cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016)" : 78 Documents clear
PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS IR 64 DAN AIR KELAPA PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK Dendrobium laxiflorum ., Ni Luh Sasih Nurcahyani; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si; ., I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan pengaruh pemberian air cucian beras pada konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan anggrek, (2) perbedaan pengaruh pemberian air kelapa pada konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan anggrek, (3) pengaruh interaksi antara pemberian air cucian beras dan air kelapa pada konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan anggrek. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan desain penelitian faktorial 4x4. Populasi dalam penelitian ini adalah bibit tanaman anggrek Dendrobium laxiflorum. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 tanaman anggrek yang dibagi menjadi 16 kelompok perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji statistik Anova dua arah dengan hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan air cucian beras dan air kelapa dengan konsentrasi yang berbeda memiliki interaksi yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. Perlakuan dengan pemberian air cucian beras pada konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan anggrek tertinggi yaitu rata-rata berat kering tanaman anggrek sebesar 0,133 gram. Pemberian air kelapa pada konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan anggrek tertinggi yaitu rata-rata berat kering tanaman anggrek sebesar 0,071 gram. Pemberian air cucian beras dan air kelapa pada konsentrasi 60% dan 60% menghasilkan pertumbuhan tanaman anggrek tertinggi dengan rerata sebesar 0,167 gram.Kata Kunci : air cucian beras, air kelapa, pertumbuhan The research objectives to determine: (1) differences the effect of giving rice water in different concentrations on the growth of orchids, (2) differences the effect of coconut water in different concentrations on the growth of orchids, (3) the effect of interaction between giving rice water and coconut water in different concentrations on the growth of orchids. This research is experiment research with group randomized design and 4x4 factorial design. Population in this research was plant seed of Dendrobium laxiflorum. The samples in this research were 48 orchids that are divided into 16 groups. Data were analyzed using two-way ANOVA statistical. The results showed giving treatment rice water and coconut water with different concentrations had significant interaction on the growth of orchids. Treatment with giving rice water at different concentrations on the growth of orchids had highest average orchid plant dry weight of 0.133 grams. Treatment with giving coconut water at different concentrations on the growth of orchids had highest average orchid plant dry weight of 0,071 grams. Treatment with giving rice water and coconut water at a concentration of 60 % and 60 % resulted highest orchids growth with a mean of 0.167 grams.keyword : Coconut Water, Growth, Rice water
STUDI KOMPARASI KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ENDOPSAMMON PADA HABITAT PANTAI BERPASIR DI KAWASAN PANTAI SANUR ., I.G.A. Irma Dharmayanti Mandala; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membandingkan keanekaragaman dan kemelimpahan endopsammon pada dua lokasi berdasarkan perbedaan substrat. Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan endopsammon pada pantai berpasir putih dan pantai berpasir hitam; (2) mengetahui tingkat kesamaan komposisi jenis endopsammon pada pantai berpasir putih dan pantai berpasir hitam; (3) mengetahui perbedaan kemelimpahan endopsammon pada pantai berpasir putih dan pantai berpasir hitam. Penelitian ini berlokasi di Pantai Hyatt yang memiliki substrat berpasir putih dan Pantai Matahari Terbit yang memiliki substrat berpasir hitam yang keduanya berada dalam kawasan Pantai Sanur, Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan desain penelitian lapangan (field study) yang dilanjutkan dengan penelitian Laboratorium. Pengambilan data endopsammon di lapangan menggunakan alat core. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) indeks diversitas (H’) endopsammon pada pantai berpasir putih dan berpasir hitam tergolong sedang, pada pantai berpasir putih sebesar 2,6369 dan pada pantai berpasir hitam sebesar 2,9562; (2) kemelimpahan relatif (KR) tertinggi pada pantai berpasir putih dimiliki oleh spesies Harpacticus sp. (5,7%) dan pada pantai berpasir hitam dimiliki oleh spesies Thalasoalaimus sp. (9,7%); (3) indeks similaritas (S) endopsammon pada pantai berpasir putih dan berpasir hitam tergolong tinggi sebesar 0,7; (4) terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam hal keanekaragaman dan kemelimpahan antara pantai berpasir hitam dan pantai berpasir putih.Kata Kunci : endopsammon, keanekaragaman, kemelimpahan, Pantai