cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
Peningkatan Imunitas Benih Ikan Gurame (Osphronemus gouramy Lac.) Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila Menggunakan Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Susandi, Freddi; Mulyana, Mulyana; Rosmawati, Rosmawati
Jurnal Mina Sains Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.313 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis rosella yang menghasilkan  imunitas benih ikan Gurame yang diuji tantang dengan menggunakan bakteri  Aeromonas hydrophila. Penelitian ini menggunakan dua tahap. Penenlitian tahap pertama adalah penentuan LD50 selama 96 jam dan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis bakteri A. hydrophila yang digunakan pada uji LD50 adalah 104 cell/mL, 105 cell/mL, 106 cell/mL, 107 cell/mL dan Kontrol (0 cell/mL). Mortalitas benih ikan Gurame dievaluasi. Pada penelitian tahap kedua, benih ikan Gurame dipelihara selama 30 hari dan diberi pakan berdasarkan perlakuan. Perlakuannya adalah A (Kontrol, 0 g rosella/kg pakan), B (20 g rosella/kg pakan), dan C (30 g rosella/kg pakan). Setiap perlakuan diulang 4 kali. Setiap ekor ikan Gurame diuji tantang dengan menggunakan 103 sel Aeromonas hydrophila pada uji tantang pertama dan 104 sel Aeromonas hydrophila pada uji tantang  kedua untuk penentuan imunitas terbaik. Mortalitas, total leukosit, total eritrosit, hemoglobin, hematokrit dan indeks fagositik dievaluasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa LD50 adalah 104 sel/mL. Penelitian tahap kedua memperlihatkan adanya perbedaan saangat nyata  (P<0,01) diantara perlakuan terhadap mortalitas benih ikan Gurame.  Dosis rosella terbaik adalah 30 g rosella/kg pakan  dengan mortalitas ikan Grame sebesar 8,26%, total leukosit  6,873 x 105 sel/mm3, total eritrosit 2,043 x 106 sel/mm3, hemoglobin 6,55 g%, hematokrit 20,59% dan indeks fagositik 64%.
The Use of Blood Flour as a Substitute for Fish Meal in Feed of BEST Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) supriadi, feri; rosmawati, rosmawati; kurniasih, titin
Jurnal Mina Sains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.498 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1271

Abstract

This research was aimed to determine the optimum level of inclusion of blood flour in feed formulaton of Nile Tilapia as a substitute for fish meal. The materials of this research are a feed and Nile Tilapia with an average weight of 17 g of a total of 120 fingerling. The experiment design has been conducted  were completely random design with 5 treatments and 3 replications. The treatments are the substitution of fish meal with the blood flour of  0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. Spesific growth rate, the mount of feed consumption, food efficiency,  survival rate, and water quality has been evaluated.  The results of research showed that spesific growth rate  and food efficiency were significantly different between treatments (P<0.05), and the highest of spesific growth rate  and food efficiency there are on treatment D (the substitution of fish meal with the blood flour of 75%) each 1.75% and 63.45%. The lowest of spesific growth rate  and food efficiency there are on treatment A (the substitution of fish meal with the blood flour of  0%) each 1.42% and 48.98%. The blood fluor as a substitution of fish meal in artificial feed for Nile Tilapia can substitute the fish meal of 100% with level of inclusion of  9% in feed formulation. The combination between the blood fluor and fish meal give the best of  growth performance and feed efficiency. Key words: Nile Tilapia, feed efficiency, survival rate, growth rate
Keefektifan Vaksin Streptococcus agalactiae Untuk Mencegah Streptococcosis Pada Ikan Nila Taufik, Imam; Mulyana, Mulyana; Lusiastuti, Maria Angela
Jurnal Mina Sains Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.377 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.440

Abstract

Streptococcosis adalah penyakit penting pada ikan Nila yang disebabkan oleh Streptococcus agalactiae. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menentukan keefektifanvaksin Streptococcus agalactiae melalui perendaman dan penyuntikan intraperitoneal untuk pencegahan Streptococcosis pada ikan Nila. Percobaan vaksinasi telah dilakukan melalui perendaman dan penyuntikan secara intraperitoneal ke dalam ikan dengan konsentrasi 107 cells/mL, 106 cells/mL, 104 cells/mL, dan kontrol. Ikan kontrol disuntik dengan BHIB (Brain Heart Infusion Broth). Ikan uji ditantang melalui suntikan intraperitoneal pada dosis 103 cfu/mLStreptococcus agalactiae. Hasil penelitian tidak memperlihatkan perbedaan nyata diantara perlakuan terhadap kelangsungan hidup ikan. Ini disebabkan oleh karena konsentrasi uji tantang tidak disebabkan oleh pengaruh LD50 utama. Nilai titer antibodi memperlihatkan respon imun yang ditandai dengan penggumpalan darah. Gejala klinis yang teramati dimulai 72 jam pasca uji tantang ditandai dengan perubahan waarna tubuh dan berenang di daras  akuarium. Kematian ikan dimulai 96 jam setelah uji tantang. Vaksin Streptococcus agalactiae melalui perendaman suntikan intraperitoneal injection belum cukup efektif untuk mencegah ikan Nila LARASATI terhadap Streptococcosis.Kata kunci : Streptococcus agalactiae, vaksin, imersi, penyuntikan intraperitoneal
Pemanfaatan Kima Secara Berkelanjutan Lesmana, Dudi; Wahyudin, Yudi
Jurnal Mina Sains Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.248 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.423

