cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
RITUAL NYELUNG DI DESA ADAT BUAHAN DAN BUAHAN KAJA, PAYANGAN, GIANYAR, BALI (LATAR BELAKANG DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., I Wayan Edi Setiawan; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.18036

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan latar belakang Desa Buahan dan Buahan Kaja melakukan ritual Nyelung, (2) Mendeskripsikan prosesi pelaksanaan ritual Nyelung, (3) Mengetahui Aspek-aspek dari ritual Nyelung yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Memilih lokasi penelitan berada di Desa Adat Buahan dan Buahan Kaja, (2) Teknik penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan juga Snow Ball, (3) Teknik penjaminan keaslian data menggunakan Triangulasi Data dan Triangulasi Metode, (4) Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi dan Teknik Analisis Data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang sejarah ritual Nyelung di Desa Adat Buahan dan Buahan merupakan upacara yang dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas hasil-hasil pertanian. (2) Tahapan pelaksanaan ritual Nyelung adalah dimulai dari tahapan persiapan ritual, tahap pelaksanaan ritual yang meliputi (a) Negen Jelung, (b) Mekideh, (c) Mekeleb. Dan tahapan terakhir yakni penutupan ritual. (3) Aspek-aspek dari ritual Nyelung yang dapat digunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA adalah sebagai berikut: Aspek sejarah dan Aspek pendidikan karakter yang diimplementasikan dalam bentuk buku suplemen.Kata Kunci : Sejarah, Ritual Nyelung, Sumber Belajar Sejarah. This study aims to (1) describe the background of the village of Buahan and Buahan Kaja performing the Nyelung ritual, (2) Describe the procession of the Nyelung ritual, (3) Know the aspects of the Nyelung ritual that can be used as a source of historical learning in High School . This study uses qualitative methods with stages; (1) Selecting the location of the research in the DesaAdat Buahan and Buahan Kaja, (2) The technique of determining the informant is done by using Purposive Sampling and Snow Ball techniques, (3) Techniques for guaranteeing the authenticity of the data using Triangulation Data and Triangulation Method, Data collection is done by Observation, Interview, Documentation Study and Data Analysis Technique. The results of the study show that, (1) the historical background of the Nyelung ritual in the Desa Adat Buahan and Buahan is a ceremony carried out as a form of gratitude for agricultural products. (2) The stages of implementing the Nyelung ritual are starting from the stage of ritual preparation, the stage of ritual implementation which includes (a) Negen Jelung, (b) Mekideh, (c) Mekeleb. And the last stage is the closing of the ritual. (3) Aspects of the Nyelung ritual which can be used as learning resources History in high school are as follows: Historical aspects and aspects of character education are implemented in the form of supplementary books.keyword : History, Nyelung Ritual, Historical Learning Resources.
PEMERTAHANAN IDENTITAS ETNIK BUGIS-MELAYU DI KELURAHAN LOLOAN, KECAMATAN NEGARA, KABUPATEN JEMBRANA, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI MA ., NURUS MAULIDA; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.14667

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) pemertahanan identitas Bugis Melayu di Kelurahan Loloan (2) upaya pemertahanan identitas Bugis-Melayu oleh masyarakat Kelurahan Loloan secara umum (3) aspek-aspek hasil penelitian sebagai sumber sejarah di MA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive dan snowball. Uji validitas data dilakukan dengan metode triangulasi data dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pemertahanan identitas Bugis-Melayu telah ada sejak dahulu dan diwariskan secara turun temurun (2) uoaya pemertahanan identitas Bugis-Melayu adalah untuk pelestarian kebudayaan dan menambah khazanah budaya di Kabupaten Jembrana supaya identitas tersebut tidak hilang (3) hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah di MA Kata Kunci : Kata kunci: Bugis-Melayu, Pemertahanan Identitas, Upaya Pemertahanan Identitas, Sumber Belajar ABSTRACT The purpose of this study to know: (1) the defense identity Bugis-Malay in Loloan (2) attemps to preserve the identity of Bugis-Malay by community Loloan in general (3) aspect of research as a source of learning history in the MA. This research is a descriptive qualitative research. The location of this research is in west Loloan sub-district Jembrana state informant in the set. Informans were determined by purposive dan snowball. The data validitytest was done by triangulation data of source and analysis data. The result of this study indicate is: (1) defense identity of Bugis-Malay has excited long ago and passed down from generation to generation (2) attemps to preserve the identity of the Bugis-Malay id for the preservation of culture and add culture treasures in Jembrana’s district so the identity of Bugis-Malay not lost by the time (3) the result of study can be in benefit an as a source of learning history in the MA. keyword : Key word: Bugis-Malay, Identity Preservation, Efforts Identity Preservation, Source of Learning
