cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 3 (2020)" : 7 Documents clear
KAMPUNG TOGE DI DESA PATAS, GEROKGAK, BULELENG, BALI : SEJARAH DAN NILAI-NILAINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ABDUL GOFAR .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Dr. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.21492

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui sejarah keberadaan kampung toge (2) Untuk mengetahui wujud Toleransi yang ada di Kampung Toge (3) sejarah dan nilai-nilainya yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu: (1) penentuan Jenis Penelitian (2) Lokasi penelitian (3) Teknik penentuan informan (4) Teknik pengumpulan data, meliputi (observasi, wawancara, studi dokumen, dan pengelolaan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan Kampung toge karena adanya perpindahan penduduk dari kerang asem akibat adanya bencana alam yang berupan letusan gunung agung, kemudian yang disusul oleh orang-orang Madura, dan jawa, kemudian kampung toge ini menjadi kampung yang multicultural dengan penuh kedamaian, kedamaian ini sendiri tidak bisa dilepaskan dari refleksi tokoh-tokoh masyarakat Kampung Toge, yaitu adanya musolla yang berada ditengah-tengah Masyarakat Kampung Toge. Hal itu berdampak positif karena adanya musollah menunjukkan atas merima dengan adanya perbedaan. Selain itu dengan adanya interaksi yang intens antara masyarakat yang beragama Hindu dan Islam karena adanya kepentingan yang sama baik ekonomi dan sosial, masyarakat selalu dalalam kondisi yang terintegrasi. Faktor- faktor keberadaan kampung toge yang dijadikan sebagai sumber pembelajaran ada tiga yaitu (1) faktor sosial (2) faktor ekonomi, dan (3) faktor budaya (4) integrasi. Kata Kunci : Sejarah, Toleransi, Sumber Belajar. This study aims to (1) To find out the history of the existence of Toge village (2) To find out the form of Tolerance in Kampung Toge (3) history and its values ​​that can be used as a source of historical learning in high school. This study uses a qualitative descriptive approach, namely: (1) determination of the type of research (2) location of research (3) technique of determining informants (4) data collection techniques, including (observation, interviews, document studies, and data management). Toge village because of the displacement of residents from tamarind shells due to natural disasters which have a massive volcanic eruption, then followed by Madurese people, and Java, then the Toge village became a multicultural village with peace, peace itself cannot be separated from reflection of community leaders from Kampung Toge, namely the existence of musolla in the midst of the Kampung Toge Community, which had a positive impact because the existence of musollah showed the merima with differences. In addition, with intense interaction between Hindus and Muslims because of the same interests both economically and socially, the community interrupted You're in an integrated condition. The factors of the existence of toge village which are used as sources of learning are three, namely (1) social factors (2) economic factors, and (3) cultural factors (4) integration.keyword : History, Tolerance, Learning Resources
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTU VIDEO SCRIBE PADA MATERI POKOK PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SEJARAH KELAS XI IPS 2 di SMA NEGERI 3 SINGARAJA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020 N Iputu Sri Widiastuti .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .; Dr. Tuty Maryati, M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.26384

Abstract

Latar belakang penelitian ini karena terdapat masalah berupa motivasi dan hasil belajar dalam proses pembelajaran di kelas XI IPS 2 SMAN 3 Singaraja. Penelitian ini bertujuan.Penelitian ini bertujuan; (1) Mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI IPS 2 melalui penerapan model pembelajaran CTL berbantu video scribe, (2) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2, (3) Mengetahui respon siswa kelas XI IPS 2 terhadap penerapan model pembelajaran CTL berbantu video scribe. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Tahap-tahap yang dilakukan dalam PTK yaitu (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) observasi, (5) evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) motivasi belajar siswa kelas XI IPS 2 pada siklus I adalah 59,80%, meningkat menjadi 65,77% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 pada siklus I adalah 71,70% dan ketuntasan belajar siswa mencapai 61,29%, meningkat menjadi 77,87% dengan kategori sedang dan ketuntasan belajar siswa mencapai 77,41% pada siklus II; (3) respon siswa kelas XI IPS 2 terhadap model pembelajaran CTL berbantu video scribe pada siklus I mencapai rata-rata 38,96%, meningkat menjadi 43,16% pada siklus II dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa melalui penerapan model pembelajaran CTL berbantu video scribe dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar sejarah pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Kata Kunci : CTL, Video Scribe, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, sejarah The background of this study is because there are problems in the form of motivation and learning outcomes in the learning process in class XI IPS 2 of SMAN 3 Singaraja.The purpose of this study are; (1) To know the increase in students' motivation in class XI IPS 2 of SMA Negeri 3 Singaraja through the application of the CTL learning model assisted with video scribe in history subjects, (2) To know the increase in student learning outcomes of class XI IPS 2, (3) To know the response Class XI IPS 2 students towards applying CTL learning models with video scribe. This research is a type of Classroom Action Research (CAR). The stages carried out in CAR are (1) determining the research subject, (2) making an action plan, (3) carrying out the action, (4) making observations, (5) evaluating and reflecting. The results showed: (1) students' motivation in class XI IPS 2 in cycle I was 59.80%, increasing to 65.77% in cycle II with a high category; (2) the average student learning outcomes in class XI IPS 2 in the first cycle was 71.70% and students 'learning completeness reached 61.29%, increased to 77.87% with the medium category and students' learning completeness reached 77.41% at cycle II; (3) the responses of students of class XI IPS 2 to the CTL learning model assisted by video scribe in the first cycle reached an average of 38.96%, increasing to 43.16% in the second cycle with a high category.Based on the results of this study, it is known that through the application of the CTL video scribe learning model can increase learning motivation and historical learning outcomes in class XI IPS 2 students of SMA Negeri 3 Singaraja even semester semester 2019/2020.keyword : CTL, Video Scribe, Motivation Learning, Learning Outcomes, history
PURA BLANJONG DI DESA SANUR KAUH, DENPASAR SELATAN, BALI (Sejarah, Struktur, Fungsi dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) Ni Putu Budiartini .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati, M.Hum. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.26467

