cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2013): Mei" : 9 Documents clear
METODE DISKUSI DEBAT TEKNIK ITEMIZED RESPONSE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA Ni Nyoman Juliani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i2.400

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas X UPW SMK PGRI 1 Singaraja,mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru dan siswa setelah menerapkan metode pembelajaran diskusi debat berbantuan teknik itemized response, dan menemukan solusi terhadap kendala yang ditemukan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua kali siklus tindakanyang terdiri dariperencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X UPW SMK PGRI 1 Singaraja yang berjumlah 37 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan metode kuantitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi,pemberian tes, dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar PKn siswa dari 66,3 dengan ketuntasan belajar secara klasikal 68% pada siklus I menjadi sebesar 76,4 dengan ketuntasan belajar secara klasikal 91,8% pada siklus II.Kendala yang dihadapi dalam penerapan metode pembelajaran ini yaitu sulitnya memilih materi yang didebatkan, kreatifitas siswa dalam memecahkan masalah pro kontra, jumlah siswa dalam penerapan teknik itemized response.Solusi yang dilakukan dalam meminimalisir kendala-kendala yang dihadapi adalah menyiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti pelajaran,hanya siswa yang belum aktif diberikan perlakuan teknik itemized response.Kata-kata kunci: diskusi debat, teknik itemized response, hasil belajar PKn
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2012/2013 Ni Made Asri Jayanti
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i2.401

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Singaraja; (2) mengetahui kendala-kendala yang dialami siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 35 orang. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data hasil belajar siswa terdiri dari rata-rata kelas, daya serap dan ketuntasan belajar secara klasikal. Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar berbentuk 20 soal obyektif dan data kendala-kendala siswa dikumpulkan dengan pengamatan pada saat proses pembelajaran (observasi). Hasil dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sebelum dilakukan tindakan, hasil belajar siswa masih rendah. Setelah dilakukan tindakan maka, rata-rata hasil belajar pada siklus I adalah sebesar 76,57 dan termasuk katagori sedang (cukup) dengan daya serap 76,57% dan ketuntasan klasikal sebesar 65,71%, sedangkan rata-rata hasil belajar pada siklus II adalah sebesar 82,86 dan termasuk katagori tinggi (baik) dengan daya serap 82,86% dan ketuntasan klasikal sebesar 94,28%. Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar dari siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 6,29. Kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah hubungan siswa dengan teman-teman dalam satu kelompok diskusi dalam kegiatan belajar mengajar masih kurang, partisipasi dan kesungguhan siswa dalam kegiatan belajar mengajar masih kurang, kurangnya efektivitas pemanfaatan waktu dalam kegiatan belajar mengajar.Kata-kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, Tipe Numbered Head Together (NHT), Lembar Kerja Siswa (LKS), Hasil Belajar PKn Siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS XI IPA 4 SMA N 2 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2012/2013 NI PUTU RISKIANA DEWI
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i2.402

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament terhadap aktifitas dan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada siswa kelas XI IPA 4 SMA N 2 Singaraja Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (class room action research) dalam pelaksanaannya sebanyak dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA N 2 Singaraja yang berjumlah 32 orang dengan rincian laki-laki 12 orang dan perempuan 21 orang. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan kriteria tingkat penguasaan secara individu 76% dan 85% untuk ketuntasan secara klasikal. Data aktifitas siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, data hasil belajar siswa terdiri dari rata-rata kelas, daya serap, dan ketuntasan belajar secara klasikal dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar berbentuk soal obyektif. Sebelum dilaksanakan tindakan aktifitas dan hasil belajar siswa masih rendah. Pada siklus I aktifitas siswa mengalami peningkatan menjadi aktif dengan rata-rata skor 8,92. Rata-rata kelas mengalami peningkatan menjadi 79,68 dengan daya serap 79,68% dan ketuntasan belajar klasikal 68,75%. Pada siklus II rata-rata aktifitas siswa mengalami peningkatan sebesar 1,89 dari 8,92 pada siklus I menjadi 10.81 pada siklus II. rata-rata skor hasil belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 6,57 dari 79,68 pada siklus I menjadi 86,25 pada siklus II. Ketuntasan belajar secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 31,25% dari 68,75% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar PKn pada siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 2 Singaraja Tahun Pelajaran 2012/20113.Kata-kata kunci: Teams Games Tournament, Aktifitas, Hasil belajar PKn
DAMPAK PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DITINJAU DARI HUKUM ADAT BALI DI DESA KAMASAN, KECAMATAN KLUNGKUNG, KABUPATEN KLUNGKUNG I MADE JUNIARTA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i2.403

