cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2016)" : 9 Documents clear
PURA BUKIT DHARMA DURGA KUTRI DI DESA BURUAN, GIANYAR, BALI (SEJARAH, STRUKTUR, DAN FUNGSI SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., Ngakan Made Viky Purnama Teja; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) sejarah berdirinya Pura Bukit Dharma Durga Kutri di Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (2) struktur dan fungsi Pura Bukit Dharma Durga Kutri di Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (3) potensi yang terdapat di Pura Bukit Dharma Durga Kutri, Desa Buruan, Gianyar, Bali yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen); (3) teknik validitas data; (4) analisis data dan (5) teknik penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah berdirinya Pura Bukit Dharma Durga Kutri di Desa Buruan berkaitan erat dengan permaisuri Raja Udayana yang bernama Ratu Gunapriyadharmapatni. Struktur Pura Bukit Dharma Durga Kutri terdiri tiga halaman yaitu nista mandala atau jaba sisi, madya mandala atau jaba tengah dan utama mandala atau jeroan. Fungsi Pura Bukit Dharma Durga Kutri secara umum dapat dibagi menjadi enam, (1) fungsi religius; (2) fungsi sosial; (3) fungsi pendidikan; (4) fungsi budaya ; (5) fungsi ekonomi ; (6) fungsi rekreasi. Adapun potensi yang dimiliki Pura Bukit Dharma Durga Kutri yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA, yaitu: (1) Struktur berundak; (2) peninggalan arca dan (3) fragmen candi. Kata Kunci : Sejarah, Struktur dan Fungsi, Sumber Belajar Sejarah di SMA This research aims to find out, (1) the history of the Bukit Dharma Durga Kutri temple at Buruan village, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (2) the structure and function of Bukit Dharma Durga Kutri Kutri temple at Buruan village, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (3) the potential contained in Bukit Dharma Durga Kutri temple at Buruan village, Gianyar, Bali which can be used as a source of history learning in high school based on curriculum 2013. This research used the qualitative approach, namely: (1) the determination of the location; (2) the technique of determination of the informant; (3) data collection techniques (observation, interview, document studies); (3) the technique of validity of data; (4) data analysis and (5) the techniques of writing. The results showed that the history of the Pura Bukit Dharma Durga Kutri at Buruan village is closely related to King Udayana named Queen Gunapriyadharmapatni. Bukit Dharma Durga Temple structure Kutri consists of three of these namely nista mandala or jaba sisi, madya mandala or jaba tengah and utama mandala or jeroan. The function of Pura Bukit Dharma Durga Kutri can generally be divided into six, (1) religious function; (2) social functions; (3) the functions of education; (4) the function of culture; (5) economic function; (6) a recreational function. As for the potential of Bukit Dharma Durga Kutri temple which can serve as a source of learning history in high school, namely: (1) the structure of the stairs; (2) a relic statue and (3) fragments of the ancient temple. keyword : history, structure and function, the source of Learning History in high school
MIGRASI ORANG-ORANG SERAYA KARANGASEM DI DESA GEROKGAK, BULELENG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH SOSIAL- EKONOMI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH PEMINATAN DI SMA KELAS X BERBASIS KURIKULUM 2013 ., Ni Putu Tika Indrayanti; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar Belakang Sejarah maupun proses migrasi Orang-orang Seraya-Karangasem di Gerokgak; (2) Nilai-nilai balik peristiwa migrasi orang-orang Seraya-Karangasem yang bisa di aplikasikan dalam pembelajaran sejarah di SMA kelas X berbasis kurikulum 2013; dan (3) kisah migrasi orang-orang Seraya-Karangasem di Gerokgak serta nilai-nilai yang bisa di masukkan ke dalam pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui langkah-langkah berikut ini : Jenis penelitian, Penentuan lokasi penelitian, Teknik penentuan informan, Instrumen penelitian, Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumen, Metode penjaminan keabsahan data, Metode analisis data, dan Metode penulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kedatangan orang-orang Seraya-Karangasem ke Buleleng khususnya di Desa Gerokgak dilatarbelakangi oleh faktor kesulitan ekonomi yang dialami oleh orang-orang Seraya-Karangasem. Latar belakang migrasi orang-orang Seraya-Karangasem ke Desa Gerokgak terbagi menjadi beberapa periode diantaranya yaitu Periode tahun 1660 -1697 (Masa Kerajaan), Periode tahun 1848-1849 (Kalahnya Buleleng dari Belanda), Periode tahun 1917 (Bencana Genjong / gempa bumi yang