cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
Pengangkutan Benih Ikan Bawal Air Tawar Selama 24 Jam Dengan Kepadatan Berbeda Menggunakan Bakteri Probiotik Nico, Teguh
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.891 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.13

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Perikanan Universitas Djuanda Bogor dari tanggal 8 - 30 Februari 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kepadatan tertinggi yang dapat digunakan untuk pengangkutan benih ikan bawal berukuran 3-5 cm dalam kantong-kantong plastik berisi 5 L air dengan konsentrasi bakteri probiotik 5 mL/liter.Bakteri probiotik (EM4) dicampurkan ke dalam medium dalam kantong-kantong plastik berisi 5 L air. Benih ikan berukuran 3-5 cm ditempatkan ke dalam tiap kantong dengan tingkat kepadatan 300, 400, dan 500 ekor. Rancangan acak lengkap menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari larutan bakteri probiotik (EM4). Penentuan kelangsungan hidup (SR) dilakukan setelah proses pengangkutan, SR setelah benih dipelihara selama 5 hari, dan kualitas air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa SR setelah proses pengangkutan memperlihatkan perbedaan yang signifikan (P <0,05). SR tertinggi setelah proses pengangkutan terdapat pada tingkat kepadatan 300 ekor/ 5 L yaitu 95,88%. Pada uji lanjut LSD, diperoleh hasil bahwa setiap perlakuan berbeda nyata satu sama lain. SR tertinggi setelah dipelihara selama 5 hari dalam akuarium terdapat pada kepadatan 400 ekor/ 5 L yaitu 95,83%. Berdasarkan analisis ragam (ANOVA) pada level 5%, tidak ada perbedaan yang nyata terhadap kelangsungan hidup ikan.
Kandungan Proksimat Dan Mineral dari Keong Mata Lembu (Turbo setosus Gmelin 1791) Merdekawati, Dewi; Nurhayati, Tati; Jacoeb, Agoes
Jurnal Mina Sains Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.773 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.865

Abstract

Keong mata lembu (T. setosus) memiliki potensi sebagai sumber protein dan mineral yang berfungsi sebagai aprodisiak seperti K, Mg, Ca, Fe, Zn, dan Cu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penanganan, pengolahan, dan komposisi kimia keong mata lembu. Cara panen dan penanganan keong ini masih sangat sederhana. Hasil analisis proksimat adalah 70,34% protein, 2,20% lemak, 6,87% abu, 10,06% karbohidrat, dan 10,15% air. Kandungan mineral makro tertinggi adalah kalium sebesar 8225,29 ppm sedangkan untuk mineral mikro tertinggi adalah sebesar 98,68 ppm. Kata Kunci: kandungan mineral, proksimat,Turbo setosus
Coral Reef in SAP of Western Waigeo Island in Raja Ampat District lesmana, dudi
Jurnal Mina Sains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.503 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1270

Abstract

This study aims to identify the condition of coral reefs in SAP Western Waigeo Islands, Raja Ampat District. The value of coral cover in the SAP area of the Western Waigeo Islands is in the range of 0% to 60% with an average value of 25.02%. In general, the condition of coral reefs in SAP Western Waigeo Islands can be categorized as "medium". Keywords: coral reef, SAP of Western Waigeo Island, coral cover
Inventarisasi Ektoparasit Pada Ikan Mas Koki (Carrasius auratus) Di Kecamatan Ciseeng – Kabupaten Bogor Haryono, Samsi; Mulyana, Mulyana; Lusiastuti, Maria Angela
Jurnal Mina Sains Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.538 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan inventarisasi jenis dan prevalensi ektoparasit pada ikan Mas Koki (Carrasius auratus) yang dibudidayakan di Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengambil obyek sampel sebanyak 10% dari total pembudidaya ikan Mas Koki di Kecamatan Ciseeng yaitu sebanyak  15 pembudidaya ikan yang tersebar di Desa Parigi Mekar, Babakan dan Ciseeng. Masing-masing kolam diambil sebanyak 5 ekor/kolam, sehingga total sampel yang diamati adalah 75 ekor. Masing-masing ikan akan diamati pada bagian lendir, insang dan sirip dan membandingkan hasilnya dengan buku kunci identifikasi parasit. Dari hasil penelitian terhadap ikan Mas Koki yang berasal dari Kecamatan   Ciseeng didapatkan jenis-jenis ektoparasit yang menginfestasi ikan sebagai berikut: Trichodina sp, Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, Ichthyophthirius multifiliis, Argulus sp, Tetrahymena sp dan Oodinium sp. Untuk prevalensi ektoparasit pada ikan Mas Koki di Kecamatan Ciseeng adalah: Trichodina sp (79%), Dactylogyrus sp (25%), Gyrodactylus sp (43%), Ichthyophthirius multifiliis (7%), Argulus sp (5%), Tetrahymena sp (21%) dan Oodinium sp (24%). Adapun prevalensi ektoparasit pada masing-masing desa adalah: Desa Parigi Mekar (94%), Desa Babakan (95%), dan Desa Ciseeng (95%). Prevalensi ektoparasit berdasarkan organ tubuh adalah: lendir (87%), insang (51%) dan sirip (53%).Kata kunci : ikan mas koki, ektoparasit, prevalensi
Gula Darah Dan Mortalitas Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Yang Di Pelihara Pada Media Salinitas Berbeda Amrullah, Rizky
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.982 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.5

