cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 82 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2017)" : 82 Documents clear
DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBOL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI MAJAPAHIT PADA TRI MANDALA, DESA BUDAKELING, KABUPATEN KARANGASEM, BALI Ni Luh Putu Wirayanti .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi spesies tumbuhan Simbol tubuh di Desa Budakeling (2) densitas dan indeks keanekaragaman spesies tumbuhan Simbol tubuh di Desa Budakeling (3) distribusi dan pola distribusi spesies tumbuhan Simbol tubuh di Desa Budakeling (4) pengetahuan, sikap, dan implementasi masyarakat di Desa Budakeling mengenai Tri Mandala dan Tumbuhan Simbol Tubuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh spesies tumbuhan yang terdapat di Desa Budakeling. Sampel dalam penelitian ini adalah tumbuhan simbol tubuh yang terdapat di 33 kuadrat penelitian. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah parameter ekosistem dan parameter sosiosistem. Paramater ekosistem yaitu tumbuhan simbol tubuh. Parameter Sosiosistem meliputi adat dan budaya Bali Majapahit di Desa Budakeling dalam pelestarian tumbuhan simbol tubuh. Culture dalam penelitian ini meliputi parameter (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling sedangkan culture dilakukan dengan pemberian kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Komposisi Spesies Tumbuhan Simbol Tubuh di Desa Budakeling sebanyak 18 familia yang terdiri dari 22 spesies dengan jumlah individu sebanyak 178 individu (20,94%), (2) Densitas Tumbuhan pada Tri Mandala di Desa Budakeling adalah 1,1628% yang termasuk ke dalam kategori rendah, sedangkan Indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh pada Tri Mandala di Desa Budakeling yaitu 0,996412 dengan makna indeks keanekaragaman tinggi, (3) Pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh di Desa Budakeling yaitu terdapat 1 spesies (4,5%) dengan pola distribusi teratur, 2 spesies (9,0%) dengan pola distribusi acak, dan 19 spesies (86,3%) dengan pola distribusi mengelompok, sedangkan kategori persebaran spesies tumbuhan simbol tubuh yaitu 1 spesies (4,5%) dengan kategori luas, 5 spesies (22,7%) dengan kategori sedang, dan 16 spesies (72,7%) dengan kategori sempit (4) Masyarakat di Desa Budakeling telah memiliki pengetahuan, sikap, dan implementasi mengenai Tri Mandala dan tumbuhan simbol tubuh.Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh, Bali Majapahit, Desa Budakeling, Tri Mandala The aims of this study were to know: (1) composition of body symbol plant species in Budakeling village (2) density and index diversity of body symbol plant species in Budakeling village (3) distribution and distribution pattern of body symbol plant species in Budakeling village (4) knowledge, attitude, and implementation of community in Budakeling village, Tri Mandala, and body symbol plant. The type of this study was descriptive explorative research. The population in this study were all plant species in Budakeling village, Karangasem regency. The samples in this study were body symbols plants which contained in 33 research squares. Parameters that measured in this study were ecosystem parameter and socio-system parameter. Ecosystem parameter included body symbol plant. Socio-system parameter included the custom and culture of Bali Majapahit in Budakeling village in preserving body symbol plant. Culture in this study included the parameters (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation, and, (5) relational orientation. The sampling technique was using stratified random sampling while culture was done by giving questionnaire and doingf interview. The data was analyzed with ecological and descriptive statistics. The results of this study indicated (1) The composition of body symbol plant species in Budakeling village was 18 families from 22 species with the amount of 178 individual (20,94%), (2) Plant density at Tri Mandala in Budakeling village was 1,1628% which belonging to low category, while diversity index of body symbol plant on Tri Mandala in Budakeling village was 0,9964 with high diversity index meaning, (3) Distribution pattern of body symbol plant in Budakeling village was 1 species (4,5%) with a regular distribution pattern, 2 species (9,0%) with a random distribution pattern, and 19 species (86,3%) with a clustered distribution pattern, whereas the distribution category of body symbol plant was 1 species (4,5%) with large category, 5 species (22,7%) with medium category, and 16 species (72,7%) with narrow category (4) Community in Budakeling village had knowledge, attitude, and implementation about Tri Mandala and body symbol plant.keyword : Body Symbol Plant, Bali Majapahit, Budakeling Village, Tri Mandala
