cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2017)" : 9 Documents clear
PERKEMBANGAN SMA NEGERI 3 SINGARAJA PERIODE 1976-2012 Gede Mas Mahendradita .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.2580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan SMA Negeri 3 Singaraja selaku institusi pendidikan formal pada periode 1976-2012. Dalam mewujudkan tujuan tersebut maka digunakan metode kerja sejarah yaitu metode pengumpulan data (Heuristik), kritik sumber, Interpretasi (analisis data), dan Historiografi (Penulisan Sejarah). Adapun hasil dari penelitian ini yaitu perkembangan SMAN 3 Singaraja dapat dikatakan cukup panjang, yaitu di awali dengan berdirinya Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP), yang kemudian berganti status menjadi SMA di tahun 1985. Selanjutnya pada tahun 2004 ditunjuk sebagai sekolah bernuansa Hindu, dan selanjutnya pada tahun 2008 dijadikan sebagai sekolah rintisan mandiri (SKM). Sedangkan sistem pendidikan yang mencakup unsur input, proses, dan output, khususnya pada periode 1976-2012, SMAN 3 Singaraja memperoleh siswa baru terbanyak pada tahun ajaran 2004/2005, sebesar 320 siswa. Begitu pula dalam perkembangannya telah terjadi 8 kali pergantian kepemimpinan, 5 kali bergantikan kurikulum, maupun perkembangan sarana prasarana penunjang sekolah. Jika dilihat dari outputnya pun terjadi perkembangan yaitu kelulusan 99,5% dan kenaikan kelas 99,8% menjadi bukti kesuksesan proses belajar di SMA Negeri 3 Singaraja.Kata Kunci : Perkembangan sejarah, SMA Negeri 3 Singaraja, sistem pendidikan This research aims to describe the development of SMA Negeri 3 Singaraja as a formal education institution in 1967-1012. The data collection method which was used in this research is Heuristic while the data analysis used is interpretation and Historiography. The result of this research are at the beginning this school is called Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) then changed into SMA in 1985. in 2004 this school was chosen as Hindu based school and in 2008 also become independent based school (SKM). In the progress of input and output specialy in 1976 – 2012, SMA Negeri 3 Singaraja got most students in academic year 2004/2005 which is 320 students. In its progress, this school change the leadership for 5 times and it changes the curriculum, for the tools school facilities. The graduate percentage is 99.5% and the increment 99.8% become the evidence of the success of studying in SMA Negeri 3 Singaraja.keyword : History development, SMA Negeri 3 Singaraja, education system.
Museum Perjuangan Margarana Sebagai Sumber Belajar IPS Di Kelas IX (Studi Kasus SMP N 1 Marga) I Putu Gede Anom .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.2619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Latar belakangkeberadaan Museum Perjuangan Margarana yang terletak di Desa Marga Dauh Puri, Marga, Tabanan, Bali; (2) Koleksi yang ada di Museum Perjuangan Margarana yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS Terpadu di Kelas IX dan; (3) Manfaat Museum Perjuangan Margarana sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa di SMPN 1 Marga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan; (3) Analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan:(1) Latar belakang keberadaan Museum Perjuangan Margarana diawali dengantercetusnya ideuntuk membangun sebuah candi yang kemudian dikenal dengan candi Margarana. Disamping pembangunan candi, dibangun pula beberapa bangunan lain termasuk didalamnya Museum Perjuangan Margarana sehingga membentuk suatu kelompok bangunan secara keseluruhan menjadi sebuah monumen nasional yang bernama Monumen Nasional Pujaan Bangsa Margarana.(2) Koleksi yang ada di Museum Perjuangan Margarana yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS Terpadu berupa; (a) senjata-senjata, (b) alat alat penyamaran, (c) alat medis, (d) alat komunikasi, (e) perlengkapan pemuda pejuang. (3) Manfaat Museum Perjuangan Margarana sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa di SMPN 1 Marga yaitu siswa dapat belajar secara mandiri melalui pengamatan langsung dengan melihat koleksi-koleksi yang berada di dalam Museum Perjuangan Margarana.Kata Kunci : Museum Perjuangan, Sejarah, Koleksi, Sumber Belajar This study was aimed at investigating: (1) history of Perjuangan Margarana museum which located in Marga Dauh Puri Village, Marga, Tabanan, Bali; (2) collection of Perjuangan Margarana museum which could be used as Kualitatif cohesive study resources at IX grade and; (3) the function and use of Perjuangan Margarana Museum as sources