cover
Contact Name
Ahmad Subhan Yazid
Contact Email
aplikasiajournal@gmail.com
Phone
+6289512005330
Journal Mail Official
aplikasia@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto 55281 Yogyakarta Telp. 0274-550778, Fax. 0274-550776
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama is an online, open-access, peer-reviewed scientific journal that publishes original articles in the field of community service activities based on Islamic values. Aplikasia covers all disciplines including: - Dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models; - Socio-economy and business, cultural and society, and educations based on Islamic values.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 25 No. 2 (2025)" : 8 Documents clear
PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN DESA MELALUI SOSIALIASI PERMODALAN DAN PENCATATAN KEUANGAN UMKM Kharisa Rachmi Khoirunisa; Badi’atus Sholikhah; Nike Diah Elvy Ramadhani; Nisa Fitria; Nur Fitri Sadida Ipaenin; Shofiyatul ‘Aeni; Uma Zalfa Salsabiil; Aryan Danil Mirza. BR
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.3622

Abstract

Abstract - The role of MSMEs in supporting national economic growth is very essential. MSMEs, which are the main contributors to Indonesia's GDP, and succeeded in absorbing around 97% of the total workforce in Indonesian business units. However, apart from the positive impact, MSMEs face a myriad of problems. There are four classic and fundamental problems that have chronically affected the existence of MSMEs in Indonesia. Starting from access to finance and financing, access to raw materials, access to human resources, as well as access to markets and demand. Therefore, a synergy is needed between the Government and Non-Governmental Organizations as well as Banks and other Credit Providers to participate in the MSME empowerment agenda in Indonesia. This is done in order to revive and strengthen the role of MSMEs as the main supporter of the national economy. The purpose of the research is to get the right model or strategy in the context of empowering MSMEs in Gamol Hamlet, Kecandran Village, Salatiga City. This study uses a qualitative approach with interviews, observation, and documentation methods developed in operational concepts. The sample of MSME actors used came from Gamol, Kecandran Village, Salatiga City. The data analysis phase begins with the collection, reduction, verification, and conclusion. The results of the study illustrate that the main obstacles faced by MSME actors in Gamol are related to financing or capital and financial records due to a lack of financial literacy. So that the most needed empowerment strategy is to carry out socialization so that it can bring together MSME actors with Business Capital Providers as well as improve the financial literacy of MSME actors and provide assistance and monitoring to MSME actors in Gamol. By providing such assistance and monitoring, it is hoped that they will be able to solve the problems faced by MSME actors in Gamol.   Keyword: MSME, Capital Providers, Financial Literacy, Financial Records.   Abstrak - Peran UMKM dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional sangat esensial. UMKM menjadi kontributor utama terhadap PDB Indonesia dan berhasil menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja di unit usaha Indonesia. Namun demikian, terlepas dari dampak positif tersebut, nyatanya UMKM menghadapi segudang permasalahan. Terdapat empat permasalahan klasik dan fundamental yang sangat kronis mempengaruhi eksistensi UMKM di Indonesia. Mulai dari akses terhadap keuangan dan pembiayaan, akses terhadap bahan baku, akses terhadap SDM, serta akses terhadap pasar dan permintaan. Oleh karenanya dibutuhkan suatu sinergi antara Pemerintah dengan Lembaga Swadaya Masyarakat serta Pihak Perbankan maupun Lembaga Penyedia Kredit lainnya untuk berpartisipasi dalam agenda pemberdayaan UMKM di Indonesia.   Hal ini dilakukan agar dapat membangkitkan dan menguatkan kembali peran UMKM sebagai penyokong utama ekonomi nasional. Tujuan penelitian ialah untuk mendapatkan model atau strategi yang tepat dalam rangka pemberdayaan UMKM di Dusun Gamol, Kelurahan Kecandran, Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dikembangkan dalam konsep operasional. Sampel pelaku UMKM yang digunakan berasal dari Dusun Gamol, Kelurahan Kecandran, Kota Salatiga. Tahap analisis data dimulai dengan koleksi, reduksi, verifikasi, dan simpulan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kendala utama yang dihadapi pelaku UMKM Dusun Gamol ialah terkait pembiayaan atau permodalan serta pencatatan keuangan akibat kurangnya literasi keuangan. Sehingga strategi pemberdayaan yang paling dibutuhkan ialah melakukan sosialisasi agar dapat mempertemukan para pelaku UMKM dengan Penyedia Modal Usaha juga meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM serta melakukan pendampingan dan monitoring terhadap para pelaku UMKM Dusun Gamol. Dengan pemberian pendampingan dan monitoring tersebut diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para pelaku UMKM yang ada di Dusun Gamol.   Kata kunci: UMKM, Penyedia Modal Usaha, Literasi Keuangan, Pencatatan Keuangan
PENGELOLAAN LIMBAH MINYAK JELANTAH BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN EKONOMI KREATIF LOKAL Farida Hanum; Fatimatuzzahro; RR. Shely Salima Noor Arifa; Muhammad Izkha Khoirur Rifa’I; Faza Izzat Thoriqi; Ahmad Rofil Zainuri; Rani Balqis Huwaida; Wirda Ningrum Istiqomah; Zainul Muhaimin Syafiq; Raihan Nafis Masykur
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.3861