VARIASI CAMPURAN EKSTRAK BONGGOL PISANG (Musa paradisiaca) DAN AIR KELAPA (Cocos nucifera) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) I PT RISCA JANURIADI .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi campuran ekstrak bonggol pisang (Musa paradisiaca) dan air kelapa (Cocos nucifera) mengakibatkan perbedaan pertumbuhan di lihat dari berat basah, berat kering, dan lebar daun tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan rancangan randomized pre and post test control group design. Sampel penelitian yaitu tanaman sawi berjumlah 80 tanaman. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukan pemberian variasi campuran ekstrak bonggol pisang dan air kelapa mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman sawi secara signifikan dari berat basah, berat kering, maupun lebar daun. Perbandingan 1:1 paling efektif meningkatkan pertumbuhan, karena perbandingan tersebut terjadi peningkatan berat basah secara bermakna sebesar 249,66%, berat kering secara bermakna sebesar 166,67%, serta lebar daun secara bermakna sebesar 55,94%. Simpulannya yaitu adanya peningkatan pertumbuhan tanaman sawi berdasarkan berat basah, berat kering, dan lebar daunnya setelah diberikan variasi campuran ekstrak bonggol pisang dan air kelapa.Kata Kunci : berat basah, berat kering, ekstrak, bonggol pisang, pertumbuhan This study aims to determine variations in the mixture extract banana weevil (Musa paradisiaca) and coconut (Cocos nucifera) resulted in growth differentials in view of the wet weight, dry weight, and width of leaf mustard (Brassica juncea L.). This study is a randomized true experimental design with pre and posttest control group design. The research sample is mustard plants totaling 80 plants. Data were analyzed with the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test. The results showed a variation Award extract mixture of banana and coconut water weevil cause differences mustard plant growth significantly from the wet weight, dry weight, and width of leaves. A ratio of 1:1 of the most effective boost growth, because the ratio of wet weight increased significantly by 249.66%, dry weight significantly by 166.67%, as well as leaf width significantly by 55.94%. The conclusion that the mustard plant growth enhancement by wet weight, dry weight, and width of leaves after a given variation extract mixture of banana and coconut water weevil.keyword : wet weight, dry weight, extract, banana weevil, growth
ANALISIS SPESIES TUMBUHAN LANGKA DAN KEBERMANFAATANNYA DI HUTAN PUAKAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN DAERAH TUJUAN WISATA DI DUSUN PUAKAN, DESA TARO I Gede Budiasa .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14859

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) jumlah spesies tumbuhan langka, (2) apakah yang termasuk tumbuhan langka, (3) bagaimana sebaran titik koordinat tumbuhan langka, dan (4) manfaat tumbuhan langka bagi masyarakat setempat yang ada di Dusun Puakan, Desa Taro. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan langka yang tercover dalam kuadrat, yang ada di seluruh area Hutan Puakan dan populasi sosiosistem yaitu masyarakat Dusun Puakan, Desa Taro. Sementara sampel dalam penelitian ini adalah vegetasi spesies tumbuhan yang tercover oleh kuadrat dengan ukuran 10 x 10 meter sebanyak 45 kuadrat dan sampel sosiosistem sebanyak 15 orang yang terdiri atas Pengayah Banjar dan Prajuru sejumlah 5 orang, Kepala Desa dan Staf sejumlah 3 orang, tokoh Masyarakat sejumlah 2 orang, dan Masyarakat Umum sejumlah 5 orang. Data yang telah terkumpul lebih lanjut dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan (1) secara keseluruhan ditemukan 24 spesies dari 12 familia sebaran tumbuhan langka dengan jumlah 112 individu yang ditemukan di wilayah Hutan Puakan, (2) tumbuhan langka yang ada di Hutan Puakan ini memiliki sebaran yang mengelompok dan acak, (3) sebaran titik kordinat tumbuhan langka terdapat 24 spesies tumbuhan langka dan 112 titik koordinat tumbuhan langka di 45 kuadrat di Hutan Puakan, (4) manfaat tumbuhan yang digunakan adalah sebagai papan 75%, rumah tangga 58%, obat 33,33%, upacara agama 29,16%, pangan 20,83%, dan sandang 4,16%. sedangkan bagian tumbuhan yang digunakan adalah batang 95,83%, daun 29,16%, buah 20,83%, bunga 12,5%, dan akarKata Kunci : Daerah Tujuan Wisata, Hutan Puakan, Sosiositem, Tumbuhan Langka The purpose of this research is to know (1) the number of rare plant