of study for students in SMPN 1 Marga. This study used social approximation method as: (1) informant selecting technique, (2) technique of gathering data (observation, interview, document study) and; (3) data analysis technique based on the result data which were found in the field and was analyzed showed that Perjuangan Margarana Museum is part of Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Bali.The Perjuangan Margarana Museum building saved and collected relic in physical revolution in bali such as: weapons, telecommunication tools, clothes, impersonation tools, etc. The collections of Perjuangan Margarana Museum had a function as sources of history study for students of SMP N 1 Marga. Guiding them studied to autodidact by seeing and examining directly the collections in the museum. From that activities the students could improve their knowledge and the result of their study in history. keyword : Perjuangan Margarana Museum, history, collections, sources of study.
BIOGRAFI JRO BAYAN DEPIN : STUDI TENTANG NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DAN SUMBANGANNYA BAGI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA Ni Komang Sukariasih .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Biografi Jro Bayan Depin; dan (2) nilai-nilai kepahlawanan yang terdapat dalam biografi Jro Bayan Depin yang dijabarkan dalam silabus dan RPP pembelajarn sejarah di SMA kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik (studi dokumen, wawancara, dan observasi); (2) kritik sumber (ekstern dan intern); (3) intepretasi data; (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Biografi Jro Bayan Depin dibagi menjadi lima tahapan, yaitu (a) situasi politik pada revolusi fisik (b) latar belakang keluarga; (c) masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa; (d) masa perjuangan Jro Bayan Depin ; dan (e) masa-masa akhir kehidupan Jro Bayan Depin. Biografi kepahlwanan Jro Bayan Depin dijabarkan sebagai berikut: (1) Jro Bayan Depin adalah putra pertama dari I Wayan Lembeng dan Ni Luh Sambel. Jro Bayan Depin lahir pada tahun 1881 di Desa Pengejaran. Tahun 1911 beliau menikah dengan Luh Jableh dan dikaruniai dua orang anak yaitu I Wayan Depin dan Jro Bayan Sen. Jro Bayan Depin ikut berperan sebagai penggagas pasukan Pemuda Keamanan Desa. (2)Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung pada sosok Jro Bayan Depin yaitu : (a) keberanian; (b)kewibawaan; (c) solidaritas; (d) patriotisme; (e) tanpa pamrih; dan (f) kemandirian. Biografi kepahlawanan Jro Bayan Depin, dapat memberikan sumbangan pada pembelajaran sejarah di SMA pada silabus dan RPP kurikulum 2013 pada kompetensi inti mengembangkan perilaku (jujur dan disiplin) dan kompetensi dasar memahamani nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekan pada Revolusi Fisik 1946.Kata Kunci : Biografi, Nilai Kepahlawanan, Pembelajaran Sejarah. This research aimed at finding out (1) the biography of Jro Bayan Depin; (2) the heroic values of Jro Bayan Depin which can be described in the syllabus and lesson plan on teaching history in high school curriculum in 2013. This research used historical research method : (1) heuristics (document study, interview, observation ); (2) source criticism (external and internal); (3) data interpretation; and (4) historiography. The results of the study showed that (1) the biography of Jro Bayan Depin can be divided into five stages : (a) the political situation of physical revolution; (b) the family background; (c) the childhood, adolescence, and adulthood; (d) the struggle periods to against NICA; and (e) the ending periods of Jro Bayan Depin’s life. Jro Bayan Depin’s biography can be described as follows: (1) Jro Bayan Depin is the first son of I Wayan Lembeng and Ni Luh Sambel. Jro Bayan Depin was born in 1881 at Pengejaran Village. In 1911 Jro Bayan Depin was married Luh Jableh and have two children named I Wayan Depin and Jro Bayan Sen. Jro Bayan Depin participate as creator of youth village security forces. (2) the heroic values of Jro Bayan Depin are: (a) courage ; (b) authority ; (c) solidarity ; (d) patriotism ; (e) unconditional ; and (f) independence. The biography of Jro Bayan Depin heroism, through the learning process can contribute to the teaching of history in high school, especially in the syllabus and lesson plan based curriculum in 2013 at core competencies to develop (honest behavior and discipline) and basic competencies understand the heroic values in the heroic struggle for independence in the physical revolution 1946. keyword : Biography, Heroic Values, Teaching History.