Sanur This research is compared the diversity and abundance a endopsammon at two locations based on different substrates. The purposes of this research are (1) determine the diversity and abundance endopsammon on a white sand and black sand; (2) determine the degree of similarity in species composition endopsammon on a white sand and black sand; (3) determine differences in the abundance endopsammon on a white sand and black sand. This research is located on the Hyatt beach which has a white sandy base substrate and Matahari Terbit beach has black sandy base substrate that both are in the Sanur Beach area, South Denpasar. This research is a descriptive exploratory research design (field study), followed by research laboratories. Endopsammon data capture in the field using core.The results are : (1) endopsammon diversity index (H') on the white sand beaches of black sand classified as moderate, on the white sand beach at 2.6369 and the black sand beach of 2.9562; (2) the relative abundance (KR) on a white sand beach is owned by the species Harpacticus sp. (5.7%) and the black sand beach is owned by the species Thalasoalaimus sp. (9.7%); (3) an index of similarity (S) endopsammon on the white sand beach of black sand is high at 0.7; (4) there is a significant difference in terms of diversity and abundance among the black sand beach and white sand beach.keyword : endopsammon, abundance, diversity, Sanur Beach
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK SERASAH DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) PADA KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR KULIT KEPALA ., Ni Luh Komang Rai Touryantini; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungi is a normal flora that live on the human scalp, but when the amount of fungi is already past the normal limits of life on the scalp will cause infection. One of the plants that can be used as antifungal namely cloves (Syzygium aromaticum L.).The purposes of this research are (1) to knowing and describing the differences in zone diameter of constraints due to the provision of various concentration of extract of leaf litter clove (Syzygium aromaticum L.) (2) knowing and describing the extract concentration manure of clove leaves (Syzygium aromaticum L) which is effective in impeding the growth of fungal scalp, (3) knowing and describing the number of genus of fungi which was found in this research. This research was an experimental research which used Complete Random Design. The technique of data analysis was experiment and the data were analyzed by using one-way ANAVA statistic. The result of this research were (1) there was difference in zone diameter of constraints due to the provision as the effect of giving the variance of extract concentration manure of clove leaves (Syzygium aromaticum L), (2) the extract concentration manure of clove leaves (Syzygium aromaticum L) which was effective in impeding the growth of fungi caused scalp was 15% because it could impede the growth of fungi up to 79% and the effective concentration in killing the fungi was at the concentration 20 % because it could impede the growth of fungi up to 99,9%, and (3) the genus of fungi which was found in this research was Absidia, Aspergillus, Rhizopus, and Trichophyton.keyword : clove, effectiveness, fungi
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH MENGGUNAKAN POLA 4R (REUSE, REDUCE, RECYCLE, REMOVE) DI KAWASAN WISATA LOVINA ., Hema Alini Manihuruk; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pelaksanaan pola 4R dalam pengelolaan sampah di kawasan wisata Lovina, (2) peran masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah menggunakan pola 4R di kawasan wisata Lovina, (3) kendala-kendala yang dialami oleh masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah menggunakan pola 4R di kawasan wisata Lovina. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian evaluasi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menjadi penghasil sampah di kawasan wisata Lovina. Sampel penelitian ini adalah 25 orang dari pedagang, 25 orang dari pengusaha, 25 orang dari pengunjung dan 25 orang dari penduduk setempat. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pada kemerataan setiap sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan kajian pustaka. Data yang telah terkumpul menggunakan kuesioner selanjutnya dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) dalam pelaksanaan pola 4R dalam pengelolaan sampah di kawasan wisata Lovina masyarakat lebih memilih menggunakan Remove (hasil persentase 25,84%), (2) hasil analisis kuesioner menunjukkan bahwa 79,79% responden menjawab setuju pada pernyataan-pernyataan kuesioner yang berarti masyarakat ikut berperan dalam pelaksanaan pengelolaan sampah menggunakan pola 4R di kawasan wisata Lovina, (3) kendala-kendala yang dialami oleh masyarakat adalah keterbatasan alat, kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat, dan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan.Kata