Abstract

ABSTRAKSecara umum perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk dapat melangsungkan perkawinan yang bahagia dan kekal, menurut undang-undang perkawinan nomor 1 tahun 1974 pasal 2 ayat (1), “sah atau tidak suatu perkawinan ditentukan oleh hukum agamanya dan kepercayaan masing-masing. Selain itu didalam undang-undang nomor 1 tahun 1974 telah dengan tegas menentukan umur seseorang untuk dapat melangsungkan perkawinan, karena perkawinan juga mempunyai hubungan erat dengan masalah kependudukan, ternyata makin muda seseorang menikah, laju kelahiran akan bertambah tinggi secara biologis perkawinan usia muda lebih menyuburkan, akibatnya pertambahan penduduk yang meledak, belum lagi masalah kesehatan, perumahan, makanan dan lapangan pekerjaan. Soal umur dalam perkawinan, bukan semata-mata urusan peraturan undang-undang yang mengaturnya, yang lebih mendasar adalah peran keluarga dan masyarakat. Agar tidak terjadi perkawinan di bawah umur, undang-undang perkawinan telah menentukan umur seseorang untuk dapat melangsungkan perkawinan, namun dalam hukum adat tidak menentukan secara tegas umur seseorang untuk dapat melakukan perkawinan, hanya ada suatu patokan saja, tetapi tetap menjunjung tinggi dan mendukung adanya undang-undang yang berlaku. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinnya perkawinan di bawah umur di Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung (2) Mengetahui dampak hukum perkawinan di bawah umur ditinjau dari hukum adat Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, dan yang menjadi subjek penelitian yaitu : (1) kepala desa, (2) bendesa adat, (3) kelian dines serta tokoh-tokoh masyarakat yang mengerti tentang perkawinan di lingkungan Desa Kamasan. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa: 1) metode wawancara; 2) metode observasi; 3) metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kulitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) penyebab perkawinan di bawah umur dalam masyarakat adalah akibat terjadinya kehamilan si wanita, yang disebabkan oleh pegaulan bebas seperti kumpul kebo, seks bebas dan lain sebagainya. Guna menghindari lahirnya anak yang tidak sah terpaksa anaknya dikawinakan belum cukup umur untuk menghindari aib yang menimpa; (2) Perkawinan merupakan suatu hal yang paling penting dalam kehidupan manusia dalam hal menurunkan keturunan yang sah, perkawinan merupakan suatu jalan untuk meringankan atau melepaskan derita orang tua atau leluhur setelah meninggal. Suatu perkawinan telah dianggap selesai setelah dilaksanakan upacara mabyakala. Sebelum dilaksanakan upacara tersebut perkawinan belum mempunyai akibat hukum, adanya akibat hukum ini penting sekali hubungannya dengan sahnya perbuatan hukum itu. Suatu perkawinan yang menurut hukum dianggap tidak sah, maka anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut adalah anak yang tidak sah.Kata Kunci: Perkawinan di bawah umur
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL BERBANTUAN POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN NI WAYAN WIDYA YANTI
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i2.404

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran PBL berbantuan power point. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Bhaktiyasa Singaraja tahun pelajaran 2012/2013. Data hasil belajar diperoleh dari tes akhir Siklus yang dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif dan untuk hambatan-hambatan yang ditemui dalam penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua Siklus pembelajaran dengan tahapan meliputi perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi tindakan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa yaitu dari 75,90 dengan ketuntasan klasikal 54% pada Siklus I menjadi 81,13 dengan ketuntasan klasikal 100% pada siklus II, hambatan-hambatan yang ditemui dalam proses pembelajaran yaitu siswa belum sepenuhnya dapat mengikuti model pembelajaran yang diterapkan, fasilitas yang masih terbatas untuk penggunaan media power point di SMA Bhaktiyasa Singaraja, alokasi waktu yang terbatas untuk setiap pertemuan, keterbatasan buku penunjang yang dimiliki siswa, adapun solusi yang dapat diberikan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut yaitu menekankan kembali langkah-langkah pembelajaran yang diterapkan, menyusun jadwal untuk penggunaan ruangan multimedia, menyusun RPP dengan baik, dan setiap akhir pertemuan guru memberikan siswa tugas untuk mencari materi di internet maupun buku penunjang lainnya.Kata Kunci: Model pembelajaran problem based learning, media power point, Hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA Ni Luh Rismayani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i2.405