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui sejarah Pura Blanjong di Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Bali (2) Mengetahui struktur dan fungsi Pura Blanjong (3) Mengetahui potensi Pura Blanjong sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian (2) Penentuan informan (3) Pengumpulan Data (4) Teknik validasi data (triangulasi data, triangulasi metode) dan (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Sejarah Pura Blanjong tidak bisa dilepaskan dari adanya prasasti yang kemudian lebih dikenal dengan Prasasti Blanjong. Sesuai dengan apa yang tersurat dalam Prasasti Blanjong tempat yang sekarang menjadi lokasi Pura Blanjong ini merupakan tempat memperingati kemenangan Sri Kesari Warmadewa melawan musuh-musuhnya (2) Struktur Pura Blanjong di Desa Sanur Kauh terdiri dari dua halaman, yakni nista mandala (jaba sisi), utama mandala (jeroan). Fungsi Pura Blanjong secara umum dapat dibagi lima yakni, (1) Fungsi Prasasti Blanjong (Sebagai Media Komunikasi, Sebagai Sumber Sejarah) (2) Fungsi Religius (3) Fungsi Sosial (4) Fungsi Budaya (5) Fungsi Pendidikan. (3) Potensi yang di miliki Pura Blanjong sebagai sumber belajar sejarah di SMA, yakni : (1) Aspek Historis (2) Aspek Peninggalan. Kata Kunci : Pura, Sejarah,Struktur, Fungsi, Sumber Belajar Sejarah The purpose of this study are: (1) To know the history of Blanjong Temple in Sanur Kauh Village, South Denpasar, Bali (2) To know the structure and function of Blanjong Temple (3) To know the potential of Blanjong Temple as a source of history learning in high school. This research is a qualitative research, with the steps: (1) the determination of recipient research (2) the determination of informants (3) data collection (4) a technique of data validation ( triangulation of data , triangulation of a method of ) and (5) the technique of data analysis. The results showed that; (1) The history of Blanjong Temple cannot be separated from the existence of an inscription which later became better known as the Blanjong Inscription. In accordance with what is written in Blanjong Inscription, the place that is now the location of Blanjong Temple is a place to commemorate the victory of Sri Kesari Warmadewa against its enemies (2) The structure of Blanjong Temple in Sanur Kauh Village consists of two pages, namely nista mandala (jaba sisi), main mandala (jeroan). The function of Blanjong Temple in general can be divided into five namely, (1) Blanjong Inscription Function (As a Communication Media, As a Source of History), (2) Religious Function (3) Social Function (4) Cultural Function (5) Educational Function. (3) The potential possessed by Blanjong Temple as a source of history learning in high school, namely: (1) Historical Aspects (2) Heritage Aspects.keyword : Temple, History, Structure, Function, Historical Learning Sourche.
Identifikasi Peninggalan Tantrayana di Pura Kebo Edan di Desa Pejeng, Gianyar, Bali dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA I Komang Krisna Yoga
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.29096

