cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287762961886
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha
ISSN : 26141086     EISSN : 25993380     DOI : -
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of chemistry education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Chemistry Education.
Articles 133 Documents
EQUIPMENTS AND MATERIALS MANAGEMENT OF CHEMISTRY LABORATORY AT SMAN 1 SERIRIT I Gusti Ayu Ari Laksmi .; Drs. I Gusti Lanang Wiratma,M.Si .; Prof. Drs. I Wayan Subagia,M.App.Sc,Ph .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.3972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan pengelolaan alat dan bahan praktikum dilihat dari aspek perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan dan pemusnahan barang aus atau habis pakai, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh sekolah, serta (3) mendeskripsikan dan menjelaskan solusi yang dilakukan oleh sekolah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif tipe studi kasus. Subjek yang terlibat dalam penelitan ini adalah guru kimia, laboran, ketua laboratorium, kepala sekolah, serta wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan sarana-prasarana. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, observasi, kuisioner, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif interpretatif dengan menggunakan triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengelolaan alat dan bahan praktikum belum dilakukan dengan baik, khususnya pada proses pemanfaatan, pemeliharaan, dan pemusnahan, (2) masalah yang dihadapi oleh sekolah dalam pengelolaan adalah dana terbatas, kondisi lab yang digunakan sebagai ruang kelas dan kurang mendukung kegiatan pemeliharaan alat dan bahan praktikum, serta ketiadaan tempat pemusnahan, (3) solusi yang dilakukan oleh sekolah untuk mengatasi masalah yang dihadapi adalah mengalokasikan dana BOS (Biaya Operational Sekolah), merencanakan perbaikan lab, dan menunda proses pemusnahan dengan menyimpan barang yang rusak. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa alat dan bahan praktikum belum terkelola secara optimal.Kata Kunci : pengelolaan, laboratorium, alat dan bahan praktikum This research aimed to (1) describe and explain the management of lab equipments and materials including planning, procuring, utilizing, maintaining as well as disposing of lab waste, (2) describe and explain the problems faced by school, and (3) describe and explain the solutions taken by school to overcome the problems. This research was a qualitative research in form of case study. Subjects involved in this research were chemistry teachers, laboratory assistant, head of the laboratory, school principal, vice school principal of curriculum, and infrastructure. Data collection techniques used were study of document, observation, questionnaire, and interview. Data were analyzed as descriptive interpretive by using triangulation of methods and sources. The results of this research revealed that (1) the management of lab equipments and materials was not well conducted, especially the utilization, maintenance, and disposal processes, (2) the problems faced by school were limited of funding, lab conditions which used as classroom and which not support the maintenance of equipments and materials, as well as the absence of place for disposal, (3) the solutions taken by school to overcome the problems were allocating the BOS (Biaya Operasional Sekolah) funding, planning in repairing the lab, and delaying the process of disposal. Based on these findings, it can be concluded that chemistry lab equipments and materials were not managed optimally.keyword : management, laboratory, lab equipment and material
THE MODEL OF CONCEPTUAL CHANGE IN LEARNING CHEMISTRY Ni Kadek Ningsih Handayani .; Dr. I Wayan Redhana,M.Si .; Drs.Ngadiran Kartowasono, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.3973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan model perubahan konseptual pada pembelajaran kimia di SMA Negeri 1 Singaraja ditinjau dari karakteristik suatu konsepsi baru, yaitu necessity, intelligibility, plausibility, dan fruitfulness. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif tipe studi kasus. Subjek penelitan ini adalah guru kimia, siswa kelas XI IA, dan pembelajaran di kelas. