cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2018)" : 10 Documents clear
PURA DALEM SEGARA MADHU DI DESA JAGARAGA, SAWAN, BULELENG (LATAR BELAKANG BERDIRI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA Ni Wayan Yuliasih .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.3830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Pura Dalem Segara Madhu, Sawan, Buleleng; (2) Aspek-aspek yang dimiliki oleh Pura Dalem Segara Madhu sebagai sumber belajar sejarah lokal; dan (3) Faktor yang menyebabkan SMA Wira Bhakti belum memanfaatkan Pura Dalem Segara Madhu sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian ini dilakukan di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan; (3) analisis data. Berdasarkan temuan di lapangan menunjukkan bahwa (1) Pura Dalem Segara Madhu sebelumnya bernama “Jaya Pura” yang berfungsi sebagai Pasraman. Pada masa Perang Jagaraga tahun 1849, pura ini dijadikan sebagai pusat pertahanan benteng dalam menghalau serangan Belanda. Namun, akibat kekalahan perang pada masa itu, pura ini sempat dihancurkan oleh Belanda dan dibangun kembali oleh masyarakat Buleleng pada tahun 1865 dengan nama “Segara Madhu”, (2) Aspek-aspek yang dimiliki oleh Pura Dalem Segara Madhu sebagai sumber belajar sejarah lokal yaitu aspek historis, dan aspek arsitektur bangunan, (3) Faktor yang menyebabkan guru sejarah di SMA Wira Bhakti kurang memanfaatkan Pura Dalem Segara Madhu sebagai sumber belajar sejarah lokal, yaitu karena faktor jarak, kesibukan, dan belum adanya kerjasama dengan Dinas Pendidikan. Kata Kunci : Pura Dalem Segara Madhu, Sumber Belajar, Sejarah Lokal Pura Dalem Segara Madhu the aim of this study is to determine (1) Backround of the founding of Segara Madhu Temple, Sawan, Buleleng; (2) Aspect which are owned by Segara Madhu temple as a source of learning local history; (3) Faktor which made the SMA Wira Bhakti not exploit yet the Segara Madhu Temple as a source of leraning local history the research is done in Jagaraga Village. This study uses qualitative methods namely: (1) Determination techniques informant; (2) Techniquest of data collection (observation, interviews, study document); (3) Based on data analysis. Finding in the field showed that (1) A previous Dalem Segara Madhu Temple named “Jaya Pura” which functioning as pasraman. During the war 1849, this temple was made as fortress in the center of defense to block attacks by dutch. But the loosed of the war at that time, the temple was destroyed by the Dutch and rebuilt by the the people of Buleleng on 1865 with names “Segara Madhu”, (2) Aspects which are owned by the Segara Madhu Temple as a source of learning local history namely historical aspects, and aspects of building arsitektur, (3) The factor that cause SMA Wira Bhakti history teacher in an underutilization of the temple as a source of learning local history, namely because the distance factor, busyness, and the lack of cooperation with the department of education. keyword : Dalem Segara Madhu Temple, Resource, Local History
IDENTIFIKASI POTENSI MONUMEN BHUWANA KERTA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Gede Senjaya .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.3967

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian adalah 1) penentuan rancangan penelitian, 2) penentuan lokasi penelitian, 3) penentuan informan, 4) pengumpulan data, 5) validitas data, dan 6) analisis data. Penelitian ini dilakukan di Desa Panji, Kecamatan Sukasada yang bertujuan untuk mengetahui; 1) Latar belakang dibangunnya monumen Bhuwana Kerta di Desa Panji; 2) Bentuk dan struktur monumen Bhuwana Kerta di Desa Panji; dan 3) Aspek-aspek sejarah Monumen Bhuwana Kerta yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Berdasarkan wawancara, observasi, studi dokumentasi di lapangan diketahui bahwa, 1) pendirian monumen dilatarbelakangi oleh perjuangan pertempuran panji; 2) bentuk monument dan struktur monumen Bhuwana Kerta terdiri dari dasar, badan, dan kepala, Monumen Bhuwana Kerta bertinggi 17 meter, merupakan visualisasi simbolik angka keramat kemerdekaan bangsa Indonesia. Puncak monumen berwujud padmasana dan api, merupakan simbol Tuhan yang memberi anugerah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Di bawah wujud padmasana dan api terdapat wujud delapan helai daun teratai simbol asthadala, manifestasi Tuhan dalam keyakinan Hindu. Selain itu, bentuk ini merupakan simbol dari bulan kemerdekaan bangsa Indonesia. Bentuk badan monumen yang polos adalah simbol dari keluhuran, kesucian dan kejujuran perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia di Bali. Adanya bentuk dulang dengan wujud visual bercelah-celah sebanyak 45 buah di bagian bawah badan monumen, merupakan simbol dari tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Aspek-aspek dari monumen Bhuana Kerta yang bisa dijadikan sumber pembelajaran sejarah adalah aspek sejarahnya dan nilai-niulai yang terkandung dalam simbol-simbol monumen,seperti nilai edukatif, nilai pengetahuan,nilai artistic,nilai kepahlawanan dan