Abstract

Abstract - Cooking oil consumption in Indonesia continues to increase every year, which causes the amount of used cooking oil waste to also increase. Environmental pollution due to used cooking oil is a problem that occurs throughout Indonesia, including in Jetak Hamlet, Kulon Progo, Yogyakarta. Therefore, the KKN 114 team of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta held a training on the use of used cooking oil. This activity will be held on August 13, 2024. The use of used cooking oil waste has a variety of alternatives. One of them is the manufacture of aromatherapy candles. This activity aims to increase the understanding and awareness of the residents of Jetak Hamlet, Kulon Progo Yogyakarta, especially PKK women about the negative impact of used cooking oil on health and the environment. The method of implementing this activity includes the delivery of information about the negative impact of used cooking oil and direct training on the use of used cooking oil into products with economic value. This activity was attended by 30 PKK women. During the activity process, participants were very enthusiastic in participating in the activity. This can be seen from the many questions asked by PKK women during the practice session. It is hoped that from this training that has been carried out, PKK women have knowledge and skills in processing used cooking oil, and can also become creative and innovative business ideas.   Keyword: Aromatherapy Candles, PKK, Jetak Hamlet, Waste.   Abstrak - Konsumsi minyak goreng di indonesia terus meningkat setiap tahun yang menyebabkan jumlah limbah minyak jelantah juga semakin meningkat. Pencemaran lingkungan akibat minyak jelantah merupakan permasalahan yang terjadi di seluruh indonesia, termasuk di dusun jetak, kulon progo yogyakarta. Oleh karena itu, tim KKN 114 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan pelatihan mengenai pemanfaatan minyak jelantah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2024. Pemanfaatan limbah minyak jelantah tersebut memiliki berbagai macam alternatif. Salah satunya adalah pembuatan lilin aromaterapi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga Dusun Jetak, Kulon progo DIY khususnya Ibu-Ibu PKK akan dampak negatifnya dari minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan mencakup penyampaian informasi mengenai dampak negatif minyak jelantah serta pelatihan langsung pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta ibu-ibu PKK. Selama proses kegiatan berlangsung peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh ibu-ibu PKK selama sesi praktik. Harapan dari pelatihan yang telah dilakukan ini, ibu-ibu PKK memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan minyak jelantah, juga dapat menjadi ide usaha yang kreatif dan inovatif.   Kata kunci: Lilin Aromaterapi, PKK, Dusun Jetak, Limbah.    
MODEL PENDIDIKAN BAHASA ARAB BERBASIS DAKWAH DIGITAL DALAM PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MAHASISWA MUSLIM DI ERA MODERN Rasyid Ridho Hamid
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.4002