species, (2) what are rare plants, (3) how the distribution of rare plant coordinate points, and (4) rare plant benefits for local people in Puakan Village, Taro Village. This research included in exploratory research. The population in this study were all rare plant species covered in quadrats, which existed throughout the Puakan Forest area and the sociosystem population of the Puakan Village, Taro Village. While the sample in this study is vegetation of plant species that covered by the square with the size of 10 x 10 meters as many as 45 squares and sociosystem samples as many as 15 people consisting of Pengayah Banjar and 5 Prajuru, 3 people consisting of community leader and staff, 2 public figures and the 5 public society. The data that has been collected were analyzed by descriptive analysis. The results of this study shows (1) overall found 24 species from 12 families of rare plant and 112 individuals found in the Puakan Forest area, (2) distribution of rare plants in Puakan Forest were clustered and random distribution, (3) distribution of rare plant point coordinates were found 24 species of rare plants and 112 rare plant point coordinates in 45 squares in Puakan forest (4) the benefits of plants that used for building as many as 75%, 58% for household, 33.33% for medicine, 29,16% for religious ceremony , 20,83 % for food, and for clothing 4.16%. While the parts of plants that used are stem 95.83%, leaves 29.16%, fruit 20.83%, flower 12.5%, and roots 0%keyword : Puakan Forest, Rare Plants, Sociosystem, Tourist Destination
ANALISIS KEANEKARAGAMAN SPESIES DAN UPAYA PELESTARIAN VEGETASI HUTAN PUAKAN, DI DUSUN PUAKAN, DESA TARO, TEGALALANG GIANYAR I NYOMAN SRI YUDIANA .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14860

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi spesies, keanekaragaman spesies, dan upaya pelestarian pada kawasan vegetasi Hutan Puakan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini terdiri dari populasi ekosistem meliputi vegetasi, faktor edafik dan klimatik serta populasi sosiosistem yaitu masyarakat Dusun Puakan, Desa Taro dan sampel terdiri dari spesies tumbuhan dan aparat desa sebanyak 15 orang. Pengambilan data komposisi spesies, keanekaragaman spesies dan titik sebaran spesies menggunakan metode kuadrat dan pengambilan data upaya pelestarian dengan metode wawancara. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi spesies yang menyusun lokasi penelitian terdiri atas 146 individu, indeks keanekaragaman spesies tertinggi dimiliki oleh Ficus altissima. sebesar 0,27, upaya pelestarian meliputi melakukan reboisasi, menerapkan sistem tebang pilih, menerapkan sistem tebang-tanam, melakukan penebangan secara konservatif, memberikan sangsi bagi penebang yang melakukan penebangan sembarangan, tidak membuang sampah sembarangan di hutan, melindungi dan menjaga habitat yang ada di hutan. tidak mencoret-coret pohon yang ada di hutan, mengidentifikasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan melakukan seminar pelestarian hutan, titik koordinat spesie sebanyak 146 titik koordinat.Kata Kunci : komposisi spesies, keanekaragaman spesies, upaya pelestarian, titik koordinat spesies, kawasan Hutan Puakan The purposes of this research were to know the composition of species, species diversity and conservation efforts species in the vegetation area of Forest Puakan. The population and samples in this research consisted of ecosystem populations including vegetation, edafic and climatic factors and the sociosystem were society of Taro Village and the sample were species of plant and 15 person of village apparatus. Data retrieval of species composition, species diversity and point of distribution of species used quadratic method and data retrieval of conservation effort used interview method. Data analyzed in ecological statistic and descriptive. The results showed that the composition of the species that composed the research site consisted of 146 individuals, the highest species diversity index was owned by Ficus altissima in the amount of 0.27, conservation efforts includes reforestation, implementing selective logging, implementing slash-planting systems, conservatively harvesting, sanctions for loggers who are felling haphazardly, not littering in the forest, protecting and preserving the habitats in the forest, do not scribble trees in the forest, identify and prevent forest fires and conduct forest conservation seminars, the species distribution point as much as 146 point coordinates.keyword : species composition, species diversity, conservation effort, species distribution point, Forest Puakan area.