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas X4 SMA Negeri 1 Sukasada melalui penerapan model pembelajaran discovery learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi atau evaluasi dan refleksi yang dilakukan di setiap siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X4 SMA Negeri 1 Sukasada yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh melalui metode observasi dan wawancara dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif sedangkan data yang diperoleh melalui tes hasil belajar dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan rata-rata hasil belajar siklus I ke siklus II sebesar 9,2%. Peningkatan ketuntasan klasikal siklus I ke siklus II sebesar 33,4%. Kendala yang dihadapi dalam penerapan model discovery learning yaitu siswa belum terbiasa dengan penerapan model discovery learning sehingga sangat sulit bagi guru untuk mengeksplorasi respon-respon siswa. Solusi yang dilakukan adalah memberikan permasalahan di awal pertemuan supaya siswa membaca dan menemukan sendiri pemecahan masalah dalam buku atau sumber belajar yang dia milikiKata Kunci: Discovery learning, Hasil Belajar PKn.
EKSISTENSI HUKUM ADAT DALAM MENJAGA KEHARMONISAN MASYARAKAT BALI (Penerapan Pararem di Desa Pakraman Jumpai, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung) I Made Mardika
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i2.406

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang melatarbelakangi Warga Desa Pakraman Jumpai membuat pararem, (2) Untuk mengetahui efektivitas penerapan pararem di Desa Pakraman Jumpai.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbentuk deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Pakraman Jumpai. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan subyek penelitian. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah Prajuru Desa Pakraman Jumpai dan Masyarakat Desa Pakraman Jumpai. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode pencatatan dokumen, metode wawancara sebagai metode yang utama, dan metode kuisioner sebagai data komplementer, sedangkan dalam mengolah data dilakukan secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan, (1) Warga Desa Pakraman Jumpai membuat pararem dilatarbelakangi karena sering terjadi tindakan kekerasan, keonaran, perkelahian, serta konflik yang dilakukan oleh warga Desa Pakraman Jumpai. Tidak jarang konflik yang terjadi meluas menjadi konflik adat yang melibatkan desa pakraman dan atau banjar adat. Sebagai rekasi dari peristiwa tersebut, maka dalam Paruman/Rapat Desa Pakraman Jumpai pada tanggal 2 November 2007 disepakati dan disahkan pararem yang mengatur masalah kekerasan, perkelahian, konflik dan perilaku menyimpang lainnya. (2) Penerapan pararem di Desa Pakraman Jumpai sudah efektif. Hal ini dapat dilihat dari substansi pararem yang sudah disesuaikan dengan perubahan masyarakat saat ini, sehingga dapat menyentuh kehidupan masyarakat. Dilihat dari penegakkannya, para Prajuru Desa Pakraman Jumpai yang dibantu Pecalang sudah menjalankannya dengan bijak dan adil. Kemudian dilihat dari dukungan masyarakatnya, kesedaran akan pararem ini telah dijalankan dan dipatuhi dengan baik oleh masyarakat. Indikasi yang membuktikannya adalah intensitas kekerasan, perkelahian, konflik dan perilaku menyimpang lainnya yang signifikan berkurang.Kata Kunci : Konflik, Efektivitas Pararem
PERGESERAN FUNGSI DAN PERANAN PECALANG TERHADAP PELAKSANAAN SWADHARMANYA DALAM DESA ADAT (Studi Kasus di Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem) I Wayan Gede Suarnata
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i2.407