Kunci : 4R, Kawasan Wisata Lovina, Pengelolaan Sampah This study aims to determine(1) 4R pattern implementation in waste management in the tourist area Lovina, (2) the role of the community in the implementation of waste management using 4R pattern in the tourist area of Lovina,(3) constraints experienced by the community in the implementation of waste management using 4R pattern in the tourist area Lovina. This type of research is research evaluation. The population in this study are all people who become waste producer in the tourist area Lovina. The sample was 25 people from merchants, 25 people from employers, 25 people from visitors and 25 people from the local population. Sampling was done based on the equity of each sample. The data collection is done by using the method of observation, interviews, questionnaires, and literature review. The collected data was then analyzed using a questionnaire using Likert Scale. The results of this study indicate (1) in the implementation of the 4Rs patterns in waste management in the tourist area Lovina communities prefer to use the Remove (the percentage of 25.84%), (2) the results of questionnaire analysis showed that 79.79% of respondents agreed to the statements questionnaire which means the community had a role in the implementation of waste management using 4R pattern in the tourist area of Lovina, (3) the constraints experienced by the public is of limited equipment, lack of socialization of the local government, and public awareness of environmental cleanliness.keyword : 4R, the tourist area of Lovina, Waste Management
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN FITOPLANKTON PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI TELUK TERIMA KAWASAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT ., Putri Erma Rosita; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi spesies fitoplankton, (2) indeks keanekaragaman fitoplankton, dan (3) indeks kemelimpahan spesies fitoplankton yang hidup pada ekosistem padang lamun di teluk Terima kawasan Taman Nasional Bali Barat. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif dengan rancangan penelitian lapangan yang kemudian dilanjutkan dengan identifikasi spesies di laboartorium. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh fitoplankton pada ekosistem padang lamun di Teluk Terima. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah fitoplankton yang berhasil terambil pada sejumlah titik pengambilan sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan menentukan tiga stasiun, setiap stasiun terdiri dari 12 titik pengambilan sampel. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik ekologi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Fitoplankton yang teridentifikasi pada ekosistem lamun sebanyak 27 spesies; (2) Indeks keanekaragaman fitoplankton pada ekosistem padang lamun termasuk dalam kategori sedang (2,857); (3) Kemelimpahan relatif tertinggi pada ekosistem padang lamun adalah spesies Ceratium boehmi (12,09%) dan indeks kepadatan spesies pada ekosistem padang lamun adalah 93,43.Kata Kunci : fitoplankon, keanekaragaman, kemelimpahan, padang lamun, Taman Nasional Bali Barat This research aims to identify1) the composition of phytoplankton species; 2) the diversity index of phytoplankton, and (3) the index of phytoplankton abundance of species that live in seagrass ecosystem in the Terima Bay of West Bali National Park. This research adopts a descriptive exploratory approach with field research is designed and carried out followed by species identification in the laboratory. The population of this research is all phytoplankton living in the seagrass ecosystem in the Terima Bay of West Bali National Park. The research sample is phytoplankton that are successfully drawn on a number of sampling points. Sampling isconducted by determining three stations of where samples are to be drawn from.Each station consists of 12 sampling points. Astatistical ecology method is utilised in the data analysis. The results of the study show1) there are 27 species of phytoplankton identified in the seagrass ecosystem; 2) the diversity index of phytoplankton in the ecosystemfalls into medium category (2.857); and 3) the highest index of relative abundance is Ceratium boehmi species (12.09%) and the species density index in the seagrass ecosystem is 93.43.keyword : phytoplankton, diversity, abundance, seagrass, West Bali Barat National Park