Abstract

Pemanfaatan kima secara berkelanjutan adalah salah satu usaha memberikan alternatif kebijakan pemanfaatan kima pada masa mendatang.  Kelayakan teknis ini diperlukan sebagai referensi bagi para pelaku usaha dan pemangku kebijakan dalam mengelola kima secara berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.  Penelitian dilakukan dengan mengambil kasus di Kabupaten Tapanuli Tengah.  Berdasarkan hasil kajian, dari aspek ekologi, potensi, pasar dan pemasaran, lingkungan, kima mempunyai potensi untuk dikembangkan. Kata kunci: kima, pemanfaatan berkelanjutan, kelayakan teknis, Tapanuli Tengah
Pengaruh Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza ROXB) Terhadap Mortalitas Dan Gambaran Darah Benih Ikan Nilem (Osteochilus Hasselti) Dengan Uji Tantang Menggunakan Bakteri Aeromonas Hydrophila Putra, Galih Permana
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.387 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Djuanda Bogor, pada bulan Agustus 2014 – September 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) yang dicampur ke dalam pakan terhadap tingkat mortalitas dan gambaran darah benih ikan nilem (Osteochilus hasselti) setelah diinfeksi Aeromonas hydrophila. Penelitian percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan ini adalah Kontrol (tanpa temulawak), A (dosis 1 mL/kg pakan), B (dosis 3 mL/kg pakan), dan C (dosis 5 mL/kg pakan). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata (P>0,05) diantara perlakuan terhadap mortalitas, total leukosit, hemoglobin dan hematokrit.
Pemanfaatan Bubuk Rimpang Laja Gowah (Alpinia malaccensis Rosc.) Pada Pengawetan Ikan Gabus (Channa striata) Segar Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar Merdekawati, Dewi; Fikri, Muhammad Zakiyul
Jurnal Mina Sains Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.975 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.894

Abstract

Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2009 di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan, Mikrobiologi Pangan, dan Kimia Pangan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Tujuannya adalah untuk mendapatkan rasio yang tepat dari bubuk rimpang laja gowah untuk pengawetan ikan gabus segar pada suhu kamar, dan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai organoleptik, nilai TVB, TPC dan nilai pH. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial. Perlakuan yang diberikan adalah konsentrasi bubuk rimpang laja gowah dengan L0 (laja gowah 0%), L1 (laja gowah 5%), L2 (laja gowah 10%) dan L3 (laja gowah 15%). Sedangkan kelompok adalah lama penyimpanan yaitu 0, 1, 3, dan 5 hari. Perlakuan L3 dengan waktu penyimpanan 5 hari menunjukkan nilai TPC = 2,24 × 105, nilai mgN / 100 TVB = 36 g, pH = 7,12 serta nilai organoleptik tertinggi dari nilai tekstur daging (3,24), diikuti oleh nilai bau (3,00), nilai kenampakan mata (3.00), nilai keadaan lendir (2,88) dan nilai kenampakan insang (2,24). Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi bubuk laja gowah L3 (15%) adalah yang terbaik untuk pengawetan ikan gabus segar dengan lama penyimpanan 5 hari. Kata Kunci : Ikan gabus, masa simpan, bubuk rimpang laja gowah
Efektivitas Pemberian Ekstrak Kipahit (Tithonia diversifolia) Sebagai Imunostimulan Untuk Pencegahan Motile Aeromonas Septicemia (MAS) Pada Ikan Patin (Pangasionodon hypophthalmus) Edwina, Edwina; Mulyana, Mulyana; Lusiastuti, Angela Mariana
Jurnal Mina Sains Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.633 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.862

