cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PENJAKORA
ISSN : 23563397     EISSN : 25974505     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017" : 9 Documents clear
PENGARUH METODE PELATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT UNIT KEGIATAN OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI PADANG Edwarsyah Edwarsyah; Sefri Hardiansyah; Hilmainur Syampurma
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11749

Abstract

oleh atlet Pencak Silat Unit Kegiatan Olahraga Universitas Negeri Padang. Penelitian ini termasuk penelitian kuasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan circuit training terhadap kondisi fisik atlet Pencak Silat Unit Kegiatan Olahraga Universitas Negeri Padang. Subjek penelitian adalah seluruh atlet Pencak Silat Unit Kegiatan Olahraga Universitas Negeri Padang yang masih aktif berlatih sebanyak 29 orang. Data dikumpul dari 29 orang subjek penelitian melalui pengukuran kondisi fisik atlet. Data dianalisis dengan menggunakan rumus uji beda (uji t) dependent sampel. Berdasarkan analisa data dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan oleh latihan circuit training terhadap peningkatan kemampuan kondisi fisik atlet pencak silat UKO UNP. Akhirnya diharapkan penelitian ini bisa berkontribusi dan berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang olahraga prestasi.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA (Studi di Seluruh SMA Negeri Kota Kediri) Lutfhi Abdil Khuddus
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru dikjasor di SMA Negeri Kota Kediri. Temuan yaitu, dalam membelajarkan siswa guru tersebut belum menerapkan konsep dan tujuan dikjasor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sumber data adalah guru dikjasor di SMA Negeri di Kota Kediri. Hasil penelitian untuk SMAN I mendapatkan nilai 2,3 setelah lokakarya menjadi 2,7. SMAN II nilai 2,8 menjadi 2,9. SMAN III nilai 1,9 menjadi 2,0. Untuk SMAN IV nilai 1,6 menjadi 2,7. SMAN V nilai 3,0 menjadi 2,6. SMAN VI nilai 1,8 menjadi 2,2. SMAN VII nilai 1,3 menjadi 1,8. SMAN VIII nilai 2,1 menjadi 2,2. Rata-rata pretest 2,1 dan rata-rata postest 2.38. Guru belum menerapkan konsep dan tujuan dikjasor, setelah diadakan lokakarya dan dinilai dengan statistik uji-t, diketahui bahwa th = 1,147 < t1% = 2,977. Kesimpulannya bahwa ada perbedaan yang tidak signifikan. Artinya tidak ada peningkatan keterampilan mengajar guru di SMA Negeri di Kota Kediri.
TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR GUGUS VI KECAMATAN SUKASADA Ni Putu Dwi Sucita Dartini; I Gede Suwiwa; Luh Putu Spyanawati
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Sukasada. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode tes dan pengukuran. Populasi adalah seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Sukasada Tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 188 orang. Sampel berjumlah 119 orang siswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling yang tersebar kedalam 5 sekolah yaitu  SDN 1 Panji Anom, SDN 3 Panji Anom, SDN 4 Panji Anom, SDN 1 Tegallinggah dan SDN 2 Tegallinggah. Tingkat kebugaran jasmani siswa diukur menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk anak umur 10-12 tahun yang merupakan satu rangkaian tes yang terdiri dari 5 butir tes yaitu lari 40 meter, gantung siku tekuk, baring duduk 30 detik, loncat tegak, dan lari 600 meter. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif yaitu menjumlahkan nilai total dari masing-masing butir tes sesuai dengan norma yang sudah ada dan selanjutnya mencari persentase tingkat kebugaran jasmani siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran siswa berada yaitu  kategori baik sekali tidak ada (0%), kategori baik sebanyak 2 orang (1,68%), kategori sedang sebanyak 57 orang (47,90%), kategori kurang sebanyak 45 orang (37,82%) dan kategori kurang sekali sebanyak 15 orang (12,61%). Secara rata-rata skor kebugaran jasmani siswa kelas V SD Gugus VI Kecamatan Sukasada-Buleleng adalah 12,90 atau berada pada kategori kurang.
PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN OLAHRAGA SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA Nur Azis Rohmansyah
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11752