STUDI KOMPARASI KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ENDOPSAMMON PADA HABITAT PANTAI BERPASIR DI KAWASAN PANTAI SANUR ., I.G.A. Irma Dharmayanti Mandala; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membandingkan keanekaragaman dan kemelimpahan endopsammon pada dua lokasi berdasarkan perbedaan substrat. Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan endopsammon pada pantai berpasir putih dan pantai berpasir hitam; (2) mengetahui tingkat kesamaan komposisi jenis endopsammon pada pantai berpasir putih dan pantai berpasir hitam; (3) mengetahui perbedaan kemelimpahan endopsammon pada pantai berpasir putih dan pantai berpasir hitam. Penelitian ini berlokasi di Pantai Hyatt yang memiliki substrat berpasir putih dan Pantai Matahari Terbit yang memiliki substrat berpasir hitam yang keduanya berada dalam kawasan Pantai Sanur, Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan desain penelitian lapangan (field study) yang dilanjutkan dengan penelitian Laboratorium. Pengambilan data endopsammon di lapangan menggunakan alat core. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) indeks diversitas (H’) endopsammon pada pantai berpasir putih dan berpasir hitam tergolong sedang, pada pantai berpasir putih sebesar 2,6369 dan pada pantai berpasir hitam sebesar 2,9562; (2) kemelimpahan relatif (KR) tertinggi pada pantai berpasir putih dimiliki oleh spesies Harpacticus sp. (5,7%) dan pada pantai berpasir hitam dimiliki oleh spesies Thalasoalaimus sp. (9,7%); (3) indeks similaritas (S) endopsammon pada pantai berpasir putih dan berpasir hitam tergolong tinggi sebesar 0,7; (4) terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam hal keanekaragaman dan kemelimpahan antara pantai berpasir hitam dan pantai berpasir putih.Kata Kunci : endopsammon, keanekaragaman, kemelimpahan, Pantai Sanur This research is compared the diversity and abundance a endopsammon at two locations based on different substrates. The purposes of this research are (1) determine the diversity and abundance endopsammon on a white sand and black sand; (2) determine the degree of similarity in species composition endopsammon on a white sand and black sand; (3) determine differences in the abundance endopsammon on a white sand and black sand. This research is located on the Hyatt beach which has a white sandy base substrate and Matahari Terbit beach has black sandy base substrate that both are in the Sanur Beach area, South Denpasar. This research is a descriptive exploratory research design (field study), followed by research laboratories. Endopsammon data capture in the field using core.The results are : (1) endopsammon diversity index (H') on the white sand beaches of black sand classified as moderate, on the white sand beach at 2.6369 and the black sand beach of 2.9562; (2) the relative abundance (KR) on a white sand beach is owned by the species Harpacticus sp. (5.7%) and the black sand beach is owned by the species Thalasoalaimus sp. (9.7%); (3) an index of similarity (S) endopsammon on the white sand beach of black sand is high at 0.7; (4) there is a significant difference in terms of diversity and abundance among the black sand beach and white sand beach.keyword : endopsammon, abundance, diversity, Sanur Beach
STUDI PREFERENSI LEBAH MADU (Apis cerana) TERHADAP BEBAGAI JENIS PAKAN TAMBAHAN DITINJAU DARI JUMLAH KUNJUNGAN ., Ketut Eka Nudastra; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui preferensi lebah madu (Apis cerana) terhadap berbagai jenis pakan tambahan yang berbeda (2) mengetahui jenis pakan tambahan yang paling banyak dikunjungi oleh lebah madu (Apis cerana) sebagai makanannya (3) mengetahui faktor yang mempengaruhi preferensi lebah madu (Apis cerana) terhadap berbagai pakan tambahan yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan model rancangan penelitian Posttest Only, Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah lebah madu (Apis cerana) yang memiliki anggota yang lebih banyak dari koloni yang ada. Sampel penelitian ini adalah lebah madu (Apis cerana) yang berjumlah 100 ekor. Teknik dalam pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Data diperoleh melalui metode observasi langsung yang menghitung jumlah kunjungan lebah madu pada berbagai jenis pakan tambahan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan adanya perbedaan jumlah kunjungan lebah madu pada pakan tambahan dan cenderung berfluktuasi. Rerata jumlah kunjungan lebah madu yang paling banyak pada pakan tambahan air tape yaitu hari pertama sebanyak 18 ekor, hari kedua 14 ekor, dan hari ketiga 11 ekor. Rerata jumlah kunjungan lebah madu yang paling sedikit pada nira lontar yaitu hari pertama sebanyak 4 ekor, hari kedua 1 ekor, dan hari ketiga sebanyak 1 ekor. Pakan tambahan berupa air tape merupakan jenis makanan yang paling banyak dikunjungi lebah madu (Apis cerana) sebagai makanannya. Faktor yang mempengaruhi lebah madu (Apis cerana) dalam beraktivitas mencari makan pakan tambahan yang disukai adalah faktor aroma dan kadar gula yang terkandung pada pakan tambahan.Kata Kunci : preferensi, lebah madu (Apis cerana), pakan tambahan This research aimed (1) to find out honeybees (Apis cerana) preferences toward types of different additional feed. (2) To find out types of additional feed most visited by honeybees (Apis cerana) as their food. (3) To find out factors affect honeybees (Apis cerana) preferences toward types of different additional feed. This research used Quasi experimental with