cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2017)" : 6 Documents clear
Pengaruh Pemberian Pakan Alami Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Maanvis (Pterophyllum scalare) Agung Agung; Fia Sri Mumpuni; Rosmawati Rosmawati
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.146 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.863

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui jenis pakan alami yang menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang tinggi untuk benih ikan Maanvis. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan, yaitu A (Tubifex sp. hidup), B (Cacing darah beku), dan C (Daphnia sp. beku). Ikan yang dipergunakan ialah benih ikan Maanvis berukuran 3,0 – 3,5 cm dan diberi pakan secara ad libitum 3 kali sehari. Parameter yang diukur meliputi kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Pemberian pakan alami berupa Tubifex sp. memberikan pertumbuhan bobot dan panjang total terbaik yaitu 3,05 g dan 2,64 cm. Pertumbuhan bobot dan panjang total terendah pada perlakuan pemberian pakan Daphnia sp. yaitu 0,61g dan 0,84 cm. Semua perlakuan menghasilkan kelangsungan hidup 100%.
Pengaruh Padat Tebar Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Nilem Ukuran 2-3 Cm Yang Dipelihara Dalam Happa Di Kolam Omang Omang; Fia Sri Mumpuni; Muarif Muarif
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.784 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.864

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh kepadatan berbeda terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nilem berukuran 2-3 cm yang dipelihara dalam happa di kolam. Percobaan dilakukan pada bulan Februari-April 2014. Penelitian ini menggunakan benih ikan nilem berukuran 2-3 cm sebanyak 900 ekor yang diperoleh dari Instalasi Riset Lingkungan Perikanan Budidaya & Toksikologi, Cibalagung, Kabupaten Bogor. Happa yang dipergunakan berukuran 1x1x1 m3 yang diletakkan di kolam tanah. Pakan komersil P-800  berkadar protein 39-41%, lemak minimal 5%, serat kasar maksimal 6%, abu maksimal 16% dan kandungan air 10%, diberikan pada jam 08.00, 13.00, dan 17.00 WIB. Rancangan yang dipergunakan ialah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan (50, 100, 150 ekor/m3) dan 3 ulangan. Data hasil percobaan dianalisis menggunakan sidik ragam. Perlakuan dengan kepadatan berbeda tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nilem. Kata kunci: Ikan nilem, kelangsungan hidup, kepadatan,  pertumbuhan,
Pertumbuhan Populasi Cacing Tanah (Phertima sp.) Sebagai Sumber Protein Pakan Ikan Dalam Media Kotoran Kambing Dengan Tiga Pakan Tambahan (Bungkil Sawit, Limbah Sayuran Pasar Dan Dedak) Ratna Mariyana; Muarif Muarif; Chumaidi Chumaidi
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.811 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.860

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh penambahan bungkil sawit, limbah sayuran hasil fermentasi dan dedak pada media kotoran kambing terhadap pertumbuhan populasi cacing tanah sebagai sumber protein pakan ikan. Cacing tanah uji yang dipergunakan pada penelitian ini ialah jenis Pheretima sp. sebanyak 100 individu/wadah. Rancangan percobaan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan ialah perbedaan jenis pakan tambahan yaitu tanpa pakan tambahan / kontrol (A), bungkil sawit (B), limbah sayuran pasar hasil fermentasi (C) dan dedak (D) yang diberikan setiap dua hari sekali sebanyak 500 gram. Parameter yang diobservasi pada penelitian ini ialah pertumbuhan populasi, bobot dan panjang cacing tanah serta kualitas media (suhu dan pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi cacing tanah tertinggi terdapat pada perlakuan (A) yaitu rata-rata 12,1 individu/liter, sedangkan rataan tertinggi untuk bobot dan panjang individu terdapat pada perlakuan (D) masing-masing 0,78 gram dan 10,7 cm.
Kandungan Proksimat Dan Mineral dari Keong Mata Lembu (Turbo setosus Gmelin 1791) Dewi Merdekawati; Tati Nurhayati; Agoes Jacoeb
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.773 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.865

Abstract

Keong mata lembu (T. setosus) memiliki potensi sebagai sumber protein dan mineral yang berfungsi sebagai aprodisiak seperti K, Mg, Ca, Fe, Zn, dan Cu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penanganan, pengolahan, dan komposisi kimia keong mata lembu. Cara panen dan penanganan keong ini masih sangat sederhana. Hasil analisis proksimat adalah 70,34% protein, 2,20% lemak, 6,87% abu, 10,06% karbohidrat, dan 10,15% air. Kandungan mineral makro tertinggi adalah kalium sebesar 8225,29 ppm sedangkan untuk mineral mikro tertinggi adalah sebesar 98,68 ppm. Kata Kunci: kandungan mineral, proksimat,Turbo setosus
Pengaruh Perbedaan Suhu Pemeliharaan Terhadap Histopatologi Insang Dan Kulit Ikan Komet (Carassius auratus) Asep Sumantri; Mulyana Mulyana; Fia Sri Mumpuni
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.727 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pemeliharaan berbeda terhadap histopatologi insang dan kulit ikan Komet (Carassius auratus).  Penelitian ini menggunakan 30 sampel ikan Komet yang dibagi  menjadi tiga  perlakuan suhu pemeliharaan, yaitu 25,0 0C, 28,50C,  dan 32,0 0C. Hasil penelitian memperlihatkan kerusakan jaringan pada kulit dan insang ikan komet pada perlakuan 320C. Kerusakan pada jaringan kulit berupa nekrosis epidermis. Kerusakan jaringan insang berupa terlepasnya epitelium, hiperplasia lamella primer, dan hiperplasia lamella sekunder. Kata Kunci : Histopatologi, Ikan Komet, Insang, Kulit.
Efektivitas Pemberian Ekstrak Kipahit (Tithonia diversifolia) Sebagai Imunostimulan Untuk Pencegahan Motile Aeromonas Septicemia (MAS) Pada Ikan Patin (Pangasionodon hypophthalmus) Edwina Edwina; Mulyana Mulyana; Angela Mariana Lusiastuti
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.633 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.862

Abstract

Motile Aeromonas Septicemia (MAS) merupakan penyakit yang sering ditemui pada kegiatan budidaya, dan salah satu komoditas yang sering terserang oleh penyakit ini adalah ikan patin.  Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis terbaik dari simplisia tanaman kipahit untuk mencegah (MAS) pada ikan patin. Percobaan dilaksanakan tanggal 10 Januari 2014 sampai dengan 22 Maret 2014 bertempat di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Sempur, Bogor. Ikan patin dipelihara selama 28 hari sebelum uji tantang dan 10 hari setelah uji tantang dengan perlakuan pakan menggunakan campuran simplisia kipahit dengan dosis 2,44%; 4,76%; 9,09%; dan 16,67%. Perlakuan kontrol adalah pakan komersil tanpa penambahan simplisia kipahit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan seluruh dosis perlakuan, baik sebelum maupun sesudah uji tantang tidak mempengaruhi nilai tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, dan laju pertumbuhan spesifik ikan patin. Pemberian perlakuan setelah dilakukan uji tantang diduga memberikan pengaruh terhadap respon imun terhadap ikan patin, tetapi tidak memiliki aktivitas bakterisidal. Dosis simplisia kipahit terbaik untuk pencegahan MAS pada ikan patin adalah 16,67% karena pada dosis tersebut aktivitas imunostimulan bekerja lebih baik dibandingkan dosis yang lainnya, serta aman terhadap organ hati berdasarkan uji fungsi hati.Kata kunci : Ikan patin, kipahit, Motile Aeromonas Septicemia, pakan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6