PERBEDAAN KETEBALAN MULSA JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L.) Ni Made Widnyani .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .; Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) ketebalan mulsa jerami berpengaruh terhadap tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) serta untuk mengetahui (2) ketebalan mulsa jerami yang optimal untuk pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.). Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen sungguhan (true experiment) dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sampel dalam penelitian ini adalah bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) dengan jumlah total sampel sebanyak 24. Jumlah kelompok dalam penelitian terdiri dari 4 kelompok (0 cm, 1 cm, 2 cm, dan 3 cm). Data dianalisis menggunakan uji Anova One Away. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) terdapat peningkatan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) seiring dengan semakin tebalnya mulsa jerami yang digunakan serta (2) ketebalan mulsa jerami yang paling optimal dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) yakni mulsa jerami dengan ketebalan 3 cm.Kata Kunci : bayam cabut (Amaranthus tricolor L.), ketebalan mulsa, pertumbuhan This study aimed to know (1) the thickness of straw mulch can affected the spinach plant (Amaranthus tricolor L.) and to find out (2) the optimal straw mulch thickness for growth of spinach plant (Amaranthus tricolor L.). This study is a real experiment research with Randomized Block Design (RAK). The sample in this study was spinach plant (Amaranthus tricolor L.) with total of 24 samples. Number of groups in this study consisted of 4 groups (0 cm, 1 cm, 2 cm, and 3 cm). Data were analyzed using Anova One Away test. The results showed that (1) there was an increase of spinach plant growth (Amaranthus tricolor L.) as the thickness of the straw mulch was used and 2) the most optimal straw mulch thickness in increasing the growth of spinach plant (Amaranthus tricolor L.) is straw mulch with a thickness of 3 cm.keyword : spinach plant (Amaranthus tricolor L.), thickness of mulch, growt
UJI EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex quinquefasciatus N L PT S ARYANINGSIH .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si., .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14879

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk akibat pemberian ekstrak daun mengkudu dengan konsentrasi yang berbeda dan (2) konsentrasi yang diperlukan untuk dapat membunuh 50% (LC 50) larva nyamuk tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan acak lengkap. Sampel dalam penelitian ini adalah larva instar III nyamuk Culex quinquefasciatus. Jumlah perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 5 yaitu 0% (kontrol), 15%, 30%, 45%, dan 60%. Penelitian ini berlangsung selama 72 jam dan dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Biologi, FMIPA Undiksha. Data dianalisis menggunakan Anava One Away. Hasil penelitian (1) terdapat perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex quinquefasciatus akibat pemberian ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan varian konsentrasi yang berbeda (2) berdasarkan hasil analisis probit, LC50 berada pada konsentrasi 36,78%.Kata Kunci : ekstrak daun mengkudu, larva nyamuk Culex quinquefasciatus, mortalitas The purpose of this study was to determine: (1) the mortality differences of mosquito larvae on given noni leaf extract with difference concentration and (2) the extract concentration is needed to kill 50% (LC 50) larvae. This study is a true experimental study using random sampling design. The samples used were instar III larvae of Culex quinquefasciatus. The treatments in this study were 5, that is 0% (control), 15%, 30%, 45%, and 60%. The research was conducted for 72 hour in the Laboratory of Biology Department of Undiksha. The data obtained were analyzed using Anova One Way test. The result indicate (1) there was difference mortality of Culex quinquefasciatus mosquito was given noni leaf extract with various concentration. (2) Based on the result of probit analysis, LC 50 was concentration at 36.78%.keyword : Culex quinquefasciatus mosquito larvae, mortality, Noni leaf extract
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS PADA ZONA INTERTIDAL ANTARA PERAIRAN BERPASIR PUTIH DAN BERPASIR HITAM DI PANTAI GEROKGAK I GEDE DAKTARIANA U .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keanekaragaman (2) mengetahui ada tidaknya perbedaan genus (3) mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perbedaan keanekaragaman makrozoobentos berdasarkan warna pasir pantai yaitu pasir putih dan pasir hitam pada zona intertidal, dan parameter lingkungan fisika dan kimia di Grokgak, Buleleng. Penelitian dilakukan bulan Januari 2018. Sampel diambil menggunakan Eckmann grab, kemudian diidentifikasi di Laboratorium Pendidikan Biologi Undiksha. Hasil penelitian yaitu (1) Pada pasir putih genus yang selalu muncul pada tiap stasiun adalah Donax ,Olivia dan Tellina sedangkan pada pasir hitam ada variasi genus yang muncul pada tiap stasiun, (2) Pada pasir putih kelimpahan jenis terbesar pada stasiun I ada pada genus Donax dan Olivia.Pada stasiun II dan III yaitu genus Tellina. Pada