cover
Contact Name
JURNAL AGRONIDA
Contact Email
agronida@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agronida@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGRONIDA
ISSN : 24079111     EISSN : 25793225     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Merupakan jurnal yang berisi tentang hasil-hasil penelitian yang berkaitan bidang teknologi budidaya pertanian yang ramah lingkungan. khususnya dalam bidang produksi dan pengelolaan benih, produksi dan pengelolaan agen hayati, pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman , nutrisi tanaman dan pasca panen tanaman hortikultura.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2021)" : 6 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK GULMA Azolla pinnata DAN LAMA PERENDAMAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH Muhammad Rezky Dwiputra Pulungan; Oktavianus Lumban Tobing; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i1.3330

Abstract

Tujuan penelitian untuk memahami pengaruh pemberian ekstrak Azolla pinnata dan lama perendaman benih pada air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Dosis Azolla pinnata terdiri atas empat taraf: 0%, 1%, 1.5%, dan 2% masa media tanam (mmt). Lama perendaman benih dengan air kelapa terdiri atas empat taraf yaitu direndam selama 0 jam, 6 jam, 12 jam, dan 24 jam. Dosis pemberian Azolla pinnata pada media tanam dan lama perendaman benih dalam air kelapa memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar dan kering tajuk, bobot segar akar, jumlah polong, persentase polong isi, dan jumlah bintil akar. Azolla pinnata dapat menjadi pupuk alternatif, dan air kelapa dapat berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh alami.
PENGARUH NITROGEN TERHADAP KUALITAS BERAS AROMATIK Chairunnisak Chairunnisak; Sugiyanta Sugiyanta; Edi Santosa
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i1.4064

Abstract

Kualitas beras adalah hal penting yang dipertimbangkan oleh konsumen ketika membeli beras. Kualitas meliputi beberapa aspek, antara lain kualitas mutu giling dan mutu tanak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas beras yang dihasilkan oleh padi aromatik pada perlakuan lima taraf dosis pupuk nitrogen (N). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok petak terbagi untuk menguji pengaruh dosis dan varietas. Petak utama adalah pupuk nitrogen pada berbagai dosis, yaitu: 0, 45, 90, 135 dan 180 kg N ha-1, dan anak petak adalah dua varietas padi aromatik yaitu Sigupai Abdya (lokal Aceh) dan Inpari 23 Bantul (unggul nasional). Kualitas beras aromatik (mutu giling dan mutu tanak) pada penelitian ini tidak dipengaruhi oleh dosis pupuk nitrogen, tetapi hanya dipengaruhi oleh varietas. Berdasarkan mutu giling, varietas Sigupai Abdya memiliki rendemen beras giling dan beras kepala lebih tinggi serta persentase beras menir lebih rendah dibandingkan dengan varietas Inpari 23 Bantul. Berdasarkan mutu tanak, varietas Inpari 23 Bantul memiliki kandungan amilosa yang rendah, sedangkan waktu layak makan nasi lebih lama diperoleh pada varietas Sigupai Abdya.
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN KUALITAS BERBAGAI AKSESI KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr.) Tatang Santana; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i1.4102

