cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal IKA
ISSN : 18295282     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ikatan Keluarga Alumni is an international journal which provides a forum for publishing research or review articles related to researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development.
Arjuna Subject : -
Articles 257 Documents
Struktur dan Kebahasaan Program Semilir Gempol 38 dan Relevansinya sebagai Media Pembelajaran Teks Editorial Santini, N.M.A.P.; Sriasih, S.A.P; Tantri, A.A.S.
Jurnal IKA Vol 19, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v19i2.35590

Abstract

Tujuan penelitian deskriptif kualitatif ini adalah; (1) mendeskripsikan struktur dan kebahasaan program Semilir Gempol 38 Radio Guntur Singaraja, (2) mendeskripsikan relevansi program Semilir Gempol 38 sebagai media pembelajaran teks editorial SMA kelas XII. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskripif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah program Semilir Gempol 38 edisi 12 Oktober - 9 November 2020. Objek penelitian ini adalah struktur dan kebahasaan program Semilir Gempol 38 serta relevansinya sebagai media pembelajaran teks editorial SMA kelas XII. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) program Semilir Gempol 38 menggunakan struktur judul, pengenalan isu, argumentasi, dan penegasan; (2) program Semilir Gempol 38 memiliki kebahasaan yaitu; ungkapan retoris, kata-kata populer, kata ganti penunjuk, konjungsi kausalitas, dan konjungsi pertentangan; (3) program Semilir Gempol 38 memiliki relevansi sebagai media pembelajaran teks editorial SMA kelas XII. Hal ini dibuktikan dengan keterkaitan program Semilir Gempol 38 dengan kompetensi dasar serta indikator pembelajaran teks editorial SMA kelas XII.Kata Kunci: Kebahasaan; Struktur; Teks Editorial
Penggunaan PowToon dalam Pembelajaran Teks Persuasi Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 2 Seririt Yasa, I.N.; Sriasih, S.A.P.; Larasati, P.
Jurnal IKA Vol 19, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v19i2.35591

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mendeskripsikan implementasi penggunaan PowToon dalam pembelajaran teks persuasi, 2) mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam pembelajaran teks persuasi, 3) mendeskripsikan faktor-faktor yang menghambat dan mendukung penggunaan PowToon dalam pembelajaran teks persuasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengumpulkan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penggunaan PowToon dalam pembelajaran teks persuasi di kelas VIII dilakukan dengan tiga kegiatan pembelajaran, yaitu kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran teks persuasi dengan PowToon di kelas VIII dikategorikan baik dengan rata-rata 81,22. Faktor yang menjadi penghambat, yakni dari segi guru dan siswa. Faktor pendukung, yakni dari segi sarana dan prasarana. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan PowToon dalam pembelajara teks persuasi siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Seririt efektif digunakan untuk mencapai keberhasilan proses pembelajaran, walaupun dalam pelaksanaannya terdapat faktor yang mendukung serta menghambat.Kata kunci: Pembelajaran, Powtoon, Teks Persuasi 
An Analysis of Grammatical Errors Made by The Tenth Grade Students of SMAN 1 Cluring in Writing Recount Texts Alisya, D.L.; Suarnajaya, I.W.; Ramendra, D.P.
Jurnal IKA Vol 19, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v19i2.37460

