cover
Contact Name
JMCE
Contact Email
jmce@ppj.unp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmce@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Kampus UNP Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang 25171
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Moral and Civic Education
ISSN : 2580412X     EISSN : 25498851     DOI : 10.24036
Core Subject : Education, Social,
Journal of Moral and Civic Education (JMCE) is a scientific journal published by the Universitas Negeri Padang Social Political Science Department. JMCE publishes articles about moral and civic education, interdisciplinary studies of politics, law sociology, history, and culture that influence moral in civic education worldwide. Before publication, articles are peer-reviewed by independent experts and approved by our board of editors. JMCE is published twice a year in April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2019)" : 5 Documents clear
Analysis of Female Headmasters in West Sumatra Yuliarti, Sesrita; Fatmariza, Fatmariza; Montessori, Maria
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.527 KB) | DOI: 10.24036/8851412312019103

Abstract

This study aims to analyze the leadership of women as principals. The Leadership was observed in the terms of nature, behavior, situation, strengths, weaknesses, opportunities, and challenges of women's leadership. The study used a qualitative approach with case studies. Furthermore, purposive sampling was used to determine the participants of the research. Data were collected through observation, interview and documentation. Validation of the data was done through data reduction, data presentation and data verification. The results of the research, in terms of the leadership of the principal, show that the principals have the ability and readiness of knowledge. From the behavioral aspect, the principals can establish good relationship which is familial and democratic. Therefore, the leadership situation of female principals creates a humane and democratic atmosphere. The advantages of female principals are seen in terms of emotional stability, awareness, communicative, detail and confidence, however, there are still weaknesses in terms of assertiveness, with strong patriarchal values. Nevertheless, female principals still can work in the public sphere by attending training and becoming organizational officials. Female principals face more challenges not only to advance the school but to provide good leadership proof in order to reduce the paradigm of ideal male leader. It can be concluded that the female principals’ leadership is able to provide a new, democratic, and humanist ambience. Keywords: democratic, humanistic, female leadership ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan perempuan sebagai kepala sekolah. Ditinjau dari segi sifat, perilaku, situasi, kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan tantangan kepemimpinan perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Selanjutnya purposive sampling untuk menentukan informan penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dari sifat kepemimpinan kepala sekolah menunjukkan kesanggupan dan kesiapan pengetahuan melalui pelatihan. Seterusnya segi perilaku mampu menjalin hubungan bersifat kekeluargaan, demokratis. Dengan demikian situasi kepemimpinan perempuan menciptakan suasana humanis dan demokratis. Terlihat kelebihan kepemimpinan perempuan dari sisi kestabilan emosi, kepedulian, komunikatif, detail dan percaya diri, namun masih terdapat kelemahan segi ketegasan terutama disekolah kejuruan dengan nilai-nilai patriarkhis. Meskipun demikian kepemimpinan perempuan memiliki peluang bekerja diruang public. Perempuan menghadapi banyak tantangan memberikan pembuktian kepemimpinan ideal. Dapat disimpulkan kepemimpinan kepala sekolah perempuan mampu memberikan nuansa baru demokratis dan humanis dalam kepemimpinannya. Kata kunci: demokratis, humanis, kepemimpinan perempuan
Contextual Learning of Character Values in Minangkabau Culture Course to Strengthen National Identity Zulfa, Zulfa
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.673 KB) | DOI: 10.24036/8851412312019106

Abstract

Current problems in various regions make the world of higher education think of doing many things. The most pressing problems now are Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LGBT), which is increasingly troubling, drugs and other immoral acts that are increasingly worrying about the world of higher education. This is the problem that makes education in Indonesia focus on the character field. One program that can strengthen the national identity in higher education in learning Minangkabau Culture. The purpose of this study is to apply Contextual Learning (CTL) in learning character values ​​in Minangkabau culture and strengthen the national identity of students. The method used in writing is a literature study, the author tries to develop a contextual learning model which is examined from various relevant references. The results of this study were to use CTL learning to provide independence for students to identify character values ​​derived from the values ​​of life in the family environment or in the community in the Minangkabau community. Besides this learning model instills character values ​​directly through habituation that applies in Minangkabau cultural customs by participating in community activities, including collaborative activities or community meetings that are able to foster a character of tolerance and cooperation. Through CTL in learning Minangkabau Culture that contains character values ​​found in the family or Minangkabau community that can be a reinforcement of national identity. Keywords: contextual learning, character values, identity and Minangkabau culture ABSTRAK Permasalahan yang terjadi saat ini di berbagai daerah membuat dunia pendidikan tinggi berpikir untuk melakukan banyak hal. Masalah yang paling mendesak saat ini adalah Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), yang semakin meresahkan, obat-obatan dan tindakan amoral lainnya yang semakin mengkhawatirkan dunia pendidikan tinggi. Inilah masalah yang membuat pendidikan di Indonesia fokus pada bidang karakter. Salah satu program yang dapat menjadikan penguatan dalam identitas kebangsaan dalam pendidikan tinggi pada pembelajaran Budaya Minangkabau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan pembelajaran kontekstual (Contextual Learning/CTL) dalam pembelajaran nilai-nilai karakter dalam budaya Minangkabau serta memperkuat identitas nasional mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penulisan adalah studi literatur, penulis mencoba mengembangkan model pembelajaran kontekstual yang ditelaah dari berbagai referensi yang relevan. Hasil dari penelitian ini adalah menggunakan pembelajaran CTL untuk memberikan kemandirian bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang berasal dari nilai-nilai kehidupan di lingkungan keluarga atau di masyarakat dalam masyarakat Minangkabau. Selain itu model pembelajaran ini menanamkan nilai karakter secara langsung melalui pembiasaan yang berlaku dalam adat budaya Minangkabau dengan berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan kerja sama atau pertemuan warga yang mampu menumbuhkan karakter toleransi dan kerja sama. Melalui CTL dalam pembelajaran Budaya Minangkabau yang berisi nilai-nilai karakter yang ditemukan dalam keluarga atau masyarakat Minangkabau yang dapat menjadi penguat identitas bangsa. Kata kunci: pembelajaran kontekstual, nilai karakter, identitas dan budaya Minangkabau
Development of Contextual Models in Subjects of Islamic Education Based on Dalihan Na Tolu to Improve Student Critical Thinking Aisyah, Siti; Effendi, Heri; Azmi, Faizul
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.324 KB) | DOI: 10.24036/8851412312019107