MONUMEN TUGU PERJUANGAN WIRA WIJAYA SAKTI DI DESA GALUNGAN, SAWAN, BULELENG (DITINJAU DARI LATAR BELAKANG, FUNGSI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) I Ketut Agus Adijaya .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3610

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang pendirian Monumen Tugu Perjuangan Wijaya Sakti di Desa Galungan, Sawan,Buleleng; (2) fungsi serta nilai-nilai sejarah yang terkandung pada Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Desa Galungan; (3) potensi dari Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik validasi data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti yaitu peristiwa pertempuran antara pasukan pejuang lokal (Nyoman Ratep dan Ketut Neca) yang ikut tergabung dalam pasukan dari I Gusti Ngurah Rai melawan pasukan Belanda pada tanggal 12 Juni 1946 dalam rangka mempertahankan kemerdekaan NKRI. (2) Fungsi dari Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti yaitu (a) fungsi edukatiif; (b) inspiratif; (c) rekreatif; dan Nilai-nilai yang terkadung di dalamnya yaitu : (a) pendidikan; (b) patriotisme; (c) persatuan dan kesatuan; (d) keindahan. (3) Potensi Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti sebagai sumber belajar sejarah dapat dilihat pada aspek sejarah dan nilai-nilai yang terkadung pada monumen. Potensi ini dapat memberikan sumbangan pada pembelajaran sejarah di SMA kelas XII semester ganjil pada silabus dan RPP kurikulum 2013. Kata Kunci : monumen, fungsi dan nilai-nilai sejarah, sumber belajar sejarah. ABSTRACT This research aims to identify (1) the grounds of the installation of Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Monument in Galungan Village, Sawan District, of Buleleng Regency; (2) the historical functions and values of the monument; (3) the potential of the monument as a learning source of history subject in senior high school. In the research, the data were collected using qualitative method through the steps (1) location determining technique, (2) informant determining technique, (3) data collection techniques (observation, interview, document investigation), (4) data validation technique (data triangulation, triangulation methods) and (5) data analysis technique. The results of the research indicated (1) a historical event as the background of the installation of Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Monument, which was a battle between the local militia forces (Nyoman Ratep dan Ketut Neca), which was a detachment of the armed forces led by I Gusti Ngurah Rai, against the Dutch military, on the day of 12 June 1946, a struggel to defend Indonesian newly-achieved sovereignty. (2) The functions of Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Monument includes (a) educative; (b) inspirative; (c) recreative; dan the values embedded in the monument comprises of: (a) educative value; (b) patriotism; (c) coalescence and unity; (d) beauty; (3) The potential of the Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti monument as as a learning source of history subject in senior high school are available from the historical aspects and the values embedded into the monument. This potential could contribute to the history subject teaching and learning in senior high school, expecially class XII, odd semester on their syllabus and lesson plan for Curriculum 2013. keyword : monument, functions and historical values, history subject learning sourc.