nilai rekreatif Kata Kunci : Monumen,Potensi sumber belajar sejarah This research is qualitative, with the stages in the research done is 1) the determination of the study design, 2) determining the location of the study, 3) determination of the informants, 4) data collection, 5) the validity of the data, and 6) data analysis. This research was conducted in the village of Panji, District Sukasada which aims to find out; 1) Background Bhuwana Kerta monument built in the village of Panji; 2) The shape and structure of the monument in the village of Panji Bhuwana Kerta; and 3) the historical aspects Bhuwana Kerta monument that can be used as a source of learning history. Based on interviews, observation, field study documentation in mind that, 1) the establishment of the monument is motivated by struggles battle flag; 2) the shape and structure of the monument Bhuwana Kerta monument consists of a base, body, and head, Monument Bhuwana Kerta plays 17 yards, a sacred number symbolic visualization of Indonesian independence. Peak padmasana and fire tangible monument, a symbol of God's grace that gives independence for Indonesia. Under the form of padmasana and fire are eight strands form symbols asthadala lotus leaf, the manifestation of God in the Hindu faith. In addition, the shape of the moon is a symbol of Indonesian independence. Physique plain monument is a symbol of nobleness, purity and honesty of the struggle for independence of Indonesia in Bali. The presence of a platter with a slotted-slit visual form as many as 45 pieces at the bottom of the monument, a symbol of the independence of Indonesia. Aspects of the monument Bhuana Kerta that can be used as a source of learning history is an aspect of its history and value-niulai contained in symbols monuments, such as the educational value, the value of knowledge, artistic value, the value of heroism and recreational values keyword : Monument, potential sources of learning history
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS 1 SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2015/2016 DI SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Handoko Satrio Prakoso .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.6303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) penerapan pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan aktivitas belajar, (2) penerapan pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan hasil belajar, (3) respon siswa terhadap model pembelajaran discovery learning. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik yang digunakan adalah observasi aktivitas pembelajaran Sejarah dan tes hasil belajar siswa. Subjek penelitian yang peneliti gunakan yaitu siswa kelas XI IPS 1 SMA Laboratorium Undisha Singaraja berjumlah 27orang dan objek penelitian adalah aktivitas dan hasil belajar Sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua siklus). Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan yang terakhir refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui metode tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis interatif yang terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian siklus 1 aktivitas siswa individu mencapai persentase 7,56 dengan kriteria cukup baik dan hasil belajar siswa siklus 1 rata-rata kelas sebesar 55,92 dengan persentase ketuntasan 0% selanjutnya mengalami kenaikan pada siklus II aktivitas siswa individu mencapai persentase 9,26 dengan kriteria baik dan hasil belajar siswa siklus II rata-rata kelas sebesar 82,04 dengan persentase ketuntasan 81,48%.Kata Kunci : metode discovery learning, aktivitas dan hasil belajar siswa The research of purposed for the : (1) the method discovery learning to improve activity, (2) the method discovery learning to improve result of students, (3) the student responsive to the method discovery learning. The research use of Calssroom Action Research (CAR). Use the technik is observation history activity and test result of students. The research of subject is XI IPS 1 class SMA Laboratorium Undiksha Singaraja the sumer of 27 people and the research object is activiry and result of students history XI IPS 1 class SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was conducted in two cycles. Each cycle consisting of the stages of action planning, action, observation, and reflection. Data collection metgods used by the test method, observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is descriptive qualitative interative analysis which consists of data collection, data presentation, and conclusion. The results of the first cycle are the activity of individual students in the first cycle reaches 7,56 percentage criteria quite well and the result of the result of students 1st siclus level in the class was 55,92 with ending presentation 0%. After that have increased cycle II to 9,26 with both criteria and the result for 2nd siclus level in the class was 82,04 with presentation 81,48%.keyword : discovery learning method, learning activity and the research result.
