cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 82 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2017)" : 82 Documents clear
ANALISIS STRATIFIKASI, CROWN COVER, TEKSTUR TANAH DAN KEMIRINGAN LAHAN UNTUK PENENTU TITIK RAWAN EROSI DI KAWASAN SONGAN B Komang Ayu Yulia Ari Winandi .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si., .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titik rawan erosi di kawasan Songan B melalui analisis stratifikasi, crown cover, tekstur tanah dan kemiringan lahan. Penelitian ini adalah eksploratif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh vegetasi dan edafik yang ada di kawasan Songan B. Sampel dalam penelitian ini adalah parameter vegetasi berupa stratifikasi, crown cover, tekstur tanah, dan kemiringan lahan sepanjang line transect. Pengambilan data stratifikasi dan crown cover menggunakan metode kuadrat sepanjang line transect, pengambilan data tekstur tanah dengan pengambilan sampel utuh tanah dan pengambilan data kemiringan lahan dengan mengukur menggunakan haga meter. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat titik rawan erosi di kawasan Songan B. Dari 30 lokasi yang dikaji terdapat 8 lokasi (26,7%) yang termasuk ke dalam kategori sangat rawan erosi, 3 lokasi (10%) rawan erosi, 6 lokasi (20%) cukup rawan erosi, 7 lokasi (23,3%) kurang rawan dan 6 lokasi (20%) yang masuk ke dalam kategori tidak rawan erosi.Kata Kunci : Stratifikasi, crown cover, tekstur tanah, kemiringan lahan, titik rawan erosi, kawasan Songan B. The purposes of this research were to know the erosion vulnerable point in the region of Songan Songan B. This research is explorative. The research design in this research was used a field research. Population in this research were all vegetation and edafik that exist in region of Songan B. Samples in this research were vegetation parameters such as stratification, crown cover, soil texture, and slope of land along the line transect. Data retrieval of stratification and crown cover used quadratic method along the line transect, data retrieval of soil texture used intact sampling and data retrieval of land slope used haga meter. Data analyzed in ecological statistic and descriptive. The results showed that there were erosion vulnerable points in the region of Songan B. Of the 30 locations reviewed there were 8 locations (26.7%) were included to very critical category, 3 locations (10%) were included to critical category, 6 locations (20%) were included to enough critical category, 7 location (23.3%) were included to less critical category and 6 locations (20%) were included to non critical category.keyword : Stratification, crown cover, soil texture, land slope, erosion vulnerable point, region of Songan A-Songan B
ANALISIS STRATIFIKASI, CROWN COVER, TEKSTUR TANAH, DAN KEMIRINGAN LAHAN UNTUK PENENTU TITIK RAWAN EROSI DI SEPANJANG JALAN SINGARAJA-PENULISAN NI KADEK LISMAYANI .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si., .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah titik rawan erosi di sepanjang jalan Singaraja-Penulisan melalui analisis stratifikasi, crown cover, tekstur tanah, dan kemiringan lahan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh komponen vegetasi di sepanjang jalan-Singaraja-Penulisan. Sampel dalam penelitian ini adalah parameter vegetasi berupa stratifikasi, crown cover, tekstur tanah dan kemiringan lahan yang terdapat di sepanjang line transect. Jenis penelitian adalah penenelitian eksploratif, dengan rancangan penelitian lapangan. Metode pengambilan menggunakan metode line transect dengan panjang 100 meter dan interval 10 meter. Pengambilan data stratifikasi dan crown cover menggunakan metode kuadrat yang terdapat di sepanjang line transect. Pengambilan data tekstur tanah dilakukan pengambilan sampel utuh tanah, dan kemiringan lahan diukur dengan menggunakan hagameter. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskripstif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah strata vegetasi terdiri dari 2 strata tergolong kualitas sedang, persentase crown cover sebesar 50,60% tergolong kualitas sedang, tekstur tanah didominasi oleh tanah berpasir tergolong kualitas buruk, dan kemiringan lahan sebesar 56,02% tergolong kategori curam. Jumlah titik rawan erosi di sepanjang jalan Singaraja-Penulisan dari 152 lokasi, 4 lokasi (2,63%) yang tergolong ke dalam kategori sangat rawan, 54 lokasi (35,53%) rawan, 49 lokasi (32,24%) cukup rawan, 33 lokasi (21,71%) kurang rawan, dan 12 lokasi (7,89%) yang tegolong kategori tidak rawan.Kata Kunci : Stratifikasi, Crown Cover, Tekstur Tanah, Kemiringan Lahan, Titik Rawan Erosi, Lintas Singaraja-Penulisan The purposes of this research were to know the total of determinants of erosion vulnerable point along Singaraja-Penulisan way through analysis stratification, crown cover, soil texture and land slope. The population in this