TUGU PAHLAWAN SYUNG WENARA DI DESA SUKAWATI GIANYAR- BALI ( BENTUK DAN FUNGSINYA SEBAGAI MEDIA PEWARISAN NILAI MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BERBASIS KURIKULUM 2013) Gusti Ayu Padmawati .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3611

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peristiwa yang menjadi latar belakang didirikannya Tugu Pahlawan Syung Wenara di Desa Sukawati Gianyar, (2) mengetahui bentuk dan nilai-nilai yang terkandung di balik Tugu Pahlawan Syung Wenara di Desa Sukawati Gianyar, dan (3) mengetahui implementasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran sejarah berbasis kurikulum 2013 . Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik rancangan penelitian, (2) teknik penentuan lokasi penelitian, (3) teknik penentuan informan, (4) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian pustaka/dokumen), (5) teknik validitas data (triangulasi data, triangulasi metode), (6) teknik analisis data, (7) teknik penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa, peristiwa yang melatar belakangi didirikannya Tugu Pahlawan Syung Wenara adalah sebagai peringatan gugurnya pemuda-pemuda pejuang pada masa revolusi fisik dimana pada tanggal 12 April 1946 telah terjadi penembakan terhadap I Wayan Dipta Komandan organisasi PRI (Pemuda Republik Indonesia) dan I Ketut Lanus yang pada saat itu berpangkat sebagai Sersan Mayor dengan tugas sebagai penghubung istimewa staff. Bentuk dari Tugu Pahlawan Syung Wenara adalah : bagian dasar dari banguan tugu berbentuk persegi lima yang memiliki makna dasar negara kita yaitu pancasila. Bagian tengah bangunan tugu bertuliskan nama tugu yaitu Syung Wenara dan di ujung/atas bangunan tugu beriskan patung monyet bersama dengan burung elang. Nilai-nilai yang terkandung dibalik Tugu Pahlawan Syung Wenara adalah : (1) nilai pendidikan, (2) nilai kepahlawanan, (3) nilai patriotisme, (4) nilai kesetiaan dan (5) nilai religius. Nilai- nilai yang terkandung di balik Tugu Pahlawan Syung Wenara diwariskan melalui pranata sekolah dengan cara menyisipkan nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : Kata Kunci: Tugu Pahlawan, Media ,pewarisan nilai sejarah. ABSTRACT The research was basically designed (1) to find out the historical events that were considered as the background of the Syung Wenara Heroic monument building in Sukawati village, Gianyar Regency, (2) to know the forms and the values reflected inside the Syung Wenara Heroic Monument in Sukawati Village, Gianyar Regency, (3) to find out the implementation of the values in teaching and learning history based on curriculum of 2013.In this research,the data was collected through qualitatif method in which it consisted of some interconnected steps, namely : (1) research design, (2) research location determining, (3) informant determining, (4) data collection (observation, interview,literature review / documentation), (5) data validation (triangulation of data, triangulation of method), (6) data analysis, and (7) interpretation of research finding. Furthermore the result of this research showed that the Syung Wenara Horoic Monument was established as the celebration of the death of the young combatants in the physical revolution in which on April 12 th, 1946 I Wayan Dipta as a comandant of Indonesian youth organization and I Ketut Lanus as a major sargeant who worked as a special staff connactor had been lifted off at the time. The forms of Syung Wenara Heroic Monument are divided in to there parts, namely : the bottom part, the middle part and the top part. On the bottom part, it had a pentagen shape which was considered as the Indonesian basic state and symbol named Pancasila. In the middle of building, it stated the name of the heroic monument called Syung Wenara. At last, there were monkey statue together with eagle statue. Moreover, the value obtained from Syung Wenara Heroic Monument could be showed as follows : (1) education value, (2) heroism value, (3) patriotism value, (4) loyalty value, (5) religion value. As result those values showed in this research must be applied by the school institutions in teaching and learning process. keyword : Keywords : Heroic Monument, Media, Historical Value Hiretage
TRADISI TER-TERAN (PERANG API) DI DESA PAKRAMAN JASRI, KECAMATAN KARANGASEM DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA Dewa Ayu Made Satriawati .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3612

Abstract

