cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science
ISSN : 24431249     EISSN : 23551313     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Gambaran Pengetahuan Pasien Tentang Hepatitis Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Hayati, Henni Tri; Murtisiwi - Prodi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta, Lusia
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Hepatitis is a process of liver disease that affects the lung parenchyma, buffer cells, bile ducts and blood vessels. Hepatitis B virus (HBV) has infected a total of 2 billion people in the world and around 240 million are people with chronic hepatitis B virus, Hepatitis C sufferers in the world are estimated at 170 million people and around 1,500,000. In Wonogiri District in 2019 there were 1,142 people diagnosed with hepatitis.Hepatitis health education at RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri aims to better the knowledge and attitude of hepatitis patients so that they can anticipate the transmission of hepatitis. This research was conducted using descriptive methods with data collection in December 2019-January 2020. This research was conducted at the Internal Medicine Polyclinic of dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Hospital. This study obtained as many as 53 patients with the characteristics of patients dominated by male sex (58.5%), ages 46-55 years (45.3%), high school education (49.1%) and private / entrepreneurial work (54.7%). The analysis showed that the knowledge of patients about hepatitis in dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Hospital was the most sufficient category of 47.2%.Keywords: knowledge, hepatitis, patient Abstrak: Hepatitis merupakan proses penyakit hepar yang mengenai parenkim paru, sel-sel kuffer, duktus empedu dan pembuluh darah. Virus Hepatitis B (VHB) telah menginfeksi sejumlah 2 milyar orang di dunia dan sekitar 240 juta merupakan pengidap virus Hepatitis B kronis, penderita Hepatitis C di dunia diperkirakan 170 juta orang dan sekitar 1.500.000. Kabupaten Wonogiri pada Tahun 2019 terdapat 1.142 orang yang terdiagnosis hepatitis. Pendidikan kesehatan hepatitis di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri bertujuan agar pengetahuan dan sikap pasien hepatitis lebih baik sehingga mampu mengantisipasi penularan penyakit hepatitis. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data bulan Desember 2019-Januari 2020. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik penyakit dalam RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Penelitian ini diperoleh sebanyak 53 pasien dengan karakteristik pasien didominasi berjenis kelamin laki-laki (58,5%), usia 46-55 tahun (45,3%), pendidikan sedang tingkat SMA (49,1%) dan pekerjaan swasta/wiraswasta (54,7%). Hasil analisa menunjukkan pengetahuan pasien tentang penyakit hepatitis di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri paling banyak yaitu kategori cukup sebesar 47,2%.Kata kunci: pengetahuan, hepatitis, pasien
Pola Pengobatan Hepatitis B Pada Pasien Rawat Inap di RS Brayat Minulya Surakarta Tahun 2019 Hartini, Hartini; Murtisiwi - Prodi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta, Lusia
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Hepatitis B is a major global health problem. This can cause chronic infections and put people at high risk of death from cirrhosis and liver cancer. This study aims to determine the characteristics and patterns of hepatitis B treatment in inpatients at Brayat Minulya Hospital Surakarta. This research is a non-experimental research conducted retrospectively and analyzed descriptively. This study was conducted on 44 medical records of patients diagnosed with hepatitis B. The results showed that the age group of 46-55 years had the highest percentage of hepatitis B infected as many as 12 patients (27.27%), based on the gender of hepatitis B disease, more suffered by male patients. 23 patients (52.27%). Based on the diagnosis of patients (with or without other diseases) more dominated by hepatitis B patients with other diseases tumors or lumps as many as 8 patients (18.18%). Percentage based on the use of drugs that are widely used are hepatoprotector drugs (curcumin) as many as 19 patients (13.87%), gastrointestinal drugs anti-ulcer groups (ranitidine) as many as 18 patients (13.14%), central nervous system drugs of nausea and vertigo (ondancetron) as many as 31 patients (22.63%), and analgesic drugs (paracetamol) as many as 15 patients (10.94%).Keywords: Hepatitis B, Treatment Pattern, Brayat Minulya Hospital Abstrak: Penyakit hepatitis B merupakan masalah kesehatan global utama. Ini dapat menyebabkan infeksi kronis dan menempatkan orang pada risiko tinggi kematian akibat sirosis dan kanker hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola pengobatan hepatitis B pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Brayat Minulya Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang dilakukan secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dilakukan terhadap 44 catatan rekam medik pasien yang didiagnosis hepatitis B. Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia 46-55 tahun memiliki persentase tertinggi terinfeksi hepatitis B sebanyak 12 penderita (27,27%), berdasarkan jenis kelamin penyakit hepatitis B lebih banyak diderita pasien laki-laki sebanyak 23 penderita (52,27%). Berdasarkan diagnosis pasien (dengan atau tanpa penyakit lain) lebih didominasi oleh pasien hepatitis B dengan penyakit lain tumor atau benjolan sebanyak 8 pasien (18,18%). Persentase berdasarkan penggunaan obat yang banyak  digunakan yaitu obat hepatoprotektor (curcumin) sebanyak 19 pasien (13,87%), obat saluran cerna golongan anti tukak (ranitidin) sebanyak 18 pasien (13,14%), obat sistem saraf pusat golongan mual dan vertigo (ondancetron) sebanyak 31 pasien (22,63%), dan obat analgesik (paracetamol) sebanyak 15 pasien (10,94%).Kata kunci : Hepatitis B, Pola Pengobatan, RS Brayat Minulya
Efektifitas Tehnik Kneading dan Pelvic Rocking untuk Menurunkan Nyeri pada Persalinan Kala I Fase Laten Di Kecamatan Gondang Wicaksono, Putri Ayu; Rahayuningsih-Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Tutik
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Childbirth is a process of releasing the conception of the fetus and placenta at term. 90% of deliveries are always accompanied by pain. Data in Central Java that maternal mortality was 116.01 per 100,000 live births, 49.52% of which occurred due to childbirth. The Maternal Mortality Rate in Gondang District in 2018 was 3/652 live births. Labor pain is a very worrying problem for inpartum mothers, so to relieve labor pain can be overcome by using kneading and pelvic rocking techniques. The aim of this study was to describe the management of kneading and pelvic rocking techniques with acute pain problems during the latent phase of labor. Qualitative research method with a case study approach. Population: post partum mothers. Sample 3 people. Subject taking technique with non-probability sampling with purposive sampling approach. The assessment data showed labor pain with PQRST, the subject was restless, grimaced, clenched his teeth, closed his eyes, and held the pain site, the frequency of uterine contractions in 10 minutes, 1 time the duration of the contraction was 10-20 seconds. TTV: TD: 120 / 80-130 / 90 mmHg, RR: 20-22 times / minute, N: 70-80 times / minute S: 36.2 - 36.5 ° C. The nursing diagnosis of acute pain relates to a biological injury agent (uterine contractions). Kneading and pelvic rocking technique nursing actions were performed for 4 times. Evaluation of kneading and pelvic rocking techniques can reduce the pain level from 5-6 to 3-5 pain scale. Conclusion: kneading and pelvic rocking techniques can reduce the pain scale in the latent phase of labor. Key words: kneading technique, pelvic rocking, pain during the latent phase of labor Abstrak: persalinan merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi janin dan plasenta yang cukup bulan. 90% besar persalinan selalu disertai rasa nyeri. Data di Jawa Tengah kematian maternal sebanyak 116,01 per 100.000 kelahiran hidup, 49,52% terjadi karena proses persalinan. Angka Kematian Ibu Maternal di Kecamatan Gondang pada tahun 2018 adalah 3/652 kelahiran hidup. Nyeri persalinan merupakan masalah yang sangat mencemaskan bagi ibu inpartu, sehingga untuk menghilangkan rasa nyeri persalinan dapat diatasi dengan menggunakan metode teknik kneading dan pelvic rocking. Tujuan penelitian mendeskripsikan penatalaksanaan teknik kneading dan pelvic rocking dengan masalah nyeri akut pada persalinan kala 1 fase laten. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi ibu post partum. Sampel 3 orang. Teknik pengambilan subjek dengan non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data pengkajian didapatkan nyeri persalinan dengan  PQRST, subjek gelisah, meringis, merapatkan gigi, memejamkan mata, dan memegangi lokasi nyeri, frekuensi kontraksi uterus dalam 10 menit 1 kali kontraksi lamanya 10-20 detik. TTV:TD:120/80-130/90 mmHg, RR:20-22 kali/menit, N:70-80 kali/menit S:36,2 - 36,5°C. Diagnosis keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis (kontraksi uterus). Tindakan keperawatan teknik kneading dan pelvic rocking dilakukan selama 4 kali tindakan. Evaluasi tindakan teknik kneading dan pelvic rocking dapat menurunkan tingkat nyeri dari skala nyeri 5-6 menjadi 3-5. Kesimpulan : teknik kneading dan pelvic rocking dapat menurunkan skala nyeri pada persalinan kala 1 fase laten.Kata kunci: teknik kneading, pelvic rocking, nyeri kala I fase laten persalinan