MONUMEN TUGU SISIK DI DESA BANJARSARI, LABUHAN HAJI, LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT ( Sejarah, Fungsi dan Aspek-aspeknya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) ., SITI ROSIDAH; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.18110

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) latar belakang sejarah berdirinya Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (2) Fungsi nilai-nilai Sejarah yang terdapat pada Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (3) Aspek-aspek apa yang terdapat pada Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode sejarah dengan tahap-tahap; (1) Penentuan Lokasi Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Teknik Pengumpulan Data, (4) Teknik Validasi Data, dan (5) Teknik Analisis Data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) latar belakang sejarah berdirinya Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (2) Fungsi nilai-nilai Sejarah yang terdapat pada Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (3) Aspek-aspek apa yang terdapat pada Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Kata Kunci : Monumen, Desa Banjarsari, Sumber Belajar Sejarah The purpose of this study was to find out (1 (1) the historical background of the establishment of Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara (2) Function of historical values contained in Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara (3) What aspects are there in Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara that can be used as a source of historical learning in high school. In this study, it can be collected using historical methods with stages; (1) Determination of Research Locations, (2) Determination Technique of Informants (3) Data Collection Techniques, (4) Data Validation Techniques, and (5) Data Analysis Techniques. The results showed that, (1) the historical background of the establishment of Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara (2) Function of historical values contained in Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, Lombok Timur, West Nusa Tenggara (3) What aspects are there in Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara that can be used as a source of historical learning in high schoolkeyword : Monument, Banjarsari Village, Historical Learning Resources
PEMERTAHANAN TRADISI NGUSABA DESA SARIN TAHUN DI DESA PADANG BULIA, SUKASADA, BULELENG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA. ., Kadek Ariasa; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.11408

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk (1) mengetahui latar belakang tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun di desa Padang Bulia, (2) mengetahui sistem pelaksanaan ritual Tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun, (3) mengetahui aspek- aspek dari tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun yang dapat di implementasikan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap- tahap ; (1) Teknik penetuan lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) Teknik validitas data (triangulasi data, triangulasi metode) dan, (5) Teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni (1) Latar belakang sejarah tradisi Ngusaba Desa Sari Tahun di desa Padang Bulia, (2) Sistem pelaksanaan upacara Ngusaba Desa Sarin Tahun di desa Padang Bulia (3) Aspek-aspek tradisi Ngusabha Desa Sarin Tahun yang bisa di implementasikan sebagai sumber belajar sejarah sesuai dengan kurikulum 2013.Kata Kunci : Tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun, potensi, sumber belajar, Sejarah, di SMA. This research is aimed to (1) to know the background of tradition Ngusaba Desa Sarin Tahun in Padang Bulia village, (2) to know the ritual system of Ngusaba Desa Sarin Tahun, (3) to know aspects of Ngusaba Desa Sarin Tahun that can be implemented As a source of History learning in high school. In this study, it can be collected using qualitative methods with stages; (3) data collection techniques (observations, interviews, document studies), (4) data validity techniques (data triangulation, triangulation methods) and, (5) analysis techniques Data,. This research yields findings, namely (1) Background of the tradition of Ngusaba Desa Sarin Tahun in Padang Bulia Village, (2) The Implementation System of Ngusaba Desa Sarin Tahun in the Village of Padang Bulia (3) Aspects of tradition Ngusaba Desa Sarin Tahun that can be Implement as a source of historical learning in accordance with the 2013 curriculum.keyword : The Ngusaba Desa Sarin Tahun, potential, learning resource, History, in high school.
