cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 80 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2016)" : 80 Documents clear
PENGARUH PERBEDAAN KADAR AMPAS TEH SEBAGAI MEDIA TANAM DAN INTENSITAS PENYIRAMAN AIR TEH TERHADAP PERTUMBUHAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) DENGAN TEKNIK VERTIKULTUR Ida Ayu Kade Trisnayanthi .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan pertumbuhan Selada dengan menggunakan ampas teh sebagai media tanam, (2) mengetahui perbedaan pertumbuhan Selada dengan penyiraman air teh, (3) mengetahui interaksi antara penambahan media tanam ampas teh dan intensitas penyiraman air teh terhadap pertumbuhan Selada. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Banyuning, Kec./Kab. Buleleng, selama dua bulan. Penelitian eksperimental ini menggunakan desain faktorial 3x3, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) memakai tiga kali ulangan. Variabel bebas penelitian ini adalah kadar ampas teh sebagai media tanam, penyiraman dengan air teh, dan kombinasi keduanya. Variabel terikatnya adalah pertumbuhan tanaman selada, diukur dari berat keringnya. Perlakuan pertama yaitu penggunaan ampas teh dicampur tanah sebagai media tanam dengan perbandingan (1 : 1), (2 : 1) dan (1 : 2), perlakuan kedua yaitu penyiraman tanaman menggunakan air keran dan air teh, dengan intensitas penyiraman menggunakan air keran 1 kali sehari untuk semua perlakuan, sedangkan penyiraman menggunakan air teh, 1 kali setiap tujuh hari dan 2 kali setiap tujuh hari. Hasil penelitian dianalisa secara statistika dengan uji ANAVA dua arah. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh perbedaan kadar ampas teh terhadap pertumbuhan selada. Berdasarkan hasil uji hipotesis, angka signifikansinya 0,040. (2) Ada pengaruh intensitas penyiraman air teh terhadap pertumbuhan selada. Berdasarkan uji hipotesis yakni angka signifikansinya 0,046. (3) Ada interaksi antara kadar ampas teh sebagai media tanam dan intensitas penyiraman menggunakan air teh terhadap pertumbuhan selada. Berdasarkan hasil uji hipotesisnya dengan angka signifikansi 0,049.Kata Kunci : air teh, ampas teh, selada (Lactuca sativa L.). The research porposes were to know (1) the differences of tea waste as planting media on the growth of lettuce, (2) the differences of watering intensity using tea water on the growth of lettuce, (3) the interaction between tea waste and watering intensity on the growth of lettuce. This research was conducted in Banyuning village, Buleleng District of Buleleng Regency, for two months. This experimental research applied factorial design of 3x3 and used full randomized design (FRD) with three replications. The independent variables were the concentration of tea waste, watering and its interaction. The dependent variable was the growth of lettuce plants measured by its dry weight. First treatment was the application of tea waste mixed with soil in ratio of (1 : 1), (2 : 1), and (1 : 2) and the second treatment was watering intensity, that is zero every week, once every week, and twice every week. The result of this study was analyzed statistically using two-way ANOVA. The result shows that (1) There is an effect of tea waste as planting media with different concentrations on the growth of lettuce, which the significance value is 0,040, (2) There is an effect of different watering intensity using tea water on the growth of lettuce, which the significance value is 0.046, (3) There is a interaction effect between application of tea waste and watering intensity toward the growth of lettuce which the significance value is 0,049.keyword : tea water, tea waste, Lettuce (Lactuca sativa L.).
VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK KASAR DAUN BINTARO (Cerbera odollam Gaertn.) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN MORTALITAS KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) I Putu Ari Budi Artama .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8165

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus) akibat pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.), dan (2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai Lethal Concentration (LC50) ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) terhadap mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variasi konsentrasi dalam penelitian ini ada lima yaitu dengan konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan masing-masing perlakuan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh berupa jumlah mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus) sebagai data utama yang dianalisis menggunakan ANAVA satu arah dengan taraf signifikansi 5%, dan pengamatan kondisi kutu putih sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yang tidak dianalisis secara statistik. Hasil uji ANAVA menunjukkan nilai signifikansi ≤ 0,05, artinya H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya, ada perbedaan mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus) pada pemberian ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gertn.). Uji BNT didapatkan nilai p ≤ 0,05 yang artinya pemberian variasi konsentrasi berbeda nyata terhadap mortalitas kutu putih. Berdasarkan nilai analisis probit, maka pada konsentrasi 50,953% yang dapat membunuh 50% nimfa kutu putih (Paracoccus marginatus) dengan ekstrak kasar daun bintaro.Kata Kunci : ekstrak kasar, daun bintaro, mortalitas, kutu putih The purpose of this research are (1) to describe and analyze the differences in mortality mealybug (Paracoccus marginatus) from application of varying crude extract concentrations of bintaro leaves (Cerbera odollam Gaertn.), and (2) to describe and analyze the value of Lethal Concentration (LC50) of crude extract of leaves bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) For mortality mealybug (Paracoccus marginatus). This research is experimental research using a completely randomized design (CRD). Variation concentration in this research were five, those are 0%, 20%, 40%, 60%, and 80% with five replications for each treatment. The data of mortality number mealybug (Paracoccus marginatus), is the main data, was analyzed using one-way ANOVA with a significance level of 5%, and the supporting data obtained by observing the condition of mealy bugs before and after treatment were not statistically analyzed. ANOVA results showed a significance value of < 0.05, meaning that H0 were declined and H1 were accepted, that means, there are differences on between mealybug (Paracoccus marginatus) mortality because of the application of crude leaves bintaro (Cerbera odollam Gertn.) extract. LSD p value ≤ 0.05, which means giving significantly different concentration variations on mortality mealybug Based on the analysis of probit value the 50.953% concentrate of acrude extract of bintaro leaves could killed 50% of nymphs mealybug (Paracoccus marginatus).keyword : bintaro leaves, crude extract, mealybugs, mortality
ANALISIS KETERAMPILAN BERTANYA GURU DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA DI KOTA SINGARAJA Kadek Krisna Dwi Mahartini .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8166

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kemampuan bertanya guru Biologi dalam pembelajaran berbasis Keterampilan Proses Sains. Penelitian ini dilakukan di SMA Kota Singaraja dengan melibatkan tujuh orang guru sebagai informan. Data dikumpulkan dengan empat teknik, yaitu angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau simpulan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bertanya guru belum optimal. Jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru Biologi SMA di Singaraja dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu pertanyaan diklasifikasikan (1) menurut maksudnya yang didominansi dengan 37,20% pertanyaan retoris, (2) berdasarkan taksonomi Bloom yang didominasi pertanyaan kognitif tingkat rendah yakni 40% merupakan pertanyaan pengetahuan, sebanyak 32% merupakan pertanyaan pemahaman, sebanyak 16% merupakan pertanyaan penerapan dan (3) berdasarkan luas sempitnya jawaban didominansi dengan 61,06% pertanyaan Konvergen. Teknik bertanya guru dalam observasi ada yang diterapkan secara maksimal dan ada juga yang belum maksimal diterapkan dalam proses belajar mengajar. Hambatan yang dialami guru dalam mengajukan pertanyaan, yaitu pemahaman tentang jenis-jenis pertanyaan yang masih kurang, kurangnya perencanaan pertanyaan yang akan diajukan, kurangnya pelatihan tentang keterampilan bertanya, keadaan siswa yang berbeda disetiap kelasnya dan kurangnya kesadaran guru akan hambatan yang dialaminya. Aktivitas belajar siswa dengan keterampilan bertanya pada pembelajaran biologi berbasis keterampilan proses Sains sudah dikatakan baik, siswa sudah dapat memahami konsep-konsep yang diajarkan oleh guru, dengan aktif menjawab, kegiatan visual, lisan, mendengarkan, menulis dan kegiatan motorik. Namun ada juga siswa yang cenderung diam tidak mengikuti dan tidak mau berusaha untuk menjawab semua pertanyaan dari guru.Kata Kunci : Jenis Pertanyaan , Kemampuan Bertanya, Keterampilan Proses Sains, dan Tehnik Bertanya The purpose of this reasearch was to analyze deeply the