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Makanan Jajanan terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku dalam Pemilihan Makanan Jajanan pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Madegondo Grogol Aderita - Poltekkes Bhakti Mulia, Novi Indah
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Snack food is closely related to school-age children. Research result from the Indonesian Consumers Foundation (YLKI) stated that 98.7% of elementary school children enjoy consuming snacks at school. However, problems often arise from the use of hazardous substances in food, the behavior of children consuming unsafe snacks and the lack of parental supervision of childrens snack behavior. So a strategy is needed to determine the selection of healthy snacks, one of which is by providing health education. This study aims to analyze the effect of health education on increasing knowledge, attitude, and behavioral changes in the selection of snack foods in elementary school 01 Madegondo Grogol. The research design used a pre-post experiment with a pre-test and post-test design approach. The research was conducted in September-November 2019 at elementary school 01 Madegondo Grogol. The number of research subjects with a fixed exposure sampling subject technique. The technique of collecting data with a questionnaire. Data analysis using t-test. The result of this study are: based on the t-test carried out on the knowledge variable, the value of p = 0.000 is obtained, the value of the attitude variable is p=0.033, and the value for the behavior variable is p = 0.000. The results show that there is an effect of health education on increasing knowledge, attitude and behavior changes in the selection of healthy snack food which are proven to be statistically significant. Cooperation between the school and parent is needed to encourage children to behave in healthy lives.Keyword: Health Education, Knowledge, Attitude, Behaviour, Food Snack. Abstrak: Makanan jajanan erat kaitannya dengan anak usia sekolah.  Hasil penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan bahwa 98,7% anak Sekolah Dasar (SD) senang mengkonsumsi jajanan di sekolah. Namun seringkali timbul masalah penggunaan zat-zat berbahaya dalam makanan, perilaku anak mengkonsumsi jajanan yang tidak aman dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap perilaku jajan anak. Sehingga diperlukan strategi untuk mengetahui pemilihan jajanan yang sehat, salah satunya dengan upaya memberikan pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perubahan perilaku dalam pemilihan makanan jajanan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Madegondo Grogol. Desain penelitian menggunakan pre-post eksperimen dengan pendekatan pre test-post test desain. Penelitian dilaksanakan pada September – November 2019 di SDN 01 Madegondo. Jumlah subjek penelitian yang digunakan sejumlah 50 subjek dengan teknik pengambilan subjek fixed exposure sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis data menggunakan t test. Hasil penelitian ini adalah: berdasarkan uji t yang dilakukan pada variable pengetahuan didapatkan nilai p = 0.000, pada variabel sikap didapatkan nilai p = 0.033, dan pada variabel perilaku didapatkan nilai p = 0.000. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perubahan perilaku dalam pemilihan makanan jajanan sehat yang terbukti secara statistic signifikan. Kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua diperlukan untuk mendorong anak berperilaku hidup sehat. Kata Kunci:  Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Makanan Jajanan
Pola Penggunaan Obat Pada Pasien Hepatitis B Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Sarila Husada Sragen Tahun 2019 Widihastuti, Heni; Murtisiwi - Prodi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta, Lusia
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Hepatitis B is a liver infection disease caused by the hepatitis B virus where this virus can cause acute and chronic diseases. This study aims to determine the description of drug use in hepatitis B patients hospitalized at Sarila Husada Sragen General Hospital in 2019. This study is a non-experimental study conducted retrospectively and analyzed descriptively. Study population 95 sheets of medical records 75 study samples were taken using non propability sampling techniques. The sample of this study included: hepatitis B patients who had complete medical record data containing at least the age, sex, type of health care guarantee, diagnosis, there were positive HBsAg laboratory