research were all vegetation components along Singaraja-Penulisan way. Samples in this research were vegetation parameter in the form of stratification, crown cover, soil texture and land slope on line transect. The type of research was explorative research, with field research design. Method of taking data in this research used line transect method with length 100 meter and interval 10 meter. Data retrieval of stratification and crown cover used the quadratic method along line transect. Data retrieval of soil texture used intact soil sampling, and the slope of the land used a hagameter. Data were analyzed in ecological and descriptive statistics. The results showed number of stratification was 2 that catagorized into middle, the percentage of crown cover was 50,60% that catagorized into middle, soil texture dominated by soil with sandly texture that catagorized into bad and the slope of land was 56,02% that catagorized into craggy. The number of erosion vulnerable point of the 152 locations there were 4 locations (2.63%) included into highly vulnerable, 54 locations (35.53%) included intovulnerable, 49 locations (32.24%) included into quite vulnerable, 33 locations (21.71%) included into less vulnerable, and 12 locations (7.89%) included into not vulnerable categories.keyword : Stratification, crown cover, soil texture, land slope, erosion vulnerable point, Singaraja-Penulisan way.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KAMBOJA (Plumeria rubra L. f. tricolor) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex vishnui Luh Ratna Susanti .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si., .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat variasi konsentrasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor.), dan (2) konsentrasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor) yang diperlukan untuk dapat membunuh 50% (LC50) larva nyamuk Culex vishnui. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen sungguhan. Perbedaan konsentrasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0%, 15%, 30%, 45% dan 60%. Efek perlakuan dalam penelitian adalah adanya mortalitas larva nyamuk Culex vishnui. Rancangan penelitan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan dasar desainnya The Randomized Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh larva nyamuk Culex vishnui yang di dapatkan di sawah di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian adalah 250 sampel larva instar III nyamuk Culex vishnui hasil kolonisasi. Data dianalisis secara statistik yaitu dengan uji ANAVA satu arah dan analisis probit. Hasil penelitian adalah: (1) ada perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat pemberian ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor dengan konsentrasi yang berbeda dan semua variasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor) memiliki perbedaan yang nyata atau signifikan, dan (2) konsentrasi ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor) yang diperlukan untuk mematikan 50% (LC 50) larva nyamuk Culex vishnui yaitu sebesar 31, 42%.Kata Kunci : Ekstrak daun kamboja (Plumeria rubra L. f. tricolor), Mortalitas larva, Culex vishnui. The purpose of this study was to determine: (1) the various mortality of Culex vishnui larvae due to variations in the concentration of leaf extract frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor), and (2) the concentration of leaf extract Plumeria rubra L. f. tricolor needed to be able to kill 50% (LC50) Culex vishnui larvae. This study was a real experiment. The various in concentration of leaf extract frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor) were used in this study were 0%, 15%, 30%, 45% and 60%. The effects of treatment in this study was the mortality of mosquito larvae Culex vishnui. The research design that in this study was Completely Randomized Design with a basic design The Randomized Posttest Only Control Group Design. The population in this study were all larvae mosquitoes Culex vishnui, that get in the rice fields Tangguwisia village, Seririt, while the sample in this study were 250 samples of the third instar larvae mosquitoes Culex vishnui colonization results. The data were analyzed statistically, it used one-way ANOVA test and probit analysis. The results of this study are: (1) There are various in the mortality of larvae mosquitoes Culex vishnui due leaf extract of frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor) with various concentrations and all variations leaf extract of frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor) has a real or significant differences. (2) The needed extract of frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor) to turn off 50% (LC50) larvae mosquitoes Culex vishnui in the amount of 31.42%.keyword : Extract leaf of frangipani (Plumeria rubra L. f. tricolor, Larvae mortality, Culex vishnui.