dasyat), Periode Pasca Kemerdekaan 1945 (Buleleng menjadi ibukota Sunda Kecil) dan Periode tahun 1963 (Bencana Meletusnya Gunung Agung); (2) Nilai-nilai di balik peristiwa migrasi orang-orang Seraya-Karangasem yaitu: nilai religius, nilai toleransi, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai bersahabat / komunikatif, nilai cinta damai dan nilai tanggung jawab; (3) Pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam peristiwa migrasi orang-orang Seraya-Karangasem sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat dijabarkan pada ranah kognitif, ranah afektif, silabus sebagai acuan guru dalam merencanakan pembelajaran dan RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran) sebagai alat dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Kata Kunci : Migrasi, Nilai-nilai, Sumber belajar sejarah This study aims to determine (1) Historical Background and the process of migrating Seraya- Karangasem people in Gerokgak; (2) The values behind the events of migration Seraya- Karangasem people that can be applied in teaching high school history class X-based curriculum, 2013; and (3) the story of the migration Seraya- Karangasem people in Gerokgak and values that can be entered into the teaching of history in high school. This study used qualitative research methods through the steps below: Type of research, Location research, technique of determining the informant, research instrument, method of data collection by observation techniques, interviews and documents, methods guarantee the validity of data, data analysis method, and Method writing. The results showed that (1) The arrival of the Seraya- Karangasem to Buleleng, especially in the village of Gerokgak motivated by factors of economic difficulties experienced by people Seraya-Karangasem. Background migration of people to the village of Seraya- Karangasem people in Gerokgak divided into several periods among which period of the year 1660 -1697 (The period of the Kingdom), Period 1848-1849 year (Buleleng defeat of the Netherlands), Period 1917 (Genjong disasters / earthquakes terrible), Post-Independence Period 1945 (Buleleng became the capital of the Sunda Kecil ) and Period of 1963 (Disaster eruption of Mount Agung); (2) The values behind the migration event Seraya- Karangasem namely: religious values, values of tolerance, the value of hard work, creative value, the value of friends / communicative, the value of peace and the values of responsibility; (3) Integration of the values of characters in the event of migration of people Seraya-Karangasem as a source of learning history can be described in the cognitive, affective, syllabus as a reference for teachers in planning learning and RPP (Draft Lesson) as a tool in conveying the material to learners.keyword : Migration, values, source of learning history
Pura Pabean, Desa Banyupoh, Kec. Gerokgak, Buleleng-Bali (Sejarah, Struktur dan Potensinya Sebagai Media Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah di SMA) ., Ni Kadek Ari Indrayani; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah Berdirinya Pura Pabean Pulaki, Buleleng, Bali. (2) Struktur dan Fungsi Dari Pura Pura Pabean Pulaki, Buleleng, Bali (3) Nilai-Nilai Karakter di balik Sejarah Pura Pabean Pulaki, Buleleng, Bali yang dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan Karakter dalam pembelajaran Sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah melalui beberapa langkah yakni (1) Heuristik (2) Kritik Sumber : Kritik ekstern dan Kritik intern (3) interpretasi (4) Historiografi Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, (1) Pura Pabean ini dibuat oleh warga lokal untuk menghargai jasa para pedagang antar pulau yang telah mengembangkan Teluk Pulaki hingga menjadi pelabuhan perdagangan/persinggahan.(2) Struktur Pura Pabean ini menggunakan konsep Tri Mandala yang terdiri dari Nista Mandala (Jaba Sisi), Madya Mandala (Jaba Tengah), dan Utama Mandala (Jaroan) yang dari segi arsitekturnya merupakan percampuran antara arsitektur Bali dan Cina di dalamnya yang dicirikan dengan dominan warna merah. (3) Nilai-nilai karakter yang dapat dipetik dari segi historis pura dan perpaduan kebudayaan antara kebudayaan Hindu-Budha di Pura Pabean ini yaitu : Religius, Toleransi, Kerjasama, Kerja Keras, Cinta Damai, Bersahabat dan Cinta Tanah Air. Nilai-nilai karakter tersebut kemudian di integrasikan ke dalam pembelajaran Sejarah yang tercermin dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).Kata Kunci : Pura Pabean, Kebudayaan Hindu-Budha, Pendidikan Karakter This research was aimed to know the1 history of pabean pulaki tample buleleng bali, 2 the structure and function of pabean pulaki tample buleleng bali, the character values bhind the