results. The results showed the characteristics of patients by age the most age 56-65 years 31%, the characteristics of patients by sex the most males 57.33%, the characteristics of patients based on the type of health care insurance the most BPJS 53, 33%, the characteristics of patients based on the diagnosis of hepatitis B with or without other diseases most are with other diseases 100%, the percentage based on the most widely used drugs are Curcumin 13.56%, ondansentron 13.27%, ranitidine 8.67%, Echinaceae 4.88%, paracetamol and metamizole respectively 4.61%, spironolactone 3.52%, liver aminophyte 1.63%, lamivudine 0.54%.Keywords: Hepatitis B, Pattern of use medicine, Sarila Husada HospitalAbstrak: Hepatitis B adalah penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B di mana virus ini dapat menyebabkan penyakit akut dan kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pada pasien hepatitis B rawat inap di RSU Sarila Husada Sragen tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang dilakukan secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Populasi penelitian 95 lembar rekam  medis jumlah sampel penelitian 75 yang diambil dengan menggunakan teknik non propability sampling. Sampel penelitian ini meliputi: pasien hepatitis B yang memiliki data rekam medik lengkap minimal memuat data umur, jenis kelamin, jenis jaminan pelayanan kesehatan, diagnosis, ada hasil laboratorium HbsAg positif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien berdasarkan umur yang paling banyak adalah umur 56-65 tahun 31%, karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak adalah laki-laki 57,33%, karakteristik pasien berdasarkan jenis jaminan pelayanan kesehatan yang paling banyak adalah BPJS 53,33%, karakteristik pasien berdasarkan diagnosis hepatitis B dengan atau tanpa penyakit lainya yang paling banyak adalah dengan penyakit lainya 100%, persentase berdasarkan obat yang paling banyak digunakan adalah Curcumin 13,56%, ondansentron 13,27%, ranitidin 8,67%, Echinaceae 4,88%, parasetamol dan metamizole masing-masing 4,61%, spironolacton 3,52%, aminofusin hepar 1,63%, lamivudin 0,54%.Kata Kunci: Hepatitis B, Pola Penggunaan Obat, RS Sarila Husada
Perbedaan Lama Dirawat Pasien Umum dan Pasien BPJS dengan Prosedur Tindakan Caesarean Section di RSIA Dian Pertiwi Karanganyar Tahun 2019 Amalia, Maharani; Pratama-Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Bangkit Ary
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

problems that emerged at RSIA Dian Pertiwi Karanganyar were the length of treatment for general patients and BPJS patients with caesarean section procedures. There was a difference in the average length of stay for general patients by 4 days while BPJS patients are 3 days. Data collection was carried out observational by reviewing inpatient documents on general patient data and BPJS patient data with the caesarean section procedure from the RM sheet 1 summary form of admission and exit of inpatients. The approach method used is retrospective. The results of the analysis of the Mann-Whitney statistical test (0.001 <0.05) so that it can be concluded that there was a significant difference in the length of stay of general patients and BPJS patients with the caesarean section procedure.Keyword: length of stay, caesarean section, general patients, BPJS patients Abstrak: Trend persalinan melalui caesarean section sangat tinggi yakni berkisar antara 30% sampai 70%. Permaslahan yang muncul di RSIA Dian Pertiwi Karanganyar adalah lama perawatan pasien umum dan pasien BPJS dengan prosedur tindakan caesarean section. Terdapat perbedaan rata-rata lama dirawat pasien umum sebanyak 4 hari sedangkan pasien BPJS sebanyak 3 hari. Pengumpulan data dilakukan secara observasional melalui telaah dokumen rawat inap pada data pasien umum dan data pasien BPJS dengan prosedur tindakan caesarean section dari lembar RM 1 formulir ringkasan masuk dan keluar pasien rawat inap. Metode pendekatan yang digunakan adalah retrospektif. Hasil analisis uji statistik mann-whitney (0,001<0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan secara signifikan lama dirawat pasien umum dan pasien BPJS dengan prosedur tindakan caesarean section.Kata kunci:  lama dirawat, caesarean section, pasien umum, pasien BPJS
Hubungan Polifarmasi dan Potensi Interaksi Obat Ranitidin Pasen Rawat Inap di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Lestari, Puji; Wahyuningsih-Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Sri Saptuti