Abstract

This study aimed to find out the types of grammatical errors made by the tenth grade students of SMA N 1 Cluring and classify the causes of the students’ errors that influenced their errors in writing recount texts. Descriptive qualitative research was used in this study to explore the data which focused on students’ grammatical errors in writing recount texts. The result of this study shows that there were 399 grammatical errors and consisting of 12 types of errors, namely omission of article, omission of preposition, omission of marker, omission of conjunction, simple addition, regularization error, alternating form, misordering, word choice, spelling, punctuation, and capitalization found in the students’ recount texts. The type of grammatical error mostly made by the students was alternating form which was 309 (77.44%) in total number. The most frequent source of errors which mostly influenced the students’ errors in their writings was intralingual transfer which had 325 (81.45%) of the total number of errors. However, the students still had problems in using grammatically correct sentences in paragraph, especially in writing recount texts. Furthermore, knowing the students’ grammatical errors in writing recount texts can be used as a basis for conducting remedial teaching. Keywords: Error Analysis; Grammatical Error; Recount Text.
Penggunaan Kartu “Game Class” Sebagai Upaya Peningkatan Minat Dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIIA1 SMPN 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2018/2019 Dewi, C.I.A.A.
Jurnal IKA Vol 19, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v19i2.37778

Abstract

Penelitian ini bertolak dari adanya masalah yang teridentifikasi pada pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Singaraja, yaitu rendahnya minat belajar siswa sehingga berdampak pada kurang optimalnya hasil belajar siswa,  maka untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media kartu “game class” dengan tujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA1 SMP Negeri 1 Singaraja semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 sebanyak 30 orang. Sejumlah data dikumpulkan dengan tes dan kuisioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan kartu “game class” pada materi klasifikasi mahluk hidup dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuesioner untuk minat siswa mengalami peningkatan pada pra-siklus ke siklus I sebesar 7,7%, dari siklus I ke siklus II sebesar 9,6% dengan kualifikasi baik. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari rata-rata skor ranah sikap diperoleh skor 19 pada pra-siklus,  dan siklus I sebesar 20, siklus II sebesar 21, jadi mengalami peningkatan sebesar 5%. Sedangkan hasil tes kognitif dengan rata- rata nilai siswa pada pra-siklus sebesar 74,33 dan 79,67 pada siklus I, pada siklus II sebesar 90,17  (Jadi dari pra-siklus ke siklus I mengalami peningkatan sebesar  7,18% dan ke siklus II sebesar 13,18%).  Pada siklus I dan siklus II mencapai nilai yang  melampau KKM  ( nilai KKM ≥ 75). Peningkatan keterampilan proses sains siswa setelah mengikuti pelajaran IPA dengan media kartu “game class” dapat dilihat dari adanya peningkatan rata-rata nilai siswa sebesar 10,53% (dari 19 pada pra-siklus dan  siklus I menjadi 21 pada siklus II).Kata kunci: Media; Kartu;”Game Class”.
PENDEKATAN RETORIK UNTUK MENGEFEKTIFKAN KALIMAT TIDAK EFEKTIF DALAM KARYA TULIS ILMIAH I Nengah Marta
Jurnal IKA Vol. 8 No. 1 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i1.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menemukan berbagai ragam/tipe kalimat yang tidak efektif pada karya ilmiah (skripsi) mahasiswa Undiksha. 2) menemukan sosok atau rumusan cara dengan pendekatan Retorik untuk mengefektifkan kalimattidak efektif. Data yang dikumpulkan berupa kalimat tidak efektif pada skripsi mahasiswa. Data dikumpulkan dengan teknik koleksi dokumen, dan dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat 9 tipe/ragam kalimat tidak efektif pada karya ilmiah (skripsi) mahasiswa Undiksha, 2) terdapat 3 cara/formula dan 3 subcara/subformula dengan pendekatan Retorik untukmengefektifkan kalimat tak efektif. Disarankan agar segera disusun petunjuk/pedoman untuk mahasiswa, dosen, dan penulis dalam memahami, menghindari, memperbaiki kalimat-kalimat yang tidak efektif.Kata-kata kunci: pendekatan retorik, kalimat efektif, karya tulis
CITRA PEREMPUAN DALAM SASTRA MODERN (Sebuah Pandangan Feministik pada Dua Pengarang Laki-laki) I Wayan Wendra
Jurnal IKA Vol. 8 No. 1 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i1.153

