibie@uika-bogor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
gibtha@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Krea-TIF: Jurnal Teknik Informatika
ISSN : 23382910     EISSN : 26855836     DOI : -
Jurnal Krea-TIF adalah jurnal ilmiah dalam teknologi informasi yang berisi literatur ilmiah mengenai penelitian murni dan terapan dalam teknologi informasi dan tinjauan publik mengenai pengembangan teori, metode dan ilmu terapan yang terkait dengan subjek.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2016)" : 6 Documents clear
PENERAPAN METODE PER CONNECTION QUEUE DIDALAM MANAJEMEN BANDWIDTH Sohari, Muhamad
Krea-TIF: Jurnal Teknik Informatika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.655 KB) | DOI: 10.32832/kreatif.v4i2.808

Abstract

Mikrotik Router adalah salah satu sistem operasi yang dapat digunakan sebagai router jaringan yang handal, mencakup berbagai fitur lengkap untuk jaringan dan wireless. Mikrotik bertujuan untuk mengatur bandwidth serta melakukan manajemen jaringan komputer. Penempatan router Mikrotik ditempatkan pada sebuah komputer yang dijadikan sebagai gateway suatu jaringan. Komputergateway tersebut berfungsi untuk mendistribusikan data keluar masuknya dari dan ke komputer lainnya sehingga seluruh komputer dapat mengakses data bersama-sama seperti Internet sharing. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana cara melakukan manajemen bandwidth, agar bandwidthyang tersedia dapat di gunakan secara merata. Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah : dapat mengetahui cara melakukan manajemen bandwidth, agar bandwidth yang tersedia dapat di gunakan secara merata. Metode penelitian yangdigunakan adalah AP3 yang meliputi dari Analisis, Perancangan, Penerapan dan Pengujian. Kesimpulan pada penelitian Penerapan Metode Per Connection Queue Di Dalam Manajemen Bandwidth adalah : penerapan metode PCQ pada manajemen bandwidth dapat dilakukan 3 cara yaitu (i) konfigurasu Awal, (ii) Konfigurasi Mangle dan (iii) Membuat Queues. Pada penerapan tersebut maka hasil pengujian yang dilakukan 2 laptop secara bersamaan melakukan download dengan data 185MB mengalami perubahan sebesar 70% dari sebelum melakukan penerapan PCQ.
PENERAPAN METODE KEY PERFORMANCE INDIKATOR (KPI) DALAM SISTEM PENILAIAN KARYAWAN Siswosuharjo, Partono; Setya Sundayana, Agus
Krea-TIF: Jurnal Teknik Informatika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.161 KB) | DOI: 10.32832/kreatif.v4i2.809

Abstract

Perusahaan dapat berkembang merupakan keinginan setiap individu yang berada di dalam perusahaan tersebut, sehingga diharapkan dengan perkembangan tersebut perusahaan mampu bersaing dan mengikuti kemajuan zaman. Karena itu, tujuan yang diharapkan oleh perusahaan dapat tercapai dengan baik. Kemajuan perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan yang bersifat internaldan eksternal. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana cara membangun sistem informasi penilaian karyawan ?. berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian tersebut ialah agar dapat membangun dan menguji sistem informasi penilaian karyawan. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Analisis, Perancangan, Penerapan dan Pengujian (AP3) beberapatahapan yang meliputi Analisis, Perancangan, Penerapan dan Pengujian. Hasil dan Bahasan pada penelitian Penerapan Metode Key Performance Indikator (Kpi) Dalam Sistem Penilaian Karyawan didalam membangun meliputi dari 5 perancangan 7 user interface didalam penerapan pembuatan program. Didalam pengujian dilakukan dengan 2 cara yaitu white box dan black box, dimana white boxmencari jarak yang tercepat dengan menggunakan proses uji flowchart dan flowgraph. Sedang kan black box 4 cara yaitu penentuan uji form,UAT,Pre test dan Post Test. Kesimpulan pada penelitian Penerapan Metode Key Performance Indikator (Kpi) Dalam Sistem Penilaian Karyawan didalam membangun meliputi dari 5 perancangan 7 user interface didalam penerapan pembuatan program.Didalam pengujian dilakukan dengan 2 cara yaitu white box dan black box, dimana white box mencari jarak yang tercepat dengan menggunakan proses uji flowchart dan flowgraph. Sedang kan black box 4 cara yaitu penentuan uji form,UAT,Pre test dan Post Test, pada pengujian uji form dan UAT dilakukandengan baik. Sedangkan pengujian pretest rata-rata yang didapatkan 21.1 dan post test rata-rata mendapatkan 41.8, dari hasil pengujian tersebut maka Penerapan Metode Key Performance Indikator(Kpi) Dalam Sistem Penilaian Karyawan dapat diterapkan dan digunakan dengan baik serta terlas sesuai dengan proses bisnis yang diharapkan.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI HASIL PRODUKSI DENGAN MENERAPKAN METODE SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE Hendrawan, S.Kom., M.Kom, Ade Hendri
Krea-TIF: Jurnal Teknik Informatika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.336 KB) | DOI: 10.32832/kreatif.v4i2.805