JUMLAH KOLONI BAKTERI PADA KOLAM PENANGKARAN TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI TEMPAT KONSERVASI PENYU PANTAI PENIMBANGAN SINGARAJA BALI Ngakan Putu Ari Krisna Pratama .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah koloni bakteri pada air kolam penangkaran tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) hari ke-1,ke-3,dan ke-5 di Tempat Konservasi Penyu Pantai Penimbangan, Singaraja, Bali. Sampel pada penelitian ini adalah air kolam penangkaran tukik penyu lekang yang dipilih berdasarkan kriteria yaang ditentukan yaitu pada hari ke-1, ke-3, dan ke-5. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei lapangan dengan teknik observasi ke lokasi penelitian. Data hasil penelitian diidentifikasi di laboratorium melalui pengamatan makroskopis pada koloni bakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah koloni dari sampel hari ke-1, ke-3, dan ke-5 bervariasi pada tiap tiap sampel. Rerata pada hari ke-1 di titik A yaitu 1,0 x 103, rerata di titik B yaitu 1,3 x 103, dan rerata di titik C yaitu 1,5 x 103. Rerata pada hari ke-3 di titik A yaitu 3,3 x 103, rerata di titik B yaitu 2,0 x 103, dan rerata di titik C yaitu 2,1 x 103. Sedangkan rerata pada hari ke-5 di titik A yaitu 2,5 x 103, rerata di titik B yaitu 1,6 x 103, dan rerata di titik C yaitu 2,6 x 103.Kata Kunci : bakteri, penyu lekang, Pantai Penimbangan. The purpose of this research was to know: (1) the number of bacterial colonies in the breeding pond water of ridly turtles (Lepidochelys olivacea) on 1st, 3rd, and 5th days at Sea Turtle Conservation Center at Penimbangan Beach, Singaraja, Bali. The sample in this research was the breeding pond water of ridly turtles that was selected based on the criteria that was determined on the day of the 1st, 3rd, and 5th. The method used in this research was the field survey method with the observation technique to the research location. Research data were identified in the laboratory through macroscopic observations of bacterial colonies. The results showed that the number of colonies from the samples of days 1st, 3rd, and 5th were various in each sample. The mean on the 1st day at point A is 1.0 x 103, the mean at point B is 1.3 x 103, and the mean at point C is 1.5 x 103. The mean on the 3rd day at point A is 3.3 x 103, the average at point B is 2.0 x 103, and the mean at point C is 2.1 x 103. While the mean on the 5th day at point A is 2.5 x 103, the average at point B is 1.6 x 103, and the mean at point C is 2.6 x 103.keyword : bacteria, turtles (Lepidochelys olivacea), Penimbangan Beach.