Tradisi lokal kemasyarakatan merupakan bentuk kebudayaan yang berlangsung secara turun temurun. Tanpa tradisi tidak mungkin suatu kebudayaan akan hidup dan langgeng.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) latar belakang adanya tradisi Ter-teran (Perang Api) di Desa Pakraman Jasri, (2) prosesi pelaksanaan tradisi Ter-teran (Perang Api) di Desa Pakraman Jasri dan (3) aspek-aspek dari Tradisi Ter-teran (Perang Api) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif. Data dalam penyusunan penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis deskriftif kualititatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Latar belakang dilaksanakannya Tradisi Ter-teran oleh masyarakat Desa Pakraman Jasri yaitu mengikuti dari adanya lontar tattwa yang mengharuskan melaksanakan upacara ngusabha dalem dan ngeterin, kekhawatiran akan marabahaya dan takut akan hal-hal yang gaib, mempertebal keyakinan tentang Agama Hindu, dan meningkatkan solidaritas sosial. (2) Proses pelaksanaan Tradisi Ter-teran dimulai dari melaksanakan upacara ngusaba dalem yaitu ngatag nyerit menghaturkan banten caru menuju tepi laut kemudian melaksanakan tradisi ngeterin dan Ter-teran. (3) Aspek-aspek dari prosesi Tradisi Ter-teran yang dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah yaitu aspek historis yang berkaitan dengan proses sejarah adanya tradisi terteran yang wajib diketahui oleh siswa, aspek pendidikan yang berkaitan dengan materi pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu karakteristik masyarakat dan kebudayaan Tradisi Ter-teran dan aspek sosial berkaitan dengan pengetahuan siswa dalam melestarikan budaya lokal dan mengetahui arti penting hidup bermasyarakat. Kata Kunci : Tradisi Ter-teran, sumber belajar, sejarah. Local tradition is a form of civic culture that lasted for generations. Without a cultural tradition may not beliving and lasting. The purpose of this research was to determine the presence of (1) background of tradition Ter-teran in Pakraman Jasri Village (2) implementation procession tradition Ter-teran (Fire War) in Pakraman Jasri and (3) to know aspects of the tradition Ter-teran (Fire War) were used as a source of learning history. The design used in this study is a descriptive design. The data in the preparation of this study consisted of primary data and secondary data were collected through interviews, observation, documentation and literature. Furthermore, the data were analyzed using qualitative descriptive analysis method. The results of this study are (1) Background implementation terteran tradition by villagers Pakraman Jasri that follow from the existence of lontar tattwa which requires implementing ngusabha dalem ceremonies and ngeterin, fears of distress and fear of things that are unseen, reinforcing the belief of the Hindu religion, and enhancing social solidarity. (2) Terteran tradition begin the implementation process of carrying out ceremonial ngusaba dalem offerings that deliver to ngatag nyerit,caru towards the water front and then carry out the tradition ofter-teran. (3) Aspects of the procession tradition Ter-teran (Fire War) isutilized as a source of learning the history of the historical aspectsrelating to the history, the tradition of terteran that must be known by the students, the educational aspects related to the learning materials according to the curriculum in 2013 that is characteristic society and culture terteran traditions and social aspects related to the knowledge of students in preserving local culture and know the importance of community life.keyword : Ter-Teran Tradition, learning resources, history
PERSEPSI SISWA TERHADAP SITUS NEKARA PEJENG SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING DI KELAS VII A SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2013/2014, GIANYAR BALI). Ni Made Ary Wahyuni .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3613

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Tampaksiring Desa Pejeng, Gianyar yang bertujuan untuk mengetahui: (1)Karakteristik Nekara Pejeng yang ada di Pura Penataran Sasih, baik dilihat dari sejarah, bentuk, maupun fungsinya bagi masyarakat Pejeng, (2) cara memanfaatkan situs Nekara Pejeng sebagai sumber pembelajaran IPS di kelas VII A SMP Negeri 3 Tampaksiring, (3)Persepsi siswa terhadap pemanfaatan situs Nekara Pejeng sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu: (1)Teknik Penentuan Informan, (2)Teknik Pengumpulan Data,(3)Teknik Observasi,(4)Teknik Wawancara,(5)Teknik Studi Dokumen,(6)Teknik Penjamin Keaslian Data,(7)Teknis Analisis Data. Hasil penelitian