history of pabean pulaki tample buleleng bali which could be made use as character education media in the history learning of senior high school. This study uses historical research, trough several steps that (1) Heuristic, (2) Criticism of sources: internal criticism and external criticism, (3) interpretation, and (4) historiography. The result of this research showed that (1) Pabean Tample Customs is made by local residents for appreciate the services of the inter-island traders who have developed Gulf Pulaki to be a trading port / stopover. (2) The structure of the temple Customs uses the concept of Tri Mandala consisting of Nista Mandala (Jaba Sisi), Madya Mandala (Jaba Central), and Utama Mandala (Jeroan) the terms of its architecture is a mixture of Balinese and Chinese architecture in it that is characterized by the dominant red color. (3)The character values that could be gained from the historical view and the mix of culture of hindu and budha, were: religious, tolerance, cooperation, hard working, peace, friendly, and love the nation. Then, the character values were integrated to the history teaching and learning which was reflected in lesson plan.keyword : Pabean Tample, The Culture of Hindu Buddha, Character Education
PENINGGALAN PURBAKALA DI PURA SUBAK APUAN, SINGAPADU, SUKAWATI GIANYAR, BALI (SEJARAH, STRUKTUR DAN POTENSINYA) SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., Ni Wayan Dewi Lasmi; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui Sejarah Peninggalan Purbakala Di Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali, (2) mengetahui Struktur dari Peninggalan Purbakala Di Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali, (3) mengetahui potensi dari Peninggalan Purbakala Di Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Model penelitian yang digunakan untuk menyusun penelitian ini adalah penelitian pemecahan masalah kekinian,dengan tahap sebagai berikut: (1) Heuristik, terdiri dari teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen, (2) Kritik sumber yang mana terdiri dari kritik ekstern, dan intern, (3) Interprestasi (penafsiran), (4) Histrografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa, sejarah peninggalan purbakala yang ada di Pura Subak Apuan, Singapadu, Sukawati, Gianyar, Bali berasal dari masa megalitik muda. Semua ini karena ciri-ciri yang dimiliki oleh peninggalan di pura ini sangat sederhana. Adapun peninggalan yang ada di pura ini berupa arca bukan dewa, lingga dan batu padas yang banyak terdapat di jaba tengah dan jeroan pura. Pura Subak Apuan, Singapadu menggunakan konsep Tri Mandala yang terdiri dari jaba sisi, jaba tengah dan jeroan. Peninggalan yang ada di pura ini dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah yang disesuaikan dengan kurikulum 2013 pada kelas X semester ke II dengan memperhatikan potensi peningglan di Pura Subak Apuan.Kata Kunci : Pura Subak, Peninggalan Purbakala, Sumber Belajar. This study was aimed to: (1) find out history of archaeological remains in Subak Apuan Tempel, Singapadu, Gianyar, Bali, (2) find out stucture of archaeological remains in Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali, (3) find out potential of archaeological remains in Subak Apuan Temple, Singapadu, Sukawati, Gianyar, Bali as source of historical learning in Senior High School. Research method that used by this study was problem solving which used following steps: (1) Heuristic, consist of interview, observation and documentation, (2) Source critical, consist of external critical and internal critical, (3) Interpretation, (4) Historiography. The result of this study showed that the history of archaeological remains in Subak Apuan Temple, Singapadu, Gianyar, Bali was archaeological remains from early megalithic era. It was because characteristics of this arcaeological remains was very simple. The archaeological remains in this temple were statue of non God, rock relief and phallum in Hindu’s temple found in jabe tengah and jeroan of the temple. This temple used Tri Mandala concept, consist of jaba sisi, jabe tengah and jeroan. This archaeological remains could be a historical learning source which appropriate with curriculum 2013 for second semester of ten grade student by looked at potential of Subak Apuan Temple.keyword : Subak Temple, Archaeological Remains, Learning Sources
Penerapan Metode Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII I Di SMP Negeri 1 Banjar, Buleleng, Bali Tahun Ajaran 2014/2015 ., Ketut Jasiani; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.5497