VARIASI PANJANG GELOMBANG CAHAYA MENGAKIBATKAN PERBEDAAN RESPON TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI SITUS KONSERVASI PENYU PANTAI PENIMBANGAN SINGARAJA Ni Nyoman Sri Noviantari .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc. .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14702

Abstract

Penurunan populasi penyu dapat dilihat dari banyaknya bycatch (hasil tangkapan sampingan) berupa penyu dari nelayan yang menggunakan alat bantu tangkap berupa cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui variasi panjang gelombang cahaya yang mengakibatkan perbedaan respon tukik penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), strategi yang tepat serta kondisi dan alternatif solusi dalam penyelamatan penyu lekang akibat bycatch. Penelitian ini menggunakan cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda yaitu cahaya polikromatik sebagai kontrol, cahaya merah, cahaya kuning, dan cahaya biru. Respon yang ditunjukkan oleh tukik penyu lekang, diukur dengan indikator berupa: (1) skor 1 (sama sekali tidak direspon), (2) skor 2 (hanya direspon oleh organ mata), (3) skor 3 (direspon oleh mata dan tungkai tetapi tetap di tempat), (4) skor 4 (direspon oleh mata, tungkai, dengan bergerak lambat), dan (5) skor 5 (direspon oleh mata, tungkai dengan bergerak cepat). Skor-skor terseb ditentukan secara ordinal, rerata skor respon tukik dianalisis dengan menggunakan uji beda Kruskal Wallis dan uji lanjut berupa uji Mann-Whitney pada taraf signifikansi 5%. Hasil pada penelitian ini menunjukkan rerata respon tukik penyu terhadap cahaya biru paling rendah dibandingkan cahaya kuning, merah dan cahaya polikromatik, respon tertinggi yaitu pada cahaya merah. Simpulan pada penelitian ini adalah : (1) tukik penyu merespon cahaya merah lebih tinggi 9,46% dibandingkan cahaya polikromatik, merespon cahaya kuning lebih rendah 14,46% dibandingkan cahaya polikromatik, merespon cahaya biru lebih rendah 11,80% dibandingkan cahaya polikromatik, (2) kendala dalam penyelamatan penyu yaitu perdagangan penyu yang disebabkan oleh bycatch, (3) alternatif solusi yang dapat diberikan terkait kendala tersebut yaitu pembuatan awig-awig terkait perlindungan penyu pada desa adat setempat. Kata Kunci : Penyu Lekang, respon tukik, panjang gelombang cahaya. Increasing population of sea turtles can be seen from the number of bycatch from fisherman who using light aids. The purpose of this study is to determine the variation of light wavelengths resulting in differences in the response of the hatchling olive ridley sea turtle (Lepidochelys olivacea), the appropriate strategy and the alternative conditions and alternatives in the rescue of turtles caused by by catch. This study using light with different wave lengths that are polychromatic light as a control, red light, yellow light, and blue light. The response shown by the sea turtle, measured by the indicator are: (1) score 1: not responded at all, (2) score 2: only responded by eye organ, (3) score 3: responded by eye and limb but remain in place, (4) score 4: responded by the eyes, limbs, with slow motion, and (5) score 5: responded by the eyes, limbs with fast moving. The scores determined ordinal, the average of response sea turtle was analyzed using Kruskal Wallis test and further test with Mann-Whitney test with 5% level of significance. Result of this research is the average response of hatchling olive ridley sea turtle to blue light is lowlest compared to yellow, red and polychromatic light, the highest response is on the red light. Conclusion of this research are : (1) the hatchling sea turtle responds to red light higher 9.46% than polychromatic light, responds yellow light lower 14.46% than polychromatic light, responds to blue light lower 11.80% than polychromatic light, (2) constraints in sea turtle rescue include turtle trade caused by bycatch, (3) alternative solutions that can be given related to these obstacles are the creation of awig-awig related to the protection of turtles in local genius, improvement of facilities and infrastructure at conservation centers. keyword : Olive ridley, responses of hatchling sea turtle, light wavelength.
