cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015): Februari" : 12 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMEBELAJARAN TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII G I Wayan Doni .; Prof. Dr. I Wayan Lasmawan,M.Pd .; Drs. I Wayan Landrawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7434

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn di Kelas VII G SMP Negeri 5 Singaraja (2) Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn di Kelas VII G SMP Negeri 5, (3) Mengetahui Kendala-kendala yang di hadapi siswa dalam menerapkan model pembelajaran koperatif tipe STAD dan alternatif pemecahan masalahnya., Subjek penelitian ini adalah kelas VII G SMP Negeri 5 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 31 siswa dengan rincin 17 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Data hasil motivasi belajar siswa dikumpulkan melelui angket atau kuis sioner yang di bagikan k masing-masing siswa dan hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII G SMP Negeri 5 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Motivasi belajar siswa mengalami peningkatana dari sebelum penarap rata-rata motivasi siswa sebesar 58,9 yang termasuk culup termotivasi sedangkan sesudah peneran menjadi 71,06 yang termasuk kategori termotivasi dan hasil belajar yang di peroleh siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 67,7 dan rata-rata hasil belajar pada siklus II meningkat menjadi sebesar 84,4. Dengan demikian maka Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division dapat dijadikan prediktor untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Model Pemebelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division,Hasil belajar, dan Motivasi This research aims to (1) improve students’ learning outcome in PKn Subject of VII G class in SMP Negeri 5 Singaraja (2) improve the motivation of the students on Pkn Subject of VII G class in SMP Negeri 5 Singaraja, (3) Knowing the obstacles that faced by the students in implementing cooperative learning model for STAD type and the alternative way in problem solving. The subject of this research is VII G class in SMP Negeri 5 Singaraja academic year 2015/2016 which amounts 31 students namely 17 male students and 14 female students. Data of students’ outcome were collected through questionnaire which was shared to each student and students’ learning outcome was analyzed descriptively. The result of analysis showed that it occurred in increasing of motivation and students’ learning outcome of VII G class in SMP Negeri 5 Singaraja academic year 2015/2016. The motivation of the students in learning were quite enough motivated, then, after the implementation become 71,06 which categorized motivated and student’s learning outcome which was gotten by the students on the cycle I with the average of 84,4. Thus, Cooperative Learning Model Type of Students Team Achievement Division can be used as predictor for increasing the motivation and students’ learning outcome. keyword : Cooperative Learning Model Type of Students Team Achievement Division, Student’s learning outcome and Motivation
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM SERTIFIKASI GURU TERHADAP PROFESIONALISME GURU PKn DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA Ni Putu Krisna Priandari .; Drs. I Wayan Kertih,M.Pd .; Ni Ketut Sari Adnyani, S.Pd., M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7435

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengetahui bagaimana implementasi program sertifikasi guru pada guru PKn di SMK Negeri 1 Singaraja; (2) mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru PKn terhadap profesionalisme guru dengan adanya implementasi program sertifikasi guru di SMK Negeri 1 Singaraja; dan (3) menganalisis solusi terhadap permasalahan yang di hadapi guru PKn sehubungan dengan profesionalisme guru di SMK Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah para guru PKn yang sudah bersertifikasi yang berjumlah 3 (tiga) orang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pencatatan dokumen, dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan : (1) implementasi program sertifikasi guru di SMK Negeri 1 Singaraja sudah berjalan dengan baik dimana sertifikasi berpengaruh terhadap sikap profesionalisme guru PKn yang tercermin dari adanya peningkatan kinerja guru; (2) kendala yang dihadapi guru PKn di SMK Negeri 1 Singaraja yaitu penyediaan fasilitas pendidikan yang masih terbatas seperti LCD; masalah terhadap administrasi penilaian siswa sebagai implikasi dari penerapan kurikulum 2013. (3) analisis solusi terhadap kendala yang terjadi yaitu : sekolah dapat mengupayakan pemenuhan kebutuhan fasilitas pendidikan yang memadai dan relevan dengan pembelajaran terkini secara bertahap melalui perencanaan, pengeloalaan dan pemanfaatan dana yang tersedia, baik dari swadaya atau subsidi pemerintah; penyediaan tenaga TI professional untuk memberikan pelatihan guna membantu guru yang masih kesulitan mengerjakan administrasi penilaian siswa karena kendala pengoprasian ICT; perlunya pengaturan intensitas pertemuan MGMP PKn secara rutin, guna