pasir hitam, stasiun I kelimpahan jenis terbesar yaitu genus Ostrea,Tellina dan Nerita, pada stasiun II yaitu terdapat genus Rhinoclavis dan stasiun III terdapat pada genus Pyramidella, (3) Perbedaan makrozoobentos di pengaruhi oleh kandungan masing-masing pasir dimana pasir hitam mengandung lebih banyak Zat besi (Fe) sedangkan pasir putih lebih banyak mengandung silika (SiO2) serta perbedaan salinitas perairaan. Kata Kunci : : Makrozoobentos, pasir putih, pasir hitam, zona intertidal, indeks keanekaragaman This study aims to (1) find out the diversity (2) to know the presence or absence of genus differences (3) to know the factors that affect the diversity of macrozoobentos based on the color of the sand beaches ie white sand and black sand in the intertidal zone, and the physical and chemical environment parameters in Grokgak, Buleleng. The study was conducted in January 2018. Samples were taken using Eckmann grab, then identified in the Undiksha Biology Education Laboratory. The results of the research are (1) On the white sand of the genus that always appear in each station is Donax, Olivia and Tellina whereas in black sand there are variations of genus that appear on each station, (2) In the white sand, the largest species abundance in station I is in genus Donax and Olivia.Pada II and III stations are genus Tellina. In black sand, station I of the largest type of abundance of the genus Ostrea, Tellina and Nerita, on station II there is the genus Rhinoclavis and station III found in genus Pyramidella, (3) Differences in macrozoobentos influenced by the content of each sand where the black sand contains more many iron (Fe) while the white sand contains more silica (SiO2) and water salinity differences.keyword : Makrozoobentos, white sand, black sand, intertidal zone, diversity index
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN MOLUSKA BENTIK DAN FAKTOR-FAKTOR EKOLOGIS YANG MEMPENGARUHINYA DI PANTAI GEGER, SAWANGAN, BADUNG Kadek Pande Evi Enitasari .; Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, keanekaragaman, kemelimpahan dan faktor-faktor ekologis yang mempengaruhi kehidupan spesies Moluska bentik di Pantai Geger, Sawangan, Badung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan eksploratif, dengan menggunakan rancangan survei lapangan yaitu dengan pengamatan dan pencatatan hasil temuan di lapangan serta dilanjutkan dengan pengamatan di laboratorium. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Moluska bentik yang hidup di Pantai Geger, Sawangan, Badung. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah jumlah Moluska bentik yang terdapat di dalam 15 kuadrat. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan (1) Komposisi spesies Moluska bentik yang ditemukan sebanyak 20 spesies dari 597 individu; (2) Nilai indeks ditemukan sebesar 1,98 yang dinyatakan dalam kategori sedang, nilai indeks kekayaan spesies sebesar 3,29 nilai tersebut masih tergolong kategori rendah, nilai indeks kemerataan spesies sebesar 0,66 dan nilai indeks dominansi sebesar 0,2; (3) Kemelimpahan relatif spesies Moluska bentik tertinggi dengan nilai sebesar 34,67% dimiliki oleh spesies Nerita albicilla dan kemelimpahan relatif terendah dimiliki oleh spesies Halotis asinina dengan nilai sebesar 0,17%, nilai kepadatan spesies tertinggi dengan nilai sebesar 13,80 ind/m² dimiliki oleh spesies Nerita albicilla dan nilai kepadatan spesies terendah dengan nilai sebesar 0,07 ind/m² dimiliki oleh Haliotis asinina; (4) Faktor ekologis yang mempengaruhi kehidupan Moluska bentik yaitu : sumber makanan, suhu, pH, salinitas dan kadar oksigen terlarut.Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan, Moluska Bentik This study aims to determine the composition, diversity, abundance and ecological factors that affect the life and species of benthic molluscs at Geger Beach, Sawangan, Badung. This research is a descriptive and explorative research, using field survey design with observation and recording of findings in field and continued with observation in laboratory. The population in this study is all benthic molluscs that live in the Coast Geger, Sawangan, Badung. While the sample in this study is the number of benthic molluscs contained in 15 squares. The method used is quadratic method. The results showed (1) Composition of benthic mollusc species found is 20 species from 597 individuals; (2) The index value was found to be 1.98 which is expressed in medium category, the value of species richness index of 3.29 value is still classified as low category, species fairness index value is 0,66 and value of dominance index is 0,2; (3) The relative abundance of the highest benthic mollusc species with a value of 34.67% is owned by the spesies Nerita albicilla and the lowest relative abundance is owned by the species of Halotis asinina with a value of 0.17%, the highest species density value with a value of 13.80 ind/m² is owned by Nerita albicilla and the lowest density of the species with a value of 0.07 ind/m² is owned by Haliotis asinina; (4) Ecological factors that affect the life of benthic mollusks are: food sources, temperature, pH, salinity and dissolved oxygen levels.keyword : Diversity, Abundance, Bentic Mollusc