KEEFEKTIVAN EKSTRAK KASAR UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst) TEHADAP MORTALITAS LARVA RAYAP (Coptotermes curvignathus) Kadek Pina Destrya Lestari .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14741

Abstract

Tujuan penlitian ini untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas larva rayap (Coptotermes curvignathus) akibat pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar umbi gadung (Dioscorea hispida); (2) konsentrasi yang paling efektif terhadap mortalitas larva rayap (Coptotermes curvignathus); dan (3) konsentrasi yang efektif dapat mematikan 50% larva rayap (Coptotermes curvignathus) berdasarkan Lethal Concentration. Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan desain penelitian Randomized Post Test Only Control Group Design. Perbedaan konsentrasi ekstrak kasar umbi gadung (Dioscorea hispida) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0%, 25%, 50%, dan 75%. Sampel yang digunakan adalah larva rayap (Coptotermes curvignathus) berjumlah 600 ekor. Data mortalitas larva rayap dianalisis dengan menggunakan uji statistik Kruskal Wallis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) terdapat perbedaan mortalitas larva rayap (Coptotermes curvignathus) akibat pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar umbi gadung (Dioscorea hispida); (2) Konsentrasi yang paling berpengaruh terhadap mortalitas larva rayap (Coptotermes curvignathus) adalah konsentrasi 25%; dan (3) Konsentrasi efektif yang dapat mematikan 50% larva rayap (Coptotermes curvignathus) berdasarkan Lethal Concentration adalah konsentrasi 31,34%.Kata Kunci : Ekstrak umbi gadung, Mortalitas larva, Rayap (Coptotermes curvignathus) The purpose of this research to know: (1) difference of termite larvae (Coptotermes curvignathus) mortality due to variation of concentration of crude extract of dioscorea tuber (Dioscorea hispida); (2) the most effective concentrations to mortality of larvae termites (Coptotermes curvignathus); and (3) the effective concentration kill 50% termite larvae (Coptotermes curvignathus) based on Lethal Concentration. This research type is true experimental with research design Randomized Post Test Only Control Group Design. The difference of concentration of crude extract of dioscorea tuber (Dioscorea hispida) used in this research was 0%, 25%, 50%, and 75%. The sample used is larvae termites (Coptotermes curvignathus) of 600 tail. Mortality of larvae termite were analyzed using Kruskal Wallis statistical test. The results of this study show that: (1) there is a difference in mortality of larvae of termite (Coptotermes curvignathus) due to variation concentration of crude extract of dioscorea tuber (Dioscorea hispida); (2) the most effective concentration to mortality of larvae termites (Coptotermes curvignathus) is 25% concentration; and (3) the effective concentration kill 50% larvae of termites (Coptotermes curvignathus) based on Lethal Concentration is 31,34% concentration.keyword : Dioscorea tuber extract, Mortality of larvae, Termites (Coptotermes curvignathus)
Variasi Pemberian Konsentrasi Ekstrak Kasar Bunga Tahi Kotok (Tagetes erecta Linn.) Terhadap Mortalitas Kutu Putih Betina (Paracoccus marginatus) Azizah Nurmala .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si., .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14743

Abstract

Tahi kotok (Tagetes erecta Linn.) merupakan tanaman perdu yang memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat dijadikan sebagai pestisida alami. Kutu putih (Paracoccus marginatus) merupakan hama yang menyerang beberapa jenis komoditas tanaman. Kutu putih termasuk hama polifag, hama polifag merupakan hama yang mempunyai banyak jenis tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada perbedaan mortalitas kutu putih akibat variasi pemberian konsentrasi ekstrak kasar bunga tahi kotok. (2) nilai Lethal Concentration (LC50) ekstrak kasar bunga tahi kotok yang efektif terhadap mortalitas kutu putih. Jenis penelitian menggunakan eksperimen sungguhan dengan rancangan penelitian The randomized post-test only control group design, menggunakan lima perlakuan, yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% ekstrak kasar bunga tahi kotok, dengan sebanyak lima replikasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Ada perbedaan mortalitas kutu putih akibat variasi pemberian konsentrasi ekstrak kasar bunga tahi kotok dengan nilai signifikansi 0,0001. (2) Nilai LC50 pada ekstrak kasar bunga tahi kotok terhadap mortalitas nimfa instar III kutu putih adalah konsentrasi 7,286%.Kata Kunci : bunga tahi kotok (Tagetes erecta), kutu putih (Paracoccus marginatus), dan mortalitas. Marigold (Tagetes erecta Linn.) is a herbaceous plant which has many benefits, one of which can be used as a natural. Mealybug (Paracoccus marginatus) is a pest that attacks several kinds of crops. Mealybugs including polifag pests, pest polifag is a pest that has many types of host plants. This research aims to determine: (1) there are difference in mortality rates due to variation of mealybugs concentration of crude extract of marigold flower. (2) the value of Lethal Concentration (LC50) of crude extract of marigold flower are effective against mealybugs mortality. This type of research using real experiment with the design of the study The randomized post-test only control group design, using five treatments, ie 0%, 5%, 10%, 15% and 20% of crude extract of marigold flower, with five replication. The results of this study were (1) There was a difference of mealybugs mortality due to variation of concentration of crude extract of marigold flower with significant value 0.0001. (2) The value of LC50 on crude extract marigolds on mortality of third instar nymph mortality mealybug is a concentration of 7.286%.keyword : marigold flower (Tagetes erecta), mealybug (Paracoccus marginatus), and mortality.