membangun komunikasi yang efektif antar guru mata pelajaran PKn. Kata Kunci : Guru PKn, Program Sertifikasi Guru, Profesionalisme Guru The aims of this study are: (1) to find out how the implementation of the teacher certification program to the Civics teachers at SMK Negeri 1 Singaraja; (2) to identify the constraints faced by Civic teachers toward teacher professionalism with the implementation of teacher certification program at SMK Negeri 1 Singaraja; and (3) analyze the solutions to the problems that the Civic teachers often found in the relation of teachers professionalism at SMK Negeri 1 Singaraja This research was conducted at SMK Negeri 1 Singaraja. The subjects of this research were 3 Civics teachers who are already certified. This study used observation, interview, and record-keeping when collecting the data, and then the data were analyzed descriptively. This study found that; (1) the implementation of the teacher certification program at SMK Negeri 1 Singaraja has been done well and the certification is affecting the Civics teacher professionalism which reflected in the improvement of teacher performance; (2) the problems that Civics teacher at SMK Negeri 1 Singaraja often faced is the educational facilities supplies that are still limited such as the LCD and the administration of student assessments problems as the affect of the implementation of the 2013 curriculum. (3) The Solution to problems that occur are: the school should be able to plan and manage the school budget either from governmental or government subsidies for gradually fulfilling the supply of educational facilities which relevant with the recent learning program; The provision of professionals IT to provide training for helping the teachers who are still working on the administration of student assessments difficulties because of the application of ICT program; the management of regular meeting of the Civics MGMPs, in order to establish effective communication among teachers of Civics. keyword : Civics Teacher, Teacher Certification Program, Teacher Professionalism
PENGEMBANGAN SIKAP DISIPLIN DAN SIKAP KEPEMIMPINAN PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN OSIS DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA Ida Ayu Putu Sri Utari .; Prof. Dr. I Made Yudana,M.Pd .; Ni Ketut Sari Adnyani, S.Pd., M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengembangan sikap disiplin peserta didik melalui kegiatan OSIS di SMK Negeri 1 Singaraja; (2) Mengetahui pengembangan sikap kepemimpinan peserta didik melalui kegiatan OSIS di SMK Negeri 1 Singaraja; (3) Mengetahui kendala – kendala yang dihadapi dalam pengembangan sikap disiplin dan sikap kepemimpinan peserta didik melalui kegiatan OSIS di SMK Negeri 1 Singaraja, serta alternatif penyelesaian masalahnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian adalah pengurus OSIS kelas X, XI, dan XII. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Di SMK Negeri 1 Singaraja terdapat kegiatan OSIS yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan sikap disiplin peserta didik dalam upaya untuk pembentukan sikap yang berkarakter; (2) Di SMK Negeri 1 Singaraja terdapat kegiatan OSIS yang memiliki relevansi dengan pengembangan sikap kepemimpinan peserta didik melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa; (3) Terdapat berbagai kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan OSIS di SMK Negeri 1 Singaraja sehingga pelaksanaan kegiatan OSIS menjadi terganggu, namun dengan adanya tata tertib sebagai acuan siswa untuk mengurangi pelanggaran yang dilakukan dan bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat, pembinaan yang intensif dan secara berkala bagi peserta didik, dan melakukan sosialiasi menyeluruh kepada setiap siswa termasuk pengurus OSIS untuk memberikan pemahaman bahwa OSIS sebagai organisasi yang sah di sekolah dan bukan organisasi yang bersifat ilegal. Sehingga OSIS perlu dihargai dan dihormati oleh siswa lainnya serta OSIS berperan penting untuk kemajuan sekolah.Kata Kunci : Sikap Disiplin, Sikap Kepemimpinan, OSIS This research was aimed: (1) to finding out the role of OSIS activity in students’ discipline attitude development at SMK Negeri 1 Singaraja; (2) to finding out the role of OSIS activity in students’ leadership attitude development at SMK Negeri 1 Singaraja; (3) to finding out the students’ problems faced on the role of OSIS activity in students’ discipline attitude development and students’ leadership attitude development at SMK Negeri 1 Singaraja with the problem solved alternative. This research used field research. This research located at SMK Negeri 1 Singaraja. The subject of this research was OSIS board in X, XI, and XII class. The sample was taken with random sampling technique. The research instruments were used by observation, interview, and documentation method. The data was analyzed used by descriptive qualitative analysis. The result of the research showed: (1) there were character formation attitude in the OSIS activity which had role in students’ discipline attitude development at SMK Negeri 1 Singaraja; (2) there were students’ leadership basis