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah (1) Untuk mengetahui apakah penerapan metode Role Playing dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS siswa setelah menggunakan metode Role Playing pada siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar, (2) Untuk mengetahui apakah penerapan metode Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa setelah menggunakan metode Role Playing pada siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar. (3) Untuk mengetahui bagaimana respon siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar terhadap penerapan metode Role Playing. Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar dengan jumlah 27 siswa. Sedangkan objek penelitiannya adalah aktivitas dan hasil belajar IPS. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini dengan metode observasi, metode tes, kuisioner dan wawancara. Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut (1) aktivitas belajar siswa pada siklus I mendapatkan jumlah 405 nilai yang diperoleh siswa dengan rata-tara yang dicapai 15% terjadi peningkatan jumlah aktivitas yang diperoleh siswa pada siklus II dengan jumlah yang dicapai 560 nilai yang diperoleh siswa dengan rata 20%. Peningkatan aktivitas dari siklus I ke siklus II adalah 155 nilai yang diperoleh siswa dengan rata-rata peningkatan mencapai 5%. (2) Hasil belajar yang diperoleh siswa adalah 1915 dengan rata-rata 70% dan ketuntasan hasil belajar yang dicapai 48,15% pada siklus I. Terjadi peningkatan hasil belajar yang diperoleh pada siklus II yakni dengan jumlah 2180 dengan rata-rata 80,74% dan ketuntasan hasil belajar yang dicapai 81,48%. (3) Hasil respons siswa terhadap penerapan metode pembelajaran Role Playing terjadi pada siklus I, respons siswa terhadap penerapan metodel pembelajaran Role Playing yaitu 991 dengan pencapaian rata-rata 36,70%. Terjadi peningkatan respons siswa terhadap penerapan metode pembelajaran Role Playing pada siklus II yaitu 1015 dengan pencapaian rata-rata 37,59%. Jumlah peningkatan yang terjadi dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 24 dengan pencapaian rata-rata sebesar 0,89%. Berdasarkan hasil penelitian, maka jawaban dari hipotesis tindakan yaitu (1) Model pembelajaran Role Playing dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat tinggi. (2) Model pembelajaran Role Playing dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat tinggi.Kata Kunci : Metode Pembelajaran Role Playing, Aktivitas, Hasil Belajar, Respons Siswa, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) The purpose of this action research are (1) To determine the increase in students' activity to learn IPS after Role Playing method in class VIII I SMP Negeri 1 Banjar (2) To determine the improvement of student learning outcomes IPS after Role Playing method in class VIII I SMP Negeri 1 Banjar. (3) To determine how the response class VIII I SMP Negeri 1 Banjar on the application of the method of Role Playing. In this classroom action research is the subject of class VIII I SMP Negeri 1 Banjar the number of 27 students. While the research object is the activity and learning of Social Sciences (IPS). Data collection methods used in this classroom action research with the method of observation, test methods, questionnaires and interviews. From the results of action research conducted by 2 cycles and analyzes that have been conducted, obtained the following results (1) student activity in the first cycle to get the average number between 405 reached 15% an increase in the number of student activity obtained at second cycle with the amount achieved in 560 with 20% average. Increased activity from the first cycle to the second cycle was 155 with an average increase of 5. (2) The results of student learning is 1915 with an average of 70% and mastery of learning outcomes achieved 48,15% in cycle I. An increase learning outcomes obtained in the second cycle which is the number of 2180 with an average of 80,74% and mastery of learning outcomes achieved 81,48%. (3) The results of a student's response to the application of learning Role Playing method occurred in the first cycle, the student response to the application of Role Playing method is 991 with an average achievement of 36,70%. An increase in student responses to the application of cooperative learning model snowball throwing in the second cycle is 1015 with an average achievement of 37,59%. The amount of the increase that occurred from the first cycle to the second cycle is the attainment by 24 with an average of 0,89%. Based on the results of the research, the answer to the hypothesis that the action was previously thought (1) Learning Role Playing to be effective and efficient and the avtivity to study the subject of Social Sciences rise high. (2) Learning Role Playing to be effective and efficient, student learning outcomes in the Social Sciences subjects increased height.keyword : Learning Role Playing, activity, Learning Outcomes, Student Response, Social Science (IPS)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 SAWAN SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Made Dian Hermi; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6289