Abstract

Teknologi informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam berbagai aspek kehidupan berbisnis baik dalam instansi pemerintah ataupun instansi swasta yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mendukung dan mengontrol kemajuan perusahaan. Dari berbagai industrimanufaktur di Indonesia, seperti perusahaan yang bergerak dibidang garment tampak adanya kesenjangan komunikasi dan kerja sama antar divisi pada perusahaan yang bertanggung jawab memberikan informasi yang berkaitan dengan hasil produksi perusahaan. Rumusan masalah dari latarbelakang tersebut adalah bagaimana menerapkan metode SDLC didalam membangun sisteminformasi hasil prouksi dan tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan metode SDLC didalam membangun sistem informasi hasil prouksi. Metode penelitian pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan System Development Life Cycle (SDLC) beberapa tahapan yang meliputi Analisis,Perancangan dan Implementasi. Hasil dan pembahasan yang meliputi (i) Analisis dimana analisis yang digunakan meliputi 3 tahap yang terdiri dari analisis sistem yang sedang berjalan, analisissistem yang akan dikembangkan dan analisis sistem. (ii) Perancangan yang digunakan 5 tahap yang terdiri dari perancangan kontruksi sistem, use case diagram, activity diagram, class diagram dansequence diagram. (ii) Penerapan atau implementasi meliputi 3 tahap yang terdiri dari input data master, input data transaksi dan laporan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Dengan adanya sisteminformasi pencatatan hasil Output produksi ini, diharapkan dapat membantu User untuk mengumpulkan data hasil produksi sehingga memudahkan User dalam memperoleh sumber informasi secara cepat dan akurat serta mengurangi resiko hilangnya data. Memudahkan kepada para penggunasistem untuk mengolah dan memperoleh informasi disaat melakukan transferring hasil Output produksi. Membantu untuk meningkatkan dan memperluas data akses didalam penginputan dan monitoring produksi dalam ruang lingkup internal perusahaan di setiap bagiannya.
EVALUASI KINERJA DESAIN JARINGAN AKSES FTTH (GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK) GPON DI STO PENGADILAN BOGOR Adhi Prakosa, S.Kom., M.Kom, Bayu; Maulana, Cepi
Krea-TIF: Jurnal Teknik Informatika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.741 KB) | DOI: 10.32832/kreatif.v4i2.810

Abstract

Telkom Indonesi Tbk mengadopsi teknologi Fiber To The Home (FTTH) dalammenggelar layanan Triple Play terdiri dari Voice, Video dan IPTv. Fiber To The Home (FTTH) didefinisikan sebagai arsitektur jaringan optik dari central office (STO Pengadilan Bogor) sampai kepada perangkat pelanggan. GPON (Gigabit Passive Optical Network) merupakan teknologi Passive Optical Network (PON) berbasis Asyncronous Transfer Mode (ATM), mendukung suara dan data, efesiensi 70% dan memiliki bandwidth 622Mbps, diadopsi dari standar ITU tahun 1999. Terdiri dariATM Passive Optical Network (APON) dan Broadband Passive Optical Network (BPON) merupakan standar Passive Optical Network (PON) pertama. digunakan untuk aplikasi bisnis mengadopsi teknologi Asyncronous Transfer Mode (ATM). Broadband Passive Optical Network (BPON) merupakan perkembangan dari ATM Passive Optical Network (APON), teknologi ini mendukung Wavelength Division Multiplexing (WDM) dan alokasi bandwidth upstream yang besar. DesainOptical Distribution Cabinnet (ODC) 1 Unit, Optical Distribution Point (ODP) 12 Unit, spliter 1:4 4 Unit diletakan di Optical Distribution Cabinnet (ODC), spliter 1:8 16 Unit diletakan di Optical Distribution Point (ODP) Perumahan, dan Optical Network Terminal (ONT) 128 Unit yang terletak dirumah pelanggan. Pada jarak terjauh dengan rata-rata 6.012 km, hasil ukur OLT ke OTB dengan patch core 20 meter berdasarkan teori +3.37 dB, hasil ukur menggunakan OTDR sebesar +3.31 dBdidapatkan nilai selisih sebesar 0.06 dB. Hasil ukur spliter 1:4 berdasarkan teori – 7.25 dB sedangkan hasil pengukuran menggunakan OTDR sebesar -4.11 dB ditambah hasil ukur keluaran dari OLT +3.37dB = -7.48 dB sehingga didapatkan nilai selisih 0.23 dB, hasil ukur spliter 1:8 berdasarkan teori – 10.38 sedangkan hasil pengukuran menggunakan OTDR sebesar -7.52 dB ditambah hasil ukur keluarandari OLT +3.37 dB = -10.89 dB sehingga didapatkan nilai selisih 0.51 dB, untuk konektor berdasarkan teori -0.25 sedangkan hasil pengukuran menggunakan OTDR sebesar -0.22 dB sehingga didapatkanselisih 0.03 dB. Total redaman spliter 1:4 = +3.37 – (- 4.11) = -7.48 dan total redaman spliter 1:8 = +3.37 – (-7.52) = -10.89, hasil pengukuran yang di dapatkan dengan rumus loss budget sebesar 20.92dB untuk Upstream 23.83 dB untuk Downstream dengan rumusan yang ada baik secara teori ataupun dilapangan hasil tersebut masih berada dalam toleransi yang ditetapkan ITU-T G.984 sebesar 28 dBserta PT. Telkom Indonesia Tbk. sebesar 28 dB.
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JARINGAN BERBATUAN WINDOWS SERVER DENGAN METODE NETWORK DEVELOPMENT LIFE CYCLE (NDLC) STUDI KASUS PT. ALKO MANDIRI Bernadisman, Dora
Krea-TIF: Jurnal Teknik Informatika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.954 KB) | DOI: 10.32832/kreatif.v4i2.807