Biografi Pejuang I Gusti Ayu Rija (Studi Tentang Pewarisan Nilai-Nilai Karakter Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Berbasis Kurikulum 2013) Qori Bayyinaturrosyi .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7062

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Biografi I Gusti Ayu Rija; (2) nilai-nilai karakter yang tersurat dan tersirat dari sosok I Gusti Ayu Rija; dan (3) nilai-nilai karakter dari I Gusti Ayu Rija yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA berbasis kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penulisan sejarah yaiutu: (1) pengumpulan sumber (heuristic); (2) kritik sumber; (3) interpretasi; dan (4) penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa I Gusti Ayu Rija adalah putri ke-3 dari 7 bersaudara dari pasangan I Gusti Bagus Negara (putra generasi ke XI puri Anyar) dengan I Gusti Ngurah Rai dari Katiasa. I Gusti Ayu Rija lahir di puri Anyar, masa kecilnya kebanyakn dihabiskan bergaul dengan masyarakat biasa sehingga tumbuh besar menjadi seorang pejuang masa revolusi fisik di Buleleng 1946-1949. Nilai-nilai karakter yang terkandung pada sosok I Gusti Ayu Rija antara lain: (1) relegius; (2) jujur; (3) disiplin; (4) bertanggung jawab; (5) kerja keras; (6) percaya diri; (7) mandiri; (8) sadar diri; (9) patuh pada aturan sosial; (10) respek; (11) demokratis; (12) nasionalis; (13) suka menolong; (14) tangguh; dan (15) berani mengambil resiko. Nilai-nilai karakter I Gusti Ayu Rija dapat dimasukkan dalam sumber belajar sejarah SMA berbasis kurikulum 2013 kelas XI pada materi pokok “Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari ancaman sekutu dan Belanda”.Kata Kunci : Biografi, Nilai-Nilai Karakter, Kurikulum 2013 This study aims to know (1) I Gusti Ayu Rija’s biography; (2) the values of explicit and implicit character of the figure I Gusti Ayu Rija; and (3) of character values of I Gusti Ayu Rija which can be used as a source of learning in high school history curriculum based on 2013. This study uses historical writing namely: (1) the collection of resources (heuristic); (2) source criticism; (3) interpretation; and (4) the writing of history (historiography). The results showed that I Gusti Ayu Rija is the daughter of the 3rd of seven children of the couple I Gusti Bagus Negara (son generation to Anyar castle XI) with I Gusti Ngurah Rai from Katiasa. I Gusti Ayu Rija was born in the castle Anyar, mostly spent her childhood mingle with ordinary people that grow up to be a fighter the physical revolution in Buleleng 1946-1949. Character values embodied in the figure of I Gusti Ayu Rija, among others: (1) religious; (2) to be honest; (3) discipline; (4) is responsible; (5) hard work; (6) self-reliant; (7) independently; (8) self-conscious; (9) comply with social rules; (10) respect; (11) democratic; (12) nationalist; (13) prefer; (14) resilient; and (15) take risks. The values of I Gusti Ayu Rija characters can be entered in the source-based high school curriculum learning the history of class XI in 2013 on the subject matter "The struggle to defend the independence of the threat of allies and the Netherlands".keyword : Biography, Values Character, Curriculum 2013
SEJARAH MIGRASI ORANG-ORANG KRISTEN PROTESTAN DI DESA BLIMBINGSARI, KECAMATAN MELAYA, KABUPATEN JEMBRANA, BALI DAN NILAI-NILAI KARAKTER SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA I Putu Yudi Permana Saputra .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7377

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui mengapa masyarakat Kristen Protestan migrasi ke Desa Blimbingsari (2) Untuk mengetahui proses terbentuknya komunitas Kristen Protestan di Desa Blimbingsari (3) Untuk mengetahui nilai-nilai karakter dan aspek-aspek apa saja yang ada pada peristiwa migrasinya Umat Kristen Protestan di Desa Blimbingsari yang bisa di aplikasikan dalam pembelajaran Sejarah di SMA kelas XI yang berbasis Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) Heuristik (tekhnik observasi, teknik wawancara dan studi dokumen), (2) kritik sumber (kritik eksteren dan kritik