Abstract

Tujuan pene1itian ini adalah: 1) untuk mengetahui pandangan feministik Marah Rusli dan Sutan Takdir Alisyahbana dalam mencitrakan tokoh utama perem-puan dalam karyanya, dan 2) untuk mengetahui peran tokoh utama perempuan dalam sastra modern. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukanlah penelitian dengan ran-cangan penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik pencatatan dokumen dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tuti adalah seorang perempuan dewasa yang cerdas. Kecerdasan Tuti menuntunnya untuk peduli pada berbagai masalah yang ada di sekitarnya. Dalam memahami hakikat perjuangan emansipasi perempuan, Tuti memilih pergerakan Putri Sedar sebagai wadah aktivitasnya. Melalui Putri Sedar, ia memperjuangkan hak-hak perempuan agar perempuan berperan dalam dunia pengetahuan, ikut mengemudikan negeri, dan dapat bekerja serta memimpin pekerjaan dan perusahaan. Pada citra diri Maria digambarkan bahwa dirinya kurang mempertimbangkan akal dalam memutuskan sesuatu. Pertimbangan Maria yang kurang dalam terhadap sesuatu bukan berarti Maria tidak mempunyai kemampuan sama sekali. Ia juga termasuk orang yang berperan dalam masyarakat. Gagasan yang dikemukakan Siti Nurbaya terkait dengan emansipasi perempuan juga terdapat ide feminisme, yaitu gerakan kaum perempuan agar  mendapat kedudukan yang setara dengan laki-laki dalam segala bidang. Tuti dan Maria diposisikan sebagai perempuan yang memegang peranan dalam bidang kultural dan struktural. Sementara itu, Siti Nurbaya diposisikan sebagai tokoh utama perempuan yang mempunyai cita-cita mulia, yakni emansipasi perempuan. Namun, cita-citanya tersebut belum terwujud karena perempuan pada saat itu dianggap bodoh, mudah diperalat dan dianiaya oleh laki-laki (suami dan masyarakat laki-laki). Inilah yang terjadi pada diri Siti Nurbaya, yang posisinya selalu termarginalkan. Kata-kata kunci: citra perempuan, sastra modern, pandangan feministik
PERILAKU BUNUH DIRI DI KALANGAN PELAJAR (Analisis Deskriptif Pemberitaan Bali Post Tahun 2006 – 2009) I Wayan Romi Suditha
Jurnal IKA Vol. 8 No. 1 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kasus bunuh diri yang terjadi di daerah Bali, versi pemberitaan Bali Post, yang menimpa para pelajar beserta asal daerah dan asal sekolah yang bersangkutan, (2) mengetahui faktor-faktor penyebab bunuh diri di kalangan pelajar, (3) mengetahui metode/cara apa yang digunakan untuk bunuh diri, dan (4) mencari alternatif pencegahan/ penanggulangan bunuh diri di kalangan pelajar di daerah Bali. Objek dan subjek penelitian adalah semua berita tentang kasus bunuh diri yang dimuat Bali Post terbitan bulan Oktober 2006 – Juli 2009. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode Koleksi dan Pencatatan Dokumen (metode utama), dan metode Wawancara sebagai pelengkap. Data yang sudah berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dari 227 kasus bunuh diri yang diberitakan oleh Bali Post, 17 kasus (7,5%) di antaranya menimpa anak-anak pelajar SD, SMP, SMA, dan SMK. Asal daerah pelajar yang melakukan bunuh diri, meliputi; kabupaten Karangasem 6 kasus, Buleleng 4, Bangli, Jembrana, Tabanan, masing-masing 2 kasus, dan kabupaten Klungkung 1 buah kasus. Dilihat dari asal sekolah mereka, ternyata siswa SMP dan SMA menempati urutan teratas yakni masing-masing 7 kasus, disusul oleh siswa SMK 2 kasus, dan siswa SD 1 kasus. (2) Penyebab pelajar bunuh diri adalah, pertama, belum diketahui secara pasti pada 6 kasus (35,29%), kedua, faktor ekonomi atau kemiskinan pada 2 kasus (11,17%), ketiga, faktor dilarang pacaran oleh orangtuanya sebanyak 2 kasus (11,17%), dan keempat, meliputi kemarahan pelaku bunuh diri lantaran tidak diberikan sampho oleh ibunya, sering diomeli/dimarahi oleh orang tuanya, sering bertengkar dengan orang tuanya, takut dimarahi orang tua gara-gara sepeda motor rusak, terlambat membayar SPP, dan merasa tertekan karena orang tuanya bersikap otoriter.(3) Metode/cara bunuh diri yang dilakukan oleh pelajar di Bali sebagian terbesar (94,12%) dengan gantung diri, dan sebesar 5,88% dengan cara meminum air sepuh atau air keras yang biasa dipakai untuk melebur logam. (4) Pencegahan/penanggulangan bunuh diri di kalangan pelajar sesuai temuan lewat tulisan-tulisan yang dikemukakan oleh para ahli yang dimuat Bali Post (Oktober 2006 – Juli 2009) adalah sebagai berikut; Pertama, sangat cocok diberikan layanan psikologi bagi mereka dan keluarga mereka yang memiliki tanda-tanda hendak bunuh diri; Kedua, anak-anak perlu diajarkan keterampilan menghadapi dan menyelesaikan permasalahan sejak dini; Ketiga, media massa dalam memuat berita kasus bunuh diri janganlah disajikan secara detail sehingga seolah-olah ingin mengajak pelajar untuk bunuh diri.Kata-kata kunci :       eksistensi, penyebab, cara, dan penanggulangan pelajar bunuh diri.
ASUPAN NUTRISI SEIMBANG SEBAGAI UPAYA MENCEGAH KEMEROSOTAN PRESTASI OLAH RAGA I Ketut Sudiana
Jurnal IKA Vol. 8 No. 1 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i1.155