practice in the OSIS activity which had role in students’ leadership attitude development at SMK Negeri 1 Singaraja; (3) there were various problems in the implementation of OSIS activity with the result that disturbed the OSIS activity, however, in the manner of the role as a references of the students to minimized the infraction and be responsible to the students’ mistake, the intensive founding and done the comprehending socialization to whole of the students included the OSIS to conferred the comprehension that OSIS as a valid organization in the school with the result that OSIS need to care and respect by the other students along with OSIS have an importance role to school advancement. keyword : Discipline attitude, Leadership attitude, OSIS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn KELAS VII D I Made Sukaya .; Prof. Dr. I Wayan Lasmawan,M.Pd .; I Nengah Suastika, S.Pd.,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar PKn siswa kelas VII D SMP Negeri 5 Singaraja melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dan untuk mengetahui kendala-kendala dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw beserta solusinya. Jenis penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus dengan rancangan siklus terdiri dari tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi/observasi, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII D SMP Negeri 5 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 32 orang.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, pedoman observasi, test objectif, wawancara dan pencatatan dokumen. Data dianalisis menggunakan menggunakan metode kuantitatif. Data aktivitas belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan pedoman observasi sedangkan data hasil belajar siswa didapatkan melalui test pada setiap akhir siklus. Hasil analisis menunjukkan : (1) terjadi peningkatan hasil belajar PKn dan aktivitas belajar siswa kelas VII D SMP Negeri 5 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Hasil belajar pada siklus I adalah 67,8 dan aktivitas belajar 32 orang siswa hanya 22,20. Sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa meningkat menjadi 82,18 dan aktivitas belajar 32 orang siswa menjadi 36,28 berada pada kategori aktif. Dengan demikian maka model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat dikatakan berhasil Kata Kunci : Model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Aktivitas, Hasil Belajar This study aimed at improving students’ learning activity and learning outcome of Civics in VII D students of SMP Negeri 5 Singaraja through the application of cooperative learning model of Jigsaw, and to know the difficulties in applying the cooperative learning model of Jigsaw as well as the solution. The type of this study was Classroom Action Research (CAR). The study was conducted in 2 cycles consisting of planning, action, evaluation/observation, reflection. The subject of this study was VII D students of SMP Negeri 5 Singaraja in academic year 2015/2016 which consists of 32 students. Data collection methods used in this study was observation manual, objective test, interview, and document study. The data were analyzed quantitatively. The data of students’ activity were collected by using observation manual, while the data of students’ learning outcome were collected through the test at the end of each cycle.The result of analysis showed : (1) there was improvement of students’ civics learning outcome and students’ learning activity in VII D class of SMP Negeri 5 Singaraja in academic year 2015/2016. Learning outcome in cycle I was 67.8 and learning activity of 32 students was only 22.20. Meanwhile, in cycle II, students’ learning outcome improved to be 82.18 and learning activity of 32 students became 36.28 which was belonging to active. In conclusion, cooperative learning model of Jigsaw can be used as successfully. keyword : Cooperative learning model of Jigsaw, Activity, learning outcome
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA DALAM PELAJARAN PKn KELAS VIIIJ SMPN 5 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 Ummi Kumairah .; Prof. Dr. I Nyoman Natajaya,M.Pd .; I Nengah Suastika, S.Pd.,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7439

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar PKn, melalui penerapan metode pembelajaran problem solving. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus tindakan. Tahapan-tahapan dalam setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII J SMPN 5 Singaraja yang berjumlah 33 orang,yang terdiri dari 18 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Objek penelitian meliputi hasil belajar dan aktivitas belajar PKn siswa.Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan teknik pemberian tes objektif sedangkan data aktivitas belajar siswa menggunakan teknik observasi. Selanjutnya data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar PKn siswa kelas VIII J SMPN 5 Singaraja tahun ajaran 2014/2015.Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar pada siklus 1 yaitu dengan rata-rata 76,96 sedangkan pada siklus II mencapai 83,48%. Dan untuk aktivitas belajar pada siklus I rata-rata sebesar 5,27%, kemudian pada siklus II adanya peningkatan hingga 6,06% dengan kategori aktif. Kata Kunci : Kata-kata Kunci: Metode Pembelajaran Problem Solving, hasil belajar, aktivitas belajar. Abstract This study aims to improve learning outcomes and learning activities Civics, through the application of learning methods of problem solving. This research is a class action (PTK) are performed in two cycles of action. Stages in each cycle is the planning, implementation, observation/evaluation and, reflection. The subjects were students of class VIII J SMPN 5 Singaraja totaling 33 people, consisting of 18 men and 15 women. The object of research include learning outcomes and student learning activities Civics. The data collected by the student learning outcomes techniques of objective tests, while the data of student learning activities using observation. Furthermore, the data collected was analyzed by quantitative descriptive. The results showed that the application of learning methods of problem solving can improve learning outcomes and learning activities Civics class VIII J SMPN 5 Singaraja academic year 2014 / 2015. Its can be seen from the results of learning in cycle 1 is the average of 76.96, while the second cycle reaches 83.48%. And for learning activities in the first cycle an average of 5.27%, then the second cycle to an increase of up to 6.06% with an active category. keyword : Keywords: Learning Methods Of Problem Solving, Learning Outcomes, Learning Activities
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe group investigation Meningkatkan Aktivitas Hasil Motivasi Belajar PPKn X IIS1 I Nengah Sudanayasa .; Prof. Dr. I Nyoman Natajaya,M.Pd .; Drs. I Wayan Landrawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7441

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas, hasil, dan motivasi belajar siswa di kelas X IIS 1 SMA Negeri 3 Singaraja melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Group Investigation (GI). Penenlitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan pada setiap siklus dilaksanakan berdasarkan prosedur penelitian tindakan kelas dengan tahap perencanaan, tindakan, evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas X IIS 1 SMA Negeri 3 Singaraja dengan jumlah siswa sebanyak 39 orang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu pedoman bservasi, tes objectif, dan kuisioner. Data dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Data aktivitas belajar dikumpulkan dengan pedoman observasi, data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes, dan data motivasi be lajar siswa diperoleh dengan penyebaran kuisioner. Data hasil analisis menunjukan terjadi peningkatan aktivitas belajar, hasil belajar, dan motivasi belajar siswa, pada pelaksanaan siklus I diperoleh data aktivitas belajar siswa dengan rata-rata 25 dalam kategori cukup aktif, hasi belajar rata-rata 75 daya serap 74,7 ketuntasan belajar 46,2 dalam kualifikasi baik dan data motivasi belajar siwa rata-rata 66 dalam kategori cukup aktif dan pada siklus II aktivitas belajar siswa rata-rata 33,7 dalam kategori aktif, hasil belajar siswa 82,9 daya serap 82,9% ketuntasan belajar 89,7% dalam kualifikasi baik. Berdasarkan hasil tersebut maka model pembelajaran kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas belajar, hasil belajar dan motivasi belajar siswa.Kata Kunci : Group Investigation, Aktivitas, Hasil, Motivasi. Classroom action research aims to increase learning activity, output and students motivation in X IIS 1 SMA Negeri 3 Singaraja through the implementation of cooperative learning. This study conducted by to cydes and every cycle was conducted based on the research procedure of classroom action stages that is scheming, proceeding, evaluating and reflecting. The subject of this research was student in X IIS 1 SMA Negeri 3 Singaraja with the number of student is 39 students. The technique that is used in collecting the data was observation guidelines, objective test, and questronnaires. Data were analyzed using quantitative methods. Learning activity data was collected by the observation guide, students learning output data was collected by the test, and students learning motivation data was obtained by questionnaire. Data analysis saw an increase in learning activity, learning output and learners motivation, the implementation of the first cycle obtained students learning activity data with an average of 25 that is categorized as quite active. Learning outputs on average 75, the absorption on 75,5. 46,2 in mastery learning in both good qualification and the data of students motivation on average of 66 that is categorized as quite active. In second cycle, learning activities of students on average 33,7 in active catagories, 82,9 in students learning output, absorbtion on 82,9 %, 89,7 % on study completeness as well in good qualification. Based on the result the cooperative learning model with Investigation Group ( IG) type was improved group learning activities, learning output and students motivation.keyword : Investigation Group, Activity, Result and motivation of study
