cover
Contact Name
JMCE
Contact Email
jmce@ppj.unp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmce@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Kampus UNP Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang 25171
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Moral and Civic Education
ISSN : 2580412X     EISSN : 25498851     DOI : 10.24036
Core Subject : Education, Social,
Journal of Moral and Civic Education (JMCE) is a scientific journal published by the Universitas Negeri Padang Social Political Science Department. JMCE publishes articles about moral and civic education, interdisciplinary studies of politics, law sociology, history, and culture that influence moral in civic education worldwide. Before publication, articles are peer-reviewed by independent experts and approved by our board of editors. JMCE is published twice a year in April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2017)" : 5 Documents clear
Efektivitas Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran Konstruktif dalam Pendidikan Kewarganegaraan Dewi, Dinie Anggraeni; Nuraeni, Nani
Journal of Moral and Civic Education Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.972 KB) | DOI: 10.24036/885141202017117

Abstract

The background of this study is the importance of teachers’ pedagogical competence in developing their professional duties by developing the learning activities as many as it could to achieve the learning outcomes from the learners. This is only possible if the teachers involve the thinking construct of learners in the learning process effectively by considering the available time aspect to gain optimal achievements in learning outcomes. This paper is the result of an in-depth research of the civic teachers who effectively develop constructive learning and show positive results in the learning quality of their students in the primary education level of junior high school. In order to obtain the meaning of the research objective, the researcher employs an integrated qualitative and quantitative approaches. The result of the study found that teachers’ effectiveness in developing constructive learning is showed by an attempt to create a productive learning atmosphere in the process of learning and to in-volve various learning interaction patterns to explore learners’ thinking skill in a high level. Keywords: teachers’ effectiveness, constructive learning, quality of learning outcomes ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi dengan pentingnya kompetensi pedagogik guru dalam mengembangkan tugas profesinya yakni mengembangkan pembelajaran untuk sebesar-besarnya mencapai hasil belajar peserta didik. Hal ini hanya mungkin dapat dicapai apabila guru efektif melibatkan konstruk berfikir peserta didik dalam proses pembelajarannya, yakni mempertimbangkan aspek waktu yang tersedia untuk memperoleh capaian hasil belajar optimal. Tulisan ini merupakan hasil penelitian mendalam terhadap guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang efektif mengembangkan pembelajaran konstruktif dan menunjukkan hasil positif terhadap kualitas belajar peserta didiknya pada jenjang pendidikan dasar Sekolah Menengah Pertama. Untuk memperoleh makna tujuan penelitian, digunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara terpadu. Hasil penelitian efektifitas guru dalam mengembangkan pembelajaran konstruktif ditunjukkan dengan upayanya untuk menciptakan suasana yang produktif dalam proses belajar dan melibatkan pola interaksi pembelajaran variatif untuk menggali keterampilan berfikir peserta didik pada tingkat tinggi. Kata kunci: efektifitas guru, pembelajaran konstruktif, kualitas hasil belajar
Penanaman Nilai-Nilai Sila II Pancasila pada Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Abduh, Muhammad; Taniredja, Tukiran
Journal of Moral and Civic Education Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.047 KB) | DOI: 10.24036/885141202017118