PEMBERIAN KOMBINASI LIMBAH AMPAS KELAPA DAN CANGKANG TELUR AYAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L.) PUTU PRIMA DHARMAPATNI .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemberian limbah ampas kelapa mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) (2) pemberian limbah cangkang telur ayam mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) (3) variasi media tanam limbah ampas kelapa dan cangkang telur ayam mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus ticolor L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sungguhan (True experimental). Sampel yang digunakan adalah tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) diambil secara acak dengan ciri morfologi yang sama yaitu dengan panjang 5 cm. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis dan Uji Lanjut dengan Uji Mann-Whitney pada taraf siginifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam cabut akibat pemberian limbah ampas kelapa. Perlakuan pada pemberian limbah ampas kelapa 25 gram menghasilkan pertumbuhan tanaman bayam cabut yang paling efektif, yaitu dengan rerata berat kering sebesar 2,17 gr (2) terdapat perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam cabut akibat pemberian limbah cangkang telur ayam. Perlakuan pada pemberian limbah cangkang telur 25 gram menghasilkan pertumbuhan tanaman bayam cabut yang paling efektif yaitu dengan rerata berat kering sebesar 2,60 gr (3) terdapat perbedaan peningkatan pertumbuhan tanaman bayam cabut akibat pemberian variasi media tanam limbah ampas kelapa dan cangkang telur ayam. Perlakuan dengan variasi pemberian limbah ampas kelapa 25 gram dan limbah cangkang telur ayam 25 gram menghasilkan pertumbuhan tanaman bayam cabut paling efektif dengan rerata berat kering sebesar 3,30 gr. Simpulannya adalah pemberian limbah ampas kelapa dan cangkang telur ayam serta kombinasinya dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) dilihat dari berat keringnya. Kata Kunci : Limbah ampas kelapa, Limbah Cangkang Telur Ayam, Pertumbuhan, Amaranthus tricolor L. The aim of this research to determine: (1) giving of coconut waste resulting the differences of growth spinach plant (Amaranthus tricolor L.) (2) giving of chicken egg shell waste resulting difference the growth of spinach plant (Amaranthus tricolor L.) (3) variation planting media of coconut waste and chicken egg shell resulting the differences of growth spinach plant (Amaranthus tricolor L.). This research was a true experimental research. The sample that used was spinach plant (Amaranthus tricolor L.) with the same morphological characteristics that is 5 cm long. Data were analyzed by using Kruskal-Wallis statistic test and Advanced Test with Mann-Whitney Test at 5% significance level (α = 0,05). The results showed that: (1) there was a difference in the growth of spinach plant due to coconut waste waste. The treatment of 25 grams of coconut waste resulting was the most effective growth of spinach plant, with a dry weight average of 2.17 gr (2). There was a difference in the growth of spinach plant due to chicken egg shell waste. The treatment of 25 gram chicken egg shell waste resulting the most effective growth of spinach plant with dry weight average of 2.60 gr. (3) there was a difference in the growth of spinach plant due to the variation of planting media of coconut waste and chicken egg shell. Treatment with variation of 25 grams coconut waste and 25 gram chicken egg shell waste resulting the most effective growth of spinach plant with dry weight average of 3.30 gr. The conclusion is giving the waste of coconut waste and eggshell shell also its combination can increase the growth of spinach plants (Amaranthus tricolor L.) showed by the dry weight.keyword : Amaranthus tricolor L Chicken Egg Shell Waste, Coconut waste, Growth
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEKATRIKAPA TERINTEGRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA I MADE ADI SANTIKA .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .; I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14845