Abstract

Pelaksanaan kurikulum saat ini mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan telah diberlakukan dari tingkat SD, SMP, dan SMA.  Pendidikan jasmani bukan hanya merupakan aktivitas pengembangan fisik secara terisolasi, akan tetapi harus berada dalam konteks pendidikan secara umum (general education). Sudah tentu proses tersebut dilakukan dengan sadar dan melibatkan interaksi sistematik antar pelakunya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pembentukan karakter tidak dapat dilakukan dengan waktu sekejap, melainkan melalui proses yang lama dan kontinyu. Di sinilah peran guru/pelatih dituntut mampu mentransfer cara berfikir, bersikap, dan mendasarkan pada etika moral yang baik. Ucapan guru akan diperhatikan menjadi pondasi dasar dalam pembentukan karakter anak didiknya. Jika pendidikan jasmani dan olahraga dijalankan dengan kaidah-kaidah yang benar akan memberikan kontribusi poitif dalam usaha membangun karakter anak.
PENGARUH MEDIA VIDEO DAN MEDIA CHART TERHADAP KETEPATAN SMASH BULUTANGKIS SISWA SD NEGERI 52 KURANJI PADANG Zarwan Zarwan; Sefri Hardiansyah
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11753

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya pembinaan atlet bulutangkis usia dini. Rendahnya pembinaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh rendahnya pengetahuan pelatih/pembina pada pembuatan program latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari media latihan video dan media latihan chart terhadap ketepatan smash bulutangkis. Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada pembinaan usia dini. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu yang dilakukan pada siswa SD Negeri 52 Kuranji Padang. Populasi penelitian ini adalah siswa SD Negeri 52 Kuranji Padang kelas IV dan Kelas V. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) media video memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan ketepatan smash, (2) media chart memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan ketepatan smash, (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan media video dengan kelompok yang menggunakan media chart, dimana media  video memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan ketepatan smash. 
TINGKAT KONDISI FISIK WASIT SEPAKBOLA PENGKAB PSSI BULELENG Ketut Chandra Adinata Kusuma
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kemampuan daya tahan (VO2max), (2 )kapasitas vital paru, dan (3) kecepatan lari yang dimiliki oleh wasit sepakbola Pengkab PSSI Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Jumlah subyek penelitian ini 26 orang. Teknikpengumpulan data menggunakan MFT(Multistage Fitness Test)untuk mengukur daya tahan (VO2max), spirometer untuk mengukur kapasitas vital paru, dan tes lari 30 meteruntuk mengukur kecepatan lari.Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VO2max wasit sepakbola Pengkab PSSI Buleleng 4 orang (15,38 %) kategori Sedang, 11 orang (42,31 %) kategori Kurang, dan 11 orang (42,31 %) kategori Kurang Sekali. Kapasitas vital paru wasit sepakbola Pengkab PSSI Buleleng terdapat 4 orang (15,38 %) kategori Baik Sekali, 9 orang (34,62 %) kategori Baik, 12 orang (46,15 %) kategori Sedang, 1 orang (3,85 %) kategori Kurang. Kecepatan lari wasit sepakbola Pengkab PSSI Buleleng 4 orang (15,38 %) kategori Baik Sekali, 6 orang (23,08 %) kategori Baik, 12 orang (46,15 %) kategori Sedang, 3 orang (11,54 %) kategori Kurang, dan 1 orang (3, 85 %) kategori Kurang Sekali. Berdasarkan hasil di atas disarankan kepada Pengkab PSSI Buleleng untuk menyusun program latihan yang kontinyu dan terarah sehingga dapat meningkatkan kondisi fisik wasit sepakbola Pengkab PSSI Buleleng.
PENGARUH MOTIVASI BEROLAHRAGA DAN STATUS GIZI TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI Sepriadi Sepriadi
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11755

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh motivasi berolahraga dan status gizi terhadap tingkat kebugaran jasmani. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional, dimana variabel bebasnya adalah motivasi berolahraga dan status gizi sedangkan variabel terikatnya adalah tingkat kebugaran jasmani. Sampel berjumlah 41 orang mahasiswa putera. Teknik pengumpulan data dengan angket untuk mengetahui motivasi berolahraga, IMT untuk mengetahui status gizi dan tes lari 2400 meter untuk tes kebugaran jasmani. Teknik analisis data menggunakan korelasi sederhana dan ganda serta koefesien determinasi untuk mengetahui berapa persen pengaruh varaibel bebas terhadap varaibel terikat. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Motivasi berolahraga memberikan pengaruh terhadap tingkat kebugaran jasmani sebesar 15,93%. 2) Status gizi memberikan pengaruh terhadap tingkat kebugaran jasmani sebesar 7,54%., 3) Motivasi berolahraga dan status gizi secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap tingkat kebugaran jasmani sebesar 24,30%.
STUDI KELAYAKAN FASILITAS SARPRAS OLAHRAGA INDOOR DI FIK UNNES Ricko Irawan
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11756