ability questioning the teacher of Biology in Science Process Skills-based learning. This research was conducted at SMA Singaraja involving seven teachers as informants. In collecting the data, the researcher applied four techniques, such as questionnaires, observations, interviews, and documentation with analyzed include data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that ability to asked the teachers did not optimal. Types of questions asked by high school biology teachers in Singaraja grouped into three types of questions classified (1) according to the intentions dominated with 37.20% rhetorical question, (2) based on Bloom's Taxonomy dominated by low-level cognitive questions which 40% is a question of knowledge , 32% is the question as the understanding that 16% is a question penerapandan (3) based on the area of narrowness answer dominated with 61.06% convergent questions. Technique ask the teacher in the last observation applied to the maximum, and some are not maximized applied to the learning process. Barriers experienced teachers to ask questions, which is an understanding of the kinds of questions that are still lacking, a lack of planning questions to be asked, the lack of training on questioning skills, circumstances of different students in each class and the lack of awareness of teachers will be barriers they experienced. learning activities of students with the skills to ask biology of skill-based learning process has been said to be good science, the students understand with concepts being teach by a teacher with an active answer, activities visual, verbal, listening, writing and motor activities. But there are also students who tend to be quiet doesn’t participant and doesn’t answer all questions from the teacher.keyword : Type of Question , Questioning Skill, Questioning Technique And Science Process Skills
PEMBERIAN BIOURINE DAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Ni Luh Putu Puspitasari .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian Biourine terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, (2) mengetahui pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, (3) mengetahui interaksi pemberian Biourine dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan desain penelitian faktorial 4 x 4. Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman sawi hijau dari benih sawi hijau dalam kemasan bermerk Cap Panah Merah. tanaman sawi hijau yang memiliki rata-rata 3-4 lembar daun dengan tinggi yang sama digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara acak random sederhana. Variabel bebas penelitian ini adalah konsentrasi Biourie dan kosentrasi air kelapa, variabel terikatya adalah pertumbuhan tanaman sawi hijau yag diukur dari berat kering tanaman. Data dianalisis menggunakan uji statistik Anova two way. Hasil penelitian menunjukan (1) Ada pengaruh pemberian Biourine terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau berdasarkan hasil uji hipotesis yakni angka signifikansi 0,000, (2) Ada pengaruh pemberian Air Kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau berdasarkan hasil uji hipotesis yakni angka signifikansi 0,000, (3) Ada interaksi pemberian Biourine dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau berdasarka hasil uji signifikansi 0,041.Kata Kunci : pertumbuhan, biourine, air kelapa The purposes of this research were (1) ) to know the effects of the application of Bio-urine to the growth of green mustard, (2) to know the effects of the application of coconut water to the growth of green mustard, (3) to know the interaction of Bio-urine and coconut water’ application to the growth of green mustard. This research was an experimental research with Completely Randomized Design (CDR) and 4x4 factorial design. The population of this research was mustard greens from mustard greens seeds branded Cap Panah Merah, the green mustard which have 3-4 leaves in average with same height were used as the samples which were determined by simple random sampling. Independent variables in this research were the concentration of Bio-urine and coconut water, while the dependent variable is the growth of the green mustard crops measured by the dry weight of the crops. Data then analyzed statistically using two way Anova test. The result of this reaserch showes that (1) There is an effects of the application of Bio-urine to the growth of green mustard based on the result of hypothesis testing in which the significance value was 0,000, (2) There is an effects of the application of coconut water to the growth of green mustard based on the result of hypothesis testing in which the significance value was 0,000, (3) there is an interaction of the application of bio-urine and coconut water to the growth of green mustard based on the result of significance testing value of 0,041.keyword : Growth, Bio-urine, Coconut water