internal), (3) interpretasi, (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah migrasi orang-orang Kristen Protestan di Blimbingsari dilatar belakangi oleh adanya kekacauan yang terjadi di desa-desa yang ada di Bali akibat perpindahan agama dan kemudian terjadi konflik. Untuk meredam konflik itu pemerintah Belanda kemudian mengambil kebijakan untuk memindahkan mereka ke Desa Blimbingsari. Nilai-nilai karakter yang ada pada sejarah migrasi ini ada tiga yaitu (1) nilai religius, (2) peduli Sosial, dan (3) gotong royong dan aspek-aspek yang bisa di pakai sebagai sumber belajar sejarah ada dua yaitu gereja dan monumen Blimbingsari dan Jubelium 80 Tahun GKPB.Kata Kunci : Kata Kunci : Sejarah, Migrasi, Sumber Belajar This research aim (1) to know why Protestan people migrated to Blimbingsari Vilage (2) to know the forming process of protestan community in Blimbingsari Village (3) to know the character values and aspects that are existed in the migration of Protestan People in Blimbingsari Village that can be applied in history subject learning process in XI grade of Senior High School based on curriculum 2013. This research used qualitative approach such as: (1) Heuristict (observation technique, interview technique and document study), (2) criticism source (extern criticism and intern criticism), (3) interpretation, (4) historiography. Research result showed that the migration history of Protestan people in Blimbingsari caused by the chaos that was happening in some villages in Bali as the consequence of religion changed done by the society and then there is a conflict, to muffled the conflict Holland government then took policy to move them to Bllimbingsari village. There are three character values that existed in this migration, they are (1) religious value, (2) Social awareness, and (3) mutual cooperation and there are two aspects that can be used as history learning they are Blimbingsari monument and Jubelium 80 years of GKPB.keyword : History, Migration, Learning Material
PURI SOMA NEGARA PEJENG, GIANYAR, BALI (PERSPEKTIF SEJARAH, STRUKTUR SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL ) Putu Agustina Setiawan .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7378

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan Latar Belakang Sejarah Berdirinya Puri Soma Negara Pejeng, Gianyar, Bali, (2) Mendeskripsikan Struktur bangunan Puri Soma Negara Pejeng Sampai Saat Ini, (3) Mendeskripsikan Aspek – Aspek yang terdapat di Puri Soma Negara Pejeng yang dapat dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Heuristik (tehnik observasi, tehnik wawancara, dan studi dokumen) (2) Kritik sumber (kritik eksteren dan kritik internal), (3) Interpretasi, (4)Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Latar Belakang Sejarah Berdirinya Puri Soma Negara Pejeng akibat dari Pemberontakan I Gusti Agung Maruti di Gelgel, Dalem Jambe berhasil merebut kembali Gelgel, Dalem Pemayun memulai perjalanan yang berakhir di Bukit Tampaksiring. Dalem Pemayun memiliki tiga putra salah satunya yakni Dewagung Mayun PutraDewagung Mayun membuat Puri Baru yang terletak di Desa Pejeng, Struktur fisik Puri Soma Negara Pejeng menggunakan konsep Sanga Mandala yang terbagi menjadi tiga yakni Utama Mandala, madya Mandala, dan Nista Mandala, Aspek-aspek yang dapat dikembangkan di dalam Puri Soma Negara Pejeng yang dapat di jadikan sumber belajar sejarah adalah sebagai berikut: Aspek Historis, Aspek Budaya, dan Aspek Pendidikan.Kata Kunci : Sejarah, Puri Soma Negara Pejeng This study aimed (1) to describe the background of Historical background of the establishment of Puri Soma State Pejeng, Gianyar, Bali, (2) Describe the Castle Soma State Pejeng to date, (3) Describe the aspects which was found in Puri Soma State Pejeng that can be developed as a learning source of local history in high school. This study uses a qualitative method by stages; (1) Heuristic (observation techniques, interview techniques, and study documents) (2) source criticsm (external criticsm dan internal criticsm), (3) Interpretation, (4)Historiography.The results showed that, The Historical