MAKAM BUNG KARNO DI BENDOGERIT SANANWETAN BLITAR JAWA TIMUR (SEJARAH, SOSIAL EKONOMI dan POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH di MAN KOTA BLITAR) ., Febri Dwi Cahyo; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.14668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sejarah dari makam Bung Karno di Bendogerit, Sananwetan, Blitar, Jawa Timur (2) Pengaruh sosial-ekonomi dari Makam Bung Karno bagi masyarakat Bendogerit, Sananwetan, Blitar, Jawa Timur (3) Potensi Makam Bung Karno di Bendogerit, Sananwetan, Blitar sebagai sumber belajar sejarah di MAN Kota Blitar. Dalam penelitian ini,data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik heuristik (observasi, wawancara, studi dokumen), (2) teknik verifikasi (kritik ekstern dan intern), (3) teknik interpretasi (4) teknik historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Sejarah Makam Soekarno pada awalnya adalah sebuah taman makam pahlawan Kota Blitar yang lama, sekitar tahun 1950-an yang merupakan bagian dari sebuah pemakaman umum milik Yayasan Mardi Mulyo. (2) Makam Soekarno membawa perubahan terhadap mata pencaharian masyarakat sekitar makam, peran pemerintah, pendapatan masyarakat sekitar makam, pola konsumsi masyarakat, serta interaksi sosial yang terjadi di dalam masyarakat. (3) Makam Soekarno memiliki nilai historis sangat penting dalam konteks sejarah seperti rasa cinta tanah air dan semangat kemerdekaan.Kata Kunci : Sejarah Makam Soekarno, perubahan sosial-ekonomi, pemanfaatan makam This study aims to (1) analyze the history of Bung Karno's tomb in Bendogerit, Sananwetan, Blitar, East Java (2) Socio-economic influence of Bung Karno Tomb for the people of Bendogerit, Sananwetan, Blitar, East Java (3) Potential Tomb of Bung Karno in Bendogerit, Sananwetan, Blitar as a source of learning history at MAN Kota Blitar. In this study, data were collected using qualitative methods with stages; (1) heuristic techniques (observation, interview, document study), (2) verification techniques (external and internal criticism), (3) interpretation techniques (4) historiography techniques. The results show that, (1) The history of the Tomb of Sukarno was originally a garden of the old Blitar city hero's tomb, circa 1950s which is part of a public cemetery belonging to the Mardi Mulyo Foundation. (2) Soekarno's grave brought changes to the community's livelihood around the grave, the role of the government, the incomes of the community around the tomb, the pattern of public consumption, and the social interactions that took place in the community. (3) The grave of Sukarno has historical value is very important in the context of history such as the love of the homeland and the spirit of independence.keyword : Soekarno's history grave, socio-economic change, grave utilization
Perkembangan Desa Sade dari Desa Tradisional ke Desa Wisata di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah-NTB, Periode (1980-2015) dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA. ., USI HARIYADI; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.18113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor yang menyebabkan Desa Sade berkembang dari desa tradisional ke desa wisata, (2) Perkembangan Desa Sade sebagai objek wisata dilihat dari kunjungan wisman maupun wisdom periode 1980-2015, dan (3) aspek-aspek yang terdapat di Desa Sade dari desa tradisional ke desa wisata yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu: (1) rancangan penelitian; (2) lokasi penelitian; (3) metode penentuan informan; (4) metode pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi); (5) metode penjaminan keabsahan data; (6) metode analisis data; (7) metode penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) faktor-faktor yang menyebabkan Desa Sade mengalami perkembangan dari desa tradisional ke desa wisata adalah 1) daya tarik budayanya, 2) daya jangkau yang mudah, 3) akomodasi yang lengkap seperti hotel, villa, bungalows, restaurant, toko cenderamata dan parkir, 4) respon masyarakat lokal yang sangat positif. (2) Perkembangan Desa Sade dari desa tradisional ke desa wisata dilihat dari kunjungan wisman maupun wisdom periode 1980-2015 diawali dengan penemuan awal kemudian direspons oleh masyarakat lokal dan ditindak lanjuti dengan tahap pengembangan baik dari sarana maupun prasarana sehingga terus mengalami perkembangan sampai sekarang. (3) aspek-aspek yang terdapat di Desa Sade dari desa tradisional ke desa wisata yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA.Kata Kunci : wisata budaya, Desa Sade, sumber belajar sejarah This study aims to determine (1) factors that made Sade village develop from traditional villages to tourist villages, (2) the development of the village of Sade as a tourist attraction is seen from the visits of foreign tourists and domestic tourists in the period 1980-2015, (3) aspects found in the village of Sade from traditional villages to tourist villages can