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan motivasi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada pelajaran Sejarah, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar sejarah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), (3) mengetahui respon siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada pelajaran Sejarah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata motivasi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan pada siklus I adalah 25,45% dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 26,33% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan pada siklus I adalah 74,58 dengan kategori sedang, meningkat menjadi 83,54 pada siklus II dengan kategori tinggi; (3) respon siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) mencapai kategori positif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Sejarah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 serta memperoleh respon yang positif.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), Motivasi, Hasil Belajar, Sejarah. This study aimed at 1) knowing the motivation improvement of the 12th of Social Science 2 grade students of SMA Negeri 1 Sawan in odd semester in academic year of 2015/2016 through the application of cooperative learning model especially Student Team Achivement Divison(STAD) type on history lesson. This study was a classroom action research. The steps done in this action research involved ; 1) determining the research subjects 2) making the design of the action 3) doing the action 4) observing 5) reflecting ang evaluating. The result of the research showed that : 1) The motivation average percentage of the 12th social science 2 grade of SMA Negeri 1 Sawan in cycle I were 25,45% with high category, and they improved became 26,44% in cycle II with high category as well. The average of the study result of the students were 74,58 in cycle I with sufficient category, increased became 83,54 in cycle II in high category. 3) the students' responses toward the application of cooperative learning in STAD type achieved positive category. Based on the result of the research, it can be concluded that the application of cooperative learning model in STAD type can improve the motivation and the history study's result of the 12th social science 2 grade students of SMA Negeri 1 Sawan in academic year of 2015/2016 get positive responses as well.keyword : Cooperative learning model Student Achievement division team (STAD), motivation , learning outcomes, history
PENINGGALAN SARKOFAGUS DAN NEKARA DI DESA PAKRAMAN MANIKLIYU, KINTAMANI, BANGLI, BALI (STUDI TENTANG BENTUK, FUNGSI DAN POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA) ., Ni Komang Sukasih; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk sarkofagus dan nekara yang terdapat di Desa Pakraman Manikliyu; (2) fungsi sarkofagus dan nekara yang terdapat di Desa Pakraman Manikliyu; dan (3) sarkofagus dan nekara yang ada di Desa Pakraman Manikliyu sebagai media pembelajaran sejarah di SMA sesuai dengan RPP berbasis Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara dan studi dokumen); (3) teknik pengolahan data/analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) sarkofagus di Desa Pakraman Manikliyu memiliki bentuk persegi panjang dengan sisi berbentuk lengkung, masing-masing sisi memiliki tonjolan berbentuk persegi empat dan nekara memiliki bentuk seperti sebuah dandang terbalik, bagian atasnya tertutup dan bagian bawahnya (kaki) terbuka dengan tutup berbentuk silinder, (2) sarkofagus dan nekara berfungsi sebagai peti jenazah atau sebagai kuburan atau peti mayat, sarkofagus digunakan oleh orang yang memiliki kedudukan atau status sosial yang tinggi seperti kepada petinggi, ketua suku, atau kaum bangsawan dari penduduk setempat di masa itu, sedangkan nekara pada umumnya kebanyakan ditemukan dipura-pura sebagai tempat media pemujaan roh leluhur. Akan tetapi, nekara di Desa Pakraman Manikliyu ditemukan diluar pura dan memiliki fungsi yang berbeda yaitu sebagai wadah kubur, (3) aspek-aspek yang terdapat pada peninggalan sarkofagus dan nekara di Desa Pakraman Manikliyu yang bisa dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah di SMA sesuai dengan RPP berbasis Kurikulum 2013 yaitu, aspek bentuk fisik bangunan, aspek historis, aspek keyakinan atau kepercayaan, dan aspek budaya. Kata Kunci : Sarkofagus dan Nekara, Media