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, pembuatan transkripsi pembelajaran, dan pengelompokan masalah-masalah mengajar guru ke dalam komponen model perubahan konseptual. Data dianalisis secara deskriptif interpretatif dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah mengajar guru yang berkaitan dengan necessity adalah guru menyajikan materi tidak lengkap. Masalah mengajar guru yang berkaitan dengan intelligibility adalah guru sering mengajukan pertanyaan beruntun, memberikan pertanyaan dijawab oleh guru sendiri, memberikan informasi tidak lengkap, memberikan informasi salah, memberikan informasi tidak jelas, menyajikan soal yang salah ketik, membuat analogi tidak jelas, dan tidak meminta alasan siswa. Masalah mengajar guru yang berkaitan dengan plausibility adalah guru kurang menekankan pentingnya konteks dan mengabaikan konsepsi alternatif siswa. Masalah mengajar guru yang berkaitan dengan fruitfulness adalah guru kurang memberikan masalah-masalah kompleks yang berkaitan dengan aplikasi konsep larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci : model perubahan konseptual, miskonsepsi, larutan penyangga This study is aimed to describe and explain the model of conceptual change in learning chemistry at SMAN 1 Singaraja in terms of the characteristics of a new concept, namely necessity, intelligibility, plausibility, and fruitfulness. This study was a qualitative research in form of case study. The subjects of the study were chemistry teachers, students, and learning process in the classroom. Data were collected by doing classroom observation. The transcription data was created and ploblems were grouped into the conceptual change model. Data were analyzed descriptively and they were triangulated. The result shows that the teachers’ teaching problem related to the necessity is the incomplete subject information. The teaching problems related to the intelligibility include asking streak questions frequently, giving the question answered by the teachers themselves, giving some incomplete and false information, providing ambiguous information, presenting misspelled items, making vague analogy, and asking for no reason of students’ answer. The teaching problems related to the plausibility are less emphasizing the importance of context and ignoring of students’ alternative conceptions. The teachers problem related to the fruitfulness is not providing complex issues associated to the application of buffer solution concept in daily life.keyword : conceptual change, misconceptions, buffer solution
PENGEMBANGAN BUKU PEDOMAN PRAKTIKUM KIMIA RAMAH LINGKUNGAN UNTUK PEMBELAJARAN KIMIA SMA Ni Kd Ana Peratiwi .; Dr. I Wayan Redhana,M.Si .; Dra. Siti Maryam, M.Kes .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.3974

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik buku pedoman praktikum kimia ramah lingkungan dan tanggapan ahli terhadap buku pedoman praktikum kimia ramah lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model Gall dan Borg. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah: (1) analisis kebutuhan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi ahli dan praktisi, (5) uji keterbacaan, dan (6) uji coba terbatas buku pedoman terhadap 12 orang siswa kelas XI IPA. Tahapan pengembangan produk awal meliputi tahap perancangan dan pengujian. Tahap perancangan produk merupakan tahap penentuan tampilan isi buku secara visual yang meliputi rancangan sampul dan rancangan isi buku. Pada tahap pengujian, buku diujicobakan terhadap 12 orang siswa. Buku pedoman ini terdiri atas 16 topik praktikum kimia yang menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Instrumen penilaian buku terdiri atas face validity, content validity, dan pengembangan diri siswa berdasarkan penilaian ahli dan praktisi. Hasil penelitian menunjukan bahwa buku pedoman kimia ramah lingkungan dikategorikan sangat baik berdasarkan penilaian ahli, praktisi, dan siswa. Kata Kunci : Praktikum Kimia, Kimia Ramah Lingkungan This study was aimed to describe characteristics of guidance book of green chemistry practicum and experts’ judgment toward the guidance book of green chemistry practicum. The study was Research and Development using Gall and Borg model. The steps that should be done in the study, namely (1) need analysis, (2) planning, (3) preliminary product development, (4) experts’ validation, (5) readability test, and (6) testing of guidance book to the twelve of the eleventh grade students of natural science. The preliminary product development involved two steps, namely designing and testing. The designing step of product was the determination step of content of the book visually including of cover design and content design. In the testing step, the book was tested to the twelve students. The book contained 16 topics of chemistry practicum using friendly environment chemicals. The instrument assessment of the product was reviewed from the face validity, content validity, and students’ self development based on the experts’ judgment and practitioners’ judgment. The result of the study showed that the guidance book of green chemistry practicum is categorized very good according to the judgment of experts, practitioners, and students. keyword : Chemistry Practicum, Friendly Environment Chemistry