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Sejarah Pura Kebo Edan (2) Peninggalan dari Pura Kebo Edan (3) Potensi Pura Kebo Edan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan langkah-langkah:(1) penentuan lokasi penelitain (2) penentuan informan (3) Pengumpulan data (4) tahap validasi data menggunakan teknik triangulasi data. Temuan dari penelitian ini adalah: (1) Sejarah Pura Kebo Edan tidak bisa dilepaskan dari raja Kertanegara yang menganut aliran Tantrayana dari kerajaan Singosari yang pada saat itu berhasil menaklukkan Bali, kemudian mengutus seorang Patih yang beranama Kebo Parud ke Bali sebagai perwakilan dari kerajaan Singosari. Nama Pura Kebo Edan diambil dari nama sepasang arca utama yang berbentuk kerbau yang terdapat di pura tersebut.. (2) Peninggalan-peninggalan dari Pura Kebo Edan yang memiliki corak aliran Tantrayana yaitu Arca Siwa Bhairawa, Arca Raksasa, sepasang Arca Kerbau, Arca Bhairawa, Arca Ganesha, Arca Perwujudan, Fragmen Lapik, dan Fragmen Bangunan. (3) Potensi yang dimiliki Pura Kebo Edan sebagai sumber belajar sejarah di SMA yaitu: (1) Aspek Historis (2) Aspek Peninggalan (3) Aspek Aktivitas Budaya.
PEKERJAAN DI SEKTOR INFORMAL : INDUSTRI RUMAH TANGGA PEMBUATAN DODOL DI DESA PENGLATAN, BULELENG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP BERDASARKAN KAJIAN TEKS KURIKULUM 2013 nurul hudaa
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.29432

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hal berikut (1) Latar belakang munculnya sektof informal industri rumah tangga dodol Penglatan (2) Sistem produksi dodol Penglatan yang didalamnya melibatkan faktor-faktor produksi (3) Aspek-aspek pada sektor informal pembuatan dodol Penglatan yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS di SMP. Dalam penelitian ini,  dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode penelitian sebagai berikut; (1) Tahap pengumpulan data, (2) Triangulasi (Verivikasi), (3) dan Interpretasi (Analisis Data). Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Latar belakang munculnya industri rumah tangga pembuatan dodol ini karena krisis ekonomi yang terjadi tahun 1998 (2) Dodol penglatan dalam sistem produksinya dibuat menggunakan bahan-bahan alami dan menggunakan pekerja lokal, kemudian didistribusikan oleh orang Penglatan keluar Daerah atau bisa juga orang luar Daerah mengambil ke desa Penglatan. (3) Industri rumah tangga pembuatan dodol Penglatan dapat dijadikan sebagai salah satu sumber belajar IPS di SMPN 5 SINGARAJA sesuai dengan kurikulum 2013 yang dapat dilihat dari berbagai aspek spiritiul, aspek sosial, dan aspek budaya.
SYAHBANDAR PEREMPUAN NYAI AGENG PINATIH DI GRESIK, JAWA TIMUR (PERAN DAN KONTRIBUSINYA BAGI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) USWATUN HASANAH .; Dra. Desak Made Oka Purnawati, M.Hum. .; Dr. Tuty Maryati, M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.29506

Abstract

Penelitian ini bertujuan yaitu (1) mendeskripsikan sejarah tokoh Syahbandar Nyai Ageng Pinatih di Pelabuhan Gresik. (2) Peran Nyai Ageng Pinatih sebagai Syahbandar di Pelabuhan Gresik. (3) Aspek-aspek yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa (1) Nyai Ageng Pinatih adalah seorang syahbandar perempuan yang diangkat oleh Raja Kerajaan Majapahit Brawijaya V pada tahun 1458 M atau paruh terakhir abad ke-15. Beliau diangkat sebagai syahbandar karena beliau ahli dalam bidang perdagangan, taat beragama, jujur, mempunyai banyak relasi antar pedagang, dan menguasai banyak bahasa. (2) Peran Nyai Ageng Pinatih sebagai syahbandar di Pelabuhan Gresik yaitu menjadikan Pelabuhan Gresik ramai dikunjungi oleh saudagar, baik dalam skala regional Nusantara hinngga antar bangsa. Untuk menunjang aktivitas pelabuhan beliau membangun tempat pembuatan kapal dan peti, menyediakan kuda sebagai alat transportasi untuk mengangkut barang dari pedalaman menuju Pelabuhan ataupun sebaliknya. (3) Historiografi tentang Peran Syahbandar Nyai Ageng Pinatih dalam perdagangan di Nusantara dan antar bangsa dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA berkaitan dengan pokok bahasan Kerajaan-Kerajaan Maritim Pada Masa Kerajaan Hindu Budha dan Islam di Indonesia. Kata Kunci : Syahbandar, Nyai Ageng Pinatih, Pelabuhan Gresik The aimed of this research is to; (1) describe the historical character of Syahbandar Nyai Ageng Pinatih at Gresik harbor, (2) the role of Nyai Ageng Pinatih as a Syahbandar at Gresik harbor, (3) some aspects that could be used as the source in learning the historical subject in Senior high school context. This research used historical method which are; Heuristics, Source of Criticism, Interpretation and Historiography. The result of this research showed (1) Nyai Ageng Pinatih is a female syahbandar that was appointed by the Majapahit kingdom in the 15th century. She was appointed by the Fifth King, Brawijaya under Majapahit kingdom in 1458 or in the 15 century. As a syahbandar because she was professional in the trading field, religious, honest, has a lot of connection with the traders and multilingual. (2) the role of Nyai Ageng Pinatih as the Syahbandar in gresik harbor is to make lots of merchant comes to the harbor, both from the regional or between nations scale. She also built several facilities in the harbor such as, shipbuilding and crates, provides horses as the transportation tool to carry things from inland to the harbor or the vice versa. (3) The historic aspects of Syahbandar Nyai Ageng Pinatih can be used as a source in learning history subject for senior high school which in the line with the essence in learning the maritime from the kingdoms during Hindi Buddhist and muslim kingdom in Indonesia.keyword : Syahbandar, Nyai Ageng Pinatih, Gresik harbor
ETNIS SASAK DI BANJAR BUKIT TABUAN DESA BUKIT, KARANGASEM, BALI (Sejarah, Kerukunan, dan Pengintegrasian Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) FIRDAUS RAMADANI .; Dra. Desak Made Oka Purnawati, M.Hum. .; Dr. I Made Pageh, M.Hum. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.29507