Abstract

Teknologi file sharing biasa kita temui pada jaringan komputer berbasis sistem operasi Microsoft Windows. Sebagaian besar pengguna komputer dan jaringan lebih familiar menggunakan teknologi tersebut karena memang sebagaian pengguna komputer dan jaringan tersebut masih menggunakan sistem operasi Micro soft Windows sebagai sistem operasi utama pada komputernya.Windows 2008 Server merupakan Network Operating System (NOS) untuk melakukan konfigurasi dan manajemen jaringan baik skala kecil, menengah, maupun besar. Teknologi sistem operasi 2008 Serversebenarnya merupakan kelanjutan teknologi windows 2003 Server yang telah cukup lama digunakan secara luas di pasaran. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana cara mengelolah computer dengan menggunakan sistem operasi server ?. untuk menjawab rumusan masalah tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengelolah computer dengan menggunakan sistem operasiserver. Metode penelitian yang digunakan dengan menggunakan Network Development Life Cycle (NDLC) beberapa tahapan yang meliputi Analisis, Design, Simulation Prototyping, Implementation,Monitoring dan Management. Kesimpulan pada penelitian Pembangunan Infrastruktur Jaringan Berbantuan Windows Server Dengan Metode NDLC memiliki 6 tahap yaitu (i) Analisis yang meliputi kebutuhan sistem baik perangkat keras mapupun perangkat lunak.(ii) Design yang meliputi topologijaringan dan perancangan group policy.(iii) Prototyping melakukan sistem virtualisasi sebelum melakukan implementasi server yang sebenarnya (Real). (iv) Implementasi meliputi Penamaan Server dan Client, DNS, Active Directory, Struktur OU, Join Domain dan Implementasi Group Policy Objek(GPO). (v) monitoring meliputi pengujian join domain. (vi) Manajemen yang meliputi hak akses pada user.
PERFORMA JARINGAN NIRCABLE DENGAN QUALITY OF SERVICE (QOS) PADA STMIK MUHAMMADIYAH BANTEN Johari2, Mamun; Subchan, Mohammad
Krea-TIF: Jurnal Teknik Informatika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/kreatif.v4i2.2043

Abstract

Jaringan wireless pada Fakultas Ilmu Kesehatan hanya menggunakan 1 access point dimana pada access poin tersebut signalnya harus sampai ke semua ruangan yang berada pada Fakultas Ilmu Kesehatan. Masalah yang terjadi adalah dari seluruh ruangan  tersebut ada salah satu ruangan yang tidak mendapatkan signal atau signal lemah. Agar seluruh ruangan tersebut mendapatkan signal didalam melakukan transfer data maka dilakukan suatu analisis, dimana untuk mendapatkan posisi akses client yang terbaik di STMIK MB. Berdasarkan masalah tersebut diperlukan suatu analisis QoS untuk menentukan kualitas transfer data dengan pengujian menggunakan aplikasi wireshark untuk mengetahui data  packet loss, jitter, dan throughput. Metode penelitian yang di gunakan adalah Analisis Data,  Perancangan, Implementeasi dan Pengujian Kualitas Jaringan. Hasil pengukuran kualitas jaringan wifi di STMIK MB memperoleh hasil yang baik, karena memiliki packet loss ruang T 0%, ruang A 0%, ruang B 0%, ruang C 0%, ruang D 0%, ruang E 0%, F 0%, H 0%, I 0%, J 0%, K 0%, L 0%,  jitter ruang T 23,637 ms, ruang A 39,978 ms, ruang B 45,017 ms, ruang C 42,576 ms, ruang D 30,707 ms ruang E 42,545 ms, F 45,911 ms, H 48,28 ms, I 46,545 ms, J 31,684 ms, K 36,3775, L 43,364 ms dan throughput ruang T 504,03 kbps, ruang A 622,454 kbps, ruang B 511,547 kbps, ruang C 455,165 kbps, ruang D 508,326 kbps, ruang E 466,315 kbps, F 514,436 kbps, H 563,879 kbps, I 424,447 kbps, J 612,776 kbps, K 315,9875 kbps, L 485,733 kbps. Sehingga penggunaan wifi di STMIK MB baik untuk diimplementasikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6