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN KIMIA UNTUK MATERI LARUTAN PENYANGGA Luh Mentari .; Drs. I Nyoman Suardana,M.Si .; Prof. Drs. I Wayan Subagia,M.App.Sc,Ph .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.3975

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan (1) mendeskripsikan dan menjelaskan miskonsepsi yang dialami siswa, (2) mendeskripsikan distribusi miskonsepsi siswa, dan (3) mendeskripsikan dan menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami miskonsepsi pada materi larutan penyangga. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru kimia, 34 orang siswa dari kelas XI IA1 dan XI IA2 SMA Negeri 1 Sukasada, buku teks, dan LKS. Objek penelitian ini adalah miskonsepsi siswa dan faktor-faktor penyebabnya. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik, observasi, dan wawancara mendalam. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara deskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi yang dialami siswa terjadi pada semua konsep pada materi larutan penyangga. Miskonsepsi siswa terjadi pada pengertian dan sifat larutan penyangga, komponen larutan penyangga, pembentukan larutan penyangga, reaksi (cara kerja) larutan penyangga, pembuatan larutan penyangga, dan perhitungan pH larutan penyangga. Faktor-faktor penyebab miskonsepsi pada siswa bersumber dari siswa, guru, dan sumber belajar (LKS). Berdasarkan temuan tersebut disarankan kepada guru untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran yang berlangsung di SMA Negeri 1 Sukasada, memberikan penekanan pada konsep-konsep penting pada materi yang diberikan, dan melakukan pengkajian miskonsepsi terhadap buku atau LKS yang akan digunakan sebagai sumber belajar.Kata Kunci : miskonsepsi, konsep, larutan penyangga This research was a descriptive study aimed (1) to describe and explain misconceptions experienced by students, (2) to describe the distribution of students misconceptions, and (3) to describe and explain factors that cause students have misconceptions on the material of buffer solution. The subjects were two chemistry teachers, 34 students of class XI IA1 and XI IA 2 SMA Negeri 1 Sukasada, textbooks, and worksheets. The objects of research were student misconceptions and the factors that cause its misconceptions. The data were collected through a diagnostic test, observations, and clinical interviews. The descriptive interpretative technique way used to analyze it data. The results showed that students experienced misconceptions in all concept material of buffer solution. The students’s misconceptions occured the definition and the properties of buffer solution, the components of buffer solution, the formation of a buffer solution, the reaction of the buffer solution, the preparation of buffer solution, and how calculation of buffer solution pH. The factors avecting student misconceptions come from students, teachers and learning resources (worksheet). Based on these findings, suggested to the teacher to improve his or her learning process, to emphasize the important concepts material, and to evaluated the chemistry books and worksheets used as a learning resources.keyword : misconceptions, concepts, buffer solution
ANALYSIS OF LEARNING DIFFICULTIES OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN LEARNING ATOMIC STRUCTURE Bernabas Bio .; Drs. I Nyoman Suardana,M.Si .; Dr. I Made Kirna,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.4012

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa Kelas X di SMA Katolik Santo Paulus Singaraja pada topik struktur atom dan faktor-faktor penyebabanya. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan pedoman wawancara. Data dianalisis secara deskriptif dengan memberi skor pada setiap jawaban angket kemudian menghitung persentase terhadap jawaban sangat setuju dan setuju. Hasil penelitian menunjukkan: (1) beberapa kesulitan belajar siswa dalam mempelajari materi struktur atom, yaitu menentukan kelemahan dan kelebihan masing-masing model atom (88,7%), menganalisis percobaan Rutherford (86,7%), menuliskan lambang nuklida sebuah unsur (83,3%), percobaan sinar katoda (80%), membedakan antara model atom yang satu dengan yang lainnya (70%), menjelaskan masing-masing model atom (63,3%), mengelompokkan unsur-unsur ke dalam kelompok isotop, isobar, dan isoton (63,3%), menuliskan konfigurasi elektron dari ion (60%), menuliskan konfigurasi elektron unsur netral (56,7%) dan menjelaskan