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Pekatrikapa (pendidikan karakter Tri Kaya Parisudha) terintegrasi pembelajaran IPA untuk penanaman karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 103 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII2 yang berjumlah berjumlah 25 orang sebagai kelompok ekperimen dan kelas VII4 yang berjumlah 26 siswa yang terpilih sebagai kelompok kontrol. Data profil nilai karakter Tri Kaya Parisudha dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Data respon siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner. Profil nilai karakter Tri Kaya Parisdha dan respon siswa di analisis secara deskriptif. Efektivitas penerapan model Pekatrikapa di analisis secara statistik dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukan profil nilai rata-rata karakter Tri Kaya Parisudha yang berkatagori baik dan sangat baik adalah 88,89 % pada kelas yang dibelajarkan model Pekatrikapa, 44,43% pada kelas yang dibelajarkan model konvensional. Rata-rata persentase respon siswa yang dibelajarkan dengan model Pekatrikapa memiliki kategori sangat baik yaitu 91% siswa menyatakan pembelajaran menarik, menyenangkan, memdahkan belajar, dan mendorong belajar. Di samping itu rata-rata persentase hasil penilaian diri (self assessment) menunjukan 84% menyatakan setelah mengikuti pembelajaran dengan model Pekatrikapa terjadi perubahan karakter ke arah yang lebih baik. Hasil uji-t menunjukan bahwa penerapan model Pekatrikapa efektif untuk menanamkan karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha. Kata Kunci : Kata kunci: model Pekatrikapa, model konvensional, pendidikan karakter, nilai karakter Tri Kaya Parisudha Abstract This study aimed to determine the effectiveness of the application of integrated Pekatrikapa (education character Tri Kaya Parisudha) model of science learning for the planting of student characters in Undiksha Laboratory Junior High School. This type of research is experiment research with research design that used is post-test only control group design. The population of this research is all students of class VII Junior Undiksha Laboratory in the even semester of academic year 2017/2018 which amounted to 103 people. The samples were taken using random sampling technique. The sample selected in this research is the students of class VII2 which amounted to 25 people as experimental group and class VII4 which amounted to 26 students selected as control group. Tri Kaya Parisudha character value data profile was collected using observation, interview, and questionnaire methods. Student response data was collected by questionnaire method. The character profile of Tri Kaya Parisdha's character and student's responses are analyzed descriptively. The effectiveness of the application of the Pekatrikapa model was analyzed statistically with the t-test. The results show that the average value of the character of Tri Kaya Parisudha with good and excellent category was 88.89% in the class which was modeled Pekatrikapa, 44.43% in the class that conventional model. The average percentage of students' responses to the lessons learned with the Pekatrikapa model has a very good category of 91% of students declaring interesting lesson, fun, facilitating, and encouraging them in learning. In addition, the average percentage of self assessment results (self assessment) showed 84% stated after following the learning with the model Pekatrikapa there is a change of character to a better state. The results of t-test show that the application of Pekatrikapa model is effective to instill the character of students in Undiksha Laboratory Junior High School. keyword : Keywords: Pekatrikapa model, conventional model, character edcation, Tri Kaya Parisudha character value
DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBUL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI AGA PADA TRI MANDALA, DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN, KABUPATEN KARANGASEM, BALI Gede Rendra Widyotama .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14850