ini menunjukan dari segi sejarah: bahwa nekara perunggu terbesar yang berada di Pura Penataran Sasih berukuran 186,5 cm dengan garis tengah 160 cm. Nekara tersebut dianggap sangat suci dan di keramatkan oleh masyarakat Desa Pejeng. Nekara tersebut di letakkan di sebuah pelinggih yang disebut Ratu Sasih. Bentuk dari nekara pejeng dengan Karakteristik nekara pejeng merupakan semacam berumbung yang terbuat dari perunggu yang berpinggang di bagian tengahnya dan di sisi atasnya tertutup. Fungsi dari situs Nekara Pejeng di persefektif pendidikan bisa dijadikan tempat belajar di luar kelas. Model pembelajaran yang di gunakan di SMP Negeri 3 Tampaksiring ialah model Karya Wisata. Menggunakan model pembelajaran Karya Wisata ternyata menemukan banyak kesulitan,jadi peneliti menawarkan menggunakan model pembelajaran CTL. Persepsi siswa terhadap situs Neakara Pejeng dari 42 orang siswa 30 (12,6%) mengetahui keberadaan situs Nekara Pejeng, dan dari jumlah 42 orang siswa 12 (5,04%) tidak mengetahui keberadaan situs Nekara Pejeng, dari 42 orang siswa 25 (10,5%) menyatakan tidak setuju menggunakan model pembelajaran CTL, sedangkan 42 orang siswa 17 (7,14%) menyatakan bahwa setuju menggunkan model pembelajaran CTL. Kata Kunci : Kata kunci : Sejarah, Sumber Pembelajaran, dan Persepsi Siswa ABSTRACT This research was conducted at SMP Negeri 3 Tampaksiring Pejeng Village, Gianyar which aims to determine: (1) Characteristics Nekara existing Pejeng Penataran Sasih, good views of the history, form, and function for the community Pejeng, (2) how to utilize the site Nekara Pejeng as a source of learning in the social studies class VII A 3 SMP Tampaksiring, (3) perception of students toward the use of the site as a learning resource Pejeng Nekara IPS. This research uses descriptive qualitative method, namely: (1) Determination Techniques informant, (2) Data Collection Techniques, (3) Observation Techniques, (4) Interview Techniques, (5) Technical Study Document, (6) Authenticity Assurance Engineering Data, (7) Technical Analysis Data. These results indicate historical terms: that nekara which is the largest bronze Penataran Sasih measuring 186.5 cm with a diameter of 160 cm. Nekara is considered very sacred and in keramatkan by Pejeng villagers. Nekara is in place at a shrine called the Queen Sasih. The shape of the characteristic nekara nekara Pejeng Pejeng a sort berumbung bronze waisted in the middle and on the side it covered. The function of the site Nekara persefektif Pejeng in education can be a place of learning outside the classroom. Learning model that is in use in SMP Negeri 3 Tampaksiring Study Tour is a model. Using a model of learning that finding work is much difficulty Travel, so researchers use learning model CTL offers. Students' perception of the site Neakara Pejeng of 42 students 30 (12.6%) knew of the existence Pejeng Nekara site, and from the number of students 42 12 (5.04%) did not know the whereabouts of the site Nekara Pejeng, 25 of 42 students (10 , 5%) disagree using learning model CTL, whereas 42 of 17 students (7.14%) stated that CTL agree to use the learning model. keyword : Keywords: History, Learning Resources, and Student Perceptions
Pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Dengan Strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah pada Siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali Dewa Gede Suma Adnyana .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.4845

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini; (1) Untuk mengetahui apakah pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar mata pelajaran sejarah pada siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) Mengetahui tanggapan siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali terhadap pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah. Metode penelitian dalam PTK ini merupakan deskripsi proses tindakan yang akan dikenakan kepada siswa secara detail dan padat dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan, tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Semester I SMA Amarawati Tampaksiring yang berjumlah 25 orang yaitu 14 laki-laki dan 11 perempuan. Objek penelitian ini adalah minat, hasil belajar dan tanggapan siswa. penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan 2 (dua) siklus melalui empat tahapan yaitu: (1) menentukan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) Tujuan penelitian tindakan kelas ini; (1) Untuk mengetahui apakah pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar mata pelajaran sejarah pada siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) Mengetahui tanggapan siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali terhadap pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah. Metode penelitian dalam PTK ini merupakan deskripsi proses tindakan yang akan dikenakan kepada siswa secara detail dan padat dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan, tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Semester I SMA Amarawati Tampaksiring yang berjumlah 25 orang yaitu 14 laki-laki dan 11 perempuan. Objek penelitian ini adalah minat, hasil belajar dan tanggapan siswa. penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan 2 (dua) siklus melalui empat tahapan yaitu: (1) menentukan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian tindakan kelas dan analisis dapat diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Minat belajar siswa pada siklus I adalah 52,25% dengan kategori sedang, meningkat menjadi 71% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) Rata-rata hasil belajar siswa adalah 75,52% dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 89% pada siklus II dengan kategori sangat tinggi. (3) Terjadi peningkatan respon positif siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 14, 03%. Kata Kunci : Pembelajaran Kontekstual, Strategi STAD, Minat, Hasil Belajar, dan Tanggapan Siswa. The purposes of this classroom action research are; (1) To determine whether the use of Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring through contextual learning model with Student Teams Achievement Divisions (STAD) strategy can increase the students’ interest and learning outcomes in the subjects of history in class XI semester I SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali in the academic year 2014/2015. (2) To know the students’ reactions in class XI semester I in the academic year 2014/2015 SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali toward the utilization of Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring through contextual learning modelwith Student Teams Achievement Divisions (STAD) strategy to increase the interest and learning outcomes of student in the subjects of history. In this study, the subjects were students of class XI semester I SMA Amarawati Tampaksiring which amounted to 25 students they are 14 boys and 11 girls. The object of this study is of interest , learning outcomes and student responses . classroom action research was conducted 2 ( two ) cycles through four stages , namely : ( 1 ) determining the subject of research , ( 2 ) create a plan of action , ( 3 ) implement measures , ( 4 ) to make observations , ( 5 ) reflection and evaluation . The results of action research and analysis can be obtained as follows : ( 1 ) The interest of students in the first cycle was 52.25 % with moderate category , rising to 71 % in the second cycle with high category ; ( 2 ) The average results of student learning is 75.52 % with the high category , rising to 89 % in the second cycle with very high category . ( 3 ) An increase in positive responses of students from cycle 1 to cycle 2 at 14 , 03 % .Tampaksiring, Gianyar, Bali toward the utilization of Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring through contextual learning modelwith Student Teams Achievement Divisions (STAD) strategy to increase the interest and learning outcomes of student in the subjects of history. In this study, the subjects were students of class XI semester I SMA Amarawati Tampaksiring which amounted to 25 students they are 14 boys and 11 girls. The object of this study is of interest , learning outcomes and student responses . classroom action research was conducted 2 ( two ) cycles through four stages , namely : ( 1 ) determining the subject of research , ( 2 ) create a plan of action , ( 3 ) implement measures , ( 4 ) to make observations , ( 5 ) reflection and evaluation . The results of action research and analysis can be obtained as follows : ( 1 ) The interest of students in the first cycle was 52.25 % with moderate category , rising to 71 % in the second cycle with high category ; ( 2 ) The average results of student learning is 75.52 % with the high category , rising to 89 % in the second cycle with very high category . ( 3 ) An increase in positive responses of students from cycle 1 to cycle 2 at 14 , 03 % .keyword : ContContextual learning with STAD Strategy, interest, learning outcomes, and the students’ reaction..