Abstract

This study aims to produce a Contextual Model in the History Course of Dalihan Na Tolu-based Islamic Education to improve students' critical thinking. Research activities include the development of learning tools and instruments needed in learning. Basically this learning model is an innovative model in the History of Islamic Education Learning, the main princi-ple of learning is to promote the philosophical values ​​of Dalihan Na Tolu as a basis for learning with a collaborative system. The process of developing this contextual model invol-ves the development of components of the learning model including: (1) Syntax; (2) Social systems (patterns or rules that apply and collaborate, discuss, ask questions, submit ideas when solving problems); (3) Principles of management reactions (lecturer behavior is allowed in guiding student work, responding to student behavior, directing and responding to student opinions); (4) Class atmosphere support system (semester learning plan, student worksheets, textbooks, student activity sheets, learning outcomes tests). This type of research is a device development research using a 4-D model (Thiagarajan model) et al (1974: 5) which includes defining, planning, developing and disseminate stages. The subjects of this study were the odd semester V STKIP Tapanuli South history education study program for the academic year 2017/2018. The research data was obtained through: (1) observation sheet, (2) test of learning achievement ability, and (3) questionnaire. Data analysis techniques carried out include descriptive statistical data analysis and inference statistical analysis. This research activity has been carried out through several stages, such as analysis, planning, design, development, and implementation. The results of the study consisting of RPP, LKM and Textbooks were stated to be very valid in terms of the validation of learning tools by validators with RPS obtaining an average score of 3.81, gaining a score of 3.82, and Textbooks gaining a score of 3.79 . Based on the results of the study it can be concluded that the Constitutional Model on the History Course of Dalihan Na Tolu-based Islamic Education to improve critical thinking students of the odd semester V history of STKIP Tapanuli Selatan in the school year 2017/2018 consisting of RPS, and Textbooks was declared very valid Keywords: contextual model, PSPI, Dalihan Na Tolu, critical thinking ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Model Kontekstual Berbasis Dalihan Na Tolu dalam PSPI untuk meningkatkan berpikir kritis mahasiswa. Kegiatan riset meliputi pengem-bangan perangkat pembelajaran dan instrumen yang diperlukan dalam pembelajaran. Pada dasarnya Model pembelajaran ini merupakan model inovatif dalam Pembelajaran Sejarah Pendidikan Islam (PSPI), prinsip utama pembelajaran yaitu mengedepankan nilai-nilai filosifis Dalihan Na Tolu sebagai basis pembelajaran dengan sistem kolaborasi. Proses pengembangan model kontekstual ini melibatkan pengembangan komponen model pembela-jaran antara lain: (1) Sintaks; (2) Sistem sosial (pola atau aturan yang berlaku dan berkola-borasi, berdiskusi, bertanya, mengajukan ide ketika memecahkan masalah); (3) Prinsip reaksi pengelolaan (prilaku dosen yang diperbolehkan dalam membimbing kerja mahasiswa, merespon prilaku mahasiswa, mengarahkan dan menanggapi pendapat mahasiswa); (4) Sistem pendukung suasana kelas (rencana pembelajaran semester, buku ajar, lembar aktivitas mahasiswa, tes hasil belajar). Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat menggunakan model 4-D (model Thiagarajan) dkk (1974:5) meliputi tahap pendefenisian (define), tahap perencanaan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate). Subyek penelitian ini mahasiswa program studi pendidikan sejarah semester V ganjil STKIP Tapanuli Selatan tahun pelajaran 2017/2018. Data peneli-tian diperoleh melalui: (1) lembar observasi, (2) tes kemampuan prestasi belajar, dan (3) angket. Teknik analisis data yang dilakukan meliputi analisis data statistik deskriptif dan analisis statistik inferensi. Kegiatan penelitian ini telah dilakukan melalui beberapa tahap, seperti analisis, perencanaan, desain, pengembangan, dan implementasi. Hasil penelitian yang terdiri atas RPP, dan Buku Ajar dinyatakan sangat valid ditinjau dari hasil validasi perangkat pembelajaran oleh para validator dengan RPS memperoleh skor rata-rata 3,81, dan Buku Ajar memperoleh skor 3,79. Berdarsarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Model Konstektual pada Mata Kuliah Sejarah Pendidikan Islam Berbasis Dalihan Na Tolu untuk meningkatkan berpikir kritis mahasiswa sejarah semester V ganjil STKIP Tapanuli Selatan tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri atas RPS, LKM dan Buku Ajar dinyatakan sangat valid. Kata kunci: model kontekstual, PSPI, Dalihan Na Tolu, berpikir kritis
Moral Education in Volunteering Activities of Young Citizens Adha, Muhammad Mona; Ulpa, Eska Prawisudawati; Johnstone, Jack McGregor; Cook, Billy L.
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.915 KB) | DOI: 10.24036/8851412312019160