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Drug interactions are one of eight categories of drug related problems that can affect a patient's clinical outcome, with the increasing complexity of drugs used in current treatment and the likelihood of polypharmacy practices, the possibility of drug interactions is greater. Results of preliminary studies conducted at RSUD Ir.Soekarno Sukoharjo, in 2019 there were 11,432 cases of hospitalized patients, with the number of adult patients (According to the Indonesian Ministry of Health, 2009 people aged 26-45 years) as many as 2,044 people. The number of cases is known to many ranitidine preparations given to adult patients hospitalized.The purpose of this study was to determine whether there is a correlation between polypharmacy and the potential interactions of ranitidine drugs in inpatients at RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo.The type of research used in this study was non-experimental analytic descriptive using a retrospective study design. The study population was all inpatient prescription sheets at Ir.Soekarno Sukoharjo Regional Hospital in the October - December 2019 period that received ranitidine preparations. The sampling technique in this study uses simple random sampling. The research variables are polypharmacy and potential interactions of ranitidine drugs. The research instrument is a checklist and drugs.com application. Data analysis using the Chi-Square test method. There was no relationship between polypharmacy and the potential interactions of ranitidine drugs in inpatients at RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo with a value of p = 0,568 and r = 0,68.Keywords: Polypharmacy, Drug Interaction, Ranitidine Abstrak : Interaksi obat merupakan satu dari delapan kategori masalah terkait obat (drug related problem) yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien, dengan meningkatnya kompleksitas obat-obat yang digunakan dalam pengobatan saat ini dan kecenderungan terjadinya praktik polifarmasi, maka kemungkinan terjadinya interaksi obat semakin besar. Hasil study pendahuluan yang dilakukan di RSUD Ir.Soekarno Sukoharjo, pada tahun 2019 tercatat sebanyak 11.432 kasus pasien rawat inap, dengan jumlah pasien dewasa (Menurut Depkes RI, 2009 orang berusia 26-45 tahun) sebanyak 2.044 orang. Jumlah kasus tersebut diketahui sediaan ranitidin banyak diberikan kepada pasien dewasa rawat inap.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan polifarmasi dan potensi interaksi obat ranitidin pada pasien rawat inap di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah non eksperimental secara deskriptif analitik menggunakan desain studi retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh lembar resep pasien rawat inap di RSUD Ir.Soekarno Sukoharjo periode Oktober - Desember 2019 yang mendapat sediaan ranitidin.  Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Simple random sampling. Variabel penelitian yaitu polifarmasi dan potensi interaksi obat ranitidin. Insrtumen penelitian berupa checklist dan aplikasi drugs.com. Analisis data menggunakan metode uji Chi-Square. Menunjukkan tidak ada hubungan antara polifarmasi dan potensi interaksi obat ranitidin pada pasien rawat inap di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo dengan nilai p = 0,568 dan r = 0,68.Kata Kunci : Polifarmasi, Interaksi Obat, Ranitidin
Pengaruh Kepatuhan Terhadap Efektivitas Terapi Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rs. Dr Oen Solo Baru Anggraini, Truly Dian; Dewi - Prodi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta, Cahya Kusuma
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Diabetes Mellitus is a chronic disease that does not cause death directly, but fatal if notmanaged appropriately. Control of DM disease process is largely determined by the high treatment compliance to prevent any complications. This research is an analytic with cross sectional study done prospectively to population of 266 patients with type II diabetes mellitus in Internist policlinicDr. Oen Solo Baru hospital in November 2018 - January 2019 with a sampling technique is pusposive sampling. This study was conducted to determine the percentage of patients' adherence to treatment of type II diabetes mellitus provided and determine whether there is a correlation between the level of compliance therapy on the effectiveness of the therapy. From the research that has been done shows a high level of compliance (32.3%), moderate (50.4%) and low (17.3%). Characteristics of patients with type II DM obtained is aged 56-65 (45.9%), women (62.8%), basic education (65.4%), did not work (62.0%), experienced obese 1 (32 , 3%), disease duration 1-5 years (53.0%), with no family history of diabetes (69.9%), got support (74.1%), did not exercise (62.8%), using BPJS health (93.6%), got a combination of two drugs (48.9%), metformin + glimepiride (34.5%) had comorbidities (74.8%), one of comorbidities (34.2%), is hypertension (28.1%), From the research it can be concluded there is a correlation between the level of compliance therapy on the effectiveness of the therapy (p Value = 0.000).   