PERANAN MAYOR I GUSTI WAYAN DEBES DALAM PUPUTAN MARGARANA TABANAN, BALI (IDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) I Made Agus Eri Antara .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.4909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peranan Mayor I Gusti Wayan Debes dalam Puputan Margarana Tabanan, Bali; (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang ada dibalik perlawanan Mayor I Gusti Wayan Debes terhadap Belanda; dan (3) Pengintegrasian nilai -nilai kepahlawanan tersebut bagi sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui langkah-langkah berikut ini : Jenis penelitian, Penentuan lokasi penelitian, Teknik penentuan informan, Instrumen penelitian, Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumen, Metode penjaminan keabsahan data, Metode analisis data, dan Metode penulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Peranan Mayor I Gusti Wayan Debes dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pra puputan sampai Puputan Margarana, yaitu: Penyerangan terhadap tangsi Jepang di Kota Tabanan, Melakukan pembenahan susunan organisasi perjuangan di Bali, Pembentukan organisasi perjuangan DPRI Sunda Kecil, Pertempuran di Munduk Malang, Long March ke Gunung Agung, Melakukan penyerangan terhadap tangsi polisi NICA di Kota Tabanan dan Puputan Margarana; (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok Mayor I Gusti Wayan Debes yaitu: patriotism, rela berkorban, tanpa pamrih, keberanian, kewibawaan, solidaritas, kerjasama, kejujuran, nasionalisme, persatuan dan kesatuan, disiplin dan religius; (3) Pengintegrasian nilai-nilai kepahlawanan Mayor I Gusti Wayan Debes sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat dijabarkan pada ranah kognitif, ranah afektif, silabus sebagai acuan guru dalam merencanakan pembelajaran dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran sebagai alat dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Kata Kunci : Pahlawan, Nilai-nilai kepahlawanan, Sumber belajar sejarah This study aims to determine (1) Role of Mayor I Gusti Wayan Debes in Puputan Margarana Tabanan, Bali; (2) The values of heroism behind the resistance Mayor I Gusti Wayan Debes of the Netherlands; and (3) The integration of the heroism’s values as the source of the history learning in high school. This study used a qualitative research method through the following steps: kind of research, the determination research location, the determination of technique informants, research instrument, method of data collection by observation, interviews and documents, methods guarantee the validity of data, data analysis method, and the writing method. The results showed that (1) Role of Mayor I Gusti Wayan Debes in maintaining the independence of Indonesia from pre bellows to Puputan Margarana, namely: Attack on Japanese military barracks in the city of Tabanan, Doing revamping the organizational structure struggle in Bali, The formation of the Lesser DPRI Sunda Kecil fighting organization, Battle Munduk Malang, a Long March to Mount Agung, Doing attacks on police barracks NICA in Tabanan City and Puputan Margarana; (2) The values contained heroic figure of Mayor I Gusti Wayan Debes namely: patriotism, sacrifice, selfless, courage, dignity, solidarity, cooperation, honesty, nationalism, unity and integrity, discipline and religious; (3) The integration of the values of heroism Mayor I Gusti Wayan Debes as a source of learning history can be described in the cognitive, affective, syllabus as a reference for teachers in planning lessons and draft lesson as a tool in presenting the material to learners.keyword : Heroes, Values of heroism, Source learn history

Page 1 of 1 | Total Record : 9