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk membahas permasalahan tentang: Proses pemulihan energi setelah aktivitas olah raga; pemberian makanan bagi atlet; pemberian makanan sebelum pertandingan, pemberian makanan pada hari pertandingan dan pemberian makanan setelah pertandingan serta pentingnya cairan bagi tubuh atlet. Prestasi olah raga adalah akumulasi dari kinerja fisik, teknik, taktik dan kematangan psikologis, yang dapat ditampilkan olah ragawan secara utuh dalam suatu pertandingan atau perlombaan. untuk meningkatkan kemampuan atlet dalam cabang-cabang olah raga tertentu, pemilihan makanan dan gizi yang tepat dan seimbang bagi olah ragawan dapat membantu bahkan diperlukan dalam usahanya untuk mengejar prestasi olah raga maksimal. Porsi makan untuk tiap kali makan, terutama untuk makan pagi, makan siang dan makan malam diatur sedemikian rupa sehingga kadar zat gizi dalam masing-masing porsi makanan itu tidaklah berbeda terlalu banyak. Misalnya kadar kalori pada waktu makan pagi dapat diberikan 30 % dan masing-masing 40 % untuk makan siang dan 30 % untuk makan malam.   Kata-kata Kunci: nutrisi, prestasi, olah raga
IMPLEMENTASI ALGORITMA GENETIKA DALAM PENGEMBANGAN SISTEM APLIKASI PENJADWALAN KULIAH Komang Setemen
Jurnal IKA Vol. 8 No. 1 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i1.156