PEMBERIAN AIR LIMBAH TEMPE DAN EKSTRAK KULIT SINGKONG DAPAT MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum escuslentum Mill) Nyoman Edi Supartawan .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pemberian air limbah tempe dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat, (2) pemberian ekstrak kulit singkong meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat, (3) pemberian campuran air limbah tempe dan ekstrak kulit singkong meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian true experiment ini menggunakan rancangan faktorial 4 x 4 dengan 3 kali ulangan. Sampel penelitian adalah tanaman tomat varietas commune yang memenuhi kriteria panjang 5 cm. Sampel dibagi menjadi 16 kelompok, terdiri atas 1 kelompok kontrol dan 15 kelompok perlakuan. Variabel bebas penelitian adalah konsentrasi air limbah tempe dengan variasi 20%, 40%, 60% dan kosentrasi ekstrak kulit singkong dengan variasi 25%, 50%, 75%. Data primer diperoleh melalui pengukuran berat kering tanaman tomat. Berdasarkan analisis data dapat dilaporkan bahwa pemberian air limbah tempe dengan konsentrasi 60% dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat secara bermakna sebesar 27,11%, pemberian ekstrak kulit singkong dengan konsentrasi 50% dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat secara bermakna sebesar 25,42%, dan pemberian kombinasi air limbah tempe konsentrasi 60% dan ekstrak kulit singkong konsentrasi 50% meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat secara bermakna dan paling maksimal sebesar 55,93% (p < 0,05). Selisih rerata pertumbuhan tanaman tomat kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan berupa kombinasi air limbah tempe 60% dan ekstrak kulit singkong 50% adalah 0,33gr. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa campuran air limbah tempe dan ekstrak kulit singkong dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat.Kata Kunci : Air limbah tempe, Ekstrak kulit singkong, Pertumbuhan. This study aims to determine (1) the distribution of water waste of tempeh can increase the growth of tomato plant, (2) the distribution of cassava peel extract increase the growth of tomato plan, (3) the distribution of the combination of the water waste of tempeh and cassava peel extract increase the growth of tomato plant. This study is a true experiment research which used factorial plan 4 x 4 with 3 times repeating. The sample of this study was tomato plants commune variety which fulfills the criteria of length 5 cm. The samples were divided into 16 groups which consist of 1 control group and 15 treatment groups. The independent variable is the concentration of water waste of tempeh with variation 20%, 40%, 60% and the concentration of peel cassava extract with variation 25%, 50%, 75%. The primary data obtained through measuring the dry weight of tomato plant. Based on the analysis of the data, it can be reported that the distribution of the water waste tempeh with the concentration of 60% can increase the growth of the tomato plant at about 27,11%, and the distribution of peel cassava extract with the concentration about 50% can increase the growth of the tomato plan at about 25,42%, and the distribution of the combination of water waste of tempeh with the concentration about 60% and the peel cassava extract with the concentration about 50% increase the tomato plant in the most maximum growth at about 55,93% (p < 0,05). The difference of the average of the growth of the tomato plant in control group and treatment groups with the combination of the water waste tempeh about 60% and peel cassava extract at about 50% is about 0,33 gr. Based on the result, it can be concluded that the combination of water waste tempeh and peel cassava extract can increase the growth of tomato plant.keyword : Growth, Peel Cassava Extract, Water Waste Tempe.
ANALISIS TOTAL KOLONI BAKTERI YANG TERDAPAT DI PEMANDIAN AIR PANAS TOYA BUNGKAH KABUPATEN BANGLI Putu Ayu Agustina Saraswadewi .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mengetahui perbedaan jumlah koloni bakteri yang terdapat di aliran air panas Toya Bungkah pada tiga tempat yang berbeda. (2) mengetahui jumlah koloni bakteri terbanyak pada aliran air panas Toya Bungkah.(3) menganalisis genus bakteri yang terdapat di setiap tempat aliran air panas Toya Bungkah. Penelitian ini tergolong penelitian kausal komperatif, yaitu penyelidikan empiris yang sistematis di mana peneliti tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena variabel tersebut pada dasarnya tidak dapat di manipulasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu: persiapan, pelaksanaan, observasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) jumlah koloni bakteri yaitu pada sumber (pancuran) 73, kolam pemandian 194, tempat pembuangan 107. (2) tempat terbanyak terdapat bakteri adalah pada kolam pemandian. (3) hasil identifikasi bakteri diperoleh 6 genus bakteri yaitu Listeria, Enterococcus, Streptococcus, Pseudomonas, Enterobacter, dan Bacillus.Kata Kunci : Air panas, pemandian, total koloni bakteri. This research aimed at: (1) to know the difference amount of bacteria colonies of Toya Bungkah hot water stream flow on three different areas; (2) to know the greatest number of bacteria colony at Toya Bungkah hot stream flow; (3) to analyse the genus of bacteria at each areas hot water stream flow at Toya Bungkah. This research is a causal comparative research, that is a systematic emphiric research ini which the researcher did not control the independent variabele since thi variable could not be manipulated. Data collection of this research was conducted in three steps: preparatin, implementation, observation. The result of this research indicated that (1) the total amount of bacteria colony, that is the source (fountain) 73, swimming pool 194, and on water spillyway 107. The greatest number of bacterias are found at swimming pool. The identification of bacteria resulted 6 genus of bacteria, they are: Listeria, Enterococcus, Streptococcus, Pseudomonas, Enterobacter, dan Bacillus.keyword : Hot Water, bathing place, total colonies of bacteria.