Background of the establishment of Puri Soma State Pejeng originated result of I Gusti Agung Maruti Rebellion in Gelgel. Dalem Pemayun embarked on a journey that ended in Bukit Tampaksiring. Dalem Pemayun had three sons one of them is Dewagung Mayun Putra Dewagung Mayun Putra made New Puri situated in Pejeng, The Puri was named Puri Soma State Pejeng, The physical structure Puri Soma State Pejeng used the concept of Sanga Mandala which divided into three namely of Utama Mandala, Madya Mandala, and Nista Mandala, The aspects that can be developed in Puri Soma State Pejeng which can be used as a source of learning history which follows: historical aspects, aspects of Culture, and aspect Education.keyword : History, Puri Soma State Pejeng
BULAN SABIT DI KOTA SEMARAPURA (STUDI TENTANG LATAR BELAKANG MASUKNYA ISLAM DI KAMPUNG LEBAH, KLUNGKUNG, BALI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA) Rini Anggraini .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7379

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan LatarBelakang Sejarah masuknya Agama Islam di Kampung LebahKlungkungBali,(2)MendeskripsikanAspek-aspek apa saja dari sejarah Islam di Kampung Lebah Klungkung yang dapatdi gunakan sebagai sumber belajar SejarahdiSMA.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Heuristik (tehnik observasi, tehnik wawancara, dan studi dokumen)(2) Kritik sumber (kritik eksteren dan kritik internal),(3) Interpretasi, (4)Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa,LatarBelakang Sejarah masuknya Agama Islam di Kampung LebahKlungkungBaliyaituDisaat pusat pemerintahan kerajaan Gelgel mengalami kemunduran kemudian pusat kerajaan (pemerintahan) dari Kraton Suecapura (Gelgel) dipindahkan ke Kraton Semarajaya (Klungkung) sekitar tahun 1651-1686 dan sebagian masyarakat muslim yang berada di Suecapura (gelgel) ikut pindah dan diberi tempat di sebelah timur kota Klungkung yang sekarang bernama Kampung Lebah.Aspek-aspek dari sejarah Islam di Kampung Lebah Klungkung yang dapatdi gunakan sebagai sumber belajar SejarahdiSMAsebagaiberikut: Aspek Historis,Aspek Toleransi, danAspek Budaya.Kata Kunci : Sejarah, Kampung Lebah, SumberBelajarSejarah This study aimed (1) to describe the background of Historical background of how Moslem entered Kampung Lebah Klungkung Bali, (2) Describe the aspects of Moslem history in Kampung Lebah Klungkung which can be used as a learning source of History in Senior High School.This study uses a qualitative method by stages;(1) Heuristic (observation techniques, interview techniques, and study documents) (2) source criticsm (external criticsm dan internal criticsm),(3) Interpretation, (4)Historiography.The results showed that, The Historical Background of the entranced of Moslem in Kampung Lebah, Klungkung Bali was while the royal administrative center Gelgel setback, then afterwards the center of the kingdom (government) of Kraton Suecapura (Gelgel) was transferred to the Palace Semarajaya (Klungkung) around 1651- 1686 and most of the Moslem community who were in Suecapura (Gelgel) was also moved and given a place in the east of the town of Klungkung which now called as Kampung Lebah. Aspects of the history of Moslem in Kampung Lebah Klungkung which can be used as a learning resource history in Senior High School are as follows: Historical Aspects, Aspects of Tolerance and Cultural Aspects.keyword : History, Kampung Lebah, Historylearning source
IDENTIFIKASI PENGARUH HINDU MAJAPAHIT DI DESA SONGAN, KINTAMANI, BANGLI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA I Gede Arcana .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7382

