cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 3 (2021)" : 5 Documents clear
MAKNA BELIS DALAM PERKAWINAN ADAT PADA MASYARAKAT GUMBANG DESA RIUNG KECAMATAN CIBAL, MANGGARAI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Maria Marisa Kardila; Ketut Sedana Arta; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.34605

Abstract

         Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bentuk belis, fungsi belis, makna belis, dan potensi belis di kampung Gumbang sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap (1) memilih lokasi penelitian di kampung Gumbang Desa riung, (2) teknik penetuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan juga Snow Ball, (3) teknik penjaminan keaslian data menggunakan Triagulasi Data dan Triagulasi Metode, (4) teknik pengumpulan dat dilakukan dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan teknik analisis data. Hasil penelitian ini adala menunjukan bagaimana, (1) bentuk belis, terdiri dari 5 bentuk yaitu: kuda, kerbau, kambing, babi, dan uang. (2) fungsi belis, terdiri dari 4 fungsi yaitu: fungsi religious, fungsi sosial, fungsi ekonomi, dan fungsi pendidikan.  (3) makna belis. Makna belis di kampung Gumbang ini sebagai tanda kehormataan laki-laki terhadapa perempuan dan orang tua perempuan maupung dengan keluarga besarnya.  Adapun potensi dari tradisi belis berdasarkan hasil analisi kurikulum dan silabus ialah nilai religius, nilai peduli sosial, nilai tanggung jawab, nilai toleransi, nilai pesahabatan, nilai jujur, dan nilai kerja keras, yang selanjutnya akan disusun ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SMA.
SEJARAH, STRUKTUR DAN FUNGSI TAMAN AIR TIRTA GANGGA DI DESA ABABI, ABANG, KARANGASEM SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Ni Wayan Ratih Paramita; Desak Made Oka Purnawati; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.34622

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui sejarah Taman Air Tirta Gangga di Desa Ababi, Kabupaten Karangasem, Bali (2) Mengetahui struktur dan fungsi Taman Air Tirta Gangga (3) Mengetahui potensi Taman Air Tirta Gangga sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah meliputi: (1) Heuristik (Pengumpulan Data) (2) Kritik Sumber (3) Interpretasi (4) Historiografi (Penulisan Sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa; Tirta Gangga adalah peninggalan kerajaan Karangasem yang terletak di bagian timur Pulau Bali. Tirta Gangga secara harfiah berarti air dari Sungai Gangga yang merupakan penghormatan kepada masyarakat Hindu Bali. Struktur di Taman Air Tirta Gangga terdiri dari dua halaman, yakni nista mandala (jaba sisi), utama mandala (jeroan). Fungsi Taman Air Tirta Gangga secara umum dapat dibagi empat yakni, (1) Fungsi Religi, (2) Fungsi Rekreasi, (3) Fungsi Sosial, (4) Fungsi Pendidikan. Potensi yang dimiliki di Taman Air Tirta Gangga sebagai sumber belajar sejarah di SMA yakni : (1) Aspek Spritual, (2) Aspek Sosial, (3) Aspek Pengetahuan, (4) Aspek Historis.
MUSEUM BALI DI KOTA DENPASAR, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH, KOLEKSI, DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SMA) Fahrizal Yunus; I Made Pageh; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.36025

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Museum Bali, (2) struktur bangunan Museum Bali, (3) koleksi dari Museum Bali yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah, diantaranya adalah (1) pengumpulan sumber, (2) kritik sumber, (3) Interpretasi (penafsiran), (4) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini adalah (1) Kebijakan Baliseering sebagai upaya menjadikan Bali sebagai Museum dilakukan dengan upaya penyelamatan benda-benda bersejarah, (2) struktur bangunan Museum Bali berdasarkan bangunan tradisional tetapi mengikuti fungsi museum, (3) koleksi museum yang berpotensi sebagai sumber belajar. Adapun koleksi Museum Bali yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sejarah hasil analisis kurikulum dan silabus adalah (1) artefak pra-aksara, (2) berbagai jenis uang kepeng, (3) Cili, (4) Keris, dan (5) peninggalan kolonial yang selanjutnya disusun kedalam Buku Suplemen supaya dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA.
PELURUSAN SEJARAH MENGENAI INDONESIA DIJAJAH BELANDA 350 TAHUN SEBAGAI MATERI SEJARAH KRITIS KEPADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 1 RUPAT Anju Nofarof Hasudungan
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.39395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bukti-bukti ilmiah mengenai kebohongan sejarah bahwa Indonesia telah dijajah Kolonial Belanda selama 350 tahun kepada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian terbaru, khususnya dari G.J. Resink, seorang professor hukum internasional telah berhasil mengungkapkan kebenaran yakni, tidak benar Indonesia dijajah Kolonial Belanda selama 350 tahun. Akan tetapi, pemahaman tersebut masih banyak diyakini oleh peserta didik bahkan oleh guru. Pemaham tersebut masih diyakini sebabnya, masih diajarkan baik dalam proses belajar mengajar yaitu, ketika guru menjelaskan atau dari bahan ajar sejarah yang belum up to date. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis studi pustaka dan merujuk pada sejarah kritis. Data dikumpulkan melalui literatur (kepustakaan), baik berupa buku, catatan, artikel jurnal, maupun laporan hasil penelitian terdahulu. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar alternatif oleh guru sejarah untuk pelurusan sejarah mengenai ketidakbenaran Indonesia dijajah Kolonial Belanda selama 350 tahun. Selain itu, dapat meningkatkan kemampuan critical thinking peserta didik di satuan pendidikan menengah atas.
Sejarah, Struktur dan Fungsi Museum Kesultanan Bulungan Sebagai Sumber Belajar Sejaeah Di SMA Ni Made Wibhu Satyayu; Ketut Sedana Arta; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.39813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) latar belakang berdirinya Museum Kesultanan Bulungan, (2) struktur dan fungsi Museum Kesultanan Bulungan, (3) aspek-aspek Museum Kesultanan Bulungan yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu : (1) Pengumpulan data (Heuristik), (2) kritik sumber, (3) interpestasi, (4) historiografi (prinsip penulisan sejarah). Hasil penelitian ini adalah rangkaian peristiwa pada masa Kesultanan Bulungan yang termasuk dalam peristiwa Dwikora pada tahun 1963-1966. Adapun potensi Museum Kesultanan Bulungan hasil analisi kurikulum dan silabus yaitu nilai kerja keras, nilai patriotisme/cinta tanah air, nilai rasa kebangsaan, nilai rasa ingin tahu yang selanjutnya disusun kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar dapat di manfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA

Page 1 of 1 | Total Record : 5