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan fasilitas sarpras olahraga Indoor di FIK Unnes. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah manajemen laboratorium FIK Unnes yang terdiri dari prodi PJKR, PKLO dan IKOR. Subjek pada penelitian ini adalah 1 ketua lab PJKR dan 1 anggota, 1 ketua lab IKOR dan 1 anggota, 1 ketua lab PKLO dan 1 anggota. Objek dalam penelitian ini adalah sarana dan prasarana Indoor FIK Unnes. Teknik sampling yang digunakan, 1)observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi.Teknik analisis yang digunakan adalah menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Simpulan penelitian ini adalah kelayakan fasilitas sarana dan prasaranaolahraga di laboratorium Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang dinilai dari kuantitasnya sudah baik akan tetapi dilihat dari kualitasnya masih belum memenuhi nilai-nilai 7 pilar konservasi. Saran penelitian ini 1) Fakultas Ilmu Keolahragaan perlu membuat kebijakan terkait dengan penerapan nilai-nilai konservasi di lingkungan laboratorium FIK Unnes terkait transportasi internal seperti kebijakan pada calon mahasiswa baru yang hendak diterima untuk bersedia tidak menggunakan kendaraan bermotor untuk mobilitas disekitar kampus FIK Unnes, dan kebijakan serupa yang jika diperlukan untuk calon pengajar dan tenaga pendidikan yang akan mengabdikan dirinya di Universitas Negeri Semarang, 2) Perlu diperhatikan lebih mendalam dalam pengelolaan limbah di sekitar laboratorium. Karena masih banyaknya kertas bekas pakai yang tidak didaur ulang serta masih menjadikan energi listrik sebagai energi utama dalam penerangan, maka perlu peningkatan dengan memanfaatkan energi matahari. 
PENILAIAN AUTENTIK (AUTHENTIC ASSESMENT) DALAM PEMBELAJARAN PENJAS Akhmad Soebarna; Silvy Juditya; Gugun Gunawan
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i1.11757

Abstract

Penelitian ini pada dasarnya mengangkat sebuah fenomena mengenai penerapan penialaian authentic baik untuk ranah keterampilan (psikomotor), ranah pengetahuan (kognitif), dan ranah Sikap (affektif) yang terjadi pada proses pembelajaran pendidikan jasmani di tingkat sekolah menengah kejuruan di wilayah kota Cimahi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan penilaian authentic baik untuk ranah Affektif, Kognitif dan Psikomotor. Sumber data yang digunakan yaitu para guru pendidikan jasmani di tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) khsususnya sekolah kejuruan tingkat negeri (SMKN) yang menerapkan kurikulum 2013 sebanyak 2 orang guru pendidikan jasmani, sedangkan untuk memecahkan permasalahan dan untuk mencapai tujuan dari penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Untuk memperolah data penelitian dalam penelitian ini menggunakan instrument berupa dokumentasi, wawancara dan observasi.Adapun hasil dari penelitian ini yaitu dari ketiga ranah baik sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan penilaian authentic hanya satu ranah yang belum dapat terlaksana secara maksimal yaitu penilaian untuk ranah sikap (affektif), sehingga di dalam penerapan penialian authentic ranah sikap belum dapat terjabarkan secara terperinci.Sedangkan untuk penjabaran penilaian pengetahuan (kognitif) pada penerapan penilaian authentic setiap guru sudah mampu menjabarkan dan menerapkan konsep penilaian authentic walaupun belum sebaik penerapan penilaian authentic untuk penilaian ranah keterampilan (psikomotor), ranah psikomotor setiap sudah mampu menjabarkan setiap keterampilan siswa ke dalam konsep penilaian authentic. Mengacu kepada hasil penilaian di atas, saran yang diajukan oleh tim penelitian yaitu untuk penilaian ranah sikap (affektif) sebaiknya tidak difokuskan kepada guru pendidikan jasmani yang menilai tetapi melibatkan guru bidang studi lainnya yang jauh lebih paham atas nilai-nilai karakter dan akhlak, sehingga penilaian untuk ranah sikap dapat terjabarkan secara terperinci.

Page 1 of 1 | Total Record : 9