Abstract

Abstract - This study adopts a qualitative approach to understand the importance of Arabic language education based on da'wah in the modern era. Data was collected through literature review, examining theories and findings related to the development of the Arabic language, da'wah, and Arabic language teaching in the modern era. The results of the study show that da'wah in the modern era must consider relevant methods, media, and content that align with the characteristics of today's society. Arabic language education, as an integral part of da'wah, plays a vital role in facilitating a deeper understanding of Islamic teachings by utilizing information technology to achieve more effective and flexible learning. It is expected that with an innovative approach, Arabic language education based on da'wah can contribute to the development of a Muslim generation better prepared to face the challenges of globalization and directly understand the teachings of religion.   Keywords: Da'wah, Arabic Language Education, Technology, Modernization.   Abstrak - Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif untuk memahami pentingnya pendidikan bahasa Arab berbasis dakwah di era modern. Data diperoleh melalui studi literatur, dengan mengkaji teori-teori dan temuan-temuan terkait perkembangan bahasa Arab, dakwah, dan pengajaran bahasa Arab di era modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah di era modern harus mempertimbangkan metode, media, dan materi yang relevan dengan karakteristik masyarakat saat ini. Pendidikan bahasa Arab, sebagai bagian integral dari dakwah, memegang peran penting dalam memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam, dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai pembelajaran yang lebih efektif dan fleksibel. Diharapkan, dengan pendekatan yang inovatif, pendidikan bahasa Arab berbasis dakwah dapat berkontribusi pada pengembangan generasi Muslim yang lebih siap menghadapi tantangan globalisasi dan memahami ajaran agama secara langsung.   Kata kunci: Dakwah, Pendidikan Bahasa Arab, Teknologi, Modernisasi.
SOCIAL LEARNING IN THE DEVELOPMENT OF BIOMONITORING MODULE OF THE GAJAHWONG RIVER YOGYAKARTA Sulistiyowati, Eka; Pramesti, Dias
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.4022

Abstract

Abstract - Community-based river health monitoring requires a biomonitoring module that is easy to understand and can be practically used by the public. This study developed a biomonitoring module using a social learning approach with the aim of involving the community and gaining deeper insights into the ideal module for the general public. The method used includes the stages of Sharing, Constructing, Integrating, Applying, Reflecting, and Evaluation. The participants in this social learning activity were 30 individuals from various sectors. The results show that the social learning-based biomonitoring module was developed in a systematic process. Important feedback from the sharing and integrating stages was compiled and applied to form the module. Reflection and evaluation results indicate that the participants' average rating was in the good category (3.8). Several indicators received very good scores (4.0), particularly in timeliness and ease of use   Keyword: Biomonitoring, River Health, Module, Social Learning, Rivers.   Abstrak - Pemantauan kesehatan sungai berbasis masyarakat memerlukan sebuah modul biomonitoring yang dapat dipahami dan digunakan secara praktis di maryarakat. Penelitian ini menyusun modul biomonitoring dengan pendekatan sosial learning dengan tujuan unuk melibatkan masyarakat dan memperoleh insight yang lebih mendalam mengenai modul yang ideal dipakai oleh masyarakat awam. Metode yang digunakan adalah social learning meliputi Sharing, Constructing, Integrating, Applying, Reflecting, dan Evaluation. Partisipan yang mengikuti kegiatan social learning ini adalah 30 orang dari berbagai elemen. Hasilnya, modul biomonitoring berdasarkan sosial learning dapat tersusun dalam tahapan yang sistematis. Masukan yang penting pada saat sharing dan integrating kemudian disusun dan diaplikasikan menjadi sebuah modul. Hasil refleksi dan evaluasi menunjukkan skor rata-rata penilaian peserta berada pada kategori baik (3.8). Beberepa indikator mendapatkan nilai sangat baik (4.0), yakni pada kemutakhian dan kemudahan pengguaan.   Kata kunci: Biomonitoring, Kesehatan Sungai, .Module, Sosical Learning, Sungai.    
MODEL PEMBERDAYAAN BERBASIS PENTAHELIX DALAM MENINGKATKAN MINAT LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR Najla Satira; Darajati, Aflaha; Rahmatil Aulia Fadhilah; Ainun Muslihatun Najibah Rozi; Risa Nabila; Chelin Indisyah Putri; Radja Farros Nur Zamzamy; Agam Jati Mulya; Moh. Bahrul Lahut; Defan Auli Rahmatillah; Ahmad Abbas Arrosyid
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.4144