posttest only, Non-equivalent control group design. Population of this study was honeybees (Apis cerana) and sample of this study was 100 honeybees (Apis cerana). This study used simple random sampling technique. Data collected was analyzed by descriptive qualitative analysis method. Result showed that there was significance different on total of honeybees (Apis cerana) visit on types of different additional feed. Average number of the most honeybees visit was seen on tapai water, which at first day was 18, second day was 14, and third day was 11. Average number of the fewest honeybees visit was on nira lontar, which at first day was 4, second day was 1, and third day was 1. Tapai water was the most food visited by honeybees (Apis cerana). Factors affected honeybees (Apis cerana) in looking for additional food liked were aroma and quality of sugar which contain in additional food.keyword : preferences, honeybees (Apis cerna), aditional foods
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PAKAN TERHADAP LAJU METAMORFOSIS NGENGAT ATLAS (Attacus atlas L.) DI TAMAN KUPU-KUPU KEMENUH, GIANYAR ., A.A.Istri Paramita; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ngengat atlas kini sulit dijumpai di alam Bali. Hal tersebut disebabkan oleh proses perkawinan yang sulit terjadi, ancaman serangan predator, perubahan lingkungan, dan manusia. Dikhawatirkan ngengat atlas akan mengalami kepunahan, sehingga diperlukan usaha pelestarian. Pakan merupakan salah satu hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, serta laju metamorfosis ngengat atlas. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui perbedaan laju metamorfosis ngengat atlas dengan pemberian pakan yang berbeda dan (2) mengetahui jenis pakan yang mampu menghasilkan laju metamorfosis paling cepat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental sungguhan dengan rancangan the posttes-only control group design. Pada penelitian ini menggunakan 30 sampel larva instar I. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan laju metamorfosis dengan pemberian pakan yang berbeda. Pakan daun dadap menghasilkan rerata laju metamorfosis paling cepat, yaitu 70,6 hari dengan rerata fase telur selama 10 hari, fase larva selama 32,2 hari, fase pupa selama 23 hari, dan fase imago selama 5,4 hari. Kata Kunci : laju metamorfosis, ngengat atlas, pakan Atlas moth is now difficult to find in nature Bali. This was caused by the mating process to be difficult, the threat of attack by predators, environmental change, and human.Atlas moth is feared to be extinct, so that the necessary conservation efforts. Feed is one of the things that affect growth and development, as well as the rate of metamorphosis moth atlas. This study aims to (1) determine differences in the rate of metamorphosis moth atlas with different feeding and (2) determine the type of feed that can produce the most rapid rate of metamorphosis. This research is a real experimental design with the posttes-only control group design. In this study using 30 samples instar larvae I. Based on the results of the study indicate differences in rates of metamorphosis by feeding different. Feed leaves dadap produce the fastest average rate of metamorphosis, ie 70.6 days with a mean egg phase for 10 days, 32.2 days during the larval stage, pupa for 23 days, and the imago phase for 5.4 days.keyword : metamorphosis rate, atlas moth, feed
UJI EKSTRAK BATANG PISANG KULTIVAR SUSU (Musa paradisiaca L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes aegypti ., Kadek Sera Harlistya Udayani; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyakit yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan di Negara Indonesia. Tubuh Aedes aegypti betina terkandung virus dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue. Batang pisang kultivar susu mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan ekstrak batang pisang kultivar susu (Musa paradisiaca L.) terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. (2) Untuk mengetahui konsentrasi ekstrak batang pisang kultivar susu (Musa paradisiaca L.) yang diperlukan untuk dapat membunuh 50% (LC50%) dan 90% larva Aedes aegypti pada penelitian ini. Variasi perlakuan dalam penelitian ini ada 4 yaitu ekstrak dengan konsentrasi 0%,25%,50%,75%. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh larva hasil perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah larva yang memiliki umur yang sama yaitu pada larva instar III. Total sampel pada penelitian ini adalah 240 larva nyamuk Aedes aegypti instar III hasil kolonisasi. Dalam tahapan metode pengumpulan data akan didapatkan data persentase mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti terhadap pemberian ekstrak batang pisang kultivar susu pada konsentrasi yang berbeda selama 48 jam. Hasil uji hipotesis menggunakan Kruskal Wallis dapat dinyatakan bahwa (1) terdapat perbedaan mortalitas larva nyamuk Aedes ageypti terhadap pemberian konsentrasi ekstrak batang pisang susu yang berbeda. Berdasarkan hasil uji hayati, ekstrak batang pisang kultivar susu terhadap larva nyamuk Aedes aegypti menunjukan bahwa (2) LC 50 berada pada konsentrasi 40,085% dan LC 90 berada pada konsentrasi 69,302%.Kata Kunci : Ekstrak batang pisang kultivar susu, mortalitas, larva Aedes aegypti Aedes aegypti was a vector of disease that still be a problem in Indonesia. Sometimes The female of Aedes aegypti contained dengue virus that causes dengue fever. Banana stem milk cultivated varieties contains secondary metabolites such as tannins, saponins and flavonoids. The purposes of this research were (1) to analyze the differences in mortality larvae of Aedes aegypti with the extract of banana stem milk cultivated varities with different concentration. (2) To determine the concentration of banana stem milk cultivated varities (Musa paradisiaca L.) that is used to kill 50% (LC50%) and 90% of Aedes aegypti larvae. There were four variation of treatmen in this research it was 0%, 25%, 50%, 75%. This research was an experimental research which used Complete Random Design. The population in this research were all the result of colonization larvae of Aedes aegypti. While the samples were the larvae that have same age, that was at the third instar larvae. Total samples in this study were 240 instar III larvae of Aedes aegypti, as a results of colonization. Data collection methods will be obtained data was the percentage of mortality Aedes aegypti’s larvae toward the giving of banana stem milk cultivated varities extract at different concentrations for 48 hours. The result of hypothesis test using the Kruskal Wallis can be stated that (1) There are differences in the mortality of Aedes aegypti larvae, toward the giving of banana stem milk cultivated varities with different concentrations. Based on the results of biological testing, Banana stem milk cultivated varities against Aedes aegypti larvae show that (2) LC 50 is at a concentration of 40,085% and LC 90 is at a concentration of 69,302%keyword : : Extract of banana stem milk cultivated varities, mortality, Aedes aegypti larvae
UPAYA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP TERHADAP USAHA PEMBUDIDAYAAN UDANG DENGAN SISTEM KURUNGAN DI LAUT LEPAS DESA SANGSIT KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG, BALI ., Putu Arisna Damayanty; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Upaya pengelolaan lingkungan hidup yang dapat dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya dampak potensial terhadap lingkungan, (2) Upaya pemantauan lingkungan hidup yang dilakukan atas pengelolaan lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Populasi dalam penelitian adalah seluruh tokoh masyarakat Desa Sangsit, sampelnya berjumlah 19 orang guna mendapatkan keseluruhan informasi khususnya dalam komponen culture yang mencakup bidang ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, biologi, kimia, dan fisik. Metode pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh data dan informasi mengenai prediksi sumber, jenis, dan deskripsi dampak serta pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dilakukan dengan teknik wawancara, studi dokumen, dan kuesioner. Data yang dianalisis selanjutnya secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dapat dilakukan dengan menyesuaikan sumber dan jenis dampak yang ditimbulkan dari tahapan-tahapan kegiatan pembudidayaan udang dengan menggunakan Rona Lingkungan Awal sebagai acuan, (2) Upaya pemantauan lingkungan hidup, melibatkan pihak pemrakarsa yang dipantau langsung oleh lembaga terkait yaitu Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng secara berkala.Kata Kunci : UKL-UPL, Pembudidayaan Udang, Sistem Kurungan, Laut Lepas, Desa Sangsit The aim of this study is to know (1) an management effort of life environment which can be done to anticipate potential effect toward environment, (2) monitoring effort of life environment which is done on life environment management which has been dealed. The population of this study are all of Sangsit Village figures, the sample are 19 people to get all of informations especially in term of culture components which covers economy, social, culture, health, biology, chemistry, and physic. Data collection method used to get data and informations about type sources prediction and effects description and management and monitoring of environment done by interviewing, documentation, and questionnaire. Data will be analyzed descriptively. The results of study show (1) life environment management effort can be done by adapting the sources and type of effects that can be appeared from the steps of shrimps expansion by using introductory environment as guidance, (2) life environment monitoring effort, involving people who become the planner which is monitored by Badan Lingkungan Hidup and Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng continually in current time.keyword : UKL-UPL, shrimp farming, cage systems, high seas, Village Sangsit