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NHT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PKn SISWA KELAS VIII B8 Komang Satria Wibawa .; Prof. Dr. I Wayan Lasmawan,M.Pd .; I Nengah Suastika, S.Pd.,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7443

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran PKn dengan penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT), untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PKn setelah penerapan dengan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan untuk mengetahui respon siswa setelah penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dalam meningkatkan kemampun berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B8 yang berjumlah 34 orang, terdiri dari 16 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Pengumpulan data hasil kemampuan berpikir kritis siswa dan respon siswa menggunakan metode tes dan non tes. Tes dilakukan pada akhir pembelajaran (tes evaluasi) dan setiap akhir siklus. Metode non tes berupa observasi dilakukan untuk menilai kemampuan berpikir kritis ranah psikomotorik (kegiatan diskusi kelompok). Metode non tes dengan menggunakan kuisioner untuk menilai respon siswa terhadap model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Data kemampuan berpikir kritis siswa dan data respon siswa yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran PKn siswa kelas VIII B8 semester II di SMP Negeri 6 Singaraja. Persentase kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PKn siklus I adalah 72% (kategori cukup) dan siklus II adalah 81% (kategori baik). Untuk nilai rata-rata respon siswa sebesar 45 dengan kategori sangat positif, sehingga penelitian ini jika dilihat dari respon siswa dapat dikatakan berhasil. Kata Kunci : berpikir kritis, model pembelajaran NHT The problem in this research is the lack of critical thinking skills of students. This study aims to determine the learning process Civics with implementation of learning model Numbered Head Together (NHT), to determine the increase critical thinking skills of students on the subjects of Civics after the application of the learning model Numbered Head Together (NHT) and to evaluate the response of the students after the implementation of learning model Numbered Head Together (NHT) in improving students' critical thinking. This type of research is the PTK (Classroom Action Research) is conducted in two cycles. The subjects were students of class VIII B8 totaling 34 people, consisting of 16 men and 18 women.Collecting data of critical thinking skills of students and students' responses using the test methods and non-test. The tests were conducted at the end of the lesson (evaluation tests) and the end of each cycle. Methods of non-test form of observations carried out to assess the ability of critical thinking realm psychomotor (discussion group). Non-test methods using questionnaires to assess students' response to the learning model Numbered Head Together (NHT). Data critical thinking skills of students and student response data were analyzed by descriptive quantitative. The results of this study indicate that the application of the learning model Numbered Head Together (NHT) can enhance critical thinking skills in the subject of Civics graders VIII B8 in the second half of SMP Negeri 6 Singaraja. The percentage of students' critical thinking skills on the subjects of Civics first cycle was 72% (sufficient category) and the second cycle was 81% (both categories). For use values average student responses by 45 categorized as very positive, so this study if seen from the students' responses can be said successfully.keyword : critical thinking, learning model NHT
IMPLEMENTASI KEGIATAN PATROLI KEAMANAN SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA Ni Made Purnamita Sari .; Drs. I Wayan Kertih,M.Pd .; Drs. Dewa Bagus Sanjaya,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7444

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) bagaimana model pengembangan kegiatan patroli keamanan sekolah (PKS) di SMK Negeri 1 Singaraja; (2) bagaimana peranan patroli keamanan sekolah (PKS) dalam pengembangan karakter bangsa di SMK Negeri 1 Singaraja; dan (3) Apa saja hambatan kegiatan patroli keamanan sekolah (PKS) dalam pengembangan karakter bangsa di SMK Negeri 1 Singaraja. Lokasi penelitian yaitu di SMK Negeri 1 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah anggota patroli keamanan sekolah (PKS) di SMK Negeri 1 Singaraja dan pihak-pihak lain yang nantinya bisa membatu memberikan data dalam penelitian. Penentuan informan dilakukan dengan pengambilan sampel dengan sembarangan sesuai dengan jumlah sampel yang sudah ditentukan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pencatatan dokumen, dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model pengembangan kegiatan Patroli keamanan sekolah di SMK Negeri 1 Singaraja merupakan program OSIS yang dilaksanakan oleh perwakilan dari masing-masing kelas yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal piket yang telah disepakati; (2) peranan patroli keamanan sekolah dalam pengembangan