Abstract

Abstract - This study aims to examine the implementation of a pentahelix-based empowerment model in an effort to increase literacy interest among primary school students. The pentahelix model involves five important elements, namely academics, businesses, communities, government and media, which synergistically work together to create a productive literacy ecosystem. The problem of low interest in reading in Indonesia, which is reflected in the low international literacy rankings, is the background to the importance of this collaborative approach. This research used a descriptive qualitative method with a field study approach in several elementary schools. The results show that the implementation of the pentahelix model can significantly increase students' interest in reading, especially when all elements play an active role according to their capacity. Strong collaboration between pentahelix elements creates a more contextualized, interesting and meaningful learning experience for students. This study recommends replicating this model at the primary education level more widely to strengthen literacy culture from an early age.   Keyword: Pentahelix, Empowerment, Literacy, Primary School.   Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi model pemberdayaan berbasis pentahelix dalam upaya meningkatkan minat literasi di kalangan siswa sekolah dasar. Model pentahelix melibatkan lima unsur penting, yaitu akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media yang secara sinergis bekerja sama dalam menciptakan ekosistem literasi yang produktif. Permasalahan rendahnya minat baca di Indonesia, yang tercermin dari peringkat literasi internasional yang masih rendah, menjadi latar belakang pentingnya pendekatan kolaboratif ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan pada beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pentahelix mampu meningkatkan minat baca siswa secara signifikan, terutama ketika semua elemen berperan aktif sesuai kapasitasnya. Kolaborasi yang kuat antar unsur pentahelix menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna bagi siswa. Penelitian ini merekomendasikan replikasi model ini pada tingkat pendidikan dasar secara lebih luas untuk memperkuat budaya literasi sejak dini.   Kata kunci: Pentahelix,Pemberdayaan, Literasi, Sekolah Dasar
PERAN MATERI PEMBEKALAN KKN TERHADAP PEMBENTUKAN ADAPTIVE SKILL MAHASISWA (STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF PADA PESERTA KKN UIN SUNAN KALIJAGA ANGKATAN 114) Anita Sofiyati; Supriyati, Hikmah; Ahmad Subhan Yazid; Laili Alfi Rohmah
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.4309

Abstract

Abstract - The Community Service Program (KKN) is a mandatory subject for undergraduate students at UIN Sunan Kalijaga as an integral part of one of the Tri Dharmas of Higher Education. One important factor that influences students' success in carrying out KKN is the material provided before students go into the field. It is hoped that comprehensive and relevant training materials can increase students' readiness to adapt to new environments and complete KKN assignments. One of the competencies that is very important for students in undergoing KKN is adaptive skills. The aim of this research is to analyze the influence of KKN training materials on the adaptive skills of UIN Sunan Kalijaga students. This research is a quantitative descriptive research. We collected data through observation activities and by filling out a list of questions using a Google Form. Data were analyzed using descriptive statistical analysis. The results of the research show that there is an influence of providing KKN training materials on the adaptive skills of KKN students at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. This can be seen from the assessment results from person who often interacts with students during KKN and DPL (Field Supervisor) of 92 with very good assessment criteria.   Keywords:  The Community Service Program (KKN), Material of KKN, Adaptive skills   Abstrak - Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa jenjang sarjana di UIN Sunan Kalijaga.  Salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam melaksanakan KKN adalah pembekalan materi KKN yang diberikan sebelum mahasiswa terjun ke lapangan. Materi pembekalan yang komprehensif dan relevan diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam beradaptasi dengan lingkungan baru dan menyelesaikan tugas-tugas KKN. Salah satu kompetensi yang sangat penting bagi mahasiswa dalam menjalani KKN adalah adaptive skill atau kemampuan adaptasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh materi pembekalan KKN terhadap adaptive skill mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui kegiatan observasi dan pengisian daftar pertanyaan (angket) menggunakan google form. Data dianalisa dengan menggunakan analisis statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian materi pembekalan KKN pada adaptive skill Mahasiswa KKN di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hal ini dapat di ketahui dari hasil penilaian dari induk semang (orang yang sering berinteraksi dengan mahasiswa selama KKN) dan DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) sebesar 92 dengan kriteria penilaian sangat baik.   Kata kunci: Kuliah Kerja Nyata (KKN), Materi Pembekalan, Adaptive Skill
AGENSI, PARTISIPASI, DAN REKONSTITUSI KOMUNITAS PERPUSTAKAAN ALAM INTEGRASI-INTERKONEKSI DI MERGOSONO BUAYAN KEBUMEN JAWA TENGAH Abd. Aziz Faiz
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.4470