STUDI PENGGUNAAN BUKLET DENGAN SETTING MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 SAWAN TAHUN AJARAN 2015/2016 Ismiatul Wardah .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi antara kelompok kelas yang dibelajarkan menggunakan buklet setting NHT dan tanpa menggunakan buklet setting konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu (quasi experimental research) dengan rancangan non-equivalent pretest posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas X semester genap SMA Negeri 1 Sawan tahun ajaran 2015/2016. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik acak (random sampling). Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X7 dan X8 SMA Negeri 1 Sawan. Data penelitian diperoleh dari tes hasil belajar ranah kognitif siswa. Teknik analisis data yang digunakan dua teknik analisis yaitu analisis deskriptif dan analisis statistik Independent Sample T-test. Pengujian dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan analisis data didapatkan hasil penelitian yaitu: terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara kelompok kelas yang dibelajarkan menggunakan buklet setting NHT dan tanpa menggunakan buklet setting konvensional.Kata Kunci : animalia, buklet, NHT. This study was aimed to identify diversity of biology learning result between learning groups with NHT setting booklet and without conventional setting. This study was a quasi experimental research with non-equivalent pre-test post-test control group design. Population of this study were second semester X grade students of SMAN 1 Sawan academic year 2015/2016. Sample were choosen through random sampling. The sample of this study were X7 and X8 of SMAN 1 Sawan. Data were collected through students' learning result with cognitive test. The Data were analyzed using two analysis technique, descriptive analysis and statistic analysis with Independent Sample T-test. The test was done with 5% significancy. Based on data analysis, the result of this study were: there was a significant effect of biology learning result between learning groups with NHT setting booklet and without conventional setting.keyword : animalia, booklet, NHT
PEMERAMAN PISANG (Musa Paradisiaca L.) KULTIVAR PISANG SUSU DENGAN VARIASI BERAT DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) DAN DURASI PEMERAMAN TERHADAP PERBEDAAN KADAR GULA REDUKSI Dewa Ayu Ketut Adi Risma Wardani .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8183

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui adanya perbedaan kadar gula reduksi pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu pada pemeraman dengan variasi berat daun gamal (Gliricidia sepium); (2) mengetahui adanya perbedaan kadar gula reduksi pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu pada pemeraman dengan variasi durasi pemeraman; (3) mengetahui adanya perbedaan kadar gula reduksi pada pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu akibat interaksi antara pemeraman dengan variasi berat daun gamal (Gliricidia sepium) dan durasi pemeraman. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) berdasarkan pola penyusunan perlakuan faktorial 4x5. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi berat daun gamal dan durasi pemeraman sedangkan variabel terikatnya adalah kadar gula reduksi. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali dengan total sampel yang digunakan adalah 70 sampel. Langkah-langkah pengumpulan data terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan program SPSS menggunakan Analisis Varians (ANAVA) dua arah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi dari ketiga uji hipotesis ≤ 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan kadar gula reduksi pada pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu akibat pemeraman dengan variasi berat daun gamal (Gliricidia sepium); (2) ada perbedaan kadar gula reduksi pada pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu pada pemeraman dengan variasi durasi pemeraman; (3) ada perbedaan kadar gula reduksi pada pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu akibat interaksi antara pemeraman dengan variasi berat daun gamal (Gliricidia sepium) dan durasi pemeraman.Kata Kunci : pemeraman, pisang, daun gamal, gula reduksi The experiments conducted to determine: (1) the difference of reduction sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars ripening with Gliricidia leave (Gliricidia sepium) weight variation; (2) the difference of reduction sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars ripening with variations in the duration of ripening; (3) the difference of reducing sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars as a result of the interaction between Gliricidia leave (Gliricidia sepium) weight variation and variations in the duration of ripening. This study is an experimental research with a completely randomized design (CRD) based on the pattern drafting 4x5 faktorian treatment. The independent variables in this study is Gliricidia leaves weight variation and duration of ripening while the dependent variable is a reducing sugar. Repetition done 3 times with a total sample used was 60. The steps of data collection consists of the preparation, implementation, and observation. Data were analyzed with SPSS using Analysis of Variance (ANOVA) in both directions. The results of this study indicate that the significance of the third test of the hypothesis ≤ 0.05. This shows that (1) there are difference of reduction sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars ripening with Gliricidia leave (Gliricidia sepium) weight variation; (2) there are difference of reduction sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars ripening with variations in the duration of ripening; (3) there are difference of reducing sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars as a result of the interaction between Gliricidia leave (Gliricidia sepium) weight variation and variations in the duration of ripening. keyword : ripening, bananas, Gliricidia leaves, reducing sugar