Abstract

Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) merupakan tanaman indigenous yang memiliki perbedaan karakter morfologi dan kualitas antar aksesi (daerah asal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter morfologi dan kualitas berbagai aksesi tanaman katuk. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, yaitu 10 aksesi katuk (Kadudampit1, Kadudampit2, Sukaraja, Pabuaran1, Pabuaran2, Leuwiliang, Kemang, Sentul, Pandeglang, Cianjur). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertambahan tinggi tanaman, panjang tunas, lebar anak daun, panjang anak daun dan luas anak daun terbaik adalah aksesi Pabuaran2, Kadudampit2 dan Kadudampit1. Aksesi katuk dengan pertambahan jumlah daun, jumlah anak daun, jumlah tunas dan panjang tunas tertinggi adalah Cianjur dan Kemang. Terdapat tiga kelompok tanaman katuk dengan tingkat kemiripan sebesar 76,27 %. Tingkat kemiripan tertinggi, sebesar 93,36 % terdapat pada aksesi Kadudampit1 dengan Sukaraja dan aksesi Kadudampit2 dengan Pabuaran2.
IDENTIFIKASI KARAKTER KUALITATIF BEBERAPA GALUR UJI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) IPB DI KOTA PALEMBANG Karlin Agustina; Yursida Yursida; Evriani Mareza; Elvira Belinda Adisma; Muhamad Syukur
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i1.4112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter kualitatif galur-galur uji cabai rawit IPB di Kota Palembang. Penelitian dilaksanakan pada September 2018-April 2019 di Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yaitu  11 galur uji cabai rawit (F5285290-237-6-1, F6285290-6-10-1-1, F5285290-290-2-1, F5285290-290-9-1, F5285290-290-9-3, F5321290-40-2-1, F5285290-123-6-15, F6321290-252-10-8-4, F5285290-38-6-3, F6321290-252-10-8-23, F6321290-252-10-8-7) dan 5 galur pembanding (Bonita IPB, C290, C285, C295, C321) digunakan sebagai perlakuan. Satu satuan percobaan berupa plot dengan ukuran 5 m x 1 m yang terdiri atas 10 tanaman contoh.  Identifikasi karakter kualitatif dicocokkan dengan kriteria deskripsi cabai menurut IPGRI (1995) dan Direktorat Perbenihan Hortikultura (2017). Hasil evaluasi menunjukkan 100% galur uji dan galur pembanding cabai rawit memiliki kesamaan dalam bentuk batang bersudut, warna batang hijau muda, bentuk daun oval, warna bunga putih kehijauan,  kelopak dan mahkota bunga berwarna hijau dan putih kehijauan.  Warna daun galur cabai rawit hijau dan hijau muda.  Kepala putik berwarna hijau muda, hijau, kuning kehijauan dan  kuning.  Benang sari berwarna ungu dan putih bergaris ungu.  Buah cabai muda memiliki warna kulit yang berbeda dengan buah tua. Warna kulit buah muda bervariasi antara putih, hijau kekuningan dan hijau muda,  sedangkan warna kulit buah tua bervariasi antara merah, merah terang dan merah tua.  Bentuk potongan melintang buah segitiga-segitiga sempit. Bentuk biji ginjal atau bulat pipih, dengan warna biji kekuningan dan putih kekuningan. 
KARAKTER MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEKERABATAN GALUR-GALUR KACANG BOGOR (Vigna subterranea L. Verdc.) ASAL LANRAS SUKABUMI Wiellda Novia Sania; Yuliawati Yuliawati; Arifah Rahayu; Setyono Setyono
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i1.4141

Abstract

lokal Indonesia, salah satunya lanras lokal asal Sukabumi.  Seleksi kacang bogor asal lanras Sukabumi telah dilakukan menggunakan teknik seleksi galur murni. Galur-galur tersebut masih perlu dievaluasi karakter morfologi dan hubungan kekerabatannya agar program seleksi yang dilakukan berjalan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan atau persamaan karakter morfologi antar galur-galur kacang bogor asal lanras Sukabumi dan mengidentifikasi silsilah galur yang memiliki potensi hasil tinggi melalui analisis kekerabatan. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan SEAMEO BIOTROP Tajur, Bogor (280 m dpl) pada bulan Februari-Juni 2018. Bahan tanam yang digunakan adalah 30 galur kacang bogor hasil seleksi galur murni asal lanras Sukabumi dan lanras Sukabumi yang tidak diseleksi sebagai kontrol. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa galur-galur kacang bogor asal lanras Sukabumi memiliki perbedaan morfologi pada semua karakter, kecuali pada karakter warna daun. Galur-galur tersebut memiliki perbedaan pada tipe tumbuh, bentuk daun, bulu pada batang, pigmen pada bunga, bentuk polong, warna polong, tekstur polong, warna biji, dan bentuk biji. Berdasarkan hasil analisis kekerabatan, nilai kemiripan genetik antar galur-galur kacang bogor asal lanras Sukabumi tergolong sangat tinggi yang disebabkan oleh tingkat keragaman yang sempit. 
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS TEGAK (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP BERBAGAI PUPUK ORGANIK SUMBER NITROGEN Affandy Sahala Tua Marpaung; Arifah Rahayu; Nur Rochman
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i1.4142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis pupuk organik sumber N terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman buncis tegak. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Djuanda, Ciawi, Bogor, Jawa Barat pada bulan Februari-Mei 2019. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 11 taraf yaitu tanpa pupuk, kipahit 100% R, kirinyuh 100% R, urine sapi 100% R, urea 100% R, kipahit 75% + urea 25% R, kirinyuh 75% + urea 25% R, urine sapi 75% + urea 25% R, kipahit 50% + urea 50% R, kirinyuh 50% + urea 50% R, urine sapi 50% + urea 50% R. Hasil penelitian membuktikan bahwa aplikasi POC sumber nitrogen memiliki hasil yang yang tidak berbeda nyata dengan aplikasi urea 100% R, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti urea untuk menerapkan sistem nature farming. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6