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan pada lingkungan Desa Adat Besakih yang bertujuan untuk mengetahui (1) terjadi pergeseran fungsi dan peranan pecalang di Desa Adat Besakih, (2) dampak dari terjadinya pergeseran fungsi dan peranan pecalang terhadap masyarakat Desa Adat maupun Desa Dinas. Subyek penelitian ini adalah: Masyarakat Desa Adat Besakih yang meliputi: Perbekel Desa Besakih, kelihan adat, ketua pecalang Desa Adat, anggota masyarakat yang menjadi anggota pecalang Desa Adat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis data kualitatif, yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi berupa kata-kata tertulis dan lisan dari orang-orang dan perilaku yang teramati. Secara keseluruhan proses analisis data dalam penelitian akan dilakukan dengan langkah-langkah secara siklus yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pengambilan keputusan. Hasil penelitian ini adalah: (1) terjadi pergeseran fungsi dan peranan pecalang, karena adanya tiga faktor yang mempengaruhi yaitu faktor pertama petugas pembantu pemungut distribusi dibawah tim penataan dan pengawasan pura agung Besakih, kedua bertugas untuk mengatur keamanan dan ketertiban kendaraan bermotor yang berada diterminal, ketiga mengatur ketertiban harus wisatawan. (2) dampak dari terjadinya pergeseran fungsi dan peranan pecalang terhadap masyarakat Desa Adat yaitu dilihat dari segi pencitraan artinya citra Desa Adat Besakih terangkat dengan pecalang mengalami pergeseran fungsi dan peranan di Desa Adat Besakih sedangkan untuk Desa Dinas tidak begitu merasakan adanya dampak yang signifikan, karena Desa Dinas hanya mengatur dan mengurus masalah-masalah administrasi pemerintahan dan pembangunan dalam lingkup dibawah kecamatan.Kata-kata kunci: Pecalang, Pergeseran Fungsi dan Peranan, Desa Adat
KEDUDUKAN WANITA BALU DALAM HUKUM ADAT BALI (Sudi Kasus Hak dan Kewajiban Wanita Balu dalam Hukum Adat Di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar) I Gede Eva Janu Yudiantara
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i2.408

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kedudukan wanita balu dalam hukum adat Bali (2) Mengetahui hak dan kewajiban yang dimiliki wanita balu. (3) Untuk mengetahui nilai-nilai yang mendasari terjadinya harmonisasi dalam hak dan kewajiban yang dimiliki wanita balu. Penelitian ini dilakukan di Desa Adat Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini termasuk Penelitian Deskriptif Kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah para wanita balu yang ada di Desa Belega, Bendesa Adat, aparatur desa, Kelian banjar, tokoh adat, tokoh agama dan pihak-pihak lain yang bisa membantu memberikan data. Penentuan responden ditentukan dengan metode Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, pencatatan dokumen, kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kedudukan wanita balu dari segi yuridis, wanita balu memiliki kedudukan yang sama dengan ketika ia masih bersuami, dalam artian walaupun wanita tersebut berstatus sebagai balu, dari hukum adat yang berlaku di Desa Belega tidak mengurangi atau merendahkan seseorang ketika menyandang status balu. Dalam pewarisan, kedudukan wanita balu bukan ahli waris dari suaminya, tetapi wanita balu berhak menikmati hasil dari harta warisan. 2) Hak-hak yang dimiliki wanita balu yaitu a) Hak untuk menjadi wali dan mengurus anak-anaknya, b) Hak untuk tetap tinggal dirumah almarhum suami, c) Berhak menikmati dan mendapatkan pengidupan dari harta almarhum suaminya, d) Berhak melakukan perbutan hukum untuk dirinya sendiri maupun untuk almarhum suaminya, dan sebagainya. Sedangkan kewajiban wanita balu yaitu : a) Kewajiban untuk mengabenkan almarhum suaminya, b) Kewajiban untuk menjadi wali anak-anaknya dan mengurus segala keperluan anak-anaknya, c) Kewajiban untuk mengurus dan menjaga rumah almarhum suami, d) Kewajiban untuk membayar segala hutang yang dimiliki almarhum suaminya, dan sebagainya. 3) Nilai-nilai yang mendasari terjadinya harmonisasi dalam pelaksanaan hak dan kewajiban wanita balu di Desa Belega yaitu a) Nilai welas asih, b) Nilai Tat Twam Asi, c) Nilai paras paros sarpanaya salunglung sabayantaka, d) Nilai menyama brayeKata Kunci: Wanita Balu, Kedudukan, Hak dan Kewajiban, Nilai Harmonisasi

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 3 (2014): September Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol 1, No 3 (2013): September Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 1 (2013): Februari Vol 1, No 1 (2013): Februari More Issue