Abstract

Abstract - Libraries are generally reading rooms and places for literacy activities, but the Integration-Interconnection Nature Library has a different concept from libraries in general. The purpose of this study is to explain how this nature library can become spaces of agency for community reconstitution in rural areas. This study uses qualitative methods to interpret and present field data. The results show that: first, agency practices are carried out culturally through youth cultural networks. Second, intervention in the community is carried out through three programs: 1) literacy programs, 2) action programs; inspiration classes, play classes, craft classes. 3) Household and community economic empowerment programs. Third, community reconstruction efforts are carried out by reorganizing the community and mobilizing the potential of nature and agriculture-based villages; improving literacy, knowledge, skills, and community empowerment; and presenting a new awareness and definition of an integrated village community. The Integrated-Interconnected Nature Library needs to enhance its existence through new media, sponsorship aspects, institutional structure, institutional status, expanding youth involvement, and increasing service product capacity.   Keywords: Natural library; Agency; Reconstitution; Community   Abstrak - Perpustakaan umumnya adalah ruang membaca dan tempat aktivitas literasi, namun Perpustakaan Alam Integrasi-Interkoneksi memiliki konsep yang berbeda dari perpustakaan pada umumnya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana perpustakaan alam ini mampu menjadi ruang-ruang agensi bagi rekonstitusi komunitas di pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menginterpretasi dan menyajikan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Praktik agensi dilakukan secara kultural melalui jaringan kultural kepemudaan. Kedua, Intervensi pada komunitas melalui tiga program; 1) program literasi, 2) program aksi; kelas inspirasi, kelas bermain, kelas karya. 3) Program pemberdayaan rumah tangga dan ekonomi masyarakat. Ketiga, upaya rekonstitusi komunitas diakukan dengan  mereorganisasi masyarakat dan menggerakkan potensi desa berbasis alam dan pertanian; meningkatkan literasi-pengetahuan, skill, dan masyarakat berdaya; menghadirkan kesadaran dan definisi baru tentang masyarakat desa yang utuh. Perpustakaan Alam Integrasi-Interkoneksi perlu meningkatkan eksistensi melalui media baru, aspek sponsorship, struktur kelembagaan, status kelembagaan, memperluas keterlibatan pemuda dan peningkatan kapasitas produk layanan.   Kata Kunci; Perpustakaan Alam, Agensi, Rekonsitusi, Komunitas
SOCIALIZATION OF MORINGA LEAF PUDDING MAKING AS EFFORT TO PREVENT STUNTING IN BENDO HAMLET Rahmadhanti; Wardany, Novita Adhe; Iriyanti, Hasna Nur; Sukri, Alfi; Aminudin, Wahyu
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.4483

Abstract

Abstract - Stunting is a major health problem in Indonesia that threatens the quality of future generations. This condition is primarily caused by chronic malnutrition, especially insufficient intake of protein and essential micronutrients. One potential effort to address this issue is the use of moringa leaves, which are highly nutritious and locally available. This study aims to describe the implementation of socialization on moringa leaf pudding as an innovative supplementary food to prevent stunting in Bendo Hamlet. The research employed a Community-Based Research (CBR) approach that involved KKN students, posyandu cadres, PKK mothers, and mothers of toddlers in a participatory process from planning to evaluation. The findings showed improvements in community knowledge about the nutritional benefits of moringa leaves, enhanced skills in preparing pudding, and positive acceptance of the product among children. Acceptance was influenced by the pudding’s soft texture, balanced sweetness, and attractive natural green color. The success of the program was also supported by easy access to raw materials, a simple preparation method, and strong cadre commitment. Thus, moringa leaf pudding can serve as a practical and sustainable local food alternative to help fulfill children’s nutritional needs while strengthening family food security.   Keyword: Moringa Leaves, Moringa Leaf Pudding, Local Food, Stunting Prevention.   Abstrak - Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian di Indonesia karena berdampak pada kualitas generasi mendatang. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi kronis, terutama protein dan mikronutrien penting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan lokal bergizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sosialisasi pembuatan puding daun kelor sebagai inovasi pangan tambahan dalam pencegahan stunting di Dusun Bendo. Penelitian menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) yang melibatkan mahasiswa KKN, kader posyandu, ibu PKK, dan ibu balita secara partisipatif mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat gizi daun kelor, keterampilan dalam mengolah puding, serta penerimaan positif dari anak-anak terhadap produk tersebut. Faktor penerimaan dipengaruhi oleh tekstur lembut, rasa manis yang seimbang, serta warna hijau alami yang menarik. Keberhasilan kegiatan ini juga didukung oleh kemudahan memperoleh bahan baku, proses pembuatan yang sederhana, serta komitmen kader posyandu dalam melanjutkan praktik. Dengan demikian, puding daun kelor berpotensi menjadi alternatif pangan lokal yang tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mendukung upaya berkelanjutan dalam pencegahan stunting. Kata kunci: Daun Kelor, Puding Daun Kelor, Pangan Lokal, Pencegahan Stunting.

Page 1 of 1 | Total Record : 8