be used as a source of historical learning in high schools. This study uses a qualitative descriptive approach that is : (1) research design; (2) research sites; (3) method of determining informants; (4) data collection methods (observation, interviews, documentation studies); (5) data validity guarantee method; (6) data analysis method; (7) method of writing research results. The results of this study indicate that (1) the factors that caused the village of Sade to experience development from traditional villages to tourist villages were 1) cultural appeal,2) easy reach, 3) complete accommodation such as hotels, villas, bungalows, restaurant, souvenir shops and parking, 4) the response of the local community is very positive, (2) The development of the village of Sade from traditional villages to tourist villages seen from the visits of foreign tourists and domestic tourists in the period 1980-2015 began with initial discoveries and the responded by local communities and followed up with stages of development both from facilities and infrastructure so that it continues to develop until now. (3) aspects found in the village of Sade from traditional villages to tourist villages can be used as a source of historical learning in high schools. keyword : culure tour, Sade Village, historical learning resources
Watu Lawang sebagai Peninggalan Megalithikum di Desa Banyuputih-Wringin-Bondowoso: Kajian tentang Sejarah, Bentuk dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA ., Syamsia Dwi Wulandari; ., Dr. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.12441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) asal usul keberadaan watu lawang di Desa Banyuputih, Wringin, Bondowoso, (2) bentuk watu lawang yang terdapat di Desa Banyuputih, Wringin, Bondowoso, dan (3) potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tahap-tahap: (1) lokasi penelitian di Desa Banyuputih-Wringin, Bondowoso, (2) penentuan informan menggunakan “purposive sampling”, (3) pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, (4) teknik validasi data melalui trianggulasi sumber, trianggulasi metode, dan (5) analisis data. Hasil penilitan, yaitu (1) asal usul keberadaan watu lawang merupakan peninggalan zaman pra aksara pada zaman megalithikum yang digunakan sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang. (2) bentuk watu lawang di Desa Banyuputih berupa menhir yang berdiri tegak (monolith) yang tersusun dari 3 batu besar yang menyerupai pintu, oleh masyarakat digunakan sebagai tempat yang sakral yaitu sebagai tempat pemujaan terhadap roh leluhur. (3) watu lawang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA di kelas X berdasarkan kurikulum 2013, terutama terkait dengan zaman pra aksara. Adapun aspek-aspek yang dapat digunakan, yaitu: aspek historis, aspek bentuk watu lawang, aspek fungsi watu lawang, aspek religius (religi) dan aspek gotong royong.Kata Kunci : watu lawang, bentuk, sumber belajar This research aims to determine, (1) the origin of the existence of watu lawang in Banyuputih, Wringin, Bondowoso, (2) the form watu lawang in Banyuputih, Wringin, Bondowoso, and (3) its potential as a source of history learning school. This research using qualitative approach with stages: (1) research location in Banyuputih village, Wringin, Bondowoso, (2) informant determination use “purposive sampling”, (3) data collection technique through observation, interview, document study), (4) data validation technique through source triangulation and method triangulation, (5) data analysis. The results of the research are: (1) The origin of the existence of watu lawang is a relic of pre-literacy in the time of megalithicum used as a place worship of the spirit of the ancestors. (2) watu lawang in Banyuputih village builded in form of menhir that stands upright (monolith) is composed of 3 large rocks that resemble the door, by the community used as a sacred place as a place of worship of ancestral spirits. (3) watu lawang has the potential as a source of learning history in high school in class X based on the curiculum 2013, especially related to the pre-literacy era. As for the aspects that can be used ie: historical aspect, form watu lawang aspect, watu lawang function aspect, religious aspect (religious) and aspects mutual cooperation.keyword : watu lawang, form, learning resources