isotop, isobar, dan isoton (53,3%); (2) beberapa faktor penyebab kesulitan belajar siswa, yaitu karakteristik konsep yang bersifat abstrak (77,8%), kebiasaan siswa mengabaikan gambar (76,7%), kebiasaan belajar siswa untuk menghafal (73,3%), kurangnya media pembelajaran (66,7%), dan sumber belajar (53,3%)Kata Kunci : Kesulitan Belajar, Kesulitan Belajar Kimia, Struktur Atom This research was a descriptive research that aimed to analyze learning difficulties of students at grade X at SMA Katolik Santo Paulus Singaraja and its factors in learning atomic structure. The data were collected by using questionnaire and interview guide. The data were analyzed descriptively by giving scoring to each respond of students and calculating the percentage of students’ answers which were consisted of strongly agree and agree. The results of research showed: (1) several students’ difficulties, namely in explaining the weakness and strangeness of each atomic model (88.7%), analyzing Rutherford’s experiment (86.7%), writing nuclide symbols (83.3%), analyzing cathode ray tube experiment (80%), distinguishing among atomic models (70%), classifying elements into group of isotopes, isobars, and isotones (63.3%), explaining atomic models (63.3%), writing electron configuration of ionic (60%), writing electron configuration of neutral element (56.7%) and explaining isotopes, isobars, and isotones (53.3%); (2) several factors affecting learning difficulties of students, namely abstract concept (77.8%), learning habits for ignoring the picture (76.7%), learning habits for memorizing (73.3%), lack of learning media (66.7), and lack of learning resources (53.3%)keyword : Learning Difficulties, Chemistry Learning Difficulties, Atomic Structure
ANALISIS KUALITAS MINYAK GORENG YANG DIGUNAKAN PEDAGANG AYAM GORENG KAKI LIMA DI SINGARAJA Lilik Nur Indah Sari .; Dra. Frieda Nurlita, M.Pd. .; Dra. Siti Maryam, M.Kes .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.4013

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kualitas minyak yang digunakan pedagang ayam goreng kaki lima di Singaraja dilihat dari warna, berat jenis, indeks bias (nD), bilangan peroksida, dan kadar asam lemak bebas (%FFA). Subjek penelitian ini adalah minyak goreng yang digunakan pedagang ayam goreng kaki lima. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 pedagang dan dilakukan 3 kali pengambilan. Objek penelitian adalah kualitas minyak goreng yang digunakan pedagang ayam goreng kaki lima di Singaraja yang dikaji dari aspek warna, berat jenis, indeks bias (nD), bilangan peroksida, dan kadar asam lemak bebas (%FFA). Penentuan indeks bias (nD) dengan menggunakan refraktometer Abbe, berat jenis dengan menggunakan Piknometer, dan sifat kimia yang terdiri dari penentuan bilangan peroksida, dan kadar asam lemak bebas (%FFA) melalui titrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak goreng yang digunakan pedagang ayam goreng kaki lima di Singaraja memiliki kualitas yang rendah dilihat dari warna, berat jenis, indeks bias (nD), bilangan peroksida, dan kadar asam lemak bebas (%FFA). Hal ini disebabkan karena minyak telah mengalami hidrolisis, oksidasi, penguraian akibat dari pemanasan dan penggorengan yang berulang kali, serta penambahan minyak baru tanpa membuang minyak yang sebelumnya. Kata Kunci : minyak goreng, pemanasan, kualitas minyak goreng This research is an exploratory research, which is aimed to describe about the quality of frying oil that has been used by fried chicken sellers in Singaraja focused on the color, density value, refractive index (nD), peroxide numbers, and Free Fatty Acid content (% FFA). The subjects used is frying oil fried chicken seller. Subjects in this research amounted 5 sellers and conducted 3 times retrieval The research object in this study is the quality of the frying oil fried chicken seller from the aspect of color, density value, refractive index (nD), peroxide numbers, and Free Fatty Acids content (% FFA). To determine of refractive index (nD) using Abbe refractometer and the determination of density value by using a pycnometer, while to determine the chemical properties, such as the determination of peroxide numbers, and Free Fatty Acid (%FFA) by titration. The results of the study shows that there is used frying oil that has been used by fried chicken sellers in Singaraja have seen the low quality of the color, density value, refractive index (nD), peroxide numbers, and free fatty acid content (% FFA) due to hydrolysis, oxidation, decomposition due to heating and repeated frying, as well as the addition of new oil without removing the previous oil.keyword : frying oil, heating, quality of frying oil.
PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL DARI LIMBAH PLASTIK POLYPROPHYLENE (PP) DAN TANGKAI BAMBU Ida Ayu Putu Wida Septiari .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .; Drs.Ngadiran Kartowasono, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.4027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi dan tekanan papan partikel terbaik dilihat dari daya serap air minimum dan kuat tekan maksimumnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 2 variabel bebas yaitu komposisi dan tekanan. Eksperimen pertama, papan partikel dibuat dengan cara plastik polyprophylene dilarutkan dalam xylene dan dipanaskan pada suhu 170°C. Kemudian matrik plastik dicampurkan dengan serbuk tangkai bambu tali sebagai filler hingga homogen dengan komposisi filler berbanding matrik yang digunakan adalah 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, dan 50%:50%. Selanjutnya campuran yang homogen dicetak pada tekanan 25 kgf/cm2 selama 1 jam. Papan partikel yang dihasilkan dikeringkan kemudian diuji kuat tekan dan daya serap air. Komposisi cetakan papan partikel yang daya serap airnya minimum dan kuat tekannya maksimum digunakan untuk eksperimen kedua. Eksperimen kedua, papan partikel dibuat menggunakan  perbandingan komposisi filler dan matrik yang terbaik dengan variasi tekanan pada saat pencetakan yaitu berturut-turut 15 kgf/cm2, 20 kgf/cm2, 25 kgf/cm2, 30 kgf/cm2, dan 35 kgf/cm2 masing-masing selama 1 jam. Hasil penelitian eksperimen pertama yaitu daya serap air 14,34% dan kuat tekan 671 kgf/cm2 dan pada eksperimen kedua yaitu tekanan terbaik saat proses pencetakan papan partikel yaitu 35 kgf/cm2 dengan nilai daya serap air 6,93% dan nilai kuat tekan 878 kgf/cm2. Hasil penelitian dari papan partikel yang terbuat dari plastik PP dan serbuk tangkai bambu tali mempunyai nilai daya serap air dan nilai kuat tekan yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-2105-2006.Kata Kunci : papan partikel, polyprophylene, tangkai bambu, daya serap air, kuat tekan The aim of the study was to determine the best composition and pressure conditions in making particle board for having minimum water absorption and maximum compressive strength properties. The study used two independent variables, there were composition and pressure. Firstly experiment, polyprophylene plastic were dissolved in a xylene and heated at the temperature of 170°C. Then, the plastic matrix was mixed with bamboo stalks rope as filler until homogeneous in certain compositions 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, and 50%:50%. Finally, the homogeneous mixtures were pressure of 25 kgf/cm2 for 1 hour. The results were dried particle board then tested compressive strength and water absorption. The composition of particle board that the minimum water absorption and maximum compressive strength was used for the second experiment. The second experiment, particle board were made by using the best comparison filler and matrix composition with the variation of pressure at the time of printing the consecutive 15kgf/cm2, 20kgf/cm2, 25kgf/cm2, 30kgf/cm2, and 35kgf/cm2 each for 1 hour. The results of the first experiment of water absorption 14,34% and compressive strength 671 kgf/cm2 and in the second experiment pressure data obtained during the process of mold that is particle board 35 kgf/cm2 with water absorption 6,93% and 878 kgf/cm2 compressive strength. Results show that the particle board made of plastic PP rope and bamboo stalk powder has a value of water absorption and compressive strength fulfilling the requirement of SNI 03-2105-2006.keyword : particle board, polyprophylene, stalk of bamboo, water absorption, compressive