Pembelajaran Sejarah. The purposes of this study are to determine (1) The shape of the sarcophagus and nekara contained in Pakraman Manikliyu; (2) the function of the sarcophagus and nekara contained in Pakraman Manikliyu; and (3) the sarcophagus and nekara in Pakraman Manikliyu as a medium of teaching history in high school curriculum-based lesson plans in accordance with 2013. This study used qualitative approach, namely: (1) a technique of determining the informant; (2) The data collection method (observation, interviews and document study); (3) engineering data processing / data analysis. The results showed that, (1) the sarcophagus in Pakraman Manikliyu has a rectangular shape with sides curved, each side has protrusions rectangular and nekara has a shape like a cormorant upside down, top closed and bottom (foot) open with closed cylindrical, (2) the sarcophagus and nekara serve as a coffin or a grave or coffin, sarcophagus used by people who have a position or a high social status as the top brass, the head of the tribe, or the nobility of the local population in that period while nekara generally found mostly dipura posed as a media worship ancestral spirits. However, nekara in Pakraman Manikliyu found outside the temple and have different functions, namely as a container tomb, (3) the aspects contained in the relics of a sarcophagus and nekara in Pakraman Manikliyu that could be developed into a medium of learning history in school according to RPP based curriculum in 2013, namely, the physical aspects of the building, the historical aspect, the aspect of belief or faith, and cultural aspects keyword : Sarcophagus And Nekara, Median Learning History
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pada Siswa Kelas VIIIB SMP Negeri 1 Nusa Penida Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015 ., I Nyoman Oka Hendrawan; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.5392

Abstract

Penelitian ini bertjuan untuk (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS, (3) mengetahui respon siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah-langkah yang dilakukan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida pada siklus I mencapai rata-rata 60,33 dengan kategori tinggi, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 68,58 dengan kategori sangat tinggi; (2) hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida pada siklus I mencapai rata-rata 73,08% dengan kategori sedang, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 81,45% dengan kategori tinggi; (3) respon siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada siklus I mencapai rata-rata 40,33 dengan kategori cukup positif, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 42,50 dengan kategori positif. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI), Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Respon Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) This study aimed (1) to determine the increase of students' motivation in class VIII B on second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida in academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies, (2) to improve student learning outcomes class VIII B semesteron second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida in the school year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies, (3) studied the response of B class VIII on second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida second in academic year 2014/2015 towards the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies. This research is a classroom action research (CAR). The steps are performed in a Class Action Research (CAR) are: (1) determining the subject of research, (2) make a plan of action, (3) implement measures, (4) make observations, (5) reflection and evaluation. The results showed: (1) motivation of students of class VIII B of SMP Negeri 1 Nusa Penida in the first cycle reached an average of 60.33 with the high category, on the second cycle increased with the average being 68.58 with the every high category; (2) the results of class VIII B student's SMP Negeri 1 Nusa Penida in the first cycle reached an average of 73.08% with a high category, on the second cycle increased with the average being 81.45% with a high category; (3) response of VIII B class students of SMP Negeri 1 Nusa Penida to the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in the first cycle reached an average of 40.33 with a quite positive category, on the second cycle increased with the average being 42,50 with the positive category. keyword : Cooperative Learning Model Technique Group Investigation (GI), Student Motivation, Learning Outcomes, Student Response, Social Science.