ANALISIS ORDINASI DAN KLASIFIKASI TABULER PADA VEGETASI PANTAI SABA, KECAMATAN BLAHBATUH I Gusti Ayu Apti Purbayani .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8184

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pola ordinasi yang terbentuk pada vegetasi di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, (2) Bentuk klasifikasi tabuler vegetasi yang ada di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh vegetasi yang ada disekitaran kawasan Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh. Sedangkan sampel yang digunakan adalah vegetasi yang terkaver oleh kuadrat dengan ukuran 10x10 m sebanyak 30 kuadrat sepanjang garis pantai. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode kuadrat dengan teknik sistematik sampling. Data yang di peroleh dianalisis dengan menggunakan metode ordinasi dan klasifikasi tabuler. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) pola geometrik ordinasi vegetasi Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh berpolakan geometrik diskontinu dimana unit-unit sampling terbagi menjadi dua kelompok. (2) klasifikasi tabular di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh membentuk dua group yaitu group A dan group B. Group A terdiri atas sub group Ia, Ib, Ic, Id, Ie dan group B tersusun atas sub group IIa dan IIb.Kata Kunci : Ordinasi, Klasifikasi Tabuler, Vegetasi Pantai Saba. The aims of this research is to know (1) the ordination pattern formed in Saba beach vegetation, Blahbatuh district, (2) the tabular classification form of the vegetation in Saba beach, Blahbatuh district. The population of this study was all vegetation around Saba beach, Blahbatuh district. The samples used in this study were the vegetations which were covered by 30 quedrates of 10x10m quadrates along the coast. The method used in collecting the sample was quadrate method using systematic sampling technique. The data obtained were analysed using ordinate and tabular classification method. The result of this research showed that (1) the ordinate geometric pattern of the vegetation in Saba beach, Blahbatuh district was discontinue geometric in which the sampling units were classified into two groups, (2) the tabular classification in Saba beach, Blahbatuh district formed two groups which were group A and group B. Based on the classification, each group furthermore formed some sub-groups. Group A consists of sub-group Ia, Ib, Ic, Id, and Ie, and group B is composed sub-group IIa and IIb. keyword : Ordination, Tabular Classification, Vegetation Saba Beach
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN ANGGREK EPIFIT DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) SANGEH BALI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MORFOLOGI TUMBUHAN Ni Kadek Delis Tina .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8185

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan anggrek epifit di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Bali, 2) untuk mengetahui kelayakan pemanfaatan herbarium tumbuhan anggrek epifit di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Bali sebagai media pembelajaran morfologi tumbuhan. Jenis penelitian ini adalah eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh tumbuhan anggrek yang tumbuh sebagai epifit pada habitus pohon di hutan Sangeh. Sampel dari penelitian ini yakni, spesies tumbuhan anggrek epifit yang hidup di hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh yang meliputi 15 titik sampel yang jaraknya terdekat dengan line transect. Data tingkat kelayakan herbarium sebagai media pembelajaran, diperoleh melalui metode kuisioner dan observasi oleh mahasiswa semester II t.a 2015/2016. Hasil yang diperoleh adalah: 1) Ditemukan 4 jenis anggrek epifit yaitu Dendrobium crumenatum Sw., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bryobium hyacinthoides (Blume) Y.P.Ng & P.J.Cribb., dan Vanda tricolor Lindl., nilai indeks keanekaragaman tergolong tinggi yakni sebesar 0,6613, 2) Dari 4 herbarium terdapat 2 herbarium yang dinyatakan sangat layak dan 2 herbarium yang dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : Anggrek, Keanekaragaman, Media Pembelajaran, Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Hence, this research aims: 1) to know the epiphytic orchids diversity in the forest of the Natural Park (TWA) Sangeh Bali, 2) to determine the worthiness of the use of herbarium plant epiphytic orchids in the Natural Park (TWA) Sangeh Bali as a morphology plant learning media. The research type in this study is exploratif. The population of the study is the whole orchids which grow as epiphytes on habitus trees in the Sangeh forest . Samples of the study was taken from the epiphytic orchid species that live in the forest Natural Park (TWA) Sangeh which include 15 sample points which were located closest to the line transect. Data of the worthiness of the herbarium as a learning media was obtained through questionnaire and observation by the second semester students t.a 2015/2016. The results obtained are: 1) Found 4 types of epiphytic orchids, i.e., Dendrobium crumenatum Sw., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bryobium hyacinthoides (Blume) Y.P.Ng & P.J.Cribb., and Vanda tricolor Lindl., The value of the diversity index is high amounting to 0.6613, 2) From 4 herbarium, there are two determined to be very worthy and two herbarium determined to be worthy as a learning media.keyword : Orchid, Diversity, Learning Media, Natural Park (TWA) Sangeh