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui proses masuknya pengaruh Hindu Majapahit ke Desa Songan, Kintamani, Bangli (2) Untuk mengetahui unsur-unsur dari pengaruh Hindu Majapahit di Desa Songan, Kintamani, Bangli (3) Untuk mengetahui Nilai-nilai apakah dari pengaruh Hindu Majapahit di Desa Songan, Kintamani, Bangli yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, pencatatan dokumen, dan teknik observasi. Teknik penentuan sample dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) proses masuknya pengaruh Majapahit karena utusan dari adipati Samprangan kawin dengan perempuan desa Songan dan akhirnya tinggal menetap di desa Songan, (2) masuknya pengaruh Majapahit membawa perubahan terhadap tatanan masyarakat desa Songan pada aspek agama, sosial kemasyarakatan serta tradisi di desa Songan, (3). Nilai-nilai yang ada pada identifikasi pengaruh Majapahit yang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA ada empat yaitu (1) nilai historis, (2) religius, (3) toleransi, dan (4) solidaritas. Kata Kunci : pengaruh majapahit, masuknya majapahit, sumber belajar This research aims to (1) understand the inclusion process of Hindu Majapahit’s influences in Songan village, Kintamani, Bangli (2) identify the elements of Hindu Majapahit’s influences in Songan Village, Kintamani, Bangli (3) know the values of Hindu Majapahit’s influences in Songan Village, Kintamani, Bangli which can be used as learning sources of History subject in senior high school (SMA). The research data was collected by conducting interviews, writing/recording documents, and observation.Moreover, the sampling method was purposive sampling technique. And The research pointed out that:the process of Majapahit’s influences was enter because of (1) the envoy of Adipati Samprangan married with Songan’s women and chose to settle in Songan village, (2) the impact of Majapahit entrance brought changes to the structure of rural communities in Songan village on the aspects of religious, social and tradition.(3) There are four values was identified that exist on the Majapahit’s influences that potentially can be used as learning sources of History subject in Senior High school (SMA), namely the value of (1)historical, (2) religious, (3) tolerance, and (4) solidarity. keyword : influence of Majapahit, the inclusion process of Majapahit, learning resources
TRADISI NGEREBEG DI DESA PAKRAMAN TEGAL DARMASABA, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA KE DALAM KURIKULUM 2013 Ida Ayu Putu Ratna Dewi .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7384

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan latarbelakang Tradisi Ngerebeg tetap dipertahankan. (2) Mendeskripsikan tata cara pelaksanaan Tradisi Ngerebeg. (3) Mendeskripsikan nilai-nilai dari Tradisi Ngerebeg yang dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Teknik penentuan lokasi penelitian,penelitian ini berlokasi di desa pakraman Tegal darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, (2) Pendekatan penelitian, menggunakan pendekatan kualitatif. (3) Teknik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling (4) Teknik pengumpulan data, melalui data primer dan data sekunder. (5) Teknik validitas atau teknik keabsahan data, dengan triangulasi data (6) Teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pemertahanan Tradisi Ngerebeg di latar belakangi karena adanya suatu kepercayaan dan keyakinan yang telah mengakar di masyarakat, di samping adanya alasan pelestarian budaya, melanjutkan tradisi dari desa asal, pemenuhan rasa aman secara niskala, pelestarian budaya, penguatan solidaritas, asset ekonomi desa, penguatan ekonomi keluarga, memperkuat agama Hindu. Tata cara pelaksanaan tradisi Ngerebeg diantaranya: persiapan dan pelaksanaan upacara (tempat, waktu, perlengkapan, pemimpin dan peserta upacara). Nilai-nilai yang terdapat pada tradisi Ngerebeg diantaranya: nilai religious, nilai ekonomi, nilai estetis, nilai social dan nilai politik.Kata Kunci : Kata Kunci: Tradisi, Ngerebeg, nilai tradisi. This study aimed (1) to describe the background of tradition Ngerebeg retained. (2) Describe the procedures of Tradition Ngerebeg. (3) Describe the values of tradition Ngerebeg utilized as a source of teaching history. This study uses a qualitative method by stages; (1) Location determination techniques of research, this research is located in Tegal, Darmasaba village, Abiansemal subdistrict, Badung regency (2) The research approach, using qualitative approach. (3) Determination techniques informant, using Primary and Secondary