IDENTIFIKASI ARTEFAK DI PURA PENGUKUR-UKURAN, DESA PEJENG KELOD, GIANYAR BALI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA MELALUI APLIKASI MICROSOFT OFFICE POWER POINT ., Kadek Aprianti; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) artefak yang tersimpan di Pura Pengukur-ukuran Desa Pejeng Kelod, Gianyar, Bali; (2). bentuk media Microsoft Office Power Point sejarah SMA melalui artefak di Pura Pengukur-ukuran Desa Pejeng Kelod, Gianyar, Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumen); (3) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data dan triangulasi metode); (4) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) ada empat peninggalan yang ada di Pura Pengukur-ukuran, yaitu yang pertama, candi agung yang terdiri dari dua bagian, bagian bawah candi menunjukkan konstruksi lama dan batu padasnya masih kuno dan bagian atas candi merupakan pasangan baru dengan menggunakan batu padas baru, kedua, prasasti Pura Pengukur-ukuran atau yang lebih dikenal dikalangan ahli prasasti dengan sebutan Prasasti ambang pintu, ketiga arca, semua arca yang disimpan di Pura Pengukur-ukuran ini berkaitan dengan pemujaan terhadap Dewa Siwa, keempat, menhir merupakan peninggalan zaman megalitikum, (2) artefak yang ada di Pura Pengukur-ukuran dijadikan media pembelajaran sejarah melalui aplikasi Microsoft Office Power Point ke dalam materi sejarah di SMA kelas X dengan memanfaatkan artefak yang ada di Pura Pengukur-ukuran yang tidak pernah dimuat dalam buku pelajaran sejarah di SMA.Kata Kunci : Artefak, Pura Pengukur-ukuran, Microsoft Office Power Point This study aims to determine (1) the artifacts stored in Pengukuran –ukuran temple Pejeng Kelod village, Gianyar, Bali; (2). Form of media is Microsoft Office Power Point High School's history through artifacts in the Pengukuran –ukuran temple Pejeng Kelod village, Gianyar, Bali. This study used a qualitative descriptive approach, namely: (1) a technique of determining the informant; (2) The data collection techniques (observation, interviews and document study); (3) The guarantor technique authenticity of data (data triangulation and triangulation method); (4) The data analysis techniques. The results showed that, (1) there are four relics in the Pengukuran – ukuran temple, namely the first, temple grand consisting of two parts, the lower part of the temple shows the old construction and ancient of padasstone and the upper part of the temple is a new partner with using newpadasstone, second, inscriptions of the Pengukuran – ukuran templeor well known among experts inscriptions as the inscription doorway, three statues, all the statues were kept in the Pengukuran – ukuran templeis related to the cult of Shiva, the fourth, menhir is a relic megalithic age, (2) artifacts in the Pengukuran – ukuran templeused as a medium of learning history through the media of Microsoft Office Power Point into the historical material in high school class X by utilizing the existing artifacts the Pengukuran – ukuran templenever included in history textbooks in high school.keyword : artifacts, Pengukuran –ukuran temple, Microsoft Office Power Point.

Page 1 of 1 | Total Record : 9