cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Journal of Education Action Research
ISSN : 25804790     EISSN : 25493272     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Educational Action Research is concerned with exploring the dialogue between research and practice in educational settings. This journal publishes accounts of a range of action research and related studies, in education and across the professions, with the aim of making their outcomes widely available and exemplifying the variety of possible styles of reporting. It aims to establish and maintain a review of the literature of action research. It also provides a forum for dialogue on the methodological and epistemological issues, enabling different approaches to be subjected to critical reflection and analysis.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2025): May" : 20 Documents clear
Optimalisasi Peran Kepala Sekolah Manajemen Sekolah Berbasis Tri Hita Karana Sebagai Upaya Meningkatkan Struktur Manajemen Sekolah Ni Made Meliyawati; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.89886

Abstract

Upaya dalam membangun hubungan yang harmonis antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat yang masih menjadi tantangan, ditambah dengan isu disiplin siswa serta kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah yang perlu segera diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kepala sekolah dalam menerapkan manajemen sekolah berbasis Tri Hita Karana (THK) guna meningkatkan struktur manajemen sekolah dan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam penerapan nilai-nilai THK dalam pengelolaan sekolah. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah SD. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan THK di sekolah ini berdampak positif pada peningkatan komunikasi antar warga sekolah, hubungan yang lebih harmonis antara kepala sekolah, guru, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar. Selain itu, nilai-nilai spiritual dalam bentuk kegiatan keagamaan berhasil meningkatkan kedisiplinan siswa dan membentuk karakter yang lebih baik. Namun, tantangan masih muncul terkait pemahaman yang belum merata tentang nilai-nilai THK di kalangan staf sekolah. Penerapan program penghijauan dan pengelolaan lingkungan juga memperlihatkan hasil yang baik dalam menciptakan suasana belajar yang sehat dan mendukung kualitas pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan manajemen sekolah berbasis kearifan lokal, yang dapat dijadikan model untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bali maupun di luar Bali.
Optimalisasi Pendidikan Karakter Berbasis Tri Hita Karana Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Ni Made Ari Saputri; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.89888

Abstract

Tri Hita Karana berperan penting dalam pengembangan pendidikan karakter siswa sekolah dasar. Namun kenyataannya, implementasi di lapangan belum terlaksana secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pendidikan karakter berbasis Tri Hita Karana terhadap hasil belajar dan pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest control group. Penelitian ini melibatkan dua kelompok siswa kelas V yang dipilih secara acak. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berbasis Tri Hita Karana, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pendekatan konvensional. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa tes. Kemudian, metode analisis data yang digunakan berupa uji statistik (uji-t) dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tri Hita Karana meningkatkan rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, IPA, dan bahasa Indonesia secara signifikan. Selain itu, skor rata-rata karakter siswa dalam aspek kedisiplinan, empati, dan tanggung jawab meningkat dari 3,2 menjadi 4,5. Filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal seperti Tri Hita Karana dapat menjadi solusi dalam meningkatkan hasil belajar sekaligus membentuk karakter siswa yang lebih baik. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai budaya lokal di sekolah dasar.
Konsep Tri Hita Karana Berbasis Etnomatematika Sebagai Upaya Meningkatkan Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Ni Putu Sudiartini
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.89890

Abstract

Pendidikan karakter menjadi elemen esensial dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki integritas moral, kesadaran sosial, dan kepedulian lingkungan. Dalam konteks pendidikan dasar, pendekatan yang relevan dan berbasis budaya lokal diperlukan untuk mendukung pembentukan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Tri Hita Karana berbasis etnomatematika sebagai upaya meningkatkan pendidikan karakter siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Metode pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan proses dan hasil implementasi konsep Tri Hita Karana berbasis etnomatematika dalam pembelajaran. Data kualitatif dianalisis melalui teknik reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi konsep Tri Hita Karana dengan etnomatematika memiliki potensi besar untuk memperkuat pendidikan karakter siswa, meskipun tantangan seperti kurangnya pelatihan guru dan sumber daya perlu diatasi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kurikulum berbasis budaya lokal untuk mendukung pendidikan yang holistik, kontekstual, dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini dengan memanfaatkan filosofi lokal seperti Tri Hita Karana, pembelajaran menjadi lebih berakar pada kebutuhan dan konteks siswa, sehingga berpotensi untuk meningkatkan hasil pembelajaran baik secara akademik maupun karakter.
Peningkatan Manajemen Mutu Sekolah Melalui Pendekatan Kepemimpinan Berbasis Tri Hita Karana I Kadek Ardyawan Putra; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.89894