data. (4) Data collection techniques, (5) The validity of technique or techniques data authenticity, using Triangulasion data. (6) The data analysis technique. The results showed that, retention of Ngerebeg Tradition happends because of the existence of a trust and confidence that has become a root in the community, in addition to the grounds of cultural preservation, continuing the tradition of the original village, the fulfillment sense of security the abstract, cultural preservation, strengthening solidarity, economic asset village, economic strengthening families, strengthening the Hindu religion. The procedure for execution Ngerebeg tradition include: the preparation and execution of the ceremony (place, time, equipment, leaders and participants of the ceremony). The values contained in Ngerebeg tradition are: religious values, economic values, aesthetic values, social values and political values.keyword : Keywords: Tradition, Ngerebeg, the value of tradition.
TRADISI MAKANDAL DALAM UPACARA PERNIKAHAN DI DESA PAKRAMAN SONGAN,KINTAMANI,BANGLI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA Ni Nengah Sariasih .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7406

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan latarbelakang Tradisi Makandal tetap dipertahankan. (2) Mendeskripsikan tata cara pelaksanaan Tradisi Makandal. (3) Mendeskripsikan nilai-nilai dari Tradisi Makandal yang dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) pendekatan penelitian, (3) teknik penentuan informan, (4) teknik pengumpulan data, (5) teknik validitas atau teknik keabsahan data, (6) Teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pemertahanan Tradisi Makandal di latar belakangi karena adanya suatu kepercayaan dan keyakinan yang telah mengakar di masyarakat, di samping adanya alasan membersihkan pengantin dari cuntaka,melegitimasi keanggotaan pada desa pakraman,mengumumkan peresmian pasangana pengantin, mempertunjukan status ekonomi social, memperkuat solidaritas keluarga laki-laki dan perempuan, memperkuat posisi kubayan, memperkuat posisi pemangku,memperkuat struktur desa adat dan desa dinas, memperkuat tradisi agama hindu. Tata cara pelaksanaan tradisi Makandal diantaranya: persiapan dan pelaksanaan upacara (tempat, waktu, perlengkapan, pemimpin dan peserta upacara). Nilai-nilai yang terdapat pada tradisi Makandal diantaranya: nilai religious, nilai ekonomi, nilai estetis, nilai social dan nilai politik.Kata Kunci : Tradisi, Makandal, nilai tradisi. This research aims (1) to describe the background of Makandal Tradition that still retained. (2) to describing the procedures of Makandal tradition. (3) to describing the values of Makandal Tradition that used as a source of history teaching in high school. This study used a qualitative method by stages; (1) location determination techniques of research, (2) the research approach, (3) determination techniques informant, (4) techniques of data collection, (5) the validity of the technique or techniques data authenticity, (6) The technique of analysis data. The results of this researched showing that, the background retention of Makandal Tradition in backs because of the people’s credibility and confidence that had been taken root in their community, besides the reason to the grounds bathe the brides from cuntaka, legitimizing the members in Pakraman, announced the inauguration of couple bride, point out their economic status, social, strengthening the solidarity between man and woman’s family, strengthening the position of kubayan, strengthening the position of stakeholders, strengthening the structure of the traditional village and village offices, strengthening the Hindu’s tradition. The procedure for Makandal’s execution traditions include: the preparation and execution of the ceremony (place, time, equipment, leaders and participants of the ceremony). The contained of values in Makandal tradition: religion values, economic values, aesthetic values, social values and political valueskeyword : Tradition, Makandal, the values of tradition.

Page 1 of 1 | Total Record : 10