Abstract

Moral education through voluntary work or volunteering greatly supports the development of individuals and society specifically in the improvement of social and practical skills, knowledge and experience. Voluntary activity not only forms common good but also develops a caring attitude to act and has a strong interest in working together to make a better community in the aspects of community's role and responsibility. Qualitative research with an ethnographic approach was carried out during the 2018’s Krakatau Festival cultural event which involved 60 volunteers. Observations, interviews, and documentation studies are important parts of data collection and data analysis significantly. This study found that the pattern of responsible activities and implementation of voluntary work can strengthen volunteering awareness and always foster a pattern of good cooperation with fellow volunteers and other work units as a moral responsibility and moral education that is very beneficial for volunteers in the future. The next researcher can conduct research on good volunteering planning preparation and effective and efficient cooperation patterns. Keywords: cooperation; moral education; caring attitude; volunteering; young citizen Pendidikan moral melalui kerja sukarela atau ‘volunteering’ sangat mendukung perkembang-an individu dan masyarakat khusus di dalam meningkatnya keterampilan sosial dan praktis, pengetahuan dan pengalaman. Kegiatan kesukarelaan tidak hanya membentuk kebaikan bagi masyarakat (common good) melainkan juga mengembangkan sikap kepedulian untuk bertindak dan memiliki semangat yang kuat dalam bekerja sama untuk membuat lingkungan masyarakat lebih baik dari aspek peran masyarakat dan tanggung jawab. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografis dilakukan selama acara budaya Festival Krakatau 2018 dengan melibatkan 60 relawan. Observasi, wawancara, dan studi dokumentasi menjadi bagian penting untuk pengumpulan data dan analisis data secara signifikan. Penelitian ini menemukan bahwa pola aktivitas dan implementasi pekerjaan kesukarelaan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dapat memperkuat sikap kepedulian relawan dan selalu membina pola kerjasama yang baik dengan sesama relawan dan unit kerja lain sebagai tanggung jawab moral dan pendidikan moral yang sangat bermanfaat bagi diri relawan di masa depan. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian mengenai persiapan perencanaan kerja sukarela yang baik dan pola kerjasama yang efektif dan efesien. Kata kunci: kerjasama; pendidikan moral; sikap kepedulian; kesukarelaan; warga negara muda
Voter Education for First Time Voters through Rumah Pintar Pemilu Rafni, Al; Suryanef, Suryanef
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.754 KB) | DOI: 10.24036/8851412312019171

Abstract

Voter education for first time voters is important given the group’s potential in contributing to 30% of overall voters. Unfortunately, the potential is not well managed through systematical and comrprehensive voter education. Rumah Pintar Pemilu (Election Smart House/RPP) is one of the priorities of the Election Commission (KPU) that functions as a voter education service center. It has become a facility for first time voters to understand about the election and democracy in general. This research used research and development (R&D) method. Data was collected through deep interview, focus group discussion (FGD), and documentation study. The result shows the RPP’s potential in serving voter education for first time voters and how RPP is developed as a political education facility in cities/regencies. Keywords: voter education, first time voters, learning resources ABSTRAK Pendidikan pemilih bagi pemilih pemula menjadi penting mengingat potensi suara yang ada pada kelompok ini memiliki kontribusi lebih kurang 30% dari jumlah pemilih. Sayangnya potensi sebesar itu seringkali tidak dikelola dengan baik melalui pendidikan pemilih yang sistematis dan komprehensif. Kehadiran Rumah Pintar Pemilu (RPP) sebagai salah satu program prioritas Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berfungsi sebagai pusat layanan pendidikan pemilih menjadi wahana tersendiri bagi pemilih pemula untuk mengerti tentang pemilu dan kehidupan demokrasi pada umumnya. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan atau Research and Development (R&D). Data penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan potensi RPP dalam memberikan layanan pendidikan pemilih bagi pemilih pemula dan bagaimana RPP dikembangkan sebagai sarana pendidikan politik di kabupaten/kota. Kata Kunci: pendidikan pemilih, pemilih pemula, sumber belajar

Page 1 of 1 | Total Record : 5