karakter di SMK Negeri 1 Singaraja yaitu sangat memiliki peran yang sangat penting karena dalam pelaksanaan Patroli keamanan sekolah, akan menumbuhkan nilai-nilai berani, disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan peduli sosial. Nilai-nilai tersebut merupakan nilai-nilai dasar pembentuk karakter pada seseorang; dan (3) kendala kegiatan patroli keamanan sekolah dalam pengembangan karakter di SMK Negeri 1 Singaraja yaitu kurangnya tenaga pelatih yang professional dalam melatih calon anggota PKS; anggota PKS yang tidak melaksanakan tugasnya karena mendadak tidak masuk sekolah; sikap acuh tak acuh siswa terhadap anggota PKS. Kata Kunci : Implementasi, kegiatan patroli keamanan sekolah, pendidikan karakter This research was aimed in order to know: (1) the models of develoving school security patrol activities in SMK Negeri 1 Singaraja; (2) the roles of school security patrol in developing nation character in SMK Negeri 1 Singaraja; and (3) the obstacles which were faced by school patrol in develoving character in SMK Negeri 1 Singaraja. Research was done in SMK Negeri 1 Singaraja. Where, the subjects were the members of school security patrol of SMK Negeri 1 Singaraja and the others who could give supporting data for this research. The informants were chosen by random sampling technique with quantity that was already decided. Meanwhile, the collection used some techniques, such as: observation, interview, and document record. Then, data was analyzed qualitative descriptively. After that, the result of research showed: (1) the modelsof deveoving school security patrol activities in SMK Negeri 1 Singaraja were the student’s organization program which was held by the candidates of every class according to schedule which has been decided; (2) The roles of school security patrol in developing nation character in SMK Negeri 1 Singaraja was very important means that, by conducting school security patrol, it would grow some good values were the base of someone’s character development; and (3) The obstacles which were faced in school security patrol activities in SMK Negeri 1 Singaraja, such as: it had less professional trainers in training new members of school security patrol, it could be found some members who were not on duty because of their absence at school, and the last, students who were not care to the school security patrol’s existence.keyword : The implementation, school security patrol activities, character education
IMPLEMENTASI KEGIATAN PATROLI KEAMANAN SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA Ni Made Purnamita Sari .; Drs. I Wayan Kertih,M.Pd .; Drs. Dewa Bagus Sanjaya,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7446

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) bagaimana model pengembangan kegiatan patroli keamanan sekolah (PKS) di SMK Negeri 1 Singaraja; (2) bagaimana peranan patroli keamanan sekolah (PKS) dalam pengembangan karakter bangsa di SMK Negeri 1 Singaraja; dan (3) Apa saja hambatan kegiatan patroli keamanan sekolah (PKS) dalam pengembangan karakter bangsa di SMK Negeri 1 Singaraja. Lokasi penelitian yaitu di SMK Negeri 1 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah anggota patroli keamanan sekolah (PKS) di SMK Negeri 1 Singaraja dan pihak-pihak lain yang nantinya bisa membatu memberikan data dalam penelitian. Penentuan informan dilakukan dengan pengambilan sampel dengan sembarangan sesuai dengan jumlah sampel yang sudah ditentukan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pencatatan dokumen, dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model pengembangan kegiatan Patroli keamanan sekolah di SMK Negeri 1 Singaraja merupakan program OSIS yang dilaksanakan oleh perwakilan dari masing-masing kelas yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal piket yang telah disepakati; (2) peranan patroli keamanan sekolah dalam pengembangan karakter di SMK Negeri 1 Singaraja yaitu sangat memiliki peran yang sangat penting karena dalam pelaksanaan Patroli keamanan sekolah, akan menumbuhkan nilai-nilai berani, disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan peduli sosial. Nilai-nilai tersebut merupakan nilai-nilai dasar pembentuk karakter pada seseorang; dan (3) kendala kegiatan patroli keamanan sekolah dalam pengembangan karakter di SMK Negeri 1 Singaraja yaitu kurangnya tenaga pelatih yang professional dalam melatih calon anggota PKS; anggota PKS yang tidak melaksanakan tugasnya karena mendadak tidak masuk sekolah; sikap acuh tak acuh siswa terhadap anggota PKS. Kata Kunci : Implementasi, kegiatan patroli keamanan sekolah, pendidikan karakter This research was aimed in order to know: (1) the models of develoving school security patrol activities in SMK Negeri 1 Singaraja; (2) the roles of school security patrol in developing nation character in SMK Negeri 1 Singaraja; and (3) the obstacles which were faced by school patrol in develoving character in SMK Negeri 1 Singaraja. Research was done in SMK Negeri 1 Singaraja. Where, the subjects were the members of school security patrol of SMK Negeri 1 Singaraja and the others who could give supporting data for this