Abstract

The research objective was to determine (1) how the development of the values of the second principle of Pancasila on fifth graders; (2) what are the constraints of fifth grade teachers in developing the values of the second principle of Pancasila to the learners; (3) how the solution of sixth grade teachers to overcome the obstacles in developing the values of the second principle of Pancasila to the learners. Data were collected using an open questionnaire. Informants were the teachers of sixth graders. Data were analyzed using data reduction, the display data, the data conclusion/ drawing/ verification. To develop the values of the second principle of Pancasila on sixth graders are: (a) it will need habituation, awareness that human is a social beings; (b) the problem is the selfish attitude of learners do not cooperate with friends; (c) The solution is the realization that humans are social creatures, giving a good example, exchange student seat periodically. Keywords : values of the second principle of Pancasila, exemplary, habituaion, awareness, practice ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) cara-cara pengembangan nilai-nilai sila kedua Pancasila peserta didik kelas V sekolah dasar oleh guru kelas; (2) kendala para guru kelas V untuk mengembangkan nilai-nilai sila kedua Pancasila kepada para peserta didiknya; dan (3) solusi para guru kelas V untuk mengatasi kendala dalam mengembangkan nilai-nilai sila kedua Pancasila kepada para peserta didiknya. Data dikumpulkan dengan angket terbuka. Sebagai informan adalah guru-guru kelas V sekolah dasar Kabupaten Banyumas. Data dianalisis dengan data reduction, data display, data conclusion/drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengembangkan nilai-nilai sila kedua Pancasila siswa kelas V diperlukan pembiasaan, penyadaran, pengamalan dan keteladanan. Kendalanya yaitu siswa masih bersifat egois dan kurang bekerja sama. Solusinya penyadaran bahwa manusia adalah makhluk sosial, pemberian suri teladan yang baik, dan penukaran tempat duduk siswa secara periodik. Kata kunci: sila kedua Pancasila, keteladanan, pembiasaan, penyadaran, pengamalan
Permasalahan Hukum dalam Menanggulangi Cyber Crime di Indonesia Ersya, Muhammad Prima
Journal of Moral and Civic Education Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.067 KB) | DOI: 10.24036/8851412020171112

Abstract

The development of human thinking towards the advancement of technology gives a lot of positive aspects for human life. However, technological progress also brings its own problems, especially in the aspect of criminal acts. Technological advances can also be exploited by the perpetrators of criminal acts in conducting their evil intentions, therefore, nowadays to commit international crimes, the perpetrators do not have to be present in certain countries but they can do so by staying in their country even in their bedroom. Cyber crime is a relatively new type of crime, a type of high tech crime by using sophisticated equipment or information technology. This development required a new regulatory response to solve it, namely the law of cyber or cyber law by using technological, socio-cultural (ethical) and legal approaches. This article uses normative research method with descriptive model to deeply elaborate aspect of law in regulation about cyber crime. This research is expected to give minimum contribution for those who want to deepen the problem of cyber law in Indonesia. Keywords: cyber crime, information technology, cyber law ABSTRAK Perkembangan pemikiran manusia ke arah kemajuan teknologi banyak memberikan aspek positif bagi kehidupan manusia namun kemajuan teknologi juga membawa permasalahan tersendiri, khususnya dalam aspek tindak pidana. Kemajuan teknologi juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku tindak pidana (siber) dalam menuntaskan niat jahatnya, sehingga pada hari ini untuk melakukan kejahatan antar negara pelaku tindak pidana tidak harus hadir di negara tertentu namun ia dapat melakukannya tetap dengan berada di negaranya sekalipun di dalam kamar tidurnya. Tindak pidana siber merupakan salah satu jenis tindak pidana dengan modus yang relatif baru, tindak pidana ini merupakan jenis tindak pidana yang high tech dengan mempergunakan peralatan atau teknologi informasi yang canggih sehingga dibutuhkan respon regulasi hukum baru untuk menjangkaunya, yakni hukum siber atau cyber law dengan mempergunakan pendekatan teknologi, sosial budaya (etika) dan hukum. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian normatif dengan model deskriptif yang mendalami aspek peraturan-peraturan hukum yang terkait dengan tindak pidana siber, sehingga hasil penelitian penulis diharapkan dapat memberikan kontribusi minimal bagi pihak-pihak yang ingin mendalami permasalahan hukum siber di Indonesia. Kata kunci: tindak pidana siber; teknologi informasi; hukum siber
Karakteristik Media yang Tepat dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai Pendidikan Nilai Angraini, Rita
Journal of Moral and Civic Education Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.734 KB) | DOI: 10.24036/8851412020171116