Abstract

ABSTRAK Penelitiaan ini bertujuan; (1) mengetahui bagaimana latar belakang sejarah keberadaan Etnis Sasak di Banjar Bukit Tabuan, Desa Bukit, Karangasem, Bali, (2) mengetahui bagaimana kerukunan antarumat beragama antara Etnis Muslim Sasak dan Etnis Hindu Bali di Banjar Bukit, Tabuan Desa Bukit, Karangasem, Bali, (3) mengetahui Aspek – aspek apa saja dari keberadaan Etnis Sasak di Banjar Bukit Tabuan, Desa Bukit yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarh melalui beberapa langkah yakni : (1) Heuristik ( teknik penentuan informan, observasi, dokumen dan wawancara), (2) kritik Sumber (Kritik Internal dan Eksternal), (3) Interpretasi, (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) latar belakang sejarah Etnis Sasak di Banjar Bukit Tabuan, Desa Bukit, Karangasem,Bali tidak bisa lepas dari sejarah Kerajaan Karangasem yang melakukan perluasan kekuasaan ke Lombok yang kemudian membawa tawanan politik berupa orang-orang Sasak, (2) Etnis Sasak Muslim di Banjar Bukit Tabuan hidup rukun dengan masyarakat Etnis Hindu Bali yang terlihat dari adanya Safaran, dimana masyarakat Etnis Sasak Muslim Banjar Bukit Tabuan melakukan syukuran dan melakukan gotong – royong di pura Bhur-Bwah-Swah bersama masyarakat Etnis Hindu Bali disana. (3) aspek-aspek yang bisa dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah dari keberadaan Etnis Sasak di Banjar Bukit Tabuan yaitu, (1) aspek sejarah, (2) aspek toleransi, (3) aspek sosial budaya, (4) aspek Politik dan pertahanan. Kata Kunci : Etnis Sasak, Toleransi, Sumber Belajar Sejarah This research aims; (1) knowing the historical background of the existence of the Sasak ethnic group in Banjar Bukit Tabuan, Bukit Village, Karangasem, Bali, (2) knowing how the inter-religious harmony between the Sasak Muslim Ethnic and the Balinese Hindu Ethnicity in Banjar Bukit, Tabuan, Bukit Village, Karangasem, Bali, (3) knowing what aspects of the existence of the Sasak ethnic group in Banjar Bukit Tabuan, Bukit Village that can be used as a source of learning history at high school. This study uses the historical research method through several steps, namely: (1) Heuristics (informant determination techniques, observation, documents and interviews), (2) Source criticism (Internal and External Criticism), (3) Interpretation, (4) Historiography. The results of this study indicate that, (1) the historical background of the Sasak ethnic group in Banjar Bukit Tabuan, Bukit Village, Karangasem, Bali cannot be separated from the history of the Karangasem Kingdom which expanded its power to Lombok which then brought political prisoners in the form of the Sasak people, (2) The Sasak Muslim ethnic group in Banjar Bukit Tabuan lives in harmony with the Balinese Hindu ethnic community as seen from the Safaran, where the Banjar Bukit Tabuan Sasak Muslim Ethnic community performs thanksgiving and performs mutual cooperation at the Bhur-Bwah-Swah temple with the Balinese Hindu ethnic community there,(3) aspects that can be developed as a source of historical learning from the existence of the Sasak ethnic group in Banjar Bukit Tabuan, namely, (1) historical aspects, (2) tolerance aspects, (3) socio-cultural aspects, (4) political and defense aspects.keyword : Sasak Ethnicity, Tolerance, Historical Learning Resources

Page 1 of 1 | Total Record : 7