DEGRADASI ZAT WARNA REMAZOL YELLOW FG DAN LIMBAH TEKSTIL BUATAN DENGAN TEKNIK ELEKTROOKSIDASI I Wayan Sapta Pratama Ariguna .; Ni Made Wiratini, S.Pd. .; Dr. I Dewa Ketut Sastrawidana,S.Si, M. .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.4447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan kondisi optimum konsentrasi larutan NaCl, waktu elektrooksidasi dan jarak antara kedua elektroda grafit pada degradasi zat warna Remazol Yellow FG dengan teknik elektrooksidasi, (2) menentukan efisiensi degradasi zat warna Remazol Yellow FG pada kondisi optimum dengan teknik elektrooksidasi, (3) menentukan efisiensi degradasi limbah tekstil buatan pada kondisi optimum dengan teknik elektrooksidasi. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini adalah zat warna tekstil Remazol Yellow FG dan limbah tekstil buatan. Obyek adalah konsentrasi zat warna Remazol Yellow FG dan absorbansi limbah tekstil buatan sebelum dan setelah degradasi pada kondisi optimum. Pengukuran konsentrasi Remazol Yellow FG dan limbah tekstil buatan setelah didegradasi dilakukan dengan menggunakan UV-VIS Shimadzu 1700 pada λmax 414 nm dan 598 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum untuk mendegradasi Remazol Yellow FG diperoleh pada konsentrasi larutan NaCl 0,5M, waktu elektrooksidasi selama 2,25 jam dan jarak antara kedua elektroda 0,1cm dengan efisiensi degradasi sebesar 99,77%. Efisiensi degradasi limbah tekstil buatan yang dielektrooksidasi pada kondisi optimum diperoleh sebesar 99,04%Kata Kunci : efisiensi degradasi, limbah tekstil buatan, Remazol Yellow FG, teknik elektrooksidasi This study is aimed to (1) determine the optimum condition of NaCl concentration, the electrooxidation time and the distance between electrode to degrade Remazol Yellow FG by using electrooxidation technique, (2) determine the degradation efficiency of Remazol Yellow FG at optimum condition, (3) determine the degradation efficiency of artificial textile wastewater based on the value of absorbance at optimum condition by using electrooxidation technique. This study was an experimental research. The subjects of this study were Remazol Yellow FG and artificial textile wastewater. The objects were concentration of Remazol Yellow FG dye and absorbance of artificial textile wastewater before and after degradation at optimum condition. Concentration of Remazol Yellow FG and absorbance of artificial textile wastewater after degradation were measured by using UV-VIS Shimadzu 1700 at λmax 414 nm and 598 nm. The results showed that the optimum condition to degrade Remazol Yellow FG dye are at concentration of NaCl 0.5M, electrooxidation time of 2.25 hour and distance between electrode 0.1 cm with the efficiency of degradation is 99.77%. The efficiency of artificial textile wastewater in optimum condition is 99.04%keyword : artificial textile wastewater, degradation efficiency, electrooxidation technique, Remazol Yellow FG
ANODIZING LOGAM ALUMINIUM DENGAN VARIASI BEDA POTENSIAL Aa Kt. Wisnu A.k .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .; Drs. I Nyoman Suardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.4448

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik permukaan logam aluminium melalui proses anodizing. Variabel bebas yang digunakan adalah besar beda potensial yang diberikan pada proses anodizing. Kualitas karakteristik permukaan logam aluminium ditentukan dengan analisis data yang berupa ketebalan dan lebar pori yang terbentuk selama proses anodizing yang diperoleh dari uji Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray. Pada penelitian ini digunakan logam aluminium dengan kemurnian 99% dengan ketebalan 3 mm berukuran 6 cm x 1,5 cm yang sudah dibersihkan menggunakan aquades, sabun, dan alkohol, selanjutnya direndam dalam larutan NaOH 1M selama 2 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses anodizing dengan variasi beda potensial yang diberikan yaitu 15 V, 20 V, dan 25 V. Tahap selanjutnya dilakukan uji Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray terhadap sampel sehingga didapatkan data Ketebalan dan lebar pori yang terbentuk selama proses anodizing pada permukaan logam aluminium serta data komposisi penyusun logam aluminium hasil anodizing. Hasil analisis data ketebalan dan lebar pori yang diperoleh dari uji Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray menunjukkan beda potensial 25 V memberikan hasil yang paling baik.Kata Kunci : aluminium, beda potensial, anodizing The Aim of this study was to determine the characterization of aluminium surfaces that have been anodized. Independent variable of this experiment is voltage variations in anodizing processes. Quality of the aluminium surfaces is determined by analyzing data of the aluminium oxide pores thickness and