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pengembangan sistem aplikasi penjadwalan kuliah dengan mengimplementasikan algoritma genetika. Sistem aplikasi penjadwalan kuliah ini dikembangkan karena masalah penjadwalan kuliah dalam pendidikan merupakan persoalan khusus dari masalah optimasi,  yang membutuhkan waktu komputasi yang cukup tinggi untuk pencarian solusinya, terlebih lagi jika ukuran permasalahan semakin besar dengan bertambahnya jumlah komponen dan tetapan atau syarat yang ditentukan oleh institusi tempat jadwal tersebut digunakan. Sebagai ujicoba kemampuan sistem yang dikembangkan untuk pembuatan jadwal mata kuliah, digunakan data mata kuliah semester genap tahun akademik 2007/2008 pada Fakultas Teknik dan Kejuruan Universitas Pendidikan Ganesha. Implementasi perangkat lunak yang dikembangkan, diujicobakan pada tiga kelompok data dengan jumlah mata kuliah setiap kelompok data berbeda-beda. Dari ujicoba ketiga kelompok data didapatkan hasil yakni, algoritma genetika cukup baik digunakan sebagai algoritma membuat jadwal mata kuliah, hal ini dapat dilihat dari hasil Ujicoba I sampai dengan Ujicoba III yang telah dilakukan. Keberhasilan ini dapat dilihat dari nilai fitness sama dengan nol yang dihasilkan setiap kali ujicoba, yang menandakan bahwa jadwal yang dihasilkan sudah tidak ada bentrok.   Kata-kata kunci: sistem aplikasi, jadwal kuliah, algoritma genetika.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PROSES SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NOMOR 2 MAMBAL Gusti Ayu Ketut Sriariati
Jurnal IKA Vol. 8 No. 1 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i1.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar IPS siswa melalui penerapan model keterampilan proses sosial, (2) meminimalkan berbagai kendala dalam proses pembelajaran IPS, dan (3) menemukan cara-cara atau alternatif pemecahannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan desain siklus model Kemmis dan Taggart. Partisipan yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Mambal yang berjumlah 19 orang. Pembelajaran dilakukan dalam dua siklus tindakan selama lima kali pertemuan. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, tes hasil belajar, dan kajian dokumen. Data kemudian dianalisis, dievaluasi, dan direfleksikan. Diskusi yang intensif dengan teman sejawat dan pembimbing menjadi sarana utama memberi interpretasi atau pemaknaan terhadap hasil penelitian ini. Keberhasilan pelaksanaan tindakan pembelajaran di kelas ditetapkan dengan tingkat daya serap individual dan ketuntasan belajar secara klasikal. Untuk daya serap individual menggunakan standar 55%, sedangkan tingkat ketuntasan belajar menggunakan standar 65%. Ini sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran IPS dengan model keterampilan proses sosial dapat meningkatkan kualitas proses belajar IPS siswa dengan mengaktifkan dan mengefektifkan fungsi-fungsi belajar melalui penekanan pencapaian tujuan pembelajaran secara bermakna, peningkatan motivasi belajar siswa, belajar melalui bertanya, pemodelan, belajar secara mandiri dan kelompok kooperatif, mengefektifkan proses inkuiri, presentasi hasil belajar siswa, melakukan refleksi pengalaman belajar, dan penilaian proses dan hasil belajar yang lebih autentik. Efektivitas proses-proses belajar siswa tersebut dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Mambal. Di akhir siklus kedua, daya serap individual siswa sudah tergolong baik dengan mencapai rerata 67,84% dan tingkat ketuntasan belajar kelas sudah mencapai 89,47%. Dibandingkan dengan pencapaian siklus pertama ternyata mengalami peningkatan sebesar 14,37%. Walau terjadi peningkatan kualitas proses dan hasil belajar siswa, cukup banyak kendala yang dihadapi baik oleh guru maupun siswa selama proses pembelajaran. Namun, dengan kemampuan evaluasi dan refleksi tindakan yang cukup cermat berbagai hambatan dan kendala itu dapat diatasi sehingga guru dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya dan dari siklus pertama ke siklus kedua secara signifikan.   Kata-kata kunci:       model pembelajaran, keterampilan proses sosial, proses dan hasil belajar.

Page 11 of 26 | Total Record : 257