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA NI KD MIRAH ASTUTI .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .; Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter di tinjau dari variabel context; input; process; dan product; (2) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter di tinjau dari model evaluasi CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi (evaluation reseach) dengan menggunakan model CIPP. Adapun subyek evaluasi adalah kepala sekolah, guru pembina, siswa, dan dokumen yang akan memberikan informasi. Obyek evaluasi adalah pelaksanaan program pendidikan karakter yang terdiri dari variabel (context, input, process, dan product). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, wawancara, checklist dan dokumentasi. Data dianalisis dengan deskriftif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini secara umum pelaksanaan program pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Singaraja termasuk dalam kategori sangat efektif. Dari keempat variabel yang diteliti menujukkan bahwa variabel context termasuk kategori sangat efektif, variabel input termasuk kategori sangat efektif, variabel process termasuk kategori sangat efektif dan produk termasuk kategori sangat efektif dengan nilai berturut-turut (98,21%, 90,00%, 92,05%, dan 90,00%), sehingga efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter yang ditinjau dari model CIIP dan mengacu pada kuadran Glickman termasuk dalam kuadran I yang diperoleh hasil positip (+ + + +) yang berarti sangat efektif.Kata Kunci : Evaluasi, Metode CIPP, Pendidikan karakter The aimed of this study are to (1) find out the effectiveness of implementation of character education programs in the review of the context variables; input; process; and product; (2) to know the effectiveness of character education program implementation in review of CIPP evaluation model. This research is an evaluation research (evaluation reseach) by using CIPP model. The subjects of the evaluation are the principals, the guidance teachers, students, and documents that will provide information. Object of the evaluation is the implementation of character education program consisting of variables (context, input, process, and product). Data collecting technique which used in this research are observation, questionnaire, interview, checklist and documentation. The data are analyzed by quantitative descriptive. The result of this research is general implementation of program character education in SMP Negeri 1 Singaraja included in the category very effective. The four variables studied showed that the context variables are very effective category, process variables are very effective and product category is very effective with successive value, (98,21%, 90,00%, 92,05%, and 90,00%), so the effectiveness of the character education program in terms of the CIIP model and referring to the Glickman quadrant included in quadrant (+ + + +) is effective.keyword : : Evaluation, CIPP method, character education,
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DENGAN VARIASI KOSENTRASI TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex quinquefasciatus IDA AYU KADE ERAWATI .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si., .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14886

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex quinquefasciatus yang diberikan ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada konsentrasi yang berbeda (2) kosentrasi ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) yang diperlukan untuk membunuh 50% (LC 50) larva nyamuk Culex quinquefasciatus. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Sampel dalam penelitian ini adalah larva nyamuk Culex quinquefasciatus instar III. Jumlah perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 5 (0%,15%, 30%, 45%, dan 60%). Data dianalisis menggunakan uji Anava One Way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan mortalitas karva nyamuk Culex quinquefasciatus yang diberikan ekstrak daun jarak pagar dengan konsentrasi berbeda (2) berdasarkan hasil analisis probit, ekstrak daun jarak pagar menunjukan bahwa LC50 berada pada konsentrasi 35,867%.Kata Kunci : Ekstrak daun jarak pagar, larva nyamuk Culex quinquefasciatus, mortalitas Abstract The aim of this research were to determine (1) the difference of the mortality of Culex quinquefasciatus mosquito larvae which was given various concentration of Jatropha curcas L. leaf extract (2) the conceration of Jatropha curcas L. extract required to kill 50% (LC50) Culex quinquefasciatus mosquito larvae. This research was a true experimental research with complete randomized design (CRD) as the research method. Culex quinquefasciatus instar III were used as the sample in this reasearch. There were five different given treatments of giving various concentration of Jatropha curcas L. leaf extract, such as 0%, 15%, 30%, 45%, and 60%. The data were analyzed using One Anava test. The result showed that (1) there was a difference of mortality of Culex quinquefasciatus mosquito larvae was given Jatropha curcas L. extract with various concentration (2) based on the probit analysis Jatropha curcas L. leaf extract Jatropha curcas L showed that LC50 that in concentration 35.876%.keyword : Culex quinquefasciatus mosquito larvae, Jatropha curcas L. leaf extract, mortality