Diaspora Etnik Mandar di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep Sebagai Sumber Lokal Belajar Sejarah di SMA ., NUR AZIZAH; ., Drs. I Gusti Made Aryana, M.Hum.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.14669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) diaspora Etnik Mandar melakukan pelayaran sampai di Pulau Pagerungan Besar; (2) upaya Etnik Mandar mempertahankan identitas budayanya di Pulau Pagerungan Besar; dan (3) nilai-nilai kehidupan Etnik Mandar yang dapat diintegrasikan dalam sumber lokal belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, menggunakan metode sejarah dengan tahap-tahap: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) Interpretasi, dan (4) Histriografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) keberadaan Etnik Mandar di Pulau Pagerungan Besar dilatar belakangi terjadinya peperangan antara kerajaan-kerajaan Sulawesi Selatan pada abad ke-16, peperangan melawan Belanda pada abad ke-19, mengganasnya pendudukan tentara NICA di Sulawesi Selatan, pemborantakan Kahar Muzakkar tahun 1953. Selain faktor politik yang mengakibatkan migrasi Etnik Bugis-Makassar terdapat juga faktor sosial ekonomi yakni tradisi mengarungi lautan Etnik Bugis-Makassar, mengembangkan perdaggangan, adat dan perantauan. Hal ini juga sebagai penentu penyebaran Etnik Bugis-Makassar di seluruh wilayah Nusantara; (2) upaya Etnik Mandar mempertahankan identitas budayanya adalah karena sistem keyakinan itu sendiri berada dalam pemikiran dan gagasan manusia yang menyangkut keyakinan konsepsi yang berada dalam gaib atau di luar nalar manusia, kelompok keagamaan, keluarga, masyarakat, dan sekolah; dan (3) hasil penelitian ini dapat dapat diintegrasikan kedalam sumber lokal belajar sejarah di SMA karena mengandung nilai-nilai yang bersifat praktis dan efektif dalam bentuk sikap dan tindakan manusia seperti nilai budaya, nilai toleransi, nilai gotong royong, nilai moral, nilai religius,dan nilai sosial. Kata Kunci : diaspora, Etnik Mandar, sumber sejarah lokal, Desa Pagerungan Besar This study aims to find out (1) Ethnic Mandar diaspora to make a voyage to Pulau Pagerungan Besar; (2) Ethnic Mandar efforts to maintain its cultural identity in Pagerungan Besar Island; (3) Mandar ethnic values of life that can be integrated in local sources of history in high school. In this study, using historical methods with stages: (1) heuristics, (2) source criticism, (3) Interpretation, and (4) Histriography. The results of this study indicate that (1) the existence of Ethnic Mandar in Pagerungan Besar Island in the background of the war between the kingdoms of South Sulawesi in the 16th century, the war against the Dutch in the 19th century, the rampant occupation of NICA troops in South Sulawesi, Kahar Muzakkar in 1953. In addition to the political factors that resulted in the migration of Bugis-Makassar ethnic there are also socio-economic factors namely the tradition of sailing the ethnic sea Bugis-Makassar, developing trade, customs and overseas. It is also a determinant of the spread of Bugis-Makassar ethnic throughout the archipelago; (2) Ethnic Mandar attempts to preserve its cultural identity is because the belief system itself is in the thoughts and ideas of man concerning the beliefs of conception which are in the unseen or out of human reason, denominations, family, society and school; (3) the results of this study can be integrated into local sources of history in high school because they contain practical and effective values in the form of human attitudes and actions such as cultural values, tolerance values, mutual values, moral values, religious values, and social value.keyword : diaspora, Mandar Ethnic, local source, Pagerungan Besar Village
EKSISTENSI PONDOK PESANTREN MANBAUL ULUM DI TENGAH PENDIDIKAN MODERN (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN MANBAUL ULUM KELURAHAN LOLOAN TIMUR NEGARA BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., Mia Lutfitasari; ., Dr. I Ketut Margi, M.Si; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.12550

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)Faktor-fktor yang melatar belakangi Pondok Pesantren Manba’ul Ulum tetap bertahan di tengah pendidikan modern; (2)Strategi Pondok Pesantren Manba’ul Ulum mempertahankan eksistensinya di tengah pendidikan modern; (3)Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum; (4) aspek-aspek yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah dari Pondok Pesantren Manba’ul Ulum dan (5)Cara pemanfaatan Pondok pesantren Manba’ul Ulum sebagai sumber belajar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan tahap-tahap:(1)lokasi penelitian di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum di kelurahan Loloan Timur, kecamatan Negara, kabupaten Jembrana,Bali (2) Teknik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan snow ball, (3)Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen (4)validasi data menggunkan trianggulasi data dan trianggulasi metode), (5)analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,(1)bertahannya Pondok Pesantren Manba’ul Ulum karena empat faktor, yaitu faktor ekonomi, pendidikan dan faktor sosial budaya (2)Strategi yang di gunakan agar Pondok Pesantren Manba’ul Ulum tetap bertahan di tengah pendidikan modern adalah mengintegrasikan kewirausahaan (keterampilan membuat roti) dalam kurikulum dan diadakan sebuah pertemuan antara pimpinan santri dengan orang tua santri dan masyarakat(3)sistem pendidikannya terdiri dari kiai, ustad dan