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui : (1) Spesies tumbuhan simbul tubuh (2) Distribusi spesies tumbuhan simbul tubuh (3) Diversitas tumbuhan simbul tubuh di Tri Mandala Desa Tenganan Pegringsingan, serta (4) Sosiosistem tumbuhan simbul tubuh oleh masyarakat Bali Aga Tenganan Pegringsingan. Jenis dan rancangan penelitian ini eksploratif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Banjar Tengah dan Banjar Kauh Desa Tenganan Pegringsingan, Sampel dalam penelitian ini meliputi parameter ekosistem dan parameter sosiosistem, sampel pada parameter ekosistem yaitu tumbuhan simbul tubuh yang terdapat pada 33 kuadrat dengan ukuran kuadrat 10x10 m2, dan parameter sosiosistemnya yaitu 15 orang dari tiga komponen masyarakat meliputi tokoh masyarakat 5 orang, tokoh agama 5 orang, dan masyarakat umum 5 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Data pola distribusi dianalisis menggunakan analisis Poison, Indeks keanekaragaman menggunakan analisis indeks keanekaragaman Simpson. Hasil penelitian ini adalah: (1) Desa Tenganan Pegringsingan memiliki 14 spesies tumbuhan simbul tubuh (2) Distribusi tumbuhan simbul tubuh pada pola distribusi ditemukan 1 spesies yaitu Beringin (Ficus Benjamina) memiliki pola distribusi teratur, sedangkan 13 spesies tumbuhan simbul tubuh lainnya memiliki pola distribusi mengelompok, serta persebaran spesies tumbuhan simbul tubuh sebanyak 3 spesies memiliki persebaran sedang, dan 11 spesies lainnya memiliki persebaran sempit (3) Keanekaragaman tumbuhan simbul tubuh menunjukkan keanekaragaman yang tinggi, dan Densitas tumbuhan secara keseluruhan termasuk kedalam kategori rendah (4) Masyarakat Bali Aga Tenganan Pegringsingan tidak mengetahui, dan tidak menggunakan tumbuhan simbul tubuh, tidak mengenal konsep Tri Angga, mereka juga tidak melakukan ngaben melainkan mendem, kendati demikian mereka mengetahui, melaksanakan dengan baik Tri Mandala dibuktikan dengan pola rumah mereka yang sesuai dengan Tri Mandala dan menggunakan jalan utama yang linear membagi desa sebagai hulu (utama mandala), pola ini berbeda dengan konsep Tri Mandala pada Bali Majapahit yang menggunakan kaja arah gunung sebagai hulu, dan kelod atau arah laut sebagai hilir.Kata Kunci : Bali Aga, Densitas, Edafik, Indeks Keanekaragaman, Klimatik, Komposisi, Persebaran Spesies, Pola Distribusi, Tri Mandala. The aim of this research were to determine: (1) Species plants of body symbols (2) Distributions plants of body symbols (3) Diversity plants of body symbols in Tri Mandala Tenganan Pegringsingan Village, and (4) Sosiosistem of plants of body symbols by Balinese Aga Tenganan Pegringsingan. The type of this research is descriptive explorative research. The research location is done in Tengah hamlet and Kauh hamlet in Tenganan Pegringsingan Village. The sample in this study includes ecosystem parameters and sociosystem parameters, samples on ecosystem parameters ie plants of body symbols contained in 33 squares with 10x10 m2 squares size, and sociosystem parameter of 15 people from three components of society include community leaders 5 people, religious leaders 5 people, and the general public 5 people. Sampling technique using stratified random sampling. Data distribution patterns were analyzed using Poison analysis, Diversity Index using Simpson diversity index analysis. The results of this study were: (1) There are 14 species plants of body symbols (24.66 % of body symbols of the entire plant community) (2) Distribution of plants includes distribution patterns found in 1 species, namely Beringin (Ficus benjamina) has a regular distribution pattern, while 13 species of other body symbols have a clustered distribution pattern, as well as the spread of plant species of body symbols as many as 3 species have medium distribution ie Coconut (Cocos nucifera L.), Teleng (Clitoria ternatea) and Eggplant (Solanum melongena), while the other 11 species have a narrow distribution (3) The diversity index of all plant and plants of body symbols shows a high diversity, while Plant density as a whole belongs to the low category (4) The Balinese Age Tenganan Pegringsingan people do not know, and do not use plants of body symbols, do not recognize the concept of Tri Angga, they also do not do ngaben or cremation but mendem, even though they know, properly implement Tri Mandala evidenced by the pattern of their house in accordance with Tri Mandala which uses the main road that linearly divides the village as the main headwaters of the mandala, slightly different from the Tri Mandala concept which uses the mountain direction as upstream.keyword : Bali Age, Climatic, Composition, Density, Distribution Pattern Diversity Index, Edaphic, Species Distribution, Tri Mandala.