Abstract

Motile Aeromonas Septicemia (MAS) merupakan penyakit yang sering ditemui pada kegiatan budidaya, dan salah satu komoditas yang sering terserang oleh penyakit ini adalah ikan patin.  Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis terbaik dari simplisia tanaman kipahit untuk mencegah (MAS) pada ikan patin. Percobaan dilaksanakan tanggal 10 Januari 2014 sampai dengan 22 Maret 2014 bertempat di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Sempur, Bogor. Ikan patin dipelihara selama 28 hari sebelum uji tantang dan 10 hari setelah uji tantang dengan perlakuan pakan menggunakan campuran simplisia kipahit dengan dosis 2,44%; 4,76%; 9,09%; dan 16,67%. Perlakuan kontrol adalah pakan komersil tanpa penambahan simplisia kipahit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan seluruh dosis perlakuan, baik sebelum maupun sesudah uji tantang tidak mempengaruhi nilai tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, dan laju pertumbuhan spesifik ikan patin. Pemberian perlakuan setelah dilakukan uji tantang diduga memberikan pengaruh terhadap respon imun terhadap ikan patin, tetapi tidak memiliki aktivitas bakterisidal. Dosis simplisia kipahit terbaik untuk pencegahan MAS pada ikan patin adalah 16,67% karena pada dosis tersebut aktivitas imunostimulan bekerja lebih baik dibandingkan dosis yang lainnya, serta aman terhadap organ hati berdasarkan uji fungsi hati.Kata kunci : Ikan patin, kipahit, Motile Aeromonas Septicemia, pakan.
THE INFLUENCE OF STOCKING DENSITY AGAINST SURVIVAL RATE OF CATFISH (Clarias gariepinus) ON RECIRCULATION SYSTEM santoso, anjas adi; muarif, muarif; rosmawati, rosmawati
Jurnal Mina Sains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.203 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1267

Abstract

One of the technologies to keep the water quality remains optimal ias a recirculation system. This research is aimed to determine the influence of denisity of catfish (Clarias gariepinus) on the recirculation system. Fish test used is catfish fry the age of 2 weeks with average weight 0.58 g and an average length of 2.7 cm as much as 10,000 fish. The experimental research used completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The treatments were A (20 fish/liter of water), B (30 fish/liter of water), C (40 fish/liter of water) and D (50 fish/liter of water). The survival rate, the feed efficiency, and water quality has been observed. The results of research showed that the survival rate and the feed efficiency were significantly different (P<0.05). The highest survival rate in this research was in the treatment A (20 fish/liter of water) that was 70.5%. The stocking density of catfish fry of 20 fish/liter of water can be used as basis for  the maintenance of catfish fry for reach the optimal survival rate. Key words: Catfish, survival rate, feed efficiency, recirculation
Kebutuhan Jumlah Pakan Pada Pemeliharaaan Ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) Di Kolam Ikan Triyanto, Hary; Rosmawati, Rosmawati; Widiyati, Ani
Jurnal Mina Sains Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.435 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.426

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah pemberian pakan terbaik terhadap pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan pada ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengakap dengan 3 perlakuan dan masing-masing  3 ulangan untuk setiap perlakuan. Percobaan menggunakan benih ikan Tengadak dengan rataan bobot 0,69 g dan panjang 3,7 cm, masing-masing kolam berisi 120 benih ikan. Perlakuan adalah jumlah pemberian pakan 3% (A), 6% (B), dan 9% (C) dari biomassa ikan per hari. Pertambahan  bobot mutlak, pertambahan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, tingkat kelangsungan hidup, efisiensi pakan, dan kualitas air dievaluasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang nyata diantara perlakuan (P<0,05) terhadap pertambahan  bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, dan efisiensi pakan, tetapi tidak ada perbedaan yang nyata (P>0,05) diantara perlakuan terhadap pertambahan panjang mutlak dan tingkat kelangsungan hidup. Pertambahan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian terbaik diperoleh pada perlakuan C, masing-masing  9,79±1,70 g dan 6,03±0,36 %, tetapi efisiensi pakan terbaik diperoleh pada perlakuan A (173,11±34,34%).   Key Words: Jumlah pemberian pakan, benih ikan Tengadak, pertumbuhan, efisiensi pakan
Produksi Serum Rabbit Anti-Catfish Terhadap Penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) Pada Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) Bunyamin, Muhammad
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.042 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.15

Abstract

Penelitian mengenai produksi serum Rabbit Anti-Catfish dengan konsentrasi terbaik telah dilakukan untuk mendeteksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) menggunakan metode ELISA. Serum ikan patin diambil melalui venacaudaliskemudian diinjeksikan secara sub kutan pada kelinci New Zealand White. MetodeELISA yang digunakan adalah metode indirect dan dilakukan untuk memperoleh konsentrasi RAC yang tepat menggunakan 2 jenis Antigen (Ag) A. hydrophila yang berbeda yaitu berupa pelet dan supernatan. Perbandingan konsentrasi RAC yang digunakan yaitu 1:50, 1:100, 1:200, 1:500, 1:1000, 1:5000. Parameter yang diamati yaitu konsentrasi total protein serum dan serum yang sudah didialisis pada darah ikan patin dan darah kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan antara RAC dengan PBS-T yang menghasilkan konsentrasi pengenceran terbaik yaitu 1:5000 untuk antigen pelet dan 1:200 untuk antigen supernatan.

Page 3 of 18 | Total Record : 176