ustadzah, santri, Al-qur’an, kitab kuno dan kitab kuning(4)Pondok Pesantren Manba’ul Ulum berdasarkan kurikulum 2013, adapun aspek-aspek yang dapat digunakan yaitu aspek sejarah, bangunan, dan aspek religius Kata Kunci : pondok pesantren, strategi, sistem,sumber belajar The purpose of this study is to determine (1) The factors behind the Pondok Pesantren Manba'ul Ulum remain in the middle of modern education; (2) The Strategy of Pondok Pesantren Manba'ul Ulum maintains its existence in the middle of modern education; (3) The education system at Pondok Pesantren Manbaul Ulum; (4) aspects that can be used as a source of history learning from Pondok Pesantren Manba'ul Ulum and (5) How to utilize Manba'ul Ulum boarding school as a learning resource. This research used qualitative approach, with stages: (1) research location at Pondok Pesantren Manba'ul Ulum in East Loloan village, State sub district, Jembrana district, Bali (2) Informant determination technique, informant determination in this research that is purposive sampling and snow ball, (3) data collection method through observation, interview, and document study (4) data validation using triangulation data and triangulation method), (5) data analysis. The result of the research shows that (1) the survival of Pondok Pesantren Manba'ul Ulum due to four factors, namely economic factor, education and socio-cultural factors. (2) The strategy used in order to Pondok Pesantren Manba'ul Ulum to survive in the middle of modern education is to integrate entrepreneurship (bread making skills) in the curriculum and held a meeting between the santri leadership with the students' parents and the community (3) the education system consists of kiai, ustad and ustadzah, santri, Al-qur'an, ancient books and yellow book (4) Pondok Pesantren Manba'ul Ulum based on the 2013 curriculum, while the aspects that can be used are aspects of history, buildings, and religious aspectskeyword : boarding school, strategy, system, learning resources
Sejarah dan Struktur Banua Menyali, di Buleleng - Bali : Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA ., I Komang Edi Heliana; ., Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.18131

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Latar belakang empat desa yang memiliki sebuah ikatan membentuk suatu Banua Meyali, (2) Hubungan sosial keagamaan empat desa sebagai pencerminan dari hubungan Banua Menyali, (3) Sejarah dan struktur Banua Menyali di Buleleng – Bali dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah-langkah yang dilakukan adalah (1) Heuristik; (2) Kritik Sumber; (3) Interpretasi; (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Banua Menyali telah ada pada tahun 1044-an, dilatarbelakangi seorang tokoh dari Desa Menyali bernama Jero Pasek Sakti Menyali melakukan persemedian di Pura Puncak Mangu (di daerah Desa Lemukih). Dan mendapatkan paica (anugrah) berupa Padi Berbuah Ketupat, dan Kapas Mebuah Kamen ; (2) Hubungan sosial keagamaan empat desa sebagai pencerminan dari hubungan Banua Menyali nampak pada aspek Ritual Bersama (Keagamaan), Pelaksanaan Gotong Royong, dan aspek Pengaturan Sistem Perkawinan; (3) Banua Menyali di Buleleng – Bali dapat digunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA karena mengandung nilai historis sebagai salah satu peninggalan sistem kemasyarakatan dari konsep Bali Aga yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah lokal di SMA.Kata Kunci : Banua Menyali, Pencerminan Hubungan Banua, dan Sebagai Sumber Belajar The purpose of this study was to find out (1) the background of the four villages that had a bond forming a Banua Meyali, (2) the social relations of the four villages as a reflection of Banua's relationship, (3) the history and structure of Banua in Baleleng - Bali used as a source of historical learning in high school. This research is a historical research, so the steps taken are (1) Heuristics; (2) Source Criticism; (3) Interpretation; (4) Historiography. The results of this study indicate that, (1) Banua Menyali existed in the year 1044, against the background of a figure from Menyali Village named Jero Pasek Sakti Conducting a ceremony at Puncak Mangu Temple (in the Lemukih Village area). And get paica (gift) in the form of Padi Berbuah Ketupat, and Kapas Mebuah Kamen; (2) The socio-religious relationship of the four villages as a reflection of the Banua Menyali relationship appears in the aspects of the Joint Ritual (Religious), the Implementation of Mutual Cooperation, and aspects of the Regulation of the Marriage System; (3) Banua Spread in Buleleng - Bali can be used as a source of learning History in high school because it contains historical value as one of the social system inheritance from the Bali Aga concept which can be used as a source of learning local history in high school.keyword : Banua Menyali, Reflection of Relationships Banua and As Learning Resources

Page 1 of 1 | Total Record : 10