Abstract

Kurang optimalnya pelibatan seluruh pemangku kepentingan dalam perencanaan dan evaluasi program sekolah, serta belum terintegrasinya nilai-nilai budaya lokal dalam praktik kepemimpinan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan berbasis Tri Hita Karana (THK) dalam meningkatkan manajemen mutu sekolah di SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan komite sekolah, serta studi dokumentasi terhadap dokumen-dokumen terkait manajemen sekolah. Analisis data dilakukan secara induktif dengan langkah-langkah pengorganisasian data, pengodean, dan interpretasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi THK berhasil memperkuat hubungan antar pemangku kepentingan sekolah, meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam program lingkungan, dan mendukung kegiatan keagamaan yang memperkaya nilai spiritual di sekolah. Namun, tantangan seperti keterbatasan anggaran dan kesulitan dalam mengintegrasikan nilai THK dalam pembelajaran perlu diatasi dengan dukungan kebijakan dan pelatihan bagi guru. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model kepemimpinan berbasis budaya lokal yang dapat diterapkan di sekolah lain di Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan secara holistik dan berkelanjutan.
Kontribusi Nilai-Nilai Tri Hita Karana terhadap Penguatan Karakter dan Literasi Budaya Siswa I Wayan Wirjanata; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.89900

Abstract

Masih ditemukan tantangan dalam menginternalisasi nilai-nilai ini di lingkungan sekolah, terutama dalam menghadapi arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang cenderung menggeser budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam pendidikan untuk memperkuat karakter dan literasi budaya siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan kegiatan ekstrakurikuler terkait. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai ini berkontribusi signifikan terhadap penguatan karakter siswa, meningkatkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan. Penerapan nilai parahyangan membantu siswa mengembangkan kesadaran spiritual, pawongan memperkuat keterampilan sosial dan kerja sama, sedangkan palemahan meningkatkan kesadaran ekologis melalui program penghijauan dan pengelolaan sampah. Meskipun penerapan nilai-nilai ini menunjukkan hasil positif, tantangan yang dihadapi termasuk keterbatasan waktu dan kurangnya pelatihan bagi guru. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan yang signifikan bagi dunia pendidikan, terutama dalam upaya memperkuat karakter dan literasi budaya siswa melalui internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana.
Dari Pura Ke Kelas: Menanamkan Nilai-Nilai Tri Hita Karana dalam Transformasi Pendidikan Nengah Kadek Selamet; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.89917

Abstract

Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai tersebut di kalangan peserta didik dan tenaga pendidik, serta keterbatasan kurikulum dalam mengakomodasi aspek spiritual, sosial, dan ekologis secara holistik. Selain itu, perkembangan teknologi dan globalisasi sering kali menyebabkan pergeseran nilai budaya, sehingga dikhawatirkan konsep Tri Hita Karana  tidak lagi menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana  dalam pembelajaran di SD Negeri serta mengidentifikasi metode yang efektif untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip tersebut dalam proses pendidikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan subjek yang terlibat adalah siswa dan guru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, metode analisis data yang digunakan adalah observasi, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen kurikulum dan materi ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Tri Hita Karana  dalam pembelajaran berhasil menciptakan suasana belajar yang harmonis, meningkatkan kesadaran siswa terhadap spiritualitas, hubungan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Tri Hita Karana  dapat menjadi model pendidikan berbasis budaya lokal yang efektif, tidak hanya di Bali, tetapi juga di wilayah lain di Indonesia, dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Implikasi penelitian ini adalah ini dapat memperkaya kajian tentang pendidikan berbasis kearifan lokal serta memberikan wawasan baru mengenai bagaimana nilai-nilai spiritual, sosial, dan ekologis dapat diintegrasikan dalam sistem pendidikan modern.
Media Pembelajaran Teks Multimodal untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Teks Berita Siswa Lidia Hindriyani, Ni Made; I Nyoman Sudiana; Ni Made Rai Wisudariani
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.97827