Keywords : Diabetes mellitus type II, adherence to therapy, the effectiveness of the therapy Abstrak : Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronik yang tidak menyebabkan kematian secara langsung, tapi berakibat fatal bila pengelolaannya tidak tepat. Proses kontrol terhadap penyakit DM sangat ditentukan oleh kepatuhan berobat yang tinggi untuk mencegah segala komplikasi. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional yang dikerjakan secara prospektif tehadap populasi sebanyak 266 pasien DMtipe II di PoliklinikDalam RS. Dr Oen Solo Baru bulan Nopember 2018 - Januari 2019 dengan tehnik pengambilan sampel pusposive sampling. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase tingkat kepatuhan pasien DM tipe II terhadap terapi yang diberikan serta mengetahui ada tidaknya korelasi antara tingkat kepatuhan terapi terhadap efektivitas terapi. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil tingkat kepatuhan tinggi (32,3%), sedang (50,4%) dan rendah (17,3%). Karakteristik pasien DM tipe II yang diperoleh yaitu berusia 56-65 (45,9%), perempuan (62,8%), pendidikan dasar (65,4%), tidak bekerja (62,0%), mengalami obes 1 (32,3%), lama sakit 1-5 th (53,0%), tanpa riwayat DM keluarga (69,9%), mendapat dukungan (74,1%), tidak olah raga (62,8%), menggunakan BPJS kesehatan (93,6%), mendapat kombinasi 2 obat (48,9%), terapi metformin + glimepiride (34,5%), memiliki penyakit penyerta (74,8%), satu penyakit penyerta (34,2%) yaitu hipertensi (28,1%). Dari penelitian dapat disimpulkan terdapat korelasi antara tingkat kepatuhan terapi terhadap efektivitas terapi (P value =0,000).Kata kunci: Diabetes mellitus tipe II, kapatuhan terapi, efektivitas terapi
Pijat Kaki Dan Pisang Ambon Atasi Masalah Perilaku Mencari Pertolongan Kesehatan Pada Keluarga Hipertensi Savitri, Noviyanti; Yuliyanti - Poltekkes Bhakti Mulia, Tutik
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Lack of community knowledge about the treatment of hypertension results in families making behavioral efforts seeking health help. One effort to utilize health services to improve the level of health with non-pharmacological treatment is foot massage therapy and consumption of ambon bananas. This study aims to describe the management of foot massage and administration of ambon bananas with behavioral problems seeking health help in families with hypertension. This type of descriptive research using a nursing process approach, the method of collecting research subjects with Purposive Sampling was conducted on 5 subjects. The assessment obtained historical data of having hypertension since 3 years, rarely checking blood pressure unless you feel dizziness that is unbearable, have not been able to increase the degree of health higher, lack of understanding about the disease, have difficulty sleeping at night and feel heavy in the neck, dizziness, still consume excess salt and goat meat, lazy to exercise, stress the disease is sustainable, like drinking coffee and smoking. TTV: average BP: 150 / 100-90 mmHg, pulse: 80-100 times / minute, respiration: 16-24 times/ minute, temperature: 36.50-37.50C. Nursing problems in managing health care seeking behavior are related to lack of knowledge about health care. Nursing plan with foot massage therapy and ambon banana. Nursing measures to assess the improvement of health status, observing TTV, foot massage and giving ambon bananas. The results after foot massage for 6 visits for 2 weeks and giving ambon bananas for 5 consecutive days the behavior problems seeking health help was resolved. Conclusion: the act of foot massage and giving ambon bananas to the family can reduce high blood pressure.Keywords: Therapy of foot massage, Ambon banana, health seeking behavior, hypertension Abstrak: Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang perawatan hipertensi berakibat keluarga melakukan upaya perilaku mencari pertolongan kesehatan. Salah satu upaya pemanfaatan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan derajad kesehatan dengan pengobatan non farmakologis yaitu terapi pijat kaki dan komsumsi pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penatalaksanaan pijat  kaki dan pemberian pisang ambon dengan masalah perilaku mencari pertolongan kesehatan pada keluarga yang mengalami hipertensi. Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan, metode pengambilan data subjek penelitian dengan Purposive Sampling dilakukan terhadap 5 subjek. Pengkajian didapatkan data riwayat mengalami hipertensi sejak 3 tahun, jarang memeriksakan tekanan darah kecuali jika merasakan pusing yang tidak tertahankan, belum dapat meningkatkan derajat kesehatan yang lebih tinggi, kurang mengerti tentang penyakitnya, mengalami sulit tidur pada malam hari dan terasa berat di tengkuk, pusing, masih mengkonsumsi garam berlebih dan daging kambing,  malas untuk berolahraga, stres penyakitnya berkelanjutan, suka minum kopi dan merokok. TTV : TD rata – rata  : 150/100-90 mmHg,  nadi : 80-100 kali/menit, respirasi : 16-24 kali/menit, suhu: 36,50- 37,50C. Masalah keperawatan penatalaksanaan perilaku mencari pertolongan kesehatan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan terhadap  perawatan kesehatan. Rencana keperawatan dengan terapi pijat kaki dan pemberian pisang ambon. Tindakan keperawatan melakukan pengkajian terhadap peningkatan derajad kesehatan, mengobservasi TTV,melakukan pijat kaki dan pemberian pisang ambon. Hasil setelah dilakukan pijat kaki selama 6 kali kunjungan selama 2 minggu  dan pemberian pisang ambon selama 5 hari secara berturut-turut masalah perilaku mencari pertolongan kesehatan teratasi.Simpulan: tindakan pijat kaki dan pemberian pisang ambon pada keluarga dapat menurunkan tekanan darah tinggi.Kata kunci : Terapi pijat kaki, pisang ambon, perilaku mencari pertolongan kesehatan, hipertensi
Penatalaksanaan Olahraga Jalan Kaki Pada Anak Usia Sekolah Dengan Masalah Keperawatan Obesitas Di Desa Sengon Kabupaten Sukoharjo Khairunnisa, Winda Ayu; Dermawan-Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Deden Dermawan
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Obesity is a condition that exceeds a person's relative body weight as a result of accumulation of nutrients, especially carbohydrates, fats and proteins. The prevalence of overweight children and toddlers in Central Java is 7.6%, and in Sukoharjo District, the prevalence of overweight children and toddlers is quite high, namely 12.3%. Childhood obesity has both immediate and long-term effects on their health and well-being. Obesity in children can be overcome by using physical activity, sports walking. The research objective with this action is to describe the management of excess body weight by walking on the problem of nursing obesity in school age children. The research design is a qualitative research with a case study approach using the nursing process. Population: children with obesity. The technique of taking the subject is using non-probability sampling with purposive sampling approach. Subject 2 people. Assessment data: the subject is obese and likes to eat foods high in calories, drinks sweet drinks and rarely does sports activities. Nursing diagnosis: obesity is associated with mean physical activity less than recommended according to gender and age. Nursing actions monitor vital signs, discuss with subjects about walking exercise, weight gain, weight loss, health problems when weight increases, calculating ideal body weight, and encouraging patients to consume adequate water every day. Evaluation: walking exercise can reduce the complaints of the subject being easily tired after the activity.Keywords: walking exercise, obesity. Abstrak: Obesitas adalah suatu keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang sebagai akibat penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein. Prevalensi anak dan balita yang Mengalami kegemukan di Jawa Tengah yaitu 7,6 %, dan di Kabupaten Sukoharjo, prevalensi anak dan balita overweight cukup tinggi, yaitu 12,3%. Obesitas pada anak memiliki efek baik langsung maupun jangka panjang pada kesehatan dan kesejahteraannya. Obesitas pada anak dapat diatasi dengan menggunakan aktivitas fisik olahraga jalan kaki. Tujuan penelitian dengan tindakan ini untuk mendeskripsikan penatalaksanaan kelabihan berat badan dengan olahraga jalan kaki pada masalah keperawatan obesitas anak usia sekolah. Desain penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan proses keperawatan. Populasi: anak dengan kegemukan. Teknik pengambilan subjek dengan non-probality sampling pendekatan purposive sampling. Subjek 2 orang. Data pengkajian: subjek gemuk dan suka makan makanan yang tinggi kalori, minum minuman yang manis dan jarang melaksanakan aktivitas olahraga. Diagnosis keperawatan: obesitas berhubungan dengan rata-rata aktivitas fisik kurang dari yang di anjurkan menurut gender dan usia. Tindakan keperawatan memonitor tanda-tanda vital, mendiskusikan pada subjek tentang olahraga jalan kaki, peningkatan berat badan, penurunan berat badan, masalah kesehatan bila BB meningkat,  menghitung berat badan ideal, dan mendorong pasien untuk mengkonsumsi air yang cukup setiap hari. Evaluasi: olahraga jalan kaki dapat mengurangi keluhan subjek mudah lelah setelah beraktivitas.Kata Kunci: olahraga jalan kaki, obesitas.