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media pemeliharaan bersalinitas 0, 2, 4, dan 6 ppt terhadap gula darah dan mortalitas ikan nilem. Ikan uji yang digunakan adalah ikan nilem dengan ukuran rata-rata 7 cm /ekor. Pemeliharaan ikan dilakukan selama 30 hari dalam akuarium yang berukuran 30 x 30 x 30 cm3, dengan pemberian pakan 2 kali sehari secara at-satiation. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah  perbedaan salinitas yaitu Perlakuan A salinitas 2 ppt, B salinitas 4 ppt, C salinitas 6 ppt dan salinitas 0 ppt sebagai kontrol. Parameter yang diamati adalah  glukosa darah dan mortalitas ikan nilem. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan salinitas tidak memberikan pengaruh yang berbeda (p>0,05) terhadap mortalitas ikan nilem, akan tetapi memberikan pengaruh yang berbeda (P<0,05) terhadap glukosa darah ikan nilem. Salinitas terbaik yang diperoleh dalam penelitian ini adalah salinitas 6 ppt dengan dengan tingkat kematian terendah yaitu 16%.  Kata kunci: Salinitas, nilem, glukosa darah, mortalitas.
Karakteristik Ekosistem Mangrove Di Kawasan Pesisir Kepulauan Natuna Muarif, Muarif
Jurnal Mina Sains Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.067 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas ekosistem mangrove di Pesisir Kepulauan Natuna melalui analisis sebaran jenis dan kerapatan mangrove.  Ekosistem mangrove di Kawasan Pesisir ini memiliki tipologi Riverine Mangrove.  Kondisi ekosistem mangrove baik. Jenis mangrove yang tumbuh meliputi Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorhiza, Rhizophora stylosa,Ceriops tagal, Rhizophora apiculata.Xylocarpus granatum, Hibiscus, Casuariana, dan Pandanus. Kerapatan mangrove di pesisir kawasan ini tergolong padat sampai sangat padat dengan kisaran nilai kerapatan antara 1.000-2.933 idv/Ha.  Kecamatan Bunguran Barat memiliki areal mangrove terluas dengan rataan kerapatan pohon yang tertinggi (1.833 idv/Ha).  Ekosistem mangrove di Kepulauan Natuna rata-rata didominansi oleh Genus Rhizophora dengan jenis yang mendominasi antara lain Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Rhizophora apiculata. Kata kunci: ekosistem, kerapatan, mangrove
Pengaruh Perbedaan Suhu Pemeliharaan Terhadap Histopatologi Insang Dan Kulit Ikan Komet (Carassius auratus) Sumantri, Asep; Mulyana, Mulyana; Mumpuni, Fia Sri
Jurnal Mina Sains Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.727 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pemeliharaan berbeda terhadap histopatologi insang dan kulit ikan Komet (Carassius auratus).  Penelitian ini menggunakan 30 sampel ikan Komet yang dibagi  menjadi tiga  perlakuan suhu pemeliharaan, yaitu 25,0 0C, 28,50C,  dan 32,0 0C. Hasil penelitian memperlihatkan kerusakan jaringan pada kulit dan insang ikan komet pada perlakuan 320C. Kerusakan pada jaringan kulit berupa nekrosis epidermis. Kerusakan jaringan insang berupa terlepasnya epitelium, hiperplasia lamella primer, dan hiperplasia lamella sekunder. Kata Kunci : Histopatologi, Ikan Komet, Insang, Kulit.
Valuation of EAFM Indicators in Raja ampat and Aru Islands Districts mulyana1, mulyana
Jurnal Mina Sains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.159 KB)