research. The informants were chosen by random sampling technique with quantity that was already decided. Meanwhile, the collection used some techniques, such as: observation, interview, and document record. Then, data was analyzed qualitative descriptively. After that, the result of research showed: (1) the modelsof deveoving school security patrol activities in SMK Negeri 1 Singaraja were the student’s organization program which was held by the candidates of every class according to schedule which has been decided; (2) The roles of school security patrol in developing nation character in SMK Negeri 1 Singaraja was very important means that, by conducting school security patrol, it would grow some good values were the base of someone’s character development; and (3) The obstacles which were faced in school security patrol activities in SMK Negeri 1 Singaraja, such as: it had less professional trainers in training new members of school security patrol, it could be found some members who were not on duty because of their absence at school, and the last, students who were not care to the school security patrol’s existence.keyword : The implementation, school security patrol activities, character education
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA Desak Gede Sasra Devayanti .; Dr. I Gusti Ketut Arya Sunu, M.Pd. .; Drs. I Wayan Kertih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) implementasi pendidikan anti korupsi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMK Negeri 1 Singaraja, (2) kontribusi sekolah dalam implementasi pendidikan anti korupsi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMK Negeri 1 Singaraja dan (3) kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi pendidikan anti korupsi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMK Negeri 1 Singaraja beserta upaya pemecahannya. Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini ialah guru-guru PKn, dan siswa-siswi SMK Negeri 1 Singaraja. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan anti korupsi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMK Negeri 1 Singaraja masih belum efektif. Kendala yang dihadapi dalam pengimplementasian pendidikan anti korupsi di SMK Negeri 1 Singaraja terdiri dari: (1) kendala internal berupa kurangnya pemahaman guru serta siswa mengenai pendidikan anti korupsi, dan (2) kendala eksternal berupa faktor lingkungan, perkembangan teknologi serta kurangnya pelatihan untuk guru. Kendala internal dapat diatasi dengan mencari sumber-sumber tentang pendidikan anti korupsi, untuk menambah wawasan guru dan siswa mengenai teori maupun pengimplementasian pendidikan anti korupsi. Kendala eksternal dapat diatasi dengan guru secara aktif melakukan diskusi bersama guru lainnya tentang integrasi pendidikan anti korupsi dalam proses pembelajaran, guru maupun pihak sekolah dapat memaksimalkan peran keluarga dan masyarakat dalam dunia pendidikan. Kata Kunci : Implementasi, Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan Kewarganegaraan. This research purpose for find out about: (1) the implementation of anti – corruption study in civics education courses at SMK Negeri 1 Singaraja, (2) School contribution in implementation of anti – corruption study Civic Education courses at SMK Negeri 1 Singaraja, and (3) the problems faced in implementation of anti – corruption study at education of civics courses at SMK Negeri 1 Singaraja along with the solution effort. This kind of research is classified in descriptive,qualitative, subject of this research is a teachers of civic education and students of SMK Negeri 1 Singaraja. Data collected by interview, observation, and recorded document. Results of research showed in implementation of anti – corruption study at education of civics courses at SMK Negeri 1Singaraja, still not yet effective. The problems faced in implementation of anti – corruption study in education of civics courses at SMK Negeri 1 Singaraja as follow: (1) Internal problem is a lack understanding the teachers and students about education anti – corruption, and (2) External problem as environmental factor, technological developments, lack of training for teachers. Internal problem could be solving with searching the sources about education anti – corruption to increase insight of teachers and students about theory, or implementation education anti-corruption. External problem could be solving with doing active sharing discussion between teachers about education of integration anti – corruption inside learning process. Teachers or School should be maximizing contributions of family and public in the world of education. keyword : Implementation, Education of anti – corruption, Civics education.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol 6, No 3 (2018): September Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol 4, No 3 (2016): September Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 3 (2014): September Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 3 (2013): September Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol 1, No 1 (2013): Februari Vol. 1 No. 1 (2013): Februari More Issue