Abstract

Kelemahan guru terletak pada tidak kreatifan guru dalam merancang media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media pembelajaran teks multimodal untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman teks berita siswa kelas VII di sekolah menengah pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah Research dan Development (R&D). Populasi penelitian ini adalah 25 siswa kelas 7 di SMP. Uji kepraktisan dilakukan oleh 2 guru. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu kueisoner. Instrument pengumpulan data berupa lembar kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran teks multimodal dalam keterampilan membaca pemahaman teks berita disajikan dalam 3 versi yakni  media pembelajaran teks multimodal dalam bentuk teks naratif, media pembelajaran teks multimodal dalam bentuk infografis, dan media pembelajaran teks multimodal dalam bentuk video informatif. Ketiga media pembelajaran tersebut digabungkan dalam satu platform flip book. Selain itu, hasil angket guru dan siswa kriteria kepraktisan dengan skor rata-rata sebesar oleh guru 1 sebesar 4,8 dengan kriteria sangat praktis dan guru 2 sebesar 5,0 dengan kriteria sangat praktis serta skor rata-rata oleh siswa 1 dan 5 sebesar 5,0 dengan kriteria sangat praktis, siswa 2,3, dan 4 sebesar 4,8 dengan kriteria sangat praktis. Disimpulkan bahwa media pembelajaran teks multimodal layak digunakan dalam pembelajaran.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis TPACK dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Sudiarti, Ni Putu; Lasmawan, I Wayan; Kertih, I Wayan
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.87135

Abstract

Perkembangan teknologi menjadi tantangan dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang dimulai dari bidang Pendidikan khususnya bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dampak dari implementasi model berbasis TPACK pada muatan IPS terhadap hasil belajar siswa kelas sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek dari penelitian ini adalah buku dan kajian literatur dari penelitian sebelumnya serta artikel tereputasi nasional dari tahun 2020 sampai 2024. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan membaca jurnal model pembelajaran berbasis TPACK dan teknik catat sebagai metode pokok dan juga metode observasi sebagai metode pelengkap. Data dianalisis dengan metode interpretatif yang selanjutnya disajikan secara deskriptif dengan teknik induktif-deduktif. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa model pembelajaran berbasis TPACK memiliki dampak yang positif terhadap hasil belajar siswa dimana siswa menunjukkan peningkatan motivasi belajar dengan penerapan teknologi dalam pembelajaran, peningkatan keterampilan sosial interaksi siswa dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa, serta mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Selain bagi siswa, model pembelajaran berbasi TPACK juga berdampak pada kreativitas guru dalam merancang proses pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa.
SLR: Model Pembelajaran Reciprocal Teaching dalam Meningkatkan Kemampuan Matematis Siswa Permatasari, Ni Wayan Intan; Agustini, Ketut; Sudatha, I Gde Wawan
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.87480

Abstract

Rendahnya kemampuan matematika siswa diberbagai jenjang pendidikan menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran reciprocal teaching dalam meningkatkan kemampuan matematika siswa pada semua jenjang pendidikan melalui tinjauan literatur sistematis. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain Systematic Literature Riview (SLR) terhadap 17 artikel yang diterbitkan pada tahun 2020-2024. Subjek penelitian mencakup siswa dari berbagai jenjang pendidikan, dengan fokus pada Tingkat SMP. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen dari artikel yang relevan dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Reciprocal Teaching memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah, pemahaman konsep, representasi, dan komunikasi matematis siswa, khususnya pada tingkat SMP. Penggunaan media pembelajaran didominasi oleh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) tertulis, meskipun integrasi teknologi digital masih terbatas. Model ini paling sering diterapkan pada materi aritmatika sosial dan SPLDV, mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi. Temuan ini menyarankan perluasan pemanfaatan media digital untuk mendukung pembelajaran interaktif sejalan dengan kebutuhan abad ke-21.
Model Pembelajaran Problem Based Learning Berorientasi Etnomatematika dalam Meningkatkan Kemampuan Matematis Siswa Antara, I Komang Juni; Agustini, Ketut; Sudata, I Gde Wawan
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i2.87539