width that occurred from Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray instrument test. In this study is used an aluminium metals with 99% purity with thickness approximately 3 mm and 6 cm x 1,5 cm dimension and have been cleaned by aquadest, soap, and alcohol. After that, it degreased with NaOH 1 M solution in 2 minutes and then continuing with anodizing processes with voltage variation (15 V, 20 V, and 25 V). The next step is it tested by Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray instrument. In these processes, the data of aluminium oxide pores thickness and width is occurred. Data of the composition of aluminium after anodized is occurred from Energy Dispersive X-ray test. The results show that the best condition of aluminium surfaces is occurred at 25 V.keyword : aluminium, voltage, anodizing
THE EFFECTIVENESS OF BAMBOO BIO-CHARCOAL AS ADSORBENT IN HANDLING CHROMIUM ION OF ELECTROPLATING WASTE Putu Pratiwi Surya Rahayu .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .; Dr. I Wayan Redhana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.4449

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang makin pesat di negara kita, jumlah industri yang ada di Indonesia semakin banyak. Salah satunya adalah industri electroplating. Industri ini berkembang di bidang pelapisan. Selain menghasilkan produk yang berguna, industri ini juga menghasilkan limbah. Limbah yang dihasilkan banyak mengadung logam berat. Salah satunya adalah logam krom. Jika logam krom dalam limbah sedikit mendapatkan perlakuan, hal ini dapat menyebabkan polusi di lingkungan. Meskipun limbah ini ada dalam jumlah kecil, tetapi dengan kondisi krom yang stabil dan jika terakumulasi dalam tubuh pada akhirnya dapat memicu sel-sel kanker (karsinogenik) yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Pada penelitian ini dilakukan adsorpsi ion Cr3+ pada limbah electroplating dengan menggunakan bio-charcoal bamboo. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas bio-charcoal bambu untuk menyerap logam berat (Cr) yang terkandung di limbah electroplating dan karakteristik serapan ion Cr3+ pada limbah electroplating dengan menggunakan bio-charcoal bambu. Pengukuran konsentrasi ion Cr3+ sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan dilakukan dengan alat instrument yaitu AAS pada panjang gelombang 357,74 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas bio-charcoal bamboo untuk menyerap ion Cr3+ yang ada di limbah electroplating adalah dengan massa optimum 2 gram, sedangkan waktu kontaknya adalah 8 jam dan adsorpsi bio-charcoal mengikuti pola isotherm adsorpsi Langmuir dengan daya adsorpsi maksimum sebesar 0.190 g/g.Kata Kunci : Adsorpsi, bio-charcoal bamboo, electroplating Along with the fast development of technology in our country, the number of industries in Indonesia is growing. One of them is electroplating industry. The industry is growing in the field of coating. Besides producing useful products, this industry also produces waste. The waste produced that contain many heavy metals. One of them is chrom. If chrom metal wastes less to get the treatment, it can influence pollution in environment. Although this waste present in small amount, but the condition of chrom is stable and if it accumulates in the body can eventually lead to cancer cells (carcinogenic) that can be harmful to health. In this research, the adsorption of Cr3+ ions in electroplating waste was done by using bio-charcoal bamboo. This research aims to know the effectiveness of bio-charcoal from bamboo to reduce/adsorb the heavy metal (Cr) that content in the electroplating waste and the characteristic of adsorption Cr in electroplating waste by bio-charcoal bamboo. The measurement of Cr3+ ion concentration before and after getting treatment was done by AAS at a wavelength of 357.74 nm. The results showed that the effectiveness of bio-charcoal bamboo to absorb the of Cr ions in electroplating waste is to optimum mass of 2 grams, while the contact time is 8 hours and bio-charcoal adsorption followed Langmuir adsorption isotherm pattern with maximum of adsorption capacity was 0.190 g/g.keyword : Adsorption, bio-charcoal bamboo, electroplating

Page 7 of 14 | Total Record : 133