Abstract

EAFM implementation need indicators that could be used as tools of  monotoring and evaluation about to what extent a fisheries  management has been aplicated the principles of ecosystem-based management.   The aim of study of EAFM indicators valuation is to evaluate the  perform of fisheries resources management with approach of  EAFM indicators in Raja Ampat and Aru Islands Districts. EAFM indicators include 6 domains that are : (1) fish resources, (2) habitat and ecosystem, (3) fishing techniques, (4) Economy, (5) Social, and (6) institusional. Methods of  data taking was carried out with  survey method by means of interview/questionnaires and FGD (Foccus Group Discussion). Determination of samples quantity use purposive sampling. The evaluation result against domains of EAFM in Raja Ampat District ranged between 48.3 – 80.0.  This is indicate that status of ecosystem-based region management in Raja Ampat District belonging in category noderate till excelent. The evaluation result against domains of EAFM in Aru Islands District ranged between 57.2 – 93.3.  This is indicate that status of ecosystem-based region management in Aru Islands District belonging in category m oderate till excelent. Key words: EAFM, indicators, Raja Ampat, Aru Islands
Penggunaan Tepung Gandum Sebagai Sumber Karbon Pada Pengangkutan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Afriansyah, Perdi; Rosmawati, Rosmawati; Mumpuni, Fia Sri
Jurnal Mina Sains Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.242 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.425

Abstract

Penelitian ini dilakukan di  Laboratorium Perikanan, Universitas Djuanda Bogor dari 1 November 2011 hingga  22 Maret 2012.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji level tepung gandum yang digunakan dalam pengangkutan 400 ekor benih ikan Nila berukuran 3-5 cm yang dikemas dalam kantung plastik.  Tepung gandum dicampur ke dalam medium berisi  5 liter air dalam kantung plastik.  Sebanayak 400 ekor ikan Nila ditempatkan dalam setiap kantung plastik.  Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan masing-masing 2 ulangan.  Perlakuan berupa tingkat penggunaan tepung gandum 0, 2, 4, dan 6 g dalam tiap kantung plastik.  Sintasan (SR) ikan Nila diukur selama pengangkutan.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa SR selama periode pengangkutan tidak beda nyata diantara perlakuan (P>0,05).  SR tertinggi  (97,75%) diamati pada tingkat penggunaan 6 g tepung gandum dan SR terendah (93,75 %) pada tingkat penggunaan 0 g tepung gandum.  Tingkat penggunaan 6 g tepung gandum memberikan SR tertinggi dalam transportasi benih Nila berukuran 3-5 cm dengan kepadatan 400 ekor ikan Nila per kantung.Kata kunci: Tepung gandum, ikan Nila, karbon, kelangsungan hidup
Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nilem (Osteochillus hasselti) Yang Diberi Pakan Dengan Feeding Rate Berbeda Hermawan, Yosep
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.901 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui feeding rate yang terbaik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nilem. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan yang digunakan adalah benih ikan nilem dengan ukuran 2-3 cm dengan padat tebar 120 ekor/akuarium. Perlakuan yang diberikan adalah feeding rate yang berbeda yaitu (1%), (3%), (5%) dan (7%) dari bobot biomassa ikan. Parameter yang diamati selama penelitian adalah laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot mutlak, derajat kelangsungan hidup (SR), efisiensi pakan dan kualitas air. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan feeding rate yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot mutlak dan efisiensi pakan, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,01) terhadap kelangsungan hidupnya. Perlakuan feeding rate7% dari bobot biomassa ikan menghasilkan laju pertumbuhan harian terbaik yaitu 3,15% dan kelangsungan hidup sebesar 97,8%.Kata kunci : feeding rate, ikan nilem, pertumbuhan, kelangsungan hidup

Page 2 of 18 | Total Record : 176