Abstract

Kurangnya keterkaitan antara pembelajaran matematika dengan konteks budaya lokal sering kali menyebabkan rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model PBL berbasis etnomatematika dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan mengumpulkan dan menganalisis 18 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2020–2024 di jurnal terindeks ISSN. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi materi matematika yang diajarkan, jenjang pendidikan yang menerapkan model ini, serta kompetensi matematis yang dikembangkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa materi bangun datar merupakan topik yang paling sering diajarkan menggunakan model ini, dengan penerapan terbanyak di tingkat SMP. Kompetensi yang paling banyak dikaji dalam penelitian adalah kemampuan pemecahan masalah. Secara keseluruhan, penggunaan model PBL berbasis etnomatematika terbukti membantu siswa memahami konsep matematika dengan lebih baik, karena menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna melalui permasalahan yang berkaitan dengan budaya lokal, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi konteks budaya lokal ke dalam pembelajaran matematika dapat memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan keterampilan matematis siswa. Melalui pendekatan PBL yang menekankan pemecahan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan dikaitkan dengan nilai-nilai etnomatematika, siswa tidak hanya dilatih untuk berpikir kritis dan analitis, tetapi juga diberdayakan untuk menghargai warisan budaya mereka sendiri.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 2 (2025): May Vol 9 No 1 (2025): February Vol 8 No 3 (2024): August 2024 Vol 8 No 2 (2024): May 2024 Vol 8 No 1 (2024): February 2024 Vol 8 No 4 (2024): November Vol 7 No 4 (2023): November 2023 Vol 7 No 3 (2023): August 2023 Vol 7 No 2 (2023): May 2023 Vol 7 No 1 (2023): February 2023 Vol 6 No 4 (2022): November 2022 Vol 6 No 3 (2022): August 2022 Vol 6 No 2 (2022): May 2022 Vol 6, No 1 (2022): February 2022 Vol 6 No 1 (2022): February 2022 Vol 5, No 4 (2021): November 2021 Vol 5 No 4 (2021): November 2021 Vol 5, No 3 (2021): August 2021 Vol 5 No 3 (2021): August 2021 Vol 5, No 2 (2021): May 2021 Vol 5 No 2 (2021): May 2021 Vol 5, No 1 (2021): February 2021 Vol 5 No 1 (2021): February 2021 Vol 4 No 4 (2020): NOVEMBER 2020 Vol 4, No 4 (2020): NOVEMBER 2020 Vol 4 No 3 (2020): August 2020 Vol 4, No 3 (2020): August 2020 Vol 4 No 2 (2020): May 2020 Vol 4, No 2 (2020): May 2020 Vol 4, No 1 (2020): February 2020 Vol 4 No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 2 (2020) Vol 4, No 1 (2020) Vol 3 No 4 (2019): November 2019 Vol 3, No 4 (2019): November 2019 Vol 3 No 3 (2019): August 2019 Vol 3, No 3 (2019): August 2019 Vol 3 No 2 (2019): May 2019 Vol 3 No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2019) Vol 3, No 2 (2019) Vol 3, No 1 (2019) Vol 2 No 4 (2018): November 2018 Vol 2, No 4 (2018): November 2018 Vol 2, No 4 (2018): November 2018 Vol 2, No 3 (2018): August 2018 Vol 2 No 3 (2018): August 2018 Vol 2, No 2 (2018): May 2018 Vol 2, No 2 (2018): May 2018 Vol 2 No 2 (2018): May 2018 Vol 2 No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 1 (2018): February 2018 Vol 1 No 3 (2017): November 2017 Vol 1, No 3 (2017): November 2017 Vol 1 No 2 (2017): August 2017 Vol 1, No 2 (2017): August 2017 Vol 1 No 1 (2017): May 2017 Vol 1, No 1 (2017): May 2017 More Issue