Abstract

Civic education’s orientation is values education, which substantially teach students to be moral human beings. This paper discusses about the characteristics of the appropriate media in teaching civic education, the types of and principles in using instructional media. Based on the literature review and analysis, the study found the characteristics of the appropriate media in teaching civic education as values education that the media should: deliver message of hope; contain values ​​and morals; be designed to adjust with the development of information technology in the globalization era; use authentic teaching and learning activities, attarct the students’ interest and attention, to encourage students to think critically, and be affordable to students' learning ability. Based on the characteristics, teachers can determine the appro-priate media in teaching whether using the graphic media, audio, or silent projection. Then the teachers can use the media with the principles: each media has its advantages and disad-vantages, using the media as needed, and encourage students to study actively. Keywords: instructional media, civic education, values education ABSTRAK Tulisan ini membahas tentang karakteristik media yang tepat dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn), dimana orientasi PKn adalah pendidikan nilai yang substansinya membentuk siswa menjadi insan yang bermoral, kemudian jenis-jenis media dalam pembelajaran dan prinsip dalam pemanfaatan media pembelajaran. Berdasarkan telaah pustaka dan analisis penulis menemukan bahwa karakteristik media yang tepat dalam pembe-lajaran PKn sebagai pendidikan nilai diantaranya adalah: media mampu membawa sejumlah isi pesan harapan, memuat nilai dan moral, disusun sesuai dengan perkembangan teknologi informasi di era globalisasi, menggunakan pembelajaran yang nyata, mampu menarik minat, perhatian dan membuat siswa berfikir kritis serta terjangkau oleh kemam-puan belajar siswa. Dari karakteritik tersebut guru mampu menentukan media yang tepat dalam pembelajaran apakah itu media grafis, audio dan proyeksi diam. Setelah itu guru mampu memanfaatkan media dengan prinsip: bahwa setiap media memiliki kelebihan dan kekurangan, menggu-nakan media seperlunya saja dan dapat memperlakukan siswa secara aktif. Kata kunci: media membelajaran, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan nilai
Budaya Seren Taun sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Kasepuhan Cisungsang Kabupaten Lebak Provinsi Jawa Barat Halimah, Lili; Guntara, Diki
Journal of Moral and Civic Education Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.563 KB) | DOI: 10.24036/8851412020171117

Abstract

Society, particularly the younger generation, practice less of local culture, as seen from how they dress, their consumerist lifestyle, indecorum, or the use of strong language (diglossia). Society’s lack of appreciation concerns traditional leaders. Traditional leaders therefore play an important role in preserving kasepuhan (traditional kampong) Cisungsang’s local wisdom. This research was qualitative; primary data was obtained from five informants chosen by purposive and snowball. Data was collected by interviews, observations, and document study. This research found that the tradition of Seren Taun ceremony contains “tuntunan (guidance) and “tontonan” (spectacle) values. Traditional leaders’s role was important in popularizing, maintaining, and teaching society the values from generation to generation as an expression of gratitude to God Almighty and to guide the relationships between man and God, man and nature, fellow human, and man and their nation. Optimal participation of Kabupaten Lebak local administration is necessary to protect the values from modernization, particularly through mass media. Rendangan and traditional leaders, in hold-ing Seren Taun ceremony, must be in harmony with religious teaching. Youth participation in the ceremony is expected to filter outside cultural influences. Keywords: cultural values, Seren Taun traditional ceremony, local wisdom ABSTRAK Budaya lokal memudar di kalangan masyarakat, terutama generasi muda, dilihat dari cara berpakaian, pola hidup konsumtif, kurangnya sopan santun, atau penggunaan bahasa kasar (diglosia). Ketidakpedulian masyarakat terhadap kebudayaan sendiri menjadi keresahan tokoh adat, sebab kebudayaan tersebut akan memudar dan menghilang. Tokoh adat berperan dalam mengatasi permasalahan masyarakat kasepuhan Cisungsang dalam rangka pelestarian kearif-an lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data primer diperoleh dari lima orang informan yang dipilih secara purposive dan snowball. Pengumpulan data mengguna-kan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam budaya adat Seren Taun yaitu berupa nilai tuntunan dan tontonan. Peran tokoh adat berperan dalam mensosialisakan, menjaga dan mengajarkan secara turun-temurun kepada masyarakat/ generasi muda secara estafet sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan dijadikan pedoman dalam kehidupan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan bangsanya. Optimalisasi partisipasi pemerintah daerah Kabupaten Lebak diperlukan agar nilai-nilai budaya tidak hilang oleh modernisasi, terutama melalui media massa. Dalam melaksanakan tradisi upacara adat Seren Taun, tokoh adat dan rendangan harus harmonis dengan ajaran agama. Keikusertaan generasi muda dalam pelaksanaan upacara adat Seren Taun ini diharapkan dapat menjadi filter dari pengaruh budaya luar. Kata Kunci: nilai budaya, upacara adat Seren Taun, kearifan lokal

Page 1 of 1 | Total Record : 5